You are on page 1of 19

Proses Penyempurnaan Lipatan Permanen Pada Kain Kapas, Rayon, Campuran

Poliester-Kapas (T/C) dan Poliester-Rayon (T/R) Variasi Suhu Hot Press Yan
!iuna"an
#$ %&KS'! !&( T')'&(
I.1 Maksud
Maksud dari praktikum kali ini adalah untuk memberikan efek lipatan permanen
pada kain dengan melakukan proses penyempurnaan menggunakan resin pada
kain kapas, rayon dan kain campuran T/C, T/R.
I.2 Tuuan
Tuuannya adalah untuk memahami dan mempelaari proses penyempurnaan
lipatan pada kain kapas, rayon dan kain campuran serta dapat menganalisa
pengaruh dari suhu hot press yang digunakan terhadap sifat fisik kain kapas dalam
hal sifat sudut kembalinya.
##$ T*+R# !&S&R
Serat Kapas
!erat kapas dihasilkan dari rambut bii tanaman kapas. Tanaman kapas
termasuk dalam enis "ossypium. Tanaman yang berhasil dikembangkan adalah
enis "ossypium hirsutum dan Gossypium barbadense. #edua tanaman berasal
dari $merika, "ossypium hirsutum kemudian terkenal dengan nama kapas
%Upland% atau kapas $merika dan "ossypium barbadense kemudian dikenal
dengan nama kapas %Sea Island%. #apas upland merupakan kapas yang paling
banyak diproduksi dan digunakan untuk serat tekstil, sedangkan kapas sea island
meskipun produksinya tidak terlalu banyak, tetapi kualitasnya sangat baik karena
halus dan panang. &leh karena itu kapas sea island digunakan untuk tekstil
kualitas tinggi.
'1(
,) Komposisi Kapas
#andungan terbesar dari serat kapas adalah selulosa, )at lain selulosa akan
menyulitkan masuknya )at *arna pada proses pencelupan, oleh karena itu )at
selain selulosa dihilangkan dalam proses pemasakan. #omposisi serat kapas
dicantumkan pada .
'1(
-) Si.at Serat Kapas
!erat kapas berasal dari tanaman, oleh karena itu serat kapas termasuk
serat selulosa, sehingga sifat kimia serat kapas mirip seperti sifat selulosa. +i
dalam larutan alkali kuat serat kapas akan menggembung sedangkan dalam larutan
asam sulfat ,-. serat kapas akan larut. /roses penggembungan serat kapas dalam
larutan 0a&1 12. disebut proses merserisasi. #apas yang telah mengalami
proses merserisasi mempunyai sifat kilau lebih tinggi, kekuatan lebih tinggi dan
daya serap terhadap )at *arna yang tinggi. &ksidator selama terkontrol kondisi
pengeraanya tidak mempengaruhi sifat serat, tetapi oksidasi yang berlebihan akan
menurunkan kekuatan tarik serat kapas. &leh karena itu pada proses
pengelantangan yang menggunakan oksidator harus digunakan konsentrasi
oksidator dan suhu pengeraan yang tepat agar tidak merusak serat. .
'1(
Morfologi serat kapas ika dilihat diba*ah mikroskop mempunyai penampang
memanang seperti pita yang terpilin dan penampang melintang seperti ginal
dengan lubang ditengah yang disebut lumen. .
'1(
Morfologi !erat #apas
Kara"teristi" Serat Kapas
/) Penunaan Serat Kapas
!erat kapas banyak digunakan untuk tekstil pakaian, tekstil rumah tangga. !erat3
serat yang sangat pendek yang disebut linter karena sulit dipintal, umumnya
digunakan sebagai bahan baku serta rayon.
.'1(
Kain T/R
4enis benang ini adalah gabungan dari benang rayon dan benang polyester dengan
komposisi, benang rayon 56. dan benang polyester 76.. 8 biasanya untuk *arna
yang menghasilakan *arna tuton.
