You are on page 1of 10

Antigen-Antibody Reaction I (Richard M Hyde & Robert A P)

1. Untuk apakah metode antigen-antibody secara in vitro?


Metode antigen-antibodi secara in vitro (serology) digunakan untuk mendiagnosis penyakit
dan juga untuk identifikasi serta kuantisasi antigen dan antibodi.
2. Bagaimanakah caranya untuk menentukan titer antibody di dalam serum?
Untuk menentukan level titer antibody dalam suatu serum, dapat diketahui dengan
menggunakan antigen yang telah dikenali.
3. Untuk apakah titer antibody itu diketahui?
Titer antibodi tersebut dapat menjadi diagnostic dan prognostic penting terhadap penyakit
yang spesifik.
4. Hal-hal apakah yang memengaruhi ikatan antigen dengan antibody?
Ikatan antigen-antibodi dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan, seperti pH fisiologis,
konsentrasi garam, dan suhu. Ikatan antara antige-antibodi akan lemah pada pH asam
(dibawah pH 4.0) dan basa (diatas pH 10.0). Selain itu ikatan nonkovalen dan reversible juga
berpengaruh terhadap ikatan antigen dengan antibody. Ikatan nonkovalen yang berperan
seperti factor elektrostatik, ikatan hydrogen, interaksi hidrofobik dan lainnya.
5. Apakah agglutinin, lysinine, precipitane, dan antitoksin?
Agglutinin adalah antibody yang beragregat dengan antigen seluler. Lysine adalah antibody
yang menyebabkan peleburan membrane sel. Precipitane adalah antibody yang
membentuk endapan dengan antigen terlarut. Antitoksin adalah antibody yang menetralisir
racun.
6. Untuk apakah reaksi aglutinasi itu?
Reaksi aglutinasi berfungsi untuk mendeteksi dan menghitung agglutinin, serta untuk
mengidentifikasi antigen selular.
7. Apakah yang dimaksud dengan opsonisasi itu?
Opsonisasi adalah suatu peningkatan terhadap reaksi antigen-antibodi. Aglutinin adalah
antibody yang beragregasi dengan sel bakteri, sel darah putih, sel darah merah, atau benda-
benda selular lainnya. Ketika sel berinteraksi dengan antibody yang sesuai, sel dan antibody
akan berikatan dan terkadang membentuk suatu massa yang cukup besar untuk dapat
Nama : Corry Oktaviani S
NPM : 1106007842
IMUNOLOGI-6
2014
terlihat. Ketika antibody dan bakteri teraglutinasi pada tubuh, terjadi peningkatan
fagositosis yang disebut opsonisasi.
8. Mengapa aglutinasi dapat timbul? Berikanlah gambar skematiknya!
Aglutinasi terjadi karena antibody yang bivalen, yaitu terdapat dua situs perlekatan. Dua
situs di antibody dan beberapa situs antigen menghasilkan suatu kompleks yang besar.

9. Bagaimana cara kita melihat ada tidaknya reaksi aglutinasi?
Ada tidaknya aglutinasi dapat terlihat dari tube test dan juga dapat dilihat dibawah
mikroskop.




