You are on page 1of 2

Koreksi ektropion kelopak mata bawah, dapat berupa lakukan marker pada skin crease palpebra superior

prosedur tarsal stripdanhorizontally tightened kelopak dilajutkan dengan injeksi anestesi lokal dengan
mata bawah. Koreksi lagophthalmos dilakukan pentocain 2% sub cutan pada marker. Lakukan insisi
denganmenggunakanlempengemas yang dijahitkan blepharoplasty dengan blade nomer 15 diarea marker,
3
buat skin muscle flap, identifikasi tarsus dan rawat pada kelopak mata atas.
perdarahan. Jahit lempengan emas 24 karat seberat
0,8 gram diatas tarsus dengan benang vicryl 6,0 LAFOkANKASbS
melalui dua lubang di ujung lempengan emas. Jahit Seorang wanita 49 tahun dikonsulkan oleh
kulit secara continue dengan benang prolene 6,0. dapartemen kulit dan kelamin dengan mata kiri tidak
bisa menutup sejak 2 tahun terakhir, sebelumnya
penderita mengalami pengobatan lepra yang
Teknik horizontal tightening yaitu dilakukan injeksi
dinyatakan sembuh dan penderita mengalami reaksi
lidocain pada palpebra inferior di area kantus lateral
pada saat pengobatan lepra tersebut. Didapatkan
dan sub konjungtiva di forniks inferior. Gunting
keluhan mata kiri yang selalu berair sehingga terasa
palpebra inferior secara vertical dari tepi kantus
tidak nyaman, Tidak didapatkan riwayat penyakit
lateral 4-5mm selanjutnya gunting lid margin secara
kencing manis, darah tinggi dan pemakaian kaca
horizontal 1cmdi daerah forniks. Kemudian lakukan
mata. Tajam penglihatan mata kanan dan kiri, 6/6 dan
penarikan palpebra inferior yang kendor ke kantus
6/20 S+ 0,75 6/6. Pemeriksaan segmen anterior
lateralis sampai 4-5mm kemudian gunting secara
mata kiri didapatkan lid retraction, scleral show,
vertikal area yang kendor. Selanjutnya dilakukan
lagopthalmos ektropion dan horizontal laxity.
identifikasi tarsus dan penjahitan dengan vicryl 6,0 (2
Segmen posterior tidak ditemukan kelainan.
tempat) dari tarsus ke ligamen kantus lateralis. Jahit
luka dikulit dengan prolene 6,0 beri salep mata
2
FENAIALAKSANAAN antibiotika pada kedua luka di kulit kelopak mata.
Pada penderita ini dilakukan pemasangan
lempengan emas 24 karat, (gold weight loading)
seberat 0,8 gram yang dijahitkan pada tarsus. Untuk
HASIL EVALbASI
ektropion dan horizontal laxity palpebra inferior
dilakukan horizontally tightening. Evaluasi pasca operasi dilakukan 1 minggu, 2
minggu dan 1 bulan. Pada saat penderita kontrol
sebulan kemudian didapatkan tajam penglihatan
IEKNIK OFEkASI
tetap dan kel opak mata ti dak di dapatkan
Teknik operasi pemasangan Gold Loading yaitu lagopthalmos dan ektropion.
bawah dan lid retraction kelopak mata atas akibatnya FENDAHbLbAN
reflek mengedip dan produksi air mata menurun dan Penyakit lepra atau Morbus Hansen merupakan
dapat barakibat keratitis sampai terjadi ulkus kornea. infeksi kronis yang disebabkan bakteri batang tahan
Lagophthalmos adalah keadaan dimana asam mycobacterium leprae. Pola penularan belum
kelopak mata tidak dapat menutup secara sempurna diketahui secara pasti walaupun saluran nafas atas
yang salah satu penyebabnya adalah parese saraf merupakan tempat masuk kuman yang paling
2
fasialis. Ektropion adalah keadaan dimana kelopak banyak. Gambaran klinis penyakit ini mengenai
mata membalik keluar, sehingga lid margin tidak banyak sistem, lesi pada kulit, saraf perifer, saluran
2
retikulondothelial menyentuh bola mata. nafas atas, sistem , tulang dan
mata. Gambaran klinis pada mata dapat berupa Penatal aksanaan parese saraf fasi al i s
madarosis, lagophthalmos dan ektropion paralitik bermacam-macam dapat berupa: lubrikasi mata
yang terjadi karena adanya parese saraf fasialis (N agar mata menjadi nyaman dapat berupa tetes mata
V, N V). Dapat pula terjadi keratitis neurotropik dan atau pemberian salep mata pada malam hari,
1-3
botulinum toxin disuntikkan untuk mendapatkan efek uveitis anterior.