829
Serat Rayon Vis"osa
!erat rayon :iskosa merupakan serat buatan yang pertama kali dibuat
tahun 12;1 oleh Courtaulds <td., kemudian berkembang ke seluruh dunia hingga
saat ini. !erat rayon :iskosa adalah serat buatan yang bahan bakunya berasal dari
alam yaitu kayu pohon pinus yang dibuat menadi lembaran kertas tebal yang
disebut pulp, sebelum diolah menadi serat.
'1(
/ulp sebagai bahan baku mula3mula direndam dalam larutan 0a&1 12.
sehingga teradi penggembungan dari pulp. /ulp yang telah menggembung
dicabikcabik sehingga dihasilkan cabikan pulp yang disebut crumb. Crumb hasil
pencabikan didiamkan dalam suatu beana selama 132 hari agar teradi reaksi
sempurna dan dihasilkan crumb yang namamnya selulosa alkali. !elanutnya
selulosa alkali ditambahkan larutan karbondisulfida sehingga teradi proses
=antasi. 1asil re*aksi =atasi disebut selulosa =antat.
'1(
!elulosa =antat kemudian dilarutkan dalam larutan 0a&1 1-. sampai
dilhasilkan larutan polimer kental yang disebut larutan :iskosa. <arutan :iskosa
kemudian dipintal dengan cara pemintalan basah sehingga dihasilkan filamen
rayon :iskosa.
'1(
,) Si.at rayon 0is"osa
Rayon :iskosa merupakan serat buatan yang berasal dari selulosa oleh
karena itu sifatnya mirip dengan serat selulosa yang lain. #elemahan serat rayon
adalah kekuatan tarik dalam keadaan basah mengalami penurunan kekuatan yang
cukup besar.
'1(
-) %or.oloi serat rayon 0is"osa
/engamatan mikroskopik serat rayon :iskosa menunukkan bentuk silinder
lurus bergaris3garis pada penampang memanang dan bergerigi berlekuk3lekuk
pada penampang melintang seperti yang disaikan padabuatan yang berasal dari
selulosa oleh karena itu sifatnya mirip dengan serat selulosa yang lain. #elemahan
serat rayon adalah kekuatan tarik dalam keadaan basah mengalami penurunan
kekuatan yang cukup besar.
'1(

-) %or.oloi serat rayon 0is"osa
/engamatan mikroskopik serat rayon :iskosa menunukkan bentuk silinder lurus
bergaris3garis pada penampang memanang dan bergerigi berlekuk3lekuk pada
penampang melintang.
'1(

Penampang Memanjang dan Melintang Serat Rayon Viskosa
Karakteristik Serat Rayon Viskosa
Serat Poliester
!erat poliester mulai pertengahan abad duapuluh merupakan serat buatan
yang paling banyak digunakan
'2(
./oliester dengan nama dagang +acron dibuat
dari asam tereftalat dan etilena glikol, sedangkan Terylene dibuat dari dimetil
tereftalat dan etilena glikol, sruktur +acron dan Terylene disaikan pada "ambar
di ba*ah >
Stru"tur Poliester (a) !a1ron, (2) Terylene
/ada pembuatan serat poliester, etilena glikol direaksikan dimetil tereftalat
atau asam tereftalat yang dikenal dengan istilah /T$ 8pure terphthalate acid9.
1asil reaksi berupa ester dari etilena terftalat kemudian dipolimerisasikan pada
suhu tinggi sehingga teradi reaksi polimerisasi membentuk polietilena tereftalat.
1asil polimerisasi di Industri umumnya dibuat dalam bentuk butiran3butiran kasar
yang disebut chips poliester.
