You are on page 1of 45

Akuntansi Keuangan Menengah

Pertemuan 9

Tangible Fixed Assets


Kieso, Donald E., dan Jerry Weygandt, Warfield, Terry.,

Intermediate Accounting, Vol 1, IFRS Edition, John Wiley and Sons, 2013, Chapter 10 & 11

Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan, 2012. (PSAK 2012)

10-1

Jazid, STIESIA

Materi
Materi Bahasan
Bahasan

Depresiasi Metode Alokasi Biaya Penggunaan Aset Tetap


Perubahan estimasi terkait alokasi biaya aset tetap

Pelepasan Aset tetap Berujud

Pengukuran Selanjutnya Aset Tetap (Cost Method dan Fair


Value Mathod)
Penurunan Nilai
Pemulihan Kembali Nilai Aset Tetap
Pengungkapan dan Analisa

10-2

Batasan PPE (Tangible Fixed Assets)


Perolehan dan Pengukuran Awal Nilai Aset Tetap Berujud
(Akuisisi, Dibangun sendiri, Penukaran dan Hadiah)

Jazid, STIESIA

Batasan
Batasan PPE
PPE (Tangible
(Tangible Fixed
Fixed Assets)
Assets)
PPE (Property, Plant, and Equipment) adalah aset berwujud
yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang dan jasa, untuk sewa kepada orang lain, atau untuk tujuan
administratif; untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Used in operations dan tidak

Misalnya:

untuk dijual kembali.

Land,

Building structures

Long-term masa manfaatnya dan

(offices, factories,

biasanya didepresiasi.

10-3

warehouses), and

Memiliki physical substance.

Jazid, STIESIA

Equipment
(machinery, furniture,
tools).

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
Cara Perolehan Aset Tetap (PPE)

10-4

1.

Acquisition

2.

Self-Constructed Assets

3.

Exchanges of Nonmonetary Assets

4.

Government Grants
Jazid, STIESIA

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
1. Akuisisi PPE

10-5

Pada awal perolehan, nilai aset PP&E yang diakuisisi diukur


sebesar historical costs

Historical cost yaitu jumlah dikorbankan untuk mendapatkan


aset dan membawa aset tersebut sampai lokasi dan kondisi
sesuai tujuan perolehannya (to the location and condition
necessary for its intended use).

Historical cost dari aset PPE yang diakuisis meliputi harga beli
pabrikan, biaya import (pengapalan, asuransi, bea masuk dll),
bongkar muat di pelabuhan, transpor/angkut ke Lokasi, biaya
instalasi & biaya uji coba (trial run).
Jazid, STIESIA

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
Ilustrasi: Information Processing,Inc (IPI) membeli mesin untuk kegiatan
produksinya. Harga pabrikan sebesar $8,000, biaya import meliputi biaya
pengapalan, biaya asuransi, bea masuk dan sebagainya sebesar $4,000, biaya
bongkar dipelabuhan dan biaya angkut ke pabrik sebesar $40, biaya instalasi
mesin dan uji coba sebesar $30. Berapa IPI mencatat mesin baru?

Mesin (new)
Cash/Bank/Payable

12,070
12,070

Atau,
Mesin (new)
Biaya-2 *)
Cash/Bank/Payable

12,000
70
12,070

*) Nilai biaya $70 boleh tidak dikapitalisasi ke aset karena


nilainya dianggap immaterial (dibanding keseluruhan).
10-6

Jazid, STIESIA

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
2. Self-Constructed Assets

Macam Historical Costs meliputi Materials, direct labor, dan


Overhead costs

Selama Construction, kapitalisasi biaya dicatat di akun CIP


(Consrtuction in Progress). Siap digunakan, direklass ke PPE.

PSAK 26 (IAS 23) Bunga Pinjaman, Biaya pinjaman yg dapat


diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau produksi
aset kualifikasian adalah bagian dari biaya perolehan aset tersebut, jika
tidak, biaya pinjaman harus diakui sebagai beban. Aset kualifikasian adalah
aset yang yang membutuhkan suatu periode waktu yang substansial agar siap
untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.

