You are on page 1of 3

PRESTASI

Ada beberapa teori yang menyatakan tidur dapat bermanfaat untuk mengisi otak secara elektrik dan
memulihkan bahan-bahan kimia otak. Maka dari itu kekurangan tidur sangat mengganggu kekuatan
otak kita. Karena energi yang di butuhkan otak tidak maksimal.
Keadaan bangun dan tidur sangat berbeda pada anak. Pada saat bangun, tubuh akan menggunakan
makan dan oksigen sebagai energy untuk beraktifitas. Kondisi ini disebut dengan tingkat katabolic
yang menggunakan hormone adrenaline (epineprin) dan kortikosteroid tubuh. Namun saat tidur,
terjadi keadaan sebaliknya yaitu system hormone akan berpindah pada tahap anabolic dimana
terjadi konversi energy untuk perbaikan sel-sel tubuh dan pertumbuhan. Pada tahap ini tingkat
konsentrasi hormone adrenalin dan kortikosteroid tubuh turun, maka tubuh akan mulai
memproduksi hormone pertumbuhan (Human Growth Hormone atau HGH), melatonin,
sekstestosteron, hormone kesuburan, FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan hormone LH
(Luteinizing Hormone). HGH mendorong pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan otot dan
tulang dengan menfasilitasi penggunaan asam amino. Hormone ini juga dapat memperbaharui
seluruh sel-sel yang ada pada tubuh, mulai dari sel kulit, sel darah, sel neuron di otak. Proses
pembaharuan sel ini dapat berlangsung lebih cepat saat tidur dibandingkan saat bangun. Hal ini
merupakan bukti penting bahwa tidur memiliki dampak pada pertumbuhan dan perkembangan
anak.
Studi lain memperlihatkan anak berumur 3 tahun yang tidur siang akan lebih adaptatif , artinya anak
akan mudah menyesuaikan dengan keadaan lingkungan yang baru. Adaptasi adalah proses yang
sangat penting untuk keberhasilan sekolahnya. Anak yang tidak tidur siang, dan tidak adaptif
ternyata lebih sering mengalami sulit tidur malam. Penelitian tahun 1925, yang dilakukan terhadap
600 anak dengan IQ > 140 memperlihatkan bahwa anak yang mendapat penghargaan ternyata
tidurnya lebih lama. Hasil yang sama juga diperlihatkan pada 5500 anak sekolah di Jepang. Temuan
ini dikonfirmasi pada tahun 1983 di pusat tidur Canada, bahwa anak dengan IQ superior mempunyai
total tidur lebih lama kira-kira 30-40 menit setiap malamnya dibandingkan rata-rata anak pada umur
yang sama. Studi lain juga mengatakan bahwa tidur dapat meningkatkan pergaulan anak dan
penampilan di sekolah. Pada orang dewasa efek gangguan tidur lebih mengarah pada faktor emosi,
sedangkan pada bayi dan anak lebih pada kognitif, pertumbuhan, penampilan motoriknya dan
perkembangan otaknya.

KESEHATAN
Saat tidur tubuh memproduksi beberapa hormone salah satunya hormone melatonin. Peningkatan
kadar melatonin yang berhubungan dengan tidur lelap akan meningkatkan aktivitas system imun,
peningkatan produksi system imun dan protein tertentu selama tidur, sebagai agen tertentu yang
memerangi penyakit. Juga menghasilkan pembunuh kanker yang disebut TNF ( Tumor Necrosis
Factor) juga dipopa melalui pemmbuluh darah saat tidur. Inilah yang menyebabkan tidur yang cukup
dapat melawan infeksi.
Daftar Pustaka :
1. Kohyama J. Sleep as a Window on the Developing Brain. Curr Probl Pediatr
2. 1998;27:73-92.
3. Lavery S. The Healing power of Sleep: How to achieve restorative sleep naturally Gaia Books Limited.
London 1997.
4. Mindell JA. Sleeping Through The Night: How Infants, Toddler, And Their Parents Can Get A Good
Nights Sleep. HarperCollins Publishers. New York 1997.
5. Orr WC, Altshuler KZ, Stahl ML. Managing Sleep Complaints. Year book Medical Publish. 1982
6. Okawa M. Circadian Rhythm Sleep Disorders. Asian Med. J. 2000;43(5):235-242
7. Woolfson RC. A-Z of Child Development. Souvenir Press Ltd. 1993
8. Weissbluth M. Healthy Sleep Habits, Happy Child. Fawcett books. Rev. ed. New York. 1999.
9. Widodo DP. Perkembangan Normal Tidur pada Anak dan Kelainannya. Seminar Malam Klinik IDAI
Jaya. Pentingnya Tidur dan Kesehatan Kulit bagi Perkembangan Bayi. Hilton International Hotel.
Jakarta. 27 Agustus 2000.
10. Yamada J. Asia Baby Care Sleep Fact Book for P&G. P&G internal Document.Februari 2000.
11. Sadeh A. Sleep and Melatonin in infant: A preliminary study. Sleep 1997:20:185-191.