You are on page 1of 16

ASTMA BRONCHIAL Tn. A, 28 tahun, seorang decoration interior designen dating dengan keluhan sesak nafas.

Memang sejak kecil sudah sering sesak-sesak, tetapi menjelang usia 12 tahun hilang sendiri. Tetapi sejak usia 19 tahun kambuh lagi. ekarang !ang disarankan adalah kadang timbul rasa jantung berdebar, terutama setelah minum obat atau menghirup obat sesak. "i#a!at pen!akit$ esak selalu disertai dengan %ngiik&, bias mendadak timbul dan cepat hilang 'dengan atau tanpa obat(, tetapi kadang dapat agak lama dan hilangn!a pelan-pelan. )iasan!a selalu disertai batuk dengan dahak kental dan lengket, terutama setelah serangan berlalu. *a mulai merokok pada usia 19 tahun dan sejak itu sesakn!a perlahan kambuh kembali, tersering kalau tercium bau obat n!amuk, bau-bau aneh dan bergadang. *a sudah berobat ke berbagai dokter maupun secara tradisional, termasuk kebatinan, tetapi semakin sering kambuh dan setiap kali semakin parah serangann!a. +akak ibun!a juga menderita pen!akit !ang sama, begitu pula adikn!a. *a tidak pernah menderita batuk darah dan n!eri dada tak ada. "i#a!at kesukaan ',obb!($ *stri Tn.A sudah 2 tahun memelihara dan menternak berbagai kucing ras dirumah dan semakin sukses tampakn!a. -emeriksaan .isik$ +eadaan umum ,idung .aring -aru $ /ukup baik Tensi 1012111 mmhg, 3adi 11142mnt, $ 5bstruksi 626 , sekret 626 edikit n!eri tekan pada os.7!gomaticus 'de4tra8sinistra( $ 9inding belakang tak rata2 kasar, sedikit hiperemis, post nasal drip 6 $ )entuk toraks 3ormal, sela iga tidak melebar, pergerakan simteri, :okal fremitus normal de4tra2sinistra

)atas jantung; kiri

$ intercostal <, 1 jari medial midkla: kiri

+anan $ mid sternal, atas intercostal *** kiri parasternal )atas paru hati $ intercostal <*, peranjakan 3ormal

)atas ba#ah paru belakang $ kiri, Thora4 =, kanan 1 jari lebih tinggi uara nafas broncho :asculer de4tra2sinistra >hee7ing lirih de4tra2sinistra "onchi basah tak terdengar -emeriksaan ?ab$ ,b ?ekosit ,ematokrit Trombosit @B 2D1.111 1@ gr2dl 0111 *gC ?C9 9iff count 1212282A12B12@ A21 1BD1 21 Cosinofil

-emeriksaan fungsi paru dengan spirometri diperoleh nilai <C-1 E A1F '3ormal 8 A1F(

INTERPRETASI KASUS 1. *dentitas -asien$ 3ama Gmur -ekerjaan Alamat $ Tn. A $ 28 tahun $ -rofesional decoration interior designer $ --

2. Analisis faktor resiko $ a( "i#a!at pen!akit sekarang suspect * -A 'faringitis dan sinusitis( berdasarkan pemeriksaan fisik !aitu didapatkan faring hiperemi, permukaan tak rata, post nasal drip 6, n!eri tekan pada os.7!gomaticus. H* -A dapat menjadi salah satu pencetus astma. b( "i#a!at pen!akit dahulu ejak kecil sering menderita sesak nafas HMenunjukkan bah#a sudah memiliki ri#a!at astma sejak kecil, termasuk dalam astma ekstrinsik c( "i#a!at pen!akit keluarga +akak ibun!a dan adikn!a menderita pen!akit !ang sama HAstma mempun!ai faktor predisposisi !aitu salah satun!a faktor genetik. d( "i#a!at lingkungan *stri Tn.A memelihara dan menternak kucing H"ambut binatang merupakan salah satu alergen !ang dapat mencetuskan astma e( "i#a!at kebiasaan Tn. A mulai merokok sejak usia 19 tahun, semenjak itu keluhan sesak nafasn!a mulai kambuh kembali. etiap mencium bau-bau seperti bau obat n!amuk, sesak nafasn!a akan kambuh. HAsap rokok, bau-bau 'pe#angi( dapat menjadi pencetus serangan astma. @. +eluhan sub!ektif pasien dan hipotesis pen!ebab a( +eluhan utama esak nafas, disebabkan karena serangan astma akut H-ada serangan astma akut terjadi kontraksi otot polos bronkiolus, hipersekresi kelenjar mukosa, edema dinding dalam bronkiolus men!ebabkan pasien kesulitan untuk bernafas 'sesak nafas(