Jadi bunga dana untuk membangun aset tetap selama masa


construction dapat dikapitalisasi ke aset atau dibiayakan.
10-7

Jazid, STIESIA

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
Ilustrasi: Information Processing,Inc (IPI) merakit sendiri Mesin untuk kegiatan
produksinya. Total biaya material, biaya tenaga kerja dan biaya overhead sebesar $10,500.
Dana untuk membiayai diperoleh dari dana pinjaman. Total pinjaman bank yang digunakan
IPI sebesar $15,750, dan biaya bunga pinjaman selama masa perakitan sebesar $2,250.
Berapa IPI mencatat mesin baru?

Mesin Dalam Proses


Cash/Bank/Persediaan/Liabilitas

10,500
10.500

Mencatat biaya material, tenaga kerja dan overhead

Mesin Dalam Proses


Biaya Bunga Pinjaman
Cash/Bank/Liabilitas

1,500
750
2,250

Mencatat kapitalisasi dan biaya pinjaman

Mesin (new)
Mesin DP

12,000
12,000

Saat perakitan selesai, menutup akun CIP dan mereklas ke akun PPE

10-8

Jazid, STIESIA

Kapitalisasi biaya
pinjaman bukan
keharusan.
Bila semua biaya
bunga pinjaman
dibiayakan,
maka nilai mesin
dicatat hanya
sebesar $10,500

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
3. Exchanges of Nonmonetary Assets

Aset dari hasil pertukaran diukur berdasar:

Nilai wajar dari aset yang diserahkan, atau

Nilai wajar dari aset yang diterima,

mana yang lebih bisa diandalkan.

10-9

Keandalan informasi nilai wajar umumnya ditentukan oleh


kompetensi sumbernya. Dalam kualitas keandalan sama, maka
Nilai wajar dari aset yang diserahkan yang dipakai sebagai dasar.

Gain atau losses dari pelepasan atau pertukaran aset hanya


diakui bila pertukaran punya manfaat ekonomi (commercial
substance).

Jazid, STIESIA

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
Ilustrasi: Information Processing,Inc (IPI) menukarkan mesin lamanya dengan mesin baru
milik Jerrod Business Solutions Inc (JBS). Penukaran diyakini bermanfaat ekonomi. Nilai
buku mesin IPI $8,000 (original cost $12,000 minus $4,000 akumulasi depresiasi) dan nilai
wajarnya $6,000. IPI dan JBS sepakat harga mesin dihitung JBS sesuai price list $16,000
dan mesin IPI dihargai sebesar $9,000, sehingga IPI harus setor Kas sebesar $7,000.
Berapa IPI mencatat mesin baru?
d Nil
tu iser ai y
k
a
me hka ang
me nd n
sin apa IPI
ba tka
ru n

Mesin (new)
Accumulated DepreciationMesin (old)
Loss on disposal of Mechinary (old) *)
Mesin (old)
Cash

13,000
4,000
2,000

*) Nilai buku : Nilai wajar = $8.000 - $6.000=$2.000


10-10

Jazid, STIESIA

12,000
7,000

Bila tdk ada


Manfaat ekonomi,
maka mesin baru
dinilai sebesar
nilai buku mesin lama,
dan tidak ada
gain/loss
penukaran

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
4. Government Grants
Grants (Hibah) yaitu subsidi (sebagian atau seluruhnya) yang diterima dari
pemerintah dalam bentuk transfer sumber daya untuk mendapatkan aset.
IFRS mewajibkan adanya pengakuan pendapatan subsidi secara sistimatis
dengan memperhatikan biaya pemanfaatan aset selama masa manfaatnya.
Untuk ini ada dua pilihan untuk mencatat aset diterima yaitu :
Sebesar

nilai wajarnya aset termasuk subsidinya dangan mencatat (kredit)


Pendapatan Hibah Ditangguhkan (PHD) yang akan diamortisasi (dialokasikan)
sebagai Pendapatan Hibah (PH) selama masa manfaat aset.
Beban pemanfaatan aset per tahun di Laporan Laba/Rugi terdiri Beban Depresiasi
aset dan (minus) Pendapatan hibah; atau
Sebesar

nilai wajar netto (dikurangi subsidi). Pendapatan Hibah/subsidi tdk dicatat.

