You are on page 1of 98

CONSOLIDATED

  Revised: March, 2018

 
 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK REGULATION OF THE GOVERNMENT OF THE
INDONESIA REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 23 TAHUN 2010 NUMBER 23 OF 2010
TENTANG CONCERNING
PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA MINERAL AND COAL MINING BUSINESS
PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA ACTIVITIES

As amended by: (in boldface)


1. Regulation of the Government No. 24 of 2012, February 21, 2012
2. Regulation of the Government No. 1 of 2014, January 11, 2014
3. Regulation of the Government No. 77 of 2014, October 14, 2014
4. Regulation of the Government No. 1 of 2017, January 11, 2017
5. Regulation of the Government No. 8 of 2018, March, 7, 2018

Daftar Isi / Table of Contents


Pasal / Article
BAB I: KETENTUAN UMUM 1-5 CHAPTER I: GENERAL PROVISIONS
BAB II: IZIN USAHA PERTAMBANGAN 6-46 CHAPTER II: MINING PERMITS
Bagian Kesatu: Umum 6-7 Part One: General
Part Two: The Authorization of Mining Permit
Bagian Kedua: Pemberian WIUP 8-9
Areas
Paragraf 1: Umum 8-9 Paragraph 1: General
Paragraph 2: Procedures for Authorization of
Paragraf 2: Tata Cara Pemberian WIUP
10-19 Metal Mineral and Coal Mining Permit
Mineral Logam dan Batubara
Areas
Paragraph 3: Procedures for Authorization of
Paragraf 3: Tata Cara Pemberian WIUP
20-21 Nonmetal Mineral and Rock Mining Permit
Mineral Bukan Logam dan Batuan
Areas
Bagian Ketiga: Pemberian IUP 22-41 Part Three: The Granting of Mining Permits
Paragraf 1: Umum 22 Paragraph 1: General
Paragraph 2: The Requirements for
Paragraf 2: Persyaratan IUP Eksplorasi dan
23-27 Exploration Mining Permits and Production
IUP Operasi Produksi
Operation Mining Permits
Paragraf 3: IUP Eksplorasi 28-33 Paragraph 3: Exploration Mining Permits
Paragraph 4: Production Operation Mining
Paragraf 4: IUP Operasi Produksi 34-41
Permits
Bagian Keempat: Pemasangan Tanda Batas 42-43 Part Four: Placement of Boundary Markers
Bagian Kelima: Komoditas Tambang Lain Dalam Part Five: Other Mining Commodities Within
44
WIUP Mining Permit Areas
Bagian Keenam: Perpanjangan IUP Operasi Part Six: Extensions of Production Operation
45-46
Produksi Mining Permits
BAB III: IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT 47-48 CHAPTER III: SMALL-SCALE MINING PERMITS
Bagian Kesatu: Umum 47 Part One: General
Part Two: The Granting of Small-Scale Mining
Bagian Kedua: Pemberian IPR 48
Permits
BAB IV: IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS 49-73 CHAPTER IV: SPECIAL MINING PERMITS
Bagian Kesatu: Umum 49-50 Part One: General
Part Two: The Granting of Special Mining Permit
Bagian Kedua: Pemberian WIUPK 51-61
Areas in Special Mining Areas
Paragraf 1: Umum 51-52 Paragraph 1: General
Paragraf 2: Tata Cara Pemberian Prioritas 53 Paragraph 2: Procedures for Giving Priority

Translated by: Wishnu Basuki 1


wbasuki@gmail.com
WIUPK Mineral Logam dan Batubara to Metal Mineral and Coal Special
Mining Permit Areas in Special Mining
Areas
Paragraph 3: Auction Procedures for Metal
Paragraf 3: Tata Cara Lelang WIUPK
54-61 Mineral and Coal Special Mining
Mineral Logam dan Batubara
Permit Areas in Special Mining Areas
Part Three: The Granting of Special Mining
Bagian Ketiga: Pemberian IUPK 62-68
Permits
Paragraf 1: Umum 62 Paragraph 1: General
Paragraph 2: The Requirements for
Paragraf 2: Persyaratn IUPK Eksplorasi dan Exploration Special Mining Permits
63-64
IUPK Operasi Produksi and Production Operation Special
Mining Permits
Paragraph 3: Procedures for Issue of Metal
Paragraf 3: Tata Cara Penerbitan IUPK
65-66 Mineral and Coal Exploration Special
Eksplorasi Mineral Logam dan Batubara
Mining Permits
Paragraf 4: Tata Cara Penerbitan IUPK Paragraph 4: Procedures for Issue of Metal
Operasi Produksi Mineral Logam dan 67-68 Mineral and Coal Production Operation
Batubara Special Mining Permits
Bagian Keempat: Pemasangan Tanda Batas 69-70 Part Four: Placement of Boundary Markers
Part Five: Other Mining Commodities Within
Bagian Kelima: Komoditas Tambang Lain Dalam
71 Special Mining Permit Areas in Special Mining
WIUPK
Areas
Bagian Keenam: Perpanjangan IUPK Produksi Part Six: Extensions of Production Operation
72-73
Operasi Special Mining Permits
BAB V: PENCIUTAN DAN PENGEMBALIAN CHAPTER V: REDUCTION IN AND REVERSION
WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN OF MINING PERMIT AREAS AND SPECIAL
74-75
WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN MINING PERMIT AREAS IN SPECIAL MINING
KHUSUS AREAS
BAB VI: PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN CHAPTER VI: SUSPENSION OF MINING
76-83
USAHA PERTAMBANGAN BUSINESS ACTIVITIES
BAB VII: PENGUTAMAAN KEPENTINGAN
CHAPTER VII: DOMESTIC PREFERENCE,
DALAM NEGERI, PENGENDALIAN PRODUKSI,
84-92 CONTROL OF PRODUCTION, AND CONTROL OF
DAN PENGENDALIAN PENJUALAN MINERAL
MINERAL AND COAL SALE
DAN BATUBARA
BAB VIII: PENINGKATAN NILAI TAMBAH, CHAPTER VIII: MINERAL AND COAL
PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL DAN 93-96 BENEFICIATION THROUGH PROCESSING AND
BATUBARA REFINING/SMELTING
Bagian Kesatu: Kewajiban Peningkatan Nilai Part One: Obligatory Beneficiation Through
93-94
Tambah, Pengolahan dan Pemurnian Processing and Refining/Smelting
Bagian Kedua: Peningkatan Nilai Tambah Mineral
95-96 Part Two: Mineral and Coal Beneficiation
dan Batubara
BAB IX: DIVESTASI SAHAM PEMEGANG IZIN CHAPTER IX: SHARE DIVESTMENT BY MINING
USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA PERMIT HOLDERS AND SPECIAL MINING
97-99
PERTAMBANGAN KHUSUS YANG SAHAMNYA PERMIT HOLDERS WHOSE SHARES ARE
DIMILIKI OLEH ASING FOREIGN OWNED
BAB X: PENGGUNAAN TANAH UNTUK CHAPTER X: USE OF LAND FOR PRODUCTION
100
KEGIATAN OPERASI PRODUKSI OPERATION ACTIVITIES
CHAPTER XI: PROCEDURES FOR SUBMISSION
BAB XI: TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN 101-105
OF REPORTS
CHAPTER XII: DEVELOPMENT AND
BAB XII: PENGEMBANGAN DAN EMPOWERMENT OF THE COMMUNITIES
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR 106-109 LIVING AROUND THE MINERAL AND COAL
WIUP DAN WIUPK MINING PERMIT AREAS AND SPECIAL MINING
PERMIT AREAS IN SPECIAL MINING AREAS
BAB XIII: SANKSI ADMINISTRATIF 110-111 CHAPTER XIII: ADMINISTRATIVE SANCTIONS
BAB XIV: KETENTUAN PERALIHAN 112 CHAPTER XIV: TRANSITIONAL PROVISIONS
BAB XV: KETENTUAN PENUTUP 113-115 CHAPTER XV: CONCLUDING PROVISIONS

2
NOTE:  WHERE NO ELUCIDATION IS PROVIDED UNDERNEATH A CLAUSE, THE CLAUSE IS SUFFICIENTLY CLEAR.

As amended by: (in boldface)


1. Regulation of the Government No. 24 of 2012, February 21, 2012
2. Regulation of the Government No. 1 of 2014, January 11, 2014
3. Regulation of the Government No. 77 of 2014, October 14, 2014
4. Regulation of the Government No. 1 of 2017, January 11, 2017
5. Regulation of the Government No. 8 of 2018, March, 7, 2018

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK REGULATION OF THE GOVERNMENT OF THE


INDONESIA REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 23 TAHUN 2010 NUMBER 23 OF 2010
TENTANG CONCERNING
PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA MINERAL AND COAL MINING BUSINESS
PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA ACTIVITIES

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF


INDONESIA,

Menimbang: Considering:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat that to give effect to Article 5 section (5), Article
(5), Pasal 34 ayat (3), Pasal 49, Pasal 63, Pasal 65 34 section (3), Article 49, Article 63, Article 65
ayat (2), Pasal 71 ayat (2), Pasal 76 ayat (3), Pasal section (2), Article 71 section (2), Article 76
84, Pasal 86 ayat (2), Pasal 103 ayat (3), Pasal 109, section (3), Article 84, Article 86 section (2),
Pasal 111 ayat (2), Pasal 112, Pasal 116 dan Pasal Article 103 section (3), Article 109, Article 111
156 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang section (2), Article 112, Article 116 and Article
Pertambangan Mineral dan Batubara perlu 156 of Law Number 4 of 2009 concerning Mineral
menetapkan Peraturan Pemerintah tentang and Coal Mining, it is necessary to issue
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Regulation of the Government concerning Mineral
Mineral dan Batubara; and Coal Mining Business Activities.

Mengingat: Bearing in Mind:

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara 1. Article 5 section (2) of the 1945 Constitution
Republik Indonesia Tahun 1945; of the State of the Republic of Indonesia;

2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang 2. Law Number 4 of 2009 concerning Mineral
Pertambangan Mineral dan Batubara and Coal Mining (State Gazette of the
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Republic of Indonesia Number 4 of 2009,
2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Supplement to the State Gazette of the
Republik Indonesia Nomor 4959); Republic of Indonesia Number 4959);

3
MEMUTUSKAN: HAS DECIDED:
Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH To issue: REGULATION OF THE GOVERNMENT
TENTANG PELAKSANAAN CONCERNING MINERAL AND COAL
KEGIATAN USAHA MINING BUSINESS ACTIVITIES.
PERTAMBANGAN MINERAL DAN
BATUBARA.

PENJELASAN UMUM: GENERAL ELUCIDATION:


Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Article 33 of the 1945 Constitution of the State of
Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan the Republic of Indonesia underscores that the
bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang land and the waters and the natural resources
terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan contained therein shall be controlled by the State
dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran and exploited for the best prosperity of the people.
rakyat. Mengingat mineral dan batubara sebagai Given that minerals and coal as natural resources
kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi contained in the land are non-renewable natural
merupakan sumber daya alam yang tak resources, the management thereof needs to be
terbarukan, pengelolaannya perlu dilakukan conducted in optimum, efficient, transparent,
seoptimal mungkin, efisien, transparan, sustainable, environmentally sound and just
berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, serta manner in order to gain the maximum ongoing
berkeadilan agar memperoleh manfaat sebesar- benefit and greatest prosperity for the people.
besar kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.

Sejalan dengan diundangkannya Undang-undang Aligned with the promulgation of Law Number 4 of
Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan 2009 concerning Mineral and Coal Mining, it is
Mineral dan Batubara, perlu melakukan penataan necessary to renew the governance of mineral
kembali pengaturan yang berkaitan dengan mining business activities that include:
kegiatan usaha pertambangan mineral dan
batubara, yang meliputi:

1. Pengusahaan pertambangan diberikan dalam 1. Mining commercialization that is allowed in


bentuk Izin Usaha Pertambangan, Izin Usaha the form of Mining Permit, Special Mining
Pertambangan Khusus, dan Izin Permit, and Small-Scale Mining Permit.
Pertambangan Rakyat.

2. Pengutamaan pemasokan kebutuhan mineral 2. Preference for domestic market obligation for
dan batubara untuk kepentingan dalam negeri minerals and coal to assure the availability of
guna menjamin tersedianya mineral dan minerals and coal as raw materials and/or as
batubara sebagai bahan baku dan/atau energy sources for domestic needs.
sebagai sumber energi untuk kebutuhan
dalam negeri.

3. Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan 3. Conduct and control of mining business


usaha pertambangan secara berdaya guna, activities in efficient, effective, and
berhasil guna, dan berdaya saing. competitive manner.

4. Peningkatan pendapatan masyarakat lokal, 4. Increase in income of the local communities,


daerah, dan negara, serta menciptakan regions, and state, as well as the creation of
lapangan kerja untuk sebesar-besar job opportunity in the best welfare of the
kesejahteraan rakyat. people.

5. Penerbitan perizinan yang transparan dalam 5. Transparent issue of mineral mining business
kegiatan usaha pertambangan mineral permits to expect more sound and competitive
sehingga iklim usaha diharapkan dapat lebih business climate.
sehat dan kompetitif.

6. Peningkatan nilai tambah dengan melakukan 6. Improve the value/beneficiation of domestic

4
pengolahan dan pemurnian mineral dan mineral and coal processing and
batubara di dalam negeri. refining/smelting.

Pengaturan-pengaturan tersebut di atas perlu The aforesaid regulations need incorporation into
dituangkan dalam Peraturan Pemerintah ini. this Regulation of the Government.

BAB I CHAPTER I
KETENTUAN UMUM GENERAL PROVISIONS
Pasal 1 Article 1

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud In this Regulation of the Government:
dengan:

1. Pertambangan, Mineral, Batubara, 1. Mining, Mineral, Coal, Mineral Mining, Coal


Pertambangan Mineral, Pertambangan Mining, Mining Business, Mining Permit,
Batubara, Usaha Pertambangan, Izin Usaha hereinafter called an IUP, Entity, Mining
Pertambangan yang selanjutnya disebut IUP, Permit Area, hereinafter called a WIUP,
Badan Usaha, Wilayah Izin Usaha Exploration Mining Permit, hereinafter called
Pertambangan yang selanjutnya disebut an Exploration IUP, Production Operation
WIUP, Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Mining Permit, hereinafter called a Production
yang selanjutnya disebut IUP Eksplorasi, Izin Operation IUP, Special Mining Area,
Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang hereinafter called an WUPK, Special Mining
selanjutnya disebut IUP Operasi Produksi, Permit, hereinafter called an IUPK,
Wilayah Usaha Pertambangan Khusus yang Exploration Special Mining Permit, hereinafter
selanjutnya disebut WUPK, Izin Usaha called an Exploration IUPK, Production
Pertambangan Khusus yang selanjutnya Operation Special Mining Permit, hereinafter
disebut IUPK, Izin Usaha Pertambangan called a Production Operation IUPK, Small-
Khusus Eksplorasi yang selanjutnya disebut Scale Mining Area, hereinafter called a WPR,
IUPK Eksplorasi, Izin Usaha Pertambangan Small-Scale Mining Permit, hereinafter called
Khusus Operasi Produksi yang selanjutnya an IPR, Exploration, and Production
disebut IUPK Operasi Produksi, Wilayah Operation, mean those as referred to in Law
Pertambangan Rakyat yang selanjutnya Number 4 of 2009 concerning Mineral and
disebut WPR, Izin Pertambangan Rakyat yang Coal Mining.
selanjutnya disebut IPR, Eksplorasi, dan
Operasi Produksi adalah sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral
dan Batubara.

2. Afiliasi adalah badan usaha yang mempunyai 2. Affiliate means any entity that has direct
kepemilikan saham langsung dengan shareholdings in a Mining Permit holder or a
pemegang IUP atau IUPK. Special Mining Permit holder.

3. Badan Usaha Swasta Nasional adalah badan 3. National Private Entity means any entity that
usaha baik yang berbadan hukum maupun is either a legal entity or non-legal entity,
yang bukan berbadan hukum yang 100% (one hundred percent) shares of which
kepemilikan sahamnya 100% (seratus persen) are domestically owned.
dalam negeri.

4. Badan usaha milik negara yang selanjutnya 4. State-owned company, hereinafter called
disebut BUMN, adalah BUMN yang bergerak BUMN, means any State-Owned Company
di bidang pertambangan sesuai dengan that is engaged in the mining field under the
ketentuan peraturan perundang-undangan. laws and regulations.

5
5. Badan usaha milik daerah yang selanjutnya 5. Region-owned company, hereinafter called
disebut BUMD, adalah BUMD yang bergerak BUMD, means any Region-Owned Company
di bidang pertambangan sesuai dengan that is engaged in the mining field under the
ketentuan peraturan perundang-undangan. laws and regulations.

6. Koperasi adalah badan usaha yang 6. Cooperative means any entity with a
beranggotakan orang-seorang atau badan membership of individuals or entities in
hukum Koperasi dengan melandaskan Cooperative form, that bases its activities on
kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi the Cooperative principle, and which functions
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat as a people’s economic movement with the
yang berdasar atas asas kekeluargaan. principle of the family system.

7. Masyarakat adalah masyarakat yang 7. Community means the community that is


berdomisili di sekitar operasi pertambangan. domiciled around the mining operation.

8. Divestasi saham adalah jumlah saham asing 8. Share Divestment means a number of foreign
yang harus ditawarkan untuk dijual kepada shares that is subject to offer for sale to
peserta Indonesia. Indonesian partners.

9. Menteri adalah menteri yang 9. Minister means a minister that administers


menyelenggarakan urusan pemerintahan di governmental affairs in the field of mineral
bidang pertambangan mineral dan batubara. and coal mining.

Pasal 2 Article 2

(1) Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan (1) Mineral and coal mining business activities
mineral dan batubara ditujukan untuk shall aim to carry out policy on a preference
melaksanakan kebijakan dalam mengutamakan for domestic use of minerals and/or coal.
penggunaan mineral dan/atau batubara untuk
kepentingan dalam negeri.

(2) Pertambangan mineral dan batubara (2) Mineral and coal mining as referred to in
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) section (1) shall be classified into 5 (five)
dikelompokkan ke dalam 5 (lima) golongan mining commodities, as follows:
komoditas tambang:

a. mineral radioaktif meliputi radium, a radioactive minerals that include radium,


thorium, uranium, monasit dan bahan thorium, uranium, monazite and other
galian radioaktif lainnya; radioactive excavated materials;
Penjelasan Pasal 2 Ayat (2) Huruf a: Elucidation of Article 2 Section (2) (a):
Yang dimaksud dengan mineral radioaktif dalam Radioactive minerals in this provision include
ketentuan ini termasuk bahan galian nuklir. nuclear excavated materials.

b. mineral logam meliputi litium, berilium, b. metal minerals that include lithium,
magnesium, kalium, kalsium, emas, beryllium, magnesium, kalium, calcium,
tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, gold, copper, silver, lead, zinc, tin, nickel,
mangaan, platina, bismuth, molibdenum, manganese, platinum, bismuth,
bauksit, air raksa, wolfram, titanium, molybdenum, bauxite, mercury, wolfram,
barit, vanadium, kromit, antimoni, kobalt, titanium, barite, vanadium, chromite,
tantalum, cadmium, galium, indium, antimony, cobalt, tantalum, cadmium,
yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, gallium, indium, yttrium, magnetite, iron,
niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, galena, alumina, niobium, zirconium,
erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, ilmenite, chrome, erbium, ytterbium,

6
cesium, lanthanum, niobium, neodymium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum,
hafnium, scandium, aluminium, niobium, neodymium, hafnium, scandium,
palladium, rhodium, osmium, ruthenium, aluminum, palladium, rhodium, osmium,
iridium, selenium, telluride, stronium, ruthenium, iridium, selenium, telluride,
germanium, dan zenotin; strontium, germanium, and zenotime;

c. mineral bukan logam meliputi intan, c. nonmetal minerals, including diamond,


korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, corundum, graphite, arsenic, quartz,
fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, fluorspar, criolite, iodine, bromine,
belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, chlorine, sulfur, phosphate, halite,
magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, asbestos, talc, mica, magnesite, yarosite,
fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, ocher, fluorite, ball clay, fire clay, zeolite,
gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kaolin, feldspar, bentonite, gypsum,
kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu dolomite, calcite, chert, pyrophillite,
kuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu quartzite, zircon, wollastonite, limestone,
gamping untuk semen; dolomite, yarosite, tawas (alum), quartz
rocks, perlite, rocksalt, clay, and
limestone for manufacturing cement;

d. batuan meliputi pumice, tras, toseki, d. rocks that include pumice, trass, toseki,
obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, obsidian, marble, perlite, diatomaceous
tanah serap (fullers earth), slate, granit earth, fullers earth, slate, granite,
granodiorit, andesit, gabro, peridotit, granodiorite, andesite, gabro, peridotite,
basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah basalt, trachyte, leucite, ball clay, soil fill,
urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, pumice, opal, chalcedony, chert, quartz
kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu crystal, jasper, chrysoprase, silicified
terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, wood, gamet, jade, agate, diorite, topaz,
topas, batu gunung quarry besar, kerikil large quarry rock piles, excavated hill
galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, gravels, river gravels, river rocks, river
kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, gravels sieved without sand, sand fill,
pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), sieved sand, natural sandy gravels,
bahan timbunan pilihan (tanah), urukan selected fill material (earth), local landfill,
tanah setempat, tanah merah (laterit), batu red earth (laterite), onyx, sea sand, sand
gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang not containing elements of metal minerals
tidak mengandung unsur mineral logam or elements of nonmetal minerals in
atau unsur mineral bukan logam dalam considerable amounts when sighted from
jumlah yang berarti ditinjau dari segi the perspective of mining economy; and
ekonomi pertambangan; dan

e. batubara meliputi bitumen padat, batuan e. coal, including solid bitumen, asphalt
aspal, batubara, dan gambut. rocks, coal, and peat.

(3) Perubahan atas penggolongan komoditas (3) Changes in the grouping of mining
tambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) commodities as referred to in section 2 shall be
ditetapkan oleh Menteri. determined by the Minister.

Pasal 3 Article 3

(1) Usaha pertambangan dilakukan berdasarkan (1) Mining business shall be conducted under a
IUP, IPR, atau IUPK. Mining Permit, Small-Scale Mining Permit, or
Special Mining Permit.

(2) IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud (2) A Mining Permit, Small-Scale Mining Permit,

7
pada ayat (1) diberikan dalam WIUP, WPR, or Special Mining Permit as referred to in
atau WIUPK. section (1) shall be granted within a Mining
Permit Area, a Small-Scale Mining Area, or a
Special Mining Permit Area in a Special
Mining Area.

(3) WIUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (3) A Mining Permit Area as referred to in section
berada dalam WUP yang ditetapkan oleh (2) shall be located in such a Mining Area as
Menteri. the Minister may confirm.

(4) WPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (4) A Small-Scale Mining Area as referred to in
ditetapkan oleh bupati/walikota. section (2) shall be confirmed by the regents/
mayors.

(5) WIUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (5) A Special Mining Permit Area in a Special
berada dalam WUPK yang ditetapkan oleh Mining Area as referred to in section (2) shall
Menteri. be located in such a Special Mining Area as
the Minister may confirm.

(6) WUP, WPR, atau WUPK sebagaimana (6) A Mining Area, Small-Scale Mining Area, and
dimaksud pada ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) Special Mining Area as referred to in section
berada dalam WP. (3), section (4) and section (5) shall be located
in a Mining Zone.

(7) Ketentuan mengenai WP sebagaimana (7) Provisions for Mining Zones as referred to in
dimaksud pada ayat (6) diatur dalam Peraturan section (6) shall be governed by separate
Pemerintah tersendiri. Regulation of the Government.

Pasal 4 Article 4

Untuk memperoleh IUP, IPR, dan IUPK To acquire a Mining Permit, Small-Scale Mining
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), Permit, and Special Mining Permit as referred to in
pemohon harus memenuhi persyaratan Article 3 section (1), an applicant must fulfill the
administrasi, teknis, lingkungan, dan finansial. administrative, technical, environmental, and
financial requirements.

Pasal 5 Article 5

Lingkup Peraturan Pemerintah ini meliputi The scope of this Regulation of the Government
pemberian IUP, IPR, dan IUPK, kewajiban shall include the granting of Mining Permits,
pemegang IUP, IPR, dan IUPK, serta pengutamaan Small-Scale Mining Permits, and Special Mining
penggunaan mineral logam dan/atau batubara Permits, obligations of Mining Permit holders,
untuk kepentingan dalam negeri. Small-Scale Mining Permit holders, and Special
Mining Permit holders, as well as a preference for
domestic use of metal mineral and/or coal.

BAB II CHAPTER II
IZIN USAHA PERTAMBANGAN MINING PERMITS
Bagian Kesatu Part One
Umum General
Pasal 6 Article 6

(1) IUP diberikan oleh Menteri, gubernur, atau (1) Mining Permits shall be granted by the

8
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya competent Minister, governors, or regents/
berdasarkan permohonan yang diajukan oleh: mayors upon application by:

a. badan usaha; a. entities;

b. koperasi; dan b. cooperatives; and

c. perseorangan. c. sole proprietorships.


Penjelasan Pasal 6 Ayat (1) Huruf c: Elucidation of Article 6 Section (1) Point (c):
Perseorangan dalam ketentuan ini adalah Warga Sole proprietorships in this provision are
Negara Indonesia. Indonesian nationals.

(2) Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Entities as referred to in section (1) point (a)
(1) huruf a dapat berupa badan usaha swasta, may be private entities, State-Owned
BUMN, atau BUMD. Companies, or Region-Owned Companies.

(3) Perseorangan sebagaimana dimaksud pada (3) Sole proprietorships as referred to in section
ayat (1) huruf c dapat berupa orang (1) point (c) may be individuals, general
perseorangan, perusahaan firma, atau partnerships, or limited partnerships.
perusahaan komanditer.

(3a) Badan usaha swasta sebagaimana dimaksud (3a) Private entities as referred to in section (2)
pada ayat (2) meliputi: shall include:

a. badan usaha swasta dalam rangka a. private entities in the scope of domestic
penanaman modal dalam negeri; investment;

b. badan usaha swasta dalam rangka b. private entities in the scope of foreign
penanaman modal asing. investment;

(3b) IUP yang diajukan oleh badan usaha swasta (3b) A Mining Permit applied for by private
dalam rangka penanaman modal asing entities in the scope of foreign investment as
sebagaimana dimaksud pada ayat (3a) referred to in section (3a) point (b) may
huruf b hanya dapat diberikan oleh only be granted by the Minister. (RG 24/2012)
Menteri. (PP 24/2012)

(4) IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (4) Mining Permits as referred to in section (1)
diberikan setelah mendapatkan WIUP. shall be granted upon access to Mining Permit
Areas.

(5) Dalam 1 (satu) WIUP dapat diberikan 1 (satu) (5) 1 (one) Mining Permit Area may be granted 1
atau beberapa IUP. (one) or several Mining Permits.

Pasal 7 Article 7

IUP diberikan melalui tahapan: A Mining Permit shall be granted through:

a. pemberian WIUP; dan a. the authorization of a Mining Permit Area; and

b. pemberian IUP. b. the granting of a Mining Permit.

Pasal 7A Article 7A

(1) Pemegang IUP dan IUPK tidak boleh (1) A Mining Permit holder and a Special
memindahkan IUP dan IUPK-nya kepada Mining Permit holder may not transfer

9
pihak lain. his/her Mining Permit and Special Mining
Permit to any other party.

(2) Pihak lain sebagaimana dimaksud pada (2) Any other party as referred to in section (1)
ayat (1) meliputi badan usaha yang 51% shall include an entity whose 51% (fifty-one
(lima puluh satu persen) atau lebih percent) of its shares or more are not owned
sahamnya tidak dimiliki oleh pemegang by a Mining Permit holder or a Special
IUP atau IUPK. Mining Permit.
Penjelasan Pasal 7A Ayat (2): Elucidation of Article 7A Section (2):
Ketentuan ini dimaksudkan bahwa IUP atau This provision is intended that a Mining Permit
IUPK hanya dapat dipindahkan kepada badan or a Special Mining Permit may only be
usaha yang 51% (lima puluh satu persen) atau transferred to an entity whose 51% (fifty-one
lebih sahamnya dimiliki oleh pemegang IUP atau percent) of its shares or more are owned by a
IUPK. (PP 24/2012) Mining Permit holder or a Special Mining Permit
holder. (RG 24/2012)

Pasal 7B Article 7B

(1) IUP atau IUPK yang dimiliki oleh BUMN (1) A State-Owned Company that holds a
sebagian WIUP atau WIUPK Operasi Mining Permit or a Special Mining Permit
Produksinya dapat dialihkan kepada pihak may transfer a part of its Production
lain. Operation Mining Permit Area or Special
Mining Permit Area in Special Mining Area
to any other party.

(2) Pihak lain sebagaimana dimaksud pada (2) Any other party as referred to in section (1)
ayat (1) meliputi badan usaha yang 51% shall include an entity whose 51% (fifty-one
(lima puluh satu persen) atau lebih percent) of its shares or more are owned by
sahamnya dimiliki oleh BUMN pemegang a State-Owned Company holding a Mining
IUP atau IUPK. Permit or a Special Mining Permit.

(3) Pengalihan sebagian WIUP atau WIUPK (3) Any transfer of a part of the Production
Operasi Produksi sebagaimana dimaksud Operation Mining Permit Area or Special
ayat (1) dilakukan dengan persetujuan Mining Permit Area in Special Mining Area
Menteri. as referred to in section (1) shall be made
upon the approval of the Minister.
Penjelasan Pasal 7B Ayat (3): Elucidation of Article 7B Section (3):
Pengalihan sebagian wilayah dilakukan secara Any transfer of a part of the area shall be made
langsung. (PP 24/2012) directly. (RG 24/2012)

Pasal 7C Article 7C

Pemegang IUP dan IUPK yang melakukan A Mining Permit holder and a Special Mining
perubahan status perusahaan dari penanaman Permit holder that change the status of
modal dalam negeri menjadi penanaman modal company from domestic investment to foreign
asing, kepemilikan saham asingnya paling investment shall have foreign shareholdings not
banyak: exceeding:

a. 75% (tujuh puluh lima persen) untuk IUP a. 75% (seventy-five percent) for the
Eksplorasi dan IUPK Eksplorasi; Exploration Mining Permit and the
Exploration Special Mining Permit;

b. 49% (empat puluh sembilan persen) untuk b. 49% (forty-nine percent) for the Production

10
IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi Operation Mining Permit and the
Produksi yang tidak melakukan sendiri Production Operation Special Mining
kegiatan pengolahan dan/atau pemurnian; Permit not undertaking processing and/or
refining/ smelting by themselves;

c. 60% (enam puluh persen) untuk IUP c. 60% (sixty percent) for the Production
Operasi Produksi dan IUPK Operasi Operation Mining Permit and the
Produksi yang melakukan sendiri kegiatan Production Operation Special Mining
pengolahan dan/atau pemurnian; dan Permit undertaking processing and/or
refining/smelting by themselves; and

d. 70% (tujuh puluh persen) untuk IUP d. 70% (seventy percent) for the Production
Operasi Produksi dan IUPK Operasi Operation Mining Permit and the
Produksi yang melakukan kegiatan Production Operation Special Mining
penambangan dengan menggunakan Permit conducting mining activities by
metode penambangan bawah tanah. (PP using an underground mine method. (RG
77/2014) 77/2014)

Penjelasan Pasal 7C: Elucidation of Article 7C:


Yang dimaksud dengan “yang melakukan “Using an underground mine method” as
kegiatan penambangan dengan menggunakan referred to in point (d) means:
metode penambangan bawah tanah”
sebagaimana dimaksud dalam huruf d adalah
yang melakukan kegiatan penambangan:

a. dengan menggunakan metode penambangan a. using a full underground mine method; and
bawah tanah seluruhnya; dan

b. dengan menggunakan metode penambangan b. using underground mine and open-pit mine
bawah tanah dan penambangan terbuka. methods.

Bagian Kedua Part Two


Pemberian WIUP The Authorization of Mining Permit Areas
Paragraf 1 Paragraph 1
Umum General
Pasal 8 Article 8

(1) Pemberian WIUP sebagaimana dimaksud (1) Mining Permit Areas as referred to in Article 7
dalam Pasal 7 huruf a terdiri atas: point (a) shall be authorized for:

a. WIUP radioaktif; a. radioactive Mining Permit Areas;

b. WIUP mineral logam; b. metal mineral Mining Permit Areas;

c. WIUP Batubara; c. coal Mining Permit Areas;

d. WIUP mineral bukan logam; dan/atau d. nonmetal mineral Mining Permit Areas;
and/or

e. WIUP batuan. e. rock Mining Permit Areas.

(2) WIUP radioaktif sebagaimana dimaksud pada (2) Radioactive Mining Permit Areas as referred
ayat (1) huruf a diperoleh sesuai dengan to in section (1) point (a) shall be authorized
ketentuan peraturan perundang-undangan. under the laws and regulations.

11
(3) WIUP mineral logam dan batubara (3) Metal mineral and coal Mining Permit Areas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b as referred to in section (1) point (b) and point
dan huruf c diperoleh dengan cara lelang. (c) shall be authorized through a bidding
process.

