Sie sind auf Seite 1von 146

Traktus Gastrointestinal (GIT) (Saluran Pencernaan Makanan)

Radiologi GIT:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Orofaring, laringofaring, Esofagus Lambung, Duodenum, Pankreas Yeyunum, Ileum (Usus Halus) Kolon (Usus Besar) Kandung Billiaris) Keadaan Akut Abdomen Empedu & Saluran Empedu (Traktus

Kelainan kongenital pada sistem pencernaan


1. Labioschizis 2. Palatoschizis 3. Labiopalatoschizis 4. Atresia Esofagus 5. Stenosis Esofagus 6. Hipertrofi pilororus stenosis 7. Stenosis Duodenum 8. Atresia Biliaris

9. Kista duktus Biliaris - Caroli Desease 10. Anular Pankreas 11. Volvulus -- Orgnoaxial dan mesenteroaxial 12. Malposisi Usus Halus dan Kolon 13. Invaginasi 14. Hirschprung Desease 15. Atresia Ani

Kelainan anatomi didapat pada sistem Pencernaan 1. Hernia Inguinalis, umbilikalis 2. Haemorhoid 3. Fissura Ani scrotalis ,

Pemeriksaan Radiologi kelainan kongenital dan Kelainan anatomi didapat Sistem Pencernaan Pemeriksaan Radiologis kelainan Kongenital
Labiopalatoschizis - foto polos utk melihat palatum ikut atau tidak - foto thorax melihat efek thdp paru - CT Scan , MRI

Atresia Esofagus
- Foto polos dengan kontras barium - Pemeriksaan Barium Enema

Stenosis Esofagus Foto polos thorax proyeksi esofagus Foto polos Abdomen Barium Meal CT Scan Abdomen

Volvulus Organoaxial dan mesenteroaxial - Foto polos abdomen dan barium meal - Ct Scan abdomen

Atresia Billiaris - Kholangiografi - cut-off - ERCP ( endoscopic retrograde cholangiopancreotografi ) - CT Scan Abdomen Kista Duktus Billiaris

- Kholangiografi - ERCP

Anular Pankreas

- Barium Meal ( MD ) - Foto Polos abdomen - CT Scan Abdomen Malposisi Usus halus dan kolon - Foto Polos Abdomen - Barium Enema - CT Scan - MRI

Divertikulum Meckel - Kedokteran Nuklir Invaginasi - foto polos abdomen - Barium Enema diagnostik dan terapi - Ro : Cupping dan coil spring Hirschprung Desease - Foto Polos - Barium Enema

Atresia Ani
- Foto polos - Inverted Foto,

Wagenstein foto Follow-up lopografi

Kelainan Anatomi didapat Sistem Pencernaan


Henia inguinalis, scrotalis, umbilikalis
- Foto polos Abdomen - Kontras Barium ( Barium Meal, Enema ) - CT Scan Abdomen - MRI

Haemorhoid ( Eksterna , Interna )


- Barium Enema - Plebografi - CT Scan Pelvis

Prolap - Barium enema Fissura Ani

Terima kasih

Selamat belajar

Pemeriksaan dan Gambaran Radiologis Kelainan Gaster, Duodenum, Hepar, Pankreas serta Empedu

Jenis pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan adalah


USG Abdomen Barium Enema CT Scan Abdomen Kedokteran Nuklir Angigrafi, MRI Kholesistografi ERCP PTBD

Persiapan pemeriksaan Barium Meal ( MD )


1. 2. 3. 4. 5. 6. Puasa 6 jam Makanan bubur kecap 2 hari sblm pem Garam inggris Dulcolax supp Clisma bila perlu Anti spasmodik

Peristaltik Lambung: N 2- 5 gelombang jika > hiperperistaltik

wkt pengosongan 4 jam pd anak, 8 jam utk dws


Mukosa Lambung: Lipatan mukosa (rugae) Fundus tdk beraturan Corpus parallel

Anthrum tdk rata


Bulbus dan pylorus konvergen

Rugae : hilang setempat Ca


mengkerut radier Ulkus kasar berkelok-kelo Hipertropik gastritis adaflekbarium bentuk spot/bintang Ca, Ulkus

Kelainan Gaster
Gastritis
Barium Meal
mukosa irreguler/tdk beraturan Hipersekresi cairan lambung Barium 3 lapis (udara,barium encer, barium kental )

Gastroesofageal Refluk
Barium Meal regurgitasi barium

K. Nuklir aliran balikisotop kearah esofagus

Ulkus Gaster /Ulkus Ventrikuli


Pem Ba: double kontras Niche

Ada 3 stadium: Akut, Sub Akut, Kronik.


