You are on page 1of 15

Pembahasan

Akuntansi Keuangan Menengah 2011 Sekre


1. Berikut ini adalah kriteria pengakuan suatu aset dikelompokkan sebagai
Property, Plant, and Equipment adalah kecuali:
a. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang dan jasa.
b. Dimiliki untuk dijual kembali kepada pihak lain agar mendapatkan
keuntungan.
c. Dimiliki atau direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif.
d. Diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode akuntansi.
Kriteria pengakuan PPE
Dimiliki untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang
dan jasa, direntalkan kepada pihak lain dengan ketentuan sewa pembiayaan,
juga digunakan untuk tujuan administratif.
Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode akuntansi.

Pilihan (B) merupakan kriteria non-current asset held for sale. Penyajian
aset ini terpisah tetap dan diklasifikasikan ke dalam aset lancar.
2. Sebuah entitas pengembang pemukiman membeli tanah di daerah tertentu yang
akan digunakan untuk membangun perumahan di daerah tersebut, pencatatan
atas transaksi pembelian tanah sebagai:
a. Aset tetap
b. Aset yang akan dijual

c. Inventory
d. Aset investasi

e. Tanah tersebut memenuhi kriteria pengakuan aset tetap, dimiliki untuk


digunakan dalam kegiatan produksi (real estate).
3. PSAK yang mengatur mengenai aset tetap adalah PSAK nomor:
a. 16
c. 45
b. 20
d. 1
f.

PSAK 16: Aset Tetap

4. Menurut PSAK yang mengatur aset tetap, pengakuan awal aset tetap
menggunakan metode .
a. Biaya perolehan (historical cost)
c. Pilihan (A) dan (B) benar
b. Revaluasi
d. Pilihan (A) dan (B) salah
g. Berdasarkan PSAK 13, suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi
untuk diakui sebagia suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada
awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan (historical cost).
h. Biaya perolehan meliputi:
Harga beli
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk menempatkan aset
tersebut ke lokasi dan kondisi sekarang
Estimasi awal biaya pembongkaran dan restorasi

5. Berikut ini kriteria biaya perolehan awal boleh diakui dalam pengakuan aset
tetap, kecuali .
a. Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas.
b. Dapat diukur secara andal.
c. (A) dan (B) benar
d. (A) dan (B) salah
i. PSAK 16 menyatakan bahwa biaya perolehan awal boleh diakui dalam
pengakuan aset tetap jika:

Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan


dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
Dapat diukur secara andal.

j.

Pengeluaran perbaikkan dibagi menjadi:

6. Starbucks membeli mesin pembuat kopi pada awal tahun 2010 senilai Rp
500.000,00. Pada November 2010 mesin itu diperbaikki dengan biaya Rp
25.000,00. Nilai Mesin Pembuat Kopi dan Beban Lain-lain pada 31 Desember
2010 adalah
a. Mesin Pembuat Kopi Rp 525.000,00; Beban Lain-lain Rp 25.000,00
b. Mesin Pembuat Kopi Rp 500.000,00; Beban Lain-lain Rp 25.000,00
c. Mesin Pembuat Kopi Rp 525.000,00; Beban Lain-lain Rp 0,00
d. Mesin Pembuat Kopi Rp 475.000,00; Beban Lain-lain Rp 25.000,00

k. Ordinary (berulang, dalam jumlah kecil, termasuk expense)

Memelihara kondisi operasi normal


Tidak menambah material untuk meningkatkan nilai guna (utility value)
Tidak menambah usia manfaat

l. Extraordinary (penambahan nilai aset atau penurunan akumulasi


depresiasi)

Meningkatkan nilai guna


Menambah usia manfaat

m. Pengeluaran perbaikkan yang tidak menambah future economic benefits


dicatat sebagai beban. Hal ini dikarenakan pengeluaran ini dianggap
pengeluaran pendapatan (revenue expenditure, tidak menambah manfaat
ekonomis mesin) juga tidak menambah atau mengurangi nilai mesin tersebut.
7. Biaya-biaya berikut ini dapat menambah nilai aset tetap, kecuali
a. Komisi konsultan perencana
c. Hasil penjualan bongkaran
b. Biaya instalasi
gedung
d. Biaya pengiriman

n. Hasil penjualan bongkaran gedung (salvage value) mengurangi nilai


aset
o. Komisi konsultan perencana, biaya instalasi, dan biaya pengiriman termasuk
biaya yang diatribusikan langsung ke dalam penambahan nilai aset.

