You are on page 1of 8

METODOLOGI PENELITIAN PERTEMUAN XI METODE ANALISIS DATA

Oleh:

Ni Luh Dea Kemuning 110630 0!"

#AKULTAS EKONOMI DAN $ISNIS UNI%ERSITAS UDA&ANA '013

Ma(am)Ma(am Me*+,e Anali-iAda dua metode secara umum yang dapat digunakan dalam penelitian yaitu analisis data secara kualitatif yang digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pada analisis ini tidak menggunakan alat statistik, akan tetapi dilakukan dengan menbaca tabel-tabel, grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia kemudian melakukan uraian dan penafsiran. Analisis data secara kuantitatif digunakan pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Pada pendekatan seperti ini menggunakan alat statistik. Bila pendekatan menggunakan alat statistik berarti analisis data dilakukan menurut dasar-dasar statistik. Ada

dua macam alat statistik yang digunakan yaitu: Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial. Jika dili at dari !umla "ariabel yang dianalisis ada # !enis analisis data yaitu: $. Analisis %ni"ariat, analisis yang menggunakan $ "ariabel. &. Analisis Bi"ariat, analisis yang menggunakan & "ariabel. #. Analisis 'ulti"ariat, analisis yang menggunakan # atau lebi "ariabel Jika dengan menganalisis data kualitatif diperole gambaran yang teratur tentang suatu peristi(a atau ke!adian maka statistik ini disebut )Deskriftif* misalnya pengukuran nilai sentral +,ata-rata, 'edian, 'odus-, de"iasi, per itungan angka indeks, ukuran korelasi, dan trend. 'etode lebi lan!ut dimana dalam analisis tersebut memberikan cara bagaimana menarik kesimpulan mengenai ciri-ciri populasi tertentu berdasarkan Inferensial*. Pemilihan Me*+,e Anali-iPemili an metode analisis data menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif. Dalam pendekatan kuantitatif persyaratan pertama yang arus terpenu i adala alat u!i statistik yang akan digunakan arus sesuai. Pertimbangan utama dalam memili alat u!i statistic ditentukan ole pertanyaan untuk apa penelitian tersebut dilakukan dan ditentukan ole tingkat.skala, distribusi dan penyebaran data. Pertimbangan kedua dalam memili alat u!i statistik ini adala luasnya pengeta uan statistik yang dimiliki serta ketersediaan sumbersumber dalam ubungannya dengan per itungan dan penafsiran data. 'etode penelitian dengan pendekatan kualitatif berbeda dengan pendekatan kuantitatif, dalam pendekatan kualitatif per atian dipusatkan kepada prinsip umum yang mendasari per(u!udan dan satuan ge!ala yang ada dalam ke idupan manusia atau pola yang ada. Analisis yang dilakukan adala ge!ala sosial dan budaya dengan menggunakan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan untuk memperole pola yang berlaku, dan pola tersebut dianalisis dengan teori yang ob!ektif. Penelitian kualitatif mampu mengungkapkan ge!ala yang ada di masyarakat secara sistematis. /le karena itu urutan atau sistimatika yang ada dalam penelitian memberikan urutan serta pola berfikir secara sistematis dan komplek. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini mampu mengungkap ge!ala yang ada di masyarakat secara sistematis secara mampu mengungkapkan ke!adian yang sebenarnya se ingga akan sulit ditolak kebenarannya. asil dari analisis serangkaian sampel yang diambil dari populasi tersebut dinamakan )'etode Statistik

