You are on page 1of 7

JEN

Simple/Minimal Head Injury


Cedera Kepala Ringan (CKR)
Cedera Kepala Sedang (CKS)
Cedera Kepala Berat (CKB)
Cedera primer lokal
Cedera primer difus
Cedera sekunder lokal
Cedera sekunder difus
Lesi intra kranial :
1. Diffuse Brain Injury (Kerusakan Otak Menyeluruh)
pasien mengalami koma sejak peristiwa cedera terjadi namun tidak ada gambaran lesi desak
ruang pada CT scan
- dibagi menjadi diffuse axonal injury dan diffuse vascular injury. Pada diffuse vascular injury
biasanya pasien langsung meninggal beberapa menit setelah benturan
2. Fokal :
a. EDH (berhubungan dengan benturan fokal)

Mungkin dapat dijumpai cedera kepala luar.

Bervariasi : sadar, kehilangan kesadaran singkat, kehilangan kesadaran yang


berkepanjangan.

20-50 % mengalami lucid interval.

Pemeriksaan tanda-tanda lateralisasi.

CT Scan: Hematom memiliki bentuk bikonveks. Ini terjadi karena ekspansi hematom
terbatas. Tepi menunjukkan batas yang tegas. Terdapat sedikit pergeseran struktur
mediana.

GAMBARAN EDH

b. SDH (berhubungan dengan cedera kepala akselerasi-deselerasi)

Pengumpulan darah yang terletak di ruang antara dura dan araknoid.

Klasifikasi
Akut < 72 jam hiperdens
Sub akut : 3-20 hari isodens
Kronis > 20 hari hipodens

Klinis
SDH akut :
- Penurunan tingkat kesadaran
- Dilatasi pupil dan penurunan reaksi terhadap cahaya ipsilateral dari hematom
- Hemiparese kontra lateral dari hematom.
SDH kronis :
Penurunan tingkat kesadaran, disfungsi kognitif dan kehilangan memori, defisit
motorik, headache, afasia.

CT Scan: gambaran bulan sabit dan batas dalam yang irregular. Lebih menggeser struktur
mediana

GAMBARAN SDH

c. ICH (Intra serebral hematom)

Akibat laserasi atau kontusio jaringan otak pecahnya pembuluh darah di jaringan otak

tersebut > 5 cc = ICH.


Bisa terdapat lucid interval yang lama
Gambaran klinis: perdarahan ortak akibat HT: koma, hemiplegi, dilatasi pupil, Babinsky

+ bilateral, pernafasan iregular


CT scan: bayangan hiperdens homogen batas tegas dan terdapat edema perifokal di
sekitarnya

GAMBARAN ICH
d. SAH (berhubungan dengan cedera kepala berat)

Akibat ruptur bridging vein pd ruang subarakhnoid


Perdarahan masuk ke dalam sistem LCS
Umumnya lesi disertai kontusio atau laserasi serebri
Gejala terdapat gejala iritasi meningeal: nyeri kepala, demam, kaku kuduk, iritabilitas,

fotofobia, penurunan kesadaran, gangguan pernafasan Chayne Stokes


Dapat terjadi hidrosefalus
CT Scan: lesi hiperdens mengikuti pola sulkus pada permukaan otak.

GAMBARAN SAH
e. IVH

Biasanya menyertai trauma kepala dengan SAH


Sakit kepala. Disfungsi neurologis (-), hidrosefalus
CT scan = gambaran hiperdens di ruang ventrikel

GAMBARAN INTRAVENTRIKULAR
f. Higroma subdural

Timbunan cairan antara duramater dan araknoidea. Lapisan araknoid robek LCS masuk
ruang subdural

Paling sering di frontal dan temporal

Simpleks tidak disertai cedera yang berat (sub akut/ kronik). Kompleks disertai
kerusakan yang berat (akut <24 jam

Gejala: tidak ada penurunan kesadaran, nyeri kepala kronik semakin berat bila batuk
atau mengejan, mual muntah, gangguan kognitif, tidak dapat konsentrasi, abnormalitas
pupil, hemiparase, kejang

CT scan: gambaran bulan sabit di ruang subdural dengan densitas mendekati LCS

GAMBARAN HYGROMA SUBDURAL