You are on page 1of 2

Kasus VISUS (14 Feb 12 dan 21 Mar 13)

Diagnosis : Miopia Simplex ODS Hitung visus pasien


Selamat pagi dok, saya Ni Putu Indra Dewi mahasiswi yang akan ujian pemeriksaan visus
hari ini. Ini kartu saya. Apa saya boleh mulai ujian?
Sebelumnya saya akan menyiapkan alat yang dibutuhkan, yaitu :
-

Kartu Snellen
Alat penunjuk (penggaris)
Kursi
Senter (jika dibutuhkan)

Selamat pagi bu, perkenalkan saya dokter muda IIN yang hari ini bertugas, dengan ibu siapa?
Usianya berapa? Baik ibu, hari ini saya akan melakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan,
apakah ibu bersedia? (INFORM CONSENT)
PERSIAPAN
1. Pasien dipersilahkan duduk di kursi yang berjarak 5-6 m dari kartu Snellen atau pada
kursi yang telah disediakan bila menggunakan refraktormeter
2. Pasien diminta duduk dengan nyaman dan pandangan lurus ke depan ke arah kartu
Snellen/refraktometer. Pasien diminta jangan mengerutkan kelopak mata.
Ibu silahkan duduk di kursi di sana ya bu. Duduknya yang nyaman saja, matanya lurus
ke depan ya bu ke arah kartu ini dan jangan mengerutkan kelopak matanya ya.
PEMERIKSAAN
1. Mata yang tidak diperiksa ditutup dengan telapak tangan tanpa menekan bola mata.
Pemeriksaan dilakukan pada mata kanan dahulu, sehingga mata kiri ditutup dulu.
Bu, tolong mata kirinya ditutup dengan telapak tangan ya, tapi jangan sampai
menekan bola matanya.
2. Pasien diminta membaca huruf yang terdapat pada layar dan dimulai dengan baris
yang paling atas/paling besar dan ditunjuk oleh pemeriksa Ini huruf apa bu?
3. Bila pasien dapat menyebutkan huruf-huruf pada baris tersebut, maka dilanjutkan
dengan membaca huruf dibawahnya? Ini huruf apa bu?
4. Tentukan baris terakhir yang dapat dibaca oleh pasien dan catat jumlah huruf yang
salah dibaca (Faultive) pada baris tersebut
5. Tentukan visus pasien
Kesalahan > 50% maka visus sesuai dengan di atasnya (untuk yang jumlah huruf ganjil) dan
jika = 50% pada huruf genap maka visus sesuai baris salah.
Pelaporan : visus OD / OS ? false ?
Snellen chart 6/60 6/6
Jika huruf paling atas dari Kartu Snellen tidak dapat dibaca maka lakukan tes hitung jari

1. Pasien diminta menutup mata kiri dengan telapak tangan tanpa menekan bola mata.
Bu silahkan tutup mata kirinya dengan telapak tangan ya tapi jangan menekan bola
mata.
2. Pasien diminta menghitung jari pemeriksa yang diacungkan 1 m di depan mata pasien
(ubah jumlahnya 3x) Bu nanti ibu hitung jumlah jari yang akan saya ancungkan
ya. Ini berapa bu? Ini berapa? Ini berapa?
3. Bila pasien dapat menyebut jumlah jari dengan benar maka
a. Pemeriksa mundur 1 m dan lakukan hal yang sama, jika pasien bisa
menyebutkannya dengan benar (ubah 3x) mundur lagi 1 m, dst sampai pasien
tidak dapat menyebutkan jumlah jari dengan benar
b. Tentukan visus
(Hitung jari : 1/60 5/60)
4. Jika pasien tidak bisa menyebutkan jumlah jari dari jarak 1 m maka lakukan
pemeriksaan lambaian tangan dari jarak 1 m. Minta pasien menyebutkan arah
lambaian tangan (atas bawah kiri kanan)
Bu nanti ibu tentukan arah lambaian tangan saya ya, ke atas-bawah atau kiri-kanan.
Apa ibu bisa melihat? Ke arah mana bu?
5. Tentukan visus pasien (1/300)
6. Jika pasien tidak bisa menentukan arah lambaian, maka lakukam pemeriksaan
menggunakan persepsi cahaya (dengan kampu senter) dari jarak 10 cm.
Bu apakah ibu melihat cahaya? ini dari arah mana?
7. Tentukan visus (1/tak terhingga dengan persepsi benar jika bisa menentukan arah
datangnya cahaya, dan persepsi salah jika tidak dapat menentukan arah datangnya
cahaya dengan benar)
8. Jika tidak dapat melihat cahaya, maka visus pasien NOL

#Lakukan pada mata sebelah kanan dulu sampai selesai baru ke mata sebelah kiri