(4) WIUP mineral bukan logam dan batuan (4) Nonmetal mineral and rock Mining Permit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d Areas as referred to in section (1) point (d) and
dan huruf e diperoleh dengan cara mengajukan point (e) shall be authorized upon application
permohonan wilayah. for the area.

Pasal 9 Article 9

(1) Dalam 1 (satu) WUP dapat terdiri atas 1 (satu) (1) 1 (one) Mining Area may include 1 (one) or
atau beberapa WIUP. several Mining Permit Areas.

(2) Setiap pemohon sebagaimana dimaksud dalam (2) Any applicant as referred to in Article 6
Pasal 6 ayat (1) hanya dapat diberikan 1 (satu) section (1) may be authorized 1 (one) Mining
WIUP. Permit Area only.

(3) Dalam hal pemohon sebagaimana dimaksud (3) If the applicant as referred to in section (2) is a
pada ayat (2) merupakan badan usaha yang publicly-held entity (go public), it may be
telah terbuka (go public), dapat diberikan lebih authorized more than 1 (one) Mining Permit
dari 1 (satu) WIUP. Area.

(3) Setiap pemohon sebagaimana dimaksud (3) Any applicant as referred to in Article 6
dalam Pasal 6 ayat (1) dapat diberikan section (1) may be granted more than 1
lebih dari 1 (satu) WIUP dalam hal: (one) Mining Permit Area:

a. badan usaha yang mengajukan a. if the entity submitting an application is


permohonan merupakan badan usaha a publicly-held entity (go public); or
yang terbuka (go public); atau

b. untuk WIUP mineral bukan logam b. for a nonmetal mineral Mining Permit
dan/atau WIUP batuan. (PP 24/2012) Area; or
[c.] for a rock Mining Permit Area. (RG
24/2012)

Paragraf 2 Paragraph 2
Tata Cara Pemberian WIUP Mineral Logam dan Procedures for Authorization of Metal Mineral and
Batubara Coal Mining Permit Areas
Pasal 10 Article 10

(1) Sebelum dilakukan pelelangan WIUP mineral (1) Prior to the auction process for metal mineral
logam atau batubara sebagaimana dimaksud and coal Mining Permit Areas as referred to in
dalam Pasal 8 ayat (3), Menteri, gubernur, atau Article 8 section (3), the competent Minister,
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya governors, or regents/mayors shall announce
mengumumkan secara terbuka WIUP yang transparently a Mining Permit Area to be
akan dilelang kepada badan usaha, koperasi, offered for bidding to entities, cooperatives or
atau perseorangan dalam jangka waktu paling sole proprietorships at the latest 3 (three)
lambat 3 (tiga) bulan sebelum pelaksanaan months prior to the conduct of an auction.
lelang.
Penjelasan Pasal 10 Ayat (1) Elucidation of Article 10 Section (1):

12
Mengumumkan WIUP secara terbuka dalam Announce transparently in this provision means:
ketentuan ini dilakukan:

a. paling sedikit di 1 (satu) media cetak lokal a. be published in at least 1 (one) local print
dan/atau 1 (satu) media cetak nasional; media and/or 1 (one) national print media;

b. di kantor kementerian yang b. be announced at the office of the ministry


menyelenggarakan urusan pemerintahan di that administers governmental affairs in
bidang mineral dan batubara, pemerintah the mining and coal field, the provincial
provinsi, pemerintah kabupaten/kota governments, the district/city
setempat.
governments.

(2) Sebelum dilakukan pelelangan WIUP mineral (2) Prior to the auction process for metal mineral
logam atau batubara, sebagaimana dimaksud and coal Mining Permit Areas, as referred to in
pada ayat (1): section (1):

a. Menteri harus mendapat rekomendasi a. the Minister must first receive a


terlebih dahulu dari gubernur dan recommendation from the governors and
bupati/walikota; the regents/mayors;

b. gubernur harus mendapat rekomendasi b. the governors must first receive a


terlebih dahulu dari bupati/walikota. recommendation from the regents/mayors.
Penjelasan Pasal 10 Ayat (2): Elucidation of Article 10 Section (2):
Rekomendasi dalam ketentuan ini adalah Recommendation in this provision means a
rekomendasi dalam bentuk pemberian recommendation in the form of consideration that
pertimbangan yang berisi informasi mengenai addresses information about land utilization in
pemanfaatan lahan di WIUP dan karakteristik Mining Permit Areas and the cultural
budaya masyarakat berdasarkan kearifan lokal characteristics of the community on a local
dalam rangka pelelangan WIUP. wisdom basis with respect to bids for Mining
Permit Areas.

(3) Gubernur atau bupati/walikota memberikan (3) The governors or the regents/mayors shall give
rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat a recommendation as referred to in section (2)
(2) dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) not exceeding 5 (five) working days of
hari kerja sejak diajukanya rekomendasi. submission of a recommendation.

Pasal 11 Article 11

(1) Dalam pelaksanaan pelelangan WIUP mineral (1) In the auction for metal mineral and/or coal
logam dan/atau batubara sebagaimana Mining Permit Areas as referred to in Article
dimaksud dalam Pasal 10 dibentuk panitia 10, auction committees shall be formed by:
lelang oleh:

a. Menteri, untuk panitia pelelangan WIUP a. the Minister, for an auction committee for
yang berada di lintas provinsi dan/atau Mining Permit Areas that overlap the
wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil boundaries of the provinces and/or in the
dari garis pantai; territorial sea more than 12 (twelve) miles
from the baselines;

b. gubernur, untuk panitia pelelangan WIUP b. the governor, for an auction committee for
yang berada di lintas kabupaten/kota Mining Permit Areas that overlap the
dalam 1 (satu) provinsi dan/atau wilayah boundaries of the districts/cities within 1
laut 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua (one) province and/or in the territorial sea
belas) mil; dan from 4 (four) miles to 12 (twelve) miles;

13
and

c. bupati/walikota, untuk panitia pelelangan c. the regent/mayor, for an auction


WIUP yang berada dalam 1 (satu) wilayah committee for Mining Permit Areas
kabupaten/kota dan/atau wilayah laut within 1 (one) district/city and/or in the
sampai dengan 4 (empat) mil. territorial sea up to 4 (four) miles.

(2) Panitia lelang WIUP sebagaimana dimaksud (2) The auction committee for Mining Permit
pada ayat (1) yang ditetapkan oleh: Areas as referred to in section (1) that is
confirmed by:

a. Menteri, beranggotakan gasal dan paling a. the Minister shall consist of an odd
sedikit 7 (tujuh) orang yang memiliki number of members and no fewer than 7
kompetensi di bidang pertambangan (seven) persons who are competent in the
mineral atau batubara; field of mineral or coal mining;

b. gubernur, beranggotakan gasal dan paling b. the governor shall consist of an odd
sedikit 5 (lima) orang yang memiliki number of members and no fewer than 5
kompetensi di bidang pertambangan (five) persons who are competent in the
mineral atau batubara; dan field of mineral or coal mining;

c. bupati/walikota, beranggotakan gasal dan c. the regent/mayor shall consist of an odd


paling sedikit 5 (lima) orang yang number of members and no fewer than 5
memiliki kompetensi di bidang (five) persons who are competent in the
pertambangan mineral atau batubara. field of mineral and/or coal mining;

(3) Dalam panitia lelang sebagaimana dimaksud (3) The auction committee as referred to in section
pada ayat (2) dapat mengikutsertakan unsur (2) may include the elements of the
dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau Government, the provincial governments,
pemerintah kabupaten/kota. and/or district/city governments.
Penjelasan Pasal 11 Ayat (3): Elucidation of Article 11 Section (3):
Yang dimaksud dengan unsur dari Pemerintah The elements of the Government in this provision
dalam ketentuan ini merupakan wakil dari are the representatives of the ministry that
kementerian yang menyelenggarakan urusan administer governmental affairs in the mining and
pemerintahan di bidang mineral dan batubara. coal field.

Pasal 12 Article 12

Tugas dan wewenang panitia lelang WIUP mineral The duties and authority of the auction committee
logam dan/atau batubara sebagaimana dimaksud for metal mineral and/or coal Mining Permit Areas
dalam Pasal 11 meliputi: as referred to in Article 11 shall include:

a. menyiapkan lelang WIUP dan besaran nilai a. prepare auctions of Mining Permit Areas and
kompensasi data informasi; determine the value of the compensation for
access to data/information;

b. menyiapkan dokumen lelang WIUP; b. prepare bidding documents of Mining Permit


Areas;

c. menyusun jadwal lelang WIUP; c. set out an auction schedule for Mining Permit
Areas;

d. mengumumkan waktu pelaksanaan lelang d. announce bidding time for Mining Permits;
WIUP;

14
e. melaksanakan pengumuman ulang paling e. republish not exceeding 2 (two)
banyak 2 (dua) kali, apabila peserta lelang announcements in case there is only 1 (one)
WIUP hanya 1 (satu); bidder for a Mining Permit Area;

f. menilai kualifikasi peserta lelang WIUP; f. assess the qualifications of bidders for Mining
Permit Areas;

g. melakukan evaluasi terhadap penawaran yang g. evaluate incoming bids;


masuk;

h. melaksanakan lelang WIUP; dan h. conduct auctions of Mining Permit Areas;

i. membuat berita acara hasil pelaksanaan lelang i. make minutes of bid results and propose a
dan mengusulkan pemenang lelang WIUP. preferred bidder for a Mining Permit Area.

Pasal 13 Article 13

(1) Untuk mengikuti lelang, peserta lelang WIUP (1) To join a bid, bidders for Mining Permit Areas
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat as referred to in Article 10 section (1) must
(1) harus memenuhi persyaratan: fulfill the following requirements:

a. administratif; a. administrative;

b. teknis; dan b. technical; and

c. finansial. c. financial.

(2) Persyaratan administrasi sebagaimana (2) The administrative requirements as referred to


dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk: in section (1) point (a) by:

a. badan usaha, paling sedikit meliputi: a. entities, shall include at least:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as the auction


disiapkan panitia lelang; committee makes available;

2. profil badan usaha; 2. the profile of the company;

3. akte pendirian badan usaha yang 3. the memorandum of Association of


bergerak di bidang usaha the entity that is engaged in the
pertambangan yang telah disahkan mining business and validated by the
oleh pejabat yang bewenang; dan competent official; and

4. nomor pokok wajib pajak. 4. the taxpayer identification number.

b. koperasi, paling sedikit meliputi: b. cooperatives, shall include at least:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as the auction


disiapkan panitia lelang; committee makes available;

2. profil koperasi; 2. the profile of the cooperative;

3. akte pendirian koperasi yang bergerak 3. the memorandum of association of


di bidang usaha pertambangan yang the cooperative that is engaged in the
telah disahkan oleh pejabat yang mining business and validated by the
bewenang; dan competent official; and

15
4. nomor pokok wajib pajak. 4. the taxpayer identification number.

c. orang perseorangan paling sedikit c. sole proprietorships, shall include at least:


meliputi:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as the auction


disiapkan panitia lelang; committee makes available;

2. kartu tanda penduduk; dan 2. the resident identification card; and

3. nomor pokok wajib pajak. 3. the taxpayer identification number.

d. perusahaan firma dan perusahaan d. general partnerships and limited


komanditer paling sedikit meliputi: partnerships, shall include at least:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as the auction


disiapkan panitia lelang; committee makes available;

2. profil perusahaan; 2. the profile of the company;

3. akte pendirian perusahaan firma atau 3. the valid memorandum of association


perusahaan komanditer yang sah; dan of the general partnership or limited
partnership; and

4. nomor pokok wajib pajak. 4. the taxpayer identification number.

(3) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (3) The technical requirements as referred to in
pada ayat (1) huruf b paling sedikit meliputi: section (1) point (b) shall include at least:

a. pengalaman badan usaha, koperasi, atau a. entities, cooperatives or sole


perseorangan di bidang pertambangan proprietorship with a minimum 3 years
mineral dan batubara paling sedikit 3 mining and coal experience; new
(tiga) tahun, atau bagi perusahaan baru companies shall require recommendation
harus mendapat dukungan dari perusahaan of their holding company or affiliates
induk, mitra kerja, atau afiliasinya yang engaged in the mining field or have at
bergerak di bidang pertambangan; least 1 (one) mining and/or geological
expert

b. mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang b. 1 (one) mining and/or geological expert
tenaga ahli dalam bidang pertambangan with a minimum 3 years’ experience; and
dan/atau geologi yang berpengalaman
paling sedikit 3 (tiga) tahun; dan

c. rencana kerja dan anggaran biaya untuk c. annual business plans and budget for 4
kegiatan 4 (empat) tahun eksplorasi. (four) year’s exploration.

(4) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as referred to in
pada ayat (1) huruf c meliputi: section (1) point (c) shall include:

1. laporan keuangan tahun terakhir yang 1. the previous year’s public accountant
sudah diaudit akuntan publik; audited financial statements;

2. menempatkan jaminan kesungguhan 2. payment in cash of a 10% (ten


lelang dalam bentuk uang tunai di percent) bid commitment deposit of
bank pemerintah sebesar 10% the value of the compensation for

16
(sepuluh persen) dari nilai access to data/information into a
kompensasi data informasi atau dari government bank, or adjusted
total biaya pengganti investasi untuk replacement cost of the expired
lelang WIUP yang telah berakhir; dan Mining Permit Areas; and

3. pernyataan bersedia membayar nilai 3. a statement of commitment to pay the


lelang WIUP dalam jangka waktu bid value of Mining Permit Areas not
paling lambat 5 (lima) hari kerja, more than 5 (five) working days of
setelah pengumuman pemenang notice of bid award;
lelang.

Pasal 14 Article 14

(1) Prosedur lelang meliputi tahap: (1) Procedures for bid award shall include:

a. pengumuman prakualifikasi; a. notice of prequalification;


Penjelasan Pasal 14 Ayat (1) Huruf a: Elucidation of Article 14 Section (1) (a):
Pengumuman prakualifikasi dilakukan: Notice of prequalification shall be announced:
1. paling sedikit dimuat di 1 (satu) media cetak 1. in at least 1 (one) local print media and/or 1
lokal dan/atau 1 (satu) media cetak nasional; (one) national print media;
2. di kantor kementerian yang 2. at the office of the ministry that administers
menyelenggarakan urusan pemerintahan di governmental affairs in the mineral and coal
bidang mineral dan batubara; dan field; and
3. di kantor pemerintah provinsi dan pemerintah 3. at the office of the provincial governments
kabupaten/kota. and district/city governments.

b. pengambilan dokumen prakualifikasi; b. collection of prequalification documents;

c. pemasukan dokumen prakualifikasi; c. submission of prequalification documents;

d. evaluasi prakualifikasi; d. evaluation of prequalification;

e. klarifikasi dan konfirmasi terhadap e. clarification and confirmation of


dokumen prakualifikasi; prequalification documents;

f. penetapan hasil prakualifikasi; f. determination of prequalification results;

g. pengumuman hasil prakualifikasi; g. notice of prequalification results;

h. undangan kepada peserta yang lulus h. invitations to prequalified bidders;


prakualifikasi;

i. pengambilan dokumen lelang; i. collection of bidding documents;

j. penjelasan lelang; j. bidders’ briefing;

k. pemasukan penawaran harga; k. submission of a bid/offer;

l. pembukaan sampul; l. opening bid envelopes;

m. penetapan peringkat; m. ranking/rating;

n. penetapan/pengumuman pemenang lelang n. bid award/notice of a preferred bidder on


yang dilakukan berdasarkan penawaran a bid/offer and technical consideration

17
harga dan pertimbangan teknis; dan basis; and

o. memberi kesempatan adanya sanggahan o. to allow a chance to appeal the bid award.
atas keputusan lelang.

(2) Penjelasan lelang sebagaimana dimaksud pada (2) Bidders’ briefing as referred to in section (1)
ayat (1) huruf j wajib dilakukan oleh panitia point (j) must be given by the auction
lelang WIUP kepada peserta pelelangan WIUP committee for Mining Permit Areas to
yang lulus prakualifikasi untuk menjelaskan prequalified bidders for Mining Permit Areas
data teknis berupa: to explain technical data on:

a. lokasi; a. the locations;

b. koordinat; b. the coordinates

c. jenis mineral, termasuk mineral c. the mineral types, including associated


ikutannya, dan batubara; minerals, and coal;

d. ringkasan hasil penelitian dan d. the summary research and survey results;
penyelidikan;

e. ringkasan hasil eksplorasi pendahuluan e. the summary preliminary exploration


apabila ada; dan results, if any; and

f. status lahan. f. the status of land.


Penjelasan Pasal 14 Ayat (2) Huruf f: Elucidation of Article 14 Section (2) (f):
Status lahan misalnya berada pada kawasan hutan The status of land, for example, land located in
dan kawasan perkebunan. forest areas and plantation areas.

Pasal 15 Article 15

(1) Panitia lelang sesuai dengan kewenangannya (1) The auction committee authorized by the
yang diberikan oleh Menteri, gubernur, atau Minister, governors, or regents/mayors may
bupati/walikota dapat memberikan kesempatan allow a chance to prequalified bidders for
kepada peserta pelelangan WIUP yang lulus Mining Permit Areas to conduct site visits
prakualifikasi untuk melakukan kunjungan within the time frame, as adjusted to the
lapangan dalam jangka waktu yang location’s distance, to be offered for bidding
disesuaikan dengan jarak lokasi yang akan upon receipt of bidders’ briefing as referred to
dilelang setelah mendapatkan penjelasan in Article 14 section (1) point (j).
lelang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14
ayat (1) huruf j.

(2) Dalam hal peserta pelelangan WIUP yang (2) Bidders for Mining Permit Areas in the
akan melakukan kunjungan lapangan conduct of a site visit with foreign nationals
mengikutsertakan warga negara asing wajib shall fulfill the requirements under the laws
memenuhi persyaratan sesuai dengan and regulations.
ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Biaya yang diperlukan untuk melakukan (3) Cost that is required in the conduct of site
kunjungan lapangan sebagaimana dimaksud visits as referred to in section (1) and section
pada ayat (1) dan ayat (2) dibebankan kepada (2) shall be for the account of the bidders for
peserta pelelangan WIUP. Mining Permit Areas.

18
Pasal 16 Article 16

(1) Jangka waktu prosedur pelelangan ditetapkan (1) A period of the bid award process shall not
dalam jangka waktu paling lama 35 (tiga puluh exceed 35 (thirty-five) working days of
lima) hari kerja sejak pemasukan penawaran submission of the bid/offer as referred to in
harga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Article 14 section (1) point (k).
ayat (1) huruf k.

(2) Hasil pelaksanaan lelang WIUP dilaporkan (2) The results of auctions of Mining Permit Areas
oleh panitia lelang kepada Menteri, gubernur, shall be reported by the auction committee to
atau bupati/walikota sesuai dengan the competent Minister, governors, or
kewenangannya untuk ditetapkan pemenang regents/mayors to award preferred bidder
lelang WIUP. status for a Mining Permit Area.

Pasal 17 Article 17

(1) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (1) The competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya berdasarkan usulan regents/mayors upon a recommendation of the
panitia lelang sebagaimana dimaksud dalam auction committee as referred to in Article 16
Pasal 16 ayat (2) menetapkan pemenang lelang section (2) shall award preferred bidder status
WIUP mineral logam dan/atau batubara. for metal mineral and/or coal Mining Permit
Areas.

(2) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (2) The competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya memberitahukan regents/mayors shall notify in writing the
secara tertulis penetapan pemenang lelang award of preferred bidder status for metal
WIUP mineral logam dan/atau batubara mineral and/or coal Mining Permit Areas.
kepada pemenang lelang.

Pasal 18 Article 18

(1) Apabila peserta lelang yang memasukan (1) In case there is only 1 (one) bidder that
penawaran harga sebagaimana dimaksud submits a bid/offer as referred to in Article 14
dalam Pasal 14 ayat (1) huruf k hanya terdapat section (1) point (k), a re-auction shall be
1 (satu) peserta lelang, dilakukan pelelangan conducted.
ulang.

(2) Dalam hal peserta lelang sebagaimana (2) If in the auction as referred to in section (1)
dimaksud pada ayat (1) tetap hanya 1 (satu) there is only 1 (one) bidder, that bidder shall
peserta, ditetapkan sebagai pemenang dengan be awarded preferred bidder status provided
ketentuan harga penawaran harus sama atau that the bid/offer shall at least be equal to or
lebih tinggi dari harga dasar lelang yang telah higher than the bid floor price that has been
ditetapkan. determined.

Pasal 19 Article 19

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara lelang Ancillary provisions for the auction procedures for
WIUP diatur dengan Peraturan Menteri. Mining Permit Areas shall be governed by
Regulation of the Minister.
Penjelasan Pasal 19: Elucidation of Article 19:
Peraturan Menteri paling sedikit memuat A Regulation of the Minister shall provide at least
mengenai tata cara penetapan dan pengumuman the procedures for award of preferred bidder
pemenang lelang. status and announcement of the preferred bidder.

19
Paragraf 3 Paragraph 3
Tata Cara Pemberian WIUP Mineral Bukan Logam Procedures for Authorization of Nonmetal Mineral
dan Batuan and Rock Mining Permit Areas
Pasal 20 Article 20

(1) Untuk mendapatkan WIUP mineral bukan (1) To have access to nonmetal mineral or rock
logam atau batuan, badan usaha, koperasi, atau Mining Permit Areas, entities, cooperatives, or
perseorangan mengajukan permohonan sole proprietorships shall submit an
wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 application for the area as referred to in Article
ayat (4) kepada: 8 section (4) to:

a. Menteri, untuk permohonan WIUP yang a. the Minister, for an application for Mining
berada lintas wilayah provinsi dan/atau Permit Areas that overlap the boundaries
wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil of the provinces and/or in the territorial
dari garis pantai; sea more than 12 (twelve) miles from the
baselines;

b. gubernur, untuk permohonan WIUP yang b. the governor, for an application for
berada lintas wilayah kabupaten/kota Mining Permit Areas that overlap the
dalam 1 (satu) provinsi dan/atau wilayah boundaries of the districts/cities within 1
laut 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua (one) province and/or in the territorial sea
belas) mil; dan from 4 (four) miles to 12 (twelve) miles;
and

c. bupati/walikota, untuk permohonan WIUP c. the regent/mayor, for an application for


yang berada dalam 1 (satu) wilayah Mining Permit Areas within 1 (one)
kabupaten/kota dan/atau wilayah laut district/city and/or in the territorial sea up
sampai dengan 4 (empat) mil. to 4 (four) miles.

(2) Sebelum memberikan WIUP mineral bukan (2) Prior to authorizing nonmetal mineral and rock
logam atau batuan sebagaimana dimaksud Mining Permit Areas as referred to in section
pada ayat (1): (1):

a. Menteri harus mendapat rekomendasi a. the Minister must first receive a


terlebih dahulu dari gubernur dan recommendation from the governors and
bupati/walikota; the regents/mayors;

b. gubernur harus mendapat rekomendasi b. the governors must first receive a


terlebih dahulu dari bupati/walikota. recommendation from the regents/mayors.
Penjelasan Pasal 10 Ayat (2): Elucidation of Article 10 Section (2):
Rekomendasi dalam ketentuan ini adalah Recommendation in this provision means a
rekomendasi dalam bentuk pemberian recommendation in the form of consideration that
pertimbangan yang berisi informasi mengenai addresses information about land utilization in
pemanfaatan lahan di WIUP dan karakteristik Mining Permit Areas and the cultural
budaya masyarakat berdasarkan kearifan lokal characteristics of the community on a local
dalam rangka pelelangan WIUP. wisdom basis with respect to bids for Mining
Permit Areas.

(3) Gubernur atau bupati/walikota memberikan (3) The governors or the regents/mayors shall give
rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat recommendations as referred to in section (2)
(2) dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) not exceeding 5 (five) working days of
hari kerja sejak diajukannya rekomendasi. submission of the recommendation.

20
Pasal 21 Article 21

(1) Permohonan WIUP mineral bukan logam (1) An application for a nonmetal mineral and/or
dan/atau batuan yang terlebih dahulu telah rock Mining Permit Area that has first fulfilled
memenuhi persyaratan koordinat geografis the latitude and longitude geographical
lintang dan bujur sesuai dengan ketentuan coordinate requirements in accordance with
sistem informasi geografi yang berlaku secara the policy of nationally-prevailing
nasional dan membayar biaya pencadangan geographical information system, and that has
wilayah dan pencetakan peta, memperoleh paid for area reserve fees and map printing,
prioritas pertama untuk mendapatkan WIUP. shall receive first priority to have access to a
Mining Permit Area.

(2) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (2) The competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya dalam jangka waktu regents/mayors must within 10 (ten) working
paling lama 10 (sepuluh) hari kerja setelah days upon receipt of the application decide to
diterima permohonan wajib memberikan accept or reject the application for a Mining
keputusan menerima atau menolak atas Permit Area as referred to in section (1).
permohonan WIUP sebagaimana dimaksud
pada ayat (1).

(3) Keputusan menerima sebagaimana dimaksud (3) A decision to accept as referred to in section
pada ayat (2) disampaikan kepada pemohon (2) shall be made for a Mining Permit Area
WIUP disertai dengan penyerahan peta WIUP applicant along with the delivery of a Mining
berikut batas dan koordinat WIUP. Permit Area map and the Mining Permit Area
boundaries and coordinates.

(4) Keputusan menolak sebagaimana dimaksud (4) A decision to reject as referred to in section (2)
pada ayat (2) harus disampaikan secara tertulis must be made in writing to a Mining Permit
kepada pemohon WIUP disertai dengan alasan Area applicant along with the reasons for
penolakan. rejection.

Bagian Ketiga Part Three


Pemberian IUP The Granting of Mining Permits
Paragraf 1 Paragraph 1
Umum General
Pasal 22 Article 22

(1) IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 (1) Mining Permits as referred to in Article 7 point
huruf b terdiri atas: (b) shall include:

a. IUP Eksplorasi; dan a. Exploration Mining Permits; and

b. IUP Operasi Produksi. b. Production Operation Mining Permits.

(2) IUP Eksplorasi terdiri atas: (2) Exploration Mining Permits shall include:

a. mineral logam; a. metal minerals;

b. batubara; b. coal;

c. mineral bukan logam; dan/atau c. nonmetal minerals; and/or

d. batuan. d. rocks.

21
(3) IUP Operasi Produksi terdiri atas: (3) Production Operation Mining Permits shall
include:

a. mineral logam; a. metal minerals;

b. batubara; b. coal;

c. mineral bukan logam; dan/atau c. nonmetal minerals; and/or

d. batuan. d. rocks.

Paragraf 2 Paragraph 2
Persyaratan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi The Requirements for Exploration Mining Permits
Produksi and Production Operation Mining Permits
Pasal 23 Article 23

Persyaratan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi The Requirements for Exploration Mining Permits
Produksi meliputi persyaratan: and Production Operation Mining Permits shall
include the following requirements:

a. administratif; a. the administrative requirements;

b. teknis; b. the technical requirements;

c. lingkungan; dan c. the environmental requirements; and

d. finansial. d. the financial requirements.

Pasal 24 Article 24

(1) Persyaratan administratif sebagaimana (1) The administrative requirements as referred to


dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk badan in Article 23 point (a) for entities shall include:
usaha meliputi:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration
Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation
Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan direksi dan daftar pemegang 2. the composition of the board of


saham; dan directors and a list of shareholders;
and

3. surat keterangan domisili. 3. the certificate of domicile

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock
Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and
batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profil badan usaha; 2. the profile of entity;

3. akte pendirian badan usaha yang 3. the memorandum of association of an

22
bergerak di bidang usaha entity that is engaged in the mining
pertambangan yang telah disahkan business and validated by the
oleh pejabat yang berwenang; competent official;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. the taxpayer identification number;

5. susunan direksi dan daftar pemegang 5. the composition of the board of


saham; dan directors and the register of
shareholders; and

6. surat keterangan domisili. 6. the certificate of domicile.

(2) Persyaratan administratif sebagaimana (2) The administrative requirements as referred to


dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk in Article 23 point (a) for cooperatives shall
koperasi meliputi: include:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration
Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation
Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan pengurus; dan 2. the composition of the management;


and

3. surat keterangan domisili. 3. the certificate of domicile.

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock
Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and
batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profil koperasi; 2. the cooperative profile;

3. akte pendirian koperasi yang bergerak 3. a memorandum of association of a


di bidang usaha pertambangan yang cooperative that is engaged in the
telah disahkan oleh pejabat yang mining business and validated by the
berwenang; competent official;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. the taxpayer identification number;

5. susunan pengurus; dan 5. the composition of the management;


and

6. surat keterangan domisili. 6. the certificate of domicile.

(3) Persyaratan administratif sebagaimana (3) The administrative requirements as referred to


dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk in Article 23 point (a) for sole proprietorships
perseorangan meliputi: shall include:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration
Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation
Mining Permits:

23
1. surat permohonan; dan 1. a letter of application; and

2. surat keterangan domisili. 2. the certificate of domicile.

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock
Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and
batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. kartu tanda penduduk; 2. the resident identification card;

3. nomor pokok wajib pajak; dan 3. the taxpayer identification number;


and

4. surat keterangan domisili. 4. the certificate of domicile.

(4) Persyaratan administratif sebagaimana (4) The administrative requirements as referred to


dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk in Article 23 point (a) for general partnerships
perusahaan firma dan perusahaan komanditer and limited partnerships shall include:
meliputi:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration
Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation
Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan pengurus dan daftar 2. the composition of the management


pemegang saham; dan and a list of shareholders; and

3. surat keterangan domisili. 3. the certificate of domicile.

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock
Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and
batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profil perusahaan; 2. the profile of company;

3. akte pendirian perusahaan firma atau 3. a valid memorandum of association


perusahaan komanditer yang sah; of a general partnership or a limited
partnership;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. the taxpayer identification number;

5. susunan pengurus dan daftar 5. the composition of the board of


pemegang saham; dan directors and the register of
shareholders; and

6. surat keterangan domisili. 6. the certificate of domicile.

Pasal 25 Article 25

(1) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (1) The technical requirements as referred to in

24
dalam Pasal 23 huruf b untuk: Article 23 point (b) for:

a. IUP Eksplorasi, paling sedikit meliputi: a. Exploration Mining Permits shall include
at least:

1 daftar riwayat hidup dan surat 1. a curriculum vitae and statement of


pernyataan tenaga ahli pertambangan mining and/or geological experts with
dan/atau geologi yang berpengalaman a minimum 3 (three) years’
paling sedikit 3 (tiga) tahun; experience;

2. peta WIUP yang dilengkapi dengan 2. a Mining Permit Area map along with
batas koordinat geografis lintang dan latitude and longitude geographical
bujur sesuai dengan ketentuan sistem coordinates in accordance with the
informasi geografi yang berlaku policy of nationally-prevailing
secara nasional. geographical information system.

b. IUP Operasi Produksi, paling sedikit b. Production Operation Mining Permits


meliputi: shall include at least:

1. peta wilayah dilengkapi dengan batas 1. an area map along with latitude and
koordinat geografis lintang dan bujur longitude geographical coordinates in
sesuai dengan ketentuan sistem accordance with the policy of
informasi geografi yang berlaku nationally-prevailing geographical
secara nasional; information system.

2. laporan lengkap eksplorasi; 2. a full report of exploration;

3. laporan studi kelayakan; 3. a report of feasibility study;

4. rencana reklamasi dan pascatambang; 4. a report on planned reclamation and


postmining;

5. rencana kerja dan anggaran biaya; 5. business plans and budget;

6. rencana pembangunan sarana dan 6. planned construction of facilities and


prasarana penunjang kegiatan operasi infrastructure in support of
produksi; dan production operation activities; and

7. tersedianya tenaga ahli pertambangan 7. availability of mining and/or


dan/atau geologi yang berpengalaman geological experts with a minimum 3
paling sedikit 3 (tiga) tahun. (three) years’ experience.

Pasal 26 Article 26

Persyaratan lingkungan sebagaimana dimaksud The environmental requirements as referred to in


dalam Pasal 23 huruf c paling sedikit meliputi: Article 23 point (c) shall include at least:

a. untuk IUP Eksplorasi meliputi surat a. for an Exploration Mining Permit, a statement
pernyataan kesanggupan pengelolaan dan of commitment to manage and monitor the
pemantauan lingkungan hidup serta mematuhi environment as well as comply with the
ketentuan peraturan perundang-undangan di environmental the laws and regulations;
bidang lingkungan hidup;

b. untuk IUP Operasi Produksi meliputi: b. for a Production Operation Mining Permit:

25
1. surat pernyataan kesanggupan untuk 1. a statement of commitment to comply
mematuhi ketentuan peraturan perundang- with the environmental the laws and
undangan di bidang lingkungan hidup; regulations; and
dan

2. persetujuan dokumen pengelolaan 2. approval of the environmental


lingkungan sesuai ketentuan peraturan management documentation under the
perundang-undangan. laws and regulations.

