You are on page 1of 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN PASIEN HIV/ AIDS DI RUMAH DI RUANGAN 29 RUMAH SAKIT UMUM Dr.

SYAIFUL ANWAR MALANG

Oleh: Regista T. Damayanti Muhammad Said (0814314201028) (0814314201028) (0814314201017)

STIKES MAHARANI MALANG PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

SEPTEMBER 2012 SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan Hari / Tanggal Pukul Waktu Sasaran Tempat : Perawatan Pasien HIV/ AIDS di Rumah : Jumat, 21 September 2012 : 09.00. WIB : 30 menit : Keluarga Pasien : Ruang tunggu 29 RSU Dr. Syaiful Anwar Malang

Tujuan Instruksional Umum Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Keluarga pasien dapat mengerti dan mamahami tentang perawatan pasien HIV/ AIDS di rumah. Tujuan Instruksional Khusus Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan masyarakat mengetahui dan mampu:
1 2

Mengerti dan memahami tentang pengertian HIV/ AIDS Mengerti tentang penyebab HIV/ AIDS Mengerti tentang tanda dan gejala HIV/AIDS Mengerti tentang deteksi dini HIV/ AIDS Mengerti tentang perawatan pasien HIV/ AIDS di rumah.

3
4 5

Kegiatan Pengajaran

No 1

TAHAP Pembukaan

WAKTU 5 menit

KEGIATAN Mengucapkan salam Memperkenalkan diri


Menjelaskan maksud dan tujuan

MEDIA

dengan 2 Pelaksanaan 20 menit

menggali

pengetahuan

keluarga tentang HIV/ AIDS. Menjelaskan materi :


1. Mengerti dan memahami tentang Leaflet

pengertian HIV/ AIDS


2. Mengerti tentang penyebab HIV/

AIDS
3. Mengerti

tentang deteksi dini tentang perawatan

HIV/ AIDS
4. Mengerti

Penutup

5 menit

pasien HIV/ AIDS di rumah. Mengakhiri kegiatan Menutup dengan salam

MEDIA Leaflet Benner

METODE PELAKSANAAN Pendidikan kesehatan dilakukan dengan ceramah, tanya jawab (diskusi) TEMPAT Ruang tunggu 29 RSU Dr. Syaiful Anwar Malang LAMPIRAN PENYAJI
1. Penyaji: Damayanti 2. Moderator: Regista

3. Fasilitator: Muhammad Said

EVALUASI
1. Mengerti dan memahami tentang pengertian HIV/ AIDS 2. Mengerti tentang penyebab HIV/ AIDS

3.

Mengerti tentang tanda dan gejala HIV/AIDS

4. Mengerti tentang deteksi dini HIV/ AIDS 5. Mengerti tentang perawatan pasien HIV di Rumah.

MATERI
A. Definisi HIV/ AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan atau daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang penyakit (ANCP-Aus AID, 2002), sedangkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrom) adalah sindrom dengan gejala infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) yang biasanya akan membawa kematian pada akhirnya. B. Tanda dan Gejala Gejala utama/ mayor : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. tubuh 8. 9. 10. 11. Kandidiasis orofaringeal Herpes simplek kronik progresif Limfadenopati Infeksi jamur berulang pada alat kelamin. (Depkes RI, 2003). Demam berkepanjangan lebih dari tiga bulan Diare kronis lebih dari satu bulan berulang maupun terus-menerus Penurunan berat badan lebih dari 10% dalam tiga bulan. Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis. Batuk kronis selama lebih dari satu bulan Infeksi pada mulut dan tenggorokan disebabkan jamur Candida Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap diseluruh

Alcibicans.