Akut : (hemorhagik erotio), multiple, mm 2,5 cm, sering di pylorus, ulkus dangkal, oedem sekitarnya, sembuh dalam 2-3 mgg

Sub Akut:: transisi akut kronik,

single,oedem,lapisan Muskularis kena


Kronik: Paling sering, single. Tanda-tanda ulkus aktif : pinggir tebal

(oedem), halo sign. Tenang, sicatrik, mukosa radier konvergen

Sifat-sifat ulkus lambung: 1. Tunggal/single 2. Lokasi sering di c. Minor 3. Ukuran bervariasi sp 2,5 cm (giant ulcer) 4. Bentuk: excavatio, globuler, duri (spikula, rose thorn) 5. Dasar: lebar/sempit dan bisa sp lap-an muskularis

Kelainan Duodenum
1. Prolapsus Pylorus prolaps mukosa anthrum, mobilitas mukosa , ok motilitas muskularis . Pem Ba: spt jamur (unambrella sign)

2.

Ulkus Duodeni beberapa perubahan bentuk dari duodenum akibat ulkus:


1. Canal branch (batu karang)

2. Pine tree
3. Incisura deformity 4. Trefoil deformity (clove leaf deformity)

5. Distorsi canalis pylorus

6. Retraksi bulbus
7. Bulbus kecil stenosis dilatasi dasar bulbus (prestenosis divertikulum) 8. Ascessory Pocket ak, ulkus perforasi 4. Zollinger Ellison Syndrom ulkus peptikum recurrent

hipersekresi lambung
5. Hiperplasi glandula Brunner hipeplasi limfoid di duodenum Ro: multiple filling defect (cabble stone).

Kelainan Hepar
Hepatitis Akut
USG Abdomen : Hepar membesar, ekho hipoekhoik CT Scan Abdomen : Hipodens K. Nuklir : peningkatan tangkapan radioaktivitas Angiografi

Hepatitis Kronis
USG Abdomen : Hepar membesar, ekho hiperekhoik kasar CT Scan Abdomen : hiperdens kasar K. Nuklir : Peningkatan tangkapan radioaktivitas Angiografi

Fatty Liver
USG Abdomen : hepar membesar, hiperekhoik halus, vaskuler suram CT Scan Abdomen : Hiperdens halus K. Nuklir : Penurunan tangkapan radioaktivitas Angiografi

Sirhosis Hepatis
USG Abdomen : hepar membesar/ mengecil , ekho hiperekhoik kasar, vaskuler melebar, ascites +/- hipertensi portal+/ CT Scan Abdomen : Hiperdens K. Nuklir : penurunan aktivitas Angiografi

Kelainan Empedu
Pemeriksaan Radiologis USG Abdomen CT Scan Abdomen T. Tube Kholangiografi ERCP PTBD

Kholesistitis Akut - Usg Abdomen dinding menebal


disertai area anekhoik disekitarnya - CT Scan Abdomen ddg menbal, area hipodens disekitarnya , kaliber melebar

Kholesistitis Kronis
- USG Abdomen dinding menebal ( double layer ) - CT Scan Abdomen ddg menebal

Kholelithiasis - USG Abdomen batu + ,


hiperekhoik dg acustic shadows

Kholestasis ( Obstruksi Billier )


- Intra dan Ekstrahepatal didalam

dan luar hepar - Pemeriksaan Radiologis USG Abdomen pelebaran duktus dinding menebal ERCP/PTBD CT Scan Abdomen MRI

Kelainan Pankreas
Pemeriksaan Radiologis - Foto polos Abdomen - USG Abdomen
- CT Scan Abdomen - MRI - Ba Meal