'1(
Chips poliester oleh industri pembuatan serat dipanaskan sampai meleleh
kemudian dipintal dengan menyemprotkan lelehan poliester melalui cetakan
berbentuk lubang3lubang kecil yang disebut spinneret. 1asil pemintalan berupa
filamen filamen poliester. ?ntuk membuat serat poliester agak suram agar mirip
dengan serat alam, di dalam pemintalannya dapat ditambahkan )at penyuram yang
berupa oksida misalnya titanium dioksida.
'1(
,) Si.at serat poliester
!erat poliester merupakan serat buatan yang paling banyak di:ariasikan bentuk
penampangnya, mulai dari yang berbentuk bulat, segitiga ataupun bergerigi seperti
rayon :iskosa. @entuk penampang serat akan mempengaruhi sifaat kenampakan
seratnya. @entuk segitiga misalnya akan menyebabkan serat berkilau seperti
sutera, sedangkan bentuk bergerigi menyebabkan serat lebih nyaman dipakai
karena banyak menyimpan udara disela3sela permukaannya.
'1(
-) %or.oloi serat poliester
!ecara umum serat poliester berbentuk silinder lurus untuk penampang
memanang dan bulat untuk penampang melintangnya. !eperti yang disaikan
pada gambar A2 $danya bintik3bintik kecil pada permukaan menunukkan adanya
titanium dioksida sebagai penyuram. #arakteristik serat poliester disaikan pada
Tabel di ba*ah >
'1(
Karakteristik Serat Poliester
Penampang Memanjang Dan Melintang Serat Poliester
/)$ Penunaan serat poliester
!erat poliester merupakan serat yang penggunaanya sangat ber:ariasi. !erat
poliester dapat digunakan untuk tekstil pakaian maupun tekstil industri. ?ntuk
tekstil pakaian umumnya poliester digunakan sebagai serat campuran
bersamasama serat alam lain misalnya kapas *ol maupun serat rayon yang
berbahan dasar selulosa. 1al ini bertuuan menaikkan kadar kelembaban kain
yang dihasilkan. !erat poliester dapat digunakan sebagai ban pengangkut
8conveyor belt9 pada industri tekstil maupun kertas, karena memiliki kekuatan
yang tinggi dan tahan terhadap panas. /oliester uga dapat digunakan sebagai tali
ala dan kain layar karena tahan terhadap air.
'1(
PR+S*S P*(Y*%P'R(&&( T*KST#L
/roses penyempurnaan tekstil merupakan proses akhir dari rangkaian
proses yang dialami suatu bahan tekstil guna meningkatkan kualitas atau
memberikan efek fungsional pada bahan. /roses ini meliputi proses
penyempurnan mekanik/fisika dan proses penyempurnaan kimia. /roses
penyempurnaan mekanik atau Bpenyempurnaan kering% memanfaatkan peralatan
mekanis untuk merubah sifat kain dan biasanya menghasilkan perubahan pada
kenampakan kain. /roses penyempurnaan kimia atau Bpenyempurnaan basah%
melibatkan penambahan suatu )at kimia tertentu pada kain untuk mencapai hasil
yang diinginkan, namun tidak merubah kenampakan kain.
'1(
- P*(Y*%P'R(&&( K#%#&
/roses penyempurnaan kimia atau Bpenyempurnaan basah% melibatkan
penambahan suatu )at kimia tertentu pada kain untuk mencapai hasil yang
diinginkan, namun tidak merubah kenampakan kain. /roses ini meliputi >
'1(
1) Penyempurnaan untuk memperbaiki kenampakan dan pegangan kain
3 /elembutan C pelemasan
3 Kreeping/34
3 Merserisasi
3 @iopolishing/ /enyempurnaan en)im
3 /enganian
3 /enyempurnaan resin 8anti kusut, kain keras. <ipatan permanen9
2) Penyempurnaan peningkatan daya pakai
- Tolak air
3 Tahan api
3 $nti hama
3 $nti amur
3 $nti busuk
3 $ntistatik
3 $nti ?D
P*(Y*%P'R(&&( L#P&T&( P*R%&(*(
?rutan proses penyempurnaan lipatan
permanen pada kain tekstil secara umum berupa
rangkaian proses3proses rendam3peras,
pengeringan dan pemanasa*etan. /roses3proses
tersebut dapat dielaskan sebagai berikut>
'5(
1. Rendam3peras
/ada proses ini bahan tekstil direndam dalam
larutan peyempurnaan kemudian diperas dengan
cara dilalukan pada rol3 rol padder dengan E/?
