You are on page 1of 25

TUGAS MICROCONTROLLER LAPORAN PRAKTIKUM

TUGAS MICROCONTROLLER LAPORAN PRAKTIKUM oleh : 1. HABIBAH ZAHRA FALUQI (09) 2. NIKEN ENDRAS CAMARITA DIII

oleh :

  • 1. HABIBAH ZAHRA FALUQI

(09)

  • 2. NIKEN ENDRAS CAMARITA DIII 2 A

(22)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MALANG

2013

BAB I MICRO CONTROLLER UNIT (MCU)

BAB I MICRO CONTROLLER UNIT (MCU) Microcontroller merupakan komponen elektronika yang berwarna hitam dan mempunyai kaki

Microcontroller merupakan komponen elektronika yang berwarna hitam dan mempunyai kaki yang banyak. Microcontroller digunakan untuk pengontrolan atau pengendalian. Microcontroller bisa digunakan dengan low power yaitu 5V. Berikut ini merupakan gambar detail pin pada microcontroller :

BAB I MICRO CONTROLLER UNIT (MCU) Microcontroller merupakan komponen elektronika yang berwarna hitam dan mempunyai kaki

Microcontroller dapat bekerja jika ada rangkaian minimum sistem. Rangkaian minimum sistem terdiri dari kristal, capasitor keramik, elektrolit capasitor (elco), dan resistor. Berikut ini adalah gambar rangkaian minimum sistem pada microcontroller :

5V

5V 10 μ F 1 VCC / 40 2 39 3 38 4 37 5 36

10 μF

1

VCC / 40

2

39

3

38

4

37

5

36

6

35

7

34

8

33

9

/ RST

32

10

EA / 31

11

30

12

29

13

28

14

27

15

26

16

25

17

24

18

/ XTAL 1

23

19

/ XTAL 2

22

20

/ GND

21

10 KΩ 12 MHz 27 p F
10 KΩ
12 MHz
27 p F

Fungsi masing-masing komponen pada rangkaian minimum sistem :

Elektrolit capasitor (elco) yang bernilai 10 μF berfungsi sebagai power on reset atau melakukan peresetan otomatis ketika power dinyalakan. Ketika power supply dinyalakan, maka elektrolit capasitor (elco) akan melakukan pengisian. Kemudian saat power supply dimatikan maka microcontroller akan melakukan peresetan otomatis dan arus dari capasitor

akan dibuang ke ground melewati resistor 10 KΩ. Kristal yang bernilai 12 MHz berfungsi untuk membangkitkan pulsa. Grafik pulsa :

5V 10 μ F 1 VCC / 40 2 39 3 38 4 37 5 36

1

0

Capasitor yang bernilai 27 pF berfungsi untuk menghilangkan harmonisa. Terminal EA dijumper dengan VCC berarti menggunakan memori internal, sedangkan jika terminal EA dijumper dengan GND berarti menggunakam memori eksternal.

BAB II INPUT MICRO CONTROLLER UNIT (MCU)

Pada microcontroller terdapat input dan output yang disambungkan pada pin-pin IC microcontroller. Disini akan dibahas mengenai input microcontroller. Dimana terdapat dua macam inputan pada microcontroller yaitu input tombol dan TTL.

a.

Tombol

Active Low

5 V

BAB II INPUT MICRO CONTROLLER UNIT (MCU) Pada microcontroller terdapat input dan output yang disambungkan pada

M a s u k k e P in M C U

Gambar Rangkaian Active Low Pada rangkaian tombol active low, saat tombol belum di tekan MCU sudah mendapatkan inputan logika high (1) sedangkan saat tombol ditekan MCU mendapatkan inputan logika low (0).

Active High

5 V M a s u k k e P in M C U
5 V
M a s u k k e
P in M C U

Gambar Rangkaian Active High Pada rangkaian tombol active high, saat tombol belum di tekan MCU sudah mendapatkan inputan logika low (0) sedangkan saat tombol ditekan MCU mendapatkan inputan logika high (1).

