You are on page 1of 6

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Definisi Hipertensi Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Tekanan darh normal bervariasi sesuai usia, sehinnga setiap diagnosis hipertensi harus bersifat spesifik usia. Joint National Committee on Prevention, Detection, valution, and Treatment of High !lood Pressure yang ke " telah mempublikasikan revisi panduan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik yang optimal dan hipertensif. Pada umumnya tekanan yang dianggap optimal adalah kurang dari #$% mmHg untuk tekanan sistolik dan &% mmHg untuk tekanan diastolik, sementara tekanan yang dianggap hipertensif adalah lebih dari #'% mmHg untuk sistolik dan lebih dari (% mmHg untuk diastolik. )stilah *prahihipertensi* adalah tekanan darah antar #$% dan #+( mmHg untuk sistolik dan &% dan &( mmHg untuk diastolik. ,ntuk individu terutama yang memiliki faktor risiko kardiovaskular bermakna, termasuk ri-ayat yang kuat dalam keluarga untuk infark miokard atau stoke, atau ri-ayat diabetes pada individu, bahkan pada nilai prahipertensif dianggap terlalu tinggi .Cor-in,$%%(/. 0enurut 0ycek dibuku 1armakologi ,lasan !ergambar, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah diatolik tetap yang lebih besar dari (% mmHg disertai dengan kenaikkan tekanan darah sistolik .#'% mmHg/. Hipertensi disebabkna oleh peningkatan tonus otot polos vaskular perifer, yang menyebabkan peningkatan resistensi arteriola dan menurunnya kapasits sistem pembulub vena. Peningkatan tekanan darah merupakan penyakit yang banyak di2umpai, menyerang sekitar #34 penduduk 56 .7% 2uta orang/. 0eskipun banyak penduduk ini tanpa ge2ala, hipertensi kronik8sistolik ataupun diastolik dapat menyebabkan gagal 2antung kongesif, infark miokard, kerusakan gin2al dan cedera serebrovaskular. )nsidens morbiditas dan mortalitas sangat menurun 2ika hipertensi terdiagnosis lebih a-al dan diobati dengan

baik .0ycek, $%%#/. 1.2. Etiologi Hipertensi 0eskipun hipertensi dapat ter2adi akibat proses penyakit lain, lebih dari (%4 pasien menderita hipertemsi essensial, suatu penyakit pada pengaturan tekanan darah yang tidak diketahui penyebabnya. 9i-ayat hipertensi dalam keluarga meningkatkan kemungkinan seseorang mendapatkan penyakit hipetensi. Hipertensi essensial ter2adi empat kali lebih banyak pada orang kulit hitam dibandingkan dengan kulit putih, dan lebih sering pada pria umur pertengahan dibandingkan -anita pada kelompok umur yang sama. 1aktor8faktor lingkungan seperti cara hidup dengan stres, diet tinggi natrium, kegemukan dan merokok merupakan faktor predisposisi pribadi ter2adinya hipertensi .0ycek, $%%#/. Hipertensi merupakan suatu penyakit dengan kondisi medis yang beragam. Pada kebanyakan pasien etiologi patofisiologi8nya tidak diketahui .essensial atau hipertensi primer/. Hipertensi primer ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat di kontrol. :elompok lain dari populasi dengan persentase rendah mempunyai penyebab yang khusus, dikenal sebagai hipertensi sekunder. !anyak penyebab hipertensi sekunder; endogen maupun eksogen. !ila penyebab hipertensi sekunder dapat diidentifikasi, hipertensi pada pasien8pasien ini dapat disembuhkan secara potensial .Pharmaceutical care/. 1.2.1. Hipertensi primer (essensial) <ebih dari (%4 pasien dengan hipertensi merupakan hipertensi essensial .hipertensi primer/. <iteratur lain mengatakan, hipertensi essensial merupakan (34 dari seluruh kasus hipertensi. !eberapa mekanisme yang mungkin berkontribusi untuk ter2adinya hipertensi ini telah diidentifikasi, namun belum satupun teori yang tegas menyatakan patogenesis hipertensi primer tersebut. Hipertensi sering turun temurun dalam suatu keluarga, hal ini setidaknya menun2ukkan bah-a faktor genetik memegang peranan penting pada patogenesis hipertensi primer. 0enurut data, bila ditemukan gambaran bentuk disregulasi tekanan darah yang monogenik dan poligenik mempunyai

