You are on page 1of 5

DRAFT

RAHASIA
RISALAH RAPAT DEWAN KOMISARIS
No.Ris-049/K/DK/2013 11 Juli 2013

Tempat : Ruang Lounge Lt.M, Gedung Utama


Waktu
: Pukul 13.15 15.20
Ref.
: Memorandum Komisaris Utama No.363/K/DK/2013 dan No.366/K/DK/2013
tanggal 1 Juli 2013
Peserta Rapat :
1. Dewan Komisaris :
Sugiharto
Nurdin Zainal *)
Mahmuddin Yasin
A. Edy Hermantoro **)
Bambang P.S. Brodjonegoro
Dewan Komisaris didampingi Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit dan
Sekretariat Dewan Komisaris
2. Nara Sumber :
Direksi :
Karen Agustiawan Direktur Utama
M. Afdal Bahaudin Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko
Muhamad Husen Direktur Hulu
Chrisna Damayanto Direktur Pengolahan *
Hari Karyuliarto Direktur Gas
Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga
Luhur Budi Djatmiko Direktur Umum
Evita M. Tagor Direktur SDM
Andri T. Hidayat Direktur Keuangan
Direksi didampingi Staf Direksi dan BOD Support
Keterangan :
*) = Surat Kuasa No.SK-044/K/DK/2013 tanggal 11 Juli 2013 memberi Kuasa Khusus kepada Komisaris Utama / Komisaris Independen
(Sugiharto)
**) = Surat Kuasa No.SK-043/K/DK/2013 tanggal 10 Juli 2013 memberi Kuasa Khusus kepada Komisaris (Bambang P.S. Brodjonegoro)

AGENDA : MONITORING PENCAPAIAN SASARAN RKAP 2013 SAMPAI DENGAN


BULAN MEI
Direksi memaparkan perihal dimaksud, mencakup Laporan Kinerja HSE, Kinerja
Finansial dan Kinerja Operasional, untuk periode Januari s.d. Mei 2013 : (terlampir)
1. Kinerja HSE (Health, Safety & Environment) :
a. Sampai dengan bulan Mei 2013 sudah terjadi 1 kasus fatality dengan korban
meninggal sebanyak 2 orang, yaitu pada tanggal 14 Januari 2013 dan pada
tanggal 5 Februari 2013. Kasus ini dinilai bukan fatality karena yang
bersangkutan bukan organ Pertamina.
b. Total Recordable Incidence Rate/TRIR sebesar 0,24, lebih kecil dibanding
realisasi pada periode yang sama dalam tahun 2012 sebesar 0,28 dan di bawah
target 2013 sebesar 0,49.
Status : BOC 2 Juli 2013 Catatan - Final

1/5

DRAFT

RAHASIA

c. Oil spills minor (< 15 barrel) telah mencapai 217 kasus, dimana dalam bulan Mei
2013 terjadi 48 kasus.
d. Konsumsi energi listrik mencapai 20,45 Gwh atau lebih rendah 13,7% dari
konsumsi tahun 2010 (sebagai basis perhitungan).
2. Kinerja Keuangan :
a. Laba Bersih Konsolidasian telah mencapai USD1.29 Miliar atau 102,56% dari
target laba RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar USD1.27 Miliar, namun
lebih rendah14% dibanding target periode yang sama dalam tahun 2012 sebesar
USD1.50 Miliar.
b. Walaupun produksi migas masih di bawah target RKAP 2013, namun Laba
Bersih Konsolidasian melebihi target karena realisasi ICP dan delta harga PKS
yang lebih tinggi dibanding parameter RKAP 2013.
c. Realisasi ICP rata-rata mencapai USD106.51/bbl atau lebih tinggi 7% dibanding
parameter RKAP 2013 sebesar USD100/bbl.
d. Realisasi rata-rata delta PKS (terkait harga BBM) sebesar USD12.42/Bbl atau
lebih tinggi 78,39% dari parameter RKAP 2013 sebesar USD6.96/Bbl.
3. Kinerja Sektor Hulu :
a. Realisasi EBITDA Sektor Hulu mencapai USD2.12 Miliar atau 86,06% dari target
RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar USD2.46 Miliar.
b. Realisasi produksi migas mencapai 501,86 MBOED atau 93,47% dari target
RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 535,82 MBOED.
c. Realisasi penambahan cadangan migas (2C) mencapai 15,72 MMBOE, jauh di
bawah target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 362,80 MMBOE.
d. Realisasi produksi panas bumi (own operation) mencapai 9,21 Juta Ton atau
96,89% dari target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 9,33 Juta Ton dan
produksi Listrik mencapai 1.249,57 Gwh atau lebih tinggi 2,39% dibanding target
RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 1.214,04 Gwh.
4. Kinerja Sektor Hilir :
a. Realisasi EBITDA Sektor Hilir operasi sendiri mencapai USD0.36 Miliar, atau
67,697% dari Target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar USD0.53 Miliar.
b. Realisasi Intake Kilang mencapai 130,39 MMBbl, lebih tinggi 2,38% dari Target
RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 127,36 MMBbl.
c. Realisasi produksi kilang untuk Volume 9 (Sembilan) valuable product mencapai
94,41 MMBbl, lebih tinggi 1,86% dari target RKAP 2013 sampai dengan Mei
sebesar 92,68 MMBbl.
5. Kinerja PSO :
a. Kegiatan BBM PSO mendapatkan laba sebesar USD72.30 Juta, atau 495,63%
dibandingkan target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar USD14.59 Juta.
b. Kegiatan LPG PSO mendapatkan laba sebesar USD49.87 Juta, lebih tinggi
30,10% dari target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar USD38.34 Juta.
c. Penjualan BBM Retail PSO mencapai 18,32 Juta KL, lebih rendah 0,44%
dibandingkan target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 18,40 Juta KL.
6. Kinerja Non PSO :
a. Kerugian LPG Non PSO sebesar USD207.02 Juta karena belum ada izin
Pemerintah untuk menaikan harga LPG Non PSO menjadi harga keekonomian.
Status : BOC 2 Juli 2013 Catatan - Final

