You are on page 1of 13

4. Adaptasi fisiologis dan psikologis pada ibu hamil A. PERUBAHAN FISIOLOGIS a.

Hormon yang mempengaruhi perubahan fisiologis ibu hamil 1. ESTROGEN Menyebabkan pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah sel. 2. PROGESTERON Peningkatan sekresi, mengendurkan (relaksasi) otototot polos. b. Perubahan pada Sistem Reproduksi 1. UTERUS Ukuran pada kehamilan cukup bulan : 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. Berat : Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan). Posisi rahim dalam kehamilan Pada permulaan kehamilan dalam letak artefleksi atau retrofleksi. Pada 4 bulan kehamilan rahim tetap berada dalam rongga pelvis. Setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat sampai mencapai batas hati. Rahim yang hamil biasanya mobile bisa lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri. Pertumbuhan rahim tidak sama kesemua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat didaerah implatasi plasenta, sehingga rahim bentuknya tidak sama yg disebut Tanda Piskacek. Ismus rahim mengadakan hipertropi dan bertambah panjang, sehingga teraba lebih lunak (soft) disebut tanda hegar. Pada kehamilan 5 bulan rahim teraba seperti berisi cairan air ketuban dinding rahim teraba tipis 2. Serviks uteri Serviks bertambah vaskularisasi dan menjadi lunak (soft) disebut tanda goodell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus, karena bertambahnya pembuluh darah dan melebar, warnanya menjadi livid, ini disebut tanda Chadwick. 3. Vagina dan vulva Akibat hipervaskularisasi vagina dan vulva kelihatan lebih merah atau kebiru-biruan. Warna livid pada vagina dan portio serviks disebut tanda Chadwick. 4. Dinding perut (abdominal wall) Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik dibawah kulit, maka timbulah striae gravidium. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya disebut linea nigra. 5. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan pemberian ASI pada laktasi. Hormon yang berpengaruh pada proses laktasi : Estrogen Progesteron Somatomamotropin PIH Penampakan payudara sebagai berikut : Payudara menjadi lebih besar Areola payudara menjadi lebih besar Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PIH untuk mengeluarkan ASI. Glandula montgomery makin tampak, putting susu semakin menonjol. Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga pembuatan ASI dapat berlangsung. c. Perubahan pada organ dan system lainnya 1. Sistem sirkulasi darah Selama kehamilan sirkulasi darah ibu dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yg membesar dgn pembuluh2 darah yang membesar pula, payudara dan alat2 lain yg berfungsi berlebihan selama kehamilan.

Selama kehamilan volume darah ibu semakin meningkat secara fisiologi dengan adanya pencairan (hemodilusi). Volume darah akan bertambah besar sekitar 25% dgn puncak kehamilan 32 minggu. Hemodilusi menyebabkan anemia fisiologi dalam kehamilan. Kadar Hb ibu hamil Hb 11 gr% = tidak anemia 9 10 gr% = anemia ringan 7 8 gr% = anemia sedang < 7 gr% = anemia berat 2. Sistem pernafasan Perubahan sistem pernafasan juga dapat berubah untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. Terdapat desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada 32 minggu. Ibu hamil bernafas 20-25% lebih dalam dari biasanya. 3. Sistem pencernaan Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat menyebabkan : Pengeluaran air liur berlebihan (hipersalivasi) Daerah lambung terasa panas Terasa mual, pusing terutama dipagi hari (morning sickness) Muntah (emesis gravidarum) Progenteron menimbulkan gerakan usus (peristaltik) semakin berkurang sehingga menyebabkan obstipasi 4. Perubahan Tulang dan Gigi Persendian panggul terasa agak longgar, karena ligamen melunak juga terjadi sedikit pelebaran pada riang persendian. Apabila pemberian makan tidak memenuhi kebutuhan kalsium janin, kalsium internal pada tulangtulang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. 5. Traktus urinarius Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi pada hamil tua terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering kencing, desakan tersebut menyebabkan kandung kencing cepat penuh. Persediaan air seni bertambah 69-70%. 6. Perubahan pada kulit Terjadi Hiperpigmentasi : Hormon MSH Muka : disebut masker kehamilan (cloasma gravidarum) Payudara : putting susu dan areola payudara Perut : linea nigra striae Vulva 7. Berat badan ibu hamil Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5 sampai 16,5 kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan sekitar kg/minggu 8. Perubahan Metabolisme Metabolisme basal naik sebesar 15% sampai 20% dari semula,terutama pada trisemesterm I. Keseimbangan asam basa mengalami penuruna disebabkan hemodulasi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan janin. Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perkembangan organ kehamilan dan persiapan laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi sekitar gr/kg BB atau sebutir telur ayam sehari. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil : Kalsium 1,5 gram setiap hari 30-40 gram untuk pembentukan tulang janin Fosfor, rata-rata gram dalam sehari Zat besi 800 mgr atau 30 sampai 50 mgr sehari Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air. B. PERUBAHAN PSIKOLOGIS