Pasal 27 Article 27

(1) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (1) The financial requirements as referred to in
dalam Pasal 23 huruf d untuk: Article 23 point (d) for:

a. IUP Eksplorasi, paling sedikit meliputi: a. Exploration Mining Permits shall include
at least:

1. bukti penempatan jaminan 1. a receipt of payment for a


kesungguhan pelaksanaan kegiatan commitment deposit to perform
eksplorasi; dan exploration activities; and;

2. bukti pembayaran harga nilai 2. a receipt of payment for the value of


kompensasi data informasi hasil the compensation for access to
lelang WIUP mineral logam atau data/information about the bid results
batubara sesuai dengan nilai of metal mineral or coal Mining
penawaran lelang atau bukti Permit Areas as per the value of the
pembayaran biaya pencadangan bid/offer or a receipt of payment for
wilayah dan pembayaran pencetakan an area reserve and payment for
peta WIUP mineral bukan logam atau nonmetal mineral or rock Mining
batuan atas permohonan wilayah; Permit Area map printing for
applications for the areas;

b. IUP Operasi Produksi, paling sedikit b. Production Operation Mining Permits


meliputi: shall include at least:

1. laporan keuangan tahun terakhir yang 1. the previous year’s public accountant-
sudah diaudit oleh akuntan publik; audited financial statements;

2. bukti pembayaran iuran tetap 3 (tiga) 2. a receipt of payment for the last 3
tahun terakhir; dan (three) years dead rents; and

3. bukti pembayaran pengganti investasi 3. a receipt of payment for adjusted


sesuai dengan nilai penawaran lelang replacement cost as per the value of
bagi pemenang lelang WIUP yang the bid/offer for the preferred bidder
telah berakhir. for an expired Mining Permit Area.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai jaminan (2) Ancillary provisions for refunds of
kesungguhan diatur dengan Peraturan Menteri. commitment deposits shall be governed by
Regulation of the Minister.

26
Paragraf 2 Paragraph 2
IUP Eksplorasi Exploration Mining Permits
Pasal 28 Article 28

IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Exploration Mining Permits as referred to in
22 ayat (1) huruf a diberikan oleh: Article 22 section (1) point (a) shall be granted by:

a. Menteri, untuk WIUP yang berada dalam a. the Minister, for a Mining Permit Area that
lintas wilayah provinsi dan/atau wilayah laut overlaps the boundaries of the provinces
lebih dari 12 (dua belas) mil dari garis pantai; and/or in the territorial sea more than 12
(twelve) miles from the baselines;

b. gubernur, untuk WIUP yang berada dalam b. the governor, for a Mining Permit Area that
lintas kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi overlaps the boundaries of the districts/cities
dan/atau wilayah laut 4 (empat) mil sampai within 1 (one) province and/or in the territorial
dengan 12 (dua belas) mil dari garis pantai; sea from 4 (four) miles to 12 (twelve) miles
dan from the baselines; and

c. bupati/walikota, untuk WIUP yang berada c. the regent/mayor, for a Mining Permit Area
dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota that is located within 1 (one) district/city
dan/atau wilayah laut sampai dengan 4 (empat) and/or in the territorial sea up to 4 (four) miles
mil dari garis pantai. from the baselines.

Pasal 29 Article 29

(1) IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam (1) Exploration Mining Permits as referred to in
Pasal 28 diberikan berdasarkan permohonan Article 28 shall be granted upon application by
dari badan usaha, koperasi, dan perseorangan entities, cooperatives, and sole proprietorships
yang telah mendapatkan WIUP dan memenuhi that have access to Mining Permit Areas and
persyaratan. fulfill the eligibility requirements.

(2) IUP Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan (2) Exploration Mining Permits shall include the
umum, eksplorasi, dan studi kelayakan. activities of general survey, exploration, and
feasibility study.

Pasal 30 Article 30

(1) Pemenang lelang WIUP mineral logam atau (1) The preferred bidder for a metal mineral or
batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal coal Mining Permit Area as referred to in
17 harus menyampaikan permohonan IUP Article 17 must submit an application for an
Eksplorasi kepada Menteri, gubernur, atau Exploration Mining Permit to the competent
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya Minister, governors, or regents/mayors within
dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) 5 (five) working days of notice of bid award
hari kerja setelah penetapan pengumuman for Mining Permit Areas.
pemenang lelang WIUP.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) An application as referred to in section (1)
(1) wajib memenuhi persyaratan sebagaimana must fulfill the requirements as referred to in
dimaksud dalam Pasal 23. Article 23.

(3) Apabila pemenang lelang WIUP sebagaimana (3) The preferred bidder for a Mining Permit Area
dimaksud pada ayat (1) dalam jangka waktu 5 as referred to in section (1) that fails to submit
(lima) hari kerja tidak menyampaikan an application for a Mining Permit within 5

27
permohonan IUP, dianggap mengundurkan (five) working days shall be deemed to have
diri dan uang jaminan kesungguhan lelang withdrawn and the bid commitment deposit
menjadi milik Pemerintah atau milik shall be the property of the Government or the
pemerintah daerah. property of the regional governments.

(4) Dalam hal pemenang lelang WIUP (4) If the preferred bidder for a Mining Permit
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah Area as referred to in section (3) is deemed to
dianggap mengundurkan diri maka WIUP have withdrawn, the Mining Permit Area shall
ditawarkan kepada peserta lelang urutan be offered to the next-ranked bidder
berikutnya secara berjenjang dengan syarat sequentially, provided that the value of
nilai harga kompensasi data informasi sama compensation for access to data/information is
dengan harga yang ditawarkan oleh pemenang at least equal to the price offered by the first
pertama preferred bidder.

(5) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (5) The competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya melakukan lelang regents/mayors shall conduct a re-auction of
ulang WIUP apabila peserta lelang Mining Permit Areas if bidder(s) as referred to
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak ada in section (4) lacks interest.
yang berminat.

Pasal 31 Article 31

(1) Menteri menyampaikan penerbitan peta WIUP (1) The Minister shall deliver a nonmetal mineral
mineral bukan logam dan/atau batuan yang and/or rock Mining Permit Area map applied
diajukan oleh badan usaha, koperasi, atau for by entities, cooperatives, or sole
perseorangan sebagaimana dimaksud dalam proprietorships as referred to in Article 21
Pasal 21 ayat (3) kepada gubernur dan section (3) to the governors and the
bupati/walikota untuk mendapatkan regents/mayors for a recommendation for the
rekomendasi dalam rangka penerbitan IUP issue of a nonmetal mineral and/or rock
Eksplorasi mineral bukan logam dan/atau Exploration Mining Permit.
batuan.

(2) Gubernur menyampaikan penerbitan peta (2) The governors shall issue a nonmetal mineral
WIUP mineral bukan logam dan/atau batuan and/or rock Mining Permit Area map applied
yang diajukan oleh badan usaha, koperasi, atau for by entities, cooperatives, or sole
perseorangan kepada bupati/walikota untuk proprietorships to the regents/mayors for a
mendapatkan rekomendasi dalam rangka recommendation for the issue of a nonmetal
penerbitan IUP Eksplorasi mineral bukan mineral and/or rock Exploration Mining
logam dan/atau batuan. Permit.

(3) Gubernur atau bupati/walikota memberikan (3) The governors or the regents/mayors shall give
rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat recommendations as referred to in section (1)
(1) dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) not exceeding 5 (five) working days of receipt
hari kerja sejak diterimanya tanda bukti of the issue of a nonmetal mineral and/or rock
penyampaian peta WIUP mineral bukan logam Mining Permit Area map.
dan/atau batuan.

Pasal 32 Article 32

(1) Badan usaha, koperasi, atau perseorangan (1) Entities, cooperatives, or sole proprietorships
yang telah mendapatkan peta WIUP beserta that have received a Mining Permit Area map
batas dan koordinat sebagaimana dimaksud along with the boundaries and coordinates as
dalam Pasal 31 dalam jangka waktu paling referred to in Article 31 must within 5 (five)
lambat 5 (lima) hari kerja setelah penerbitan working days of the issue of a nonmetal

28
peta WIUP mineral bukan logam dan/atau mineral and/or rock Mining Permit map
batuan harus menyampaikan permohonan IUP submit an application for an Exploration
Eksplorasi kepada Menteri, gubernur, atau Mining Permit to the competent Minister,
bupati/walikota sesuai dengan governors, or regents/mayors.
kewenangannya.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) An application as referred to in section (1)
(1) wajib memenuhi persyaratan sebagaimana must fulfill the requirements as referred to in
dimaksud dalam Pasal 23. Article 23.

(3) Apabila badan usaha, koperasi, atau (3) Entities, cooperatives, or sole proprietorships
perseorangan sebagaimana dimaksud pada as referred to in section (1) that fail to submit
ayat (1) dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja an application for a Mining Permit within 5
tidak menyampaikan permohonan IUP, (five) working days shall be deemed to have
dianggap mengundurkan diri dan uang withdrawn and the area reserve monies shall
pencadangan wilayah menjadi milik be the property of the Government or the
Pemerintah atau milik pemerintah daerah. property of the regional governments.

(3) Apabila badan usaha, koperasi, atau (3) Entities, cooperatives, or sole
perseorangan sebagaimana dimaksud pada proprietorships as referred to in section (1)
ayat (1) dalam jangka waktu 5 (lima) hari that fail to submit an application for a
kerja tidak menyampaikan permohonan Mining Permit within 5 (five) working days
IUP, dianggap mengundurkan diri dan shall be deemed to have withdrawn and the
uang pencadangan wilayah menjadi milik area reserve monies shall be the property of
Negara. (PP 77/2014) the State. (RG 77/2014)

(4) Dalam hal badan usaha, koperasi, atau (4) If entities, cooperatives, or sole proprietorships
perseorangan sebagaimana dimaksud pada as referred to in section (3) are deemed to have
ayat (3) telah dianggap mengundurkan diri withdrawn, the Mining Permit Area shall be an
maka WIUP menjadi wilayah terbuka. open area.

Pasal 33 Article 33

Pemegang IUP Eksplorasi dapat mengajukan Exploration Mining Permit holders may submit an
permohonan wilayah di luar WIUP kepada application for the area outside Mining Permit
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai Areas to the competent Minister, governors or
dengan kewenangannya untuk menunjang usaha regents/mayors to support their mining business
kegiatan pertambangannya. activities.
Penjelasan Pasal 33: Elucidation of Article 33:
Yang dimaksud dengan wilayah di luar WIUP Areas outside the Mining Permit Areas in this
dalam ketentuan ini adalah project area yang provision are project areas in which mining
dilarang untuk melakukan kegiatan tahap activities are banned.
penambangan.

Paragraf 3 Paragraph 3
IUP Operasi Produksi Production Operation Mining Permits
Pasal 34 Article 34

(1) IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud (1) Production Operation Mining Permits as
dalam Pasal 22 ayat (1) huruf b diberikan referred to in Article 22 section (1) point (b)
kepada badan usaha, koperasi, dan shall be granted to entities, cooperatives, and
perseorangan sebagai peningkatan dari sole proprietorships as an upgrade from an

29
kegiatan eksplorasi. exploration activity.

(2) Pemegang IUP Eksplorasi dijamin untuk (2) Exploration Special Mining Permit holders
memperoleh IUP Operasi Produksi sebagai shall be assured of Production Operation
peningkatan dengan mengajukan permohonan Special Mining Permits as an upgrade by
dan memenuhi persyaratan peningkatan submission of applications therefor and being
operasi produksi. eligible for the production operation upgrade.

(3) IUP Operasi Produksi meliputi kegiatan (3) Production Operation Mining Permits shall
konstruksi, penambangan, pengolahan dan include the activities of construction, mining,
pemurnian serta pengangkutan dan penjualan. processing and refining/smelting as well as
hauling and sale.

(4) IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud (4) Production Operation Mining Permits as
pada ayat (1) diberikan kepada badan usaha, referred to in section (1) shall be granted to
koperasi, dan perseorangan yang memenuhi eligible entities, cooperatives, and sole
persyaratan sebagaimana dimaksud dalam proprietorships as referred to in Article 23.
Pasal 23.

Pasal 35 Article 35

(1) IUP Operasi Produksi diberikan oleh: (1) Production Operation Mining Permit shall be
granted by:

a. bupati/walikota, apabila lokasi a. the regents/mayors if the mine location,


penambangan, lokasi pengolahan dan processing and refining/smelting location,
pemurnian, serta pelabuhan berada di and port are within 1 (one) district/city or
dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota the territorial sea up to 4 (four) nautical
atau wilayah laut sampai dengan 4 miles;
(empat) mil laut;
Penjelasan Pasal 35 Ayat (1) Huruf a: Elucidation of Article 35 Section (1) (a):
Pelabuhan dalam ketentuan ini adalah pelabuhan Port in this provision means a special port or a
khusus atau terminal khusus yang dibangun oleh special terminal that is built by Mining Permit
pemegang IUP Operasi Produksi. holders.

b. gubernur, apabila lokasi penambangan, b. the governors if the mine location,


lokasi pengolahan dan pemurnian, serta processing and refining/smelting location,
pelabuhan berada di dalam wilayah and port are within different districts/cities
kabupaten/kota yang berbeda dalam 1 within 1 (one) province or the territorial
(satu) provinsi atau wilayah laut sampai sea up to 12 (twelve) nautical miles upon
dengan 12 (dua belas) mil laut setelah recommendation from the regents/mayors;
mendapat rekomendasi dari or
bupati/walikota; atau

c. Menteri, apabila lokasi penambangan, c. the Minister if the mine location,


lokasi pengolahan dan pemurnian, serta processing and refining/smelting location,
pelabuhan berada di dalam wilayah and port are within different provinces or
provinsi yang berbeda atau wilayah laut the territorial sea more than 12 (twelve)
lebih dari 12 (dua belas) mil laut dari garis nautical miles from the baseline upon
pantai setelah mendapat rekomendasi dari recommendation from the competent
gubernur dan bupati/walikota setempat governors and relevant regents/mayors.
sesuai dengan kewenangannya.

30
(2) Dalam hal lokasi penambangan, lokasi (2) If the mine location, processing and
pengolahan dan pemurnian serta pelabuhan refining/smelting location, and port are within
berada di dalam wilayah yang berbeda serta different areas and under different ownership,
kepemilikannya juga berbeda maka IUP the respective Production Operation Mining
Operasi Produksi masing-masing diberikan Permits shall be granted by the competent
oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota Minister, governors, or regents/mayors.
sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 36 Article 36

Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi tidak If Production Operation Mining Permit holders are
melakukan kegiatan pengangkutan dan penjualan not engaged in hauling and sell and/or process and
dan/atau pengolahan dan pemurnian, kegiatan. refine/smelt, the hauling and sale and/or processing
pengangkutan dan penjualan dan/atau pengolahan and refining/smelting may be performed by other
dan pemurnian dapat dilakukan oleh pihak lain parties that hold:
yang memiliki:

a. IUP Operasi Produksi khusus untuk a. a Production Operation Mining Permit


pengangkutan dan penjualan; specifically for hauling and sale;

b. IUP Operasi Produksi khusus untuk b. a Production Operation Mining Permit


pengolahan dan pemurnian; dan/atau specifically for processing and refining/
smelting; and/or

c. IUP Operasi Produksi. c. a Production Operation Mining Permit.

(1) Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi (1) If Production Operation Mining Permit
tidak melakukan kegiatan pengangkutan holders are not engaged in the hauling and
dan penjualan, kegiatan pengangkutan dan sale, the hauling and sale may be performed
penjualan dapat dilakukan oleh pihak lain by other parties that hold a Production
yang memiliki IUP Operasi Produksi Operation Mining Permit specifically for
khusus untuk pengangkutan dan penjualan. hauling and sale.

(2) Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi (2) If Production Operation Mining Permit
tidak melakukan kegiatan pengolahan dan holders are not engaged in processing and
pemurnian, kegiatan pengolahan dan refining/smelting, the processing and
pemurnian dapat dilakukan oleh pihak lain refining/smelting may be performed by
yang memiliki: other parties that hold:

a. IUP Operasi Produksi lainnya yang a. other Production Operation Mining


memiliki fasilitas pengolahan dan Permit that has processing and
pemurnian; atau refining/smelting facilities; or

b. IUP Operasi Produksi khusus untuk b. a Production Operation Mining Permit


pengolahan dan pemurnian. (PP 77/2014) specifically for processing and refining/
smelting. (RG 77/2014)

Pasal 37 Article 37

(1) IUP Operasi Produksi khusus sebagaimana (1) A specific Production Operation Mining
dimaksud dalam Pasal 36 huruf a diberikan Permit as referred to in Article 36 point (a)
oleh: shall be granted by:

a. Menteri apabila kegiatan pengangkutan a. the Minister if the hauling and sale

31
dan penjualan dilakukan lintas propinsi activities are performed in a location that
dan negara; overlaps provinces and states;

b. gubernur apabila kegiatan pengangkutan b. the governor if the hauling and sale
dan penjualan dilakukan lintas activities are performed in a location that
kabupaten/kota; atau overlaps districts/cities; or

c. bupati/walikota apabila kegiatan c. the regent/mayor if the hauling and sale


pengangkutan dan penjualan dalam 1 activities are performed in 1 (one)
(satu) kabupaten/kota. district/city.

(2) IUP Operasi Produksi khusus sebagaimana (2) A specific Production Operation Mining
dimaksud dalam Pasal 36 huruf b diberikan Permit as referred to in Article 36 point (b)
oleh: shall be granted by:

a. Menteri, apabila komoditas tambang yang a. the Minister if the mined commodities to
akan diolah berasal dari provinsi lain be processed are derived from other
dan/atau lokasi kegiatan pengolahan dan province(s) and/or the location of
pemurnian berada pada lintas provinsi; processing and refining/smelting activities
overlaps provinces;

b. gubernur, apabila komoditas tambang b. the governor if the mined commodities to


yang akan diolah berasal dari beberapa be processed are derived from several
kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi districts/cities within 1 (one) province
dan/atau lokasi kegiatan pengolahan dan and/or the location of processing and
pemurnian berada pada lintas refining/smelting activities overlaps
kabupaten/kota; atau; atau districts/cities; or

c. bupati/walikota, apabila komoditas c. the regent/mayor, if the mined


tambang yang akan diolah berasal dari 1 commodities to be processed are derived
(satu) kabupaten/kota dan/atau lokasi from 1 (one) district/city and/or the
kegiatan pengolahan dan pemurnian location of processing and
berada pada 1 (satu) kabupaten/kota. refining/smelting activities is in 1 (one)
district/city.

(3) Dalam hal komoditas tambang yang akan (3) If the mined commodities to be processed as
diolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) referred to in section (2) are imported, a
berasal dari impor, IUP Operasi Produksi Production Operation Mining Permit
khusus untuk pengolahan dan pemurnian specifically for processing and
diberikan oleh Menteri. refining/smelting shall be granted by the
Minister.

Pasal 38 Article 38

Dalam hal berdasarkan hasil dokumen pengelolaan If the environmental management results that are
lingkungan yang telah disahkan oleh instansi yang validated by the competent agency show there are
berwenang berdampak lingkungan pada: environmental impacts on:

a. 1 (satu) kabupaten/kota, IUP Operasi Produksi a. 1 (one) district/city, a Production Operation


diberikan oleh bupati/walikota berdasarkan Mining Permit shall be granted by the
rekomendasi dari Menteri dan gubernur; regent/mayor upon a recommendation of the
Minister and the governor;

b. lintas kabupaten/kota, IUP Operasi Produksi b. a location that overlaps districts/cities, a

32
diberikan oleh gubernur berdasarkan Production Operation Mining Permit shall be
rekomendasi dari bupati/walikota; atau granted by the governor upon a
recommendation of the relevant regents/
mayors; or

c. lintas provinsi, IUP Operasi Produksi c. a location that overlaps provinces, a


diberikan oleh Menteri berdasarkan Production Operation Mining Permit shall be
rekomendasi dari bupati/walikota dan granted by the Minister upon a
gubernur. recommendation of the relevant regents/
mayors and the governors.

Pasal 39 Article 39

Badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Entities that perform metal mineral or coal trading
mineral logam atau batubara di Indonesia, harus activities in Indonesia must hold Production
memiliki IUP Operasi Produksi khusus untuk Operation Mining Permits specifically for hauling
pengangkutan dan penjualan dari Menteri, and sale from the competent Minister, governors,
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan or regents/mayors.
kewenangannya.

Pasal 40 Article 40

Pemegang IUP Operasi Produksi dapat Exploration Mining Permit holders may submit an
mengajukan permohonan wilayah di luar WIUP application for the area outside Mining Permit
kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota Areas to the competent Minister, governors or
sesuai dengan kewenangannya untuk menunjang regents/mayors to support their mining business
usaha kegiatan pertambangannya. activities.

Pasal 41 Article 41

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for the
pemberian IUP Operasi produksi khusus diatur granting of special Production Operation Mining
dengan Peraturan Menteri. Permits shall be governed by Regulation of the
Minister.

Bagian Keempat Part Four


Pemasangan Tanda Batas Placement of Boundary Markers
Pasal 42 Article 42

(1) Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak (1) Within 6 (six) months of receipt of a
diperolehnya IUP Operasi Produksi, pemegang Production Operation Mining Permit, a Mining
IUP Operasi Produksi wajib memberikan Permit holder must place boundary markers by
tanda batas pada wilayah dengan memasang placement of stakes in the Mining Permit
patok pada WIUP. Area.

(2) Pembuatan tanda batas sebagaimana dimaksud (2) Placement of boundary markers as referred to
pada ayat (1) harus selesai sebelum dimulai in section (1) must have been completed
kegiatan operasi produksi. before production operation activities begin.

(3) Dalam hal terjadi perubahan batas wilayah (3) If there are changes in area boundaries at the
pada WIUP Operasi Produksi, harus dilakukan Production Operation Mining Permit Area, the
perubahan tanda batas wilayah dengan boundary markers must be changed and new
pemasangan patok baru pada WIUP. stakes shall be placed in the Mining Permit

33
Area.

Pasal 43 Article 43

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for
pemasangan tanda batas WIUP diatur dengan placement of boundary markers in Mining Permit
Peraturan Menteri. Areas shall be governed by Regulation of the
Minister.

Bagian Kelima Part Five


Komoditas Tambang Lain Dalam WIUP Other Mining Commodities within Mining Permit
Areas
Pasal 44 Article 44

(1) Dalam hal pada lokasi WIUP ditemukan (1) If other non-associated minerals mining
komoditas tambang lainnya yang bukan commodities are found within a Mining Permit
asosiasi mineral yang diberikan dalam IUP, Area location given through a Mining Permit,
pemegang IUP Eksplorasi dan IUP Operasi the Exploration Mining Permit holder and the
Produksi memperoleh keutamaan dalam Production Operation Mining Permit holder
mengusahakan komoditas tambang lainnya shall be given first priority to commercialize
yang ditemukan. the other mining commodities found.
Penjelasan Pasal 44 Ayat (1): Elucidation of Article 44 Section (1):
Yang dimaksud dengan “komoditas tambang Other mining commodities in this provision are
lainnya” dalam ketentuan ini adalah antara lain minerals other than nonmetal minerals that are
apabila dalam WIUP mineral bukan logam found within a nonmetal mineral Mining Permit
terdapat mineral selain mineral bukan logam, Area, for example, metal minerals or coal.
contohnya mineral logam atau batubara.

(2) Dalam mengusahakan komoditas tambang (2) To commercialize other mining commodities
lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as referred to in section (1), a new entity must
harus membentuk badan usaha baru. be formed.

(3) Apabila pemegang IUP Eksplorasi dan IUP (3) If Exploration Mining Permit holders and
Operasi Produksi tidak berminat atas Production Operation Mining Permit holders
komoditas tambang lainnya sebagaimana lack interest in other mining commodities as
dimaksud pada ayat (1), kesempatan referred to in section (1), the opportunity to
pengusahaannya dapat diberikan kepada pihak commercialize them may be given to any other
lain dan diselenggarakan dengan cara lelang party through a bidding process or application.
atau permohonan.
Penjelasan Pasal 44 Ayat (3): Elucidation of Article 44 Section (3):
Pihak lain dalam ketentuan ini adalah badan Other parties in this provision are entities,
usaha, koperasi, atau perseorangan selain cooperatives, or sole proprietorships other than
pemegang IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Exploration Mining Permit holders and
Produksi yang tidak berminta atas komoditas Production Operation Mining Permit holders that
tambang tersebut. lack interest in those mining commodities.

(4) Pihak lain yang mendapatkan IUP berdasarkan (4) Any other party that is issued with a Mining
lelang atau permohonan wilayah harus Permit through a bidding process or
berkoordinasi dengan pemegang IUP application for the area must coordinate with
Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi pertama. the first Exploration Mining Permit holder and
Production Operation Mining Permit holder.

34
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (5) Ancillary provisions for the procedures for the
pemberian IUP baru sesuai komoditas diatur granting of new Mining Permits by
dengan Peraturan Menteri. commodities shall be governed by Regulation
of the Minister.

Bagian Keenam Part Six


Perpanjangan IUP Operasi Produksi Extensions of Production Operation Mining
Permits
Pasal 45 Article 45

(1) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (1) Applications for extensions of the Production
Produksi diajukan kepada Menteri, gubernur, Operation Mining Permits shall be submitted
atau bupati/walikota sesuai dengan to the competent Minister, governors, or
kewenangannya paling cepat dalam jangka regents/mayors no earlier than 2 (two) years
waktu 2 (dua) tahun dan paling lambat dalam and at the latest 6 (six) months prior to the
jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum expiration of the Mining Permits.
berakhirnya jangka waktu IUP.

(1) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (1) Applications for extensions of the metal
Produksi mineral logam, mineral bukan mineral, certain-typed nonmetal mineral, or
logam jenis tertentu, atau batubara coal Production Operation Mining Permits
diajukan kepada Menteri, gubernur, atau shall be submitted to the competent
bupati/walikota sesuai dengan Minister, governors, or regents/mayors no
kewenangannya paling cepat dalam jangka earlier than 5 (five) years and at the latest 1
waktu 5 (lima) tahun dan paling lambat (one) year prior to the expiration of the
dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sebelum Production Operation Mining Permits.
berakhirnya jangka waktu IUP Operasi
Produksi.

(1a) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (1a) Applications for extensions of the nonmetal
Produksi mineral bukan logam atau batuan mineral or rock Production Operation
diajukan kepada Menteri, gubernur, atau Mining Permits shall be submitted to the
bupati/walikota sesuai dengan competent Minister, governors, or
kewenangannya paling cepat dalam jangka regents/mayors no earlier than 2 (two) years
waktu 2 (dua) tahun dan paling lambat and at the latest 6 (six) months prior to the
dalam jangka waktu 6 (enam) bulan expiration of the Production Operation
sebelum berakhirnya jangka waktu IUP Mining Permits.
Operasi Produksi.
(2) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (2) Applications for extensions of the Production
Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Operation Mining Permits as referred to in
paling sedikit harus dilengkapi: section (1) must be accompanied by at least:
a. peta dan batas koordinat wilayah; a. an area map and coordinates;
b. bukti pelunasan iuran tetap dan iuran b. a receipt of payment for the last 3 (three)
produksi 3 (tiga) tahun terakhir; years dead rents and production royalties;
c. laporan akhir kegiatan operasi produksi; c. a report on the final production operation
activities;
d. laporan pelaksanaan pengelolaan d. an environmental management report;
lingkungan;
e. rencana kerja dan anggaran biaya; dan e. business plans and budget; and
f. neraca sumber daya dan cadangan. f. balance sheet of resources and reserves.

35
(2) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (2) Applications for extensions of the
Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat Production Operation Mining Permits as
(1) dan ayat (1a) paling sedikit harus referred to in section (1) and section (1a)
dilengkapi: must be accompanied by at least:

a. peta dan batas koordinat wilayah; a. an area map and coordinates;

b. bukti pelunasan iuran tetap dan iuran b. a receipt of payment for the last 3
produksi 3 (tiga) tahun terakhir; (three) years dead rents and production
royalties;

c. laporan akhir kegiatan operasi c. a report on the final production


produksi; operation activities;

d. laporan pelaksanaan pengelolaan d. an environmental management report;


lingkungan;

e. rencana kerja dan anggaran biaya; dan e. business plans and budget; and

f. neraca sumber daya dan cadangan. (PP f. balance sheet of resources and reserves.
1/2017) (GR 1/2017)

(3) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (3) The competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya dapat menolak regents/mayors may reject an application for
permohonan perpanjangan IUP Operasi an extension of a Production Operation Mining
Produksi apabila pemegang IUP Operasi Permit if the Production Operation Mining
Produksi berdasarkan hasil evaluasi, Permit holder, upon evaluation, fails to have
pemegang IUP Operasi Produksi tidak good performance of the production operation.
menunjukkan kinerja operasi produksi yang
baik.

(4) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) A rejection as referred to in section (3) must
(3) harus disampaikan kepada pemegang IUP be delivered to the Production Operation
Operasi Produksi paling lambat sebelum Mining Permit holder at the latest prior to the
berakhirnya IUP Operasi Produksi. expiration of said Production Operation
Mining Permit.

(5) Pemegang IUP Operasi Produksi hanya dapat (5) Production Operation Mining Permit holders
diberikan perpanjangan sebanyak 2 (dua) kali. may only be granted 2 (two) extensions of
time.

(6) Pemegang IUP Operasi Produksi yang telah (6) Production Operation Mining Permit holders
memperoleh perpanjangan IUP Operasi that are issued with 2 (two) extensions of time
Produksi sebanyak 2 (dua) kali, harus of the Production Operation Mining Permit
mengembalikan WIUP Operasi Produksi must have the Production Operation Mining
kepada Menteri, gubernur, atau Permit Area reverting to the competent
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya Minister, governors, or regents/mayors under
berdasarkan ketentuan peraturan perundang- the laws and regulations.
undangan.

Pasal 46 Article 46

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi yang telah (1) A Production Operation Mining Permit holder
memperoleh perpanjangan IUP Operasi that is issued with 2 (two) extensions of time
Produksi sebanyak 2 (dua) kali sebagaimana of the Production Operation Mining Permit as

36
dimaksud dalam Pasal 45 ayat (6), dalam referred to in Article 45 section (6) shall at the
jangka waktu 3 (tiga) tahun sebelum jangka latest 3 (three) years prior to the expiration of
waktu masa berlakunya IUP berakhir, harus the Mining Permits submit to the competent
menyampaikan kepada Menteri, gubernur, atau Minister, governors, or regents/mayors the
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya available mineral or coal potential and deposits
mengenai keberadaan potensi dan cadangan found within his/her Mining Permit Areas.
mineral atau batubara pada WIUPnya.

(2) WIUP yang IUPnya akan berakhir (2) A Mining Permit Area of which the Mining
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Permit is to expire as referred to in section (1)
sepanjang masih berpotensi untuk diusahakan, but which still has the potential for
Menteri menetapkan kembali WIUP untuk commercialization shall be re-determined by
dilelang. the Minister to be offered in the bid.

(3) Dalam pelaksanaan lelang WIUP sebagaimana (3) In the bid for Mining Permit Areas as referred
dimaksud pada ayat (2) pemegang IUP to in section (2), the previous Mining Permit
sebelumnya mendapat hak menyamai. (Dihapus holder shall acquire the right of first refusal.
oleh PP 77/2014) (Rescinded by RG 77/2014)

BAB III CHAPTER III


IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT SMALL-SCALE MINING PERMITS
Bagian Kesatu Part One
Umum General
Pasal 47 Article 47

(1) IPR diberikan oleh bupati/walikota (1) A Small-Scale Mining Permit shall be granted
berdasarkan permohonan yang diajukan oleh by the regents/mayors upon application
peduduk setempat, baik orang perseorangan submitted by local residents, either individuals
maupun kelompok masyarakat dan/atau or community groups and/or cooperatives.
koperasi.

(2) IPR diberikan setelah mendapatkan WPR oleh (2) A Small-Scale Mining Permit shall be granted
bupati/walikota. by the regent/mayor upon access to a Small-
Scale Mining Area.

(3) Dalam 1 (satu) WPR dapat diberikan 1 (satu) (3) 1 (one) Small-Scale Mining Permit Area may
atau beberapa IPR. be granted 1 (one) or several Small-Scale
Mining Permits.

Bagian Kedua Part Two


Pemberian IPR The Granting of Small-Scale Mining Permits
Pasal 48 Article 48

(1) Setiap usaha pertambangan rakyat pada WPR (1) Any small-scale mining business in a Small-
dapat dilaksanakan apabila telah mendapatkan Scale Mining Area shall be conducted upon
IPR. acquiring a Small-Scale Mining Permit.

(2) Untuk mendapatkan IPR, pemohon harus (2) To acquire Small-Scale Mining Permits, an
memenuhi: applicant must fulfill:

a. persyaratan administratif; a. the administrative requirements;

b. persyaratan teknis; dan b. the technical requirements; and

37
c. persyaratan finansial. c. the financial requirements.

(3) Persyaratan administratif sebagaimana (3) The administrative requirements as referred to


dimaksud pada ayat (2) huruf a untuk: in section (2) point (a) for:

a. orang perseorangan, paling sedikit a. an individual shall include at least:


meliputi:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. kartu tanda penduduk. 2. the resident identification card.