  • b. Rangkaian TTL (Transistor Transistor Logic)

Tegangan Sama dengan TTL

24V

 Active High 5 V M a s u k k e P in M C
Vcc output 0
Vcc
output
0
 Active High 5 V M a s u k k e P in M C

Masuk ke

Pin MCU

Gambar Rangkaian TTL Output sensor dapat langsung terhubung dengan microcontroller karena sensor dan microcontroller mendapat input tegangan yang sama.

Tegangan Lebih dari TTL Sensor PNP

24V

5 V

 Tegangan Lebih dari TTL  Sensor PNP 24V 5 V Vcc output 0 V Masuk
 Tegangan Lebih dari TTL  Sensor PNP 24V 5 V Vcc output 0 V Masuk
 Tegangan Lebih dari TTL  Sensor PNP 24V 5 V Vcc output 0 V Masuk
 Tegangan Lebih dari TTL  Sensor PNP 24V 5 V Vcc output 0 V Masuk

Vcc

output

output

0 V

Masuk ke

Pin MCU

Gambar Rangkaian Sensor PNP Saat keadaan awal, optocoupler terhubung ke ground dan tidak tersambung ke Vcc. Saat sensor PNP bekerja, maka ground terhubung dengan Vcc sehingga akan mengalir tegangan dari sensor PNP kemudian tegangan bertemu dengan resistor sehingga timbul arus. Kemudian arus tadi akan menyalakan led, kemudian cahaya yang dikeluarkan led akan menshortkan transistor sehingga arus akan mengalir ke microcontroller.

Sensor NPN

24V 5 V Vcc output 0 V
24V
5 V
Vcc
output
0 V

Masuk ke

Pin MCU

Gambar Rangkaian Sensor NPN Saat keadaan awal, optocoupler terhubung ke Vcc dan tidak tersambung ke ground. Saat sensor NPN bekerja, maka Vcc terhubung dengan ground sehingga akan mengalir tegangan dari sensor NPN kemudian tegangan bertemu dengan resistor sehingga timbul arus. Kemudian arus tadi akan menyalakan led, kemudian cahaya yang dikeluarkan led akan menshortkan transistor sehingga arus akan mengalir ke microcontroller.

BAB III OUTPUT MICRO CONTROLLER UNIT (MCU)

Beban AC Jika output microcontroller adalah beban AC maka membutuhkan resistor, transistor, dan relay. Relay berfungsi untuk menarik kontak (saklar) AC yang dibutuhkan untuk menjalankan beban AC. Berikut ini adalah contoh output microcontroller berupa beban AC :

5V 12V 1 VCC / 40 2 39 3 38 4 37 5 36 10 μF
5V
12V
1
VCC / 40
2
39
3
38
4
37
5
36
10 μF
6
35
7
34
8
33
220V
9
/ RST
32
10
EA / 31
11
30
12
29
13
28
1 KΩ
BD139
14
27
10 KΩ
15
26
16
25
17
24
12 MHz
18
/ XTAL 1
23
19
/ XTAL 2
22
20
/ GND
21
27 p F

Tegangan yang keluar dari output microcontroller adalah 5V. Kemudian tegangan melewati resistor sehingga timbul arus. Kemudian arus tadi menshortkan transistor sehingga arus bisa mengalir ke relay. Kemudian saat arus melewati relay tadi, timbul medan magnet sehingga bisa menarik kontak dan akhirnya arus akan ke lampu dan lampu menyala. Beban DC Jika output microcontroller adalah beban DC maka hanya membutuhkan resistor dan transistor. Berikut ini adalah contoh output microcontroller berupa beban DC :

