You are on page 1of 4

ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMOTHORAKS

SISTEM RESPIRASI

A. Pengkajian :
Point yang penting dalam riwayat keperawatan :
1. 20-30 tahun.
2. Alergi terhadap obat, makanan tertentu.
3. Pengobatan terakhir.
4. Pengalaman pembedahan.
5. Riwayat penyakit dahulu.
6. Riwayat penyakit sekarang.
7. Dan Keluhan.
B. Pemeriksaan Fisik :
1) Sistem Pernapasan :
1. Sesak napas
2. Nyeri, batuk-batuk.
3. Terdapat retraksi klavikula/dada.
4. Pengambangan paru tidak simetris.
5. Fremitus menurun dibandingkan dengan sisi yang lain.
6. Pada perkusi ditemukan Adanya suara sonor/hipersonor/timpani , hematotraks
(redup)
7. Pada asukultasi suara nafas menurun, bising napas yang berkurang/menghilang.
8. Pekak dengan batas seperti garis miring/tidak jelas.
9. Dispnea dengan aktivitas ataupun istirahat.
10. Gerakan dada tidak sama waktu bernapas.
2) Sistem Kardiovaskuler
1. Nyeri dada meningkat karena pernapasan dan batuk.
2. Takhikardia, lemah
3. Pucat, Hb turun /normal.
4. Hipotensi.
3) Sistem Persyarafan :
Tidak ada kelainan.
4) Sistem Perkemihan.
Tidak ada kelainan.
5) Sistem Pencernaan :
Tidak ada kelainan.
6) Sistem Muskuloskeletal - Integumen.
1. Kemampuan sendi terbatas.
2. Ada luka bekas tusukan benda tajam.
3. Terdapat kelemahan.
4. Kulit pucat, sianosis, berkeringat, atau adanya kripitasi sub kutan.
7) Sistem Endokrine :
1. Terjadi peningkatan metabolisme.
2. Kelemahan.
8) Sistem Sosial / Interaksi.

Tidak ada hambatan.


9) Spiritual :
Ansietas, gelisah, bingung, pingsan.
C. Pemeriksaan Diagnostik :
1. Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara/cairan pada area pleural.
2. Pa Co2 kadang-kadang menurun.
3. Pa O2 normal / menurun.
4. Saturasi O2 menurun (biasanya).
5. Hb mungkin menurun (kehilangan darah).
6. Toraksentesis : menyatakan darah/cairan.
D. Diagnosa Keperawatan :
ETIOLOGI
Trauma thoraks

PROBLEM
Ketidakefektifan pola
pernapasan

Penurunan ekspansi dada

Penurunan ekspansi paru

Sesak
E. Intevensi Keperawatan :
Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan ekspansi paru yang tidak maksimal
karena trauma.
DIAGNOSA
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONAL
KEPERAWATAN
1. Berikan posisi
1. Meningkatkan
Ketidakefektifan
Setelah di lakukan
yang nyaman,
inspirasi maksimal,
pola pernapasan tindakan
biasanya
meningkatkan
berhubungan
keperawatan selama
dnegan
ekpansi paru dan
dengan
ekpansi 2x24 jam pola
peninggian
ventilasi pada sisi
paru yang tidak pernapasan menjadi
kepala tempat
yang tidak sakit.
maksimal karena efektif, dengan
tidur. Balik ke
akumulasi
kriteria hasil :
sisi yang sakit.
udara/cairan.
1. Frekuensi
Dorong klien
pernapasan
untuk duduk
2. Pengetahuan apa
regular
sebanyak
yang diharapkan
2. RR 16mungkin.
dapat mengurangi
24x/menit
2. Jelaskan pada
ansietas dan
3. Pola pernafasan
klien bahwa
mengembangkan
normal, tidak
tindakan
kepatuhan klien
tersebut
menggunakan

dilakukan untuk
terhadap rencana
otot bantu nafas,
menjamin
teraupetik.
cuping hidung,
3.
Pengetahuan apa
keamanan.
dan ekspirasi
yang diharapkan
abdominal
3. Jelaskan pada
dapat
4. Pengembangan
klien tentang
mengembangkan
dada normal
etiologi/faktor
kepatuhan klien
5. Kulit
pencetus
terhadap rencana
lembab/tidak
adanya sesak
teraupetik.
sianosis
atau kolaps
paru-paru.
4. Perhatikan alat
bullow drainase
berfungsi baik,
cek setiap 1 - 2
jam :
a) Periksa
pengontrol
penghisap
untuk
jumlah
hisapan
yang benar
b) Periksa
batas
cairan pada
botol
penghisap,
pertahanka
n pada
batas yang
ditentukan.
c) Observasi
gelembung
udara botol
penempung
.
d) Posisikan
sistem
drainage
slang untuk
fungsi
optimal,
yakinkan
slang tidak
terlipat,
atau

4. Membantu klien
mengalami efek
fisiologi hipoksia,
yang dapat
dimanifestasikan
sebagai
ketakutan/ansietas.
1. Mempertahankan
tekanan negatif
intrapleural
sesuai yang
diberikan, yang
meningkatkan
ekspansi paru
optimum/drainas
e cairan.
2. Air
penampung/botol
bertindak
sebagai
pelindung yang
mencegah udara
atmosfir masuk
ke area pleural.
3. gelembung udara
selama ekspirasi
menunjukkan
lubang angin dari
penumotoraks/ke
rja yang
diharapka.
Gelembung
biasanya
menurun seiring
dnegan ekspansi
paru dimana area
pleural menurun.
Tak adanya

menggantu
ng di bawah
saluran
masuknya
ke tempat
drainage.
Alirkan
akumulasi
dranase
bela perlu.
e) Catat
karakter/ju
mlah
drainage
selang
dada.

5. Kolaborasi
dengan tim
kesehatan lain :
Dengan dokter,
radiologi dan
fisioterapi.
Pemberian
antibiotika.
Pemberian
analgetika.
Fisioterapi
dada. Konsul
photo toraks.
6. Observasi
fungsi
pernapasan,
catat frekuensi
pernapasan,
dispnea atau
perubahan
tanda-tanda
vital.

gelembung dapat
menunjukkan
ekpsnsi paru
lengkap/normal
atau slang buntu.
4. Posisi tak tepat,
terlipat atau
pengumpulan
bekuan/cairan
pada selang
mengubah
tekanan negative
yang diinginkan.
5. Berguna untuk
mengevaluasi
perbaikan
kondisi/terjasinya
perdarahan yang
memerlukan
upaya intervensi.
5. Kolaborasi dengan
tim kesehatan lain
unutk engevaluasi
perbaikan kondisi
klien atas
pengembangan
parunya.

6. Mengetahui tandatanda vital pasien


dalam batas normal