You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.

K DENGAN KATARAK DI WISMA MAWAR PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDHA BUDHI DAYA KARAWANG

PENGKAJIAN I. Identitas Klien 1. Nama 2. Umur 3. Jenis Kelamin 4. Suku 5. Agama 6. Pendidikan 7. Status Perkawinan 8. Tanggal Pengkajian 9. Alamat II. : Ny. K : 69 tahun : Perempuan : Sunda : Islam : SD : Menikah (Janda) : 21Januari 2014 : Karawang

Alasan Kunjungan ke PRSTW/Puskesmas Ny.K dibawa oleh pengurus panti dengan alasan Ny.K sudah tidak mempunyai keluarga lagi.

III.

Riwayat Kesehatan Utama : PQRST 1. Masalah Kesehatan yang pernah dialami dan dirasakan saat ini Ny.K mengatakan penglihatannya mulai terasa kabur sejak lebih kurang 2 tahun yang lalu, Ny.K tidak tahu tentang penyebab gangguan penglihatannya. Ny.K juga mengatakan mata sebelah kanannya sudah tidak dapat melihat. 2. Masalah Kesehatan Keluarga/keturunan Ny.K mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit keluarga/keturunan

IV.

Kebiasaan sehari-hari a. Biologis 1. Pola makan 3 x sehari, nafsu makan baik, pantangan makanan tidak ada 2. Pola minum 5 x sehari 3. Pola tidur Ny.K tidur malam selama 7 jam, dan tidur siang selama 1 jam. Klien mengatakan tidak ada keluhan yang berhubungan dengan tidur 4. Pola eleminasi (BAB/BAK) BAB : 1 x sehari dengan konsistensi semi padat. BAK: 5x sehari 5. Aktifitas Sehari-hari Tiap pagi selalu mengikuti acara panti, selebihnya hanya berdiam diri dikamar sambil mendengarkan radio, sesekali kumpul dengan penghuni wisma . 6. Rekreasi Ny.K mengatakan jika ada waktu luang klien senang

mendengarkan ceramah di radio karena klien tidak suka menonton tv atau jalan-jalan b. Psikologis Keadaan emosi

Emosi Ny. K stabil dan baik c. Sosial 1. Dukungan keluarga Ny. K sekarang hanya mempunyai seorang menantu dan cucunya. 2. Hubungan antar keluarga Baik, karena menantu dan cucunya selalu menghormati dan membantu Ny.K tapi, sekarang sudah jarang menjenguk Ny.K karena menuntunya sudah menikah lagi.

3. Hubungan dengan orang lain Baik, dengan teman-teman di wismanya juga baik, Ny. K kenal nama-nama teman sekamarnya. d. Spiritual / kultural 1. Pelaksanaan Ibadah Ny. K mengatakan sholat 5 waktunya tidak pernah telat, selalu tepat waktu. 2. Keyakinan tentang kesehatan Ny. K mengatakan sudah tua dan bnyak penyakit yang timbul.

V.

Pemeriksaan fisik a. Tanda-tanda Vital Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Respirasi Berat badan Tinggi badan : baik : compos mentis. : 130/80 mmHg : 80 x/menit : 36.0 oC : 20 x/menit : 48 kg : 150 cm

b. Pemeriksaan Fisik dan Kebersihan Perorangan. 1. Kepala, rambut, wajah, mata, hidung, mulut, telinga, leher. Bentuk kepala tampak bulat, tidak ada benjolan dan bersih, rambut tampak beruban tidak ada ketombe, rambut lurus, wajah simetris. Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, Lensa lebih suram (kekeruan pada lensa) menjadi katarak, jelas menyebabkan gangguan penglihatan, Hilangnya daya akomodasi, Menurunnya lapangan pandang,berkurang luas pandangannya, Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. Menurunnya daya membedakan warna, penglihatan agak kabur tetapi klien mampu pergi ke wisma lain tanpa bimbingan orang lain atau menggunakan tongkat, hidung simetris, tidak terdapat sekret, gigi