b( +eluhan tambahan Iantung berdebar setelah minum atau menghirup obat sesak. H alah satu obat untuk mengatasi serangan astma !aitu berupa obat beta-2 Adrenergik, !ang memiliki efek samping pada jantung berupa peningkatan perangsangan simpatis sehingga terjadi peningkatan den!ut jantung 'nadi meningkat(. B. Tanda ob!ektif !ang ditemukan a( +eadaan umum $ /ukup baik Tens i 1012111 mmhg Hipertensi grade II (berdasarkan JNC ! 3adi 11142mnt Takikardi b( ,idung $ - 5bstruksi 626 Tidak N"r#a$, karena edema mukosa hidung. - ekret 626 Tidak N"r#a$% karena hipesekresi kelenjar mukosa hidung. - edikit n!eri tekan pada os.7!gomaticus 'de4tra8sinistra( Tidak n"r#a$; karena sinusitis pada sinus maksilaris. c( .aring $ - 9inding belakang tak rata2 kasar,sedikit hiperemis Tidak N"r#a$, karena infeksi faring2 faringitis - -ost nasal drip 6 Tidak n"r#a$, karena sinusitis d( -aru $

- )entuk toraks 3ormal, sela iga tidak melebar, pergerakan simteri, :okal fremitus normal de4tra2sinistra N"r#a$ e( )atas jantung; kiri $ intercostal <, 1 jari medial midkla: kir N"r#a$

+anan $ mid sternal, atas intercostal *** kiri parasternal N"r#a$

f( )atas paru hati $ intercostal <*, peranjakan 3ormal N"r#a$ g( )atas ba#ah paru belakang $ kiri, Thora4 =, kanan 1 jari lebih tinggi N"r#a$ uara nafas broncho :asculer de4tra2sinistra Tidak n"r#a$, curiga pneumonia, atelektasis h( >hee7ing lirih de4tra2sinistra Tidak n"r#a$, karena pada astma terjadi pen!empitan lumen saluran nafas sehingga pada saat udara mele#ati lumen !ang kecil akan menimbulkan bun!i. i( "onchi basah tak terdengar N"r#a$ penjelasan$ "onkhi basah pada umumn!a terdengar pada kelainan paru!ang difus seperti pnemonia, atelektasis, edema interstisial, fibrosis atau karena adan!a pen!empitan saluran nafas. -erlu dibedakan antara ronkhi a#al inspirasi dan rohkhi akhir inspirasi. "onkhi a#al inspirasi berkaitan dengan obstruksi saluran nafas seperti asma, bronkhiss. "onkhi akhir inspirasi terdapat pada kelainan !ang bersifat restriktif misaln!a infiltrat, edema, atelektasis, fibrosis. j( -emeriksaan ?ab$ ,b ?ekosit ,ematokrit 1@ g2dl N"r#a$ '1@-10 g2dl( 0111 ul N"r#a$ 'D.111-11.111 ul( @B F Men&r&n 'B1 - B8 F(

Trombosit 2D1.111 N"r#a$ '1D1.111 J B11.111( 9iff count 1212282A12B12@ (e"sin"'i$% netr"'i$ batang #eningkat! *gC 1BD1 Meningkat '2D-B2D(

Cosinofil A212ul Meningkat 'D1-@112ul( ?C9 21 Meningkat '3ormal E 11(

k( -emeriksaan fungsi paru dengan spirometri diperoleh nilai <C-1 E A1F '3ormal 8 A1F( Men&r&n, biasan!a terjadi pada pen!.paru obstruktif kronis 'obstruksi saluran pernapasan(