Pankreatitis Akut
- USG Abdomen Membesar, hipoekhoik - CT Scan Abdomen - MRI

Pankreatitis Kronis
- USG Abdomen Tak membesar, Hiperekhoik , kalsifikasi

Pemeriksaan dan Gambaran Radiologis Akut Abdomen & Trauma Sistem Pencernaan

Akut Abdomen Pemeriksaan Radiologis - Foto polos abdomen 2 posisi - USG Abdomen - CT Scan Abdomen - MRI

Foto polos Abdomen dan Left Lateral Dekubitus (LLD)


Yang perlu diperhatikan:

Preperitoneal fat
Distribusi udara usus Pelebaran/tidak ada udara usus Hearing bone ada/tidak Air fluid level step ladder app/- sama

tinggi
Free Air Intraperitoneal

Keadaan Akut Abdomen


1.Perforasi saluran cerna Thypus abd, Ulkus perforasi 2.Peritonitis
3.Ileus Obstruksi, paralitik 4.Invaginasi, Volvulus volvulus kolon 5.Trauma Abdomen gaster,

Perforasi
ok ulkus ventrikuli, thypus abd udara lumen usus rongga peritoneum(Pneumoperitoneum)
N: Pd kasus-kasus bedah Pneumoperitoneum Artificial 2-4 mg pasca bedah

Gambaran radiologis
Pneumoperitoneum diantara diafragma kanan& hepar di ant diafragma kiri dan lambung dinding lateral abdomen dg hepar

2. Ileus Intestinal stasis/disfungsion tdd: Mekanikal Obstruksi 1. Simple Obstruction; tumor dan invaginasi

2. Extrinsik Obstruction; Adhesi, inflamasi, tumor ekstrinsik


3. Strangulasi Incarserata

Gambaran Radiologis Ileus Obstruksi: Pelebaran atau dilatasi usus proksimal timbunan udara distal kosong Udara rektum tidak ada Multile Fluid Level (Step Leader App) Permukaan cairan dalam lumen tidak sama rata

Valvula onniventes (Hearing Bone App)


Penimbunan cairan ekstra luminer Udara Lambung sdkt/tidak ada

3. Perdarahan/Infiltrat dan Abces di Peritoneum


Lokasi: Subdiafagmatik kanan dan kiri

Subhepatik dan Intrahepatik


Daerah preperitoneal fat Daerah psoas line Cavum dauglasi Supra simpisis Perisigmoidal Pericaecal

Gambaran Radiologis Semua usus distensi termasuk lambung dan rektosigmoid Air Fluid Level panjang-panjang sama tinggi satu sama lain Semua usus terisi udara sp rektum Preperitoneal fat hilang Dinding usus tebal ok oedema, tebal antara dinding usus 1 cm bila lebih berarti ada cr atau exudat Pergerakan diafragma berkurang DD/Meteorismus tidak ada air fluid level, hanya pelebaran/distensi usus

Ileus Paralitik

ok gangguan peristaltik bukan sumbatan


pada; peritonitis, trauma abdomen dan thorax, sepsis, perdarahan, infeksi peritoneum

Gambaran Radiologis Ileus Obstruksi: Pelebaran atau dilatasi usus proksimal timbunan udara distal kosong Udara rektum tidak ada Multile Fluid Level (Step Leader App) Permukaan cairan dalam lumen tidak sama rata

Valvula onniventes (Hearing Bone App)


Penimbunan cairan ekstra luminer Udara Lambung sdkt/tidak ada

Tujuan:
Mengetahui gambaran radiologi normal GIT Kelainan Radiologi GIT Indikasi dan jenis Pemeriksaan Radiologi 1.Orofaring, Laringofaring, Esofagus

A.Orofaring
Salivari Gland (Kel. Air Ludah) Kel. Parotis Kel. Sublingual Kel. Submandibula: ------Pem. Radiologi dis : Sialografi

kontras urografin masuk mel buccal dan sublingual


nilai: sumbatan atau pelebaran.

Kelainan:
1. Batu (calculi) obstruksi 2. Fistula 3. Radang kronik obstruktif batu striktur non obstruktif sialodenitis, parotitis 4. Tumor: Intrinsik dan ekstrinsik jinak dan ganas infasif destruktif duktus dan kel acini.

A.

Laringofaring
1. Foto polos AP dan LAT Nilai: Keadaan faring normal Kalsifikasi Pendorongan asbes atau tumor Destruksi Tulang 2. Foto Kontras: Faringografi atau Laringografi AP dan LAT

3.