kecenderungan timbulnya hipertensi essensial. !anyak karakteristik genetik dari gen8 gen ini yang mempengaruhi keseimbangan natrium, tetapi 2uga di dokumentasikan adanya mutasi8mutasi genetik yang merubah ekskresi kalliktein urine, pelepasan nitric o=ide, ekskresi aldosteron, steroid adrenal, dan angiotensinogen .Pharmaceutical care/. 1.2.2. Hipertensi sekun er :urang dari #%4 penderita hipertensi merupakan sekunder dari penyakit komorbid atau obat8obat tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah. Pada kebanyakan kasus, disfungsi renal akibat penyakit gin2al kronis atau penyakit renovaskular adalah penyebab sekunder yang paling sering. >bat8obat tertentu, baik secara langsung ataupun tidak, dapat menyebabkan hipertensi atau memperberat hipertensi dengan menaikkan tekanan darah. 5pabila penyebab sekunder dapat diidentifikasi, maka dengan dan menghentikan obat yang bersangkutan atau mengobati?mengoreksi kondisi komorbid yang menyertainya sudah merupakan tahap pertama dalam penanganan hipertensi sekunder .Pharmaceutical care/. 1.!. Patofisiologi Hipertensi Hipertensi merupakan penyakit heterogen yang dapat disebabkan oleh penyebab yang spesifik .hipertensi sekunder/ atau mekanisme patofisiologi yang tidak diketahui penyebabnya .hipertensi primer atau essensial/. Hipertensi sekunder bernilai kurang dari #%4 kasus hipertensi, pada umumnya kasus tersebut disebabkan oleh penyakit gin2al kronik atau renovascular. :ondisi lain yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder antara lain pheochromocytoma, sindrom Cushing, hipertiroid, hiperparatiroid, aldosteron primer, kehamilan, obstruktif sleep apnea, dan kerusakan aorta. !eberapa obat yang dapat meningkatkan tekanan darah adalah kortikosteroid, estrogen, 5)N6 .5nti )nflamasi Non 6teroid/, amphetamine, sibutramin, siklosporin, tacrolimus, erythropoietin, dan venlafa=ine .6ukandar, $%%(/. 1.". #lasifikasi $ekanan Dara% :lasifikasi tekanan darah oleh JNC " untuk pasien de-asa .umur @ #&

tahun/ berdasarkan rata8rata pengukuran dua tekanan darah atau lebih pada dua atau lebih kun2ungan klinis$ .Tabel $/. :lasifikasi tekanan darah mencakup ' kategori, dengan nilai normal pada tekanan darah sistolik .TD6/ A #$% mm Hg dan tekanan darah diastolik .TDD/ A &% mm Hg. Prehipertensi tidak dianggap sebagai kategori penyakit tetapi mengidentifikasi pasien8pasien yang tekanan darahnya cendrung meningkat ke klasifikasi hipertensi dimasa yang akan datang. 5da dua tingkat .stage/ hipertensi , dan semua pasien pada kategori ini harus diberi terapi obat .JNC "/. #lasifikasi $ekanan Dara% &rang De'asa #lasifikasi Normal Prehipertensi Tahap # hipertensi Tahap $ hipertensi 1.). Pen*e+a+ Hipertensi :arena tekanan darah bergantung pada kecepatan denyut 2antung, volume sekuncup, dan TP9, peningkatan salah satu dari ketiga variabel yang tidak dikompensasi dapat menyebabkan hipertensi .Cor-in, $%%(/. Peningkatan denyut 2antung dapat ter2adi akibat rangsangan saraf simpatis atau hormonal yang abnormal pada nodus 65. Peningkatan denyut 2antung yang kronis seringkali menyertai kondisi hipertiroidisme. 5kan tetapi, peningkatan denyut 2antung biasanya dikompensasi dengan penurunan volume sekuncup atau TP9, sehingga tidak mengakibatkan hipertensi .Cor-in, $%%(/. Peningkatan volume sekuncup yang kromis dapat ter2adi 2ika volume plasma meningkat dalam -aktu lama, karena peningkatan volume plasma direfleksikan dengan peningkatan volume diatolik akhir sehingga volume sekuncup dan tekanan darah meningkat. Peningkatan volume diastolik akhir dihubungkan dengan peningkatan preload 2antung. Peningkatan preload biasanya berhubungan dengan peningkatan hasil pengukuran tekanan darah sistolik .Cor-in, $%%(/. Peningkatan volume sekuncup yang berlangsung lama dapat ter2adi akibat (istolik (mm Hg) A #$% #$%8#+( #'%8#3( 160 Dan 5tau 5tau 5tau Diastolik (mmHg) A &% &%8&( (%8(( 100 .6ukandar, $%%(/