D. *dentifikasi masalah Masa$a( ) *iagn"sis Astma bronchial Berdasarkan +eluhan sesak nafas disertai &ngiik& , ada suatu pencetus !ang men!ebabkan munculn!a sesak, hasil pemeriksaan fungsi paru menunjukkan ada suatu obstruksi, hasil pemeriksaan lab menunjukkan Tn. A Iantung berdebar ,ipertensi grade ** * -A ' faringitis dan sinusitis( memiliki alergi. )erdasarkan keluhan pasien, !aitu jantung berdebar setelah minum obat sesak ,asil pemeriksaan tekanan darah

'klasifikasi didasarkan kriteria I3/ A( ,asil pemeriksaan fisik berupa faring hiperemi, tak rata, post nasal drip 6, n!eri tekan os. K!gomaticus

0. 9iagnosis dan diagnosis banding 9iagnosis - Astma bronchial !ang disebakan oleh * -A dan alergi 9iagnosis banding - )ronkitis kronis tipe obstruktif berdasarkan gelaja klinis !ang men!erupai astma !aitu sesak nafas !ang disertai &ngiik&; tetapi keluhan tersebut terjadi menetap 'jika pada astma, sesak terjadi hilang timbul( TINJAUAN PUSTAKA 1. 9efinisi Astma didefinisikan sebagai suatu sindroma klinis dengan keluhan sesak nafas berulang -timbul mendadak, bisa hilang spontan2dg obat -diserrtai ngiik-ngiik '#hee7ing( -bisa timbul kembali -pada akhir serangan akan dibatukkan keluar dahak bening, kental dan lengket

H-ada Tn. A terdapat gejala astma berupa sesak nafas berulang disertai %ngiik& , setelah serangan sesak nafas disertai batuk dengan dahak kental dan lengket. 2. Cpidemiologi pen!akit astma 9ijumpai di seluruh dunia Men!erang laki dan #anita sama ban!ak Anak laki 8 anak perempuan Men!erang seluruh lapisan sosial ekonomi -re:alensi 1-11F @. Ctiologi dan factor pencetus Ctiologi$ )ahan2keadaan tertentu !ang langsung dapat men!ebabkan seseorang menderita Asthma. +adang menjadi pen!ebab tunggal misaln!a "espirator! Allergens, * -A -encetus$ )ahan2keadaan tertentu !g dpt menimbulkan serangan Asthma, tanpa !ang bersangkutan betul-betul menderita pen!akit tsb, misaln!a asap rokok, obat n!amuk, pendinginan udara mendadak, obat tertentu. )ila faktor pencetus hilang, serangan juga akan hilang, mis. pemakaian beta-blocker !ang non-kardioselektif pd orang !g rentan thdp Asthma. -embagian astma 'berdasarkan etiologi dan faktor pencetus( - Astma ekstrinsik terjadi sejak kanak-kanak, ada faktor pencetus dari luar, terdapat peningkatan kadar *gC dan eosinofil - Astma intrinsik terjadi pada saat de#asa, gejala alergi kurang jelas, *gC normal

H-ada Tn. A, sudah terdapat sesak nafas sejak kecil, serangan astma sempat hilang kemudian muncul lagi karena ada faktor pencetus !aitu merokok 'asap rokok(. +eadaan disekitar Tn. A !ang berpotensi utnuk menjadi pencetus !aitu rambut dari he#an peliharaan istri Tn.A 'kucing( B. -atofisiologi ecara umum Ctiologi 6 -encetus +ontraksi otot polos, edema, hipersekresi 'Trias Astma( 5bstruksi bronkiolus akut serangan sesak dengan mengi '#hee7ing( Alergen !ang dihirup utk pertama kali mensensitisasi limfosit ) limfosit ) berubah menjadi sel plasma sel plasma !ang tersensitisasi oleh alergen !g sama untuk kedua kalin!a akan membentuk *gC *gC terikat pada sel mast '!ang ada di sal. Trakeobronkeal( terjadi degenerasi sel mast sel mast mengeluarkan mediator-mediator inflamasi &T"*A akut astma Mediator inflamasi a( egera keluar 'mediator primer( $ - ,istamin men!ebabkan kontraksi otot polos bronkiolus, hipersekresi kelenjar mukosa, edema dinding dalam bronkiolus '%T"*A A TMA&( - Cosinoph!l /hemotactic .actor 'C/.( memperberat gejala %trias astma& - 3eutroph!l /hemotactic .actor '3/.(. b( Men!usul 'mediator sekunder( $ " -A2 erotonin A TMA& erangan