5V 5V 5V 5V 12V 1 VCC / 40 2 39 3 38 4 37 10
5V
5V
5V
5V
12V
1
VCC / 40
2
39
3
38
4
37
10 μF
5
36
6
35
buzzer
7
34
8
33
9
/ RST
32
10
EA / 31
11
30
12
29
13
28
1 KΩ
BD139
14
27
10 KΩ
15
26
16
25
17
24
12 MHz
18
/ XTAL 1
23
19
/ XTAL 2
22
20
/ GND
21
27 p F

Tegangan yang keluar dari output microcontroller adalah 5V. Kemudian tegangan melewati resistor sehingga timbul arus. Kemudian arus tadi menshortkan transistor sehingga arus bisa mengalir ke buzzer dan akhirnya buzzer berbunyi.

BAB IV

APLIKASI

Pengontrolan menggunakan Microcontroller Unit (MCU) pada masa sekarang ini sudah banyak digunakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan menggunakan PLC dan kontaktor. Salah satu contoh aplikasi pengontrolan dengan MCU adalah Bell Tiga Pintu. Pada aplikasi Bell Tiga Pintu ini menggunakan inputan berupa tiga micro push button 5V yang dirangkai active high. Sedangkan outputannya berupa sebuah buzzer 9-12V.

S1

Micro Controller Unit

(MCU)

  • S3

buzzer
buzzer
S2
S2

Gambar Blok Diagram Rangkaian Bell Tiga Pintu Cara kerja dari rangkaian Bell Tiga Pintu ini adalah pada setiap bell yang ditekan dari masing-masing pintu akan mengeluarkan suara tanda pada buzzer yang berbeda-beda. Pada saat bell pada pintu satu (S1) yang ditekan maka buzzer akan berbunyi satu kali tanpa pengulangan selama 5 detik. Pada saat bell pada pintu dua (S2) yang ditekan maka buzzer akan berbunyi tiga kali selama 3 detik dengan delay waktu pengulangan selama 3 detik. Sedangkan pada saat bell pada pintu tiga (S3) yang ditekan makan buzzer akan berbunyi lima kali selama 1 detik dengan delay waktu pengulangan 5 detik.

5V 5 V 5 V 5 V S1 S2 S3 1 VCC / 40 2 39
5V
5 V
5 V
5 V
S1
S2
S3
1
VCC / 40
2
39
3
38
4
37
5
36
10 μF
6
35
7
34
8
33
12 V
9
/ RST
32
10
EA / 31
5 V
11
30
Buzzer
12
29
4K7 Ω
13
28
14
27
BD 139
10 KΩ
1K Ω
15
26
16
25
17
24
12 MHz
18
/ XTAL 1
23
19
/ XTAL 2
22
20
/ GND
21
27 pF

Gambar Rangkaian Detail Bell Tiga Pintu Komponen pada rangkaian bell tiga pintu :

  • a. IC AT89S51

  • b. Xtal 12 MHz

  • c. Capacitor Keramik 27 pF

  • d. Elco 10 µF/16 V

  • e. IC 7805

  • f. Resistor 4k7Ω

  • g. Resistor 10kΩ

  • h. Resistor 1kΩ

  • i. Transistor BD139

  • j. Micro Push Button

  • k. Buzzer DC 9-12V

  • l. PCB Lubang

  • m. Timah

Flowchart

BAB V

SOFTWARE

Mulai T T T Apakah S1 Apakah S2 Apakah S3 Ditekan? Ditekan? Ditekan? Y Y Y
Mulai
T
T
T
Apakah S1
Apakah S2
Apakah S3
Ditekan?
Ditekan?
Ditekan?
Y
Y
Y
Buzzer ON
Buzzer ON
Buzzer ON
Delay 5 detik
Delay 3 detik
Delay 1 detik
Buzzer OFF
Buzzer OFF
Buzzer OFF
Delay 3 detik
Delay 1 detik
Buzzer ON
Buzzer ON
Delay 3 detik
Delay 1 detik
Buzzer OFF
Buzzer OFF
Delay 3 detik
Delay 1 detik
Buzzer ON
Buzzer ON
Delay 3 detik
Delay 1 detik
Buzzer OFF
Buzzer OFF
Delay 1 detik
Buzzer ON
Delay 1 detik
Buzzer OFF
Delay 1 detik
Buzzer ON
Delay 1 detik
Buzzer OFF

Software

  • 1. Pembuatan software pada pengontrolan microcontroller menggunakan Keil uVision4, langkah pertama yang dilakukan adalah membuka software Keil uVision4 sehinggan pada layar akan muncul seperti gambar dibawah.

