Sie sind auf Seite 1von 30

Assalamualaikum Wr.

Wb

Kelompok 5
1. FITRI REZKY AYU 2. ENDANG LESTARI 3. ASRIANI EKA PUTRI 4. HAEDAR 5. HERIYANTO

ANTELMINTIK

Di negara berkembang seperti Indonesia, penyakit cacing merupakan penyakit rakyat umum. Infeksinya pun dapat terjadi secara simultan oleh beberapa cacing sekaligus. Infeksi cacing umumnya terjadi melalui mulut, kadang langsung melalui luka di kulit (cacing tambang, dan benang) atau lewat telur (kista) atau larva cacing, yang ada dimana-dimana di atas tanah.

INFEKSI PARASIT CACING

Cacing parasit adalah cacing yang hidup sebagai parasit pada organisme lain baik hewan atau manusia. Mereka hidup dan makan pada tubuh yang ditumpangi serta menerima makanan dan perlindungan serta menyerap nutrisi tubuh yang ditumpangi.

Cacing yang merupakan parasit pada manusia dibagi dalam 2 kelompok yakni cacing pipih dan cacing bundar. Cacing memasuki tubuh melalui dua jalan, yakni mulut saat makan makanan yang tidak dicuci bersih dan serta lewat pori-pori saat tidak memakai alas kaki ketika berjalan di tanah. Lewat cara ini larva masuk ke pembuluh darah dan sampai di tempat yang memungkinkan perkembangannya seperti di usus, paru-paru, hati, dan sebagainya.

Penderita biasanya mengalami kondisi gizi yang menurun, seperti kulit pucat, tubuh makin kurus, perut membuncit karena kekurangan protein. Pada kondisi sangat berat cacingan bisa menimbulkan peradangan pada paru yang ditandai dengan batuk dan sesak. Sumbatan di usus, gangguan hati, kaki gajah, dan perforasi usus.

3 Groups of Helminth
Helminth

Nematodes (roundworms)

Trematodes (flukes)

Cestodes (flatworms and tapeworms)

Jenis Jenis Nematoda


Trichuris Trichuria/Cacing Cambuk Roundworms
Ascaris Lumbricoides / Cacing Gelang Toxacara Canis

Hookworm Strongyloides Stercolaris Enterobius Vermicularis/Cacing Kremi Tricnella Spiralis Wuchereria Bancrofti and Brugia Species Loa Loa

Jenis-jenis Cestodes
Taenia Saginata Taenia solium Diphyllobothrium Latum Hymenolepis Nana

Jenis-jenis Trematodes
Schistosoma Haematobium, mansoni Schistosoma, japonicum Schistosoma. Paragonimus westermani dan Paragonimus Spesies Lainnya Clonorchis sinensis, Opisthorchis viverrini, Opisthorchis Felineus.

Antelmintik
Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan untuk membasmi (mengeradikasi) atau mengurangi jumlah parasit-parasit cacing (helmint) dalam saluran atau jaringan intestinal dalam tubuh. Sebagian besar antelmintik yang digunakan saat ini aktif terhadap parasit-parasit tertentu dan sebagian bersifat toksik. Obat-obat oral harus diminum dengan air pada saat sedang atau sesudah makan, kecuali jika diindikasikan lain.

Dosis untuk bayi dan anak berada pada basis yang kurang aman dibandingkan dengan basis pada orang dewasa. Jika tidak diberikan pada dosis mg/kg berat badan (atau dispesifikasi), dosis dapat didasarkan pada luas permukaan tubuh atau dihitung sebagai pembagian dosis dewasa berdasarkan hukum Clark atau hukum Young. Kontraindikasi : pada kehamilan dan ulkus saluran cerna

Zat Zat Anthelmintics

Obat Obat untuk Pengobatan Infeksi Cacing

Obat Obat untuk Pengobatan Infeksi Cacing

Benzimidazoles (BZAs)
Obat cacing spektrum luas yang paling berguna memiliki modifikasi pada 2 dan / atau 5 posisi dari sistem cincin Benzimidazole. Termasuk golongan ini adalah Thiabendazole, Mebendazole, Albendazole yang telah digunakan secara luas untuk pengobatan infeksi cacing pada manusia. MK : BZAs menghambat polimerisasi mikrotubulus dengan mengikat b-tubulin, dengan demikian mengurangi ambilan glukosa secara irreversibel. Akibatnya, parasit-parasit usus dilumpuhkan atau mati perlahan-lahan.