?ekotrien '?T($ ?T/B, ?T9B, ?TCB mempertahankan &trias astma& .aktor agregasi trombosit '-A.( men!ebabkan agregasi trombosit, menginduksi inflamasi, datangn!a sel eosinofil

)eberapa prostaglandin '-L($ -L92, -L.2M mempertahankan %trias astma& Tromboksan 'T4( $ T4A2 D. Anatomi, ,istologi, )iokimia dan .isiologi a( Anatomi sal. -ernapasan 3asal 'rongga hidung( 3asofaring orofaring laringofaring trakea bronkus prinsipalis bronkus lobaris bronkus segmentalis bronkiolus ductus al:eolus saccus al:eoli al:eolus

b( Anatomi paru ?obus )ronkus segmentalis ?etak bronkus di hilus -ulmo de4tra '@( ?obus superior, medius, inferior 11 ejajar A.pulmonalis 'eparterial( -ulmo sinistra '2( ?obus superior, inferior 9 9iba#ah A.pulmonalis 'hiparterial(

- -aru diselimuti oleh pleura, !aitu pleura :isceral dan pleura parietal. "uang diantara kedua pleura disebut ka:um pleura - -aru berbentuk kerucut 'p!ramid( ujung atas disebut Ape4 pulmonalis - -aru mempun!ai @ permukaan 'facies( .acies diafragmatika 'basis pulmonis(, facies mediastinalis, facies costalis - ,ilus pulmonalis 'terdapat di facies mediatinalis( berisi bronkus prinsipalis, A.pulmonalis, <.pulmonalis, A.bronkialis, 3er:i -le4us pulmonalis, 3oduli l!mphatici bronkopulmonales - <askularisasi -aru $ A. bronkialis de4tra 'dari A.intercostalis posterior(, A.bronkialis sinistra 'dari Aorta torachalis( - -ersarafan -aru $ -le4us pulmonalis ' 3.<agus dan serabut simpatikus dari trunkus simpatikus Th ***,*<,< (

c( ,istologi - Trakea Terdiri dari tl.ra#an hialin berbentuk huruf c '10-21 buah(, Cpitel bertingkat torak dengan silia dan sel goblet. - )ronkus prinsipalis struktur sama seperti trakea, tetapi diameter lebih kecil. - )ronkus lobaris dan segmentalis )erbentuk sferis, tl.ra#an berbentuk iregular, susunan otot polos spiral. Mukosa terdiri dari epitel bertingkat dengan silia dan sel goblet.

- )ronkiolus terdiri dari epitel selapis toraks bersilia dan han!a beberapa sel goblet, tetapi dindingn!a sudah tak terdapat tl.ra#an. - 9uktus al:eolaris Terdiri dari serat elastin dan serat kolagen, sedikit serat otot polos. d( )iokimia -ada pasien astma dapat terjadi asidosis respiratorik karena adan!a gangguan pengeluaran /52 pada saat ekspirasi !ang men!ebabkan peningkatan ,2/5@ sehingga -, darah menjadi asam. e( .isiologi - *nspirasi suatu proses aktif, kontraksi otot pernapasan ' diafragma dan m.interkostalis eksternus( "ongga dada membesar tekanan rongga toraks 8 rendah dari tek. Gdara luar udara masuk - Ckspirasi suatu proses pasif, relaksasi diafragma dan m.intercostalis eksternus dan ga!a recoil paru N toraks. "ongga dada mengecil tek. "ongga toraks 8 tinggi dari udara luar udara keluar. - *nspirasi paksa -ada keadaan patologis 'e4$ Astma bronkial (, perlu bantuan otot inspirasi tambahan !aitu m.sternokleidomastoideus, m.pektoralis minor, m.strenoh!oid, m.strenotiroid. - Ckspirasi paksa )antuan m.interkostalis internus, m.rektus abdominis, m.obliOuus abd eksternus dan internus, m.trans:ersus abdominis. - -usat respirasi 'untuk pernapasan spontan( .ormatio retikularis Medulla oblongata - -engatur irama respirasi spontan menjadi halus dan teratur -ons -emeriksaan auskultasi paru

