Sie sind auf Seite 1von 24

Perikarditis, Miokarditis,

Endokarditis

Perikarditis
Pengertian
proses peradangan pada daerah
perikardium, dapat pada perikard parietal,
atau perikard viseral atau keduanya

Pembagian perikarditis
A. Menurut perjalanan penyakit
Perikarditis akut
Perikarditis sub akut
Perikarditis kronik
Penjelasan;
1. Perikarditis akut;
Ada 3 gejala klinis yang khas
= Nyeri dada
= Pericard friction rub
= Abnormal EKG

Lanjutan
1. Penyebab perikardis terbanyak

Infeksi non spesifik Misal ;


Virus,bacterial artretis reumatik, trauma radiasi, uremia,
infark miokard akut.

2.Penyebab perikarditis paling sering;


Infeksi virus, infeksi bakterial, uremia, infak miokard akut

Lanjutan
Gejala klinis
1.KLien mengelu nyeri dada substernal.
2.Kadang nyeri menjalar kebau, lebih enak posisi pasien
duduk .
3.Pada pemeriksaan fisik ditemukan perikardial friction rub.
4.JVP (Jugularis vena pressure) meningkat.
5.Bunyi jantung melemah.
6.Foto thorax bisa normal/ adanya effusi perikardial.
7.EKG ; adanya ST elevasi, QRS yang rendah, gangguan
irama

Lanjutan
2. Perikarditis sub akut dan kronis
- Perjalanan penyakit 6 minggu sampai 6 bulan.
- Terdapat effusi pleura.
- Terdapat komplikasi ; tamponade jantung.
- Dilakukan pungsi cairan perikard / perikariosentesis

Miokarditis
Miokarditis adalah
@Peradangan pada otot jantung miokardium.
@Pada umumnya sering disebabkan oleh penyakit
infeksi.
@Dapat juga dikarenakan reaksi oleh alergi terhadap
obat dan efek toksik terutama oleh bahan kimia radiasi.

Penyebab
1. Infeksi ; hampir semua penyakit infeksi dapat menyebabkan
miokarditis.
Misal ; infesi bacterial, spiroketa, parasit, virus, richetsia

Lanjutan
2. Reaksi alergi;
berupa suatu miokarditis hipersensitif yang disebabkan oleh
obat obatan.
Misal ; antibiotik, sulfonamit, antikonvolsif, anti implamasi,
diuritik.
3. Reaksi toksik karena bahan bahan tertentu.

Pathofisiologi
@ Kerusakan miokard oleh kuman kuman infeksius.
Ada 3 macam mekanisme;
1. Invasi langsung kemiokardium.
2. Proses immonologi terhadap miokardium.
3. Mengeluarkan racu / toksin yang merusak miokardium.

Klasifikasi
Berdasar gejala klinis, miokarditis dibagi 3 ;
1. Miokarditis akut.
- orang muda 20 tahun.
- lebih banyak laki laki.
- diawali dengan infeksi saluran pernapasan atas.
- perjalanan penyakit 3 8 minggu.
2. Rapidly progresif miocarditis
- terdapat orang tua (35 thn)
- lebih banyak terjadi pada laki laki.
- terdapat gangguan irama jantung.
- terjadi berbulan bulan sampai bertahun tahun
- kematian terjadi stelah 6 bulan.
- ssebagian besar akan meninggal dalam 3 tahun.

Lanjutan

3. Miokarditis kronis;
- terdapat pada umur 30 tahun
- kebanyakan wanita
- dimulai dengan episode gagal jantung
- disusul dengan perbaikan klinis.
Tanda dan gejala :
- Sangat bervariasi dari tanpa keluhan sampai gagal jantung.
- Sesak napas, tachikardi, nyeri dada, badan terasa lemah.
- Kenaikan suhu badan, JVP meningkat.
- Tanda tanda gagal jantung.

komplikasi
1. Kardiomiopati.
2. Payah jantung/gagal jantung kongesti.
3. Effusi perikard
4. AV blook total (gangguan irama jantung)
Pemeriksaan penunjang
1. Laboratorium; leokosit limposit yang tinggi, LED
meningkat, enzym jantung meningkat.
2. EKG ; sinus tachikardi, terdapat ST elevasi, gangguan
irama
3. Foto dada; ukuran jantung sering membesar.
4. Echokardiografi ; miopati, effusi perikard,
nekrosis,penebalan dinding ventrikel.

Endokarditis
1. @ Endokarditis adalah penyakit infeksi oleh mikoorganisme
pada endokard/ katup jantung.
@ Endokarditis tidak hanya terjadi pada endokard dan katup
yang telah mengalami kerusakan,akan terjadi juga pada
endokardium dan katup yang sehat.
2. Faktor predisposisi dan faktor pencetus
Faktor presdiposisi dibagi menjadi 2 ;
1. kelainan organik; reumatik, penyakit jantung bawaan,
katup jantung prostetik, penyakit jantung sklerotik, operasi
jantung.
2. Tanpa ada kelainan organik ; pemakaian obat
immonosupresif, sitostatika, hemodialisa, serosis hepatis,
diabetus melitus, penyakit ginjal

Lanjutan

Faktor pencetus;
1.
2.