3. komoditas tambang yang dimohon; 3. information about mining


dan commodities for which an application
is submitted; and

4. surat keterangan dari kelurahan/desa 4. the certificate from the local office of
setempat. urban administrative division/office
of rural administrative division.

b. kelompok masyarakat, paling sedikit b. a community group shall include at least:


meliputi:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. komoditas tambang yang dimohon; 2. information about mining


dan commodities for which an application
is submitted; and

3. surat keterangan dari kelurahan/desa 3. the certificate from the local office of
setempat. urban administrative division/office
of rural administrative division.

c. koperasi setempat, paling sedikit meliputi: c. a local cooperative shall include at least:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. nomor pokok wajib pajak; 2. the taxpayer identification number;

3. akte pendirian koperasi yang telah 3. the memorandum of association of


disahkan oleh pejabat yang the cooperative that is validated by
berwenang; the competent official;

4. komoditas tambang yang dimohon; 4. information about mining


dan commodities for which an application
is submitted; and

5. surat keterangan dari kelurahan/desa 5. the certificate from the local office of
setempat. urban administrative division/office
of rural administrative division;

(4) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (4) The technical requirements as referred to in
pada ayat (2) huruf b berupa surat pernyataan section (2) point (b) shall be a statement that
yang memuat paling sedikit mengenai: sets forth at least:

38
a. sumuran pada IPR paling dalam 25 (dua a. shafts for Small-Scale Mining Permits not
puluh lima) meter; exceeding 25 (twenty-five) meters in
depth;

b. menggunakan pompa mekanik, b. use of mechanical pumps, retorting or


penggelundungan atau permesinan dengan machinery with total power of not more
jumlah tenaga maksimal 25 (dua puluh than 25 (twenty-five) horsepower for 1
lima) HP untuk 1 (satu) IPR; dan (one) Small-Scale Mining Permit; and

c. tidak menggunakan alat berat dan bahan c. no use of heavy equipment and
peledak. explosives.

(5) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (5) The technical requirements as referred to in
pada ayat (2) huruf c berupa laporan keuangan section (2) point (c) shall be the previous
1 (satu) tahun terakhir dan hanya year’s financial statements and shall be
dipersyaratkan bagi koperasi setempat. required only for local cooperatives.

BAB IV CHAPTER IV
IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS SPECIAL MINING PERMITS
Bagian Kesatu Part One
Umum General
Pasal 49 Article 49

(1) IUPK diberikan oleh Menteri berdasarkan (1) A Special Mining Permit shall be granted by
permohonan yang diajukan oleh BUMN, the Minister upon application submited by
BUMD atau badan usaha swasta. State-Owned Companies, Region-Owned
Entities or private entities.

(2) IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A Special Mining Permit as referred to in
diberikan setelah diperoleh WIUPK yang telah section (1) shall be granted upon access to a
ditetapkan oleh Menteri. Special Mining Permit Area in a Special
Mining Area that has been confirmed by the
Minister.

(3) Dalam 1 (satu) WIUPK dapat terdiri atas 1 (3) 1 (one) Special Mining Permit Area in a
(satu) atau beberapa IUPK. Special Mining Area may include 1 (one) or
several Special Mining Permits.

(4) Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (4) Any applicant as referred to in section (1) shall
hanya dapat diberikan 1 (satu) WIUPK, be authorized only 1 (one) Special Mining
kecuali pemohon merupakan badan usaha Permit Area in a Special Mining Area except
yang telah terbuka dapat diberikan lebih dari 1 that a publicly-held entity applicant may be
(satu) WIUPK. authorized more than 1 (one) Special Mining
Permit Area in a Special Mining Area.

(5) Ketentuan mengenai penetapan WUPK (5) The provisions for the determination of
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur Special Mining Area as referred to in section
dalam Peraturan Pemerintah tersendiri. (2) shall be governed by separate Regulation
of the Government.

Pasal 50 Article 50

IUPK diberikan melalui tahapan: A Special Mining Permit shall be granted through:

39
a. pemberian WIUPK; dan a. the granting of a Special Mining Permit Area
in a Special Mining Area; and

b. pemberian IUPK. b. the granting of a Special Mining Permit.

Bagian Kedua Part Two


Pemberian WIUPK The Authorization of Special Mining Permit Areas
in Special Mining Areas
Paragraf 1 Paragraph 1
Umum General
Pasal 51 Article 51

(1) Pemberian WIUPK sebagaimana dimaksud (1) The authorization of a Special Mining Permit
dalam Pasal 50 huruf a terdiri atas WIUPK Area in a Special Mining Area as referred to in
mineral logam dan/atau batubara. Article 50 point (a) shall include a metal
mineral and/or coal Special Mining Permit
Area in a Special Mining Area.

(2) WIUPK diberikan kepada BUMN, BUMD (2) Special Mining Permit Areas in Special
atau badan usaha swasta oleh Menteri. Mining Areas shall be authorized by the
Minister to State-Owned Companies, Region-
Owned Companies or private entities.

(3) Menteri dalam memberikan WIUPK (3) To authorize Special Mining Permit Areas in
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus Special Mining Areas as referred to in section
terlebih dahulu menawarkan kepada BUMN (2), the Minister must in the first place offer
atau BUMD dengan cara prioritas. them to State-Owned Companies or Region-
Owned Companies in order of priority.

(4) Dalam hal peminat sebagaimana dimaksud (4) If the interested party as referred to in section
pada ayat (3) hanya ada 1 (satu) BUMN atau (3) is only 1 (one) State-Owned Company or
BUMD, WIUPK diberikan kepada BUMN Region-Owned Company, a Special Mining
atau BUMD dengan membayar biaya Permit Area in a Special Mining Area shall be
kompensasi data informasi. authorized to a State-Owned Entity or Region-
Owned Entity for the payment of the cost of
the compensation for access to data/
information.

(5) Dalam hal peminat sebagaimana dimaksud (5) If the interested party as referred to in section
pada ayat (3) lebih dari 1 (satu) BUMN atau (3) is more than 1 (one) State-Owned
BUMD, WIUPK diberikan dengan cara lelang. Company or Region-Owned Company, a
Special Mining Permit Areas in a Special
Mining Areas shall be authorized through a
bidding process.

(6) Pemenang lelang sebagaimana dimaksud pada (6) The preferred bidder as referred to in section
ayat (5) dikenai kewajiban membayar biaya (5) shall be required to pay the cost of the
kompensasi data informasi sesuai dengan nilai compensation for access to data/information as
lelang. per the bid value.

Pasal 52 Article 52

(1) Dalam hal tidak ada BUMN atau BUMD yang (1) If State-Owned Companies or Region-Owned

40
berminat, WIUPK ditawarkan kepada badan Companies lack interest, a Special Mining
usaha swasta yang bergerak dalam bidang Permit Area in a Special Mining Area shall be
pertambangan mineral dan batubara dengan offered to mineral and coal mining private
cara lelang. entities through a bidding process.

(2) Pemenang lelang sebagaimana dimaksud pada (2) The preferred bidder as referred to in section
ayat (1) dikenai kewajiban membayar biaya (1) shall be required to pay the cost of the
kompensasi data informasi sesuai dengan nilai compensation for access to data/information as
lelang. per the bid value.

Paragraf 2 Paragraph 2
Tata Cara Pemberian Prioritas WIUPK Mineral Procedures for Giving Priority to Metal Mineral
Logam dan Batubara and Coal Special Mining Permit Areas in Special
Mining Areas
Pasal 53 Article 53

(1) BUMN dan BUMD yang telah mendapatkan (1) State-Owned Companies and Region-Owned
WIUPK wajib mengajukan permohonan IUPK Companies that have access to Special Mining
mineral logam atau batubara kepada Menteri. Permit Areas in Special Mining Areas must
submit an application for a metal mineral and
coal Special Mining Permit to the Minister.

(2) Dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) (2) Within 10 (ten) working days of receipt of an
hari kerja sejak diterimanya permohonan application as referred to in section (1), the
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri Minister shall grant a Special Mining Permit to
memberikan IUPK kepada BUMN atau an eligible State-Owned Company or Region-
BUMD setelah memenuhi persyaratan. Owned Company.

Paragraf 3 Paragraph 3
Tata Cara Lelang WIUPK Mineral Logam dan Auction Procedure for Metal Mineral and Coal
Batubara Special Mining Permit Areas in Special Mining
Areas
Pasal 54 Article 54

(1) Sebelum dilakukan pelelangan WIUPK (1) Prior to the auction process for metal mineral
mineral logam atau batubara sebagaimana and coal Special Mining Permit Areas in
dimaksud dalam Pasal 51 dan Pasal 52, Special Mining Areas as referred to in Article
Menteri mengumumkan secara terbuka 51 and Article 52, the Minister shall announce
WIUPK yang akan dilelang dalam jangka transparently the Special Mining Permit Area
waktu paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum in a Special Mining Area to be offered for
pelaksanaan lelang. bidding at the latest 3 (three) months prior to
an auction.
Penjelasan Pasal 54 Ayat (1): Elucidation of Article 54 Section (1):
Mengumumkan secara terbuka dalam ketentuan ini Announce transparently in this provision means:
yaitu dilakukan:

a. paling sedikit dimuat di 1 (satu) media cetak a. be published in at least 1 (one) local print
lokal dan/atau 1 (satu) media cetak nasional; media and/or 1 (one) national print media;
dan and

b. di kantor kementerian yang b. be announced at the office of the ministry that


menyelenggarakan urusan pemerintahan di administers governmental affairs in the

41
bidang mineral dan batubara. mining and coal field.

(2) Dalam pelaksanaan pelelangan WIUPK (2) In the conduct of an auction for Mining Permit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri Areas as referred to in section (1), the Minister
membentuk panitia lelang WIUPK mineral shall form an auction committee for metal
logam atau batubara. mineral or coal Special Mining Permit Areas
in Special Mining Areas.

(3) Anggota panitia lelang WIUPK sebagaimana (3) The membership of an auction committee for
dimaksud pada ayat (2) berjumlah gasal yang Special Mining Permit Areas in Special
memiliki kompetensi di bidang pertambangan Mining Areas as referred to in section (2) shall
mineral atau batubara. consist of an odd number of members
competent in the mineral or coal mining field.

Pasal 55 Article 55

Tugas dan wewenang panitia lelang WIUPK The duties and authority of the auction committee
mineral logam dan batubara sebagaimana for Special Mining Permit Areas in Special Mining
dimaksud dalam Pasal 54 meliputi: Areas as referred to in Article 54 shall include:

a. penyiapan lelang WIUPK dan besaran nilai a. prepare auctions of Special Mining Permit
kompensasi data informasi; Areas in Special Mining Areas and determine
the value of the compensation for access to
data/information;

b. penyiapan dokumen lelang WIUPK; b. prepare bidding documents of Special Mining


Permit Areas in Special Mining Areas;

c. penyusunan jadwal lelang WIUPK; c. set out an auction schedule for Special Mining
Permit Areas in Special Mining Areas;

d. pengumuman waktu pelaksanaan lelang d. announce bidding time for Special Mining
WIUPK; Permit Areas in Special Mining Areas;

e. pelaksanaan pengumuman ulang paling e. republish not exceeding 2 (two)


banyak 2 (dua) kali, apabila peserta lelang announcements in case there is only 1 (one)
WIUPK hanya 1 (satu); bidder for a Special Mining Permit Area in a
Special Mining Area;

f. penilaian kualifikasi peserta lelang WIUPK; f. assess the qualifications of bidders for Special
Mining Permit Areas in Special Mining Areas;

g. melakukan evaluasi terhadap penawaran yang g. evaluate incoming bids;


masuk;

h. pelaksanakan lelang WIUPK; dan h. conduct auctions of Special Mining Permit


Areas in Special Mining Areas; and

i. pembuatan berita acara hasil pelaksanaan i. make minutes of bid results and propose a
lelang dan mengusulkan pemenang lelang preferred bidder for a Special Mining Permit
WIUPK. Areas in a Special Mining Area.

Pasal 56 Article 56

(1) Untuk mengikuti lelang, peserta lelang (1) To join a bid, bidders for Special Mining

42
WIUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal Permit Areas in Special Mining Areas as
51 ayat (5) dan Pasal 52 ayat (1) harus referred to in Article 46 section (6) must fulfill
memenuhi persyaratan sebagai berikut: the following requirements:

a. persyaratan administratif; a. the administrative requirements;

b. persyaratan teknis; dan b. the technical requirements; and

c. persyaratan finansial. c. the financial requirements.

(2) Persyaratan administratif sebagaimana (2) The administrative requirements as referred to


dimaksud pada ayat (1) huruf a paling sedikit in section (1) point (a) shall include at least:
meliputi:

a. mengisi formulir yang sudah disiapkan a. a completed form, as the auction


panitia lelang; committee makes available;

b. profil badan usaha; b. the profile of the company;

c. akte pendirian badan usaha yang bergerak c. the memorandum of association of the
di bidang usaha pertambangan yang telah entity that is engaged in the mining
disahkan oleh pejabat yang bewenang; business and validated by the competent
dan official; and

d. nomor pokok wajib pajak. d. the taxpayer identification number.

(3) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (3) The technical requirements as referred to in
pada ayat (1) huruf b paling sedikit meliputi: section (1) point (b) shall include at least:

a. pengalaman badan usaha di bidang a. entities, with a minimum 3 years mining


pertambangan mineral dan batubara and coal experience, or new companies
paling sedikit 3 (tiga) tahun, atau bagi shall require recommendation of their
perusahaan baru harus mendapat holding company, business partners, or
dukungan dari perusahaan induk, mitra affiliates engaged in the mining field;
kerja, atau afiliasinya yang bergerak di
bidang pertambangan;

b. mempunyai paling sedikit 1 (satu) tenaga b. 1 (one) mining and/or geological expert
ahli dalam bidang pertambangan dan/atau with a minimum 3 years’ experience;
geologi yang berpengalaman paling
sedikit 3 (tiga) tahun;

c. rencana kerja dan anggaran biaya untuk c. 1 (one) year’s annual business plans and
kegiatan 1 (satu) tahun. budget.

(4) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as referred to in
pada ayat (1) huruf d paling sedikit meliputi: section (1) point (d) shall include at least:

a. laporan keuangan tahun terakhir yang a. the previous year’s public accountant
sudah diaudit akuntan publik; audited financial statements;

b. menempatkan jaminan kesungguhan b. payment in cash a 10% bid commitment


lelang dalam bentuk uang tunai di bank deposit of the value of the compensation
pemerintah sebesar 10% (sepuluh persen) for access to data/information into a
dari nilai kompensasi data informasi atau government bank, or adjusted replacement

43
total biaya pengganti investasi untuk cost of the expired Special Mining Permit
lelang WIUPK yang telah berakhir; dan Areas in Special Mining Areas; and

c. pernyataan bersedia membayar nilai c. a statement of commitment to pay the bid


sesuai surat penawaran lelang dalam value not more than 5 (five) working days
jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari of notice of bid award.
kerja setelah pengumuman pemenang
lelang.

Pasal 57 Article 57

(1) Prosedur lelang meliputi tahap: (1) Procedures for bid award shall include:

a. pengumuman prakualifikasi; a. notice of prequalification;

b. pengambilan dokumen prakualifikasi; b. collection of prequalification documents;

c. pemasukan dokumen prakualifikasi; c. submission of prequalification documents;

d. evaluasi prakualifikasi; d. evaluation of prequalification;

e. klarifikasi dan konfirmasi terhadap e. clarification and confirmation of


dokumen prakualifikasi; prequalification documents;

f. penetapan hasil prakualifikasi; f. determination of prequalification results;

g. pengumuman hasil prakualifikasi; g. notice of prequalification results;

h. undangan kepada peserta yang lulus h. invitations to prequalified bidders;


prakualifikasi;

i. pengambilan dokumen lelang; i. collection of bidding documents;

j. penjelasan lelang; j. bidders’ briefing;

k. pemasukan penawaran harga; k. submission of a bid/offer;

l. pembukaan sampul; l. opening bid envelopes;

m. penetapan peringkat; m. ranking/rating;

n. penunjukan/pengumuman pemenang n. bid award/notice of a preferred bidder on


lelang yang dilakukan berdasarkan a bid/offer and technical consideration
penawaran harga dan pertimbangan basis; and
teknis; dan

o. memberi kesempatan adanya sanggahan o. to allow a chance to appeal the bid award.
atas keputusan lelang.

(2) Penjelasan lelang sebagaimana dimaksud pada (2) Bidders’ briefing as referred to in section (1)
ayat (1) huruf j wajib dilakukan oleh Panitia point (j) must be given by the auction
Lelang WIUPK kepada peserta pelelangan committee for Special Mining Permit Areas in
WIUPK yang lulus prakualifikasi untuk Special Mining Areas to prequalified bidders
menjelaskan data teknis berupa: for Special Mining Permit Areas in Special
Mining Areas to explain technical data on:

44
a. lokasi; a. the locations;

b. koordinat; b. the coordinates;

c. jenis mineral, termasuk mineral c. the mineral types, including associated


ikutannya, dan batubara; minerals, and coal;

d. ringkasan hasil penelitian dan d. the summary research and survey results;
penyelidikan;

e. ringkasan hasil eksplorasi pendahuluan e. the summary preliminary exploration


apabila ada; dan results, if any; and

f. status lahan. f. the status of land.

Pasal 58 Article 58

(1) Panitia lelang sesuai dengan kewenangan yang (1) The auction committee authorized by the
diberikan oleh Menteri dapat memberikan Minister may allow a chance to prequalified
kesempatan kepada peserta pelelangan bidders for Special Mining Permit Areas in
WIUPK yang lulus prakualifikasi untuk Special Mining Areas to conduct site visits
melakukan kunjungan lapangan dengan jangka within the time frame, as adjusted to the
waktu yang disesuaikan dengan jarak lokasi location’s distance, to be offered for bidding
yang akan dilelang setelah mendapatkan upon receipt of bidders’ briefing as referred to
penjelasan lelang sebagaimana dimaksud in Article 57 section (1) point (j).
dalam Pasal 57 ayat (1) huruf j.

(2) Dalam hal peserta pelelangan WIUPK yang (2) Bidders for Special Mining Permit Areas in
akan melakukan kunjungan lapangan Special Mining Areas in the conduct of a site
mengikutsertakan warga negara asing wajib visit with foreign nationals shall fulfill the
memenuhi persyaratan sesuai dengan requirements under the laws and regulations.
ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Biaya yang diperlukan untuk melakukan (3) Cost that is required in the conduct of site
kunjungan lapangan sebagaimana dimaksud visits as referred to in section (1) and section
pada ayat (1) dan ayat (2) dibebankan kepada (2) shall be for the account of the bidders for
peserta pelelangan WIUPK. Special Mining Permit Areas in Special
Mining Areas.

Pasal 59 Article 59

(1) Jangka waktu prosedur pelelangan ditetapkan (1) A period of the bid award process shall not
dalam jangka waktu paling lama 35 (tiga puluh exceed 35 (thirty-five) working days of
lima) hari kerja sejak pemasukan penawaran submission of the bid/offer as referred to in
harga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 Article 57 section (1) point (k).
ayat (1) huruf k.

(2) Hasil pelaksanaan lelang WIUPK dilaporkan (2) The results of auctions of Special Mining
oleh panitia lelang kepada Menteri untuk Permit Areas in Special Mining Areas shall be
ditetapkan pemenang lelang WIUPK. reported by the auction committee to the
Minister to award preferred bidder status for a
Special Mining Permit Area in a Special
Mining Area.

45
Pasal 60 Article 60

(1) Menteri berdasarkan usulan panitia lelang (1) The Minister upon a recommendation of the
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat auction committee as referred to in Article 59
(2) menetapkan pemenang lelang WIUPK section (2) shall award preferred bidder status
mineral logam dan/atau batubara. for metal mineral and/or coal Special Mining
Permit Areas in Special Mining Areas.

(2) Menteri memberitahukan secara tertulis (2) The Minister shall notify the preferred bidder
penetapan pemenang lelang WIUPK mineral in writing of the award of preferred bidder
logam dan/atau batubara kepada pemenang status for metal mineral and/or coal Special
lelang. Mining Permit Areas in Special Mining Areas.

Pasal 61 Article 61

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara lelang Ancillary provisions for the auction procedure for
WIUPK diatur dengan Peraturan Menteri. Special Mining Permit Areas in Special Mining
Areas shall be governed by Regulation of the
Minister.

Bagian Ketiga Part Three


Pemberian IUPK The Granting of Special Mining Permits
Paragraf 1 Paragraph 1
Umum General
Pasal 62 Article 62

(1) IUPK diberikan oleh Menteri kepada BUMN, (1) Special Mining Permits shall be granted by the
BUMD, atau badan usaha swasta setelah Minister to State-Owned Companies, Region-
mendapatkan WIUPK. Owned Companies, or private entities upon
access to Special Mining Permit Areas in
Special Mining Areas.

(2) IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A Special Mining Permit as referred to in
terdiri atas: section (1) shall include:

a. IUPK Eksplorasi terdiri atas mineral a. an Exploration Special Mining Permit that
logam atau batubara; dan includes metal minerals or coal; and

b. IUPK Operasi Produksi terdiri atas b. a Production Operation Special Mining


mineral logam atau batubara. Permit that includes metal minerals or
coal.

Paragraf 2 Paragraph 2
Persyaratan IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi The Requirements for Exploration Special Mining
Produksi Permits and Production Operation Special Mining
Permits
Pasal 63 Article 63

Persyaratan IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi The Requirements for Exploration Special Mining
Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 Permits and Production Operation Special Mining
harus memenuhi: Permits as referred to in Article 62 must fulfill:

46
a. persyaratan administratif; a. the administrative requirements;

b. persyaratan teknis; b. the technical requirements;

c. persyaratan lingkungan; dan c. the environmental requirements; and

d. persyaratan finansial. d. the financial requirements.

Pasal 64 Article 64

(1) Persyaratan administratif sebagaimana (1) The administrative requirements as referred to


dimaksud dalam Pasal 58 huruf a meliputi: in Article 58 point (a) shall include:

a. Untuk IUPK Eksplorasi dan IUPK a. For a metal mineral and coal Exploration
Operasi Produksi mineral logam dan Special Mining Permit and a Production
batubara yang diajukan BUMN atau Operation Special Mining Permit for
BUMD yang diberikan berdasarkan which an application is submitted by
prioritas: State-Owned Companies or Region-
Owned Companies granted in order of
priority:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profi badan usaha; 2. the profile of the entity;

3. akte pendirian badan usaha yang 3. a memorandum of association of an


bergerak di bidang usaha entity that is engaged in the mining
pertambangan yang telah disahkan business and validated by the
oleh pejabat yang berwenang; competent official;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. the taxpayer identification number;

5. susunan direksi dan daftar pemegang 5. the composition of the board of


saham; dan directors and the register of
shareholders; and

6. surat keterangan domisili. 6. the certificate of domicile

b. Untuk IUPK Eksplorasi dan IUPK b. For a metal mineral and coal Exploration
Operasi Produksi mineral logam dan Special Mining Permit and a Production
batubara yang diajukan oleh pemenang Operation Special Mining Permit for
lelang WIUPK: which an application is submitted by the
preferred bidder for Special Mining
Permit Areas in Special Mining Areas:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan direksi dan daftar pemegang 2. the composition of the board of


saham; dan directors and a list of shareholders;
and

3. surat keterangan domisili. 3. the certificate of domicile

(2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (2) The technical requirements as referred to in
dalam Pasal 63 huruf b meliputi: Article 63 point (b) shall include:

47
a. pengalaman BUMN, BUMD atau badan a. Mineral or coal mining State-Owned
usaha swasta di bidang pertambangan Companies, Region-Owned Companies or
mineral atau batubara paling sedikit 3 private entities with a minimum 3 years’
(tiga) tahun; experience;

b. mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang b. 1 (one) mining and/or geological expert
tenaga ahli dalam bidang pertambangan with a minimum 3 years’ experience; and
dan/atau geologi yang berpengalaman
paling sedikit 3 (tiga) tahun; dan

c. rencana kerja dan anggaran biaya untuk c. annual business plans and budget for 4
kegiatan 4 (empat) tahun eksplorasi. (four) year’s exploration.

(3) Persyaratan lingkungan sebagaimana (3) The environmental requirements as referred to


dimaksud dalam Pasal 63 huruf c paling in Article 63 point (c) shall include at least:
sedikit meliputi:

a. untuk IUP Eksplorasi meliputi surat a. for an Exploration Mining Permit, a


pernyataan kesanggupan pengelolaan dan statement of commitment to manage and
pemantauan lingkungan hidup serta monitor the environment as well as
mematuhi ketentuan peraturan perundang- comply with the environmental the laws
undangan di bidang lingkungan hidup; and regulations;

b. untuk IUP Operasi Produksi meliputi: b. for a Production Operation Mining


Permit:

1. surat pernyataan kesanggupan untuk 1. a statement of commitment to comply


mematuhi ketentuan peraturan with the environmental the laws and
perundang-undangan di bidang regulations; and
lingkungan hidup; dan

2. persetujuan dokumen pengelolaan 2. approval of the environmental


lingkungan sesuai ketentuan management documentation under the
peraturan perundang-undangan. laws and regulations.

(4) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as referred to in
dalam Pasal 63 huruf d meliputi: Article 63 point (d) shall include:

a. IUPK Eksplorasi, paling sedikit meliputi: a. for an Exploration Special Mining Permit,
at least:

1. bukti penempatan jaminan 1. a receipt of payment for a


kesungguhan pelaksanaan kegiatan commitment deposit to perform
eksplorasi; dan exploration activities; and;

2. bukti pembayaran harga nilai 2. a receipt of payment for the value of


kompensasi data informasi atau the compensation for access to data/
sesuai dengan surat penawaran. information or as per the value of the
bid/offer.

b. IUPK Operasi Produksi, paling sedikit b. for a Production Operation Special


meliputi: Mining Permit, at least:

1. laporan keuangan tahun terakhir yang 1. the previous year’s public accountant-

48
telah diaudit oleh akuntan publik; dan audited financial statements; and

2. bukti pembayaran iuran tetap 3 (tiga) 2. a receipt of payment for the last 3
tahun terakhir. (three) years dead rents.

Paragraf 3 Paragraph 3
Tata Cara Penerbitan IUPK Eksplorasi Mineral Procedures for Issue of Metal Mineral and Coal
Logam dan Batubara Exploration Special Mining Permits
Pasal 65 Article 65

(1) BUMN atau BUMD yang diberikan WIUPK (1) A State-Owned Company or Region-Owned
berdasarkan prioritas atau pemenang lelang Company that is authorized in a Special
WIUPK mineral logam atau batubara, harus Mining Permit Area in a Special Mining Area
menyampaikan permohonan IUPK Eksplorasi in order of priority, or the preferred bidder for
kepada Menteri dalam jangka waktu paling a metal mineral and/or coal Special Mining
lambat 5 (lima) hari kerja setelah penetapan Permit Area in a Special Mining Areas, must
pengumuman pemenang lelang WIUPK. submit an application for an Exploration
Special Mining Permit to the Minister within 5
(five) working days of the notice of bid award
for a Special Mining Permit Area in a Special
Mining Area.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) An application as referred to in section (1)
(1) wajib memenuhi persyaratan sebagaimana must fulfill the requirements as referred to in
dimaksud dalam Pasal 63. Article 63.

(3) Apabila BUMN atau BUMD yang diberikan (3) A State-Owned Company or Region-Owned
WIUPK berdasarkan prioritas atau pemenang Company that is authorized in a Special
lelang WIUPK sebagaimana dimaksud pada Mining Permit Area in a Special Mining Area
ayat (1) dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja in order of priority, or the preferred bidder for
tidak menyampaikan permohonan IUPK, a Special Mining Permit Area in a Special
dianggap mengundurkan diri. Mining Area as referred to in section (1) that
fails to submit an application for a Special
Mining Permit within 5 (five) working days,
shall be deemed to have withdrawn.

(4) Dalam hal pemenang lelang WIUPK (4) If the preferred bidder for a Special Mining
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah Permit Area in a Special Mining Area as
dianggap mengundurkan diri maka WIUPK referred to in section (3) is deemed to have
ditawarkan kepada peserta lelang urutan withdrawn, the Special Mining Permit Area in
berikutnya secara berjenjang dengan syarat a Special Mining Area shall be offered to the
nilai harga kompensasi data informasi sama next-ranked bidder sequentially, provided that
dengan harga yang ditawarkan oleh pemenang the value of compensation for access to data/
pertama information is at least equal to the price
offered by the first preferred bidder.

(5) Menteri melakukan lelang ulang WIUPK (5) The Minister shall conduct a re-auction of
apabila peserta lelang sebagaimana dimaksud Special Mining Permit Areas in Special
pada ayat (4) tidak ada yang berminat. Mining Areas if the next-ranked bidder(s) as
referred to in section (4) lacks interest.

49
Pasal 66 Article 66

Pemegang IUPK Eksplorasi atau pemegang IUPK Exploration Special Mining Permit holders or
Operasi Produksi dapat mengajukan permohonan Production Operation Special Mining Permit
wilayah di luar WIUPK kepada Menteri untuk holders may submit an application for the area
menunjang usaha kegiatan pertambangannya. outside Special Mining Permit Areas in Special
Mining Areas to the Minister to support their
mining business activities.
Penjelasan Pasal 66: Elucidation of Article 66:
Yang dimaksud dengan wilayah di luar WIUPK Areas outside the Special Mining Permit Areas in
dalam ketentuan ini adalah project area yang this provision means project areas in which mining
dilarang untuk melakukan kegiatan penambangan. activities are banned.

Paragraf 4 Paragraph 4
Tata Cara Penerbitan IUPK Operasi Produksi Procedures for Issue of Metal Mineral and Coal
Mineral Logam dan Batubara Production Operation Special Mining Permits
Pasal 67 Article 67

(1) IUPK Operasi Produksi diberikan kepada (1) Production Operation Special Mining Permits
BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta shall be granted to State-Owned Companies,
sebagai peningkatan dari kegiatan eksplorasi. Region-Owned Companies, or private entities
as an upgrade from an exploration activity.

(2) Pemegang IUPK Eksplorasi dijamin untuk (2) Exploration Special Mining Permit holders
memperoleh IUPK Operasi Produksi sebagai shall be guaranteed to receive Production
peningkatan dengan mengajukan permohonan Operation Special Mining Permits as an
dan memenuhi persyaratan peningkatan upgrade upon submission of applications
operasi produksi. therefor and fulfilling the requirements for the
production operation upgrade.

(3) IUPK Operasi Produksi diberikan oleh (3) Production Operation Special Mining Permits
Menteri. shall be granted by the Minister.

(4) IUPK Operasi Produksi sebagaimana (4) Production Operation Mining Permits as
dimaksud pada ayat (3) meliputi kegiatan referred to in section (3) shall include the
konstruksi, penambangan, pengolahan dan activities of construction, mining, processing
pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan. and refining/smelting as well as hauling and
sale.

(5) IUPK Operasi Produksi sebagaimana (5) Production Operation Special Mining Permits
dimaksud dalam ayat (4) diberikan kepada as referred to in section (4) shall be granted to
BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta State-Owned Companies, Region-Owned
sebagai peningkatan dari IUPK Eksplorasi Companies, or private entities that fulfill the
yang memenuhi persyaratan sebagaimana requirements as referred to in Article 63 as an
dimaksud dalam Pasal 63. upgrade from an Exploration Special Mining
Permit.

(6) WIUPK yang telah mempunyai data lengkap (6) Special Mining Permit Areas in Special
meliputi data eksplorasi, studi kelayakan dan Mining Areas with complete data on
dokumen pengelolaan lingkungan yang telah exploration, feasibility study and
disetujui oleh instansi yang berwenang dapat environmental management documentation as
diberikan IUPK Operasi Produksi kepada approved by the competent agency may be

50
BUMN atau BUMD dengan cara prioritas atau issued with Production Operation Special
pemenang lelang. Mining Permits to State-Owned Companies or
Region-Owned Companies in order of priority,
or to the preferred bidder.

Pasal 68 Article 68

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for the
pemberian IUPK Operasi Produksi khusus diatur granting of specific Production Operation Special
dengan Peraturan Menteri. Mining Permits shall be governed by Regulation of
the Minister.

Bagian Keempat Part Four


Pemasangan Tanda Batas Placement of Boundary Markers
Pasal 69 Article 69

(1) Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak (1) Within 6 (six) months of receipt of a
diperolehnya IUPK Operasi Produksi, Production Operation Special Mining Permit, a
pemegang IUPK Operasi Produksi wajib Special Mining Permit holder must place
memberikan tanda batas wilayah dengan boundary markers by placement of stakes in
memasang patok pada WIUPK. the Special Mining Permit Area in a Special
Mining Areas.

(2) Pembuatan tanda batas sebagaimana dimaksud (2) Placement of boundary markers as referred to
pada ayat (1) harus selesai sebelum dimulai in section (1) must have been completed
kegiatan operasi produksi. before production operation activities begin.

(3) Dalam hal terjadi perubahan batas wilayah (3) If there are changes in area boundaries at the
pada WIUPK Operasi Produksi, harus Production Operation Special Mining Permit
dilakukan perubahan tanda batas wilayah Area in a Special Mining Areas, the boundary
dengan pemasangan patok baru pada WIUPK. markers must be changed and new stakes shall
be placed in the Special Mining Permit Areas
in the Special Mining Area.

Pasal 70 Article 70

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for
pemasangan tanda batas WIUPK diatur dengan placement of boundary markers at the Special
Peraturan Menteri. Mining Permit Areas in Special Mining Areas shall
be governed by Regulation of the Minister.