 Software 1. Pembuatan software pada pengontrolan microcontroller menggunakan Keil uVision4 , langkah pertama yang dilakukan
  • 2. Untuk memulai project baru, klik pada menu Project pilih sub menu New µVision Project seperti gambar di bawah.

 Software 1. Pembuatan software pada pengontrolan microcontroller menggunakan Keil uVision4 , langkah pertama yang dilakukan
  • 3. Setelah mengeklik New µVision Project, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah. Terlebih dahulu sebelum membuka software Keil uVision4, buatlah folder baru yang akan digunakan untuk menyimpan data software program microcontroller. Ketik nama file sesuai dengan project yang dibuat (contoh : 3pintu) lalu simpan pada folder yang telah dibuat tadi.

4. Seletah klik save maka akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah, pilihlah AT89C51 lalu
  • 4. Seletah klik save maka akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah, pilihlah AT89C51 lalu klik OK.

4. Seletah klik save maka akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah, pilihlah AT89C51 lalu
  • 5. Setelah klik OK maka akan muncul seperti gambar di bawah, untuk memulai menuliskan list program untuk software bell tiga pintu klik New pada toolbar.

4. Seletah klik save maka akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah, pilihlah AT89C51 lalu

6.

Setelah klik New maka akan muncul lembar kerja kosong.

6. Setelah klik New maka akan muncul lembar kerja kosong. 7. Ketik list program yang telah
  • 7. Ketik list program yang telah dibuat pada lembar kerja kosong tadi seperti pada gambar di bawah. List Program :

#include <reg51.h> #include "delay.h" sbit S1=P0^2; sbit S2=P0^4; sbit S3=P0^6; sbit buzzer=P2^6; main(){

while(1){

if(S1==0){

buzzer=1;

delay(300);

buzzer=0;

}

if(S2==0){

buzzer=1;

delay(150);

buzzer=0;

delay(150);

buzzer=1;

delay(150);

buzzer=0;

delay(150);

buzzer=1;

delay(150);

buzzer=0;

}

if(S3==0){

buzzer=1;

delay(50);

buzzer=0;

delay(50);

buzzer=1;

delay(50);

buzzer=0;

delay(50);

buzzer=1;

delay(50);

buzzer=0;

delay(50);

buzzer=1;

delay(50);

buzzer=0;

delay(50);

buzzer=1;

delay(50);

buzzer=0;

}

}

}

8. Masukkan data delay.c dan delay.h yang telah anda punya ke dalam folder penyimpanan project “3pintu”
  • 8. Masukkan data delay.c dan delay.h yang telah anda punya ke dalam folder penyimpanan project “3pintu” tadi.

8. Masukkan data delay.c dan delay.h yang telah anda punya ke dalam folder penyimpanan project “3pintu”
  • 9. Klik File pada Menubar, selanjutnya klik Save As untuk menyimpan lembar kerja yang berisi list program.

8. Masukkan data delay.c dan delay.h yang telah anda punya ke dalam folder penyimpanan project “3pintu”

10.

Sehingga akan muncul kotak dialog penyimpanan. Ketik nama file sesuai yang anda

inginkan dengan menambahkan “.c” pada akhir nama file (contoh : bell.c) lalu klik

Save.

