You are on page 1of 20

1

ANALISA KUANTITATIF SERAT SECARA MIKROSKOPIK


I. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud :
Mengetahu cara menghtung komposs serat dengan cara
mkroskopk.
Tujuan :
- Untuk menghtung komposs serat-serat yang terdapat pada
bahan campuran terutama apaba serat tdak dapat dpsahkan
secara mekanka atau kma.
- Untuk mengetahu komposs serat campuran pada bahan tekst.
Cara n berdasarkan sfat kearutan serat terhadap zat kma.
- Untuk mengetahu presentas |ens serat pada bahan/ benang.
II. TEORI DASAR
Pemerksaan serat dengan mkroskop terutama dmaksudkan untuk
mengetahu bentuk-bentuk penampang mentang, pandangan membu|ur,
dmens, struktur bagan daam serat dan permukaan serat.
Sean tu |uga untuk mengetahu kearutan dan pewarnaan serat
pada pengu|an mkro.
Pengukuran dimensi serat :
Untuk beberapa pengu|an serat sepert dentfkas, penentuan
grade dan sebaganya, pengukuran dameter serat dan dmens annya
adaah pentng.
Pengukuran dmens serat dakukan dengan mkroskop yang dengkap
dengan mcrometer. Mkrometer yang sederhana berupa prngan kaca
kec yang mempunya skaa sangat haus.
Mkrometer n detakkan pada bdang dafragma ensa okuer,
sehngga akan berhmpt dengan bayangan serat yang dbentuk ensa
ob|ektf. Karena ensa okuer akan dfokuskan pada bdang yang sama
dengan bayangan serat, maka bayangan serat maupun skaa mcrometer
2
bersama-sama daam satu focus dan dperbesar daam perbesaran yang
sama, sehngga dmens bayangan serat dapat dukur daam mkrometer.
Dengan mcrometer |ens an msanya mcrometer far yang
dpasang tetap pada ensa okuer, pembacaan skaa dapat dakukan
sampa dengan ketetan 1/100-nya dar pembagan skaa.
Mkrometer yang dpasang pada ensa okuer hanya dapat
dgunakan untuk pengukuran reatve dar satu benda, msanya
penentuan persen pertambahan besar dameter serat ddaam berbaga
zat car.
Mkrometer okuer tersebut tdak dapat angsung dgunakan untuk
menentukan dmens benda, karena yang dukur sebenarnya adaah
bayangan benda yang teah dperbesar. Oeh karena tu untuk
pengukuran dmens benda yang sesungguhnya, mcrometer okuer
tersebut harus dkabras.
Kabras dakukan dengan membandngkan bagan skaanya
dengan suatu satuan pan|ang yang teah dketahu dar suatu kaca
dengan skaa haus (mcrometer) yang detakkan pada aas ob|ek.
Mkrometer ob|ek n mempunya ukuran sama dengan kaca ob|ek basa,
dengan ukuran skaa 10 mkron dan 100 mkron.
Kalibrasi micrometer okuler :
Mkrometer ob|ek dpasang pada aas ob|ek mkroskop dan datur,
sehngga saah satu gars skaanya berhmpt dengan saah satu gars
skaa mcrometer okuer. Kemudan dcar bagan dar gars skaa
mcrometer ob|ek anya yang berhmpt dengan gars skaa mcrometer
okuer; dan |umah skaa dar kedua mcrometer yang teretak dantara
dua pasang gars berhmpt tersebut dhtung.
Harga satu skaa mcrometer okuer dapat dtentukan dengan
membag |umah skaa mcrometer ob|ek yang teretak dantara 2 pasang
gars yang berhmpt tersebut. Msanya 30 skaa (10 mkron) mcrometer
ob|ek tercangkup oeh 12 skaa mcrometer okuer.
3
In berart harga satu skaa mcrometer okuer adaah 300 mkron
dbag 12 sama dengan 25 mkron. Harga n kadang-kadang dsebut
harga mcrometer.
