You are on page 1of 5

BAB III PEMELIHARAAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH PT PLN (PERSERO) AREA MALANG RAYON KEPANJEN

3.1

PENGERTIAN PEMELIHARAAN Kata pemeliharaan diambil dari bahasa yunani terein yang artinya merawat, menjaga dan memelihara. Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki suatu peralatan atau barang. Beberapa pengertian pemeliharaan menurut para ahli : a. Menurut Jay Heizer dan Barry Render, (2001) dalam bukunya Operations Management pemeliharaan adalah : all activities involved in keeping a systems equipment in working order. Artinya, pemeliharaan adalah segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem peralatan agar bekerja dengan baik. b. Menurut M.S Sehwarat dan J.S Narang, (2001) dalam bukunya Production Management pemeliharaan adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan untuk menjaga atau memperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai dengan standar (sesuai dengan standar fungsional dan kualitas). c. Menurut Sofyan Assauri, (2004) pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan agar supaya

terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dari beberapa pendapat di atas bahwa dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemeliharaan adalah kegiatan perawatan ataupun perbaikan peralatan perusahaan baik secara terjadwal maupun tidak terjadwal agar peralatan tersebut dapat berfungsi secara optimal, umur teknisnya meningkat dan aman bagi karyawan/petugas maupun masyarakat umum yang ada disekitarnya. Untuk melaksanakan pemeliharaan yang baik perlu diperhatikan halhal sebagai berikut : a. Sistem harus direncanakan dengan baik dan benar memakai bahan / peralatan yang berkualitas baik sesuai standar yang berlaku. b. Sistem distribusi yang baru di bangun harus diperiksa secara teliti, apabila terdapat kerusakan kecil segera diperbaiki pada saat itu. c. Staf/petugas pemeliharaan harus terlatih dengan baik dan dengan jumlah petugas cukup memadai. d. Mempunyai peralatan kerja yang cukup memadai untuk melaksanakan pemeliharaan dalam keadaan tidak bertegangan maupun pemeliharaan dalam bertegangan. e. Mempunyai buku/brosur peralatan pabrik pembuat peralatan tersebut dan harus diberikan kepada petugas terutama pada saat pelaksanaan pemeliharaan. f. Gambar (peta) dan catatan pelaksanaan pemeliharaan dibuat dan di pelihara untuk bahan pada pekerjaan pemeliharaan berikutnya.

g. Jadwal yang telah dibuat sebaiknya dibahas ulang untuk melihat kemungkinan pemeliharaan. h. Harus diamati tindakan pengamanan dalam pelaksanaan pemeliharaan, gunakan peralatan keselamatan kerja yang baik dan benar. penyempurnaan dalam pelaksanaan pekerjaan

3.2

TUJUAN PEMELIHARAAN Tujuan dari dilakukannya pemeliharaan antara lain : a. Menjaga agar peralatan/komponen dapat dioperasikan secara optimal berdasarkan spesifikasinya sehingga sesuai dengan umur ekonomisnya. b. Menjamin bahwa jaringan tetap berfungsi dengan baik untuk menyalurkan energi listrik dari pusat listrik sampai ke sisi pelanggan. c. Menjamin bahwa energi listrik yang diterima pelanggan selalu berada dalam tingkat keandalan dan mutu yang baik. d. Mendapatkan jaminan bahwa sistem/peralatan distribusi aman baik bagi petugas maupun bagi masyarakat umum. e. Untuk mendapatkan efektivitas yang maksimum dengan memperkecil waktu tak jalan peralatan sehingga ongkos operasi yang menyertai diperkecil. f. Menjaga kondisi peralatan atau sistem dengan baik, sehingga kualitas produksi atau kualitas kerja dapat dipertahankan. g. Mempertahankan nilai dari peralatan atau sistem, dengan mencegah timbulnya kerusakan.

h. Untuk menjamin keselamatan bagi petugas yang sedang bekerja dan seluruh peralatan dari kemungkinan adanya bahaya akibat kerusakan dan kegagalan suatu alat. i. Untuk mempertahankan seluruh peralatan dengan efisiensi yang maksimum.

3.3

MACAM-MACAM PEMELIHARAAN 3.3.1 PEMELIHARAAN RUTIN Disebut juga pemeliharaan preventif, yaitu pemeliharaan terencana yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan yang lebih parah dan untuk mempertahankan kinerja jaringan agar tetap beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi. Kegiatan pemeliharaan rutin terdiri dari : a. b. c. Inspeksi jaringan SUTM Inspeksi gardu distribusi Pemeriksaan instalasi dengan Infrared/Thermo Vision

3.3.1

PEMELIHARAAN KOREKTIF Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan terencana yang dilakukan dengan maksud memperbaiki kerusakan sehingga kembali ke kondisi/kapasitas semula.

3.3.2

PEMELIHARAAN DARURAT

Pemeliharaan ini sifatnya mendadak, tidak terencana yang diakibatkan oleh gangguan atau kerusakan karena faktor-faktor di luar kemampuan kita sehingga perlu dilakukan pemeriksaan, perbaikan maupun penggantian peralatan, tetapi masih dalam kurun waktu pemeliharaan. Contohnya kerusakan akibat bencana alam. Inspeksi yang dilakukan oleh PLN antara lain :