Beban pemanfaatan aset per tahun di Laporan Laba/Rugi hanya terdiri Beban
Depresiasi aset, dan jumlah yang dialokasi lebih kecil
10-11

Jazid, STIESIA

Perolehan
Perolehan &
& Pengukuran
Pengukuran Awal
Awal PP&E
PP&E
Ilustrasi: Per tanggal 2 Januari 2011 AG Corp. menerima $500.000 subsidi dari Negara
untuk membeli satu set Peralatan Laboratorium (PL) seharga $2.000.000. PL memiliki
masa manfaat lima tahun, dan disusutkan atas dasar garis lurus.
Transaksi

Nilai Aset diukur bruto

Nilai Aset diukur netto

(Termasuk subsidi)

(Tidak termasuk subsidi)

2/1/11, Penerimaan subsidi dan


penerimaan Aset PL.
Sebagian sisa harga dilunasi
per cash.

PL..............................2000
Cash/Payable.............1500

PL..............................1500
Cash/Payable.............1500

31/12/11, Alokasi Beban


Depresiasi tahun 2011

Beban Depresiasi.......400
Akum.Depresiasi...........400

Beban Depresiasi.......300
Akum.Depresiasi...........300

31/12/11, Amortisasi PHD, dan


alokasi Pendapatan Hibah

PHD.............................100
PD.................................100

31/12/11, Laporan di Neraca:


Pelaporan aset PL
Pelaporan Liabilitas PHD
31/12/11, Laporan di Lap L/R:
Beban Depresiasi PL
Pendapatan Hibah
Net biaya pemanfaatan PL

10-12

PHD..............................500

Nilai buku PL sebesar 1600


Liab.Lancar PHD sebesar 100
Liab.Jk.Panj PHD sebesar 300

Nilai buku PL sebesar 1200


-

Beban depresiasi sebesar 400


PH sebesar 100
Netto di Laba/Rugi sebesar
300
Jazid, STIESIA

Beban depresiasi sebesar 300


Netto di Laba/Rugi sebesar
300

Depresiasi
10-13

Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Depreciation (depresiasi) adalah proses akuntansi untuk
mengalokasi nilai perolehan tangible assets ke expense
secara sistimatis dan rational selama periode pemanfaatan
aset berujud jangka panjang (long-lived assets).
Biaya alokasi dari aset jangka panjang:
Long-lived assets = Depreciation expense
Intangibles = Amortization expense
Mineral resources = Depletion expense

10-14

Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Beberapa istilah penting

10-15

Original Costs (OC) : Nilai perolehan aset


Useful life (UL) : Masa manfaat aset, mana yang lebih pendek antara umur ekonomis
dengan umur tehnis. Selama UL, biaya depresiasi dialokasikan.
Salvage/Recidual Value (S/RV) : estimasi nilai ekonomis aset pada akhir masa
manfaat (setelah masa penyusutan)
Depreciation Base (DB) : Dasar Depresiasi, atau total nilai yang didepresiasi selama
UL yi sebesar OC-S/RV
Depreciation Expenses (DE) : Biaya/beban depresiasi yang dialokasikan pada
periode tertentu karena pemanfaatan aset tetap.
Accumalate Depreciation (AD) : akumulasi biaya depresiasi (DE) sejak awal sampai
dengan per tanggal tertentu.
Impairment Aset (IA) : penurunan nilai aset
Book Value (BV) : Nilai aset setelah didepresiasi per tanggal tertentu, atau sebesar
OR-AD-IA. BV sering disebut Carrying Amount, atau nilai tercatat
Surplus Revaluasi : kenaikan nilai aset yang dicatat pada metode fair value

Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Methods of Depreciation
Metode alokasi biaya terdiri :
(1)

Activity method (units of use or production).

(2)

Straight-line method.

(3)

Diminishing (accelerated)-charge methods:


a)

Sum-of-the-years-digits.

b)

Declining-balance method.

Metode yang dipandang systematic and rational yang


direkomendasikan untuk digunakan.
10-16

Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Activity Method
Stanley Coal
Mines Facts
Ilustrasi: JIka di tahun pertama, Stanley memakai Crane selama
4,000 jam, maka pembebanan biaya depresiasinya adalah sebesar:

Cost Residual Value


Depresiasi per jam = -------------------------------Total Jam kapasitas
10-17

Jazid, STIESIA

Depresiasi per tahun =


Depresiasi per Jam x real jam
Crane digunakan per tahun

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Straight-Line Method
Stanley Coal
Mines Facts
Ilustrasi: Stanley akan menghitung beban deperesiasi sbb:

Depresiasi per tahun = Prosen tetap x Depreciation Base.