Scanning kel. Tiroid

Kelainan Laringofaring:
1. 2. 3. Kongenital: diverticula faringeal additional shadows Radang dan Inflamasi: faringitis kronis dan

retrofaringeal abses laring terdorong ke depan


Tumor: filling defect: Jinak ddg rata, batas tegas Ganas irreguler Keluhannya ggn menelan dan disfagia 4. Corpus alienum: anak defect dalam bay-an udara (sol)

C. Esofagus
Merupakan pita muskuler yang menghubungkan faring dengan lambung.

Terdiri atas 4 bagian:


1. Servical esofagus 2. Thoraxis esofagus 3. Hiatal esofagus 4. Abdominal esofagus Pemeriksaan Esofagus: 1. Foto polos: AP dan LAT ddg menebal dis: Pleuroesophageal

2. Foto kontras (esofagogram) ba-meal, 1:1 (dionosil 1-2 cc)


tidak berbahaya untuk paru-paru pd fistula

trakheosofageal
foto posisi AP, LAT, oblik kanan dan kiri Ada 2 fase esofagogram: a. fase pengisian (full filling) indentasi, filling defect, additional shadows, penyempitan normal atau kelainan

b. fase pengosongan mukosa

Kelainan Esofagus: A. Kongenital (bawaan) 1. Atresia esofagus, ada 6 tipe 2. Stenosis esofagus 3. Divertikel esofagus bifurkatio trachea 4. Double esofagus 5. Kongenital shortened esofagus B. Peradangan/Inflamasi

Esofagitis Ro: lumen sempit/luas setempat, mukosa irreguler, kaku, peristaltic-/. Bila sempit hebat dilatasi proksimal regurgitasi mkn Pneumonia.

C. Tumor Esofagus
Jinak: Polip, lipoma, myoma, hemangioma Ganas: (karsioma) papillary, ulcerating, infiltrating T. Jinak Filling defect : : : + normal +/T. Ganas + spastik/kaku +/-

Batas
Peristaltik Obstruksi

: rata/tegas irreguler/tdk tegas

Tergantung

tgtg tp cepat obts


Napkin ring/apple core

D.

Gangguan Neuromuskuler 1. Simple Spasme lumen sempit peristaltik 2. Riple Esofagus (cork screw/esofagus curling) 3. Fusiform Achalasia (mouse tail) tipe sigmoid & 4. Chalasia tonus otot distal esofagus 5. Kelainan sebab lain: varices, ulkus esofagus,

hernia esofagus

2.

Lambung, Duodenum, Pankreas

Lambung dan Duodenum (MD) Persiapan pemeriksaan: 1. Puasa 6 jam 2. Makanan bubur kecap 2 hari sblm pem 3. Garam inggris 4. Dulcolax supp 5. Clisma bila perlu 6. Anti spasmodik
Anatomi

Lambung N: huruf J Duodenum: bulbus (segitiga) Loop duodenum loop papilla vateri muara duktus billiaris

Posisi dan kontur lambung tergantung pada:


1.Habitus Pasien 2.Umur 3.posisi pasien/gaya gravitasi 4.Emosi 5.Isi dari lambung Tonus Lambung: ada 3 tipe a.Eutonic/orthotonic pylorus = tinggi dg incisura angularis b.Hipotonic pylorus lebih tinggi dr incisura angularis c. Hipertonic pylorus lebih rendah dr incisura

Peristaltik Lambung: N 2- 5 gelombang

jika > hiperperistaltik


wkt pengosongan 4 jam pd anak, 8 jam utk dws Mukosa Lambung: Lipatan mukosa (rugae) Fundus tdk beraturan Corpus parallel

Anthrum tdk rata


Bulbus dan pylorus konvergen Rugae : hilang setempat Ca

mengkerut radier Ulkus


kasar berkelok-kelo Hipertropik gastritis ada flek barium bentuk spot/bintang Ca, Ulkus

Kelainan Lambung dan Duodenum


1. Kelainan instrinsik lambung a. Kongenital : hipertropik pylorus obstruksi, duodenal

atresia
b. Radang: gastritis: atropik dan hipertropik c. Tumor : Jinak; adenoma, fibroma, polip

Ganas; enchepaloid ca, ulcerating ca, Infiltrating ca


d. Ulkus: Ulkus ventrikuli jinak dan ganas jika bersama peptikum e. Lain-lain: Prolap pylorus, Volvulus dengan ulkus deodenum ulkus

2.