2/5

DRAFT

RAHASIA

b. Penjualan BBM Retail Non PSO hanya mencapai 0,37 juta KL atau 31,61% dari
target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar 1,16 juta KL.
7. Kinerja Sektor Gas :
Realisasi EBITDA Sektor Gas mencapai USD0.18 Miliar, lebih tinggi 49,04%
dibandingkan target RKAP 2013 sampai dengan Mei sebesar USD0.12 Miliar.
8. Kinerja Investasi s.d. Februari 2013 :
a. Realisasi overall investasi (termasuk M&A) mencapai USD1,321,828 Ribu atau
19,51% dari target RKAP 2013 sebesar USD6,774,398 Ribu atau 40,91%
terhadap drawdown sampai dengan Mei 2013 sebesar USD3,230,763 Ribu.
b. Realisasi investasi (tidak termasuk M&A) mencapai USD1,227,602 Ribu atau
18,12% terhadap RKAP 2013 sebesar USD5,153,935 Ribu atau 76,23%
terhadap drawdown sampai dengan Mei 2013 sebesar USD1,610,300 Ribu.
9. Lain-lain :
Selain pencapaian RKAP sebagaimana tersebut di atas, Direksi juga menyampaikan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Penanganan Fatality :
Untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari, insiden fatality
yang ada sudah diinvestigasi dan dibuat rekomendasi. Hasil rekomendasi
tersebut dimonitor pelaksanaannya dan dijadikan sharing dengan unit lain.
b. Harga LPG Non PSO :
Inflasi tahun 2013 diperkirakan cukup tinggi akibat adanya kenaikan harga BBM
Bersubsidi, namun Pertamina akan mengalami kesulitan apabila harga tidak
dinaikkan.
Apabila harga tidak jadi dinaikkan dalam tahun 2013 ini maka kegiatan LPG
Non PSO diperkirakan akan mengalami kerugian total sekitar USD500 juta.
Apabila harga dinaikkan Rp2000/kg dalam bulan September, hanya akan
mengurangi kerugian sekitar USD520 Miliar.
c. LPG PSO :
Di beberapa daerah, kapal nelayan yang menggunakan solar diberikan converter
agar dapat menggunakan LPG 3 kg. Mengingat bahwa hal ini belum diatur
dalam mekanisme subsidi LPG 3 kg, maka terdapat kemungkinan bahwa biaya
subsidi untuk keperluan ini tidak akan diberikan kepada Pertamina. Hal ini
berpotensi menambah kerugian Pertamina.
d. Target produksi Migas Pertamina :
Dalam beberapa kesempatan, SKK Migas menyampaikan bahwa target produksi
migas Indonesia tidak tercapai karena Pertamina tidak dapat memenuhi target.
Hal ini terjadi karena Pertamina selalu dibebani target kenaikan produksi migas
yang tidak dapat diakomodasi oleh KKKS lain. Target tersebut lebih pada angka
politis yang tidak realistis bagi Pertamina, sehingga selalu terkesan bahwa
produksi migas Pertamina selalu di bawah target. Sebenarnya Pertamina
merupakan satu-satunya KKKS yang mampu selalu meningkatkan produksinya
(sejak tahun 2009 diperkirakan kenaikan sekitar 7% per tahun).
Target yang realistis bagi Pertamina adalah 200 ribu bph dengan breakthrough
mengandalkan EOR melalui Program Brigade 200K.
Untuk ini, Direksi
membutuhkan perlindungan Pemerintah dari sisi hukum dan ketentuan.
Di sisi lain Pertamina akan mencoba teknologi cross flow (no cure no pay) untuk
menurunkan water cut di sumur produksi secara signifikan sehingga dapat
Status : BOC 2 Juli 2013 Catatan - Final