Bagian Kelima Part Five


Komoditas Tambang Lain Dalam WIUPK Other Mining Commodities within Special Mining
Permit Areas in Special Mining Areas
Pasal 71 Article 71

(1) Dalam hal pada lokasi WIUPK ditemukan (1) If other non-associated minerals mining
komoditas tambang lainnya yang bukan commodities are found within a Special
asosiasi mineral yang diberikan dalam IUPK, Mining Permit Area in Special Mining Area
pemegang IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi location given through a Special Mining
Produksi memperoleh keutamaan dalam Permit, the Exploration Special Mining Permit
mengusahakan komoditas tambang lainnya holders and the Production Operation Special
yang ditemukan. Mining Permit holders shall be given first

51
priority to commercialize the other mining
commodities found.

(2) Dalam mengusahakan komoditas tambang (2) To commercialize other mining commodities
lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as referred to in section (1), a new entity must
harus membentuk badan usaha baru. be formed.

(3) Apabila pemegang IUPK Eksplorasi dan IUPK (3) If Exploration Special Mining Permit holders
Operasi Produksi tidak berminat atas and Production Operation Special Mining
komoditas tambang lainnya sebagaimana Permit holders lack interest in other mining
dimaksud pada ayat (1), kesempatan commodities as referred to in section (1), their
pengusahaannya dapat diberikan kepada pihak chance to commercialize the other mining
lain dan diselenggarakan dengan cara prioritas commodities may be given to any other party
atau lelang. on priority terms or through a bidding process.

(4) Pihak lain yang mendapatkan IUPK (4) Any other party that is issued with a Special
berdasarkan prioritas atau lelang sebagaimana Mining Permit on priority terms or through a
dimaksud pada ayat (3) harus berkoordinasi bidding process as referred to in section (3)
dengan pemegang IUPK Eksplorasi dan IUPK must coordinate with the first Exploration
Operasi Produksi pertama. Special Mining Permit holder and Production
Operation Special Mining Permit holder.

Bagian Keenam Part Six


Perpanjangan IUPK Operasi Produksi Extensions of Production Operation Special
Mining Permits
Pasal 72 Article 72

(1) Permohonan perpanjangan IUPK Operasi (1) Applications for extensions of the Production
Produksi diajukan kepada Menteri paling cepat Operation Special Mining Permits shall be
dalam jangka waktu 2 (dua) tahun dan paling submitted to the Minister no earlier than 2
lambat dalam jangka waktu 6 (enam) bulan (two) years and at the latest 6 (six) months
sebelum berakhirnya jangka waktu IUPK. prior to the expiration of the Production
Operation Special Mining Permits.

(1) Permohonan perpanjangan IUPK Operasi (1) Applications for extensions of the
Produksi diajukan kepada Menteri paling Production Operation Special Mining
cepat dalam jangka waktu 5 (lima) tahun Permits shall be submitted to the Minister
dan paling lambat dalam jangka waktu 1 no earlier than 5 (five) years and at the
(satu) tahun sebelum berakhirnya jangka latest 1 (one) year prior to the expiration of
waktu IUPK Operasi Produksi. (PP 1/2017) the Production Operation Special Mining
Permits. (GR 1/2017)

(2) Permohonan perpanjangan IUPK Operasi (2) Applications for extensions of the Production
Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Operation Special Mining Permits as referred
paling sedikit harus dilengkapi: to in section (1) shall be accompanied by at
least:

a. peta dan batas koordinat wilayah; a. an area map and coordinates;

b. bukti pelunasan iuran tetap dan iuran b. a receipt of payment for the last 3 (three)
produksi 3 (tiga) tahun terakhir; years dead rents and production royalties;

c. laporan akhir kegiatan operasi produksi; c. a report on the final production operation

52
activities;

d. laporan pelaksanaan pengelolaan d. an environmental management report;


lingkungan;

e. rencana kerja dan anggaran biaya; dan e. business plans and budget; and

f. neraca sumber daya dan cadangan. f. balance sheet of resources and reserves.

(3) Menteri dapat menolak permohonan (3) The Minister may reject an application for an
perpanjangan IUPK Operasi Produksi apabila extension of a Production Operation Special
pemegang IUPK Operasi Produksi Mining Permit if the Production Operation
berdasarkan hasil evaluasi, pemegang IUPK Special Mining Permit holder upon evaluation
Operasi Produksi tidak menunjukkan kinerja fails to have good performance of the
operasi produksi yang baik. production operation.

(4) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) A rejection as referred to in section (3) must
(3) harus disampaikan kepada pemegang be delivered to the Production Operation
IUPK Operasi Produksi paling lambat sebelum Special Mining Permit holder at the latest prior
berakhirnya IUPK Operasi Produksi. to the expiration of said Production Operation
Special Mining Permit.

(5) Pemegang IUPK Operasi Produksi hanya (5) Production Operation Special Mining Permit
dapat diberikan perpanjangan sebanyak 2 holders may only be granted 2 (two)
(dua) kali. extensions of time.

(6) Pemegang IUPK Operasi Produksi yang telah (6) Production Operation Special Mining Permit
memperoleh perpanjangan IUPK Operasi holders that have received 2 (two) extensions
Produksi sebanyak 2 (dua) kali, wajib of time of the Production Operation Special
mengembalikan WIUPK Operasi Produksi Mining Permit must have the Production
kepada Menteri berdasarkan ketentuan Operation Special Mining Permit Area in the
peraturan perundang-undangan. Special Mining Area reverting to the Minister
under the laws and regulations.

Pasal 73 Article 73

(1) Pemegang IUPK Operasi Produksi yang telah (1) A Production Operation Special Mining
memperoleh perpanjangan IUP Operasi Permit holder that is issued with 2 (two)
Produksi sebanyak 2 (dua) kali sebagaimana extensions of time of the Production Operation
dimaksud dalam Pasal 72 ayat (6), dalam Mining Permit as referred to in Article 72
jangka waktu 3 (tiga) tahun sebelum jangka section (6) must at the latest 3 (three) years
waktu masa berlakunya IUPK berakhir, wajib prior to the expiration of the Special Mining
menyampaikan kepada Menteri mengenai Permit submit to the Minister the available
keberadaan potensi dan cadangan mineral metal mineral or coal potential and deposits
logam atau batubara pada WIUPKnya. found within his/her Special Mining Permit
Area in a Special Mining Area.

(2) WIUPK yang IUPKnya akan berakhir (2) A Special Mining Permit Area in a Special
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Mining Area of which the Special Mining
sepanjang masih berpotensi untuk diusahakan, Permit is to expire as referred to in section (1)
Menteri dapat menetapkan kembali WIUPK- but which still has the potential for
nya untuk ditawarkan kembali dengan cara commercialization may be re-determined by
prioritas atau lelang. the Minister to be offered on priority terms or
in the bid.

53
(3) Dalam pelaksanaan lelang WIUPK (3) In the bid for a Special Mining Permit Area in
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) a Special Mining Area as referred to in section
pemegang IUPK sebelumnya mendapat hak (2), the previous Special Mining Permit holder
menyamai. (Dihapus oleh PP 77/2014) shall acquire the right to first refusal. (Rescinded
by RG 77/2014)

BAB V CHAPTER V
PENCIUTAN WILAYAH IZIN USAHA REDUCTION IN MINING PERMIT AREAS
PERTAMBANGAN DAN WILAYAH IZIN AND SPECIAL MINING PERMIT AREAS IN
USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS SPECIAL MINING AREAS
PENCIUTAN DAN PENGEMBALIAN REDUCTION IN AND REVERSION OF
WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN MINING PERMIT AREAS AND SPECIAL
DAN WILAYAH IZIN USAHA MINING PERMIT AREAS IN SPECIAL
PERTAMBANGAN KHUSUS (PP 77/2014) MINING AREAS (RG 77/2014)
Pasal 74 Article 74

(1) Pemegang IUP sewaktu-waktu dapat (1) Mining Permit holders may at any time submit
mengajukan permohonan kepada Menteri, applications to the competent Minister,
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan governors, or regents/mayors for partial
kewenangannya untuk menciutkan sebagian reduction in or reversion of all Mining Permit
atau mengembalikan seluruh WIUP. Areas.

(2) Pemegang IUPK sewaktu-waktu dapat (2) Special Mining Permit holders may at any
mengajukan permohonan kepada Menteri time submit applications to the Minister for
untuk menciutkan sebagian atau partial reduction in or reversion of all Special
mengembalikan seluruh WIUPK. Mining Permit Areas in Special Mining Areas.

(3) Pemegang IUP atau IUPK dalam (3) In the conduct of reduction in or reversion of
melaksanakan penciutan atau pengembalian Mining Permit Areas or Special Mining Permit
WIUP atau WIUPK sebagaimana dimaksud Areas in Special Mining Areas as referred to in
pada ayat (1) dan ayat (2) harus menyerahkan: section (1) and section (2), the Mining Permit
or Special Mining Permit holders must turn in:

a. laporan, data dan informasi penciutan atau a. a report, data and information on
pengembalian yang berisikan semua reduction or reversion that contain all
penemuan teknis dan geologis yang technical and geological findings obtained
diperoleh pada wilayah yang akan from the area to be reduced, along with
diciutkan dan alasan penciutan atau the reasons for reduction or reversion, as
pengembalian serta data lapangan hasil well as the site data generated from
kegiatan; activities;

b. peta wilayah penciutan atau pengembalian b. a map of the reduced area or the area
beserta koordinatnya; reverting to the Minister along with its
coordinates;

c. bukti pembayaran kewajiban keuangan; c. a receipt of payment for financial


obligations;
Penjelasan Pasal 74 Ayat (3) (c): Elucidation of Article 74 Section (3) (c):
Yang dimaksud dengan bukti pembayaran Receipt of payment for financial obligations in this
kewajiban keuangan dalam ketentuan ini adalah provision means rents, royalties, and taxes.
iuran, royalty, dan pajak.

54
Yang dimaksud “dengan bukti pembayaran “Receipt of payment for financial obligations” in
kewajiban keuangan” dalam ketentuan ini this provision means dead rents, production
adalah iuran tetap, iuran produksi, dan pajak. royalties, and taxes.

d. laporan kegiatan sesuai status tahapan d. an activity report that reflects the final
terakhir; dan stage status; and

e. laporan pelaksanaan reklamasi pada e. a report on reclamation activities in the


wilayah yang diciutkan atau dilepaskan. reduced or relinquished areas.

(4) IUP dan IUPK yang telah berakhir termasuk (4) Any area whose Mining Permit and Special
WIUP dan WIUPK yang diciutkan, Mining Permit are expired, including the
wilayahnya dikembalikan kepada Menteri. reduced Mining Permit Areas and Special
Mining Permit Areas in Special Mining Areas,
shall revert to the Minister.
Penjelasan Pasal 74 Ayat 4: Elucidation of Article 74 Section 4:
Termasuk dalam ketentuan ini adalah kontrak This provision includes contracts of work and coal
karya dan perjanjian karya pengusahaan contracts of work.
pertambangan batubara.

(4) WIUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (4) Mining Permit Areas as referred to in
untuk: section (1) for:

a. mineral logam dan batubara dapat a. metal minerals and coal, may be re-
ditetapkan kembali menjadi WIUP confirmed as Mining Permit Areas or
atau WIUPK, dan/atau diusulkan Special Mining Permit Areas in Special
menjadi wilayah pencadangan negara Mining Areas, and/or proposed into the
berdasarkan evaluasi Menteri sesuai state reserve areas upon evaluation of
dengan ketentuan peraturan the Minister under the laws and
perundang-undangan; dan regulations; and

b. mineral bukan logam dan batuan b. nonmetal minerals and coal, shall
dikembalikan kepada Menteri, revert to the competent Minister,
gubernur, atau bupati/walikota sesuai governors, or regents/mayors.
dengan kewenangannya.

(4a) WIUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (4a) Special Mining Permit Areas in Special
(2) dapat ditetapkan kembali menjadi Mining Areas as referred to in section (2)
WIUPK dan/atau diusulkan menjadi may be re-confirmed as Special Mining
wilayah pencadangan negara berdasarkan Permit Areas in Special Mining Areas
evaluasi Menteri sesuai dengan ketentuan and/or proposed into the state reserve areas
peraturan perundang-undangan; upon evaluation of the Minister under the
laws and regulations;

(4b) WIUP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) (4b) Mining Permit Areas as referred to in
huruf a ditawarkan kembali dengan cara section (4) point (a) shall be re-offered
lelang sebagaimana dimaksud dalam Pasal through a bidding process as referred to in
8 ayat (3). Article 8 section (3).

(4c) WIUP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) (4c) Mining Permit Areas as referred to in
huruf b diberikan kembali dengan cara section (4) point (b) shall be re-authorized
mengajukan permohonan wilayah by submission of an application for the area
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat as referred to in Article 8 section (4).

55
(4).

(4d) WIUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (4d) Special Mining Permit Areas in Special
(4a) ditawarkan kembali dengan cara Mining Areas as referred to in section (4a)
prioritas atau lelang sebagaimana shall be re-offered in order of priority or
dimaksud dalam Pasal 51 dan Pasal 52. (PP through a bidding process as referred to in
77/2014) Article 51 and Article 52. (RG 77/2014)

(5) Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) (5) Any area as referred to in section (4) shall be
ditetapkan menjadi wilayah pencadangan confirmed as the state reserve area by the
negara oleh Menteri sesuai dengan ketentuan Minister under the laws and regulations. (RG
peraturan perundang-undangan. (PP 24/2012) 24/2012) (Rescinded by RG 77/2014)
(Dihapus oleh PP 77/2014)

Pasal 75 Article 75

(1) Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK (1) Exploration Mining Permit holders or Special
Eksplorasi mempunyai kewajiban untuk Mining Permit holders shall have obligations
melepaskan WIUP atau WIUPK dengan to relinquish Mining Permit Areas or Special
ketentuan: Mining Permit Areas in Special Mining Areas
on the following conditions:

a. untuk IUP mineral logam atau IUPK a. for metal mineral Mining Permits or metal
mineral logam: mineral Special Mining Permits, the
holders shall:

1. pada tahun keempat wilayah 1. in the fourth year retain an


eksplorasi yang dapat dipertahankan exploration area of not exceeding
paling banyak 50.000 (lima puluh 50,000 (fifty thousand) hectares; and
ribu) hektare; dan

2. pada tahun kedelapan atau pada akhir 2. in the eighth year or at the final stage
IUP Eksporasi atau IUPK Eksplorasi of an Exploration Mining Permit or
saat peningkatan menjadi IUP an Exploration Special Mining Permit
Operasi Produksi atau IUPK Operasi at the time of upgrade to a Production
Produksi wilayah yang dipertahankan Operation Mining Permit or a
paling banyak 25.000 (dua puluh lima Production Operation Special Mining
ribu) hektare. Permit, retain an area of not
exceeding 25,000 (twenty-five
thousand) hectares.

b. untuk IUP batubara atau IUPK batubara: b. for coal Mining Permits or Special Mining
Permits, the holders shall:

1. pada tahun keempat wilayah 1. in the fourth year retain an


eksplorasi yang dapat dipertahankan exploration area of not exceeding
paling banyak 25.000 (dua puluh lima 25,000 (twenty-five thousand)
ribu) hektare; dan hectares; and

2. pada tahun ketujuh atau pada akhir 2. in the seventh year or at the final
IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi stage of an Exploration Mining
saat peningkatan menjadi IUP Permit or an Exploration Special
Operasi Produksi atau IUPK Operasi Mining Permit at the time of upgrade
Produksi wilayah yang dipertahankan to a Production Operation Mining

56
paling banyak 15.000 (lima belas Permit or a Production Operation
ribu) hektare. Special Mining Permit, retain an area
of not exceeding 15,000 (fifteen
thousand) hectares.

c. untuk IUP mineral bukan logam: c. for nonmetal mineral Mining Permits, the
holders shall:

1. pada tahun kedua wilayah eksplorasi 1. in the second year retain an


yang dapat dipertahankan paling exploration area of not exceeding
banyak 12.500 (dua belas ribu) 12,500 (twelve thousand five
hektare; dan hundred) hectares; and

2. pada tahun ketiga atau pada akhir IUP 2. in the third year or at the final stage
Eksplorasi saat peningkatan menjadi of an Exploration Mining Permit at
IUP Operasi Produksi wilayah yang the time of upgrade to a Production
dipertahankan paling banyak 5.000 Operation Mining Permit, retain an
(lima ribu) hektare. area of not exceeding 5,000 (five
thousand) hectares.

d. untuk IUP mineral bukan logam jenis d. for certain-typed nonmetal mineral
tertentu: Mining Permits, the holders shall:

1. pada tahun ketiga wilayah eksplorasi 1. in the third year retain an exploration
yang dapat dipertahankan paling area of not exceeding 12,500 (twelve
banyak 12.500 (dua belas ribu) thousand five hundred) hectares; and
hektare; dan

2. pada tahun ketujuh atau pada akhir 2. in the seventh year or at the final
IUP Eksplorasi saat peningkatan stage of an Exploration Mining
menjadi IUP Operasi Produksi Permit at the time of upgrade to a
wilayah yang dipertahankan paling Production Operation Mining Permit,
banyak 5.000 (lima ribu) hektare. retain an area of not exceeding 5,000
(five thousand) hectares.

e. untuk IUP batuan: e. for rock Mining Permits, the holders shall:

1. pada tahun kedua wilayah eksplorasi 1. in the second year retain an


yang dapat dipertahankan paling exploration area of not exceeding
banyak 2.500 (dua ribu lima ratus) 2,500 (two thousand five hundred)
hektare; dan hectares; and

2. pada tahun ketiga atau pada akhir 2. in the third year or at the final stage
tahap eksplorasi saat peningkatan of exploration at the time of upgrade
menjadi IUP Operasi Produksi to a Production Operation Mining
wilayah yang dipertahankan paling Permit, retain an area of not
banyak 1.000 (seribu) hektare. exceeding 1,000 (one thousand)
hectares.

(2) Apabila luas wilayah maksimum yang (2) When the maximum required area of the
dipertahankan sudah dicapai sebagaimana retained area is met as referred to in section
dimaksud pada ayat (1), maka pemegang IUP (1), then Exploration Mining Permit holders or
Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi tidak Exploration Special Mining Permit holders
diwajibkan lagi menciutkan wilayah. shall no longer be required to reduce the area.

57
Pasal 75A Article 75A

(1) IUP Eksplorasi yang telah dicabut atau (1) An Exploration Mining Permit that is
yang tidak ditingkatkan menjadi IUP revoked or not upgraded into a Production
Operasi Produksi, WIUP Eksplorasinya Operation Mining Permit shall have its
dikembalikan kepada Menteri, gubernur, Exploration Mining Permit Area reverting
atau bupati/walikota sesuai dengan to the competent Minister, governors, or
kewenangannya. regents/mayors.

(2) IUPK Eksplorasi yang telah dicabut atau (2) An Exploration Mining Permit that is
yang tidak ditingkatkan menjadi IUPK revoked or not upgraded into a Production
Operasi Produksi, WIUPK  Eksplorasinya Operation Special Mining Permit shall have
dikembalikan kepada Menteri. its Exploration Special Mining Permit Area
reverting to the Minister.

(3) WIUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud (3) Exploration Mining Permit Areas as
pada ayat (1) untuk: referred to in section (1) for:

a. mineral logam dan batubara dapat a. metal minerals and coal, may be re-
ditetapkan kembali menjadi WIUP confirmed as Exploration Mining
Eksplorasi atau WIUPK Eksplorasi Permit Areas or Exploration Special
dan/atau diusulkan menjadi wilayah Mining Permit Areas in Special Mining
pencadangan negara berdasarkan Areas, and/or proposed into the state
evaluasi Menteri sesuai dengan reserve areas upon evaluation of the
ketentuan peraturan perundang- Minister under the laws and
undangan; dan regulations; and

b. mineral bukan logam dan batuan b. nonmetal minerals and coal, shall
dikembalikan kepada Menteri, revert to the competent Minister,
gubernur, atau bupati/walikota sesuai governors, or regents/mayors.
dengan kewenangannya.

(4) WIUPK Eksplorasi sebagaimana dimaksud (4) Exploration Special Mining Permit Areas in
pada ayat  (2) dapat ditetapkan kembali Special Mining Areas as referred to in
menjadi WIUPK Eksplorasi dan/atau section (2) may be re-confirmed as
diusulkan menjadi wilayah pencadangan Exploration Special Mining Permit Areas in
negara berdasarkan evaluasi Menteri sesuai Special Mining Areas and/or proposed into
dengan ketentuan peraturan perundang‐ the state reserve areas upon evaluation of
undangan. the Minister under the laws and
regulations;

(5) WIUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud (5) Exploration Mining Permit Areas as
pada ayat  (3) huruf a ditawarkan kembali referred to in section (3) point (a) shall be
dengan cara lelang  sebagaimana dimaksud re-offered through a bidding process as
dalam Pasal 8 ayat (3). referred to in Article 8 section (3).

(6) WIUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud (6) Exploration Mining Permit Areas as
pada ayat (3) huruf b diberikan kembali referred to in section (3) point (b) shall be
dengan cara mengajukan permohonan re-authorized by submission of an
wilayah sebagaimana dimaksud dalam application for the area as referred to in
Pasal 8 ayat (4). Article 8 section (4).

(7) WIUPK Eksplorasi sebagaimana dimaksud (7) Exploration Special Mining Permit Areas in
pada ayat (4) ditawarkan kembali dengan Special Mining Areas as referred to in

58
cara prioritas atau lelang sebagaimana section (4) shall be re-offered in order of
dimaksud dalam Pasal 51 dan Pasal 52. (PP priority or through a bidding process as
77/2014)
referred to in Article 51 and Article 52. (RG
77/2014)

Pasal 75B Article 75B

(1) IUP Operasi Produksi yang habis masa (1) A Production Operation Mining Permit
berlakunya setelah mendapatkan 2 (dua) that expires after 2 (two) extensions of time
kali perpanjangan sebagaimana dimaksud as referred to in Article 46 section (1) shall
pada Pasal 46 ayat (1), WIUP Operasi have its Production Operation Mining
Produksinya dikembalikan kepada Menteri, Permit Area reverting to the competent
gubernur, atau bupati/walikota sesuai Minister, governors, or regents/mayors
dengan kewenangannya setelah upon delivery of the available mineral or
menyampaikan keberadaan potensi dan coal potential and deposits in its Mining
cadangan mineral atau batubara pada Permit Area as referred to in Article 46
WIUP-nya sebagaimana dimaksud dalam section (1).
Pasal 46 ayat (1).

(2) IUP Operasi Produksi yang telah dicabut (2) A Production Operation Mining Permit
atau tidak memperoleh perpanjangan, that is revoked and not extended shall have
WIUP Operasi Produksinya dikembalikan its Production Operation Mining Permit
kepada Menteri, gubernur, atau Area reverting to the competent Minister,
bupati/walikota sesuai dengan governors, or regents/mayors.
kewenangannya.

(3) WIUP Operasi Produksi sebagaimana (3) Production Operation Mining Permit Areas
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) untuk: as referred to in section (1) and section (2)
for:

a. mineral logam dan batubara dapat a. metal minerals and coal, may be re-
ditetapkan kembali menjadi WIUP confirmed as Production Operation
Operasi Produksi atau WIUPK Operasi Mining Permit Areas or Production
Produksi, dan/atau diusulkan menjadi Operation Special Mining Permit Areas
wilayah pencadangan negara in Special Mining Areas, and/or
berdasarkan evaluasi Menteri sesuai proposed into the state reserve areas
dengan ketentuan peraturan upon evaluation of the Minister under
perundang-undangan; dan the laws and regulations; and

b. mineral bukan logam dan batuan b. nonmetal minerals and coal, shall
dikembalikan kepada Menteri, revert to the competent Minister,
gubernur, atau bupati/walikota sesuai governors, or regents/mayors.
dengan kewenangannya.

(4) WIUP Operasi Produksi sebagaimana (4) Production Operation Mining Permit Areas
dimaksud pada ayat (3) huruf a ditawarkan as referred to in section (3) point (a) shall be
kembali dengan cara lelang sebagaimana re-offered through a bidding process as
dimaksud dalam Pasal 8 ayat (3). referred to in Article 8 section (3).

(5) WIUPK Operasi Produksi sebagaimana (5) Production Operation Special Mining
dimaksud pada ayat (3) huruf a ditawarkan Permit Areas in Special Mining Areas as
kembali dengan cara prioritas atau lelang referred to in section (3) point (a) shall be
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 dan re-offered in order of priority or through a
Pasal 52. bidding process as referred to in Article 51

59
and Article 52.

(6) Dalam pelaksanaan lelang WIUP Operasi (6) In the bid for Production Operation Mining
Produksi atau WIUPK Operasi Produksi Permit Areas or Production Operation
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan Special Mining Permit Areas in Special
ayat (5), pemegang IUP Operasi Produksi Mining Areas as referred to in section (4)
sebelumnya sebagaimana dimaksud pada and section (5), the previous Production
ayat (1) mendapatkan hak menyamai. Operation Mining Permit holder as
referred to in section (1) shall acquire the
right of first refusal.
Penjelasan Pasal 75B Ayat (6): Elucidation of Article 75B Section (6):
“Hak menyamai” dalam pelaksanaan lelang “The right of first refusal” in the bid for
WIUP Operasi Produksi diberikan kepada Production Operation Mining Permit Areas shall
pemegang IUP Operasi Produksi sebelumnya. be conferred on the previous Production
Operation Mining Permit holder.

“Hak menyamai” dalam pelaksanaan lelang “The right of first refusal” in the bid for
WIUPK Operasi Produksi diberikan kepada: Production Operation Special Mining Permit
Areas in Special Mining Areas shall be conferred
on:

a. pemegang IUP Operasi Produksi yang a. a Production Operation Mining Permit


dimiliki oleh BUMN atau BUMD holder of the previous State-Owned
sebelumnya apabila terdapat lebih dari 1 Company or Region-Owned Company if
(satu) BUMN atau BUMD yang berminat; there is more than 1 (one) State-Owned
Entity or Region-Owned Entity having
interest;

b. pemegang IUP Operasi Produksi yang b. a Production Operation Mining Permit


dimiliki oleh badan usaha swasta holder of the previous private entity if none
sebelumnya apabila tidak ada BUMN atau of the State-Owned Companies or Region-
BUMD yang berminat. Owned Companies has interest.

(7) WIUP Operasi Produksi sebagaimana (7) Production Operation Mining Permit Areas
dimaksud pada ayat (3) huruf b diberikan as referred to in section (3) point (b) shall
kembali dengan cara mengajukan be re-authorized by submission of an
permohonan wilayah sebagaimana application for the area as referred to in
dimaksud dalam Pasal 8 ayat (4). (PP 77/2014) Article 8 section (4). (RG 77/2014)

Pasal 75C Article 75C

(1) IUPK Operasi Produksi yang habis masa (1) A Production Operation Special Mining
berlakunya setelah mendapatkan 2 (dua) Permit that expires after 2 (two) extensions
kali perpanjangan, WIUPK Operasi of time shall have its Production Operation
Produksinya dikembalikan kepada Menteri Special Mining Permit Areas in Special
setelah menyampaikan keberadaan potensi Mining Areas reverting to the Minister
dan cadangan mineral atau batubara pada upon delivery of the available mineral or
WIUPK-nya sebagaimana dimaksud dalam coal potential and deposits in its Special
Pasal 73 ayat (1). Mining Permit Areas in Special Mining
Areas as referred to in Article 73 section
(1).

(2) IUPK Operasi Produksi yang telah dicabut (2) A Production Operation Special Mining
atau tidak memperoleh perpanjangan, Permit that is revoked and not extended

60
WIUPK Operasi Produksinya shall have its Production Operation Special
dikembalikan kepada Menteri. Mining Permit Areas in Special Mining
Areas reverting to the Minister.

(3) WIUPK Operasi Produksi sebagaimana (3) Production Operation Special Mining
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat Permit Areas in Special Mining Areas as
ditetapkan kembali menjadi WIUPK referred to in section (1) and section (2) may
Operasi Produksi dan/atau diusulkan be re-confirmed as Production Operation
menjadi wilayah pencadangan negara Special Mining Permit Areas in Special
berdasarkan evaluasi Menteri sesuai Mining Areas and/or proposed into the state
dengan ketentuan peraturan perundang- reserve areas upon evaluation of the
undangan. Minister under the laws and regulations.

(4) WIUPK Operasi Produksi sebagaimana (4) Production Operation Special Mining
dimaksud pada ayat (3) ditawarkan Permit Areas in Special Mining Areas as
kembali dengan cara prioritas atau lelang referred to in section (3) shall be re-offered
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 dan in order of priority or through a bidding
Pasal 52. process as referred to in Article 51 and
Article 52.

(5) Dalam pelaksanaan lelang WIUPK Operasi (5) In the bid for Production Operation Special
Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat Mining Permit Areas in Special Mining
(4), pemegang IUPK Operasi Produksi Areas as referred to in section (4), the
sebelumnya sebagaimana dimaksud pada previous Production Operation Special
ayat (1) mendapatkan hak menyamai. (PP Mining Permit holder as referred to in
77/2014) section (1) shall acquire the right of first
refusal. (RG 77/2014)
Penjelasan Pasal 75C Ayat (5): Elucidation of Article 75C Section (5):
“Hak menyamai” dalam pelaksanaan lelang “The right of first refusal” in the bid for
WIUPK Operasi Produksi diberikan kepada: Production Operation Special Mining Permit
Areas in Special Mining Areas shall be conferred
on:

a. pemegang IUPK Operasi Produksi yang a. a Production Operation Special Mining


dimiliki oleh BUMN atau BUMD Permit holder of the previous State-Owned
sebelumnya apabila terdapat lebih dari 1 Company or Region-Owned Company if
(satu) BUMN/BUMD yang berminat. there is more than 1 (one) State-Owned
Company/Region-Owned Company having
interest;

b. pemegang IUPK Operasi Produksi yang b. a Production Operation Special Mining


dimiliki oleh badan usaha swasta Permit holder of the previous private entity if
sebelumnya apabila tidak ada none of the State-Owned Companies/Region-
BUMN/BUMD yang berminat. Owned Companies has interest.

BAB VI CHAPTER VI
PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN SUSPENSION OF MINING BUSINESS
USAHA PERTAMBANGAN ACTIVITIES
Pasal 76 Article 76

(1) Kegiatan usaha pertambangan dapat dilakukan (1) Mining business activities may be subject to
penghentian sementara apabila terjadi: suspension if the following events occur:

61
a. keadaan kahar; a. force majeure;
Penjelasan Pasal 76 Ayat (1) (a): Elucidation of Article 76 Section (1) (a):
Keadaan kahar dalam ketentuan ini antara lain Force majeure in this provision shall include, inter
meliputi perang, kerusuhan sipil, pemberontakan, alia, wars, civil commotions, rebellions, epidemics,
epidemi, gempa bumi, banjir, kebakaran dan lain- earthquakes, floods, fire, and other acts of God
lain bencana alam di luar kemampuan manusia. beyond the control of human beings.

b. keadaan yang menghalangi; dan/atau b. any preventing circumstances; and/or

Penjelasan Pasal 76 Ayat (1) (b): Elucidation of Article 76 Section (1) (b):
Keadaan yang menghalangi dalam ketentuan Preventing circumstances in this provision
ini antara lain meliputi blokade, pemogokan- shall include, inter alia, blockades, strikes,
pemogokan, perselisihan perburuhan di luar labor disputes other than by the fault of the
kesalahan pemegang IUP dan IUPK dan Mining Permit holders and Special Mining
ketentuan peraturan perundang-undangan Permit holders, and the laws and regulations
yang diterbitkan oleh Menteri yang issued by the Minister that delay mineral and
menghambat kegiatan usaha pertambangan coal mining business activities in progress.
mineral dan batubara yang sedang berjalan.

Keadaan yang menghalangi dalam ketentuan Preventing circumstances in this provision


ini antara lain meliputi blockade, shall include, inter alia, blockades, strikes,
pemogokan, perselisihan perburuhan di luar labor disputes other than by the fault of the
kesalahan pemegang IUP atau IUPK dan Mining Permit holders or Special Mining
ketentuan peraturan perundang-undangan Permit holders, and the laws and regulations
yang diterbitkan oleh Pemerintah yang issued by the Government that delay ongoing
menghambat kegiatan usaha pertambangan mineral and coal mining business activities.
mineral atau batubara yang sedang berjalan. (RG 24/2012)
(PP 24/2012)

c. kondisi daya dukung lingkungan. c. the carrying capacity of the environment.


Penjelasan Pasal 76 Ayat (1) (c): Elucidation of Article 76 Section (1) (c):
Kondisi daya dukung lingkungan dalam ketentuan The carrying capacity of the environment in this
ini adalah apabila kondisi daya dukung provision shall be the carrying capacity of the
lingkungan wilayah tersebut tidak dapat environment of the areas that cannot support the
menanggung beban kegiatan operasi produksi loads of mineral and/or coal resources production
sumber daya mineral dan/atau batubara yang operation activities performed in their areas.
dilakukan di wilayahnya.

(2) Penghentian sementara kegiatan usaha (2) Suspension of mining business activities as
pertambangan sebagaimana dimaksud pada referred to in section (1) shall not detract from
ayat (1) tidak mengurangi masa berlaku IUP the validity period of Mining Permits and
dan IUPK. Special Mining Permits.

(3) Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana (3) If events as referred to in section (1) point (a)
dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, and point (b) occur, suspension shall be made
penghentian sementara dilakukan oleh by the competent Minister, governors, or
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai regents/mayors upon application by Mining
dengan kewenangannya berdasarkan Permit holders or Special Mining Permit
permohonan dari pemegang IUP atau IUPK. holders.