gangguan penanganan garam dan air oleh gin2al atau konsumsi garam yang berlebihan. 6elain peningkatan asupan diet garam, peningkatan abnormal kadar renin dan aldosteron atau penurunan aliran darah ke gin2al 2uga dapat mengganggu pengendalian garam dan air .Cor-in, $%%(/. Peningkatan TP9 yang kronis dapat ter2adi pada peningkatan rangsangan saraf simpatis atau hormon pada arteriol, atau responsivitas yang berlebihan dari arteriol terhadap rangsangan normal. :edua hal tersebut akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Pada peningkatan TP9, 2antung harus memompa lebih kuat, dan dengan demikian menghasilkan tekanan yang lebih besar, untuk mendorong darah melintasi pembuluh yang menyempit. Hal ini disebut peningkatan pada afrerload 2antung, dan biasanya berkaitan dengan peningkatan tekanan diastolik. 5pabila peningkatan afrerload berlangsung lama, ventrikel kiri mungkin mulai mengalami hipertrofi .pembesaran/. Dengan hipertrofi, kebutuhan oksigen vertrikel semakin meningkat sehingga vertrikel harus memompa darah lebih keras lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut .Cor-in, $%%(/. 1.,. -ekanisme Pengaturan $ekanan Dara% Tekanan darah arteri diatur dalam batas8batas tertentu untuk perfusi 2aringan yang cukup tanpa menyebabkan kerusakan pada sistem vaskular, terutama intima arterial. Tekanan darah arterial langsung seimbang dengan hasil curah 2antung dan resistensi vaskular perifer. Pada orang normal dan hipertensi, curah 2antung dan resistensi perifer diatur oleh suatu mekanisme pengatur yang yang saling tumpang tindih ; barorefleks disalurkan melalui sistem saraf simpatik, dan sistem renin8 aldosteron. >bat8obat antihipertensi pada umumnya menurunkan tekanan darah dengan mengurangi curah 2antung dan?atau menurunkan resistensi perifer .0ycek, $%%#/. 1... $erapi Hipertensi 1...1. $erapi Non /armakologi

a.

Penderita prehipertensi dan hipertensi sebaiknya dian2urkan untuk memodifikasi gaya hidup, termasuk .#/ penurunan berat badan 2ika kelebihan berat badan, .$/ melakukan diet makanan yang diambil D56H . Dietary Approaches to Stop Hypertension/, .+/ mengurangi asupan natrium hingga lebih kecil sama dengan $,' g?hari NaCl, .'/ melakukan aktivitas fisik seperti aerobik, .3/ mengurangi konsumsi alkohol dan .7/ menghentikan kebiasaab merokok.

b.

Penderita yang didiagnosis hipertensi tahap # atau $ sebaiknya ditempatkan pada terapi modifikasi gaya hidup dan terapi obat secara bersamaan. .6ukandar, $%%(/

1...2. $erapi /armakologi a. b. Pemilihan obat tergantung pada dera2at meningkatnya tekanan darah dan keberadaan compelling indications. :ebanyakan penderita hipertensi tahap # sebaiknya terapi dia-ali dengan diuretik thiaBide. Penderita hipertensi tahap $ pada umumnya diberikan terapi kombinasi, salah satu obatnya diuretik thiaBide kecuali terdapat kontraindikasi. c. d. 5da enam compelling indications yang spesifik dengan obat antihipertensi serta memberikan keuntungan yang unik. Diuretik, C bloker, inhibitor Angiotensin-Converting Enzyme .5C /, Angiotensin II eceptor !loker .59!/, dan Calci"m Channel !loker .CC!/, merupakan agen primer berdasarkan pada data kerusakn organ target atau morbiditas dan kematian kardiovaskular. d. D !loker, D$8agonis sentral, inhibitor adrenergik, dan vasodilator merupakan alternatif yang dapat digunakan penderita setelah mendapatkan obat pilihan pertama. .6ukandar, $%%(/