Pengukuran diameter serat :
Untuk serat buatan sepert nyon yang penampang ntang dan
ukurannya hampr sama, begtu |uga permukaan seratnya haus,
pengukuran dameter serat dapat daukan dengan mudah dan hasnya
tet.
Cara pengukuran diameter serat :
Saah satu gars skaa mcrometer okuer yang teah dkabras
dsete hngga berhmpt dengan saah satu tep bayangan serat. Ha n
dapat dakukan dengan memutar ensa okuer, sehngga gars-gars
se|a|ar dengan tep serat; dan kemudan kaca ob|ek dgeser perahan-
ahan sampa saah satu gars skaa mcrometer berhmpt dengan tep
bayangan serat.
Kemudan |arak antara dua tep bayangan serat dhtung dengan
skaa mcrometer dengan tet. |umah skaa dkakan harga mcrometer
adaah dameter serat. Pengukuran dakukan pada ma serat yang
berbeda, dan harga rata-ratanya adaah dameter serat yang dcar.
Pada serat aam, bentuk penampang ntang dan dameternya
bervaras sangat besar. Daam ha n pengukuran dakukan pada bagan
yang etaknya |auh dar bagan u|ung yang meruncng.
Pengukuran dakukan pang sedkt pada 50 tempat dar serat yang
berbeda. Dameter serat adaah harga rata-ratanya.
III. UJI MIKROSKOPIK
Peralaan : - Mkroskop
- Cover Gass
- Mkrometer
- Sde gass
- |arum
4
!a"an : - Kan Contoh U|
- Cara kerja :
1. Sapkan mkroskop engkap dengan mcrometer.
2. Buat rsan penampang mentang benang. Benang harus seuruhnya
terpotong.
3. Htung |umah penampang serat mnmum sebanyak 1000 serat.
4. Htung dameter masng-masng serat mnma 100 ka. Untuk dameter
serat bundar dhtung pan|ang dameternya. Untuk dameter serat yang
tdak beraturan, ukur yang terpan|ang arah ebar dan pan|ang kemudan
drata - rata.
5. Htung berat |ens masng-masng serat (damb dar tabe).
Berat |ens : Wo 1:3
Poester 1.4
Poamda 1.15
Sutera 1.37
Kapas 1.50 - 1.56
Ram 1.50 - 1.56
6.Htung komposs masng-masng serat sepert perhtungan d bawah.
- Per"#un$an
Msakan komposs kan terdr dar serat A dan B, komposs A dan B:
A : ! % NA & DA
'
& !A : N! & D!
'
& !!
NA : |umah serat A
NB : |umah serat B
DA : dameter A
DB : dameter B
BA : berat |ens A
BB : berat |ens B
Komposs serat A (%) = x 100 %
5
Komposs serat B (%) = x 100 % atau (100 - A) %
- Daa Per()*aan
TERLAMPIR
- D#skus#
Pada praktkum mkroskopk dperukan ketetan yang tngg
karena dmana para praktkan dharuskan menghtung dameter-dameter
serat pada foto yang teah d capture. Ha-ha yang dapat mempengaruh
has akhr antara an :
- Kebershan aat-aat yang akan dpaka, sepert cover gass yang |ka
cover gass tersebut tdak bersh akan membuat kabur pandangan saat
damat dbawah mkroskop
- Potongan mentang kan contoh u|, yang dmana |ka rsannya tdak
setps mungkn, maka tdak akan pua terhat struktur serat yang akan
damat.
- Kes#+,ulan
Dar has praktkum yang teah dakukan, ddapat serat poyester
sebanyak 71,23 % dan serat kapas sebanyak 28,76 %. |ad, dar contoh u|
yang dgunakan pada u| mkroskop n mempunya komposs serat
poyester dan serat kapas.
I-. UJI PELARUTAN
-Ala Dan Pereaks#
Pereaks# :
- H
2
SO
4
60%
- NH
4
OH 10%
Ala :
- Tmbangan eektrk
- Ppet 10 m
- Erenmeyer tutup asah
6
- Cara kerja :
1. Tmbang contoh u| sampa tepat 1 gram.
2. Masukkan ke erenmeyer dan tambahkan H
2
SO
4
10 %.