(4) Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana (4) If events as referred to in section (1) point (c)
dimaksud pada ayat (1) huruf c, penghentian occur, suspension shall be made by:

62
sementara dilakukan oleh:

a. inspektur tambang; a. mine inspectors;

b. Menteri, gubernur, atau bupati/walikota b. the competent Minister, governors, or


sesuai dengan kewenangannya regents/mayors upon public request.
berdasarkan permohonan dari masyarakat.

Pasal 77 Article 77

(1) Penghentian sementara karena keadaan kahar (1) Applications for suspension resulting from
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat force majeure as referred to in Article 76
(1) huruf a harus diajukan oleh pemegang IUP section (1), section (1) point (a) shall be
atau IUPK dalam jangka waktu paling lambat submitted by Mining Permit holders or Special
14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Mining Permit holders within 14 (fourteen)
keadaan kahar kepada Menteri, gubernur, atau calendar days of the occurrence of force
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya majeure to the competent Minister, governors,
untuk memperoleh persetujuan. or regents/ mayors for approval.

(2) Penghentian sementara sebagaimana dimaksud (2) Suspension as referred to in section (1) shall
pada ayat (1) diberikan untuk jangka waktu be granted for a period not exceeding 1 (one)
paling lama 1 (satu) tahun dan dapat year and 1 (one) extension of time.
diperpanjang 1 (satu) kali.

(3) Penghentian sementara karena keadaan yang (3) 1 (one) Suspension resulting from the
menghalangi diberikan 1 (satu) kali dengan preventing circumstances shall be granted for a
jangka waktu 1 (satu) tahun dan dapat period of 1 (one) year and 1 (one) extension of
diperpanjang 1 (satu) kali dengan jangka time for a period of 1 (one) year in every stage
waktu 1 (satu) tahun pada setiap tahapan of the activities with approval of the
kegiatan dengan persetujuan Menteri, competent Minister, governors, or
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors.
kewenangannya.

(4) Apabila jangka waktu penghentian sementara (4) If a suspension period as referred to in section
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah (2) expires, an extension of a suspension
berakhir, dapat diberikan perpanjangan jangka period may be granted where relevant to
waktu penghentian sementara dalam hal terkait licensing by the relevant agencies.
perizinan dari instansi terkait.

Pasal 78 Article 78

Permohonan perpanjangan penghentian sementara Applications for an extension of suspension as


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (3) referred to in Article 77 section (3) shall be
diajukan secara tertulis dalam jangka waktu paling submitted in writing at the latest 30 (thirty)
lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum working days prior to the expiration of the
berakhirnya izin penghentian sementara. suspension permit.

Pasal 79 Article 79

(1) Pemegang IUP dan IUPK yang telah diberikan (1) Mining Permit holders and Special Mining
persetujuan penghentian sementara Permit holders to whom suspension approvals
dikarenakan kahar sebagaimana dimaksud are issued because of events of force majeure
dalam Pasal 76 ayat (1) huruf a, tidak as referred to in Article 76 section (1) point (a)
mempunyai kewajiban untuk memenuhi are under no obligation to fulfill financial

63
kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan obligations under the laws and regulations.
peraturan perundang-undangan.

(2) Pemegang IUP dan IUPK yang telah diberikan (2) Mining Permit holders and Special Mining
persetujuan penghentian sementara Permit holders to whom suspension approvals
dikarenakan keadaan yang menghalangi are issued because of preventing
dan/atau kondisi daya dukung lingkungan circumstances and/or carrying capacity of the
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat environment as referred to in Article 76
(1) huruf b, dan huruf c wajib: section (1) point (b) and point (c) must:

a. menyampaikan laporan kepada Menteri, a. submit reports to the competent Minister,


gubernur, atau bupati/walikota sesuai governors, or regents/mayors;
dengan kewenangannya;

b. memenuhi kewajiban keuangan; dan b. fulfill financial obligations; and

c. tetap melaksanakan pengelolaan c. remain in place to conduct environmental


lingkungan, keselamatan dan kesehatan management, occupational safety and
kerja, serta pemantauan lingkungan. health, and environmental monitoring.

Pasal 80 Article 80

Persetujuan penghentian sementara berakhir A suspension approval shall terminate:


karena:

a. habis masa berlakunya; atau a. when it expires; or

b. permohonan pencabutan dari pemegang IUP b. upon application for revocation by Mining
atau IUPK. Permit holders or Special Mining Permit
holders.

Pasal 81 Article 81

Dalam hal jangka waktu yang ditentukan dalam If a period specified in the suspension approval
pemberian persetujuan penghentian sementara expires and no application for an extension thereof
telah habis dan tidak diajukan permohonan is submitted, or an application for an extension is
perpanjangan atau permohonan perpanjangan tidak disapproved, the suspension shall terminate.
disetujui, penghentian sementara tersebut berakhir.

Pasal 82 Article 82

(1) Apabila kurun waktu penghentian sementara (1) If a suspension period has not expired but
belum berakhir dan pemegang IUP atau IUPK Mining Permit holders or Special Mining
sudah siap untuk melakukan kegiatan Permit holders are prepared to resume
operasinya kembali, dapat mengajukan operating activities, they may submit an
permohonan pencabutan penghentian application for revocation of suspension to the
sementara kepada Menteri, gubernur, atau competent Minister, governors, or
bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors.
kewenangannya.

(2) Berdasarkan permohonan sebagaimana (2) Upon application as referred to in section (1)
dimaksud pada ayat (1) Menteri, gubernur, the competent Minister, governors, or
atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors shall declare a cessation of the
kewenangannya menyatakan pengakhiran suspension.

64
penghentian sementara.

Pasal 83 Article 83

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for
penghentian sementara kegiatan usaha termination of suspension of mining business
pertambangan diatur dengan Peraturan Menteri. activities shall be governed by Regulation of the
Minister.

BAB VII CHAPTER VII


PENGUTAMAAN KEPENTINGAN DALAM DOMESTIC PREFERENCE, CONTROL OF
NEGERI, PENGENDALIAN PRODUKSI, DAN PRODUCTION, AND CONTROL OF MINERAL
PENGENDALIAN PENJUALAN MINERAL AND COAL SALE
DAN BATUBARA
Pasal 84 Article 84

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Production Operation Mining Permit holders
Operasi Produksi harus mengutamakan and Production Operation Special Mining
kebutuhan mineral dan/atau batubara untuk Permit holders must give preference to the
kepentingan dalam negeri. domestic market obligation for minerals and/or
coal.

(2) Menteri menetapkan kebutuhan mineral dan (2) The Minister shall establish the domestic
batubara di dalam negeri sebagaimana market obligation for minerals and coal as
dimaksud pada ayat (1) meliputi kebutuhan referred to in section (1) that include the needs
untuk industri pengolahan dan pemakaian for processing industries and domestic direct
langsung di dalam negeri. use.

(3) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (3) Production Operation Mining Permit holders
Operasi Produksi dapat melakukan ekspor and Production Operation Special Mining
mineral atau batubara yang diproduksi setelah Permit holders may export minerals or coal
terpenuhinya kebutuhan mineral dan batubara they produce upon meeting the domestic
dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat market obligation for minerals and coal as
(1). referred to in section (1).

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (4) Ancillary provisions for the procedures for
pengutamaan kebutuhan mineral dan batubara giving preference to the domestic market
untuk kepentingan dalam negeri diatur dengan obligation for minerals and coal shall be
Peraturan Menteri. governed by Regulation of the Minister.

Pasal 85 Article 85

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi mineral dan (1) Mineral and coal Production Operation Mining
batubara yang mengekspor mineral dan/atau Permit holders that export minerals and/or coal
batubara yang diproduksi wajib berpedoman they produce must refer to the benchmark
pada harga patokan. prices.

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi mineral (1) Mineral or coal Production Operation
atau batubara yang menjual mineral atau Mining Permit holders that sell minerals or
batubara yang diproduksi wajib coal they produce must refer to the
berpedoman pada harga patokan. (PP 1/2017) benchmark prices. (RG 1/2017)
Penjelasan Pasal 85 Ayat (1): Elucidation of Article 85 Section (1):
Yang dimaksud dengan “harga patokan” adalah “Benchmark prices” means prices that are

65
harga yang ditetapkan oleh Menteri sebagai determined by the Minister to which the
acuan dalam menentukan perhitungan kewajiban calculation of the obligatory production royalties
iuran produksi. refers.

(2) Harga patokan sebagaimana dimaksud pada (2) Benchmark prices as referred to in section (1)
ayat (1) ditetapkan oleh: shall be determined by:

a. Menteri untuk mineral logam dan a. the Minister, for metal minerals and coal;
batubara;

b. gubernur atau bupati/walikota sesuai b. the competent governors or


dengan kewenangannya untuk mineral regents/mayors, for nonmetal minerals
bukan logam dan batuan. and rocks.

(3) Harga patokan sebagaimana dimaksud pada (3) Benchmark prices as referred to in section (1)
ayat (1) ditentukan berdasarkan mekanisme shall be determined by market mechanisms
pasar dan/atau sesuai dengan harga yang and/or following prices generally prevailing on
berlaku umum di pasar internasional. the international markets.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (4) Ancillary provisions for the procedures for
penetapan harga patokan mineral logam dan determination of benchmark metal mineral and
batubara diatur dengan Peraturan Menteri. coal prices shall be governed by Regulation of
the Minister.
Penjelasan Pasal 85 Ayat (4): Elucidation of Article 85 Section (4):
Peraturan Menteri paling sedikit memuat biaya The Regulation of the Minister shall provide at
penyesuaian yang dibebankan sebagai biaya least adjustment cost that is charged as sales cost.
penjualan.

Pasal 85A Article 85A

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan batubara To meet the domestic market obligation of coal
untuk kepentingan dalam negeri sebagaimana as referred to in Article 84 section (1), the
dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1), Menteri Minister shall set the individual coal selling
menetapkan harga jual batubara tersendiri. price.
Penjelasan Pasal 85A: Elucidation of Article 85A:
Harga yang ditetapkan oleh Menteri berlaku sama The price set by the Minister shall also apply to the
untuk spesifikasi batubara yang sama dari penyedia coal with the same specification of the coal providers
batubara untuk kepentingan dalam negeri. for the domestic purposes.
Penetapan harga jual batubara tersendiri oleh The Minister shall set the coal selling price in the
Menteri dengan memperhatikan kepentingan umum. public interest.

Pasal 86 Article 86

(1) Pemegang IUP dan IUPK harus (1) Mining Permit holders and Special Mining
mengutamakan penggunaan tenaga kerja Permit holders must give preference to local
setempat. workers for employment.

(2) Dalam hal pemegang IUP dan IUPK (2) Mining Permit holders and Special Mining
menggunakan tenaga kerja asing, terlebih Permit holders intending to employ foreign
dahulu mengajukan permohonan kepada workers shall first submit an application to the
Menteri. Minister.

(3) Menteri setelah menerima permohonan (3) The Minister upon receipt of an application as

66
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) referred to in section (2) shall make technical
melakukan evaluasi teknis dan berkoordinasi evaluation and coordinate with the minister
dengan menteri yang menyelenggarakan that administers governmental affairs in the
urusan pemerintahan di bidang field of labor.
ketenagakerjaan.

Pasal 87 Article 87

(1) Pemegang IUP dan IUPK harus (1) Mining Permit holders and Special Mining
mengutamakan barang, peralatan, bahan baku, Permit holders must give preference to
dan/atau bahan pendukung dalam negeri serta domestic goods, equipment, raw materials,
produk impor yang dijual di Indonesia dalam and/or components and the imported products
kegiatan usaha pertambangan mineral dan sold in Indonesia with respect to mining and
batubara dengan ketentuan: coal business activities if they:

a. memenuhi standar kualitas dan layanan a. meet the standard quality and after-sales
purna jual; service;

b. dapat menjamin kontinuitas pasokan dan b. can assure the continuity of supplies and
ketepatan waktu pengiriman. timely deliveries.

(2) Rencana pembelian barang modal, peralatan, (2) Purchase plans for capital goods, equipment,
bahan baku dan bahan pendukung lainnya raw materials and other components as well as
serta produk impor yang dijual di Indonesia imported products sold in Indonesia as referred
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan to in section (1) and goods to be self-imported
barang yang akan diimpor sendiri harus must be submitted to the Minister.
disampaikan kepada Menteri.

(3) Dalam hal pemegang IUP dan IUPK (3) Mining Permit holders and Special Mining
melakukan impor barang, peralatan, bahan Permit holders to import goods, equipment,
baku dan bahan pendukung wajib memenuhi raw materials and components must fulfill the
ketentuan peraturan perundang-undangan di trade laws and regulations.
bidang perdagangan.

Pasal 88 Article 88

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengadaan tenaga Ancillary provisions for labor procurement,
kerja, tata cara pembelian barang modal, peralatan, procedures for purchases of capital goods,
bahan baku dan bahan pendukung lain diatur equipment, raw materials and other components
dengan Peraturan Menteri. shall be governed by Regulation of the Minister.

Pasal 89 Article 89

(1) Menteri melakukan pengendalian produksi (1) The Minister shall control the production of
mineral dan batubara yang dilakukan oleh minerals and coal made by mineral and coal
Pemegang IUP Operasi Produksi mineral dan Production Operation Mining Permit holders
batubara dan IUPK Operasi Produksi mineral and mineral and coal Production Operation
dan batubara. Special Mining permit holders.

(2) Pengendalian produksi mineral dan batubara (2) Control of mineral and coal production as
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) referred to in section (1) shall aim to:
dilakukan untuk:

a. memenuhi ketentuan aspek lingkungan; a. fulfill the environmental requirements;

67
b. melakukan konservasi sumber daya b. conserve mineral and coal resources;
mineral dan batubara;

c. mengendalikan harga mineral dan c. control mineral and coal prices.


batubara.

Pasal 90 Article 90

(1) Menteri melakukan penetapan besaran (1) The Minister shall determine the national
produksi mineral dan batubara nasional pada quantity of mineral and coal production at the
tingkat provinsi. provincial level.

(2) Menteri dapat melimpahkan kewenangan (2) The Minister may delegate authority to the
kepada gubernur untuk menetapkan besaran governors to determine the quantity of mineral
produksi mineral dan batubara kepada masing- and coal production for the respective districts/
masing kabupaten/kota. cities.

Pasal 91 Article 91

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for control
pengendalian produksi mineral dan batubara diatur of mineral and coal production shall be governed
dengan Peraturan Menteri. by Regulation of the Minister.

Pasal 92 Article 92

(1) Menteri melakukan pengendalian penjualan (1) The Minister shall control mineral and coal
mineral dan batubara yang dilakukan oleh sale undertaken by mineral and coal
pemegang IUP Operasi Produksi mineral dan Production Operation Mining Permit holders
batubara dan IUPK Operasi Produksi mineral and mineral and coal Production Operation
dan batubara. Special Mining holders.

(2) Pengendalian penjualan mineral atau batubara (2) Control of mineral or coal sale as referred to in
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) section (1) shall aim to:
dilakukan untuk:

a. memenuhi pasokan kebutuhan mineral a. give preference to the domestic market


dan batubara dalam negeri; dan obligation for minerals and coal; and

b. stabilitas harga mineral dan batubara. b. stabilize mineral and coal prices.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (3) Ancillary provisions for the procedures for
pengendalian penjualan mineral dan batubara control of mineral and coal sale shall be
diatur dengan Peraturan Menteri. governed by Regulation of the Minister.

BAB VIII CHAPTER VIII


PENINGKATAN NILAI TAMBAH, MINERAL AND COAL BENEFICIATION
PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL THROUGH PROCESSING AND
DAN BATUBARA REFINING/SMELTING
Bagian Kesatu Part One
Kewajiban Peningkatan Nilai Tambah, Pengolahan Obligatory Beneficiation Through Processing and
dan Pemurnian Refining/Smelting
Pasal 93 Article 93

68
(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Mineral Production Operation Mining Permit
Operasi Produksi mineral wajib melakukan holders and Production Operation Special
pengolahan dan pemurnian untuk Mining Permit holders must undertake
meningkatkan nilai tambah mineral yang processing and refining/smelting to improve
diproduksi, baik secara langsung maupun the value/beneficiation of minerals they
melalui kerja sama dengan perusahaan, produce, either directly or in cooperation with
pemegang IUP dan IUPK lainnya. other companies, Mining Permit holders and
Special Mining Permit holders.

(2) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Companies as referred to in section (1) are
(1) telah mendapat IUP Operasi Produksi issued with Production Operation Special
khusus untuk pengolahan dan pemurnian. Mining Permits specifically for processing and
refining/smelting.

(3) IUP Operasi Produksi khusus untuk (3) Production Operation Mining Permits
pengolahan dan pemurnian sebagaimana specifically for processing and
dimaksud pada ayat (2) diberikan oleh refining/smelting as referred to in section (2)
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai shall be granted by the competent Minister,
dengan kewenangannya. governors, or regents/mayors.

Pasal 94 Article 94

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Coal Production Operation Mining Permit
Operasi Produksi batubara wajib melakukan holders must undertake processing to improve
pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah the value/beneficiation of coal they produce,
batubara yang diproduksi baik secara langsung either directly or in cooperation with other
maupun melalui kerja sama dengan companies, Mining Permit holders and Special
perusahaan, pemegang IUP dan IUPK lainnya. Mining Permit holders.
Penjelasan Pasal 94 Ayat (1): Elucidation of Article 94 Section (1):
Yang dimaksud pengolahan dan pemurnian dalam Processing and refining/smelting in this provision
ketentuan ini antara lain meliputi: shall include, inter alia:
a. penggerusan batubara (coal crushing); a. coal crushing;
b. pencucian batubara (coal washing); b. coal washing;
c. pencampuran batubara (coal blending); c. coal blending;
d. peningkatan mutu batubara (coal upgrading); d. coal upgrading;
e. pembuatan briket batubara (coal briquetting); e. coal briquetting;
f. pencairan batubara (coal liquefaction); f. coal liquefaction;
g. gasifikasi batubara (coal gasification); dan g. coal gasification; and
h. coal water mixer. h. coal water mixer.

“Pengolahan” oleh pemegang IUP dan IUPK “Processing” by a Production Operation Mining
Operasi Produksi, meliputi antara lain: Permit and Special Mining Permit holder shall
include, inter alia:

a. peningkatan mutu batubara (coal a. coal upgrading;


upgrading);

b. pembuatan briket batubara (coal b. coal briquetting;


briquetting);

c. pembuatan kokas (cokes making); c. cokes making;

69
d. pencairan batubara (coal liquefaction); d. coal liquefaction;

e. gasifikasi batubara (coal gasification) e. coal gasification, including underground


termasuk underground coal gasification; coal gasification; and
dan

f. coal slurry/ coal water mixture. f. coal slurry/coal water mixture.

“Pengolahan” oleh perusahaan, meliputi antara “Processing” by a company shall include, inter
lain: alia:

a. pencampuran batubara (coal blending); a. coal blending;

b. peningkatan mutu batubara (coal b. coal upgrading;


upgrading);

c. pembuatan briket batubara (coal c. coal briquetting;


briquetting);

d. pembuatan kokas (cokes making); d. cokes making;

e. pencairan batubara (coal liquefaction); e. coal liquefaction;

f. gasifikasi batubara (coal gasification); dan f. coal gasification; and

g. coal slurry/ coal water mixture. (PP 77/2014) g. coal slurry/ coal water mixture. (RG 77/2014)

(2) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Companies as referred to in section (1) are
(1) telah mendapat IUP Operasi Produksi issued with Production Operation Special
khusus untuk pengolahan. Mining Permits specifically for processing.

(3) IUP Operasi Produksi khusus untuk (3) Production Operation Mining Permits
pengolahan batubara sebagaimana dimaksud specifically for coal processing as referred to
pada ayat (1) dan ayat (2) diberikan oleh in section (1) and section (2) shall be granted
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai by the competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya. regents/mayors.

Bagian Kedua Part Two


Peningkatan Nilai Tambah Mineral dan Batubara Mineral and Coal Beneficiation
Pasal 95 Article 95

(1) Komoditas tambang yang dapat ditingkatkan (1) Mining commodities of which the value can be
nilai tambahnya terdiri atas pertambangan: improved (beneficiation) shall include:

a. mineral logam; a. metal mineral mining;

b. mineral bukan logam; b. nonmetal mineral mining;

c. batuan; atau c. rock mining; or

d. batubara. d. coal mining.


(2) Peningkatan nilai tambah mineral logam (2) Metal mineral beneficiation as referred to in
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a section (1) point (a) shall be made through the
dilaksanakan melalui kegiatan: activities of:
a. pengolahan logam; atau a. metal processing; or

70
b. permurnian logam. b. metal refining/smelting.
(2) Peningkatan nilai tambah mineral logam (2) Metal mineral beneficiation as referred to
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf in section (1) point (a) shall be made
a dilaksanakan melalui kegiatan: through the activities of:

a. pengolahan mineral logam; dan a. metal mineral processing; and

b. pemurnian mineral logam. (PP 77/2014) b. metal mineral refining/smelting. (RG


77/2014)

Penjelasan Pasal 95 Ayat (2): Elucidation of Article 95 Section (2):


Peningkatan nilai tambah dilakukan dalam rangka Beneficiation shall be conducted to appreciate and
meningkatkan dan mengoptimalkan nilai tambang, optimize the mining value, the availability of
tersedianya bahan baku industri, penyerapan industrial raw materials, labor absorption, and
tenaga kerja, dan peningkatan penerimaan negara. increase in state revenues. (RG 77/2014)
(PP 77/2014)

(3) Peningkatan nilai tambah mineral bukan (3) Nonmetal mineral beneficiation as referred to
logam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) in section (1) point (b) shall be made through
huruf b dilaksanakan melalui kegiatan the activities of nonmetal mineral processing.
pengolahan mineral bukan logam.

(4) Peningkatan nilai tambah batuan sebagaimana (4) Rock beneficiation as referred to in section (1)
dimaksud pada ayat (1) huruf c dilaksanakan point (c) shall be made through the activities
melalui kegiatan pengolahan batuan. of rock processing.

(5) Peningkatan nilai tambah batubara (5) Coal beneficiation as referred to in section (1)
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d point (d) shall be made through the activities
dilaksanakan melalui kegiatan pengolahan. of processing.

Pasal 96 Article 96

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for mineral
peningkatan nilai tambah mineral dan batubara and coal beneficiation as referred to in Article 89
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 diatur shall be governed by Regulation of the Minister.
dengan Peraturan Menteri.

BAB IX CHAPTER IX
DIVESTASI SAHAM PEMEGANG IZIN SHARE DIVESTMENT BY MINING PERMIT
USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA HOLDERS AND SPECIAL MINING
PERTAMBANGAN KHUSUS YANG PERMIT HOLDERS WHOSE SHARES ARE
SAHAMNYA DIMILIKI OLEH ASING FOREIGN OWNED
Pasal 97 Article 97

(1) Modal asing pemegang IUP dan IUPK setelah (1) Mining Permit holders and Special Mining
5 (lima) tahun sejak berproduksi wajib Permit holders in the scope of foreign
melakukan divestasi sahamnya, sehingga investment must upon 5 (five) years of
sahamnya paling sedikit 20% (dua puluh puluh production divest 20% (twenty percent) of
persen) dimiliki peserta Indonesia. their shares to Indonesian partners.
Penjelasan Pasal 97 Ayat (1): Elucidation of Article 97 Section (1):
Yang dimaksud dengan “modal asing” adalah “Foreign capital” means capital that is owned by
modal yang dimiliki oleh negara asing, a foreign state, an individual of foreign nationality,
perseorangan warga negara asing, badan usaha a foreign entity, a foreign legal entity, and/or an

71
asing, badan hukum asing, dan/atau badan hukum Indonesian legal entity whose entire capital is
Indonesia yang seluruh modalnya dimiliki oleh foreign-owned. (Rescinded by RG 24/2012)
pihak asing. (Dihapus oleh PP 24/2012)

(1) Pemegang IUP dan IUPK dalam rangka (1) Mining Permit holders and Special Mining
penanaman modal asing, setelah 5 (lima) tahun Permit holders in the scope of foreign
sejak berproduksi wajib melakukan divestasi investment must upon 5 (five) years of
sahamnya secara bertahap, sehingga pada production divest their shares in stages, such
tahun kesepuluh sahamnya paling sedikit 51% that the Indonesian partners shall in the tenth
(lima puluh satu persen) dimiliki peserta year have at least 51% (fifty-one percent) of
Indonesia. (PP 24/2012) their shares. (RG 24/2012)

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Production Operation Mining Permit
Operasi Produksi dalam rangka holders and Special Mining Permit holders
penanaman modal asing, setelah 5 (lima) in the scope of foreign investment must
tahun sejak berproduksi wajib melakukan upon 5 (five) years of production divest
divestasi saham secara bertahap. their shares in stages.
Penjelasan Pasal 97 Ayat (1): Elucidation Article 97 Section (1):
Yang dimaksud “sejak berproduksi” adalah “Of production” means from when the
dihitung sejak penambangan pada tahap production operation stage mining begins as
kegiatan operasi produksi yang dibuktikan documented with the approval for production
dengan persetujuan kegiatan produksi oleh from the minister.
menteri.
(1a) Kepemilikan peserta Indonesia sebagaimana (1a) The shareholdings of the Indonesian partners
dimaksud pada ayat (1), dalam setiap tahun as referred to in section (1) shall not, every
setelah akhir tahun kelima sejak produksi tidak year upon the end of the fifth year of
boleh kurang dari presentase sebagai berikut: production, be less than the following
percentage:
a. tahun keenam 20% (dua puluh persen); a. the sixth year: 20% (twenty percent);
b. tahun ketujuh 30% (tiga puluh persen); b. the seventh year: 30% (thirty percent);
c. tahun kedelapan 37% (tiga puluh tujuh c. the eighth year: 37% (thirty-seven
persen); percent);
d. tahun kesembilan 44% (empat puluh d. the ninth year: 44% (forty-four percent);
empat persen);
e. tahun kesepuluh 51% (lima puluh satu e. the tenth year: 51% (fifty-one percent),
persen),
dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.
(la) Kewajiban divestasi saham sebagaimana (la) Share divestment as referred to in section
dimaksud pada ayat (1) bagi pemegang IUP (1) for Production Operation Mining
Operasi Produksi dan IUPK Operasi Permit holders and Production Operation
Produksi yang tidak melakukan sendiri Special Mining Permit holders not
kegiatan pengolahan dan/atau pemurnian, undertaking processing and/or
setelah akhir tahun kelima sejak refining/smelting by themselves must be
berproduksi paling sedikit sebagai berikut: made after the fifth year of production at
least:
a. tahun keenam 20% (dua puluh persen); a. the sixth year: 20% (twenty percent);
b. tahun ketujuh 30% (tiga puluh persen); b. the seventh year: 30% (thirty percent);
c. tahun kedelapan 37% (tiga puluh tujuh c. the eighth year: 37% (thirty-seven
persen); percent);

72
d. tahun kesembilan 44% (empat puluh d. the ninth year: 44% (forty-four
empat persen); dan percent); and
e. tahun kesepuluh 51% (lima puluh satu e. the tenth year: 51% (fifty-one percent),
persen),
dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.
Penjelasan Pasal 97 Ayat (1a): Elucidation of Article 97 Section (1a):
Yang dimaksud dengan “tidak melakukan “Not undertaking processing and/or
sendiri kegiatan pengolahan dan/atau refining/smelting by themselves” means the
pemurnian” adalah kegiatan pengolahan dan processing and/or refining/smelting may be
/atau pemurnian dapat dilakukan melalui kerja made in cooperation with other Production
sama dengan pemegang IUP Operasi Produksi Operation Mining Permit holders, Production
lainnya, IUPK Operasi Produksi lainnya, atau Operation Special Mining Permit holders, or
IUP Operasi Produksi khusus untuk Production Operation Mining Permit holders
pengolahan dan/atau pemurnian. specifically for processing and/or refining/
smelting.

Yang dimaksud “sejak berproduksi” adalah “Of production” means from when the
dihitung sejak penambangan pada tahap production operation stage mining begins as
kegiatan operasi produksi yang dibuktikan documented with the approval for production
dengan persetujuan kegiatan produksi oleh from the minister.
menteri.
(lb) Kewajiban divestasi saham sebagaimana (lb) Share divestment as referred to in section
dimaksud pada ayat (1) bagi pemegang IUP (1) for Production Operation Mining
Operasi Produksi dan IUPK Operasi Permit holders and Production Operation
Produksi yang melakukan sendiri kegiatan Special Mining Permit holders undertaking
pengolahan dan/atau pemurnian, setelah processing and/or refining/smelting by
akhir tahun kelima sejak berproduksi themselves must be made after the end of
paling sedikit sebagai berikut: the fifth year of production at least:
a. tahun keenam 20% (dua puluh persen); a. the sixth year: 20% (twenty percent);
b. tahun kesepuluh 30% (tiga puluh b. the tenth year: 30% (thirty percent);
persen); dan and
c. tahun kelimabelas 40% (empat puluh c. the fifteenth year: 40% (forty percent),
persen),
dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.
Penjelasan Pasal 97 Ayat (1b): Elucidation of Article 97 Section (1b):
Yang dimaksud “sejak berproduksi” adalah “Of production” means from when the
dihitung sejak penambangan pada tahap production operation stage mining begins as
kegiatan operasi produksi yang dibuktikan documented with the approval for production
dengan persetujuan kegiatan produksi oleh from the minister.
menteri.
(lc) Kewajiban divestasi saham sebagaimana (lc) Share divestment as referred to in section
dimaksud pada ayat (1) bagi pemegang IUP (1) for Production Operation Mining
Operasi Produksi dan IUPK Operasi Permit holders and Production Operation
Produksi yang melakukan kegiatan Special Mining Permit holders conducting
penambangan dengan menggunakan mining activities by using an underground
metode penambangan bawah tanah, setelah mine method must be made after the end of
akhir tahun kelima sejak berproduksi the fifth year of production at least:
paling sedikit sebagai berikut:
a. tahun keenam 20% (dua puluh persen); a. the sixth year: 20% (twenty percent);

73
b. tahun kesepuluh 25% (dua puluh lima b. the tenth year: 25% (twenty-five
persen); dan percent); and
c. tahun kelimabelas 30% (tiga puluh c. the fifteenth year: 30% (thirty percent),
persen);
dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.
Penjelasan Pasal 97 Ayat (1c): Elucidation of Article 97 Section (1c):
Yang dimaksud “sejak berproduksi” adalah “Of production” means from when the
dihitung sejak penambangan pada tahap production operation stage mining begins as
kegiatan operasi produksi yang dibuktikan documented with the approval for production
dengan persetujuan kegiatan produksi oleh from the minister.
menteri.
(1d) Kewajiban divestasi saham sebagaimana (ld) Share divestment as referred to in section
dimaksud pada ayat (1) bagi pemegang IUP (1) for Production Operation Mining
Operasi Produksi dan IUPK Operasi Permit holders and Production Operation
Produksi yang melakukan kegiatan Special Mining Permit holders conducting
penambangan dengan menggunakan mining activities by using underground
metode penambangan bawah tanah dan mine and open-pit mine methods must be
penambangan terbuka, setelah akhir tahun made after the end of the fifth year of
kelima sejak berproduksi paling sedikit production at least:
sebagai berikut:
a. tahun keenam 20% (dua puluh persen); a. the sixth year: 20% (twenty percent);
b. tahun kedelapan 25% (dua puluh lima b. the eighth year: 25% (twenty-five
persen); dan percent); and
c. tahun kesepuluh 30% (tiga puluh c. the tenth year: 30% (thirty percent),
persen);
dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.
Penjelasan Pasal 97 Ayat (1d): Elucidation of Article 97 Section (1d):
Yang dimaksud “sejak berproduksi” adalah “Of production” means from when the
dihitung sejak penambangan pada tahap production operation stage mining begins as
kegiatan operasi produksi yang dibuktikan documented with the approval for production
dengan persetujuan kegiatan produksi oleh from the minister.
menteri.

(le) Pemegang IUP Operasi Produksi khusus (1e) Production Operation Mining Permit
untuk pengolahan dan/atau pemurnian holders specifically for processing and/or
dalam rangka penanaman modal asing refining/smelting in the scope of foreign
tidak wajib melaksanakan divestasi saham. investment shall not be required to divest
shares.

(2) Divestasi saham sebagaimana dimaksud pada (2) Share divestment as referred to in section (1)
ayat (1) dilakukan secara langsung kepada shall be made directly to Indonesian partners
peserta Indonesia yang terdiri atas Pemerintah, that include the Government, the provincial
pemerintah daerah provinsi atau pemerintah governments or the district/city governments,
daerah kabupaten/kota Daerah, BUMN, State-Owned Companies, Region-Owned
BUMD, atau badan usaha swasta nasional. Companies, or national private entities.

