You are on page 1of 3

Pembahasan Pasien wanita 57 tahun datang dengan keluhan luka pada kaki kiri yang tidak sembuh sejak

1 bulan SMRS. Dari keluhan utama, kita dapat memikirkan diagnosis bandingnya, yaitu ulkus varikosum atau ulkus DM. Pasien mengaku luka di dekat pergelangan kakinya pada pinggir kulit yang pernah dicangkok, berukuran sekitar 3 cm x 3 cm, mengeluarkan darah, tidak nyeri, dan tidak bernanah. Pergelangan kaki adalah tempat lain selain poplitea yang merupakan tempat timbulnya varises dan ulkus. Ulkus yang tidak bernanah menandakan tidak adanya infeksi, sehingga dapat dieksklusi ulkus DM meskipun pasien terdiagnosis DM sejak 15 tahun lalu dan gula darah terkontrol. Pasien mengaku timbul varises di bawah lutut kiri sisi medial sejak 25 tahun lalu, pasien sering merasa pegal, nyeri, dan mudah lelah di tungkai kirinya mulai dari paha. Kehamilan juga merupakan faktor predisposisi utama karena peningkatan tekanan intraabdominal atau tekanan langsung pada vena dalam panggul menyebabkan aliran vena dari ekstremitas akan terganggu. Sebagian besar pelebaran vena pada kehamilan akan mengecil lagi sesudah melahirkan, akan tetapi pada pasien menetap hingga saat ini dan bergejala sejak 5 tahun terakhir. Pasien memiliki 3 orang anak, sehingga tekanan dalam vena dapat melebihi kekuatan elastisitas dinding pembuluh dan terbentuk varises. Selain itu ayah pasien juga memiliki varises. Secara herediter, biasanya kelainan disebabkan oleh dinding pembuluh yang tipis atau tidak terbentuknya katup. Faktor lain adalah berat badan yang berlebihan dan peradangan. Pasien dengan tinggi badan 147 cm dan berat badan 74 kg, IMT 34,2 kg/m2 tergolong obese sehingga masuk dalam faktor risiko. Selain itu pasien mulai tua (57 tahun) dan pekerjaan sebelumnya (perawat) yang mengharuskannya sering berdiri dan menggunakan sepatu hak tinggi. Status lokalis sebelum operasi tampak varises pada tungkai kiri daerah poplitea, tampak luka pada tungkai kiri ukuran 8 cm x 7 cm x 0,5 cm, terdapat jaringan granulasi, pus, dan krusta, tidak terdapat jaringan nekrotik. Varises pada medial kruris sinistra diameter 7,2 mm, vena saphena parva sinistra diameter 5,3 mm, kompresibel, trombus (-), vena poplitea sinistra diameter 7,2 mm, kompresibel, trombus (-), refluks (-), vena femoralis sinistra diameter 10 mm, kompresibel, trombus (-), vena saphena magna sinistra diameter 8,4 mm, kompresibel, trombus (-), refluks (+) sphenofemoral pada tes valsava

Status lokalis sekarang?? Varises pada medial kruris sinistra diameter 7,2 mm,

vena saphena parva sinistra diameter 5,3 mm, kompresibel, trombus (-), vena poplitea sinistra diameter 7,2 mm, kompresibel, trombus (-), refluks (-), vena femoralis sinistra diameter 10 mm, kompresibel, trombus (-), vena saphena magna sinistra diameter 8,4 mm, kompresibel, trombus (-), refluks (+) sphenofemoral pada tes valsava Laporan Operasi Bedah Vaskular Tanggal 2 Januari 2014

Tindakan Pembedahan: Ligasi tinggi vena saphena magna sinistra Debridement + STSG

Uraian Pembedahan: Pasien supine dalam anestesi spinal A dan antisepsis lapangan operasi dan sekitarnya Insisi pada inguinal sinistra menembus kutis dan subkutis, identifikasi vena saphena magna dan cabang-cabangnya, 5 buah cabang diligasi Vena saphena magna diligasi dan dipotong USG intraoperatif vena-vena kranial sisi ulkus Ligasi vena-vena yang dilatasi Debridement ulkus dan cuci luka operasi dengan NaCl 0,9% STSG ulkus kruris, donor diambil dari femur sinistra Fiksasi dengan prolene 4.0, tule fluffy, kassa kering, elastik verband Operasi selesai, jumlah perdarahan 30 ml.

Diagnosis Ulkus varikosum kruris sinistra + varises kruris sinsitra post STSG, debridement, dan ligasi tinggi DM tipe 2, obese, gula darah terkontrol OHO

Terapi GV pada site donor dan resipien

Ampisilin sulbaktam 4 x 1,5 g IV Tramadol 3 x 100 mg Ardium CVD 1 x 2 tab