sudah ompong, klien mengatakan tidak ada kesulitan menelan an mengunyah makanan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. 2. Dada/thorax Bentuk thorax simetris, tampak ada retraksi dinding dada, -vocal premitus merata di semua lapang paru, perkusi terdengar resonance, auskultasi terdengar vesikular. -irama jantung terdengar regular. 3. Abdomen Tampak tidak ada lesi dan tidak ada benjolan kulit terlihat keriput dan warna kulit kuning langsat, bising usus terdengar 8x/menit, perkusi terdengar tymphani. 4. Muskulosceletal Kedua kaki dan tangan Ny. K tampak sejajar dan sama besar dan panjang, Kemampuan mengubah posisi baik, pergerakan kedua tangan dan kaik baik, kekuatan otot baik, tetapi kaki dan tangan kadang-kadang suka kesemutan. 5. Reproduksi Ny.K mengatakan menikah hanya sekali dan dikaruniai 2 anak, sekarang kedua anaknya sudah meninggal. Riwayat berhenti menstruasi lebih kurang 15 tahun yang lalu. 6. Integument Kulit tampak keriput, warna kulit kuning langsat, tampak ada lesi bekas luka bakar, elastisitas kulit berkuang. 7. Keadaan lingkungan : Klien tinggal di Wisma mawar. Kondisi kamar cukup bersih, peralatan makan tertata rapi di atas meja, tidak ada pakaian kotor yang menumpuk atau tergantung, kondisi tempat tidur cukup bersih. Pertukaran udara an cahaya matahari cukup bersih. Tingkat kenyamanan dan privacy cukup terjamin. VI. Pengkajian Psikososial & Spiritual 1. Psikososial

Ny. K mengatakan dapat bersosialisasi dengan penghuni panti yang lainnya. Status emosi Ny. K stabil dan kooperatif saat diajak bicara, sikap klien terhadap penghuni panti lainnya baik. 2. Spiritual Ny. K beragama Islam, dan mengatakan selalu menjalankan ibadah sholat lima waktu. Selain itu juga mengikuti pengajian mingguan yang diadakan di panti. 8. Pengkajian Fungsional Klien 1. Katz index No. Kegiatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mandi Berpakaian Ke Kamar Kecil Berpindah Tempat BAK/BAB Makan/Minum Mandiri A A A A A A Bantuan Sebagian Bantuan Penuh

Ny. K dapat beraktivitas secara mandiri tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan aktif dari orang lain. 2. Barthel index No. Kriteria 1. Makan Dengan Bantuan 5 Mandiri Keterangan 10 Frek: 3x sehari Jumlh: 1 porsi Jnis: nasi,sayur, tempe, tahu Frek : setiap makn Jumlah : 1000cc Jenis : air putih

2. Minum

10

3. Berpindah dari kursi roda ke tempat 5-10 tidur/sebaliknya 4. Kebersihan diri (cuci muka, gosok 0 gigi, menyisir rambut) 5. Keluar masuk kamar mandi 5 (menyeka tubuh, menyiram, mencuci

15 5 10 Frekuensi : 3x sehari.

baju) 6. Mandi

15

Frekuensi : 3 x sehari Siang, sore, malem

7. 8. 9. 10.

Jalan-jalan di permukaan datar Naik turun tangga Memakai baju Kontrol BAK

0 5 5 5

5 10 10 10 10

11. Kontrol BAB

12. Olah raga/ latihan

10

13. Rekreasi/pemanfaatan waktu luang

10

Frekuensi : Warna : keruh, panas saat Bak. Frekuensi : 1 x sehari Konsistensi : semi padat Frekuensi : 2x seminggu Jenis : senam lansia Frekuensi : setiap hari Jenis : mendengarkan radio

Jumlah Kesimpulan: Jumlah skor 130 = mandiri

60

130

65-125 = ketergantungan sebagian 60 = ketergantungan total Ny. K termasuk katergori mandiri. 3. Pengkajian Status Mental Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ) Benar Salah No. 1. 2. 3. 4. 5. Pertanyaan Tanggal berapa hari ini? Hari apa sekarang? Apa nama tempat ini? Dimana alamat anda? Berapa umur anda?

5 5

6. 7. 8. 9. 10.

Kapan anda lahir? Siapa presiden Indonesia sekarang? Siapa presiden Indonesia sebelumnya? Siapa nama ibu anda? Kurangi 3 dari 20 & tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua secara berurutan Jumlah

Total Skor: Salah: 5 Hasil: Salah 4-5 : kerusakan intelektual ringan Benar: 5

4 . Pengkajian Aspek Kognitif Dari Fungsi Mental No. 1. Aspek Kognitif Nilai Maks Nilai Klien Orientasi 5 1 Kriteria Menyebutkan dengan benar Tahun Musim Tanggal Hari Bulan Menyebutkan dengan benar Negara Indonesia Propinsi Jabar Kota Karawang wisma isolasi Pemeriksa mengatakan nama 3 objek selama 1 detik kemudian klien mengulang nama objek tersebut

2.

