Sie sind auf Seite 1von 3

BAB III DEFINISI 1.

Pengertian Definisi Definisi adalah suatu pernyataan yang memberikan arti pada sebuah kata atau frase. Definisi adalah perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat yang menerangkan apa sebenarnya suatu hal itu sehingga dapat dengan jelas dimengerti dan dibedakan dari semua hal lain. Maka definisi yang baik harus memenuhi syarat : Merumuskan dengan jelas, lengkap dan singkat semua unsur pokok (isi) pengertian tertentu.

Yaitu unsur-unsur yang perlu dan cukup untuk mengetahui apa sebenarnya barang itu (tidak lebih dan tidak kurang). Sehingga dengan jelas dapat dibedakan dari semua barang yang lain. Contoh : ayah = orang tua laki-laki Dalam setiap definiens (Penjelasan yang menjelaskan sesuatu tersebut ) terbagi menjadi dua, yaitu : a. genera (genus), dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah jenis, b. differentia (difference), dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah sifat pembeda. Jadi dalam mendefinisikan suatu kata adalah menganalisis jenis dan sifat pembeda yang dikandungnya. Dengan menggunakan contoh diatas, maka dapat kita lihat bahwa Ayah merupakan definiendum sedangkan orang tua laki-laki adalah definiens, yang bisa kita bedakan menjadi orang tua sebagai genera dan laki-laki sebagai differentia.

2. Tujuan Membuat Definisi Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa. Definisi mempunyai tujuan untuk menetukan batas suatu pengertian dengan tepat, jelas dan singkat. Maksudnya menentukan batas-batas pengertian tertentu sehingga jelas apa yang dimaksud, tidak kabur dan tidak dicampur adukkan dengan pengertianpengertian lain. Ada 5 tujuan membuat definisi, yaitu : Menambah perbendaharaan kata

Menghilangkan kerancuan atau ambiguitas Hal ini penting karena dengan menggunakan suatu kata yang rancu nantinya akan mengakibatkan argumen yang dikeluarkan juga menjadi rancu. Memperjelas arti suatu kata

Menjelaskan secara teoritis Definisi dibuat untuk menjelaskan teori yang didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Contoh : H2O adalah unsur kimia untuk air

Mempengaruhi tingkah laku Contoh : Kejujuran, adalah kelurusan hati, perbuatan baik. Dengan membaca kata kejujuran orang dapat dipengaruhi untuk menjadi orang jujur. 3. Jenis-jenis Definisi Menurut Alex Lanur, Poespoprodjo dan Nicholas Rescher secara garis besar jenis definisi dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Definisi Nominal Suatu jenis definisi yang baru sama sekali atau memberikan suatu arti baru pada kata yang sudah lama ada, dan definisi ini merupakan suatu cara untuk menjelaskan sesuatu dengan menguraikan arti katanya. Contoh : Madrasah adalah sekolah agama bagi orang muslim. Dalam Definisi Nominal dapat dinyatakan dalam 3 cara, yaitu : a. Definisi dapat diuraikan dari asal-usulnya (etimologi), contoh : Filsafat, yaitu dari Philos yang berarti pencinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan jadi arti Filsafat adalah Pencinta Kebijaksanaan b. Namun tidak semua bisa dilakukan dengan cara etimologi, maka supaya jelas definisi nominal ini harus dilengkapi keterangan tentang bagaimana definisi ini telah digunakan dalam masyarakat. c. Dapat dinyatakan dengan menggunakan sinonim

2. Definisi Riil Mendefinisikan kata yang sudah umum digunakan, biasanya yang terdapat dalam kamus bahasa. Definisi Riil dapat dibedakan dalam 4 jenis definisi, yaitu : a. Definisi Hakiki, definisi yang sungguh-sungguh menyatakan hakekat sesuatu, atau suatu pengertian yang abstrak yang hanya mengandung unsur pokok yang sungguh-sungguh perlu untuk memahami suatu golongan yang tertentu dan untuk membedakannya dari semua golongan yang lain, sehingga sifat golongan itu tidak termasuk dalam hakekat sesuatu itu. Contoh : Burung Merpati dan Burung Layang dapat dibedakan b. Definisi Deskriptif, definisi ini menggunakan ciri khas asesuatu yang akan didefinisikan. Ciri khas adalah ciri yang selalu dan tetap terdapat pada setiap benda yang tertentu, contoh : cinta kasih itu sabar, cinta kasih itu murah hati, tidak memegahkan diri, tidak angkuh, tidak lekas marah, tidak mementingkan diri sendiri, suka akan kebenaran. c. Definisi Final atau definisi yang menunjukkan maksud dan tujuan sesuatu, contoh : arloji adalah suatu alat untuk menunjukkan waktu yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dalam saku atau diikat di lengan. d. Definisi Kausalitas, yaitu definisi yang menunjukkan sebab akibat, contoh : gerhana bulan terjadi karena bumi berada diantara bulan dan matahari.