8. Suatu entitas membeli dan di atasnya terdapat bangunan lama. Lalu bangunan
lama itu dibongkar dan dihancurkan untuk kemudian dibangun lagi bangunan
yang baru di atas tanah itu. Biaya pembongkaran bangunan lama tersebut
dicatat sebagi
a. Bangunan
d. Mengurangi nilai Bangunan
b. Tanah
Baru
c. Tanah dan Bangunan
p. Biaya pembongkaran dan penghancuran bangunan lama dicatat sebagia
penambah nilai tanah.
9. Berikut ini adalah faktor-faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam
menentukan besaran depresiasi atas aset tetap perusahaan, kecuali:
a. Pattern of life
c. Asset cost
b. Pattern of use
d. Salvage value
q. Faktor yang berpengaruh terhadap depresiasi aset:
Asset cost
Useful life
Residual value atau salvage
Pattern of use
value
10.Mana pernyataan berikut ini yang tidak tepat berkaitan dengan impairment:
a. Impairment Loss diukur melalui perbedaan antara nilai buku aset dengan fair
value aset.
b. Suatu perusahaan harus mengakui terjadinya impairment loss pada saat
undiscounted sum of expected future cash flow from the asset lebih kecil dari
recorded book value of the asset.
c. Fair value dapat diestimasikan sebagia discounted sum of expected future
cash flows.
d. Impairment Loss dicatat dengan mendebit Impairment Loss dan mengkredit
akun Ekuitas.
a. Impairment Loss dicatat dengan mendebit Impairment Loss dan
mengkredit akun Accumulated Depreciation of Asset.
11.Gain atau Loss tidak diakui pada transaksi pertukaran aset berikut ini, kecuali
a. Aset yang ditukar sejenis.
b. Pihak yang bertransaksi adalah pihak yang berada dalam lini bisnis yang
sama.
c. Jika ada kas dalam transaksi pertukaran tersebut yang besarnya lebih dari
25% dari fair value aset yang ditukar.
d. Gain telah terindikasi dalam transaksi.
b. Ketentuan pertukaran:
1) Jika Loss, seluruh Loss diakui baik dengan atau tanpa adanya substansi
komersial.
2) Jika Gain:
a) Ada substansi komersial maka seluruh Gain diakui.
b) Jika tidak ada substansi komersial:
i.
Tidak ada cash dalam transaksi maka Gain tidak diakui

ii.

Ada cash:
a) Pihak yang memberi tidak mengakui Gain
b) Pihak yang menerima:
1) Cash < 25% nilai transaksi maka ada bagian Gain diakui.
2) Cash > 25% nilai transaksi maka seluruh Gain diakui.
12.Berikut ini adalah argumentasi yang dapat diterima tentang penggunaan metode
depresiasi straight-line, kecuali
a. Metode yang paling banyak
c. Metode yang paling mudah
digunakan.
dipahami oleh pengguna
b. Metode yang sesuai dengan
laporan keuangan.
pola penggunaan aset.
d. Metode yang paling mudah
diaplikasikan.
c. Pilihan (B) merupakan karakteristik metode depresiasi berdasarkan
aktivitas, seperti metode jam kerja dan metode unit produksi.
13.Mana pernyataan di bawah ini yang paling benar terkait dengan pendepresiasian
grup aset.
a. Periodic depreciation expense dihitung terhadap seluruh kelompok aset jika
kelompok aset tersebut berupa one single asset.
b. Weighted-average life of group tidak digunakan untuk menentukan berapa
nilai aggregate asset cost yang harus didepresiasi tiap tahun.
c. Gains atau losses yang diakui saat retirement of individual asset.
d. Akumulasi depresiasi dikurangi senilai perbedaan antara nilai buku aset dan
cash retirement proceeds.
d. Data berikut untuk menjawab soal (14) dan (15).
e. Pada 11 Januari 2011 Urbantrans menukar mobil van bekasnya dengan model
terbaru pada sebuah dealer langganan. Nilai buku mobil van lama pada
tanggal tersebut sebesar Rp 40.500.000,-. Harga mobil van baru berdasarkan
daftar harga yang dikeluarkan ATPM adalah Rp 202.500.000,-. Harga pasar
mobil van sesungguhnya adalah Rp 189.000.000,-. Urbantrans mengeluarkan
uang sebesar Rp 171.450.000,- untuk mendapatkan mobil van model terbaru
pada transaksi pertukaran tersebut.
14.Berapakah besar gain atau loss yang diperoleh Urbantrans pada transaksi di
atas?
a. Gain, Rp 9.450.000,c. Gain, Rp 22.950.000,b. Loss, Rp 9.450.000,d. Loss, Rp 22.950.000,-

Fair value
aset yang diterima
a. Gaine.
sebesar
Rp 4.050.000,Cash yang
dibayarkan
b. Lossg.
sebesar
Rp 4.050.000,i. Dikurangi Book value aset yang
diberikan
k. Loss

Rp 189.000.000
c. Gainf. sebesar
Rp 17.550.000,h. sebesar
(Rp 171.450.000)
d. Loss
Rp 17.550.000,j. (Rp 40.500.000)
l.