ptosis. Tarsoraphy dilakukan untuk mendapat Gambaran klinis parese saraf fasialis dapat
efek kosmetik dan mengurangi tepaparnya kornea. berupa lagophthalmos, ektropion kelopak mata
A8SIkACI
Furpose: To report the result of eyelid reconstruction surgery with gold weight loading of the upper eyelid for
paralytic lagopnthalmos and horizontal tightening of the lower eyelid for ectropion. Methods: A case report, 49
years old woman, her left upper eyelid couldn't close after treatment of leprosy reaction for about two years at Dr.
Soetomo Hospital. Best visual acuity was 6/6, 6/20 S+ 0,75 6/6 (OD/OS). Anterior segment c| the right eye was
lagopnthalmos and ectropion of the lower eyelid was found. We performed gold weight loading 0,8 g (24 carat)
sutured to the anterior surface of the tarsal plate, and horizontally tightening of the lower eyelid for ectropion.
kesu|ts: Followup evaluations showed no lagopnthalmos and ectropion. Conc|us|on: Agood result c| adequate
management w|tn gold weight loading of the upper eyelid for paralytic lagopnthalmos and horizontally tightening
of the lower eyelid for ectropion.
Keywords: gold weight loading, horizontally tightening, paralitic lagopnthalmos ectropion
Correspondence: Hani Faradis, c/o: Departemen/SMF lmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas

1OI
1urnal Oftalmologi Indonesia
1OI
I S S N . 1 6 9 3 - 2 5 8 7 Jurnal Oftalmologi ndonesia Vol. 6, No. 3, Desember 2008 : Hal. 204 - 206 205 Jurnal Oftalmologi ndonesia Vol. 6, No. 3, Desember 2008
MANAGEMENT OF PARALYTIC LAGOPHTHALMOS
CAUSED BYLEPROSYREACTION
kotno Doem||oh, Hon| Forod|s, Nugroho W|tjoksono
Departemen lmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UNAR/RSU Dr. Soetomo Surabaya
Management of Paralytic Lagophthalmos
Gombor 1. L|c |et|cct|cn, Sc'e|c :ncw, dan ektropion Gombor 2 Didapatkan lagopthalmos
kelopak bawah mata kiri.
24 karat yang dijahitkan pada tarsus dan FEM8AHASAN
horizontally tightening untuk ektropion pada Kedaan lagophthalmos dan ekstropion yang
penderita dengan lagophthalmos dan ektropion disebabkan oleh penyakit lepra atau Morbus
par al i t i k yang di sebabkan r eaksi l epr a. Hansen, pada umumnya disebabkan adanya parese
Di dapatkan hasi l yang memuaskan, ti dak saraf fasialis (N ) yang akan menimbulkan
didapatkan lagopthalmos dan horizontal laxity komplikasi keratitis eksposure sampai bisa terjadi
kembali. ulkus kornea.
Penatalaksanaan pada parese fasialis ini dapat
berupa lubrikasi mata supaya mata terasa nyaman,
pemberian salep mata, namun hal tersebut hanya
DAFIAkFbSIAKA
bersifat sementara. Untuk koreksi lagophthalmos ini
1. Kanski JJ, Clinical Opthalmology, 5 th edition,
dilakukan pemasangan lempengan emas yang
Butterworth-Heinemann. 2003, pp 697-698.
setel ah di eval uasi di dapatkan hasi l yang
2. Cassin B, Sheila A.B, Solomon, Dictionary of eye
memuaskan. Unt uk ekst ropi on di l akukan
terminology, 3 th edition, Florida, Triad publishing
horizontally tightening yang menghasilkan mata
company. 1997, pp 154.
tidak ekstropion lagi.
3. Holds J. B., Orbit, Eyelids and Lacrimal system,
AmericanAcademy of Opthalmology: SanFransisco.
KESIMFbLAN 2006, pp 195-196.
4. Leatherbarrow B, Oculoplastic Surgery, Manchester, Telah dilakukan pemasangan lempengan
Gillingham : Martin Dunitz, 2002, p 95-96. emas, (gold weight loading) seberat 0, 8 gram
Gombor 3. lempengan emas 24 karat dengan berat Gombor 4. Lempengan emas dijahitkan pada tarsus
0,8 gram kelopak mata atas
Gombor 5. Tidak didapatkan '|c |et|cct|cn, :c'e|c Gombor . Keadaan pasein 1 bulan paska operasi, tidak
didapatkan lagopthalmos dan ektropion lagi. :ncw, dan ektropion kelopak bawah
mata kiri. 1 bulan sesudah operasi
1OI
206 Jurnal Oftalmologi ndonesia Vol. 6, No. 3, Desember 2008
Management of Paralytic Lagophthalmos