3. Lau dkocok seama 1 ment.
4. Damkan seama 15 ment.
5. Kocok kemba seama 1 ment.
6. Damkan 15 ment.
7. Kocok ag 30 ment.
8. Contoh u| dcuc oeh ar + NH
4
OH 60 %.
9. Damkan 15 ment.
10. Dcuc ar,au kerngkan dan tmbang.
- Daa Per()*aan
TERLAMPIR
- D#skus#
Pada u| pearutan dakukan seteah u| mkroskop, karena
pearutan akan ebh memudahkan praktkan |ka sudah
mengetahu penampang membu|ur dan penampang mentang
dar contoh u| dan bsa mempredkskan |ens serat pada contoh
u| tersebut, sehngga pemhan zat kma untuk mearutkan
contoh u| akan ebh mudah dan tepat.
Seteah meakukan pengu|an mkroskopk, gambar yang ddapat
dar contoh u| merupakan gambar ddapat serat poyester dan
serat kapas. Karena serat kapas tu tdak tahan atau akan arut
pada asam kuat sepert H
2
SO
4
70 %, maka arutan yang
dgunakan untuk pengu|an n adaah H
2
SO
4
70 % agar
mengetahu berat kapas yang arut oeh asam kuat dan untuk
memastkan bahwa bahan contoh u| n benar-benar serat
campuran antara serat kapas dan poyester.
Ha yang peru dperhatkan ketka meakukan u| pearutan antara
an :
7
- Kebershan aat-aat yang akan dpaka ketka pengu|an, pastkan aat
yang dpaka tdak terkontamnas zat-zat kma an sean zat-zat kma
yang dpaka.
- Pemotongan contoh u|, contoh u| seharusnya dpotong kec-kec agar
has dar u| pearutan tersebut ebh terhat dan praktkan ebh mudah
daam menympukan.
- Kes#+,ulan
Rata-rata komposs serat kapas yang ddapat seteah u| pearutan adaah
24,77 % dan rata-rata komposs serat poester yang ddapat
adaah 75,21 %.
UJI !ILAN.AN TEM!A.A
I. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud
Mengetahu cara meakukan u| bangan tembaga dan mengevauas has
u|.
Tujuan
8
Pengu|an ddasarkan pada dentfkas adanya gugus karboks atau
gugus adehd yang dapat dakukan dengan dua cara, yatu : pengu|an
cara Trotman dan pengu|an cara Ceben dan Geacke.
II. TEORI DASAR
Kerusakan serat seuosa secara kuanttatf dakukan antara an
dengan penetapan bangan tembaga.
Bangan tembaga adaah |umah tembaga yang dreduks dar
kupro (cu2+) men|ad kupr (cu+) oeh 100g seuosa apaba
dker|akan daam arutan fehng atau arutan se|ens. Pengu|an
dapat dakukan dengan cara Trotman atau cara Ceben dan
Geacke. Cara trotman menggunakan aka kuat sehngga apaba
penger|aan kurang hat - hat aka kuat dapat mengubah gugus
pereduks men|ad non pereduks, ha n dapat memberkan na
bangan tembaga yang ebh kec dar seharusnya.
Angka tembaga dtentukan menurut cara anasa kuanttatf
fehng yang teah dmodfkas, dan untuk mendapatkan has
yang dapat dbandngkan, maka cara pengu|an yang dgunakan
harus sama.