Kelainan entrinsik lambung Penekanan oleh organ sekitarnya lien, ginjal Perubahan letak lambung Organoaxial rotation

Hernia diafragmatika

A.

Kelainan Kongenital 1. Hipertropic pyloric obstruction foto supine one

bubble, erect one fluid level Barium: String


sign app Udara N pada neonatus: 2 jam usus halus 3-6 jam kolon 24 jam rektum 2. Atresia Duodeni post bulbus foto supine, double bubble, erect double fluid level

B.

Radang Inflamasi 1. Gastritis g. Atropikan, g. Hipertropikan pem

Barium, hipersekresi ada 3 lapisan: udara, cr


lambung, zat kontras. G. Atropikan: lbg kecil (tubuler), bald (botak) fundus, rugae halus, bulbus

mudah terisi. G. Hipertropikan: rugae kasar> 1 cm


2. Varices ventrikuli multiple polipoid, bubbles soap 3. Hipertropi glandula Brunner 4. Keganasan/limfosarkoma 5. Bayangan, udara, gas, dr bezoar/makanan

C.

Tumor Lambung

Jinak: leimyoma Barium, filling defect, batas tegas,rata, bulat konvek 75% di pylorus, 20% di corpus, 5%

fundus
Ganas: ada 3 tipe, Fungating (oncephaloid, polipoid, cauliflower) 22%

Ba: filling defect besar, irreguler, ke arah lumen, mukosa kasar.


Ulcerating 28%

Ba: filling defect, irreguler, ulkus didalamnya


Infiltrating 13%, sisanya undifferentiated Ex: Napkin ring, Hour Glass Stomach, Diffuse Seirrhous

Ca.

D.

Ulkus Ventrikulli

Pem Ba: double kontras Niche Ada 3 stadium: Akut, Sub Akut, Kronik. Akut: (hemorhagik erotio), multiple, mm 2,5 cm, sering di pylorus, ulkus dangkal, oedem sekitarnya, sembuh dalam 2-3 mgg Sub Akut:: transisi akut kronik, sdkt, single, oedem, lap. Muskularis kena Kronik: Paling sering, single. Tanda-tanda ulkus aktif, pinggir tebal (oedem), halo sign. Tenang, sicatrik, mukosa radierkonvergen

Sifat-sifat ulkus lambung: 1. Tunggal/single 2. Lokasi sering di c. Minor 3. Ukuran bervariasi sp 2,5 cm (giant ulcer) 4. Bentuk: excavatio, globuler, duri (spikula, rose thorn) 5. Dasar: lebar/sempit dan bisa sp lap-an muskularis Kelainan Duodenum 1. Prolapsus Pylorus prolaps mukosa anthrum,

mobilitas mukosa , ok motilitas muskularis .


Pem Ba: spt jamur (unambrella sign) 2. Volvulus lambung organoaxial & mesenteroaxial.

Kelainan Duodenum
Duodenum: Bulbus duodeni, loop duodeni papilla vateri, d. Pars transversum, d. Pars

ascendens.
1. Kongenital atresia duodeni 2. Radang duodenitis 3. Ulkus Duodeni beberapa perubahan bentuk dari duodenum akibat ulkus: 1. Canal branch (batu karang) 2. Pine tree 3. Incisura deformity 4. Trefoil deformity (clove leaf deformity)

5. Distorsi canalis pylorus

6. Retraksi bulbus
7. Bulbus kecil stenosis dilatasi dasar bulbus (prestenosis divertikulum) 8. Ascessory Pocket ak, ulkus perforasi 4. Zollinger Ellison Syndrom ulkus peptikum recurrent

hipersekresi lambung
5. Hiperplasi glandula Brunner hipeplasi limfoid di duodenum Ro: multiple filling defect (cabble stone).

