You are on page 1of 8

LAPORAN RESMI PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT (PERCOBAAN 2) A. Tujuan Mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat-sifat kimianya.

B. Dasar Teori Refluks Refluks merupakan metode yang digunakan untuk pelarut yang volatil. Pada kondisi ini jika dilakukan pemanasan biasa maka pelarut akan menguap sebelum reaksi berjalan sampai selesai. Prinsip dari metode refluks adalah pelarut volatil yang digunakan akan menguap pada suhu tinggi, namun akan didinginkan dengan kondensor sehingga pelarut yang tadinya dalam bentuk uap akan mengembun pada kondensor dan turun lagi ke dalam wadah reaksi sehingga pelarut akan tetap ada selama reaksi berlangsung. Refluks dapat dikatakan juga sebagai proses pemanasan dimana tidak ada senyawa yang hilang. Prinsipnya adalah pemanasan pada labu bulat yang di dalamnya terdapat campuran suatu bahan. (Wilcox, 1995) Reaksi Redoks Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reduksi adalah proses penangkapan elektron oleh suatu zat, sedangkan oksidasi adalah proses pelepasan elektron dari suatu zat. Pada saat melepaskan elektron suatu zat berubah menjadi bentuk teroksidasinya, karena itu zat tersebut bertindak sebagai zat pereduksi. Sebaliknya, zat pengoksidasi adalah zat yang menerima elektron dan karena itu zat tersebut mengalami reduksi. Perbedaan pokok antara reaksi oksidasi-reduksi dengan reaksi asambasa adalah bahwa pada reaksi oksidasi-reduksi, elektron merupakan zarah dasar yang dipindahkan antara bentuk teroksidasi dan bentuk teroksidasi yang berpasangan. Sedangkan pada reaksi asam-basa, proton merupakan zarah

dasar yang dipindahkan antara asam dan basa. Perbedaan lainnya adalah bahwa pada reaksi asam-basa hanya satu proton yang dapat saling dipertukarkan, sedangkan pada reaksi oksidasi-reduksi lebih dari satu elektron dapat terlibat dalam reaksi. (Rivai, 1995) Tiosulfat Tiosulfat merupakan logam yang mengandung ion S2O3- dimana satu atom S menggugus atau menukar ganti satu atom O. Dalam larutan larutan asam, ion tiosulfat akan terurai menjadi S dan ion sulfit. Oleh karena itu, spesies semacam asam tiosulfat dapat di solvasi. Ion tiosulfat dapat mereduksi yodium menjadi ion yodium dalam analisis kuantitatif dimana yodium dititrasi dengan larutan S2O3. Selain itu bisa juga membentuk kompleks stabil dengan ion logam tertentu, terutama ion kompleks perak tiosulfat yang sangat stabil. Ag+ + 2S2O32[Ag(S2O3)2]3-

Larutan larutan tiosulfat sangat melarutkan halida halida perak yang sulit larut. Serta digunakan sebagai zat pencampur dalam proses fotografi. ( Arsyad, 2001 ) Natrium tiosulfat (Na2S2O3) adalah suatu senyawa tiosulfat dari alkali (natrium). Bersifat hidroskopis dan lebih banyak dijumpai dalam bentuk hidrat daripada murninya. Natrium tiosulfat dapat diperoleh melalui proses evaporasi dan kristalisasi. (Austin, 1996) Kristalisasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pemurnian produk padatan kristal hasil kristal atau isolasi yang masih terkontaminasi kotoran.Kristalisasi dilakukan dengan pelarut yang tepat agar dapat melarutkan kotoran dengan baik. (Cahyono, 1995)

C. Alat dan Bahan Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 1 set alat refluks 1 buah pengaduk 5 buah tabung reaksi 1 set pembakar bunsen 1 set timbangan 1 buah cawan penguapan Kertas saring Gelas ukur Erlenmeyer Corong Bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Natrium sulfat anhidrous Serbuk belerang Natrium sulfat Larutan iodium Larutan HCl encer Barium klorida

D. Cara Kerja 1. Pembuatan Natrium tiosulfat-5-hidrat Alat refluks disiapkan dan 50 gram natrium sulfit dimasukkan ke dalam labu refluks Ditambahkan 25 ml akuades dan 0,75 gram serbuk belerang, kemudian direfluks selama 1-2 jam Larutan didinginkan dan disaring

Filtrat dipisahkan ke dalam cawan penguapan dan diuapkan sampai volume larutan menjadi 5 ml Setelah larutan menjadi dingin, Kristal tersebut dikeringkan lalu ditimbang
2. Mempelajari sifat-sifat kimia natrium tiosulfat

Pengaruh pemanasan Beberapa Kristal natrium tiosulfat-5-hidrat dipanaskan dalam tabung reaksi Dilakukan juga untuk Kristal natrium sulfat-10-hidrat

Dibandingkan stabilitas termal dari kedua kristal

Reaksi dengan Iod Dilarutkan 2 gram Kristal natrium tiosulfat dalam 200 ml air

Direaksikan 2-3 ml larutan Iod dengan larutan natrium tiosulfat secara berlebihan Reaksi dengan Klor Direaksikan 2-3 ml larutan natrium tiosulfat dengan air klor berlebihan Diamati reaksi yang terjadi

Ditambahkan HCl encer dan ditambahkan lagi larutan barium klorida Pengaruh Asam Encer Direaksikan 3 ml larutan natrium tiosulfat dengan HCl encer

Setelah beberapa menit, diisi tabung reaksi dan baunya diamati

E. Hasil dan Pembahasan Hasil Nama Senyawa : Natrium Thiosulfat Warna Bau Berat cawan Berat total : Coklat tua : Karakteristik : 66,75 gram : 136,05 gram

Berat senyawa : 69,3 gram

1. Pengaruh Pemanasan Na2S2O3.5H2O lebih mudah mencair daripada Na2S2O3 anhidrat. 2. Reaksi dengan Iod Warna Bau : hijau, seperti sebelum direduksikan dengan Iod : ada, tidak terlalu menyengat

Endapan : tidak ada 3. Reaksi dengan Klor Warna Bau : putih : ada

Endapan : sedikit 4. Pengaruh HCl encer Warna Bau : putih, lebih keruh dari percobaan dengan klor : menyengat

Endapan : banyak

F. Kesimpulan 1. Pembuatan Natrium Tiosulfat-5-Hidrat dengan cara mereaksikan Natrium Sulfit dengan serbuk belerang dan air.
2. Diperoleh Natrium Tiosulfat-5-Hidrat yang berwarna coklat tua sebanyak

69,3 g dengan prosentase rendemen sebesar 1204,46 %.


3. Untuk mengetahui sifat- sifat kimia dari natrium tiosulfat dapat dilakukan

dengan cara uji stabilitas termal, reaksi dengan iod, reaksi dengan klor dan pengaruh asam encer. G. Daftar Pustaka Arsyad, M.N,2001, Kamus Kimia, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Austin, T, 1996, Chemical Product Industry, Mc Graw Hill Co Inc: New York. Cahyono, Bambang, 1991, Segi Praktis dan Metode Pemisahan Senyawa Organik, Semarang: KIMIA UNDIP. Rivai, Harrizul, 1995, Asas Pemeriksaan Kimia , Jakarta : UI-Press Wilcox, C.F, 1995, Experimental Organic Chemistry Asmall Scale Approach , New Prentice Hall.

LEMBAR PENGESAHAN Yogyakarta, 13 Oktober 2011 Asisten, Praktikan,

Priyagung Dhemi

Nisa Zaki Kamalia