Tabe 1.1
Na bangan tembaga dan berbaga tngkat kerusakan
|ens serat Bangan tembaga Fudtas arutan 0,5%
Kapas murn < 1 1 - 2
Rayon vskosa 0,8 - 1,5 8 - 14
Rayon kupro 0,5 - 1,5 2,5 - 6
Rayon asetat 2,8 - 3,2 5,3 - 5,4
Asam 10% 0,3 10
Asam 30% 0,8 18
Asam 50% 1,4 27
Oksdas 10% 0,5 10
Oksdas 30% 2,0 20
Oksdas 50% 4,2 27
Aka 10% 0,2 10
Aka 20% 0,5 20
Aka 30% 1,8 27
*) du| pada fudtas arutan 2%
9
III. PENETAPAN !ILAN.AN TEM!A.A
Pen$uj#an Cara Tr)+an
- Ala dan Pereaks#
Pereaks# :
- Larutan Fehng A1: 70 g/ CuSO
4
- Larutan Fehng B1: 140 g NaOH dan 346 g K.Na Tartrat daam
1ter ar
- Larutan ferrc aum daam asam sufat pekat
- H
2
SO
4
2 N
- KMnO
4
0,1 N
Ala-ala :
1. Erenmeyer 250 m
2. Paa geas 100 m
3. Pendngn refuks
4. Penyarng Goesh
5. Pompa vacuum
- Cara Kerja :
Contoh u| dpotong kec-kec (1x1 cm) tmbang tepat 1 g.
Masukkan ke daam abu Erenmeyer.
Masukkan kemudan kedaamnya 25 m arutan Fehng A1, 25
m arutan Fehng B1 dan batu ddh.
Ddhkan dengan menggunakan pendngnan refuks seama 15
ment (dukur mua saat menddh).
Sarng dengan penyarng Goesh, kemudan bas dengan ar
menddh sampa bersh.
Pndahkan contoh u| kedaam paa geas yang bers 25 m
arutan ferrc aum-asam sufat.
Sarng kemba dengan penyarng Goesh.
Cuc dengan 10 m H
2
SO
4
2 N.
10
Bas dengan aquades sampa bersh.
Ftrat dttras dengan KMnO
4
0,1 N.
Lakukan ttras banko untuk arutan ferrc aum sufat.
- Per"#un$an :
Bangan Tembaga : (a-b) x N KMnO
4
x BA Cu x 100
Berat contoh u| (mg)
(a-b) x 0,1 x 63,5 x 100
1 x 1000
a : ttar contoh u|
b : ttar banko
- Daa Per()*aan
TERLAMPIR
Kes#+,ulan :
Berdasarkan tabe contoh u| adaah kapas murn dan rusak oeh aka 10
%
Pen$uj#an Cara Cl#e*en dan .ea(ke
- Ala dan Pereaks#
Pereaks :
- Larutan Fehng A2 : 100 g/ CuSO
4
- Larutan Fehng B2 : 50 g NaHCO
3
dan 350 g Na
2
CO
3
daam 1ter
ar.
- H
2
SO
4
2 N.
- NaHCO
3
20 g/L.
11
Aat-aat :
1. Erenmeyer 250 m
2. Paa geas 100 m
3. Pendngn refuks
4. Penyarng Goesh
5. Pompa vacuum
- Cara Kerja :
- Contoh u| dpotong kec-kec (1x1 cm) tmbang tepat 1 g.
Masukkan ke daam abu Erenmeyer.
Masukkan kemudan kedaamnya 5 m arutan Fehng A2; 45 m
arutan Fehng B2 dan batu ddh, aduk |angan sampa berbusa.
Ddhkan dengan menggunakan pendngnan refuks seama 3
|am (dukur mua saat menddh).
Sarng dengan menggunakan penyarng Goesh, bas dengan
NaHCO
3
2% kemudan dengan ar menddh sampa bersh.
Pndahkan contoh u| kedaam paa geas yang bers 25 m
arutan ferrc aum-asam sufat.
Sarng kemba dengan penyarng Goesh.
Cuc dengan 20 m H
2
SO
4
2 N.
Bas dengan aquades sampa bersh.
Ftrat dttras dengan KMnO
4
0,1 N.
Lakukan ttras banko untuk arutan ferrc aum sufat.
- Per"#un$an
Bangan Tembaga : (a-b) x N KMnO
4
x BA Cu x 100
Berat contoh u| (mg)
(a-b) x 0,1 x 63,5 x 100
1 x 1000
12
- Daa Per()*aan
TERLAMPIR
- Kes#+,ulan :
Menurut tabe rusak karena aka 10%.