Thiabendazole
Aktif terhadap berbagai nematoda menginfeksi saluran pencernaan yang

MK : Mengganggu agregasi mikrotubular melalui penghambatan enzim fumarat reduktase. Bekerja larvacid dan ovicid.

Mebendazole
Merupakan benzimidazol sintetik yang mempunyai aktivitas antelmintik spektrum luas MK : Menghambat sintesis mikrotubulus nematoda mengganggu ambilan glukosa parasit mati atau diimobilisasi. Bekerja vermicid, larvacid dan ovicid.

Albendazole
Albendazole digunakan terhadap berbagai nematoda usus dan jaringan dan bentuk-bentuk larva dari chestoda tertentu. MK : Menghambat ambilan glukosa oleh larva dan parasit stadium dewasa, mengurangi penyimpanan glikogen dan menurunkan pembentukan ATP.

Pyrantel Pamoat
Obat cacing spektrum luas yang ditujukan terhadap cacing kremi, cacing gelang, dan infeksi cacing tambang. MK : Pirantel pamoate melumpuhkan cacing

dengan cara mendepolarisasi penghambat neuromuskuler mengeluarkannya dari dalam tubuh.

senyawa dan

PIPERAZINA
Piperazine adalah obat cacing yang pertama zat basa yang sangat efektif terhadap Oxyrus, Ascaris lumbricoides dan E. Vermicularis. MK : Berdasarkan Perintangan penembusan Implus neuromuskuler dengan bekerja memblokade respon otot cacing terhadap asetilkolin sehingga terjadi paralisis dan cacing dilumpuhkan untuk kemudian mudah dikeluarka dari tubuh oleh gerakan peristaltik usus. Piperazin bertindak sebagai agonis GABA reseptor dengan meningkatkan CL-konduktansi dari membran otot Ascaris. Obat ini menghasilkan hyperpolarization yang mengarah ke kelumpuhan cacing.

IVERMECTIN
Ivermectin
adalah obat pilihan untuk strongyloidiasis dan onchocerciasis. Obat ini juga merupakan alternative untuk scabies. Ivermectin dapat terbukti bermanfaat dalam pengobatan bentuk- bentuk lain filariasis dan cutaneous larva migrans. ivermectin melumpuhkan nematode dan arthopoda dengan meningkatkan transmisi sinyal yang dimediasi GABA dalam saraf-saraf perifer. Pada onchocerciasis, ivermectin bersifat mikrofilasid dan mempengaruhi embryogenesis.

Praziquantel
Praziquantel digunakan pada pasien yang terinfeksi schistosoma dan mengurangi cacing tambang dari intensitas infeksi (jumlah telur) secara signifikan.

MK :
Pada kadar efektif terendah menimbulkan peningkatan aktivitas otot cacing karena hilangnya ion Ca intrasel sehingga menimbulkan kontyaktus dan paralisis spaktik yang sifatnya reversible yang mungkin dapat mengakibatakan terlepasnya cacing dari tempat normalnya pada hospes. Pada dosis terapi yang lebih tinggi mengakibatkan vakuolisasi dan vesikulasi tegument cacing sehingga isis cacing keluar. Mekanisme pertahanan tubuh hospeas dipacu dan terjadi kehancuran cacing.

Niklosamid
Sangat efektif sebagai fermisid terhadap cacing pita atau hewan, tetapi terhadap telurnya tidak aktif. Khasiatnya diperkirakan melalui peningkatan kepekaan cacing terhadap enzim protease dalam usus inang hingga cacing mudah dicerna. Khususnya pada infeksi oleh Taenia solium (babi). Dosisnya sama dengan pirantel pamoat.

Wassalam.......