(2) Divestasi saham sebagaimana dimaksud pada (2) Share divestment as referred to in section (1)
ayat (1) dilakukan kepada peserta Indonesia shall be made to Indonesian partners that
yang terdiri atas Pemerintah, pemerintah include the Government, the provincial
daerah provinsi, atau pemerintah daerah governments, or the district/city governments,

74
kabupaten/kota, BUMN, BUMD, atau badan State-Owned Companies, Region-Owned
usaha swasta nasional. Companies, or national private entities.
(2) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (2) Production Operation Mining Permit
Operasi Produksi wajib melakukan holders and Production Operation Special
penawaran divestasi saham sebagaimana Mining Permit holders must offer
dimaksud pada ayat (1), ayat (la), dan ayat divestment shares as referred to in section
(lb) kepada peserta Indonesia secara (1), section (la), and section (lb) to
berjenjang kepada: Indonesian partners in stages to:
a. Pemerintah, pemerintah provinsi, dan a. the Government, the Provincial
pemerintah kabupaten/kota setempat; Governments, and the relevant
District/City Governments;
b. BUMN dan BUMD; dan b. State-Owned Companies and Region-
Owned Companies; and
c. badan usaha swasta nasional. c. national private entities.
(2a) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (2a) Production Operation Mining Permit
Operasi Produksi yang sahamnya telah holders and Production Operation Special
terdaftar di bursa efek di Indonesia diakui Mining Permit holders whose shares are
sebagai peserta Indonesia paling banyak registered on the stock exchange in
20% (dua puluh persen) dari jumlah Indonesia shall be acknowledged as
seluruh saham. Indonesian partners not exceeding 20%
(twenty percent) of the aggregate shares.

(3) Dalam hal Pemerintah tidak bersedia membeli (3) If the Government lacks interest in the
saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1), purchase of shares as referred to in section (1),
ditawarkan kepada pemerintah daerah provinsi the shares shall be offered to the provincial
atau pemerintah daerah kabupaten/kota. governments or the district/city governments.

(3) Dalam hal Pemerintah tidak bersedia membeli (3) If the Government lacks interest in the
saham sebagaimana dimaksud pada ayat (2), purchase of shares as referred to in section (2),
ditawarkan kepada pemerintah daerah provinsi the shares shall be offered to the provincial
atau pemerintah daerah kabupaten/kota. (PP governments or the district/city governments.
24/2012) (Dihapus oleh PP 77/2014) (RG 24/2012) (Rescinded by RG 77/2014)

(4) Apabila pemerintah daerah provinsi atau (4) If the provincial governments or the
pemerintah daerah kabupaten/kota district/city governments lack interest in the
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak purchase of shares as referred to in section (3),
bersedia membeli saham ditawarkan kepada the shares shall be offered to State-Owned
BUMN dan BUMD dilaksanakan dengan cara Companies or Region-Owned Companies
lelang. (Dihapus oleh PP 77/2014) through a bidding process. (Rescinded by RG 77/2014)

(5) Apabila BUMN dan BUMD sebagaimana (5) If State-Owned Companies and Region-
dimaksud pada ayat (4) tidak bersedia Owned Companies lack interest in the
membeli saham ditawarkan kepada badan purchase of shares as referred to in section (4),
usaha swasta nasional dilaksanakan dengan the shares shall be offered to national private
cara lelang. (Dihapus oleh PP 77/2014) entities through a bidding process. (Rescinded by
RG 77/2014)

(6) Penawaran saham sebagaimana dimaksud pada (6) Shares as referred to in section (1) shall be
ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling offered within 90 (ninety) working days of the
lambat 90 (sembilan puluh) hari kerja, sejak 5 5th (fifth) year of the issue of a mining-stage
(lima) tahun dikeluarkannya izin Operasi Production Operation permit.
Produksi tahap penambangan.

75
(6) Penawaran divestasi saham kepada (6) Share Divestment shall be offered to the
Pemerintah, pemerintah provinsi, dan Government, the provincial governments,
pemerintah kabupaten/kota setempat and the relevant district/city governments
dilakukan dalam jangka waktu paling within 90 (ninety) calendar days after 5
lambat 90 (sembilan puluh) hari kalender (five) years of production.
setelah 5 (lima) tahun sejak berproduksi.

(7) Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, (7) The Government, the provincial governments,
pemerintah daerah kabupaten/kota, BUMN, the district/city governments, State-Owned
dan BUMD harus menyatakan minatnya dalam Companies, and Region-Owned Companies
jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) must submit their expression of interest within
hari kerja setelah tanggal penawaran. 60 (sixty) working days of the date of offer.

(7) Pemerintah, pemerintah provinsi, dan (7) The Government, the provincial
pemerintah kabupaten/kota, harus governments, and the district/city
menyatakan minatnya dalam jangka waktu governments must express their interest
paling lambat 60 (enam puluh) hari within 60 (sixty) calendar days of the date of
kalender setelah tanggal penawaran. offer.

(7a) Dalam hal Pemerintah, pemerintah (7a) If the Government, the provincial
provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota governments, and the district/city
menyatakan berminat terhadap penawaran governments express their interest in the
divestasi saham, maka Pemerintah divestment share offer, the Government
diberikan prioritas untuk membeli divestasi shall be given priority to purchase the
saham. divestment shares.

(7b) Dalam hal Pemerintah tidak berminat (7b) If the Government lacks interest in the
terhadap penawaran divestasi saham atau divestment share offer or there is no
tidak ada jawaban dari Pemerintah dalam response from the Government within 60
jangka waktu 60 (enam puluh) hari (sixty) calendar days as referred to in
kalender sebagaimana dimaksud pada ayat section (7), and if the provincial
(7), dan apabila pemerintah provinsi dan governments and the district/city
pemerintah kabupaten/kota menyatakan governments express their interest, the
minatnya, maka Menteri Minister shall coordinate to determine the
mengkoordinasikan penetapan komposisi composition of the divestment for purchase
divestasi yang akan dibeli oleh pemerintah by the government, the provincial
provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. governments and the district/city
governments.

(8) Dalam hal Pemerintah dan pemerintah daerah (8) If the Government and the provincial
provinsi atau pemerintah daerah governments or the district/city governments,
kabupaten/kota, BUMN, dan BUMD tidak State-Owned Companies, and Region-Owned
berminat untuk membeli divestasi saham Companies lack interest in the purchase of
sebagaimana dimaksud pada ayat (7), saham divested shares as referred to in section (7), the
ditawarkan kepada badan usaha swasta shares shall be offered to national private
nasional dalam jangka waktu paling lambat 30 entities within 30 (thirty) working days.
(tiga puluh) hari kerja.

(8) Dalam hal Pemerintah, pemerintah (8) If the Government, the provincial
provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota governments, and the district/city
tidak berminat untuk membeli divestasi governments lack interest in the purchase of
saham sebagaimana dimaksud pada ayat divestment shares as referred to in section
(7), saham ditawarkan kepada BUMN dan (7), the shares shall be offered to State-

76
BUMD dengan cara lelang. Owned Companies and Region-Owned
Companies through a bidding process.

(8a) BUMN dan BUMD harus menyatakan (8a) State-Owned Companies and Region-
minatnya dalam jangka waktu paling Owned Companies must express their
lambat 60 (enam puluh) hari kalender interest within 60 (sixty) calendar days of
setelah tanggal penawaran. the date of offer.

(8b) Dalam hal BUMN dan BUMD tidak (8b) If State-Owned Companies and Region-
berminat untuk membeli divestasi saham Owned Companies lack interest in the
sebagaimana dimaksud pada ayat (8a), purchase of divestment shares as referred to
saham ditawarkan kepada badan usaha in section (8a), the shares shall be offered to
swasta nasional dengan cara lelang. national private entities through a bidding
process.

(9) Badan usaha swasta nasional harus (9) National private entities must submit their
menyatakan minatnya dalam jangka waktu expression of interest within 30 (sixty)
paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah working days of the date of offer.
tanggal penawaran.

(10) Pembayaran dan penyerahan saham yang (10) Payment and delivery of the purchased shares
dibeli oleh peserta Indonesia dilaksanakan by Indonesian partners shall be made within
dalam jangka waktu paling lambat 90 90 (ninety) working days of the date of
(sembilan puluh) hari kerja setelah tanggal expression of interest or the date of award of
pernyataan minat atau penetapan pemenang preferred bidder status.
lelang.

(10a) Dalam hal peserta Indonesia setelah (10a) If the Indonesian partners after a time
jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari period of 90 (ninety) calendar days as
kalender sebagaimana dimaksud pada ayat referred to in section (10) fail to make
(10) tidak melakukan pembayaran maka payment, the expression of interest or the
pernyataan minat atau penetapan award of preferred bidder status for
pemenang lelang terhadap penawaran divestment share offer shall be declared to
divestasi saham dinyatakan gugur dan be eliminated and the divestment share
penawaran divestasi saham diberikan offer shall be given to other Indonesian
kesempatan kepada peserta Indonesia partners as referred to in section (2)
lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat
(2)

(11) Apabila divestasi sebagaimana dimaksud pada (11) If no divestment as referred to in section (1) is
ayat (1) tidak tercapai, maka penawaran saham reached, the share offer shall be made in the
akan dilakukan pada tahun berikutnya following year pursuant to the mechanisms in
berdasarkan mekanisme ketentuan ayat (2) section (2) through section (9).
sampai dengan ayat (9).

(11) Apabila divestasi sebagaimana dimaksud pada (11) If no divestment as referred to in section (1a)
ayat (1a) tidak tercapai, penawaran saham is reached, the share offer shall be made in the
dilakukan pada tahun berikutnya. (PP 24/2012) following year. (RG 24/2012)

(11) Apabila divestasi sebagaimana dimaksud (11) If no divestment as referred to in section


pada ayat (la), ayat (lb), ayat (lc), dan ayat (la), section (lb), section (lc), and section
(1d) tidak tercapai, penawaran saham (1d) is reached, the share offer shall be
dilakukan pada tahun berikutnya. (PP 77/2014) made in the following year. (RG 77/2014)

77
(1) Pemegang IUP dan IUPK dalam rangka (1) Production Operation Mining Permit
penanaman modal asing, setelah 5 (lima) holders and Special Mining Permit holders
tahun sejak berproduksi wajib melakukan in the scope of foreign investment must
divestasi sahamnya secara bertahap, upon 5 (five) years of production divest
sehingga pada tahun kesepuluh sahamnya their shares in stages, such that the
paling sedikit 51% (lima puluh satu persen) Indonesian partners shall in the tenth year
dimiliki peserta Indonesia. have at least 51% (fifty-one percent) of
their shares.

(2) Kepemilikan peserta Indonesia (2) The shareholdings of the Indonesian


sebagaimana dimaksud pada ayat (1), partners as referred to in section (1) shall
dalam setiap tahun setelah akhir tahun not, every year upon the end of the fifth
kelima sejak produksi tidak boleh kurang year of production, be less than the
dari presentase sebagai berikut: following percentage:

a. tahun keenam 20% (dua puluh persen); a. the sixth year: 20% (twenty percent);

b. tahun ketujuh 30% (tiga puluh persen); b. the seventh year: 30% (thirty percent);

c. tahun kedelapan 37% (tiga puluh tujuh c. the eighth year: 37% (thirty-seven
persen); percent);

d. tahun kesembilan 44% (empat puluh d. the ninth year: 44% (forty-four
empat persen); percent);

e. tahun kesepuluh 51% (lima puluh satu e. the tenth year: 51% (fifty-one percent),
persen),

dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.

(3) Divestasi saham sebagaimana dimaksud (3) Shares as referred to in section (1) shall be
pada ayat (1) dilakukan kepada peserta divested to Indonesian partners that include
Indonesia yang terdiri atas Pemerintah, the Government, the provincial
pemerintah daerah provinsi, atau governments or the district/city
pemerintah daerah kabupaten/kota, governments, State-Owned Companies,
BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta Region-Owned Companies, or national
nasional. private entities.

(4) Dalam hal Pemerintah tidak bersedia (4) If the Government lacks interest in the
membeli saham sebagaimana dimaksud purchase of shares as referred to in section
pada ayat (3), ditawarkan kepada (3), the shares shall be offered to the
pemerintah daerah provinsi atau provincial governments or the district/city
pemerintah daerah kabupaten/kota. governments.

(5) Apabila pemerintah daerah provinsi atau (5) If the provincial governments or the
pemerintah daerah kabupaten/kota district/city governments lack interest in the
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak purchase of shares as referred to in section
bersedia membeli saham, ditawarkan (4), the shares shall be offered to State-
kepada BUMN dan BUMD. Owned Companies and Region-Owned
Companies.

(6) Apabila BUMN dan BUMD sebagaimana (6) If State-Owned Companies and Region-
dimaksud pada ayat (5) tidak bersedia Owned Companies lack interest in the
membeli saham, ditawarkan kepada badan purchase of shares as referred to in section

78
usaha swasta nasional. (5), the shares shall be offered to national
private entities.

(7) Penawaran saham sebagaimana dimaksud (7) Shares as referred to in section (1) shall be
pada ayat (1) dilakukan dalam jangka offered within 90 (ninety) calendar days of
waktu paling lambat 90 (sembilan puluh) the 5th (fifth) year of the issue of a mining-
hari kalender sejak 5 (lima) tahun stage Production Operation permit. (RG
dikeluarkannya izin Operasi Produksi 1/2017)

tahap penambangan. (PP 1/2017)

Pasal 98 Article 98

Dalam hal terjadi peningkatan jumlah modal If there is an increase in capital of the company, the
perseroan, peserta Indonesia sahamnya tidak boleh shares of Indonesian partners shall not be diluted to
terdilusi menjadi lebih kecil dari 20% (dua puluh less than 20% (twenty percent).
persen).

Dalam hal terjadi peningkatan jumlah modal If there is an increase in the capital of the company,
perseroan, peserta Indonesia sahamnya tidak boleh the shares of the Indonesian partners shall not be
terdilusi menjadi lebih kecil dari jumlah saham diluted to less than the amount of shares as
sesuai kewajiban divestasi sebagaimana dimaksud required to divest as referred to in Article 97
dalam Pasal 97 ayat (1a). (PP 24/2012) section (1a). (RG 24/2012)

Dalam hal terjadi peningkatan jumlah modal If an increase in capital of the company results
perseroan yang mengakibatkan saham peserta in the shares of the Indonesian partners being
Indonesia terdilusi, pemegang IUP Operasi diluted, Production Operation Mining Permit
Produksi dan IUPK Operasi Produksi wajib holders and Production Operation Special
menawarkan saham kepada peserta Indonesia Mining Permit holders must offer the shares of
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 97 ayat (2) the Indonesian partners as referred to in Article
sesuai dengan kewajiban divestasi saham 97 section (2) in the scope of share divestment
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 97 ayat obligation as referred to in Article 97 section
(la), ayat (lb), ayat (lc), dan ayat (1d). (PP 77/2014) (la), section (lb), section (lc), and section (1d).
(RG 77/2014)

Pasal 99 Article 99

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara divestasi Ancillary provisions for the procedures for share
saham dan mekanisme penetapan harga saham divestment and mechanisms for share pricing shall
diatur dengan Peraturan Menteri setelah be governed by Regulation of the Minister upon
berkoordinasi dengan instansi terkait. coordination with the relevant agencies.

BAB X CHAPTER X
PENGGUNAAN TANAH UNTUK KEGIATAN USE OF LAND FOR PRODUCTION
OPERASI PRODUKSI OPERATION ACTIVITIES
Pasal 100 Article 100

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK (1) Production Operation Mining Permit holders
Operasi Produksi yang akan melakukan or Production Operation Special Mining
kegiatan operasi produksi wajib Permit holders to perform production
menyelesaikan sebagian atau seluruh hak atas operation activities must settle a part or all of
tanah dalam WIUP atau WIUPK dengan the land titles within the Mining Permit Areas
pemegang hak atas tanah sesuai dengan or Special Mining Permit Areas in Special
ketentuang peraturan perundang-undangan. Mining Areas with the land titleholders under

79
the laws and regulations.

(2) Pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK (2) Production Operation Mining Permit holders
Operasi Produksi wajib memberikan or Production Operation Special Mining
kompensasi berdasarkan kesepakatan bersama Permit holders must give compensation in
dengan pemegang hak atas tanah. accordance with the agreement with the land
titleholders.
Penjelasan Pasal 100 Ayat (2): Elucidation of Article 100 Section (2):
Yang dimaksud dengan kompensasi dalam Compensation in this provision may be given in the
ketentuan ini dapat berupa sewa menyewa, jual form of renting, trading or lending.
beli, atau pinjam pakai.

BAB XI CHAPTER XI
TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN PROCEDURES FOR SUBMISSION OF
REPORTS
Pasal 101 Article 101

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan (1) Mining Permit holders and Special Mining
seluruh data yang diperoleh dari hasil Permit holders must turn in all data collected
eksplorasi dan operasi produksi kepada from explorations and production operations to
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai the competent Minister, governors, or
dengan kewenangannya. regents/mayors.

(2) Pemegang IUP yang diterbitkan oleh (2) Mining Permit holders whose permits are
bupati/walikota wajib menyampaikan laporan issued by the regents/mayors must submit a
tertulis secara berkala atas rencana kerja dana written report periodically on business plans
anggaran biaya pelaksanaan kegiatan usaha and budget for the performance of mineral and
pertambangan mineral dan batubara kepada coal mining activities to the regents/mayors,
bupati/walikota dengan tembusan kepada carbon copied to the Minister and the
Menteri dan gubernur. governors.

(3) Pemegang IUP yang diterbitkan oleh gubernur (3) Mining Permit holders whose permits are
wajib menyampaikan laporan tertulis secara issued by the governors must submit a written
berkala atas rencana kerja dana anggaran biaya report periodically on business plans and
pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan budget for the performance of mineral and
mineral dan batubara kepada gubernur dengan coal mining activities to the governors, carbon
tembusan kepada Menteri. copied to the Minister.

(4) Pemegang IUP dan IUPK yang diterbitkan (4) Mining Permit holders and Special Mining
oleh Menteri wajib menyampaikan laporan Permit holders whose permits are issued by the
tertulis secara berkala atas rencana kerja dana Minister must submit a written report
anggaran biaya pelaksanaan kegiatan usaha periodically on business plans and budget for
pertambangan mineral dan batubara kepada the performance of mineral and coal mining
Menteri. activities to the Minister.

Pasal 102 Article 102

(1) Bupati/walikota harus menyampaikan laporan (1) The competent regents/mayors must submit a
tertulis mengenai pengelolaan kegiatan usaha written report on the management of mining
pertambangan sesuai dengan kewenangannya activities to the governors semiannually (every

80
kepada gubernur secara berkala setiap 6 6 (six) months).
(enam) bulan.

(2) Gubernur atau bupati/walikota harus (2) The competent governors or regents/mayors
menyampaikan laporan tertulis mengenai must submit a written report on the
pengelolaan kegiatan usaha pertambangan management of mining activities to the
sesuai kewenangannya kepada Menteri secara Minister semiannually (every 6 (six) months).
berkala setiap 6 (enam) bulan.

Pasal 103 Article 103

(1) Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1) Reports as referred to in Article 101 shall be
101 memuat laporan kemajuan kerja dalam progressive reports on work within a time
suatu kurun waktu dan dalam suatu tahapan frame and a specified stage submitted by
kegiatan tertentu yang disampaikan oleh Exploration Mining Permit holders and
pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK Exploration Special Mining Permit holders as
Eksplorasi serta pemegang IUP Operasi well as Production Operation Mining Permit
Produksi dan IUPK Operasi Produksi. holders and Production Operation Special
Mining Permit holders.

(2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (2) Reports as referred to in Article 101 shall be
101 disampaikan dalam jangka waktu paling submitted within 30 (thirty) working days of
lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah the conclusion of each quarterly period or each
berakhirnya tiap triwulan atau tahun takwim calendar year, except for biweekly and
kecuali laporan dwi mingguan dan bulanan monthly reports on the production operation
tahapan kegiatan operasi produksi. activities.

(3) Rencana kerja dan anggaran biaya tahunan (3) Annual business plans and budget as referred
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 to in Article 101 shall be submitted to the
disampaikan kepada Menteri, gubernur atau competent Minister, governors or
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya regents/mayors at the latest 45 (forty-five)
dalam jangka waktu paling lambat 45 (empat working days prior to the conclusion of each
puluh lima) hari kerja sebelum berakhirnya calendar year.
tiap tahun takwim.

(4) Laporan dwi mingguan dan bulanan (4) Biweekly and monthly reports as referred to in
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) section (2) shall be submitted to the competent
disampaikan kepada Menteri, gubernur atau Minister, governors or regents/mayors within 5
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya (five) working days of the conclusion of each
dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) biweekly or monthly calendar period.
hari kerja setelah berakhirnya tiap dwi
mingguan atau bulan takwim.

Pasal 104 Article 104

(1) Menteri, gubernur atau bupati/walikota sesuai (1) The competent Minister, governors or
dengan kewenangannya dapat memberikan regents/mayors may provide a response to the
tanggapan terhadap laporan sebagaimana reports as referred to in Article 103 section (3)
dimaksud dalam Pasal 103 ayat (3) dan ayat and section (4).
(4).

(2) Tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Any response as referred to in section (1) must
(1) harus ditindaklanjuti oleh pemegang IUP be followed up by Mining Permit holders
dan/atau IUPK dalam jangka waktu paling and/or Special Mining Permit holders not

81
lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak exceeding 30 (thirty) working days of receipt
diterimanya tanggapan dari Menteri, gubernur of response from the competent Minister,
atau bupati/walikota sesuai dengan governors or regents/mayors.
kewenangannya.

Pasal 105 Article 105

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for
pelaporan diatur dengan Peraturan Menteri. reporting shall be governed by Regulation of the
Minister.

BAB XII CHAPTER XII


PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN DEVELOPMENT AND EMPOWERMENT OF
MASYARAKAT DI SEKITAR WIUP DAN THE COMMUNITIES LIVING AROUND
WIUPK THE MINING PERMIT AREAS AND
SPECIAL MINING PERMIT AREAS IN
SPECIAL MINING AREAS
Pasal 106 Article 106

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib menyusun (1) Mining Permit holders and Special Mining
program pengembangan dan pemberdayaan Permit holders must prepare a development
masyarakat di sekitar WIUP dan WIUPK. and empowerment program for the
communities living around the Mining Permit
Areas and Special Mining Permit Areas In
Special Mining Areas.

(2) Program sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A program as referred to in section (1) must be
harus dikonsultasikan dengan Pemerintah, consulted with the Government, the provincial
pemerintah provinsi, pemerintah governments, the district/city government, and
kabupaten/kota, dan masyarakat setempat. the local community.

(3) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) The community as referred to in section (2)
(2) dapat mengajukan usulan program kegiatan may propose community development and
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat empowerment program activities to the
kepada bupati/walikota setempat untuk relevant regent/mayor for a referral to Mining
diteruskan kepada pemegang IUP atau IUPK. Permit holders or Special Mining Permit
holders.

(4) Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (4) Community development and empowerment
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as referred to in section (1) shall be prioritized
diprioritaskan untuk masyarakat di sekitar for the communities living around the Mining
WIUP dan WIUPK yang terkena dampak Permit Areas and Special Mining Permit Areas
langsung akibat aktifitas pertambangan. in Special Mining Areas directly affected by
the impact of mining activities.

(5) Prioritas masyarakat sebagaimana dimaksud (5) The community to be prioritized as referred to
pada ayat (3) merupakan masyarakat yang in section (3) shall be the community living
berada dekat kegiatan operasional adjacent to the mining operating activities
penambangan dengan tidak melihat batas regardless of the administrative boundaries of

82
administrasi wilayah kecamatan/kabupaten. the subdistricts/districts.

(6) Program pengembangan dan pemberdayaan (6) A community development and empowerment
masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat program as referred to in section (1) shall be
(1) dibiayai dari alokasi biaya program financed from development and empowerment
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat program funds allocated in the annual budget
pada anggaran dan biaya pemegang IUP atau and cost of Mining Permit holders or Special
IUPK setiap tahun. Mining Permit holders.

(7) Alokasi biaya program pengembangan dan (7) The allocated funds for a community
pemberdayaan masyarakat sebagaimana development and empowerment program as
dimaksud pada ayat (5) dikelola oleh referred to in section (5) shall be managed by
pemegang IUP atau IUPK. Mining Permit holders or Special Mining
Permit holders.

Pasal 107 Article 107

Pemegang IUP dan IUPK setiap tahun wajib Mining Permit holders and Special Mining Permit
menyampaikan rencana dan biaya pelaksanaan holders must annually submit plans and cost of the
program pengembangan dan pemberdayaan community development and empowerment
masyarakat sebagai bagian dari rencana kerja dan program as part of the annual business plans and
anggaran biaya tahunan kepada Menteri, gubernur, budget to the competent Minister, governors or
atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors for approval.
kewenangannya, untuk mendapat persetujuan.

Pasal 108 Article 108

Setiap pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK Any Exploration Mining Permit holders and
Eksplorasi serta IUP Operasi Produksi dan IUPK Exploration Special Mining Permit holders as well
Operasi Produksi wajib menyampaikan laporan as Production Operation Mining Permit holders
realisasi program pengembangan dan and Production Operation Special Mining Permit
pemberdayaan masyarakat setiap 6 (enam) bulan holders must submit a report on the realization of
kepada Menteri, gubernur atau bupati/walikota the community development and empowerment
sesuai dengan kewenangannya. program semiannually (every 6 (six) months) to the
competent Minister, governors or regents/mayors.

Pasal 109 Article 109

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan Ancillary provisions for community development
dan pemberdayaan masyarakat diatur dengan and empowerment shall be governed by Regulation
Peraturan Menteri. of the Minister.

BAB XIII CHAPTER XIII


SANKSI ADMINISTRATIF ADMINISTRATIVE SANCTIONS
Pasal 110 Article 110

(1) Pemegang IUP atau IUPK yang melakukan (1) Mining Permit holders or Special Mining
pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana Permit holders in violation of Article 42
dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1), Pasal 69 section (1), Article 69 section (1), Article 73
ayat (1), Pasal 73 ayat (1), Pasal 79 ayat (2), section (1), Article 79 section (2), Article 85
Pasal 85 ayat (1), Pasal 93 ayat (1), Pasal 94 section (1), Article 93 section (1), Article 94
ayat (1), Pasal 97 ayat (1), Pasal 100 ayat (1) section (1), Article 97 section (1), Article 100
atau ayat (2), Pasal 101 ayat (1), ayat (2), ayat section (1) or section (2), Article 101 section

83
(3), atau ayat (4), Pasal 106 ayat (1), Pasal (1), section (2), section (3), or section (4),
107, atau Pasal 108 dikenai sanksi Article 106 section (1), Article 107, or Article
administratif. 108 shall be imposed administrative sanctions.

(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (2) Administrative sanctions as referred to in


pada ayat (1) berupa: section (1) shall be in the form of

a. peringatan tertulis; a. written warning;

b. penghentian sementara IUP Operasi b. suspension of mineral and coal Production


Produksi atau IUPK Operasi Produksi Operation Mining Permits or Production
mineral dan batubara; dan/atau Operation Special Mining Permits; and/or

c. pencabutan IUP atau IUPK. c. revocation of a Mining Permit or Special


Mining Permit.

(3) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (3) Administrative sanctions as referred to in


pada ayat (1) diberikan oleh Menteri, section (1) shall be imposed by the competent
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan Minister, governors, or regents/mayors.
kewenangannya.

Pasal 111 Article 111

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for
pemberian sanksi administratif diatur dengan imposition of administrative sanctions shall be
Peraturan Menteri. governed by Regulation of the Minister.

BAB XIV CHAPTER XIV


KETENTUAN PERALIHAN TRANSITIONAL PROVISIONS
Pasal 112 Article 112

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku: Upon this Regulation of the Government coming
into effect:

1. Kontrak karya dan perjanjian karya 1. Contracts of work and coal contracts of work
pengusahaan pertambangan batubara yang that are signed prior to the promulgation of
ditandatangani sebelum diundangkan this Regulation of the Government shall be
Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap declared to remain valid until their expiration.
berlaku sampai jangka waktunya berakhir.

2. Kontrak karya dan perjanjian karya 2. Contracts of work and coal contracts of work
pengusahaan pertambangan batubara as referred to in point (1) that have not
sebagaimana dimaksud pada angka 1 yang received the first and/or second extension are
belum memperoleh perpanjangan pertama extendable to be extended Mining Permits
dan/atau kedua dapat diperpanjang menjadi without bids and their business activities shall
IUP perpanjangan tanpa melalui lelang dan be conducted under this Regulation of the
kegiatan usahanya dilaksanakan sesuai dengan Government, except for the business activities
ketentuan Peraturan Pemerintah ini kecuali with respect to more beneficial state revenues.
mengenai penerimaan negara yang lebih
menguntungkan.

3. Kontrak karya dan perjanjian karya 3. Contracts of work and coal contracts of work
pengusahaan pertambangan batubara as referred to in point (1) that have conducted
dimaksud pada angka 1 yang telah melakukan production operation activities must give

84
tahap kegiatan operasi produksi wajib preference to domestic needs under this
melaksanakan pengutamaan kepentingan Regulation of the Government.
dalam negeri sesuai dengan ketentuan
Peraturan Pemerintah ini.

4. Kuasa pertambangan, surat izin pertambangan 4. Mining authorizations, regional mining


daerah dan surat izin pertambangan rakyat, permits and small-scale mining permits
yang diberikan berdasarkan ketentuan granted under the laws and regulations prior to
peraturan perundang-undangan sebelum the issue of this Regulation of the Government
ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini tetap shall remain valid until their expiration and
diberlakukan sampai jangka waktu berakhir must:
serta wajib:

a. disesuaikan menjadi IUP atau IPR sesuai a. be adjusted into Mining Permits or Small-
dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Scale Mining Permits under this
ini dalam jangka waktu paling lambat 3 Regulation of the Government within 3
(tiga) bulan sejak berlakunya Peraturan (three) months upon this Regulation of the
Pemerintah ini dan khusus badan usaha Government coming into effect, and the
milik negara dan badan usaha milik Mining Permits of state-owned companies
daerah, IUP merupakan IUP pertama. and region-owned companies shall be the
first Mining Permits.

b. menyampaikan rencana kegiatan pada b. submit activity plans of all mining


seluruh wilayah kuasa pertambangan authorization areas until expiration of the
sampai dengan jangka waktu berakhirnya mining authorizations to the competent
kuasa pertambangan kepada Menteri, Minister, governors, or regents/mayors.
gubernur, atau bupati/walikota sesuai
dengan kewenangannya.

c. melakukan pengolahan dan pemurnian di c. undertake domestic processing and


dalam negeri dalam jangka waktu paling refining/smelting within 5 (five) years of
lambat 5 (lima) tahun sejak berlakunya Law Number 4 of 2009 concerning
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Mineral and Coal Mining coming into
tentang Pertambangan Mineral dan effect. (Rescinded)
Batubara. (Dihapus)

5. Permohonan kuasa pertambangan yang telah 5. Applications for mining authorizations that
diterima Menteri, gubernur, bupati/walikota have been received by the Minister, the
sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 4 governors, the regents/mayors prior to issue of
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Law Number 4 of 2009 concerning Mineral
dan Batubara dan telah mendapatkan and Coal Mining and have access to reserved
pencadangan wilayah dari Menteri, gubernur, areas under the competent Minister, governors,
atau bupati/walikota sesuai dengan or regents/mayors may be processed for permit
kewenangannya dapat diproses perizinannya issue in the form of a Mining Permit without
dalam bentuk IUP tanpa melalui lelang paling any bidding process within 3 (three) months
lambat 3 (tiga) bulan setelah berlakunya upon this Regulation of the Government
Peraturan Pemerintah ini. coming into effect.

6. Kuasa pertambangan, kontrak karya dan 6. Mining authorizations, contracts of work and
perjanjian karya pengusahaan pertambangan coal contracts of work that have processing
batubara yang memiliki unit pengolahan tetap units are allowed to receive mining
dapat menerima komoditas tambang dari kuasa commodities from mining authorizations,
pertambangan, kontrak karya dan perjanjian contracts of work and coal contracts of work,

85
karya pengusahaan pertambangan batubara, Mining Permit holders and Small-Scale
pemegang IUP, dan IPR. Mining Permits.

7. Pemegang kuasa pertambangan yang memiliki 7. Mining authorization holders with more than 1
lebih dari 1 (satu) kuasa pertambangan (one) mining authorization and/or more than 1
dan/atau lebih dari 1 (satu) komoditi sebelum (one) commodity prior to Law Number 4 of
diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 2009 coming into effect shall remain valid
Tahun 2009 tetap berlaku sampai jangka until expiration and is/are extendable to be
waktu berakhir dan dapat diperpanjang Mining Permits under this Regulation of the
menjadi IUP sesuai dengan ketentuan dalam Government.
Peraturan Pemerintah ini.

