You are on page 1of 14

EUTHANASIA

KELOMPOK 5 PPDS I MADU JULI 2012 FK UNAIR

LATAR BELAKANG

Euthanasia atau menghilangkan nyawa orang atas permintaan dirinya sendiri atau keluarganya sama dengan perbuatan pidana menghilangkan nyawa seseorang. Sejauh ini Indonesia belum menyetujui euthanasia (Mercy Killing). Dalam melakukan tindakan euthanasia harus melalui prosedur dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi agar euthanasia bisa dilakukan.

Syarat boleh dilakukannya euthanasia:

dari segi medis ada kepastian bahwa penyakit sudah tidak dapat disembuhkan lagi. harga obat dan biaya tindakan medis sudah terlalu mahal. dibutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkan obat atau tindakan medis tersebut.

Kasus Ny.Agian merupakan permohonan euthanasia pertama Di Indonesia. Tetapi dokter RSCM, pengadilan dan Kementrian kesehatan menolaknya.

ILUSTRASI KASUS

Panca Satriya Hasan Kusumo, suami Ny. Agian Isnauli, meminta RSCM untuk menyuntik mati istrinya tersebut karena dirasa tidak ada harapan hidup normal kembali dan ketiadaan ongkos. RSCM menolak menyuntik mati Agian karena Ny. Agian bukan koma, melainkan stroke

Kemudian ia beraudiensi dengan DPRD Bogor tentang masalah ini, dan juga mengajukan hal ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat serta ke Menteri Kesehatan Akhirnya pada 26 Oktober 2004, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari menjenguk Ny. Agian di RSCM. Ia mengatakan, untuk selanjutnya, biaya perawatan dan pengobatan Ny Agian akan ditanggung oleh pemerintah.

Pada tanggal 6 Januari 2005 , Ny. Agian yang berbulan-bulan koma telah sadar kembali. Ny Agian telah bisa meninggalkan tempat tidurnya dan melihat pemandangan dengan naik kursi roda; tentu saja masih dengan bantuan kerabatnya.

Dr. M. Imam, dokter jaga di Stroke Unit RSCM menambahkan, Ny Agian sudah mulai membaik . "Sudah sekitar 1 bulan terakhir ini. Dia sudah bisa berkomunikasi dan menerima rangsang-rangsang dari luar," kata Imam.

PEMBAHASAN

Kasus permohonan menyuntik mati Ny. Agian Isnauli oleh suaminya dapat dikategorikan sebagai euthanasia aktif. Eutahanasia aktif adalah mengambil tindakan untuk mengakhiri penderitaan seseorang, memberi obat-obatan.

Euthanasia dilihat dari sudut pandang Etik Kedokteran Indonesia adalah tidak etis, sebab di dalam KODEKI dan lafal sumpah dokter dinyatakan bahwa dokter mempunyai tugas dan kewajiban untuk melindungi kehidupan makhluk insani.

Dokter harus senantiasa mengutamakan kesehatan penderita, dokter harus menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan dan dokter harus membaktikan hidupnya guna kepentingan perikemanusiaan

(Pasal 1 dan 10 KODEKI)

Di Indonesia belum ada peraturan perundang-undangan yang jelas mengatur tentang euthanasia. Namun ada pasal dalam KUHP dimana euthanasia diatur secara tersirat. Pada kasus Ny. Agian, euthanasia aktif dapat dianggap sebagai tindakan kriminal sebagaimana diatur dalam Pasal 338 dan 340 KUHP.

Pasal 338 KUHP

Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum karena makar mati, dengan penjara selama-lamanya lima belas tahun.

Pasal 340 KUHP

Barangsiapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan direncanakan (moord) dengan hukuman mati atau penjara selama-lamanya seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

KESIMPULAN

Keputusan RSCM menolak menyuntik mati Ny. Agian Isnauli telah sesuai dengan etika kedokteran dan hukum yang berlaku di Indonesia. Permintaan Panca Satriya Hassan Kusuma agar RSCM menyuntik mati Ny. Agian Isnauli lebih berdasarkan subyektifitas dan kondisi keuangannya.

SARAN

Perlu adanya pemberian informasi yang jelas dan jujur mengenai keadaan pasien untuk mengurangi terjadinya penilaian subyektif mengenai penyakit yang diderita oleh pasien. Perlu adanya dana jaminan kesehatan universal di Indonesia sehingga permohonan euthanasia akibat kekurangan dana dapat dicegah.

TERIMA KASIH