Orientasi

3.

Registrasi

Objek jam tangan Objek pinsil Objek gelas Minta klien untuk memulai dari angka 100 kemudian dikurangi 7 sampai 5 tahap 100 93 86 79 72 Minta klien untuk menyebutkan atau mengulang ketiga objek pada no.2 Objek jam tangan Objek pinsil Objek gelas Tunjukkan pada klien suatu benda (2 objek) tanyakan namanya! Objek pinsil Objek jam tangan Minta klien untuk mengulang kata berikut: Tak ada jika Dan atau Tetapi (bila benar nilai 1)

4.

Perhatian & Kalkulasi

5.

Mengingat

6.

Bahasa

Minta klien untuk mengikuti perintah berikut: Ambil kertas di tangan anda Lipat dua Taruh di lantai Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila aktifitas sesuai perintah nilai 1) Tutup mata anda Perintahkan pada klien menilai satu kalimat dan menyalin gambar: Tulis satu kalimat Menyalin gambar Total Nilai Interpretasi hasil : Nilai >23 = aspek kognitif dari fungsi mental baik 23

ANALISA DATA No. 1. DS: - Ny.K mengatakan mulai Data Penyebab Proses menua Masalah Resiko cidera

penglihatannya

Nukleus mengalami terasa kabur sejak lebih perubahan warna menjadi coklat kekuningan kurang 2 tahun yang lalu - Klien mengatakan Perubahan fisik (perubahan usianya sudah 69 tahun. pd serabut halus multiple (zunula) yg memanjang - Ny.K juga mengatakan dari badan silier kesekitar mata sebelah kanannya daerah lensa) sudah melihat DO: - Sklera tidak ikterik - konjungtiva tidak anemis - Keadaan mata tampak terdapat penumpukan sekret, - Klien tampak mampu pergi ke wisma lain tanpa bimbingan orang lain atau menggunakan tongkat - Lensa lebih suram (kekeruan pada lensa) menjadi katarak, - Hilangnya daya akomodasi - Menurunnya lapangan pandang,berkurang luas resiko cedera mengabutkan pandangan Perubahan kimia dlm protein lensa Hilangnya tranparansi lensa tidak dapat

pandangannya - Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. - Menurunnya daya membedakan warna

2.

DS : - Ny.K mengatakan penglihatannya mulai terasa kabur sejak lebih kurang 2 tahun yang lalu - Klien mengatakan

Proses menua

Kurang pengetahuan tentang katarak

Penurunan daya ingat

Kurang terpapar informasi

usianya sudah 69 tahun. Kurang pengetahuan - Ny.K juga mengatakan tentang Katarak mata sebelah kanannya sudah tidak dapat melihat - Ny.K tidak tahu tentang penyebab gangguan penglihatannya DO: - Sklera tidak ikterik - konjungtiva tidak anemis - Keadaan mata tampak terdapat penumpukan sekret - Klien tampak mampu pergi ke wisma lain tanpa bimbingan orang

lain atau menggunakan

3.

DS: - Ny.K mengatakan mulai Proses menua Gangguan persepsi sensori (visual) s/d kekeruhan pada lensa mata

penglihatannya

terasa kabur sejak lebih

Nukleus mengalami kurang 2 tahun yang perubahan warna menjadi coklat kekuningan lalu - Klien mengatakan

usianya sudah 69 tahun. Perubahan fisik (perubahan - Ny.K juga mengatakan pd serabut halus multiple (zunula) yg memanjang mata sebelah kanannya dari badan silier kesekitar sudah tidak dapat daerah lensa) melihat Hilangnya tranparansi lensa

Perubahan kimia dlm protein lensa

mengabutkan pandangan

Gangguan penerimaan sensori/status organ indera

Menurunnya ketajaman penglihatan

Gangguan persepsi sensoriperseptual penglihatan

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan persepsi sensori (visual) s/d kekeruhan pada lensa mata 2. Kurang pengetahuan tentang katarak b.d keterbatasan kognitif 3. Resiko cidera b.d keterbatasan penglihatan

D. RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN No 1 Diagnosa Keperawatan Gangguan persepsi sensori (visual) s/d kekeruhan pada lensa mata Tujuan Umum Khusus Seterlah Klien mampu dilakukan mendemonstrasikan asuhan perbaikan terhadap keperawatan rangsang visual dan selama 3x24 mengkomunikasikan klien keterbatasan visual terhadap Klien mampu rangsang mengidentifikasi meningkat factor-faktor yang sehingga mempengaruhi disorientasi fungsi penglihatan klien dapat Klien mampu dikurangi mengidentifikasifakt or-faktor atau sumber alternative stimul Rencana tindakan Tentukan ketajaman penglihatan, catat apakah satu atau kedua mata terlibat
Orientasikan

Rasional Kebutuhan individu bervariasi sebab kehilangan penglihatan terjadi lambat atau progresif Memberikan peningkatan kenyamanan dan kekeluargaan

klien terhadap lingkungan, staf, orang lain di areanya Rubah Memberikan lingkungan rasa nyaman sesuai dan aman, kebutuhan lebih mudah penglihatan melihat klien Letakkan alat-alat yang sering digunakan dalam jangkauan klien dan pada lokasi yang sama

Atur pencahayaan ruangan yang dapat membentu penglihatan klien Hindari cahaya silau Gunakan bahan-bahan yang bertuliskan huruf besar atau berwarna kontras Kaji jenis dan Melatih indera jumlah stimuli non visual yang disukai klien dan disarankan klien terhadap Sediakan Memberi sumberklien fasilitas sumber stimuli yang jika dibutuhkan dibutuhkan 2, Kurang pengetahuan tentang katarak b.d keterbatasan kognitif Pengetahuan klien bertambah Seterlah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam klien dapan memahami tentang katarak

Mengetahui sejauh mana klien memahami tentang penyakit yang dideritanya Berikan Menambah pendidikan pengetahuan kesehatan pasien tentang tentang cara penyakit yang mencegah dan dideritanya mengatasi Memudahkan rematik dalam Evaluasi menentukan tingkat intervensi pengetahuan selajutnya klien

Kaji tingkat pengetahuan klien

Resiko cidera b.d keterbatasan penglihatan

Setelah Modifikasi dilakukan lingkungan asuhan Klien tidak mengalami untuk keperawatan cidera atau trauma selama jaringan selama dipanti. menghilangka 3x24jam, n cidera tidak kemungkinan terjadi.
bahaya: - Singkirkan penghalang dari jalur

Gangguan penglihatan atau menggunaka n pelindung dapat

mata

mempengaru hi cidera berasal gangguan ketajaman dan dan edalaman persepsi. resiko yang dari

berjalan. - Pastikan pintu

laci tertutup atau terbuka dengan sempurna. Tinggikan tempat tidur. Letakkan benda dimana klien dapat melihat dan meraihnya tanpa klien menjangkau terlalu jauh.

Tindakan ini dapat

menguran gi resiko

terjatuh.

Implementasi Keperawatan No. 1. Hari / tanggal Selasa januari 2014 Wkt No. Diagnosa I Implementasi
Menentukan ketajaman

Paraf

21 10.30

penglihatan dan mencatat apakah satu atau kedua mata terlibat R/: menurunnya lapang pandang, berkurang luas pandangnya

2. Kamis, Januari 2014 22 11.00 II Mengkaji tingkat pengetahuan klien R/: klien tidak mengetahui tentang katarak 3. Kamis, Januari 2014 22 11.10 II

Memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mencegah dan mengatasi katarak R/: klien mengikuti penkes dengan serius

4.

Kamis, Januari 2014

22 11.30

II

Evaluasi tingkat pengetahuan klien R/: Klien sudah mengerti tentang katarak setelah dilakukan penyuluhan

Catatan Perkembangan No. Tgl / Wkt 1. 23 januari 2014 O: Mata tampak agak bersih dan tidak ada sekret lagi, lensa mata tampak suram, menurunya lapaang pandang A: Masalah belum teratasi P : Seluruh Intervensi dilanjutkan I S : Klien mengatakan penglihatannya masih agak kabur dan berbayang No. Dx Evaluasi Paraf

2.

23 januari 2014

II S: Klien mengatakan sudah sebagian mengerti mengenai katarak, O: klien tampak bisa menjawab pertanyaan mengenai katarak, tapi ada beberapa pertanyaan yg belum bisa terjawab, mampu mendemonstrasikan cara perawatan katarak A : Masalah teratasi Sebagian P : Semua intervensi dilanjutkan