tertentu. 1al ini dilakukan agar bahan memiliki
cukup *aktu untuk mengembang sehingga bahan
dapat menyerap resin dengan baik. Tekanan rol3
rol padder uga diperlukan untuk memudahkan
masuknya resin kedalam serat seauh mungkin
dan merata.
2. /engeringan
$ir bertindak sebagai pelarut resin dalam larutan
penyempurnaan.?ntuk memberikan kesempatan
teradinya reaksi, maka diperlukan adanya
pemisahan air dari bahan dengan cara peguapan.
Tempertur pegeringan uga perlu diperhatikan,
temperatur yang terlalu tinggi menyebabkan
teradinya migrasi resin dari dalam kepermukaan
bahan.
5. /emanasa*etan
Reaksi polikondensasi atau pembentukan resin
dilakukan dengan pemanasa*etan pada suhu
tinggi. Reaksi ini dipercepat dengan adanya
katalis yang pada suhu tinggi melepaskan asam
yang dibutuhkan pada pembetukan resin.
Penyempurnaan Tahan Kusut
/enyempumaan resin 8resirt finishing9
adalah proses penyempunaan kain dengan
menggunakan larutan resin. 1asil penyempunaan
pada umumnya bertuuan untuk memperbaiki
tahan kusut dan rasa pegangan.
'5(
/enyempurnaan resin bertuuan untuk
memperbaiki tahan kusut dan stabilitas dimensi
kain 8 mengurangi mengkeret kain saat
pencucian9 yang terbuat dari serat selulosa seperti
kapas dan rayon :iskosa. !elain itu resin dapat
pula digunakan untuk membuat kain kaku secara
permanen, dapat pula memberikan sifat
termoplastik pada permukaan bahan yang
selanutnya akan diproses pada penyempurnaan
mekanik seperti calendering.

/roses
penyempurnaan resin menggunakan resin3resin
sintetik, yaitu senya*a organik yang rumit
dengan berat molekul tinggi. Resin ini harus
mampu berpenetrasi ke dalam serat, sehingga
teradi reaksi polimerisasi di dalam serat.
'1(
/olimerisasi resin di permukaan akan
menyebabkan kain menadi kaku sehingga
menurunkan kenyamanan saat dipakai. /ada
a*alnya resin masih berupa molekul yang
sederhana 8monomer prakondensat9, pada saat
polimerisasi dengan bantuan katalis berupa
garam asam dan suhu tinggi, asam akan dan
panas mempercepat reaksi prakondensat untuk
berikatan satu sama lain membentuk molekul
yang lebih panang secara linier maupun siklik,
dan dapat pula terbentuk cabang3cabang dan
ikatan silang antar polimer3polimer dan polimer3
serat.
'1(
a. Penyempurnaan anti kusut/ Easy are !
"urable press #inish
/enyempurnaan anti kusut banyak
dilakukan untuk memperbaiki sifat ketahanan
kusut, mengurangi penggembungan dan
mengkeret saat dicuci, dan membuat kenampakan
kain lebih licin dan rapi pada kain yang terbuat
dari serat selulosa. /roses penyempurnaan anti
kusut yang baik dapat meningkatkan terlihat
sudut pemulihan kekusutan dari 16-
-
menadi
5--
-
dan menurunkan mengkeret kain kurang dari
6.. !elain itu proses ini bedampak pada
meningkatnya kekakuan kain, berkurangnya
ketahanan gosok kain, kekuatan sobek dan
kekuatan tarik kain. #ekurangan ini dapat diatasi
dengan menggunakan kain yang telah dimerser
dengan ammonia cair, atau dengan menambahkan
silicone, poliuretan atau poli:ini asetat pada
proses penyempurnaan resin.