Pankreas
Tdd: caput, corpus, cauda Kelainan pankreas 1. Pankreatitis brush sign, poppelsign parstransversum kronik bintik kalsifikasi setinggi VL1-2 kecil mulberry 2. Tumor caput pankreas Ro: brush sign impresi bulbus duodeni, double contour duodeni, capital C loop sign, capita E sign. 3. Annular Pankreas Ro: Indentasi aspek lateral loop duodenum 4. Ectopic Pankreas dalam Lambung

3. Yeyunum, Ileum (Usus Halus):


Anatomi: Panjang; 20 kaki : yeyunum: 2,5 cm, ileum: 1,75 cm

Gambaran mukosa N gambar


Gambaran mukosa yeyunum pada foto kontras gambar Gerakan peristaltik: fase kontraksi, fase relax, fase pendulum

Distribusi udara yang normal di abdomen


N: udara hanya ada di daerah: fundus lambung, bulbus duodenum, kolon.

N: udara di usus halus hanya ada pada: anak kecil, orang tua > 60 thn dan jumlah tidak terlalu banyak
Waktu pengosongan usus halus (transit time) dws: 1,5-6 jam, anak-anak 9 jam

Pemeriksaan usus halus:

1. Foto polos/plain foto (tanpa kontras)


Atas: diafragma, bwh: syimphisis pubis, lateral:ddg perut lateral kanan dan kiri. 2. Follow Through (FT)(Darm pasase) Kontras Barium: air= 1: 1-3, 200-300 cc kmd foto

setiap -1 jam sp caecum


Tujuan: Mengetahui kelainan intrinsik usus halus dan

ekstrinsik dekat dan sekitar usus halus.

Indikasi Pemeriksaan FT: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Anemia yg tidak diketahui etiologinya Diare menetap/persistent Abdominal pain Teraba massa di abdomen Bila banyak gas dan cairan di usus halus Bila terdapat pe protein yang berlebihan Tanda-tanda malabsorpsi

Kontraindikasi Pem FT
1. Obstruksi usus 2. Perforasi 3. Ileus Paralitik 4. Peritonitis 5. Inflamasi akut saluran cerna

Kelainan pada Yeyunum:


1. Obstruksi usus ak: Ileus 2. Inflamasi kronik/granulomatosa

Crohn Desease
Tuberculosa colon 3. Tumor 4. Blind loop syndroma 5. Divertikel 6. Gangguan vaskuler (vaskuler disorder) 7. Penyakit collagen 8. Kelainan endoktrin (zollinger Ellison Desease)

9. Parasit

a.

Crohns Desease

Klinis: Obstruksi Usus, Anemia (occult blood dlm feces) malabsorpsi syndrome Gambaran Ro: Akut: ddg usus menebal, (cabble stone app) lumen normal, mukosa

Kronik: fibrosis, kaku, plica mukosa hilang (hose pipe app), skip area, string sign. b. c. Adhesi: perlengketan usus di sekitar Fistula: uclerasi perforasi pd Abses peritoneal Fistula entero-enteral, blind loop syndrome

d. Tubelculosa colon: sulit dibedakan dg crohn desease Ileoileal primer di paru e. Tumor: Jinak: leiomyoma, adenoma Ro filling defect, batas tegas, rata, obstruksi usus Ganas: Carsinoid, adeno ca

Ro soliter, short, anuler, batas jelas, lumen sempit, irreguler, lipatan mukosa hilang, kaku, dilatasi, segmen proksimal, kalsifikasi (psamoma)

4.

Kolon (Usus Besar)

Anatomi: ttd: Caecum: btk sacculer, 7 cm, appdx pada ddg dorsomedial c. ascendens, pjg 20 cm, 2/3 caecum, retroperitoneal s/d flexura hepatica, berbatas dg: ant gallbladder, post: ginjal kanan dan segmen kedua duodenum, caput pankreas. c. transversum, intraperitoneal, pjg 40-50 cm, sisi superior berbatas dg gaster, hepar, gallbladder,lien.

c. descendens, retroperitoneal, pjg 20-30 cm

c. sigmoid, pjg 40 cm, dalam c, dauglass


rectum, mengikuti lengkung,sacrum dan cocygeus, pjg 11-15cm, 1/3 rektum di intrapertoneal.

panjang: 150 cm, dinding tebal: 1,5-3 cm

Pemeriksaan Kolon:
Barium Inloop = Barium enema Bahan: Barium sulfat: 1:3-6, sebanyak 1-2 l, melalui anus,

tingginya 1 meter
Syarat-syarat barium: Granula halus Tidak toksik Suhu kontras = suhu tubuh Suspensi dapat tercampur rata

Persiapan prinsip kolon harus bersih, udara sedikit Tujuan: diagnostik dan terapi

Indikasi: 1. Kel kongenital hirschprung desease 2. Infalmasi kronik 3. Tumor abdomen 4. Obstruksi kolon: Invaginasi, Volvulus, Divertikel Polips, Ileus obstruksi 5. General cek-up Kontra indikasi

1. 2. 3. 4. 5.