Prosen tetap yi sebesar 100% dibagi useful life 100% : 5 = 20%,
Depresiasi per tahun = 20% x $450.000 (500.000-50.000) = $90.000
10-18

Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Diminishing-Charge Methods
Sum-of-the-Years-Digits.
Stanley Coal
Mines Facts

Depresiasi tahun ke? =


10-19

Sisa umum tahun ke?

Depriciation
x
Base
Jumlah angka tahun (1+2+3+4+5=15)
Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Diminishing-Charge Methods
Declining-Balance Method.
Stanley Coal
Mines Facts

Depresiasi per tahun =


10-20

Prosen tetap (2x tarip SL) dengan x Book Value


penyesuaian di tahun terakhir.
Jazid, STIESIA

Depresiasi
Depresiasi Metode
Metode Alokasi
Alokasi Biaya
Biaya
Depletion
Natural resources dapat dibagi kepada dua katagori yaitu:
1.

Biological assets (timberlands)

2.

Fair value approach (chapter 9)

Mineral resources (oil, gas, and mineral mining).

Complete removal (consumption) of the asset.

Replacement of the asset only by an act of nature.

Depletion alokasi biaya pemanfaatan mineral resources. Metode yang


umum untuk deplesi yaitu metode aktivitas (unit-of-production methods).
Deplesi per tahun dihitung berdasar jumlah unit diekstraksi.
Total cost Residual value
Total estimated units available
Units extracted x Cost per unit
10-21

Jazid, STIESIA

= Depletion cost per unit


= Depletion

Perubahan
Perubahan estimasi
estimasi pada
pada alokasi
alokasi biaya
biaya aset
aset tetap
tetap

Perubahan estimasi terkait alokasi biaya aset tetap bisa


berupa :
Perubahan

estimasi Useful Life, atau

Perubahan

estimasi residual value.

Perubahan estimasi akan diperlakukan


Diperlakukan

prospective, yang berarti updating perhitungan


beban depresiasi cukup dilekukan untuk periode berjalan dan
selanjutnya.
Tidak

perlu retrospectively, yang berarti tidak perlu koreksi


periode lalu yang sudah ditutup dan dilaporkan
Tidak
10-22

perlu pengakuan errors or extraordinary items


Jazid, STIESIA

Perubahan
Perubahan estimasi
estimasi pada
pada alokasi
alokasi biaya
biaya aset
aset tetap
tetap
Arcadia HS, punya aset tetap seharga $510,000 yang diestimasi dapat dipakai 10 tahun
dengan nilai residu $10,000. Depresiasi sudah dicatat selama 7 tahun berdasar metode
garis lurus. Pada tahun 2014 (tahun ke 8), estimasi total umur dirubah menjadi 15 tahun,
atau sisa umur 3 tahun dirubah menjadi 8 tahun, dengan nilai residu $5,000.
Pertanyaan:

Apa perlu koreksi depresiasi thn2 sebelumnya?

Bagaimana perhitungan depresiasi tahun 2014 dst?


Hitung NBV per tanggal perubahan

Equipment cost
$510,000
Salvage value
- $10,000
Depreciable base

10-23

$500,000
Useful life (original)

No Entry
Required

Beban depresiasi barikutnya

Net book value


$160,000
Salvage value (new)
5,000
Depreciable base
Journal entry for 2014 to 2021
Depreciation expense
19,375
$155,000
Useful Accumulated
life remainingdepreciation
19,375
Jazid, STIESIA

Pelepasan
Aset Tetap
10-24

Jazid, STIESIA

Pelepasan
Pelepasan Aset
Aset Tetap
Tetap Berujud
Berujud

10-25

Pelepasan (disposition) Aset Tetap Berujud bisa karena:

sale,

exchange,

involuntary conversion, or

abandonment.

Pelepasan aset tetap berujud harus diikuti proses


akuntansi:

Updating nilai tercatat dengan mengupdate depresiasi


sampai dengan tanggal pelepasan.

