You are on page 1of 1

Jenis-jenis Jurnalisme Online Digitalisasi dan jagad online telah mengubah wajah jurnalisme dan cara konsumen mengakses

berita. Mark Deuze, asisten profesor di Universitas Amsterdam, mengide ntifikasi empat jenis jurnalisme online; situs berita mainstream, searching engi ne seperti Yahoo dan Google, media watchdogs dan kelompok diskusi dan berbagi (R euven, 2002 : 38). Situs berita mainstream menawarkan pilihan isi editorial dan bentuk komunikasi p artisipatif yang dimoderatori. Isinya lebih mirip dengan produk lembaga berita k onvensional. Beberapa situs berita online katagori ini antara lain; ABC News, CN N, detik.com, dan sejenisnya. Situs semacam ini sangat penting karena bertindak sebagai indeks bagi bidang luas berita online (Hall, 2001: 32). Karena peran sit us berita mainstream ini terutama editorial, Web link yang disediakan dalam seti ap berita adalah untuk memberikan pandangan lebih menyeluruh dari masalah yang s edang dibahas. Personal website dan blog juga termasuk dalam kategori jurnalisme online. Weblog adalah situs yang dikelola kebanyakan oleh individu, sebagai lawan dari organis asi berita profesional. Isinya diperbaharui secara berkala dengan menggunakan pe rangkat lunak manajemen konten. (Kawamoto, 2003: 16) Namun, ada perdebatan apaka h blog pribadi memenuhi syarat sebagai jurnalisme digital. Itu karena ada konten dapat agak tidak relevan, tidak akurat dan tidak dapat diandalkan. Tipe kedua adalah searching engine. Mesin pencari ini mengasimilasi berita dari berbagai layanan yang ada bagi pengguna (users) dan menawarkan link ke berbagai situs berita utama. Jurnalisme online jenis ini tidak hanya membuat berita dan k omentar tersedia di Internet, tapi juga mengarahkan users ke lautan informasi da ri pemerintah, quasi-pemerintah dan badan-badan perusahaan dan menyediakan navig asi grafik (Hall, 2001: 37) dan lain-lain melalui mesin pencari seperti Google d an Yahoo. Jenis ketiga adalah situs-situs yang membahas isi media dan bertindak sebagai pe ngawas media. Website ini terutama berkaitan dengan peraturan konten di Internet , yang memungkinkan masyarakat mendiskusikan dan memperdebatkan isu-isu tertentu dengan orang yang berfikiran sama. Diskusi semacam itu dapat informatif ketika mereka membantu orang merumuskan dan merevisi perspektif mereka sendiri, dengan menciptakan forum untuk mengartikulasikan ide-ide mereka, mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, dan menanggapi berbagai sudut pandang. (Kawamoto, 2003: 13 ) Terakhir, kategori keempat terdiri dari situs untuk berbagi dan diskusi. Situs-s itus ini menyediakan tempat untuk saling bertukar pikiran yang sering berpusat di sekitar wilayah tertentu atau tema tertentu, misalnya; anti-globalisasi atau be rita komputer (Reuven, 2002: 38). Situs-situs web ini ada karena berbagai alasan , antara lain; berbagi informasi, persahabatan, dukungan, romans, nasihat, perda gangan, dan kritik untuk beberapa nama. Konten yang beredar di antara kelompok-k elompok ini sering menyediakan alternatif atau tambahan sumber berita dan inform asi, meskipun dengan derajat kredibilitas yang berbeda jika dibandingkan dengan yang dikumpulkan dan didistribusikan oleh media mainstream (Kawamoto, 2003: 15) . Maka, tak heran, ada juga beberapa keberatan jika ini disebut jurnalisme onlie karena sejumlah topik lebih terkait pada diri sendiri dan bukannya masyarakat ba nyak.