C. Cara penularan dan pencegahan HIV dapat ditularkan (Depkes RI, 2006): 1. Melalui hubungan seksual. Hubungan seks melalui vagina dan anus mempunyai resiko yang tinggi, sedang hubungan seks oral mempunyai resiko rendah. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Melalui jarum suntik atau spuit yang dipergunakan bersama untuk menyuntikkan obat-obatan atau steroid. Infeksi dari ibu hamil kepada bayinya, sewaktu sedang hamil, melahirkan, atau sewaktu menyusui. Waktu membuat tato. Tempat duduk WC Sentuhan dengan pengidap HIV Melalui bersin Berpelukan Hidup serumah dengan penderita HIV/ AIDS, dan Hubungan sosial yang lain. HIV tidak ditularkan melalui:

D. Perawatan kompherensif berkesinambungan Perawatan kompherensif melibatkan suatu jejaring kerja diantaranya sumber daya yang ada dalam rangka memberikan pelayanan dan perawatan holistik, kompherensif dan dukungan yang luas bagi ODHA dan keluarganya. Sebelum diputuskan untuk memberikan perawatan kompherensif perlu ditimbangkan beberapa hal antara lain sumber daya yang memadai yaitu dukungan dana, bahan dan alat, sumber daya manusia baik dari pihak pemerintah atau masyarakat. Komponen perawatan kompherensif meliputi :
1. Konseling dan tes HIV sukarela (Voluntary counseling and Testing /

VCT) adalah pelayanan dan perawatan, tempat mereka (ODHA) datang untuk bertanya, belajar, menerima status HIV/AIDS seseorang dengan privasi yang terjaga.

2. Tatalaksana klinis kasus infeksi simtomatik dengan diagnosa dini yang memadai, pengobatan yang rasional, maupun pemulangan yang terencana. 3. Asuhan keperawatan yang mampu memberikan kenyamanan pasien dan hegienis, mampu mengendalikan infeksi dengan baik, melatih dan mendidik keluarga tentang perawatan di rumah dan pencegahan penularan. 4. Promosi gizi yang baik, dukungan psikologis dan emosional, dukungan spritual, dan konseling. 5. Melakukan kontrol secara rutin dan meminum obat secara teratur agar HIV tidak resisten terhadap obat. 6. Menguranginya dan menyingkirkan stigma, membangun sikap positif dari masyarakat terhadap ODHA dan keluarganya, termasuk para petugas kesehatan. 7. Dukungan sosial atau rujukan kepada pelayanan sosial untuk mengatasi permasalahan tempat tinggal, pekerjaan, bantuan hukum, dan mencegah diskriminasi. (Depkes RI, 2003) E. Perawatan HIV di Rumah 1. Penularan HIV Melalui seks vagina, anal atau mulut tanpa kondom dengan Melalui penggunaan jarum suntik atau semprit bergantian dengan Dari ibu ke bayinya sebelum bayi dilahirkan, selama kelahiran atau Petugas kesehatan seperti perawat, beresiko tertular HIV jika seseorang yang terinfeksi HIV orang yang terinfeksi HIV melalui pemberian ASI. mereka tertusuk jarum yang mengandung darah yang tercemar HIV atau terpercik darah yang tercemar HIV pada mata, hidung, mulut atau pada luka atau radang yang terbuka. Hanya sedikit orang yang tinggal serumah dengan ODHA atau orang yang merawat ODHA pernah terinfeksi. Infeksi mungkin terjadi

melalui pemakaian pisau cukur bergantian, menyentuh darah ODHA pada luka atau radang yang terbuka, atau cara lain yang berhubungan dengan darah ODHA.