a. Trimester I Pada trimester I atau bulan-bulan pertama ibu akan merasa tidak berdaya dan merasa minder karena ibu merasakan perubahan pada dirinya. Segera setalah konsepsi kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat, menyebabkan mual dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan pembesaran payudara Mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa dirinya hamil Hasrat unt melakukan hubungan seks pada trimester pertama berbeda2, kebanyakan wanita hamil mengalami penurunan pada periode ini b. Trimester II Pada trimester II ibu merasakan adanya perubahan pada bentuk tubuh yang semakin membesar sehingga ibu merasa tidak menarik lagi dan merasa suami tidak memperhatikan lagi, ibu merasakan lebih tenang dibandingkan dengan timester I karena nafsu makan sudah mulai timbul dan tidak mengalami mual muntah sehingga ibu lebih bersemangat, Pada TM II biasanya ibu lebih bisa menyesuaikan diri dengan kehamilan selama trisemester ini dan ibu mulai merasakan gerakan janinnya pertama kali. c. Trimester III Trimester III seringkali disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Rasa tidak nyaman timbul karena ibu merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dengan bayinya dan kehilangan perhatian yang khusus diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu membutuhkan kesenangan dari suami dan keluarga. Pada TM III ibu merasa tidak nyaman dan depresi karena janin membesar dan perut ibu juga, melahirkan, sebagian besar wanita mengalami klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. C. Perkembangan janin dan perubahan maternal PERTUMBUHAN JANIN PERUBAHAN MATERNAL Minggu 0 Sperma membuahi ovum, yang kemudian membagi dan masuk ke dalam uterus menempel sekitar hari ke-11 Minggu ke-4/bulan ke-1 Dari diskus embrionik, bagian tubuh pertama muncul yang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah, dan saluran percernaan terbentuk. Embrio kurang dari 0,64 cm. Ibu terlambat menstruasi, payudara menjadi nyeri dan membesar. Kelelahan yang kronis (menetap) dan sering kencing mulai terjadi dan berlangsung selama tiga bulan berikutnya. HCG ada di dalam urine dan serum 9 hari setelah konsepsi. Minggu ke-8/ bulan ke-2 Perkembangan cepat. Jantung mulai memompa darah, anggota badan Mual dan muntah/Morning sickness mungkin terjadi sampai usia kehamilan terbentuk dengan baik. Raut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telinga terbentuk dari lipatan kulit. Tulang dna otot yang kecil terbentuk di bawah kulit yang tipis. 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda-tanda Hegar dan Goodell muncul. Serviks fleksi. Leucorrhoea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata. Minggu ke-12/Bulan ke-3 Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh berkembang. Gerakan pertam dimulai selama minggu ke-12. Jenis kelamin dapat diketahui. Ginjal memproduksi urine. Chadwick muncul. Uterus naik diatas simpisis pubis. Konstraksi Braxton Hicks mulai dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. Potensial untuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selam kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh dan memproduksi hormon. Minggu ke-16/Bulan ke-4 Sistem Musculoskeletal sudah matang; sistem saraf mulai melaksanakan kontrol. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2 kg. denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler. Pankreas memproduksi insulin. Fundus berada di tengah antara simpisis dan pusat.

Berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg per minggu selama sisa kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energi. Diameter biparietal dapat diukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat (tetapi normal jika tidak gatal, iritasi atau berbau busuk). Pakaian-pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang. Minggu ke-20/ Bulan ke-5 Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur, menelan dan menendang. Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Ibu merasakan gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami. Minggu ke-24/ Bulan ke-6 Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang meningkat aktivitasnya. Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7-0,8 kg. Fundus diatas pusat. Sakit punggung dan kram di kaki mungkin mulai terjadi. Perubanhan kulit bisa berupa striae gravidarium, chloasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kuliat meregang. Meinggu ke-28/ bulan ke-7 Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu. Surfactant terbentuk didalam paru-paru. Mata mulai membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat lahir. Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid. Hemorrhoids mungkin terjadi. Pernapasan dada menggantikan pernapasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan, dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa. Minggu ke-32/Bulan ke-8 Simpanan lemak coklat berkembang dibawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh 38-43 cm. mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor. Fundus mencapai prosesus xiphoid; payudara penuh dan nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi.Mungkin juga mengalami dyspnea. Minggu ke-38/Bulan ke-9 Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa bergerak /berputar banyak. Antibodi ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk 6 bulan pertama sampai system kekebalan bayi bekerja sendiri. Penurunan bayi ke dalam pelvic/panggul ibu (lightening). Plasenta setebal hamper 4 kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5- 0,6 kg. ibu ingin sekali melahirkan bayi; mungkin memiliki energy final yang meluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton Hick meningkat karena serviks dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan.

5. Dinamika keluarga selama masa kehamilan 1. adaptasi maternal Kehamilan merupakan krisis maturitas yang dapat menimbulkan stres pada wanita, tapi berharga karena wanita menyiapkan diri untuk mengemban tugas yang baru sebagai seorang ibu. Untuk itu wanita mengubah konsep dirinya untuk siap menjadi orang tua secara bertahap yang awalnya hanya berfokus pada kehidupannya sendiri menjadi seseorang yang memiliki komitmen untuk merawat anak. Pertumbuhan ini membutuhkan penguasaan tugas-tugas perkembangan tertentu, seperti: menerima kehamilan, mengidentifikasi peran ibu, mengatur kembali hubungan ibu dengan anak perempuan dan pasangannya, membangun hubungan dengan anak yang bekum lahir dan mempersiapkan diri untuk emmpersiapkan kehamilan. a. menerima kehamilan Kesiapan menyambut kehamilanwanita yang siap menerima suatu kehamilan akan dipicu gejalagejala awal untuk mencari validasi medis tentang kehamilannya. Setelah kehamilan dipastikan respon emosi wanita dapat bervariasi dari perasaan sangat gembira sampai syok,tidak yakin dan putus asa. Respon emosional Walaupun wanita hamil terlihat dalam keadaan baik, kelabilan emosional yang terlihat dari perubahan mood yang cepat umum terjadi pada wanita hamil. Perubahan mood yang cepat dan perubahan sensitivitas membingungkan calon ibu dan orang disekitarnya. Perubahan hormonal dapat menjadi penyebab perubahan mood Respon terhadap perubahan citra tubuh Sikap wanita terhadap tubuhnya diduga dipengaruhi nilai-nilai yang diyakini dan sifat pribadinya.pada kebanyakan wanita perasaan suka atau tidak terhadap tubuh ereka dalam keadaan hamil bersifat sementara dan tidak menyebabkan perubahan persepsi yang permanen tentang diri mereka. Ambivalensi selama masa hamil Ambivalensi didefinisikan sebagai konflik [erasaan yang simultan sepertyi cinta benci terhadap . ambivalensi adalah respon normal untuk seseorang yang mempersiapkan diri untuk peran baru. Kebanyakan wanita memiliki perasaan ambivalensi selama hamil. Upacara tanda kedewasaan Dibanyak negara wanita yang sudah hamil tanpa memandang usianya dianggap sudah dewasa. b. Mengenal peran ibu c. hubungan Ibu-Anak perempuan d. Hubungan dengan pasangan Hubungan seksual Kekhawatiran tentang janin e. hubungan ibu-anak terus berlangsung selama proses kehamilan, yang terdiri dari 3 fase Fase 1 Pada awal kehamilan pikiran ibu berfokus pada disinya sendiri, sebagaian wanita berpikir bahwa janinnya tidak nyata selama periode awal kehamilan Fase 2 Pada fase ini ibu akan menyatakan bahwa dia akan emmiliki bayi Fase 3 Pada fase ini ibu menyatakan bahwa ia akan menjadi ibu. f. persiapan melahirkan Kesiapan untuk melahirkan Wanita yang menjadi ibu untuk kedua kali 2. Adaptasi paternal May (1982) menguraikan tiga tahap yang menadai tiga tugas pengembangan yang dilalui ayah yang menantikan bayinya Fase pengumuman: Ia hamil dan saya ayahnya Fase morotarium: Kami akan memilki bayi dan kami akan berubah