Dalam memili metode analisis perlu dipertimbangkan: 0 1ecocokan.kesesuaian metode. 0 1e andalan.ketanggu an. 0 1epekaan. 0 1ecepatan.kemuda an. 0 1epraktisan . fleksibel. 0 1eamanan. 2ara menentukan metode analisis yang akan digunakan: 0 'enetapkan tu!uan. 0 Jenis metode. 0 1emungkinan penggunaan metode. 0 'acam atribut metode yang digunakan. 0 Pemili an metode alternati"e. 3aktor lain yang men!adi pertimbangan dalam memili metode analisis adala : 0 Apaka analisis dilakukan untuk $ sampel, !arang atau sering dengan conto yang sama. 0 Pereaksi apa sa!a yang arus tersedia. 0 Berapa lama (aktu yang diperlukan. 0 Apa !enis matriks sampel yang dianalisis. 0 Berapa tingkat ketelitian yang di arapkan. 0 Apa ada 4at pengganggu. 0 Apa ada badan k usus atau persyaratan peraturan, batas tindakan, atau batas pelaporan. 0 Apaka diperlukan prosedur yang mampu menseleksi,mendeteksi, dan identifikasi untuk campuran. 0 Berapa biaya yang arus dibayar pelanggan. Jika menggunakan metode yang dikembangkan sendiri arus: 0 'erupakan kegiatan yang direncanakan 0 Ditugaskan kepada personil yang memenu i persyaratan 0 Dilengkapi dengan sumber daya laboratorium yang memadai. Apabila menggunakan metode non standar, maka arus :

0 'endapat persetu!uan pemilik sampel 0 'emenu i spesifikasi yang dipersyaratkan ole pemilik sampel 0 Sesuai dengan tu!uan analisis. Pemilihan Me*+,e S*a*i-*i. Menu/u* S.ala Pengu.u/an Pemili an ter adap alat statistika dalam penelitian kuantitatif sangat tergantung pada skala pengukuran dari "ariabel yang digubakan. Dalam analisis nantinya apaka menggunakan statistik parametrik atau statistik non parametrik. Bila dalam analisis kuantitatif tersebut dimana skala ukuran "ariabel adala nominal atau ordinal umumnya menggunakan statistik non parametrik. Apabila skala ukuran "ariabel yang digunakan adala inter"al atau rasio maka statistik yang digunakan adala statistik parametrik. 5alaupun demikian untuk skala inter"al atau rasio dapat !uga menggunakan alat statistik non parametrik namun banyak sekali ke ilangan informasi yang dimiliki ole data dengan skala inter"al dan rasio tersebut. Penggunaan statistik parametrik dan non parametrik untuk menganalisis data k ususnya mengu!i ipotesis yang dia!ukan. 2onto statistik parametrik antara lain korelasi product moment, korelasi parsial, korelasi ganda, regresi, analisis "arian dan sebagainya. 2onto statistik non parametrik adala 2 i kuadrat, 'ann 5 itney, 'c 'emar, 2oc ran, 2oefisien contingency, korelasi ,ank Spearman, 1ruskal 5allis, dan sebagainya. 'enurut sugiono +&66#:$78-, ipotesis deskriptif yang akan diu!i dengan statistik parametrik merupakan dugaan ter adap nilai dalam satu sampel dibandingkan dengan standar, sedangkan sampel. 9ipotesis komparatif merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan secara signifikan nilai-nilai & kelompok atau lebi . 9ipotesis asosiatif adala dugaan ter adap ada tidaknya ubungan secara signifikan antara dua "ariabel atau lebi . Diba(a ini diberikan tabel yang berisi tentang penggunaan statistik parametrik dan non parametrik untuk mengu!i ipotesis. ipotesis deskriftif yang akan diu!i dengan statistik non parametrik merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan secara signifikan nilai antar kelompok dalam satu