2. Bagaimana HIV tidak ditularkan: Kita tidak akan terinfeksi HIV dari udara, makanan, air, gigitan serangga, hewan, piring, pisau, garpu, sendok, Kloset/WC, cium pipi, bersalaman atau lainnya yang tidak melibatkan darah, air mani, cairan vagina, atau ASI. Kita tidak akan terinfeksi HIV dari kotoran, cairan hidung, air liur, keringat, air mata, air seni atau muntah kecuali cairan ini bercampur darah. Kita dapat membantu ODHA dengan makan, mengganti pakaian bahkan memandikannya tanpa resiko terinfeksi, asal kita dapat melindungi diri kita misalnya pakai sarung tangan sekali pakai jika harus membersihkan atau menolong ODHA yang sedang diare. Cucilah tangan dengan teliti setelah melepaskan sarung tangan. 3. Mencegah Penularan HIV di rumah o o o o Mencuci tangan Sarung tangan, gaun, dan masker Cuci piring yang digunakan penderita dengan air panas bersabun Penderita AIDS tidak memerlukan kamar mandi dan dapur yang

terpisah kecuali bila penderita mengalami inkontinen atau diare atau luka herpes. o o Bila darah, urin atau cairan tubuh lainnya tumpah, bersihkanlah Cuci semua pakaian penderita secara terpisah.Gunakan sarung segera dengan air sabun panas dan desinfektan. tangan saat mengurus pakaian kotor, cuci dalam air panas dan deterjen enzimatik o Letakkan sarung tangan, tampon, bantalan linen-saver, tisu, dan barang lain dalam plastik bersegel sebelum dibuang

o o

Buang jarum injeksi yang telah digunakan ke dalam plastik tahan Jangan berbagi barang seperti sikat gigi, pencukur, atau barang

tusuk atau kaleng metal dan disegel. Jangan mematahkan jarum. lainnya yang bisa mengandung darah yang terkontaminasi. 4. Menghindari ODHA terkena infeksi lainnya Cuci tangan sebelum : memasak, makan, menyuapi makanan dan Cuci tangan setelah : memakai kertas tissu toilet, mengganti Gunakan air bersih (matang) untuk makan/minum terutama untuk Cucilah seprei/handuk/baju dengan sabun dan air Simpanlah makanan dalam tempat tertutup sehingga tidak tercemar Bila ada anggota keluarga yang sakit, cucilah gelas sebelum Jangan meludah disembarang tempat Cucilah dengan air bersih buah-buahan dan sayuran segar yang sampah pada tempatnya, kelola dengan benar memberi obat popok/pakaian dalam anak-anak

oleh kotoran/lalat digunakan orang lain

langsung dimakan tanpa dimasak Membuang (ditimbun/dibakar). 5. Membantu ODHA merasa nyaman di rumah:

Menghormati kemandirian dan kebebasan pribadinya. Membiarkan dia mengatur segala sesuatu yang dia bisa. Mintalah izin untuk masuk ke ruangannya, atau untuk duduk dan sebagainya. Perkataan Boleh saya bantu?

bersamanya,

membiarkan dia tetap bisa memegang kendali. Menanyakan apa yang dapat kita lakukan untuk membuatnya nyaman. Banyak orang merasa malu untuk meminta bantuan,

10

khususnya bantuan seperti memakai kakus, mandi, bercukur, makan, dan berpakaian.

Menjaga rumah tetap bersih dan kelihatan bercahaya dan Menempatkan kamar ODHA dekat kamar mandi. Menyediakan serbet kertas (tisu), handuk, keranjang sampah,

menyenangkan.

selimut tambahan dan benda-benda lain yang mungkin diperlukan dekat ODHA, sehingga dia dapat menjangkaunya sendiri dari tempat tidur atau kursi.

11

DAFTAR PUSTAKA M.Nurs, Nursalam & Kurniawati Dian Ninuk. (2007). Asuhan keperawatan pada pasien terinfeksi HIV/AIDS. Jakarta: Salemba Medika. Eliastam, Michael. (1998). Buku saku: Penuntun kedaruratan medis. Ed.6. Jakarta: EGC. Wikipedia. (2012). AIDS. Di akses dari http://id.wikipedia.org/w perawatan pasien HIV/ AIDS di rumah. iki/AIDS. Pada tanggal 17 September 2012. Pukul 20.00 WIB.