Tujuan pemeriksaan auskultasi paru adalah untuk menentukan adan!a perubahan dalam saluran napas dan pengembangan paru. 9engan auskultasi dapat didengarkan suara napas, suara tambahan, suara bisik dan suara percakapan. uara napas adalah suara !ang dihasilkan aliran udara !ang masuk dan keluar paru pada #aktu bernapas. -ada proses pernapasan terjadi pusaran2 eddies dan benturan2 turbulensi pada bronkus dan percabangann!a. Letaran dihantarkan melalui lumen dan dinding bronkus. -usaran dan benturan lebih ban!ak pada #aktu inspirasi2 menarik napas dibanding ekspirasi2 mengeluarkan napas, hal inilah !ang men!ebabkan perbedaan suara antara inspirasi dan ekspirasi. uara napas ada @ macam !aitu suara napas normal2 uara napas :esikuler, suara napas campuran2 bronko:esikuler dan suara napas bronkial.

:esikuler bernada rendah, terdengar lebih panjang pada fase inspirasi daripada ekspirasi dan kedua fase bersambung2 tidak ada silent gaps. uara napas bronkial bernada tinggi dengan fase ekspirasi lebih lama daripada inspirasi dan terputus2 silent gaps. edangkan kombinasi suara nada tinggi dengan inspirasi dan ekspirasi !ang jelas dan tidak ada silent gaps disebut bronko:esikuler2 :esikobronkial. uara napas :esikuler pada kedua paru normal dapat meningkat pada anak, orang kurus dan latihan jasmani,. )ila salah satu meningkat berarti ada kelainan pada salah satu paru. uara :esikuler melemah kemungkinan adan!a cairan, udara, jaringan padat pada rongga pleura dan keadaan patologi paru. uara napas bronkial tidak terdengar pada paru normal, baru terdengar bila paru menjadi padat, misalkan konsolidasi. uara napas asmatik !aitu inspirasi normal2 pendek diikuti ekspirasi lebih lama dengan nada lebih tinggi disertai #hee7e. uara tambahan dari paru adalah suara !ang tidak terdengar pada keadaan paru sehat. uara ini timbul akibat dari adan!a secret didalam saluran napas, pen!empitan dari lumen saluran napas dan terbukan!a acinus2 al:eoli !ang sebelumn!a kolap. +arena ban!akn!a istilah suara tambahan, kita pakai saja istilah % "onki& !ang dibagi menjadi 2 macam !aitu ronki basah dengan suara terputus- putus dan ronki kering dengan suara tidak

terputus. "onki basah kasar seperti suara gelembung udara besar !ang pecah, terdengar pada saluran napas besar bila terisi ban!ak secret. "onki basah sedang seperti suara gelembung kecil !ang pecah, terdengar bila adan!a secret pada saluaran napas kecil dan sedang, biasan!a pada bronkiektasis dan bronkopneumonia. "onki basah halus tidak mempun!ai sifat gelembung lagi, terdengar seperti gesekan rambut, biasan!a pada pneumonia dini. "onki kering lebih mudah didengar pada fase ekspirasi, karena saluran napasn!a men!empit. "onki kering bernada tinggi disebut sibilan, terdengar mencicit2sOuacking, ronki kering akibat ada sumbatan saluran napas kecil disebut #hee7e. "onki kering bernada rendah akibat sumbatan sebagaian saluran napas besar disebut sonourous, terdengar seperti orang mengerang2 grouning,. uara tambahan lain !aitu dari gesekan pleura2 pleural friction rub !ang terdengar seperti gesekan kertas, seirama dengan pernapasan dan terdengar jelas pada fase inspirasi, terutama bila stetoskop ditekan.