(Rp22.950.000,00
)
15.Jika pada transaksi di atas Urbantrans mengeluarkan tambahan uang hanya
sebesar Rp 144.450.000,- berapakah besar gain atau loss yang diterima
Urbantrans?

e. Fair value aset yang diterima


f. Rp 189.000.000
g. Cash yang dibayarkan
h. (Rp 144.450.000)
i. Dikurangi Book value aset yang
j. (Rp 40.500.000)
diberikan
k. Gain
l. Rp4.050.000,00
m. Gunakan data berikut untuk menjawab soal (16) dan (17).
n. PT Amkul memiliki sebuah ruko di kawasan Victorian Bintaro yang dibeli pada
4 Januari 2007 sebesar Rp 1.125.000.000,-. Saat dibeli, ruko tersebut
diperkirakan memiliki masa manfaat 25 tahun, tanpa nilai sisa. Pada 3 Januari
2011, manajemen PT Amkul menghendaki agar pencatatan ruko tersebut
disesuaikan dengan ketentuan IFRS 36 yang memungkinkan pengakuan
terhadap impairment. Harga pasar wajar ruko per 3 Januari 2011 sebesar Rp
586.250.000,- dan perkiraan masa manfaatnya 15 tahun lagi.
16.Berapakah nilai Loss on Impairment yang harus diakui PT Amkul?
a. Rp 528.750.000,b. Rp 348.750.000,c. Rp 341.250.000,d. Tidak ada Loss on Impairment
yang diakui.

e. Depreciation
Expense per tahun
(sebelum
impairment)
h. Accumulated
Depreciation per 3
Januari 2011
k. Book value per 3
Januari 2011

f.

Rp1.125 .000 .000 25

g. Rp45.0
00.000,
00

Rp 45.000.000 4

j.

Rp180.
000.000
,00
l.
m. Rp945.
000.000
Rp1.125 .000 .000Rp 180.000.000
,00
n. Fair value per 3
o.
p. Rp596.
Januari 2011
250.000
,00
q. Loss on
r.
s. Rp348.
Impairment
750.000
,00
17.Berapakah besarnya Depreciation Expense Ruko pada 2011?
a. Rp 45.000.000,c. Rp 42.589.286,b. Rp 46.875.000,d. Rp 39.750.000
i.

e. Depreciation Expense Ruko 2011


f.

Rp596.250 .000 15

g. = Rp39.750.000,00

18.Jika harga pasar wajar Ruko per 3 Januari 2011 sebesar Rp 1.237.500.000,kondisi ini akan dicatat pada pembukuan perusahaan sebagai
a. Gain on Reverse Impairment sebesar Rp 292.500,b. Loss on Impairment sebesar Rp 292.500.000,c. Revaluation Equity Reserve sebesar Rp 292.500.000,d. Tidak ada pencatatan yang harus dilakukan.
19.Berikut ini merupakan beberapa hal yang berkaitan dengan properti investasi
menurut IAS 40, kecuali
a. Wujud berupa tanah atau bangunan.
b. Tujuannya adalah untuk menghasilkan rental atau kenaikkan nilai.
c. Dijual dalam kegiatan sehari-hari.
d. Tidak digunakan dalam proses produksi atau administrasi.
h. Menurut SAK 13, Properti Investasi adalah properti (berupa tanah atau
bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai
oleh pemilik atau leesse (penyewa) melalui sewa pembiayaan untuk
menghasilkan rental atau untuk kenaikkan nilai atau kedua-duanya, dan tidak
untuk

digunakan dalma produksi atau penyediaan barang atau jasa atau


untuk tujuan administratif, atau
dijual dalam kegiatan sehari-hari.

20.Sesuai ketentuan PSAK 13, Properti Investasi diakui sebagai aset jika dan hanya
jika memenuhi persyaratan di bawah ini:
a. Diharapkan memberikan manfaat ekonomis di masa depan bagi entitas.
b. Pendapatan dimasa depan dapat diukur secara tepat dan akurat.

c. Biaya perolehannya dapat diukur secara andal.


d. Pilihan (A) dan (C) benar.
i.