9ipotesis penelitian yang akan diu!i dalam penelitian berkaitan erat dengan perumusan masala yang dia!ukan (alaupun tidak setiap penelitian arus ada ipotesisnya. :etapi setiap penelitian arus merumuskan masala . Pada tabel diatas yang memuat tentang teknik statistik belum lengkap terutama untuk mencari pengaru +"arian- tertentu ter adap "arian "ariabel lain. %ntuk mencari pengaru "arian "ariabel dapat digunakan teknik statistik yaitu dengan meng itung besarnya koefisien determinasi. 1oefisien determinasi di itung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi yang tela ditemukan dan selan!utnya dikalikan dengan seratus persen +$66;-. 'isalnya !ika ditemukan korelasi positif dan signifikan antara "ariabel bebas dengan "ariabel terikat sebesar 6,<6 ini berarti ba (a koefisien determinasi sama dengan 6,<6& = 6,>7. Jadi dapat disimpulkan ba (a "arian yang ter!adi pada "ariabel dependen >7; dapat di!elaskan melalui "arians yang ter!adi pada "ariabel bebas. Dan sisanya sebesar #>; dipengaru i ole "ariabel lain yang tidak masuk dalam model. In*e/0/e*a-i 1a-il)1a-il Anali-i- Da*a %ntuk interpretasi yang didasarkan atas statistik deskriptif k ususnya tabulasi silang ada ketentuan atau aturan yang perlu diper atikan. Jika diasumsikan ada satu "ariabel yang bertindak sebagai "ariabel pengaru dan satunya lagi sebagai "ariabel terpengaru maka ara per itungan untuk tabulasi silang selalu di itung seara dengan "ariabel pengaru nya. Dalam menginterpretasikan tabulasi silang tersebut dengan membandingkan angka persen pada sel tabel seara dengan "ariabel pengaru nya.

Interpretasi asil penelitian dilakukan untuk mencari makna dan implikasi yang lebi luas dari asil- asil penelitian. Interpretasi asil analisis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut: $. &. Interpretasi secara terbatas karena peneliti ubungan yang ada dalam penelitiannya. Peneliti mencoba mencari pengertian yang lebi didapatkannya dari analisis. Interpretasi secara terbatas karena peneliti anya melakukan interpretasi atas data dan ubungan yang ada dalam penelitiannya. Interpretasi ini dalam pengertian sempit tetapi paling sering dilakukan. Pada (aktu menganalisis data penelitian, secara otomatis peneliti membuat interpretasi dimana analisis dan interpretasi yang dilakukan sangat erat ubungannya karena keduanya dilakukan ampir bersamaan. Apabila peneliti mencoba mencari pengertian yang lebi luas tentang asil- asil yang tela didapatkannya dari analisis. 9al ini dilakukan ole peneliti dengan cara membandingkan asil analisis dengan kesimpulan peneliti lain dan dengan meng ubungkan kembali interpretasinya dengan teori. :a ap ini sangat penting dilakukan, namun sering tidak dilakukan ole peneliti social. 'isalnya suatu penelitian menggunakan teknik korelasi untuk mencari ubungan dua "ariabel. Setela di itung diperole asil koefisien korelasi yang cukup tinggi +r = 6,<?yang dinamakan analisa. Proses analisa arus di!a(ab ole seorang dengan tingkat signifikansi 6,66$, ta ap inila luas tentang asil- asil yang tela anya melakukan interpretasi atas data dan

kemudian dilan!utkan dengan menginterpretasikan koefisien korelasi yang diperole tersebut. Dalam proses interpretasi ada serangkaian pertanyaan yang peneliti yaitu sebagai berikut ini: $. Apaka arti koefisien korelasi 6,<? tersebut@

&.

Apaka

arti yang lebi

luas dari penemuan tersebut bila dibandingkan dengan

asil

penelitian-penelitian terda ulu@ Arti koefisien korelasi 6,<? ini adala karena nilainya tinggi dan signifikan dapat dikatakan ba (a korelasi yang tinggi dapat disimpulkan ba (a ubungan yang tinggi antara "ariabel yang satu dengan "ariabel yang lainnya bukan ter!adi secara kebetulan tetapi secara sistematis. 'aka dapat dikatakan ipotesis tersebut didukung ole obser"asi atau realitas, dengan demikian asil ini dapat dikatakan mendukung teori dengan konsisten. Pada garis besarnya analisis dalam penelitian sosial dapat dibagi kedalam dua +&kelompok yaitu sebagai berikut: $. Analisis untuk katagorikal. &. Analisis untuk data bersambung. 'etode analisis dengan data katagorikal ini menggunakan metode tabulasi silang. Sedangkan data yang berkesinambungan biasanya menggunakan alat statistik seperti distribusi frek(ensi, ukuran kecenderungan sentral, analisis perbedaan, analisis "arians, analisis multi "ariat dan sebagainya.