Fase pemusatan: Saya tahu peran saya selama proses persalinan dan saya akan menjadi orangtua 3. Adaptasi kakek nenek 4. adaptasi saudara kandung 6. Masalah kehamilan dan penatalaksanaannya ( terutama pada trimester 2) 1. Kram otot Penyebab : - Karena tekanan syaraf pada ekstrimitas bawah oleh uterus yang besar - Faktor yang memperberat pencapaian sirkulasi perifer kurang - Penyerapan kalsium oleh janin meningkat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tulang dan gigi 2. Anemia Penyebab : kekurangan nutrisi, zat besi, folic acid, hemoglobinopati. Penanganan : - Kolaborasi untuk mendapatkan SF dan vit C - Konsul tentang pemberian diet - Beri nutrisi yang adekuat - Istirahat yang cukup 3. Perubahan Libido Penyebab : pengaruh antara psikologis, hormonal dan perubahan emosi Penanganan : - Anjurkan klien dan pasangannya - Komunikasi yang baik dengan pasangannya - Kasih sayang, kontak fisik yang dilakukan dialihkan ke kontak psikis. 4. Pruritus Penyebab : belum diketahi secara pasti Penanganan : - Pastikan kuku wanita hamil, pendek dan bersih untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah terjadinya masalah baru - Oleskan air hangat atau lotion 5. Hiperpigmentasi, jerawat Fisiologi rangsangan dari hormon mellanosit (dari pituitari anterior) biasanya akan hilang pada masa nifas. Penanganan : - Kuku hendaknya pendek dan bersih - Ciptakan suasana yang nyaman 6. Sakit punggung bagian bawah Penyebab : - Krvatur dari vertebra umbosakral yang meningkat saat uterus semakin membesar.

- Spasme otot karena tekanan terhadap akar saraf. - Kadar hormone yang meniongkat, sehingga cartilage di dalam sendi-sendi besar menjadi lembek. - Keletihan. Penanganan - Gunakan bodi mekanik yang baik untuk mengangkat benda - Hindari sepatu atau hak tinggi. - Hindari mengangkat beban yang berat. - Gunakan kasur yang keras untuk tidur dan bantal untuk meluruska punggung. 7. Chloasma Gravidarum Penyabab - Kecenderungan genetic peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesterone dapat merangsang hormone melanogenik Pencegahan - Hindari sinar matahari yang berlebih selama masa kehamilan. - Gunkan bahan pelindungan non alergi Terapi farmakologi - Hindari penggunaan Hirdoqinosis, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. 8. Diarrhea Penyebab - Peningkatan hormone serta adanya efek samping dari infeksi virus. Penanganan - Cairan pengganti oral - Hindari makanan yang berserat tinggi - Makan sedikit tapi sering untuk memastikan kecukupan gizi. 9. Edema Dependen Penyebab - Peningkatan kadar yodium dikarenaka pengaruh hormone. - Peingkatan kadar permeabilitas kapiler. - Tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvic ketika duduk/vena kava inverior ketika berbaring. - Kongesti sirkulasi pada ekstrimitas bawah Penanganan - Hindari posisi berbaring terlentang - Hindari posisi berdiri untuk waktu yang lama - Angkat kaki ketika duduk atau istirahat - Hindari pemakaian kaos yang ketat/tali/ pita pad kaki - Lakukan senam secara teratur Tanda atau bahaya

- Jika muncul pad amuka dan tangan hipertensi - Biasanya terjadi setelah kehamilan 24 minggu 10. Insomnia Penyebab - Perasaan gelisa, kawatir ataupun bahagia, serta ketidak nyamanan fisik seperti pembesaran uterus, pembearan jaini, bangun ditengah malam karena Cara meringankan - Gunakan teknik relaksasi - Mandi air hangat, minum-minuman yang hangat - Melakukan aktifitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur Terapi - Gunakan antihistamin - Hindari obat-obatan tidur Tanda dan bahaya - Keletihan yang berlebih - Tanda-tanda depresi 11. Striae Gravidarum Penyebab - Timbul karena perubahan hormone atau gabungan dari perubahan hormone dan peregangan Cara meringankan - Gunakan emollient topical jika ada indikasinya - Gunakan pakaian yang menopang payudarah dan abdomen 12. Tahi lalat bertambah ( angioma ) dileher dada dan wajah . Fisiologi - Dilatasi arteriole akibat peningkatan estrogen. Intervensi - Menghilang perlahan selama laktasi. Jarang sembuh sempurna. 13. Telapak tangan merah ( eritema palmaris ) 50%ibu hamil. Fisiologi - Bias karena hiper estrogen atau genetic. Intervensi - Menghilang seminggu post partum. 14. Palpitasi Fisiologi - Tidak diketahui sebanya , jangan sampai terdapat gangguan jantung. Intervansi - Lapor petugas kesehatan bila ada tanda dekompensasi jantung.