DISKUSI
Pada Has percobaan cara Trotman dan Ceben & Geacke
berbeda, namun has keduanya menun|ukkan na ttras yang
sangat kec. Ha tu kemungknan dkarenakan tdak bershnya /
ster aat-aat yang dgunakan, zat-zat kma yang mash terssa
pada aat-aat dapat mengkontamnas zat-zat yang sedang
dpaka saat ttras berangsung. Kedua adaah pada saat
pemanasan, kemungknan suhu berebh dan tmng yang tdak
tepat dapat mempengaruh has ttras dan ketetan dar
praktkan sendr saat meakukan ttras.
KESIMPULAN
Bangan Tembaga
Contoh u| adaah kapas murn
Cara Trotman : serat rusak karena aka 10 %.
Cara Ceben & Geacke : serat rusak karena aka 10%.
!ARIUM ACTI-IT/ NUM!ER
I. Maksud dan ujuan
Maksud
Mengetahu cara u| barum actvty number dan mengevauas has
u|.
Tujuan
13
Untuk mengdentfkas banang dan kan dar kapas yang teah
dmerser bak yang teah maupun tdak dceup.
II. Te)r# dasar
Kapas yang teah dmerser bentuk seratnya men|ad sepert snder,
puntranya hang dan pada sfat-sfatnya ter|ad beberapa perubahan,
msanya daya absorpsnya men|ad ebh tngg, karena tu untuk
membedakan kapas yang teah dmerser dengan kapas basa dakukan
dengan mengamat pada bentuk seratnya dengan menggunakan
mkroskop atau dengan cara penodaan, terutama dengan yodum.
Untuk mengdentfkas kapas merser dapat dakukan dengan
beberapa cara tetap apaba dera|at mersersas ngn dketahu, maka
hanya ada tga cara yang dapat dgunakan.
Saah satu cara dantaranya yatu anasa struktur serat dengan
snar x. Cara n kurang pentng karena sean memerukan aat snar x,
|uga mengevauas hasnya sukar. Sedangkan cara an aah penentuan
angka aktftas barum atau angka hdrosa. Penentuan angka aktftas
barum adaah cara yang dgunakan oeh DSTI.
Penentuan angka aktifitas barium :
Dasar cara n aah makn tngg dera|at mersersas kapas, makn
banyak barum hdroksda yang dserap oeh kapas dar arutan. Ssa
barum hdroksda ddaam arutan dtentukan dengan cara ttras
menggunakan arutan asam korda.
Daam cara n dperukan kapas yang tdak dmerser, basanya
berbentuk benang sebaga kapas standar; dan arutan barum hdroksda
0,25 N yang dbuat dengan cara mearutkan serph Ba(OH)
2
, 8 H
2
O 39,43
gram ddaam 1 ter ar.
Kan yang du| harus bebas dar bahan penyempurnaan, kemudan
2,5 gram (atau 5 gram untuk dua pengu|an) kan yang du| bersama-
sama kapas standar dengan berat yang sama dmasak ddaam arutan
14
yang mengandung 10 gram sabun netra dan 2 gram natrum karbonat
daam 1 ter ar, pada suhu ddh seama 1 |am. Seteah dcuc berka-
ka dengan ar hngga bebas aka, kemudan dkerngkan kemudan
dkondskan ddaam atmosfer standar seama beberapa |am.
Kan yang teah dmurnkan seberat 2 gram dan kapas standar
seberat 2 gram masng-masng dmasukkan kedaam tabung Erenmeyer
bers 30 m. Larutan barum hdroksda 0,25 N dan dtutup rapat. Kan
drendam daam arutan tersebut seama pang sedkt 2 |am pada suhu
kamar samb dkocok.
Seteah 2 |am masng-masng arutan damb 10 m. dan dttras
dengan arutan asam korda 0,1 N dengan ndcator fenoptaen. Sean
tu |uga dakukan ttras terhadap 10 m arutan barum hdroksda 0,25
N as.
Dar has ttras tersebut angka aktftas barum dapat dhtung
dengan rumus sebaga berkut:
Angka aktftas barum = a - b / a - c x 100
Dmana: a : Voume asam korda ( daam m) untuk ttras 10 m.