Golongan Darah Serum Anti A/ Aglutinin
a
Serum anti B/ Aglutinin b Serum anti AB/ Aglutinin
ab
Aglutinogen
A Menggumpal Tidak Menggumpal Menggumpal A
B Tidak Menggumpal Menggumpal Menggumpal B
AB Menggumpal Menggumpal Menggumpal AB
O Tidak Menggumpal Tidak Menggumpal Tidak Menggumpal Tidak Ada
10. Apakah slide agglutination itu?
Slide agglutination adalah suatu tes yang digunakan untuk mendeteksi penyakit imun
dengan menggunakan object glass dan aglutinasi yang terbentuk dapat teramati. Umumnya
slide agglutination digunakan untuk penyakit imun anemia hemolitik.
11. Apakah Widal test itu? Untuk apakah tes tersebut?
Widal test adalah suatu metode serologi yang merupakan aplikasi dari reaksi aglutinasi.
Widal test digunakan untuk mendeteksi typhoid fever. Dalam uji ini, antibody dari serum
pasien dihitung dengan menambahkan sejumlah antigen (Salmonella typhi) dengan serum
pengenceran bertingkat.
12. Bagaimanakah terjadinya hemolisis? Apakah bedanya dengan bakteriolisis?
Dengan adanya komplemen, reaksi antigen-antibodi pada mebran sel dapat menyebabkan
kerusakan membran yang berlanjut dengan lisisnya sel. Hal tersebut disebabkan oleh
adanya aktivitas esterase komplemen yang aktif. Dalam kasus sel darah merah, lisisnya sel
tersebut disebut dengan hemolisis, pecahnya membrane eritrosit, yaitu suatu fenomena
yang diperlukan untuk tes fiksasi komplemen. Bakteri Gram negative juga mengalami
sitolisis, yang disebut bakteriolisis.
Perbedaan hemolisis dengan bakteriolisis adalah bakteriolisis merupakan respon antibodi
untuk pertahanan tubuh terhadap bakteri gram negatif sedangkan hemolisis adalah
kerusakan membran eritrosit. Bakteriolisis melibatkan sistem komplemen, antibodi spesifik,
dan sel fagositik sedangkan hemolisis hanya melibatkan sistem komplemen.
13. Ceritakanlah tentang presipitasi secara lebih terperinci lagi! Berikanlah gambar kurva
presipitasinya!
Presipitasi adalah hasil kombinasi antara antigen terlarut dengan antibodi terlarut
menghasilkan suatu komplek yang terlihat. Presipitasi terjadi ketika antigen larut dalam sel.
Ketika antigen terlarut tersebut membuat kontak dengan antibody spesifik, mereka akan
melakukan agregasi (presipitasi).

14. Apakah zone of antibody excess dan apakah zone antigen excess serta apakah zone of
equivalent?
Zone of antibody excess adalah zona pada grafik presipitasi antigen-antibody dibandingkan
dengan antigen yang ditambahkan, yaitu ketika konsentrasi antigen lebih rendah disbanding
konsentrasi antibody yang tinggi (zona kelebihan antibody). Pada zona ini pembentukan
kompleks tetap terjadi, antibody yang berlebih akan tetap berada pada supernatan. Zone of
equivalent adalah ketika antigen ditambahkan lagi sehingga mencapai jumlah yang setara
dengan antibody. Zone antigen excess adalah posisi kurva yang kembali turun karena
jumlah antigen yang berlebihan sehingga kompleks pengendapan pun tidak terbentuk.
15. Apakah pro-zone dan post-zone itu?
Pro-zone adalah keadaan dimana jumlah antibodi lebih banyak, dapat dilihat pada kurva
presipitasi merupakan awal dari proses presipitasi. Post-zone merupakan akhir dari kurva
presipitasi yaitu dimana keadaan konsentrasi antigen yang meningkat dan konsentrasi
kompleks antigen-antibody yang menurun.
16. Dengan metode apa sajakah reaksi presipitasi ini dapat dilihat?
Metode yang digunakan untuk melihat reaksi presipitasi antara lain
1) uji tabung yaitu dengan mencampurkan sejumlah antigen dengan antibody dalam
tabung.
2) presipitasi cincin yaitu Antigen dilapiskan pada serum (antibodi), terjadi difusi setelah
mencapai ikatan proporsional dengan antibodi akan menghasilkan presipitasi berbentuk
cincin.
3) Difusi gel yaitu antigen dan antibody berdifusi dari arah tertentu melalui gel.

17. Ceritakan perbedaan garis presipitasi yang terbentuk antara: identity, nonidentity, dan
partial identity?
Identity merupakah dua band pecipitin bergabung menjadi chovron solid. Nonidentity
merupakan garis silang pada presipitasi, terjadi penyilangan antara Ag a dan Ag b dengan Ab
a dan Ab b. Partial identity ditunjukkan dengan pembentukan spur formation atau suatu
formasi untuk memacu yang menunjukkan bahwa salah satu antigents adalah cross reaktif
dengan, identik dengan yang lain.