15. Hipotensi baring ( syndrome venacava ) dan bradikardia. Fisiologi - Dirangsang timbulnya oleh penekanan rahim pada venacava inferior ketika berbaring. Ini dapat menganggu aliran darah ke uterus, plasenta dan ginjal. Intervansi - Berbaring miring posisi semi fowler dengan l;utut sedikit fleksi 16. Sering pingsan( sinkope) biasanya selama kehamilan Fisiologi - Gangguan vasomotor/ hormonal. Bila terjadi pada sebelum kehamilan mungkin akibat bendungan vena pada tungkai. Intervensi - Latihan fisik ringan. - Nafas dalam. - Bangun dari tidur perlahan lahan. - Suhu kamar diatur sejuk. - Hindari lapar dengan cara makan porsi kecil sering. - Pakaian elastis. - Duduk seperlunya saja. - Kalau gejala bertambah periksakan. 17. Perasaan terbakar pada dada, seringkali regurgitasi. - Fisiologi Progesteron memperlambat gerakan usus dan pencernaan, peristaltic berlawanan, sfinkter lambung berelaksasi juga akibat lambung tertekan rahim. - Intervensi Hindari makanan yang mengandung gas, dan berlemak. Minum tea herbal. Kunyah permen, kalau perlu beri antasida diantara waktu makan. Bila gejala menetap periksakan. 18. Sembelit - Fisiologi Gerakan saluran pencernaan melambat, oleh progesterone, mengakibatkan peningkatan absorpsi air, usus tertekan oleh uterus, juga sering kali akibat minum suplemen zat besi - Intervensi Mminum air 16 gelas perhari, latihan fisik ringan, BAB teratur, senam relaksasi, napas dalam, jangan menggunkan obat pencahar dan sejenisnya tanpa konsultasi. 19. Flatulensi - Fisiologi

Berkurangnya peristaltic usus sehingga bakteri yang ada menghasilkan gas, di tambah udara yang tertelan. - Intervensi Kunyah makanan perlahan-lahan dan seksama, hindari makanan yang menimbulkan gas, dan berlemak, hindari makan banyak, latihan fisik dan BAB teratur. 20. Vareises, tungkai nyeri bisa sampai vulva dan hemorrhoid - Fisiologi Predisposisi herediter, dinding otot polos vena melebar, akibat hormonal, pembesaran uterus dan gravitasi sehingga menekan vena-vena. - Intervensi Hindari : kegemukan, berdiri atau duduk lama, baju ketat, sembelit. Latihan fisik ringan , istirahat dengan kaki lebih tinggi, pakai stoking, evakuasi pembekuan darah bila ada hemoroid. Mandi air hangat. 21. Sakit kepala, sampai minggu ke-26 kehamilan - Fisiologi Gangguan emosi : sering migain, mata lelah, gangguan faskuler dan kongesti/ sumbatan sinus akibat pengaruh hormon. - Intervensi Relaksasi, konsul untuk mengontrol hipertensi. 22. Kesemutan pada ujung jari ( jarang ) - Fisiologi Penekanan pada pleksus brakhialis. - Intervensi Atur sikap tubuh yang baik dan pakai bra 7. Kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil. Contoh bahan makanan yang mengandung berupa nasi, jagung, ketela, sagu, gandum Protein Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh protein 1015 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel. Contoh bahan makanan yang mengandung protein berupa telur, tempe, tahu, ikan, kacang-kacangan Lemak Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui

setelah bayi lahir. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir. Contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, gandum, jagung Vitamin dan mineral Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino. Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan mineral, terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil. Contoh bahan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral adalah sayur-sayuran hijau seperi bayam, kangkung, sawi dan buah-buahan segar (http://futabashou534.multiply.com) Cara Mengolah Makanan Yang Sehat a. Pilih makanan yang benar-benar segar. b. Pilih ikan/daging yang rendah lemak: ikan teri, hindari daging yang berlemak. c. Cuci sayur/buah di bawah air mengalir. d. Jangan merendam sayuran terlalu lama. e. Gunakan peralatan yang bersih. f. Masaklah sayuran dalam panci tertutup dan dalam waktu yang singkat. g. Sayur lebih baik dikukus. h. Daging lebih baik dikukus. Akibat Kurang Nutrisi Bagi Ibu : a. Anemia b. Perdarahan c. Berat badan tidak normal d. Mudah terkena infeksi . Akibat Kurang Nutrisi Bagi Janin : a. Keguguran b. Lahir mati c. Cacat bawaan d. Berat bayi lahir rendah Akibat Kurang Nutrisi Bagi Ibu : a. Prematur b. Persalinan lama dan sulit c. Perdarahan setelah persalinan http://mala-fitriana.blogspot.com/p/kebutuhan-nutrisi-bagi-ibu-hamil.html Rekomendasi rentang peningkatan berat badan total untuk wanita hamil 1. wanita dengan BMI <19,8 peningkatan total yang direkomendasikan 12,5-18 kg 2. Wanita dengan BMI 19,8-26 peningkatan total yang direkomendasikan 11,5-16 3. Wanita dengan BMI 26-29 peningkatan total yang direkomendasikan 7-11,5 kg

4. wanita dengan BMI >29 peningkatan total yang direkomendasikan >7 Peningkatan BB 3 kg perbulan khususnya setelah minggu ke 20 gestasi dapat mengindikasikan masalah yang serius seperti hipertensi dalam kehamilan. 8. Pertumbuhan dan perkembangan janin Trimester 1 Konsepsi 4 minggu Panjangnya kurang dari 1/10 inci Awal perkembangan susunan tulang belakang, sistem syaraf, usus, jantung dan paruparu Kantung amniotis membungkus lapisan dasar seluruh tubuh Disebut telur (ovum) 4-8 minggu Panjangnya kurang dari 1 inci Wajah sudah berbentuk dengan mata, telinga, mulut, dan pucuk gigi yang belum sempurna Lengan dan kaki bergerak Otak mulai menbentuk Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan ultrasound Disebut embrio. 8-12 minggu Panjangnya sekitar 3 inci dan beratnya sekitar 1 0ns Dapat menggerakkan lengan, kaki, jari tangan, dan jari kaki Sidik jari muncul Dapat tersenyum, memberengut, mengisap, dan menelan Jenis kelamin dapat dibedakan Dapat kencing Disebut fetus (janin) Trimester 2 12-16 minggu Panjangnya sekitar 5,5 inci dan beratnya 4 ons Denyut jantung kuat Kulit tipis, tembus pandang Rambut halus (lanugo) menutup tubuh Kuku jari tangan dan kuku jari kaki sudah berbentuk Gerakan-gerakan terkoordinasi, dapat berguling di dalam cairan amniotis 16-20 minggu Panjangnya 10-12 inci dan beratnya 0,5-1 pon Denyut jantung dapat didengar dengan steteskop biasa Mengisap ibu jari Tersedak Rambut, bulu mata, alis mata muncul 20-24 minggu Panjangnya 11 14 inci dan beratnya 1 1,5 pon Kulit mengkerut dan tertutup dengan lapisan pelindung (vernix caseosa) Mata sudah terbuka Meconium berkumpul di dalam usus besar Mampu memegang dengan kuat Trimester 3 24-28 minggu Panjangnya 1417 inci dan beratnya 2,5 3 ons Bertambah lemak tubuh Sangat aktif Gerakan pernafasan yang belum sempurna muncul 28-32 minggu

Panjangnya 16,5 18 inci dan beratnya 4 -5 pon Memiliki periode tidur dan bangun Berada dalam posisi lahir Tulang kepala lembut dan lentur Zat besi disimpan di dalam hati 32-40 minggu Panjangnya 19 inci dan beratnya 6 pon Kulit kurang mengkerut Vernix caseosa tipis Lanugo umumnya hilang Kurang aktif Memperoleh kekebalan dari ibu