You are on page 1of 1

ASUMSI TEORI PENGHARAPAN

Teori pengharapan didasarkan pada sejumlah asumsi tentang sebab-sebab munculnya perilaku tertentu dalam suatu organisasi. Asumsi 1. Perilaku ditentukan oleh kombinasi kekuatan yang berasal dari dalam individu dengan kekuatan yang berasal dari luar Perilaku tidak bisa hanya ditentukan oleh salah satu saja dari kekuatan tersebut. Setiap individu masuk ke organisasi dengan muatan psikologis masing-masing. Mereka memiliki pengalaman dan sejarah perkembangan yang memberikan mereka sejumlah kebutuhan yang bersifat unik, cara memandang sesuatu dan harapan tentang bagaimana organisasi memperlakukan mereka. Semua hal tersebut mempengaruhi mempengaruhi bagaimana seseorang memiliki struktur (seperti sistem pembayaran ata seorang supervisor) yang mempengaruhi perilaku orang. Lingkungan yang berlainan dalam diri orang yang sama sebagaimana orang yang berlainan cenderung berperilaku lain dalam lingkungan yang sama. Asumsi 2. Karyawan mengambil keputusan tentang perilakunya sendiri dalam organisasinya Terdapat banyak hal yang membatasi perilaku individu dalam organisasi, tetapi hampir semua perilaku yang diamati merupakan hasil keputusan individu yang dilakukan secara sadar. Keputusan-keputusan ini baisnaya dibedakan ke dalam dua kategori. Pertama, individu membuat keputusan tentang bagaimana ia berperilaku sebagai anggota organisasi : datang ke tempat kerja, tinggal di tempat kerja dan menjadi anggota dari organisasi. Kedua, individu membuat keputusan tentang seberapa keras ia bekerja, seberapa banyak dia memproduksi dan seberapa tinggi kualitas hasil kerjanya, dsb. Asumi 3. Masing-masing orang memiliki jenis kebutuhan, keinginan dan tujuan yang berbeda Setiap individu tudaj sana dalam hal jenis outcome (reward) yang mereka inginkan. Perbedaan-perbedaan ini tidak acak, melainkan dapat diuji secara sistematis oleh suatu pemahaman tentang perbedaan tersebut berdasarkan kekuatan kebutuhan individu. Asumsi 4. Orang membuat keputusan dari alternatif rencana-rencana perilaku yang didasarkan pada persepsi (pengharapan) mereka mengenai tingkatan sampai dimana perilaku tertentu mengarah ke hasil yang diinginkan. Dengan kata lain, orang cenderung melakukan hal-hal yang menurut mereka mengarah ke pencapaian hasil yang inginkan dan menghindari hal-hal yang menurut mereka mengarah ke pencapaian hasil yang tidak mereka inginkan.