Larutan barum hdroksda 0,25 N as
b : Voume asam korda ( daam m) untuk ttras 10 m.
Larutan yang mengandung contoh u|
c : Voume asam korda (daam m) untuk ttras 10 m.
Larutan yang mengandung kapas standar.
Benang dan kan kapas yang dmerser daam perdagangan akan
mempunya angka aktftas barum 115 - 130, dan kapas dmerser
sempurna (aboratorum) dapat mencapa 155.
III.Pereaks# dan Ala-ala
Pereaks :
Barum Hdroksda 0,25 N
Asam Korda 0,1 N
Fenoftaen (ndcator PP)
Bahan contoh u|
15
Aat-aat :
1. Buret 50 m
2. Erenmeyer tutup asah 100 m = 3 buah (untuk contoh u|,
banko,)
3. Pendngn Refuks
4. Geas paa 100 m
5. Erenmeyer 250 m
6. Ppet voume 10 m
I-. Cara kerja :
1. Contoh u| dtmbang tepat sebanyak 1 gram + arutan
barum hdroksda 30 m dmasukkan kedaam Erenmeyer
tutup asah 100 m damkan seama 2 |am pada suhu kamar
samb dkocok-kocok.
2. Kapas pembandng (kapas standar) dtmbang tepat sebanyak
1 gram + arutan barum hdroksda 30 m dmasukkan
kedaam erenmeyer tutup asah 100 m damkan seama 2
|am pada suhu kamar samb dkocok-kocok.
3. Untuk banko, arutan barum hdroksda 30 m dmasukkan
kedaam Erenmeyer tutup asah 100 m damkan seama 2
|am pada suhu kamar samb dkocok-kocok.
4. Ppet 10 m (dengan ppet voume) masng-masng arutan tsb
masukkan kedaam Erenmeyer 250 m, tambahkan ndcator
PP 2-3 tetes au ttras dengan arutan HCL 0,1 N ttras
sampa tepat tak berwarna.
- Per"#un$an
Has ttras banko = a m
Has ttras sampe = b m
Has ttras Pembandng = c m
BAN = a - b x 100%
a - c
16
- Daa Per()*aan
TERLAMPIR
- D#skus#
Pada pengu|an BAN n bertu|uan untuk mengetahu |ens bahan
dar contoh u| yang dmerser dan tdak dmerser. Akan tetap, mash
banyak kesaahan yang dakukan sehngga has yang ddapat tdak
sesua. Ha n dsebabkan oeh kurang tetnya pada saat pengu|an.
Beberapa faktor yang mungkn men|ad penyebab kesaahan praktkum
antara an:
1. Bahan yang dtmbang tdak sesua dengan kebutuhan sehngga
pada saat ttras has yang ddapat tdak tepat.
2. Penambahan arutan hdroksda terau berebh, sehngga has
yang ddapat pun tdak tepat.
3. Aat-aat yang dgunakan mash kurang bersh sehngga adanya
kotoran atau zat-zat kma yang mash menempe pada aat-aat
yang dgunakan dapat mengganggu seama proses berangsung
dan pada saat ttras sut untuk mendapatkan na yang sama
dengan banko.
4. Pada saat ttras tekanan untuk mengeuarkan HCL tdak konstan
atau
terau cepat sehngga menyebabkan a|u perubahan warna ttras
men|ad cepat, dan has yang ddapat tdak tepat.
- Kes#+,ulan
Dar has praktkum Barum Actvty Number angka yang
ddapat adaah 105,88 % ,ha n menun|ukan bahwa kan contoh u|
tdak dmerser.
17
UJI KEDE0ASAAN SERAT
I. Maksud dan Tujuan
Maksud
Mengetahu cara u| kedewasaan serat dan mengevauas has u|.
Tujuan
Standar n menentukan persen serat dewasa dar contoh serat kapas
dengan menggunakan prnsp penggeembungan dengan menggunakan
on NaOH.
II. Te)r# dasar
Pengu|an n dakukan dengan pengamatan dbawah mkroskop
bak secara membu|ur maupun mentang, medum yang
dgunakan adaah NaOH, seteah beberapa saat maka akan
terdapat perbedaan penggeembungan antara kapas dewasa
dengan kapas muda.