'1(
b. Resin anti kusut mengandung $ormaldehid
Dimetildiidroksietilenurea !DMD"#U$
!ifat3sifat utama +M+1F? >
3 #ereaktifan rendah
3 Ffek tahan kusut permanen, tahan terhadap
pencucian
3 <ebih sedikit menahan khlorin
3 Residu formaldehid rendah
3 /aling banyak digunakan untuk penyempurnaan
durable press
Reaksi sintesa "%"&E'
Reaksi (katan Silang "%"&E' dengan Serat
Kapas
###$ PR&KT#K'%
a. $lat dan @ahan
a.1 $lat
@eaker gelas 6--ml
/engaduk
Timbangan digital
1ot /ress
@aki
Mesin padder dan stenter
a.2 @ahan

@ahan #apas

Resin $nti #usut

#atalis

Teepol dan 0a
2
C&
5
b. Resep
Resin +M+1F? > 7- g/<
#atalis > 12 .
4umlah <arutan > 16- ml
Kain ,35
5
C ,45
5
C ,65
5
C ,75
5
C ,85
5
C
#apas 1 2 5 A 1,
Rayon 6 7 , 2 12
TC ; 1- 11 12 1;
TR 15 1A 16 17 2-
Resep /encucian !abun >
Teepol > 1 ml/<
0a
2
C&
5
> 1 g/<
!uhu <arutan > ,-
-
C
Eaktu /roses > 1- menit
Dlot / <R > 1 >2-
c. +iagram $lir
d. Gungsi Hat
3 Resin +MF1F? > @ahan utama
proses penyempurnaan tahan kusut yang
akan berpolimerisasi untuk mengadakan
ikatan silang didalam serat sehingga
membuat kain menadi lebih keras dan
kaku akibat serat yang saling terikat dan
@ilas C #eringkan
Tidak +icuci
F:aluasi >
3 CR$
1ot /ress
817- 3 12-
-
C, 1-- detik9
Cuci !abun
/re +ry
82-
-
C, 1 menit9
/ersiapan alat dan bahan
Timbang #ebutuhan Hat
8Resin dan #atalis9
/adding Resin
pada saat di press akan menimbulkan efek
lipatan permanen.
3 #atalis > !ebagai katalis yang akan
bekera pada saat proses curing dilakukan,
dimana dalam keadaan tersebut akan
dihasilkan asam yang akan mengaktifkan
kera resin yang digunakan untuk
berpolimerisasi.
e. Cara #era
1. #ain ditimbang, dibuat larutan resin dan
katalis.
2. #ain dibenam peras 8padding9
5. #ain dikeringkan dengan suhu 2-
o
C
selama 1 menit.
A. #ain dibuat lipatan I lipatan.
6. #emudian kain di hot press pada suhu
17-312-
-
C selama 1-- detik.
7. #ain dibagi 2, cuci sabun menggunakan
teepol C 0a
2
C&
5
dan tanpa pencucian.
,. #ain die:aluasi > CR$ sebelum dan
sesudah cuci.