Ileus paralitik Perforasi usus/lambung Ileus obstruksi Pertonitis Infeksi Akut

Kelainan Kolon

1. Kongenital
a. atresia ani/ani//perforata inverted wagenstein foto tebal jarak sumbatan, foto,

b. megakolon kongenital, ttd: aganglionik, mekanik, psikogenik.


c. Aganglionik(hirschprung desease) anak-anak, ganglion (feriferal neuron) parasympatis pd fleksus mukosa usus yg sempit rektosigmoid junction.

2. Inflamasi kolon = colitis 1. Colitis non spesifik c. Ulcerative, crihn desease, c. Ischemic 2. Colitis spesifik c. Granulomatosa

Gambaran Radiologis

C. ulcerativa: mukosa irreguler, haustra mendatar, ulkus terbatas/diffus, lumen mengecil, poliposis ulcer (frond like).
Crohn Desease: ulkus dalam sp t. Muskularis, skip area, mukosa (mamilation, cabble stone, rose thorn), stricture. C. Ischemic: ggn vaskularisasi kolon, usia 60-70 thn, striktur bentuk thumprinting, mukosa spt sawtooth, haustra hilang, kolon pendek. C. Tuberculosa: hiperplasi lumen sempit, filling defect (stierlingg sign) daerah caecum tdk terisi kontras indentasi, rata (smooth), jagger finger print (nodul).

Tumor kolon: Jinak, adenoma, polip, villuspapilloma, syndrome (hamartoma). Polip: filling defect, pedunculated), tdk b tegas, DD/Divertikel peutz jagger

bulat, bertangkai ertangkai (sessil), batas

Polip ganas: > 1 cm, pinggir basal irreguler, tdk merata ditutupi barium, ddg kaku, mukosa terputus. Ganas, ttd: tipe fungating, polipoid, anular. Filling defect, batas irreguler, bentuk beraneka ragam.

Invaginasi: Usus proksimal masuk ke lumen distal Tipe: enteric, enterocolik, colik

Gambaran klinis:
Anak-anak, skt perut mendadak, muntah, pendarahan peranum, traba massa di sekitar pusat.

Gambaran radiologis:
Barium enema sblm 8 jam jika > nekrosis usus perforasi

Tujuan: Diagnostik dan terapi


Foto folos: udara >> di proksimal Massa di daerah kanan

Barium enema: Cupping di ujung bawah


Coiled Spring

5. Kandung Empedu & Saluran Empedu (Traktus

Billiaris)
Anatomi: Buah pear, pjg 5-6 cm, lebar 3-4 cm, kapasitas 20-50 ml

Bagian: fundus, corvus, infundibulum


Duktus Cysticus : 0,3 cm, pjg 3-3,7 cm D. Hepatikus : 0,6 cm, pjg 2,5-3 cm

D. Choledocus : 0,6-1 cm, pjg 7,5 cm

Pemeriksaan Radiologis:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Foto polos (Plain Foto) Cholesistografi oral fs hepar dan ginjal baik Duodenografi Perkutaneus cholangiografi Direk cholangiografi Rektal cholesistografi

Gambaran radiologik normal kandung empedu:


1. Densitas tinggi 2. Ukuran dasara 6x 4 cm, vol: 25-50 ml 3. Fungsi sekresi 30 menit 50 % dr semula 4. Kontour rata/licin, reguler 5. Diameter d. Choledokus 1 cm 6. Bentuk bervariasi