8. Pemegang kuasa pertambangan, kontrak karya 8. Holders of mining authorizations, contracts of


dan perjanjian karya pengusahaan work and coal contracts of work in the
pertambangan batubara pada tahap operasi production operation stage that have entered
produksi yang memiliki perjanjian jangka into a valid long-term export agreement may
panjang untuk ekspor yang masih berlaku increase their production quantity to fulfill the
dapat menambah jumlah produksinya guna domestic supply requirements upon approval
memenuhi ketentuan pasokan dalam negeri of the competent Minister, governors, or
setelah mendapat persetujuan Menteri, regents/mayors to the extent fulfilling the
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan environmental and coal resource conservation
kewenangannya sepanjang memenuhi requirements under the laws and regulations.
ketentuan aspek lingkungan dan konservasi
sumber daya batubara sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai Upon this Regulation of the Government
berlaku: coming into effect:

1. Kontrak karya dan perjanjian karya 1. Contracts of work and coal contracts of
pengusahaan pertambangan batubara yang work that are signed prior to the
ditandatangani sebelum diundangkannya promulgation of Regulation of the
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun Government Number 23 of 2010 concerning
2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Mineral and Coal Mining Business
Pertambangan Mineral dan Batubara Activities shall be declared to remain valid
dinyatakan tetap berlaku sampai jangka until their expiration.
waktunya berakhir.

la. Pemegang kontrak karya dan perjanjian la. The holders of contracts of work and coal
karya pengusahaan pertambangan contracts of work as referred to in point 1
batubara sebagaimana dimaksud pada may have contract/agreement areas with an
angka 1 dapat memiliki luas wilayah area referring to the contract/agreement
kontrak/perjanjian sesuai dengan rencana area plan that is approved by the Minister
kegiatan pada wilayah kontrak/perjanjian until the expiration of the contracts/
yang telah disetujui Menteri sampai dengan agreements as referred to in Article 171 of
jangka waktu berakhirnya kontrak/ Law Number 4 of 2009 concerning Mineral
perjanjian sebagaimana dimaksud dalam and Coal Mining, including:
Pasal 171 Undang-Undang Nomor 4 Tahun
2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara, yang terdiri atas:

a. wilayah potensi dan cadangan/ a. potential and reserves/mine areas; and


penambangan; dan

86
b. wilayah di luar penambangan untuk b. areas other than the mine to support
menunjang usaha kegiatan mining business.
pertambangan.

2. Kontrak karya dan perjanjian karya 2. Contracts of work and coal contracts of work
pengusahaan pertambangan batubara as referred to in point (1) that have not
sebagaimana dimaksud pada angka 1 yang received the first and/or second extension are
belum memperoleh perpanjangan pertama extendable to be extended Mining Permits
dan/atau kedua dapat diperpanjang menjadi without bids upon the expiration of contracts
IUP perpanjangan tanpa melalui lelang setelah of work and coal contracts of work and their
berakhirnya kontrak karya dan perjanjian business activities shall be conducted under
karya pengusahaan pertambangan batubara the laws and regulations, except for the
dan kegiatan usahanya dilaksanakan sesuai business activities with respect to more
dengan ketentuan peraturan perundang- beneficial state revenues.
undangan, kecuali mengenai penerimaan
negara yang lebih menguntungkan.

2. Kontrak karya dan perjanjian karya 2. Contracts of work and coal contracts of
pengusahaan pertambangan batubara work as referred to in point (1):
sebagaimana dimaksud pada angka 1:

a. yang belum memperoleh perpanjangan a. pending their extension may be


dapat diperpanjang menjadi IUPK extended into firstly-extended
Operasi Produksi perpanjangan Production Operation Special Mining
pertama sebagai kelanjutan operasi Permits to continue operation without
tanpa melalui lelang setelah bids upon the expiration of contracts of
berakhirnya kontrak karya atau work or coal contracts of work, and
perjanjian karya pengusahaan which shall be conducted under the
pertambangan batubara dan laws and regulations concerning
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan minerals and coal, except for the state
peraturan perundang-undangan di revenues that are more beneficial; and
bidang pertambangan mineral dan
batubara kecuali mengenai penerimaan
negara yang lebih menguntungkan; dan

b. yang telah memperoleh perpanjangan b. that have received first extension may
pertama dapat diperpanjang menjadi be extended into secondly-extended
IUPK Operasi Produksi perpanjangan Production Operation Special Mining
kedua sebagai kelanjutan operasi tanpa Permits to continue operation without
melalui lelang setelah berakhirnya bids upon expiration of the first
perpanjangan pertama kontrak karya extension of the contracts of work or
atau perjanjian karya pengusahaan coal contracts of work, and which shall
pertambangan batubara dan be conducted under the laws and
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan regulations concerning minerals and
peraturan perundang-undangan di coal, except for the state revenues that
bidang pertambangan mineral dan are more beneficial.
batubara kecuali mengenai penerimaan
negara yang lebih menguntungkan.
Penjelasan Pasal 112 Angka 2: Elucidation of Article 112 Point 2:
“IUPK Operasi Produksi perpanjangan” “Extended Production Operation Special Mining
diberikan dengan luas wilayah dan jangka waktu Permits” shall be granted with an area and time
sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam period governed by Law Number 4 of 2009

87
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang concerning Mineral and Coal Mining.
Pertambangan Mineral dan Batubara.

[Angka 2a] [Point 2a]

? ?

3. Kontrak karya dan perjanjian karya 3. Contracts of work and coal contracts of
pengusahaan pertambangan batubara work as referred to in point (1) that have
sebagaimana dimaksud pada angka 1 yang undertaken the production operation stage
telah melakukan tahap kegiatan operasi must give preference to domestic needs
produksi wajib melaksanakan under the laws and regulations.
pengutamaan kepentingan dalam negeri
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

4. Kuasa pertambangan, surat izin 4. Mining authorizations, regional mining


pertambangan daerah, dan surat izin permits, and small-scale mining permits
pertambangan rakyat, yang diberikan granted under the laws and regulations
berdasarkan ketentuan peraturan prior to the issue of Regulation of the
perundang-undangan sebelum Government Number 23 of 2010 concerning
ditetapkannya Peraturan Pemerintah Mineral and Coal Mining Business
Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Activities shall remain valid until their
Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral expiration and must:
dan Batubara tetap diberlakukan sampai
jangka waktu berakhir serta wajib:

a. disesuaikan menjadi IUP atau IPR a. be adjusted into Mining Permits or


sesuai dengan ketentuan Peraturan Small-Scale Mining Permits under
Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 Regulation of the Government Number
tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha 23 of 2010 concerning Mineral and
Pertambangan Mineral dan Batubara Coal Mining Business Activities within
dalam jangka waktu paling lambat 3 3 (three) months upon Regulation of the
(tiga) bulan sejak berlakunya Government Number 23 of 2010
Peraturan Pemerintah Nomor 23 concerning Mineral and Coal Mining
Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Business Activities coming into effect,
Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral and the Production Operation Mining
dan Batubara dan khusus BUMN dan Permits of State-Owned Companies
BUMD, untuk IUP Operasi Produksi and Region-Owned Companies shall be
merupakan IUP Operasi Produksi the first Production Operation Mining
pertama; Permits;

b. menyampaikan rencana kegiatan pada b. submit activity plans of all Mining


seluruh WIUP atau WPR sampai Permit Areas or Small-Scale Mining
dengan jangka waktu berakhirnya IUP Areas until expiration of the Mining
atau IPR kepada Menteri, gubernur, Permits or Small-Scale Mining Permits
bupati/walikota sesuai kewenangannya; to the competent Minister, governors,
regents/mayors;

5. Permohonan kuasa pertambangan yang 5. Applications for mining authorizations that


telah diterima Menteri, gubernur, atau have been received by the Minister, the
bupati/walikota sebelum terbitnya Undang- governors, or the regents/mayors prior to
Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang enactment of Law Number 4 of 2009
Pertambangan Mineral dan Batubara dan concerning Mineral and Coal Mining and

88
telah mendapatkan Pencadangan Wilayah have access to Reserved Areas under the
dari Menteri, gubernur, atau bupati/ competent Minister, governors, or regents/
walikota sesuai dengan kewenangannya mayors may be processed for permit issue
dapat diproses perizinannya dalam bentuk in the form of a Mining Permit without any
IUP tanpa melalui lelang paling lambat 3 bidding process within 3 (three) months
(tiga) bulan sejak berlakunya Peraturan upon Regulation of the Government
Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Number 23 of 2010 concerning Mineral and
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Coal Mining Business Activities coming into
Pertambangan Mineral dan Batubara. effect.

6. Kuasa pertambangan, kontrak karya, dan 6. Mining authorizations, contracts of work


perjanjian karya pengusahaan and coal contracts of work that have
pertambangan batubara yang memiliki unit processing units are allowed to receive
pengolahan tetap dapat menerima mining commodities from mining
komoditas tambang dari Kuasa authorizations, contracts of work and coal
pertambangan, kontrak karya dan contracts of work, Mining Permit holders
perjanjian karya pengusahaan and Small-Scale Mining Permits.
pertambangan batubara, pemegang IUP,
dan IPR.

7. Pemegang kuasa pertambangan yang memiliki 7. Mining authorization holders with more than 1
lebih dari 1 (satu) kuasa pertambangan (one) mining authorization and/or more than 1
dan/atau lebih dari 1 (satu) komoditas tambang (one) mining commodity prior to Law Number
sebelum diberlakukannya Undang-Undang 4 of 2009 coming into effect shall remain valid
Nomor 4 Tahun 2009 tetap berlaku sampai until their expiration and are extendable to be
jangka waktu berakhir dan dapat diperpanjang Mining Permits under this Regulation of the
menjadi IUP sesuai dengan ketentuan dalam Government. (Rescinded by RG 77/2014)
Peraturan Pemerintah ini. (Dihapus oleh PP 77/2014)

8. Pemegang kuasa pertambangan, kontrak karya, 8. Holders of mining authorizations, contracts of


dan perjanjian karya pengusahaan work, and coal contracts of work in the
pertambangan batubara pada tahap operasi production operation stage that enter into a
produksi yang memiliki perjanjian jangka valid long-term export agreement may
panjang untuk ekspor yang masih berlaku increase their production quantity to fulfill the
dapat menambah jumlah produksinya guna domestic supply requirements upon approval
memenuhi ketentuan pasokan dalam negeri of the competent Minister, governors, or
setelah mendapat persetujuan Menteri, regents/ mayors to the extent fulfilling the
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan environmental and coal resource conservation
kewenangannya sepanjang memenuhi requirements under the laws and regulations.
ketentuan aspek lingkungan dan konservasi (RG 1/2014) (Rescinded by RG 77/2014)

sumber daya batubara sesuai dengan ketentuan


peraturan perundang-undangan. (PP 1/2014)
(Dihapus oleh PP 77/2014)

Pasal 112A Article 112A

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Upon this Regulation of the Government coming
sisa wilayah kontrak karya dan perjanjian karya into effect, the remaining contract of work areas
pengusahaan pertambangan batubara yang tidak and coal contract of work areas that are not
diakomodir dalam IUP perpanjangan sebagaimana incorporated into the extended Mining Permits as
dimaksud dalam Pasal 112 angka 2, diusulkan referred to in Article 112 point (2), shall be
untuk ditetapkan menjadi wilayah pencadangan proposed to be confirmed as the state reserve areas

89
negara sesuai dengan ketentuan peraturan under the laws and regulations. (RG 24/2012)
perundang-undangan. (PP 24/2012)

1. Wilayah kontrak/perjanjian yang tidak 1. Contract/agreement areas that are not


mendapatkan persetujuan Menteri approved by the Minister as referred to in
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 Article 171 of Law Number 4 of 2009
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 concerning Mineral and Coal Mining may:
tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara dapat:

a. ditetapkan menjadi WIUPK Operasi a. be confirmed as Production Operation


Produksi; dan/atau Special Mining Permit Areas in Special
Mining Areas; and/or

b. diusulkan menjadi WPN, b. be proposed into the State Reserve


Areas,

berdasarkan evaluasi Menteri sesuai upon evaluation of the Minister under the
dengan ketentuan peraturan perundang- laws and regulations.
undangan.

2. Wilayah kontrak/perjanjian sebagai 2. Contract/agreement areas as potential and


wilayah potensi dan cadangan/ reserves/mine areas as referred to in Article
penambangan sebagaimana dimaksud 112 point la point (a) that are not
dalam Pasal 112 angka la huruf a yang incorporated into the extended Production
tidak terakomodir dalam IUPK Operasi Operation Special Mining Permits as
Produksi perpanjangan sebagaimana referred to in Article 112 point 2a may:
dimaksud dalam Pasal 112 angka 2a dapat:

a. ditetapkan menjadi WIUPK Operasi a. be confirmed as Production Operation


Produksi; dan/atau Special Mining Permit Areas in Special
Mining Areas; and/or

b. diusulkan menjadi WPN, b. be proposed into the State Reserve


Areas,

berdasarkan evaluasi Menteri sesuai upon evaluation of the Minister under the
dengan ketentuan peraturan perundang- laws and regulations. (RG 77/2014)
undangan. (PP 77/2014)

Pasal 112B Article 112B

(1) Perpanjangan Kontrak Karya dan Perjanjian (1) The extension of Contracts of Work and Coal
Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara Contracts of Work into a Mining Permit as
menjadi IUP sebagaimana dimaksud dalam referred to in Article 112 point (2) shall be
Pasal 112 angka 2 diberikan oleh Menteri. granted by the Minister.

(1) Perpanjangan kontrak karya dan (1) The extension of contracts of work and coal
perjanjian karya pengusahaan contracts of work into an extended
pertambangan batubara menjadi IUPK Production Operation Special Mining
Operasi Produksi perpanjangan Permit as referred to in Article 112 point (2)
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 shall be granted by the Minister upon the
angka 2 diberikan oleh Menteri setelah area being confirmed by the Minister as
wilayahnya ditetapkan menjadi WIUPK Production Operation Special Mining

90
Operasi Produksi oleh Menteri. Permit Areas in Special Mining Areas.

(2) Untuk memperoleh IUP sebagaimana (2) To acquire a Mining Permit as referred to in
dimaksud pada ayat (1), pemegang Kontrak section (1), the holders of Contracts of Work
Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan and Coal Contracts of Work must submit an
Pertambangan Batubara harus mengajukan application to the Minister no earlier than 2
permohonan kepada Menteri paling cepat (two) years and at the latest 6 (six) months
dalam jangka waktu 2 (dua) tahun dan paling prior to the expiration of the Contracts of
lambat dalam jangka waktu 6 (enam) bulan Work or Coal Contracts of Work.
sebelum Kontrak Karya atau Perjanjian Karya
Pengusahaan Pertambangan Batubara berakhir.

(2) Untuk memperoleh IUPK Operasi Produksi (2) To acquire a Production Operation Special
perpanjangan sebagaimana dimaksud pada Mining Permit as referred to in section (1),
angka 1, pemegang kontrak karya dan the holders of contracts of work and coal
perjanjian karya pengusahaan contracts of work must submit an
pertambangan batubara harus mengajukan application to the Minister no earlier than 2
permohonan kepada Menteri paling cepat (two) years and at the latest 6 (six) months
dalam jangka waktu 2 (dua) tahun dan prior to the expiration of the contracts of
paling lambat dalam jangka waktu 6 work or coal contracts of work.
(enam) bulan sebelum kontrak karya atau
perjanjian karya pengusahaan
pertambangan batubara berakhir.

(3) Permohonan IUP sebagaimana dimaksud pada (3) An application for a Mining Permit as referred
ayat (2) paling sedikit harus memenuhi to in section (2) must fulfill at least the
persyaratan administratif, teknis, lingkungan administrative, technical, environmental and
dan finansial. financial requirements.

(3) Permohonan IUPK Operasi Produksi (3) An application for a Production Operation
perpanjangan sebagaimana dimaksud pada Special Mining Permit as referred to in
angka 2 paling sedikit harus memenuhi section (2) shall fulfill at least:
persyaratan:

a. administratif; a. administrative requirements;

b. teknis; b. technical requirements;

c. lingkungan; dan c. environmental requirements; and

d. finansial. d. financial requirements.

(4) Persyaratan adminstratif sebagaimana (4) The administrative requirements as referred to


dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi: in section (3) point (a) shall include:

a. surat permohonan; a. a letter of application;

b. susunan direksi dan daftar pemegang b. the composition of the board of directors
saham; dan and the register of shareholders; and

c. surat keterangan domisili. c. the certificate of domicile.

(5) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (5) The technical requirements as referred to in
pada ayat (3) huruf b meliputi: section (3) point (b) shall include:

91
a. peta dan batas koordinat wilayah; a. an area map and coordinates;

b. laporan akhir kegiatan operasi produksi; b. a report on the final production operation
activities;

c. laporan pelaksanaan pengelolaan c. an environmental management report;


lingkungan;

d. rencana kerja dan anggaran biaya; d. business plans and budget;

e. neraca sumber daya dan cadangan; e. balance sheet of resources and reserves;

f. rencana reklamasi dan pascatambang; f. planned reclamation and postmining;

g. rencana pembangunan sarana dan g. planned construction of facilities and


prasarana penunjang kegiatan operasi infrastructure in support of production
produksi; operation activities;

h. tersedianya tenaga ahli pertambangan h. availability of mining and/or geological


dan/atau geologi yang berpengalaman experts with a minimum 3 (three) years’
paling sedikit 3 (tiga) tahun; experience;

(6) Persyaratan lingkungan sebagaimana (6) The environmental requirements as referred to


dimaksud pada ayat (3) huruf c meliputi: in section (3) point (c) shall include:

a. pernyataan kesanggupan untuk mematuhi a. a statement of commitment to comply


ketentuan peraturan perundang-undangan with the laws and regulations in the field
di bidang perlindungan dan pengelolaan of environmental protection and
lingkungan hidup; management;

b. persetujuan dokumen lingkungan hidup b. approval of the environmental


sesuai dengan ketentuan peraturan documentation under the laws and
perundang-undangan di bidang regulations in the field of environmental
perlindungan dan pengelolaan lingkungan protection and management.
hidup.

(7) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (7) The financial requirements as referred to in
pada ayat (3) huruf d meliputi: section (3) point (d) shall include:

a. laporan keuangan 3 (tiga) tahun terakhir a. the last 3 (three)-year public accountant-
yang telah diaudit oleh akuntan publik; audited financial statements;

b. bukti pelunasan iuran tetap dan iuran b. a receipt of payment for the last 3 (three)
produksi 3 (tiga) tahun terakhir. years dead rents and production royalties;

(8) Menteri dalam memberikan IUP wajib (8) To grant a Mining Permit, the Minister must
mempertimbangkan potensi cadangan mineral consider the potential of the mineral and coal
dan batubara dari Wilayah Kerja tersebut dan reserves of the relevant Working Area and the
manfaat yang sebesar-besarnya bagi best benefit of the State.
kepentingan Negara.

(8) Menteri dalam memberikan IUPK Operasi (8) To grant a Production Operation Special
Produksi perpanjangan wajib Mining Permit, the Minister must consider
mempertimbangkan potensi cadangan the potential of the mineral and coal
mineral dan batubara dari WIUPK Operasi reserves of the relevant Production

92
Produksi tersebut dan dengan Operation Special Mining Permit Areas in
memperhatikan kepentingan nasional. Special Mining Areas and the national
interest.

(9) Menteri dapat menolak permohonan IUP, (9) The Minister may reject any application for a
apabila berdasarkan hasil evaluasi, pemegang Mining Permit if upon the results of
Kontrak Karya dan Perjanjian Karya evaluation, the holders of Contracts of Work
Pengusahaan Pertambangan Batubara tidak and Coal Contracts of Work fail to have good
menunjukkan kinerja pengusahaan performance of a mining company.
pertambangan yang baik.

(9) Menteri dapat menolak permohonan IUPK (9) The Minister may reject an application for
Operasi Produksi perpanjangan apabila an extended Production Operation Special
berdasarkan hasil evaluasi, pemegang Mining Permit if upon the results of
kontrak karya dan perjanjian karya evaluation, the holders of contracts of work
pengusahaan pertambangan batubara tidak and coal contracts of work fail to have good
menunjukkan kinerja pengusahaan performance of a mining company.
pertambangan yang baik.

(10) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (10) Any rejection as referred to in section (9) must
(9) harus disampaikan kepada Pemegang be notified to the holders of Contracts of Work
Kontrak Karya dan Perjanjian Karya and Coal Contracts of Work submitting an
Pengusahaan Pertambangan Batubara yang application for a Mining Permit prior to the
mengajukan permohonan IUP, paling lambat expiration of the Contracts of Work and Coal
sebelum berakhirnya Kontrak Karya dan Contracts of Work. (RG 24/2012)
Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara. (PP 24/2012)

(10) Penolakan sebagaimana dimaksud pada (10) Any rejection as referred to in section (9)
angka 9 harus disampaikan kepada must be notified to the holders of contracts
pemegang kontrak karya dan perjanjian of work and coal contracts of work by
karya pengusahaan pertambangan submitting an application for an extended
batubara yang mengajukan permohonan Production Operation Special Mining
IUPK Operasi Produksi perpanjangan Permit prior to the expiration of the
paling lambat sebelum berakhirnya contracts of work and coal contracts of
kontrak karya dan perjanjian karya work.
pengusahaan pertambangan batubara.

(11) Pemegang kontrak karya dan perjanjian (11) The holders of contracts of work and coal
karya pengusahaan pertambangan contracts of work may, in submitting an
batubara dalam mengajukan permohonan application for an extended Production
untuk memperoleh IUPK Operasi Produksi Operation Special Mining Permit, submit
perpanjangan dapat mengajukan an application for areas other than the
permohonan wilayah di luar WIUPK Production Operation Special Mining
Operasi Produksi kepada Menteri untuk Permit Areas in Special Mining Areas to the
menunjang usaha kegiatan Minister in order to support their mining
pertambangannya sesuai dengan ketentuan activities under this Regulation of the
Peraturan Pemerintah ini. (PP 77/2014) Government. (RG 77/2014)

Pasal 112C Article 112C

1. Pemegang kontrak karya sebagaimana 1. The holders of contracts of work as referred


dimaksud dalam Pasal 170 Undang-Undang to in Article 170 of Law Number 4 of 2009

93
Nomor 4 Tahun 2009 tentang concerning Mineral and Coal Mining must
Pertambangan Mineral dan Batubara wajib refine/smelt their mined products
melakukan pemurnian hasil penambangan domestically.
di dalam negeri.

2. Pemegang IUP Operasi Produksi 2. The holders of Production Operation


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 Mining Permits as referred to in Article 112
angka 4 huruf a Peraturan Pemerintah ini point (4) (a) of this Regulation of the
wajib melakukan pengolahan dan Government must process and refine/smelt
pemurnian hasil penambangan di dalam their mined products domestically.
negeri.

3. Pemegang kontrak karya sebagaimana 3. The holders of contracts of work as referred


dimaksud pada angka 1 yang melakukan to in point (1) performing metal mineral
kegiatan penambangan mineral logam dan mining activities and performing
telah melakukan kegiatan permurnian, refining/smelting activities may sell them
dapat melakukan penjualan ke luar negeri overseas in certain quantities. (Rescinded by RG
dalam jumlah tertentu. (Dihapus oleh PP 1/2017) 1/2017)

4. Pemegang IUP Operasi Produksi 4. The holders of Production Operation


sebagaimana dimaksud pada angka 2 yang Mining Permit as referred to in point (2)
melakukan kegiatan penambangan mineral performing metal mineral mining activities
logam dan telah melakukan kegiatan and performing processing activities may
pengolahan, dapat melakukan penjualan ke sell them overseas in certain quantities.
luar negeri dalam jumlah tertentu.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai 5. Ancillary provisions for processing and


pelaksanaan pengolahan dan pemurnian refining/smelting and minimum procesing
serta batasan minimum pengolahan dan and refining/smelting quotas shall be
pemurnian diatur dengan Peraturan governed by Regulation of the Minister. (RG
Menteri. (PP 1/2014) 1/2014)

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai 5. Ancillary provisions for processing and


pelaksanaan pengolahan dan pemurnian, refining/smelting, minimum procesing and
batasan minimum pengolahan dan refining/smelting quotas, and overseas sale
pemurnian serta penjualan ke luar negeri shall be governed by Regulation of the
diatur dengan Peraturan Menteri. (PP 1/2017) Minister. (RG 1/2017)

Pasal 112D Article 112D

Pemegang kontrak karya dan perjanjian karya The holders of contracts of work and coal
pengusahaan pertambangan batubara: contracts of work:

1. yang telah berproduksi kurang dari 5 (lima) 1. in production for less than 5 (five) years
tahun sebelum diundangkan Peraturan prior to the promulgation of this Regulation
Pemerintah ini wajib mengikuti ketentuan of the Government must comply with share
divestasi saham sesuai dengan ketentuan divestment regulation under this Regulation
dalam Peraturan Pemerintah ini; dan of the Government; and

2. yang telah berproduksi sekurang- 2. in production for at least 5 (five) years prior
kurangnya 5 (lima) tahun sebelum to the promulgation of this Regulation of
diundangkan Peraturan Pemerintah ini the Government must divest:
wajib melaksanakan ketentuan divestasi
saham:

94
a. sebesar 20% (dua puluh persen) paling a. 20% (twenty-percent) of shares within
lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan 1 (one) year of the promulgation of this
Pemerintah ini diundangkan; dan Regulation of the Government; and

b. sebesar persentase pada tahun berjalan b. shares equivalent to the percentage of


sesuai dengan ketentuan dalam the current year under this Regulation
Peraturan Pemerintah ini paling of the Government within 5 (five) years
lambat 5 (lima) tahun sejak Peraturan of the promulgation of this Regulation
Pemerintah ini diundangkan. (PP 77/2014) of the Government. (RG 77/2014)

Penjelasan Pasal 112D Angka 2: Elucidation of Article 112D Point 2:


Sebagai contoh: For example :
1. Perjanjian Karya Pengusahaan 1. Coal Contract of Work A not undertaking
Pertambangan Batubara A yang tidak processing by itself is in operation for 13
melakukan sendiri kegiatan pengolahan (thirteen) years, so it must divest at least:
sudah beroperasi 13 (tiga belas) tahun maka
wajib melakukan divestasi paling sedikit
sebesar:

a. 20% (dua puluh persen) tahun pertama a. 20% (twenty percent) in the first year
setelah diundangkannya Peraturan upon the promulgation of this
Pemerintah ini; dan Regulation of the Government; and

b. 51% (lima puluh satu persen) tahun b. 51% (fifty-one percent) in the fifth year
kelima setelah diundangkannya upon the promulgation of this
Peraturan Pemerintah ini, Regulation of the Government,

dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.

2. Kontrak Karya B yang melakukan sendiri 2. Contract of Work B undertaking processing


kegiatan pengolahan dan/atau pemurnian and/or refining/smelting by itself is in
sudah beroperasi 16 (enam belas) tahun operation for 16 (sixteen) years, so it must
maka wajib melakukan divestasi paling divest at least:
sedikit sebesar:

a. 20% (dua puluh persen) pada tahun a. 20% (twenty percent) in the first year
pertama setelah diundangkannya upon the promulgation of this
Peraturan Pemerintah ini; dan Regulation of the Government; and

b. 40% (empat puluh persen) tahun kelima b. 40% (forty percent) in the fifth year
setelah diundangkannya Peraturan upon the promulgation of this
Pemerintah ini, Regulation of the Government,

dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.

3. Kontrak Karya C yang melakukan kegiatan 3. Contract of Work C conducting mining


penambangan dengan menggunakan metode activities by using an underground mine
penambangan bawah tanah sudah method is in operation for 16 (sixteen) years,
beroperasi 16 (enam belas) tahun maka so it must divest at least:
wajib melakukan divestasi paling sedikit
sebesar:

a. 20% (dua puluh persen) tahun pertama a. 20% (twenty percent) in the first year
setelah diundangkannya Peraturan upon the promulgation of this
Pemerintah ini; dan Regulation of the Government; and

95
b. 30% (tiga puluh persen) pada tahun b. 30% (thirty percent) in the fifth year
kelima setelah diundangkannya upon the promulgation of this
Peraturan Pemerintah ini, Regulation of the Government,

dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.

4. Kontrak Karya D yang melakukan kegiatan 4. Contract of Work D conducting mining


penambangan dengan menggunakan metode activities by using underground mine and
penambangan bawah tanah dan open-pit mine methods is in operation for 11
penambangan terbuka sudah beroperasi 11 (eleven) years, so it must divest at least:
(sebelas) tahun maka wajib melakukan
divestasi sebesar:

a. 20% (dua puluh persen) pada tahun a. 20% (twenty percent) in the first year
pertama setelah diundangkannya upon the promulgation of this
Peraturan Pemerintah ini; dan Regulation of the Government; and

b. 30% (tiga puluh persen) pada tahun b. 30% (thirty percent) in the fifth year
kelima setelah diundangkannya upon the promulgation of this
Peraturan Pemerintah ini, Regulation of the Government,

dari jumlah seluruh saham. of the aggregate shares.

Pasal 112E Article 112E

Gubernur atau bupati/walikota sesuai dengan The competent governors or regents/mayor


kewenangannya wajib menyerahkan dokumen must refer to the Minister the documentation of
IUP Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, IUP Exploration Mining Permits, Production
Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan Operation Mining Permits, Production
dan penjualan, atau IUP Operasi Produksi Operation Mining Permits specifically for
khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian hauling and sale, or Production Operation
dalam rangka penanaman modal asing yang Mining Permits specifically for processing
telah diterbitkan sebelum berlakunya and/or refining/smelting in the scope of foreign
Peraturan Pemerintah ini kepada Menteri investment that have been issued prior to this
dalam jangka waktu paling lambat 1 (satu) Regulation of the Government coming into
tahun sejak berlakunya Peraturan Pemerintah effect within 1 (one) year of the effective date of
ini untuk diperbarui IUP-nya oleh Menteri this Regulation of the Government for renewal
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- of their Mining Permits by the Minister under
undangan. (PP 77/2014) the laws and regulations. (RG 77/2014)

Pasal 112F Article 112F

1. Pihak yang membangun fasilitas pemurnian 1. Parties that build refining/smelting facilities
di dalam negeri wajib memanfaatkan domestically must utilize metal minerals of
mineral logam dengan kriteria tertentu. certain criteria.

2. Ketentuan lebih lanjut mengenai 2. Ancillary provisions for utilization of metal


pemanfaatan mineral logam dengan minerals of certain criteria as referred to
kriteria tertentu sebagaimana dimaksud point 1 shall be governed by Regulation of
pada angka 1 diatur dengan Peraturan the Minister. (RG 1/2017)
Menteri. (PP 1/2017)

96
BAB XV CHAPTER XV
KETENTUAN PENUTUP CONCLUDING PROVISIONS
Pasal 113 Article 113

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Upon this Regulation of the Government coming
semua peraturan perundang-undangan yang into effect, all regulations ancillary to Regulation
merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan of the Government Number 32 of 1969 concerning
Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 tentang Implementation of Law Number 11 of 1967
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun concerning Basic Provisions of Mining (State
1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Gazette of the Republic of Indonesia Number 60 of
Pertambangan (Lembaran Negara Republik 1969, Supplement to State Gazette of the Republic
Indonesia Tahun 1969 Nomor 60, Tambahan of Indonesia Number 2916), as amended several
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor times, most recently amended by Regulation of the
2916) sebagaiman telah beberapa diubah terakhir Government Number 75 of 2001 (State Gazette of
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun the Republic of Indonesia Number 141 of 2001,
2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Supplement to State Gazette of the Republic of
2001 Nomor 141, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Number 4154) are declared to remain
Republik Indonesia Nomor 4154) dinyatakan valid to the extent not in contravention nor issued
masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan with new ancillary regulations under this
atau belum dikeluarkan peraturan pelaksana yang Regulation of the Government.
baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.

Pasal 114 Article 114

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku: Upon this Regulation of the Government coming
into effect:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 1. Regulation of the Government Number 32 of


tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1969 concerning Implementation of Law
11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Number 11 of 1967 concerning Basic
Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Provisions of Mining (State Gazette of the
Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 60, Republic of Indonesia Number 60 of 1969,
Tambahan Lembaran Negara Republik Supplement to the State Gazette of the
Indonesia Nomor 2916) sebagaiman telah dua Republic of Indonesia Number 2916), as
kali diubah terakhir dengan Peraturan amended two times, most recently amended by
Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001 (Lembaran Regulation of the Government Number 75 of
Negara Republik Indonesia Tahun 2001 2001 (State Gazette of the Republic of
Nomor 141, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Number 141 of 2001, Supplement to
Republik Indonesia Nomor 4154); the State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 4154);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1980 2. Regulation of the Government Number 27 of


tentang Penggolongan Bahan Galian 1980 concerning The Grouping of Excavated
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Materials (State Gazette of the Republic of
1980 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Number 47 of 1980, Supplement to
Republik Indonesia Nomor 3174); the State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 3174),

3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1986 3. Regulation of the Government Number 37 of


tentang Penyerahan Sebagian Urusan 1986 Delegation of Partial Governing Affairs
Pemerintahan Di Bidang Pertambangan in the Field of Mining to Level-1 Regional
Kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Governments (State Gazette of the Republic of

97
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Indonesia Number 53 of 1986, Supplement to
1986 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara the State Gazette of the Republic of Indonesia
Republik Indonesia Nomor 3340), Number 3340),

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. are revoked and declared to no longer be in effect.

Pasal 115 Article 115

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada This Regulation of the Government shall come into
tanggal diundangkan. effect from the date of its promulgation.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan In order that every person may know of it, the
pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan promulgation of this Regulation of the Government
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik is ordered by placement in the State Gazette of the
Indonesia. Republic of Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta Issued in Jakarta


pada tanggal 1 Februari 2010 on February 1, 2010
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF
INDONESIA
Ttd. Sgd.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Diundangkan di Jakarta Promulgated in Jakarta


pada tanggal 1 Februari 2010 on February 1, 2010
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS OF
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, THE REPUBLIC OF INDONESIA,
Ttd. Sgd.
PATRIALIS AKBAR PATRIALIS AKBAR

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 29 NUMBER 29 OF 2010
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SUPPLEMENT TO THE STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC
NOMOR 5111 OF INDONESIA NUMBER 5111

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

98