#V$ !&T& PR&KT#K'%
#V$, Ta2el dan 9ra.i" Hasil Penamatan
Kain ,35
5
C ,45
5
C ,65
5
C ,75
5
C ,85
5
C
#apas 66 6, 6- 27 26
Rayon 5- 56 52 A7 A,
TC 52 5- 26 26 6-
TR 5- 52 57 56 56
Data Pengujan %R& Kain %onto Uji %uci
Data Pengujan %R& Kain 'lanko %uci
Kain ,35
5
C ,45
5
C ,65
5
C ,75
5
C ,85
5
C
#apas 3 57 62 3 A-
Rayon 3 2, 25 52 3
TC 3 A- 26 3 26
TR 52 57 25 3 22
Kain ,35
5
C ,45
5
C ,65
5
C ,75
5
C ,85
5
C
#apas A6 56 5- 22 26
Rayon 66 A- 56 5- 25
T/C 5; 56 5- 2, 26
T/R A- A- 56 5- 26
Data Pengujian %R& Kain %onto Uji Sebelum %uci
Data Pengujan %R& Kain 'lanko Sebelum %uci
Kain ,35
5
C ,45
5
C ,65
5
C ,75
5
C ,85
5
C
#apas A6 A- 56 5A 5-
Rayon 56 5- A- 26 2;
T/C 56 A- 27 52 2;
T/R 5; 5- 5- 26 2;
V$ !#SK'S#
/ada praktikum kali ini kain melakukan proses
penyempurnaan lipatan permanen pada kain
kapas, rayon, kain campuran T/C dan T/R dengan
:ariasi suhu hotpress. /enyempurnaan ini
membuat kain menadi terlipat secara permanen
saat setelah dilakukan pencucian, biasanya
digunakan pada pakaian *anita 8rok9 atau pada
kerah pakaian. <ipatan tersebut teradi karena
penggunaan resin, resin yang digunakan adalah
enis resin yang mengandung formadehid yaitu
+M+1F?. 4enis resin ini salah satu resin yang
biasa digunakan pada penyempurnaan anti kusut
yang memiliki sifat tahan kusut permanen, tahan
terhadap pencucian, paling banyak digunakan
untuk penyempurnaan durable press dan meiliki
kereaktifan rendah. !elain itu dapat membuat
kenampakan kain lebih licin dan rapi pada kain
yang terbuat dari serat selulosa, meningkatnya
kekakuan kain, berkurangnya ketahanan gosok
kain, kekuatan sobek dan kekuatan tarik kain.
Resin akan berpolimerisasi terhadap kain
dengan mengadakan ikatan silang sehingga kain
terlapisi oleh lapisan film dari resin. /olimerisasi
teradi saat proses hot press atau pemanas a*etan
dengan bantuan katalis yang akan pecah pada
saat suhu tertentu menimbulkan suasana asam
yang dapat mempercepat proses polimerisasi.
1asil penyempurnaan lipatan permanen ini lebih
cocok digunakan pada kain campuran selulosa3
sintetik karena pada serat selulosa kain banyak
memiliki gugus amorf dibanding gugus kristalin
sehingga kain akan mudah berubah atau stabilitas
dimensinya rendah, berbeda dengan serat
campuran yang memilki gugus kristalin yang
lebih banyak sehingga lipatan permanen akan
lebih maksimal.
V#$ K*S#%P'L&(
#esimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali
ini,yaitu >
1. !uhu mempengaruhi hasil CR$ pada kain.
2. @aik digunakan untuk kain campuran baik T/C
dan T/R.
V##$ S&%P*L ')#
Kain Contoh
':i
Se2elum Cu1i Sesudah Cu1i
T/R
T/C
V###$ !&;T&R P'ST&K&
()*+ +r. 0oerati, !. Teks. MT. ,"una*an, !.!iT.,
M.!c., Muhammad Ich*an, $T., M.!.Fng.,
$tin !umihartati, !.!iT., MT. 82-159 . '&"&,
&-&R P#,DIDIK&, . /&0I"&, PR12#SI
GURU !P/PG$+ @andung > !ekolah Teknologi
Tinggi Tekstil.
(3*+ !oepriono,/. 81;,A9 !erat3serat Tekstil,
cetakan ke dua, Institut Teknologi Tekstil,
@andung.
(4*+ !tandar 0asional lndonesia., !0I -2312,23
1;2;. lstila dan de5inisi dalam
penyempurnaan tekstil+