Kriteria pengakuan aset:


Besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset
tersebut akan mengalir ke entitas.
Biaya perolehan dapat diukur secara andal.
21.Berikut ini merupakan contoh dari suatu properti investasi, adalah
a. Tanah yang dikuasai dan diniatkan akan dijual dalam kegiatan sehari-hari.
b. Bangunan yang belum terpakai tetapi tersedia untuk disewakan kepada pihak
lain.
c. Bangunan yang sedang digunakan sendiri namun dimasa depan akan
disewakan ke pihak ketiga.
d. Properti dalam proses pembangunan atau pengembangan atas nama pihak
ketiga.
22.Dari beberapa aset berikut ini, manakah yang bukan merupakan proses
investasi?
a. Tanah yang dikuasai dalam jangka panjang untuk kenaikkan nilai dan bukan
untuk dijual pada jangka pendek dalam kegiatan usaha sehari-hari.
b. Tanah yang dikuasai saat ini yang penggunaannya di masa depan belum
ditentukan.
c. Bangunan yang belum terpakai tetapi tersedia untuk disewakan kepada pihak
lain melalui satu atau lebih sewa operasi.
d. Bangunan yang digunakan oleh pihak lain melalui suatu sewa pembelanjaan.
j.

Aset berikut tidak pernah dimasukkan dalam kelompok properti investasi:


Properti yang dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas.
Properti yang dibangun atau dikembangkan sebagian oleh pihak ketiga.
Properti yang digunakan dalam operasi normal entitas (owner-occupied
property).
Properti yang sedang dibangun atau dibangun untuk dimanfaatkan sebagai
properti investasi dimasa yang akan datang.

Properti yang disewakan kepada pihak lain dengan persyaratan sewa


pembiayaan.

23.Tanah dan atau bangunan yang dikuasai melalui sewa pembiayaan, dapat
diklasifikasikan sebagai Properti Investasi apabila memiliki tujuan untuk
a. dijual kembali sebagai bagian dari kegiatan usaha utama.
b. digunakan sendiri dalam penyediaan barang dan jasa.
c. diserahkan penggunaannya kepada pihak lain melalui sewa operating.
d. diserahkan penggunaannya kepada pihak lain melalui sewa pembiayaan.
24.Suatu properti investasi dimiliki dengan jalan membeli dari pihak ketiga, pada
awal pengakuannya diukur sebagai
a. Nilai wajar dikurangi penjualan
d. Biaya perawatan selama aset
b. Nilai buku dikurangi depresiasi
dikuasai
c. Biaya perolehan atas aset yang
dibeli

e. Biaya-biaya yang dikapitalisasi sebagai properti investasi dengan pembelian


dari pihak luar mencakup harga beli ditambah biaya-biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung dalam perolehan properti investasi.
25.Berikut ini yang tidak termasuk sebagai biaya perolehan suatu Properti Investasi
adalah
a. Harga pembelian tanah dan bangunan
b. Kerugian operasional yang terjadi sebelum PI mencapai tingkat operasional
yang direncanakan
c. Biaya konstruksi atas PI yang dibangun sendiri
d. Biaya hukum untuk menyiapkan agar properti dapat disewakan ke pihak
ketiga
f. Kerugian operasional merupakan pengeluaran pendapatan (revenue
expenditure), jadi dicatat sebagai beban, tidak dikapitalisasi.
26.Pendapatan/beban dari suatu properti investasi berikut ini, mana yang tidak
diakui dalam laba/rugi?
a. Penghasilan rental dari properti investasi
b. Beban operasi langsung yang timbul dari properti investasi yang tidak
menghasilkan pendapatan rental selama periode tersebut
c. Beban operasi tidak langsung yang timbul dari properti investasi yang tidak
menghasilkan pendapatan rental selama periode tersebut
d. Beban operasi langsung yang timbul dari properti investasi yang
menghasilkan pendapatan rental selama periode tersebut
27.Manakah dari hal-hal di bawah ini yang bukan merupakan alasan dilakukannya
derecognized property investment?
a. Pelepasan properti
b. Properti sudah tidak memiliki manfaat ekonomis lagi
c. Properti tidak digunakan lagi secara permanen
d. Properti dikuasai oleh pihak ketiga dengan operating lease
g.