Perhitungan gain/loss pelepasan / penukaran

Mengeluarkannya dari kelompok Aset tetap


Jazid, STIESIA

Pelepasan
Pelepasan Aset
Aset Tetap
Tetap Berujud
Berujud
Sale of Plant Assets
Ilustrasi: Ottawa Corp punya mesin yang dibeli per 1 Juli 2007 dengan harga
$ 20.000. Depresiasi dihitung sebesar $ 2.400 per tahun, sehingga akumulasi
depresiasi per 31 Desember 2010 sebesar $ 8.400. Per 1 September 2011,
mesin ini dijual seharga $ 10.500. Ottawa Corp akan mencatat transaksi ?
a) Depreciation for 2011
Depreciation expense ($2,400 x 8/12)
Accumulated depreciation
b) Record the sale
Cash
Accumulated depreciation
Machinery
Gain on sale
10-26

1,600
1,600
10,500
10,000
20,000
500

* $8,400 + $1,600 = $10,000


Jazid, STIESIA

Pengukuran
Selanjutnya,
Penurunan
Nilai
10-27

Jazid, STIESIA

Pengukuran
Pengukuran Selanjutnya
Selanjutnya PP&E
PP&E

Pada periode berikutnya (in subsequent periods), PPE diukur nilainya


berdasar salah satu dari metode :

cost method atau

fair value (revaluation) method.

Kebijakan akuntansi ini harus diterapkan terhadap seluruh Aset PPE

dalam kelompok yang sama.

Pada Cost Method, PPE dicatat sebesar biaya perolehan minus


Akumulasi depresiasi dan minus Akumulasi rugi penurunan nilai
aset .

Pada Fair Value Method, aset PPE dicatat sebesar Jumlah


revaluasian, yaitu Nilai wajar per tanggal revaluasi, minus Akumulasi
depresiasi dan minus Akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi

10-28

setelah revaluasi.

Jazid, STIESIA

Pengukuran
Pengukuran Selanjutnya
Selanjutnya PP&E
PP&E
fair value (revaluation) method.

Fair Value/Nilai Wajar yaitu nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan
atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan
berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arms length transaction)

Hirarki penentuan nilai wajar diperoleh dari :


Kuotasi harga di pasar aktif;
Jika pasar tidak aktif, maka nilai wajar diupayakan dengan teknik
penilaian meliputi:
penggunaan transaksi-transaksi pasar wajar yang terkini antara pihak-pihak
yang mengerti, berkeinginan, jika tersedia;
referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial
sama;
analisis arus kas yang didiskonto (discounted cash flow analysis); dan
model penetapan harga opsi (option pricing model)

10-29

Jazid, STIESIA

Pengukuran
Pengukuran Selanjutnya
Selanjutnya PP&E
PP&E
fair value (revaluation) method.

Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap
yang direvaluasi, yaitu :
Untuk aset tetap yang perubahan nilai wajarnya signifikan dan fluktuatif
perlu direvaluasi secara tahunan.
Untuk aset tetap perubahan nilai wajar tidak signifikan direvaluasi
setiap tiga atau lima tahun sekali.

Menyesuaikan nilai tercatat aset dapat dilakukan dengan memperlakukan


Akumulasi depresiasi (AD) per tanggal revaluasi berdasar metode:
proporsional, akun AD disajikan proporsional (mencerminkan akumulasi
sampai dengan tanggal tercatat), dan nilai tercatat (nilai buku) Aset Tetap
disajikan sebesar Nilai Wajarnya; atau
eliminasi, akun AD dieliminasi (dinolkan), dan saldo akun Aset Tetapnya
disajikan sebesar Nilai Wajarnya.