Gambaran Radiologis Kelainan Kandung Empedu

(KE)
1. Non visualisasi KE Cholesistitis (abst cepat) Batu abst pd d.cystikus

2. Konsentrasi kurang dlm KE cholesistitis, batu empedu yang kurang jelas


3. Filling defect batu, udara overlap, polyp

4. Double kontour adenomatosi

cholesistitis

kronis,

5. Segmentasi KE Cholelitiasis, adenomatosis

6. Bayangan translucent dr filling defect kecil dlm kontras cholesistitis


7. KE di sebelah kiri kongenital, perbesaran hepar lobus kanan

Kelainan Kandung Empedu


Kongenital di kiri Double Gallblader Kista D. Choledocus 4 tipe Cholithi (Gallstone) ttd; pigmen empedu, chlesterol, garam calsium, bentuk: facet, ring dot, multiple pnectiform opacity

Gambaran Radiologis Kelainan Saluran Empedu


1. Ca Ampula pateri concaf, irreguler, peak 2. Batu D. Choledocus pjg, dilatasi, ujung

jepitan kepiting, defect bulat


3. Ca. Caput Pankreas memendek, dilatasi, ujung distal cut-off, peak atau rata

4. Pankreatitis kronis rat tail, pjg, dilatasi, ujung sempit, irreguler


5. Ca. Primer d. Biliaris pendek, ujung distal cut-off atau peak

6. Keadaan Akut Abdomen

Foto polos Abdomen dan Left Lateral Dekubitus (LLD) atau duduk.
Yang perlu diperhatikan:

Prepritoneal fat
Garis psoas Kontour ginjal

Distribusi udara usus


Pelebaran/tidak ada udara usus Hearing bone ada/tidak Haustra hilang/tidak Air fluid level step ladder app/- sama tinggi Sub diafragmatic air

Infeksi Akut Organ Abdomen 1. Perforasi saluran cerna Thypus abd, Ulkus perforasi 2. Peritonitis 3. Ileus Obstruksi, paralitik 4. Inviginasi, Volvulus 5. Trauma tumpul Abdomen

Metoda Pemeriksaan Foto cyto Abdomen (2 posisi) 1. Posisi tegak /1/2 duduk Udara bebas, Air fluid level 2. Posisi Supine/telentang

Cr ektra luminer antara 2 usus


3. PosisiLeft Lateral Dekubitus (LLD) Udara bebas minimal. Air fluid ;evel pd posisi tegak tdk terlihat

1. Perforasi ok ulkus ventrikuli, thypus abd udara lumen usus rongga peritoneum (Pneumoperitoneum) N: Pd kasus-kasus bedah Pneumoperitoneum Artificial 2-4 mg pasca bedah Gambaran radiologis Pneumoperitoneum di ant diafragma & hepar

di ant diafragma kiri dan kanan lambung


dinding lateral abdomen dg

hepar

2. Ileus Intestinal stasis/disfungsion tdd: Mekanikal Obstruksi 1. Simple Obstruction; tumor dan invaginasi

2. Extrinsik Obstruction; Adhesi, inflamasi, tumor ekstrinsik


3. Strangulasi Incarserata

Gambaran Radiologis Ileus Obstruksi: Pelebaran atau dilatasi usus proksimal timbunan udara distal kosong Udara rektum tidak ada Multile Fluid Level (Step Leader App) Permukaan cairan dalam lumen tidak sama rata

Valvula onniventes (Hearing Bone App)


Penimbunan cairan ekstra luminer Udara Lambung sdkt/tidak ada

Ileus Paralitik

ok gangguan peristaltik bukan sumbatan


pada; peritonitis, trauma abdomen dan thorax, sepsis, perdarahan, infeksi peritoneum

Gambaran Radiologis

Semua usus distensi termasuk lambung dan rektosigmoid


Air Fluid Level panjang-panjang sama tinggi satu sama lain Semua usus terisi udara sp rektum Preperitoneal fat hilang Dinding usus tebal ok oedema, tebal antara dinding usus 1 cm bila lebih berarti ada cr atau exudat Pergerakan diafragma berkurang DD/Meteorismus tidak ada air fluid level, hanya pelebaran/distensi usus

3. Perdarahan/Infiltrat dan Abces di Peritoneum


Lokasi: Subdiafagmatik kanan dan kiri

Subhepatik dan Intrahepatik


Daerah preperitoneal fat Daerah psoas line Cavum dauglasi Supra simpisis Perisigmoidal Pericaecal