3/5

DRAFT

RAHASIA

meningkatkan produksi minyaknya. Untuk sementara akan dicoba di 100 sumur


dengan harapan didapat tambahan produksi 7.000 bopd.
e. Proyek Cepu :
Untuk memenuhi arahan Presiden agar Proyek Cepu bisa onstream sejak 1 Juni
2014, Direksi memerlukan persetujuan change order dari SKK Migas.
f. Revisi RKAP 2013 :
Berdasarkan perkembangan situasi saat ini, Direksi tidak jadi mengusulkan revisi
RKA 2013, namun cukup melakukan revisi ABI (Anggaran Belanja Investasi)
dalam bentuk pengalihan mata anggaran. Portofolio investasi sudah dikaji ulang
untuk mencari yang quick yield dan menunjang cash flow.
Catatan Dewan Komisaris :
1. Terkait dengan rencana menaikkan harga LPG Non PSO, perlu diwaspadai potensi
bahwa pengguna LPG 12kg akan migrasi ke LPG 3kg (LPG Subsidi). Hal ini
terutama disebabkan oleh adanya disparitas harga yang signifikan. Direksi perlu
terlebih dahulu mempersiapkan alternatif solusi yang konkrit dan mengkaji
mekanisme yang tepat untuk mencegah kemungkinan migrasi tersebut (antara lain
dapat dipertimbangkan sistim distribusi tertutup). Usulan ini disampaikan yang
terbaik pada bulan Oktober karena pada waktu itu diharapkan inflasi sudah
terkendali dan bertepatan dengan pengajuan nota keuangan baru.
2. Direksi perlu lebih memperhatikan realisasi investasi yang masih rendah mengingat
beban coupon (negative carry) dari global bond yang cukup besar. Perlu
percepatan realisasi proyek-proyek investasi, terutama proyek investasi di sektor
Hulu (termasuk M&A). Optimalkan G to G enhancement khususnya untuk proyek
M&A di luar negeri.
3. Mengingat harga bond yang secara umum sedang melemah, Direksi agar melihat
kemungkinan untuk buy back bond Pertamina dengan harga di bawah harga pasar.
Hal ini untuk mengurangi tingkat risiko dan dalam rangka treasury stock yang dapat
diperjualbelikan lagi di kemudian hari.
Rencana tindak lanjut :
Sekretaris Dewan Komisaris agar menyiapkan memorandum Dewan Komisaris kepada
Direksi untuk menyampaikan kembali beberapa catatan Dewan Komisaris tersebut di
atas sebagai bahan untuk monitoring dan evaluasi RKAP selanjutnya.
Jakarta, 11 Juli 2013
PT. PERTAMINA (PERSERO)
No
1
2
3

Dewan Komisaris
Nama
Tanda Tangan
Komisaris Utama / Komisaris
Independen
Sugiharto
Komisaris Independen
Nurdin Zainal
Komisaris
Mahmuddin Yasin

Status : BOC 2 Juli 2013 Catatan - Final

4/5

Direksi
No
1

Nama
Direktur Utama
Karen Agustiawan

Direktur PIMR
M. Afdal Bahaudin
Direktur Hulu
Muhamad Husen

Tanda Tangan

DRAFT
4
5

RAHASIA

Komisaris
A. Edy Hermantoro
Komisaris
Bambang P.S. Brodjonegoro

4
5
6
7
8
9

Direktur Pengolahan *)
Chrisna Damayanto
Direktur Pemasaran & Niaga
Hanung Budya
Direktur Gas
Hari Karyuliarto
Direktur Umum
Luhur Budi Djatmiko
Direktur SDM
Evita M. Tagor
Direktur Keuangan
Andri T. Hidayat **)

Keterangan :
*) = Surat Kuasa No.SK-044/K/DK/2013 tanggal 11 Juli 2013 memberi Kuasa Khusus kepada Komisaris Utama / Komisaris Independen
(Sugiharto)
**) = Surat Kuasa No.SK-043/K/DK/2013 tanggal 10 Juli 2013 memberi Kuasa Khusus kepada Komisaris (Bambang P.S. Brodjonegoro)

Status : BOC 2 Juli 2013 Catatan - Final

5/5