10-30

Jazid, STIESIA

Pengukuran
Pengukuran Selanjutnya
Selanjutnya PP&E
PP&E
Metode
Metode Proporsional
Proporsional
Peralatan
Peralatan senilai
senilai 2.000.000
2.000.000 diperoleh
diperoleh tanggal
tanggal 11 Januari
Januari 2009,
2009, masa
masa manfaat
manfaat 55
tahun
tahun tanpa
tanpa nilai
nilai sisa.
sisa. tanggal
tanggal 31
31 Desember
Desember 2010
2010 nilai
nilai wajar
wajar aset
aset 3.000.000.
3.000.000.
Posisi saldo akun per 31/12/10 (sebelum penyesuaian)
-Aset Tetap sebesar 2.000.000 (debit)
-Akumulasi Depresiasi sebesar 800.000 (kredit), dua tahun depresiasi @ 400.000
Nilai Tercatat Aset Tetap sebesar 1.200.000 (debit)

31/12/10

Db. Aset Tetap


Cr. Surplus Revaluasi

1.800.000
1.800.000

Db. Aset Tetap


Cr. Akumulasi Depresiasi

1.200.000
1.200.000

mencatat surplus revaluasi 1,8jt (ni.wajar 3,0jt minus ni.buku 1,2jt).

31/12/10

supaya saldo akun AD proporsional sebesar 40% (akumulasi depresiasi


dua thn) thd saldo akun Aset Tetap, maka atas saldo akun Aset Tetap dan saldo
akun AD perlu di grow-up sebesar = (1.800.000/1.200.000)x800.000 = 1.200.000.

Posisi saldo akun per 31/12/10 (sesudah penyesuaian)


-Aset Tetap sebesar 5.000.000 (debit)
-Akumulasi Depresiasi sebesar 2.000.000 (kredit), atau sebesar 40%x5.000.0000
Nilai Tercatat Aset Tetap sebesar 3.000.000 (debit), sesuai Nilai Wajarnya.
10-31

Jazid, STIESIA

Pengukuran
Pengukuran Selanjutnya
Selanjutnya PP&E
PP&E
Metode
Metode Eliminasi
Eliminasi
Peralatan
Peralatan senilai
senilai 2.000.000
2.000.000 diperoleh
diperoleh tanggal
tanggal 11 Januari
Januari 2009,
2009, masa
masa manfaat
manfaat 55
tahun
tahun tanpa
tanpa nilai
nilai sisa.
sisa. tanggal
tanggal 31
31 Desember
Desember 2010
2010 nilai
nilai wajar
wajar aset
aset 3.000.000.
3.000.000.
Posisi saldo akun per 31/12/10 (sebelum penyesuaian)
-Aset Tetap sebesar 2.000.000 (debit)
-Akumulasi Depresiasi sebesar 800.000 (kredit), dua tahun depresiasi @ 400.000
Nilai tercatat Aset Tetap sebesar 1.200.000 (debit)

31/12/10

Db. Aset Tetap


Cr. Surplus Revaluasi

1.800.000
1.800.000

Db. Akumulasi Depresiasi


Cr. Aset Tetap

800.000
800.000

mencatat surplus revaluasi 1,8jt (ni.wajar 3,0jt minus ni.buku 1,2jt).

31/12/10

saldo akun AD dieliminasi (dinolkan) dengan lawan akun Aset Tetap.

Posisi saldo akun per 31/12/10 (sesudah penyesuaian)


-Aset Tetap sebesar 3.000.000 (debit)
-Akumulasi Depresiasi sebesar nol.
Nilai tercatat Aset Tetap sebesar 3.000.000 (debit), sesuai Nilai Wajarnya
10-32

Jazid, STIESIA

Pengukuran
Pengukuran Selanjutnya
Selanjutnya PP&E
PP&E
fair value (revaluation) method.

Jika nilai tercatat aset naik, maka:


Kenaikan bukan pemulihan (periode sebelumnya tidak pernah terjadi
penurunan), maka kenaikan dikreditkan ke akun Surplus Revaluasi,
Kenaikan merupakan pemulihan (setelah periode sebelumnya terjadi
penurunan), maka kenaikan dikreditkan ke akun Laba Komprehensip
Revaluasi sampai dengan akumulasi penurunan yang pernah dicatat,
sisanya dikreditkan ke akun Surplus Revaluasi.