Pengu|an n mencakup penentuan persen serat dewasa dar
contoh serat kapas tdak mengaam proses kma bak yang
beum doah maupun yang durakan dar bahan tekstnya.
Pengu|an n menggunakan prnsp penggeembungan serat
kapas dengan arutan NaOH.
Defnsnya sebaga berkut :
- Kedewasaan adaah dera|at pertumbuhan dndng serat.
- Contoh u| adaah serat kapas yang teah dsapkan pada
serangkaan kaca ob|ek.
18
- Serat dewasa adaah serat kapas yang ddaam arutan NaOH
menggeembung, kehangan puntran tampak sepert batang.
Teba dndngnya sama atau ebh besar ebar umennya.
- Serat beum dewasa adaah serat kapas yang daam arutan
NaOH :
- Tampak menggeembung, tetap mash berbentuk spra.
- Tetap pph, berdndng tps dan hampr tembus
pandang/transparan.
Dar has pengu|an n maka ddapatkan perbandngan antara
kapas dewasa dan kapas muda, sehngga dar has yang ddapat
maka dapat dtentukan bahwa kapas tersebut masuk grade apa.
UJI KEDE0ASAAN SERAT
III1 Ala dan !a"an
Bahan :
- Larutan NaOH 18 %
- Lak merah
Aat-aat :
1. Mkroskop dengan ensa pembesaran sampa dengan 400 x
2. Cover gas dan sde gass
3. Gabus
4. |arum dan benang
5. Set / cuter
I-. Cara Kerja :
a2 Pena+,an$ +e+*ujur
o U| penampang serat secara membu|ur, serat kapas damb
kemudan dratakan se|a|ar datas kaca ob|ek dengan
menggunakan |arum sehngga serat men|ad terbuka, au
dtutup dengan cover gass dan dtetes dengan arutan Naoh
18 %.
o Amat penampang serat tersebut perbesaran sampa 400 x.
19
o Htung serat dewasa dan muda dengan |umah mnma 100.
*2 Pena+,an$ +el#nan$
o U| penampang serat secara mentang, serat kapas damb
kemudan dratakan au dber ak merah, barkan sampa
kerng.
o Sapkan |arum kemudan ber benang.
o Sapkan gabus dan masukkan |arum kedaam gabus, tark
|arum sebagan sampa terdapat engkungan dan masukkan
sekeompok serat yang sudah dber ak merah tark perahan-
ahan.
o Irsah serat yang terdapat dgabus setps mungkn dengan
menggunakan cuter/set au smpan dkaca ob|ek dan tutup
dengan cover gass tetes dengan NaOH 18 % .
o Amat penampang serat secara mentang perbesaran sampa
400 ka.
o Htung serat yang dewasa dan muda dengan men|umahkan
mnma 100.
- Per"#un$an
|umah mnma serat = 100
Kapas Dewasa = |umah serat dewasa x 100 %
|umah serat tota
- E3aluas#
> 70 % = Kapas dewasa
68-70% = Kapas cukup
< 68 % = Kapas muda
- Daa Per()*aan
Data percobaan terampr pada haaman berkutnya.
- D#skus# :
Pada pengu|an kedewasaan serat mash banyak kesaahan yang
dakukan sehngga has yang ddapat tdak tepat. Ha n dsebabkan
20
karena kurang tetnya pada saat pengu|an. Adapun beberapa faktor
yang mungkn berpengaruh pada pengu|an kedewasaan serat terutama
pada saat mengamat kan contoh u| yang du| d bawah mkroskop,
daam menghtung serat kapas muda dan tua tdak tet sehngga has
perhtungan kurang tepat karena menun|ukan bahwa kan contoh u|
merupakan kapas muda.
Kes#+,ulan :
Menurut data yang dperoeh, serat kapas yang d u| termasuk serat
kapas muda, karena persen |umah serat dewasa < 68 %.
DAFTAR PUSTAKA
- Buku bahan a|ar praktkum evauas kma tekst 2013,STTT ,
Bandung