18. Apakah beda antara immune-diffusion dengan immune-electrophoresis serta radial immune-
diffusion?
Ada perbedaan antara immuno-diffusion dengan immuno-electrophoresis serta radial
immuno-diffusion. Immuno-diffusion merupakan tes Imunodiagnosis humoral, didalam
Immuno-diffusion dapat terlihat terjadinya presipitasi, tes ini terjadi di dalam agar, antigen
dan zat anti bermigrasi berlawanan arah. Garis presipitasi akan terbentuk di tempat antigen
bertemu dengan zat anti (kompleks Ag Ab), sedangkan immuno-electrophoresis merupakan
metode biokimia untuk pemisahan dan karakterisasi protein berdasarkan elektroforesis dan
reaksi dengan antibody. Radial immuno-diffusion merupakan adalah teknik
immunodiffusion digunakan dalam imunologi untuk menentukan jumlah antigen dengan
mengukur diameter lingkaran kompleks precipitin sekitarnya sampel dari antigen yang
menandai batas antara antigen dan antibodi tersuspensi dalam media , seperti gel agar-agar.
Diameter dari lingkaran meningkat dengan waktu sebagai antigen berdifusi ke dalam media ,
bereaksi dengan antibodi , dan membentuk kompleks precipitin larut .
19. Apakah counter-immunoelectrophoresis itu?
Counter-immunoelectrophoresis merupakan sebuah teknik laboratorium yang digunakan
untuk mengevaluasi pengikatan antibodi terhadap antigen tersebut . Counter-
immunoelectrophoresis mirip dengan immuno-diffusion , tetapi dengan penambahan
medan listrik diterapkan di media difusi , biasanya dalam gel agar-agar atau poliakrilamida.
Efeknya adalah migrasi yang cepat dari antibodi dan antigen dari sumur mereka masing-
masing terhadap satu sama lain untuk membentuk garis presipitasi , atau garis precipitin ,
menunjukkan adanya pengikatan.
20. Apakah Schick tes itu?
Schick test adalah tes diagnostic untuk mengetahui kerentanan terhadap difteri. Cara kerja
nya yaitu dengan menyuntikkan sejumlah toksin difteri ke dalam kulit. Tubuh yang memiliki
kekebalan yang rendah terhadap difteri akan mengalami pembengkakan dan kulitnya akan
kemerah-merahan, akan tetapi kulit yang kebal tidak akan memperlihatkan reaksi apapun.
21. Apakah neutralization test itu?
Neutralization test adalah suatu metode yang digunakan untuk menetralisir toksin yang
masuk ke dalam tubuh. Antitoksin yang terdapat dalam tubuh juga dapat di deteksi dengan
menggunakan neutralization in vitro.
22. Apakah VDRL itu? Bilamana tes ini digunakan?
VDRL Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) test adalah tes flokulasi slide yang
digunakan untuk mendiagnosis penyakit syphilis. VDRL test dilakukan dengan menggunakan
antigen cardiolipin yang termasuk lipoidal dan diambil dari ekstrak jantung sapi, bersifat
water-insoluble. Pasien yang menderita syphilis memproduksi antibody yang akan bereaksi
dengan antigen cardiolipin pada slide flocculation test, hasil yang positif ditunjukkan dengan
adanya flokulasi pada gelas objek (slide).
23. Bagaimana cara melakukan flocculation test?
Tes flokulasi adalah suatu metode yang merupakan bagian dari tes serologi, yang bertujuan
untuk mendeteksi serum antibody yang muncul secara khusus juga berhubungan dengan
penyakit tertentu. Tes flokulasi didasarkan dengan terjadinya flokulasi ketika antigen
antibody tercampur bersama-sama.
24. Buatlah gambar skematik serta jelaskan cara membuat radial-immunodiffusion,
immunoelectrophoresis, dan counter-immunoelectrophoresis!
a. Radial- immunodiffusion
Suatu teknik single diffusion, yaitu antibody diletakkan pada suatu gel dan antibody
tersebut kemudian dihitung melalui besarnya cincin precipitin yang terbentuk ketika
berdifusi ke segala arah pada well yang terdapat gel tersebut.














b. Immunoelectrophoresis



c. counter-immunoelectrophoresis