Jika nilai tercatat aset turun, maka:


Ada saldo Surplus Revaluasi, maka penurunan akan dicover/didebitkan
ke akun Surplus Revaluasi sampai dengan jumlah saldonya, sisanya
didebitkan ke Rugi Komprehensif Revaluasi,
Kenaikan merupakan pemulihan (kenaikan setelah periode sebelumnya
terjadi penurunan), maka kenaikan dikreditkan ke akun Laba
Komprehensip Revaluasi,

10-33

Jazid, STIESIA

Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai (Impairments)
(Impairments)
Pengakuan Impairments
Aset berujud jangka panjang dikatakan nilainya turun (impaired) bila tidak
dapat mengcover nilai tercatatnya pada saat digunakan atau saat dijual.
Test pengujian kemungkinan terjadinya penurunan nilai (Impairment test)
dilakukan on an annual basis, atau secara tahunan, yaitu dengan:
Fair Value (Nilai wajar)
ditentukan pasar. Value
in Use (Nilai Guna)
ditentukan hasil pemanfaatannya (bisnisnya).
Misal, Tanah&bangunan
digunakan untuk Cafe,
maka Fair Value T&B
ditentukan lokasi, mutu
bangunan dsb. Sedang
Value in Use T&B
ditentukan hasil kas dari
bisnis Cafe-nya.
10-34

Jazid, STIESIA

Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai (Impairments)
(Impairments)
$200,000

$205,000

No Impairment

Ilustrasi 1: Aset Equipment


Cruz&Co mempunyai nilai
tercatat sebesar $200,000,
nilai wajar dikurangi biaya
menjual sebesar $180,000,
dan nilai guna sebesar
$205,000, maka:
$180,000

$205,000

Seandainya:
$200,000

$195,000

Impairment
$5.000

Cruz&Co akan mencatat penurunan nilai:


Loss on Impairment

$180,000
10-35

$195,000

5,000
Accumulated Depreciation-Equipment
5,000

Jazid, STIESIA

Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai (Impairments)
(Impairments)
Ilustrasi 2, Per 31 Desember 2013, Hanoi punya peralatan nilai tercatat $14,000,000 (depresiasi
tahun 2013 sudah dihitung. Metode depresiasi garis lurus, sisa masa manfaat 2 tahun dengan nilai
sisa $2.000.000. Nilai yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) sebesar $11,000,000.
$14,000,000

$11,000,000

Loss on Impairment

$3,000,000 Impairment Loss

3,000,000

Accumulated DepreciationEquipment

3,000,000

Per 31 Desember 2013, nilai tercatat terkoreksi menjadi $11.000.000 ($14,000,000-$3,000,000).


PT.Hanoi merubah estimasi nilai sisa menjadi nol. Jurnal untuk mencatat depresiasi 2014 & 2015.

Depreciation Expense

5,500,000

Accumulated DepreciationEquipment
Adanya rugi penurunan di masa lalu, tidak mempengaruhi perlakuan retrospektip
Jadi, depresiasi per tahun = $11,000,000 / 2 tahun = $5,500,000
10-36

Jazid, STIESIA

5,500,000

Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai (Impairments)
(Impairments)
Ilustrasi 3, Verma punya data aset mesinnya per akhir 2013, yaitu nilai tercatat $200.000, estimasi
masa manfaat 5 tahun dan nilai sisa $10.000 di akhir masa. Tidak tersedia cukup informasi untuk nilai
wajar, karenanya Verma menentukan recoverable amount mesin berdasar value in use, yang dihitung
berdasar perkiraan arus kas masa depan $ 40.000 per tahun selama lima tahun, dengan tingkat
diskonto 8 persen. Diakhir masa, Verma mengestimasi akan menerima nilai sisa $ 10.000.
PV hasil kas

$40,000

$40,000

$40,000

$40,000

$10,000

PV nilai sisa

$200,000

$40,000

$166,514

$33,486 Impairment Loss

Pencatatan impairment loss


Loss on Impairment
33,486
Accumulated DepreciationMachine
33,486
10-37

Unknown

$166,514

Jazid, STIESIA

Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai (Impairments)
(Impairments)
Cash-Generating Units
Impairment atas Unit kesatuan kas atau sekelompok aset yang tidak bisa dipisahkan
secara individual, maka prosedur akuntansi yang ditempuh sama dengan aset
individual. Bila Loss, maka distribusi loss ke kelompok aset dilakukan dengan urutan :
-Dibebankan ke aset Goodwill (if any); dan
-Sisanya didistribusi proporsional ke aset tetap

berujud & tidak berujud lainnya.