10. Sehingga akan muncul kotak dialog penyimpanan. Ketik nama file sesuai yang anda inginkan dengan menambahkan
  • 11. Setelah klik Save maka nama file pada lembar project anda akan berubah dari “text 3” ke “bell”. Lalu klik Save All.

10. Sehingga akan muncul kotak dialog penyimpanan. Ketik nama file sesuai yang anda inginkan dengan menambahkan
  • 12. Setelah itu klik kanan pada Source Group 1 lalu pilih Add File to Group “Source Group 1”

Selanjutnya masukkan delay.c dan bell.c ke dalam Source Group 1. 13. Setelah itu klik Rebuild pada

Selanjutnya masukkan delay.c dan bell.c ke dalam Source Group 1.

Selanjutnya masukkan delay.c dan bell.c ke dalam Source Group 1. 13. Setelah itu klik Rebuild pada

13. Setelah itu klik Rebuild pada toolbar untuk mengecek apakah software anda sudah jalan atau masih ada kesalahan (error).

Selanjutnya masukkan delay.c dan bell.c ke dalam Source Group 1. 13. Setelah itu klik Rebuild pada
  • 14. Apabila tidak terjadi error pada software maka pada Build Output akan muncul teks seperti dibawah. Build target 'Target 1' assembling STARTUP.A51 ... compiling bell.c ... compiling delay.c ... linking ... Program Size: data=9.0 xdata=0 code=184 "3pintu" - 0 Error(s), 0 Warning(s).

14. Apabila tidak terjadi error pada software maka pada Build Output akan muncul teks seperti dibawah.
  • 15. Setelah dicek tidak terjadi error maka lanjutkan untuk membuat file hexnya dengan mengeklik Target Option pada tollbar.

14. Apabila tidak terjadi error pada software maka pada Build Output akan muncul teks seperti dibawah.
  • 16. Selanjutnya akan muncul kotak dialog Target Option. Ubah besar Xtal (MHz) ke 12.0

Ubah Code Rom Size ke Small: program 2K or less Lalu beri tanda centang (√) pada Use On-Chip ROM (0x0-0xFFF)

Ubah Code Rom Size ke Small: program 2K or less Lalu beri tanda centang (√) pada
Ubah Code Rom Size ke Small: program 2K or less Lalu beri tanda centang (√) pada

17.

Setelah itu pindah pada menu Output, klik centang (√) pada Create HEX File untuk mebuat file hexnya. Selanjutnya klik OK

17. Setelah itu pindah pada menu Output, klik centang (√) pada Create HEX File untuk mebuat
  • 18. Apabila dalam pembuatan file hexnya berhasil maka pada Build Output akan muncul seperti berikut. Build target 'Target 1' assembling STARTUP.A51 ... compiling bell.c ... compiling delay.c ... linking ... Program Size: data=9.0 xdata=0 code=184 creating hex file from "3pintu" ... "3pintu" - 0 Error(s), 0 Warning(s).

17. Setelah itu pindah pada menu Output, klik centang (√) pada Create HEX File untuk mebuat

BAB VI

PROBLEM

 Foto tampak atas  Foto tampak bawah
Foto tampak atas
Foto tampak bawah
BAB VI PROBLEM  Foto tampak atas  Foto tampak bawah 23

Masalah yang dialami

  • a. IC microcontroller yang dibeli salah. Harusnya yang digunakan adalah AT89S51 namun yang terbeli adalah AT89C51.

  • b. Penyolderan konponen ke PCB kurang rapi sehingga rawan short.

Solusi

  • a. Meminjam komponen IC AT89C51 ke kelompok lain.

  • b. Mengecek sambungan pada tiap-tiap komponen untuk memastikan tidak adanya short.

BAB VII KESIMPULAN

  • a. Pengontrolan atau pengendalian dengan microcontroller lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan kontaktor dam PLC dilihat dari segi biaya dan ukuran.

  • b. Membuat sebuah rangkaian microcontroller dibutuhkan ketelitian saat menyolder komponen dan memprogramkannya.