Ekstraksi gigi, tindakan bedah mulut.


Kateterisasi saluran kemih, tindakan obstetri gynokologi,
radang saluran pernapasan atas.

Penyebab;
1. streptokokus viridans ( hidup disaluran pernapasan atas )
2. Tonsilektomy, cabut gigi, bronchoskopy.

Pathofisiologi
@ Porte de intree kuman yang paling sering adalah saluran
bagian atas , melalui saluran kemih, dan genital, saluran
pencernaan.
@ Endokard yang rusak dan tidak rata mudah terinfeksi oleh
organisme, menimbulkan vegitasi yang terdiri atas trombosit
dan fibrin.
@Infeksi dengan mudah meluas kearah sekitarnya dapat
menimbulakan abces miokard, bila mengenai korda tendene
maka dapat terjadi ruptur, mengakibatkan terjadi kebocoran
katup.

Lanjutan
Keluhan yang dirasakan pasien ;
1.Sering pasien tidak mengetahui dengan jelas kapan penyakitnya
timbul.
2.Terjadi sesudah cabut gigi, infeksi saluran pernapasan atas.
3. Demam, lemah, keringat pada malam hari, napsu makan menurun,
berat badan menurun, nyeri sendi, skait kepala,kematian
mendadak.
Komplikasi;
1. Gagal jantung.
2. Emboli.
3. Anurisma nekrotik.
4. Gangguan neurologi

Prognosis jelek
1.
2.
3.
4.

Gagal jantung
Mikroorganisme yang resisten dengan antibiotik.
Pengobatan terlambat.
Setelah pemasangan katup prostetik

Asuhan Keperawatan
Perikarditis, Miokarditis, Endokarditis

1.
-

Gangguan rasa nyaman nyeri


tujuan tindakan
setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam
diharapkan nyeri yang dirasakan berkurang

Rencana tindakan
1. Kaji tingkat nyeri
2. Catat keluhan nyeri
3. Ajarkan ketrampilan relaksasi distraksi
4. Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman
5. Beri dukungan emosional
6. Kolaborasi pemberian analgesik

2. Intoleransi aktivitas
- Tujuan tindakan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam klien
dapat menunjukkan peningkatan yang
- Rencana tindakan
1. Kaji respon klien terhadap aktivitas
2. Kaji perubahan selama aktivitas
3. Pantau tanda2 vital
4. Pertahankan tirah baring selama periodik demam dan sesuai
indikasi
5. Rencanakan periode istirahat klien tanpa gangguan
6. Bantu klien dalam program latihan bertahap
7. Catat respon selama aktivitas
8. Evaluasi respon emosional terhadap situasi

3. Penurunan curah jantung ( resiko tinggi )


- Tujuan tindakan
setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam terjadi perubahan
perfusi ditandai dg penurunan dipsnoe, disrithmia, CRT< 3 detik
-

Rencana tindakan
1. Kaji frekuensi pernafasan
2. Observasi tanda2 vital
3. Beri oksigen kanul 3-4 lpm
4. Pantau frekuensi dan irama jantung
5. Kaji bunyi jantung tambahan
6. Beri posisi tidur dengan semi fowler
7. Beri suport sistem
8. Kaji tingkat kesadaran
9. Catat dan dokumentasikan selama keluhan
10. Beri oksigen kanul 3 4liter / menit
11. Kolaborasi pemberian diuritik, digitalis sesuai advis.

4. Gangguan perfusi jaringan


- Tujuan tindakan
setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam perfusi jaringan
semakin adekuat secara individual
-

Rencana tindakan
1. Kaji status mental
2. Kaji tanda2 vital
3. Observasi CRT
4. Beri oksigen
5. Observasi intake output
6. Kaji produksi urin
7. Beri posisi dengan tepat
8. Kolaborasi dengan tim medis ttg terapi yang sesuai dengan advis

5. Kurang pengetahuan tentang kondisi / penyembuhan


- Tujuan tindakan
setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam klien menyatakan
pemahaman ttg proses penyakit, kemungkinan komplikasi

- Rencana tindakan
1. Jelaskan proses kejadian penyakit secara individual
2. Ajarkan untuk memperhatikan segala sehubungan komplikasi
3. Ajarkan pencegahan terhadap adanya radang otot jantung.
4. Ajarkan pada pasien/keluarga tentang dosis , tujuan, efek obat
sesuai anjuran / advis.
5. Identifikasi dukungan individu / sumber yang terrsedia
6. Anjurkan pentingnya evaluasi / pemeriksaan secara teratur
7. Identifikasi faktor pencetus pada pasien

Terima kasih
SEMOGA JADI SUKSES