Ilustrasi 4, Cafe melakukan test impairment atas unit kesatuan kasnya. Per akhir 2013, yaitu total
nilai tercatat $28,000, terdiri Cash & Receivables $3,000, Inventories $5,000, Goodwil $2,000
Tangible fixed Assets $18,000 (T&B $12,000 dan Cars $6,000). Recoverable amount $22,000.
$28,000

$23,000

$5,00 Impairment Loss

Impairment Loss $.5,000 akan dialokasi :


sebesar $2,000 untuk menurunkan nilai Goodwill (menjadi nol); dan sisanya
sebesar $3,000 untuk menurunkan nilai Tangible Fixed Assets dengan didistibusikan menurunkan
nilai T&B $2,000 (12,000/18,000 x 3,000) dan ke Cars $1,000 (6,000/18,000 x $3,000).
10-38

Jazid, STIESIA

Pemulihan
Pemulihan Nilai
Nilai (Reversal
(Reversal of
of Impairments
Impairments Loss)
Loss)
Ilustrasi: Tan Company membeli Peralatan per 1Januari 2010, seharga
$300,000, masa manfaat diestimasi 3 tahun tanpa nilai sisa.
Per 31 Desember 2010, pada posisi nilai tercatat Peralatan sebesar
$200,000, Tan mencatat impairment loss $20,000.
Loss on Impairment
20,000
Accumulated DepreciationEquipment

20,000

Nilai tercatat Peralatan per 31 Desember 2010 terkoreksi menjadi $180,000,


dan Beban Depresiasi per tahun menjadi $90,000
Per akhir tahun 2011, pada posisi nilai tercatat Peralatan sebesar $90,000
Tan menetapkan recoverable amount mesin sebesar $96,000. Tan akan
memulihkan kembali impairment loss.
Accumulated DepreciationEquipment
Recovery of Impairment Loss

6,000
6,000

Pemulihan nilai diperlakukan sebagai pendapatan di laporan laba/rugi, yaitu


sepanjang akumulasi impairment loss yang pernah dilakukan atas aset itu.
10-39

Jazid, STIESIA

Pengungkapan
Pengungkapan dan
dan Analisa
Analisa
Pengungkapan Property, Plant, Equipment,
dan Mineral Resources
Depresiasi, semua hal terkait depresiasi (masa, metode, nilai
sisa dll), termasuk penggunaan Akumulasi Depresiasi.
Deplesi, semua hal terkait depresiasi (masa, metode, nilai sisa
dll), termasuk penggunaan Akumulasi Depletion, atau akun
lain yang digunakan.

Disclosures

10-40

Basis of valuation (usually cost)


Janji (Pledges), gadai (liens), dan komitment
lainnya terkait aset ini
Jazid, STIESIA

Pengungkapan
Pengungkapan dan
dan Analisa
Analisa
Analisa Property, Plant, and Equipment
Asset Turnover Ratio
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk
menghasilkan
penjualan dari
investasi yang
dilakukan kedalam
aset.

10-41

Jazid, STIESIA

LO 8

Pengungkapan
Pengungkapan dan
dan Analisa
Analisa
Analysis of Property, Plant, and Equipment
Profit Margin on Sales
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk
menghasilkan
pendapatan kotor dari
tiap penjualan.

10-42

Jazid, STIESIA

LO 8

Pengungkapan
Pengungkapan dan
dan Analisa
Analisa
Analysis of Property, Plant, and Equipment
Rate of Return on Assets
Mengukur tingkat
pengembalian
(return) yang bisa
dihasilkan dari
investasi

10-43

Jazid, STIESIA

LO 8

Pengungkapan
Pengungkapan dan
dan Analisa
Analisa
Tingkat ROA dapat dihitung juga dengan mempertemukan profit
margin on sales dan asset turnover sebagai berikut:
Rate of Return
on Assets

Net Income

Profit Margin on
Sales
Net Income

Average Total Assets

Average Total Assets

644

(9,533 8,325) / 2

10,799
x

10-44

Net Sales

Net Sales

644

(9,533 8,325) / 2

10,799
=

Asset Turnover

7.2%

5.96%
Jazid, STIESIA

1.21

qa
10-45

Jazid, STIESIA