-emeriksaan spirometri Merupakan pemeriksaan untuk mengukur :olume udara inspirasi dan ekspirasi seseorang dalam #aktu tertentu. )esarn!a aliran udara atau :olume !ang berubah dalam #aktu tertentu dapat pula diukur dengan alat ini. Tujuan$ mengukur :olume udara inspirasi dan ekspirasi *ndikasi$ 1. 9iagnosis$ a. +elainan obstruksi dan restriksi b. etiap penderita dengan keluhan sesak napas c. Mengukur akibat suatu pen!akit terhadap faal paru d. Memeriksa orang-orang !ang mempun!ai resiko pen!akit paru e. Menilai resiko prabedah f. Menilai prognosis pen!akit dan status kesehatan

2. C:aluasi$ a. Menilai kemajuan suatu pengobatan asma b. Memonitor para pekerja !ang terpajan bahan-bahan !ang berbaha!a c. Memonitor reaksi suatu obat @. -enilaian lainn!a$ a. Menilai penderita !ang menjalani program rehabilitasi b. Menilai resiko sebagai bagian dari penilaian asuransi c. Menilai kesehatan seseorang !ang terlibat masalah hukum d. Menentukan keluhan seseorang di lingkungan kerja e. -enilaian berkala pada oran-orang !ang merokok +ontraindikasi$ 1. ,emoptisis 2. -neumotoraks @. Languan kardio:askuler B. Aneurisma pasca bedah mata Cfek samping$ 1. )atuk 2. esak +omplikasi$ 1. -neumotoraks 2. -eningkatan tekanan intrakranial @. !ncope, sakit kepala

/ara kerja$ 1. +apasitas :ital paksa '+<-( Iumlah udara !ang bisa di ekspirasikan secara paksa dan cepat setelah inspirasi maksimal. Teknik$ pasien diperintahkan melakukan inspirasi maksimal dan ekspirasi cepat dan sekuat-kuatn!a pada corong spirometer selama mungkin. 2. <olume ekspirasi paksa detik pertama '<C-1(

Iumlah udara !ang dapat diekspirasi maksimal secara paksa pada detik pertama.

Teknik$ <C-*1 dapat diukur setelah pasien melakukan seperti saat mengukur +<-. -emeriksaan rontgen paru pada asthma Tampak corakan paru !ang meningkat. Atelektasis juga sering ditemukan. ,iperinflasi terdapat pada serangan akut dan pada asma kronik. "ontgen foto sinus paranasalis perlu juga bila asman!a sulit dikontrol 0. +omplikasi - 9eformitas toraks %)arrel chest& - *nfeksi akut sal. -ernapasan ba#ah Akibat dari pengumpulan secret !ang terjadi pada saat serangan astma. ekret merupakan media !ang baik untuk pertumbuhan bakteri karena mengandung protein !ang cukup ban!ak. - Cmfisema paru akibat terjadin!a pen!empitan lumen sal. 3apas sehingga udara !ang keluar pada saat ekspirasi jumlahn!a tidak sama dengan jumlah udara !ang dihirup pada saat inspirasi 'jumlah :ol ekspirasi E :ol inspirasi( J terjadi %air trapping& pada al:eolus, lobulus dan lobus - -neumotoraks Gdara !ang terperangkap '%air trapping&( disertai serangan sesak akan men!ebabkan tekanan intrapulmonal meningkat sehingga terjadi rupture pleura :isceralis. A. -enatalaksanaan a( 3on medika mentosa menghindari factor pencetus b( Medika mentosa - )ronkodilator ' Agonis )2 adrenergik( Aminofilik, merupakan pilihan utama karena tidak meningkatkan tekanan darah. - +ortikosteroid menurunkan inflamasi saluran pernapasan. - *nhalasi uap air hangat memudahkan pengeluaran mukus.

- Ckspektoran ' e4$ ambroksol ( memudahkan pengeluaran mukus. - 5bat golongan penisilin ' e4$ amoksisilin ( untuk * -A 8. -rognosis - ad :itam 9ubia ad )onam, karena pen!akit astma tidak mengancam kehidupan - ad fungsionam 9ubia ad Malam, karena pen!akit astma merupakan pen!akit !ang kronis sehingga fungsi sistem pernapasan sudah terganggu - ad sanasionam 9ubia ad Malam, kekambuhan dari pen!akit astma sangat tinggi karena ban!ak faktor pencetus di lingkungan !ang dapat men!ebabkan mudahn!a terjadi serangan astma kembali.