Properti Investasi dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat:


Pelepasan;
Ketika PI tersebut tidak lagi digunakan secara permanen; atau
Tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang dapat diharapkan pada
saat pelepasan.
28.Bila terdapat bukti permulaan bahwa terjadi perubahan niatan manajemen untuk
merubah penggunaan investment property untuk operasi normal perusahaan
maka akan terjadi transfer
a. Investment Property menjadi Fixed Asset
b. Investment Property menjadi Inventory
c. Investment Property menjadi Held for Sale
d. Tidak ada jawaban yang benar
29.Kompensasi dari pihak ketiga yang diberikan sehubungan dengan adanya
penurunan nilai atau kehilangan suatu properti investasi diperlakukan sebagai
berikut
a. Diakui sebagai pendapatan ketika kompensasi tersebut menjadi piutang
b. Diakui sebagai biaya ketika ada komitmen pembayaran kompensasi oleh
pihak ketiga

c. Tidak diakui, karena merupakan peristiwa ekonomi yang tidak perlu dicatat
d. Tidak diakui, karena kompensasi tersebut sebagai pengganti aktiva yang
rusak/hilang
30.Laba rugi yang timbul dari penghentian dan pelepasan suatu properti investasi
ditentukan dari
a. Selisih harga pasar dan historical cost
b. Selisih hasil neto dari pelepasan dan jumlah aset tercatat
c. Selisih harga penjualan dan historical cost
d. Jumlah beban atas penghentian dan pelepasan Properti Investasi tersebut
ditambah biaya tambahan
31.Properti investasi yang sedang dikembangkan kembali dan diniatkan untuk
disewakan kepada pihak ketiga di kemudian hari, diklasifikasikan sebagai
a. Inventory
c. Investment Property
b. Property, Plant, and Equipment
d. Non-current Assets Held for Sale

32.Manakah dari pernyataan berikut ini yang merupakan contoh transfer dari PPE
menjadi PI?
a. Dimulainya penggunaan properti oleh pemilik untuk kegiatan administrasi
b. Dimulainya pengembangan properti untuk dijual dalam kegiatan sehari-hari
c. Berakhirnya pemakaian suatu bangunan oleh pemilik untuk disewakan ke
pihak ketiga
d. Berakhirnya pembangunan atau pengembangan bangunan kantor
33.Entitas yang menggunakan metode nilai wajar (FV Method) atas properti
investasi (PI) yang dimiliki, harus mengungkapkan (disclose) rekonsiliasi antara
jumlah PI yang tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan hal-hal
berikut, kecuali
a. Penambahan yang dihasilkan dari akuisisi melalui penggabungan usaha
b. Laba atau rugi neto dari penyesuaian terhadap nilai wajar
c. Jumlah akumulasi penyusutan dari PI
d. Transfer dari dan ke persediaan dan properti yang digunakan sendiri
34.Sebuah aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual jika
a. Aset tersebut memang menjadi barang dagang dari entitas
b. Aset tersebut direncanakan untuk dijual dalam jangka pendek
c. Aset tersebut dibeli untuk dijual kembali
d. Aset tersebut direncanakan akan dijual dalam jangka waktu 5 tahun
35.Kondisi entitas yang menunjukkan bahwa aset tersebut hendak dijual:
Adanya komitmen manajemen terhadap rencana penjualan aset
Telah memulai program aktif untuk mencari pembeli dan menyelesaikan
rencana tersebut
Aset tersebut dipasarkan secara aktif dengan harga yang pantas sesuai nilai
wajarnya
Persetujuan dari pemegang saham (jika disyaratkan dalam jurisdiksi)
dipertimbangkan sebagai bagian dari penilaian apakah penjualan tersebut
dikategorikan sebagai sangat mungkin terjadi
36.Penyajian aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual di neraca sebagai
a. Aset tidak lancar yang menyatu dengan PPE
b. Aset tidak lancar yang disajikan secara terpisah dengan PPE
c. Persediaan
d. Aset lancar yang terpisah dengan aset lancar lainnya
37.Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual akan ditempatkan di laporan posisi
keuangan sebagai akun yang terpisah dari aset lainnya dan diklasifikasikan
sebagai aset lancar.
38. Syarat-syarat yang harus dipenuhi bahwa aset tidak lancar dimiliki untuk dijual
adalah berikut ini kecuali
a. Aset tersebut telah dikosongkan dan tidak digunakan dalam aktivitas entitas
b. Manajemen telah memulai program aktif untuk mencari pembeli
c. Harga yang ditawarkan lebih tinggi dari nilai wajarnya
d. Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam rangka melepaskan aset
tersebut
39.Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual akan disajikan berdasarkan
a. Nilai wajar
b. Nilai tercatat (harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi)

c. Harga pasar dikurangi dengan biaya untuk menjual


d. Mana yang lebih rendah antara (B) dan (C)
40.Setelah pengklasifikasian aset tidak lancar sebagai dimiliki untuk dijual, maka
a. Tetap dilakukan depresiasi atas aset tersebut
b. Tetap dilakukan review jika terjadi penurunan nilai
c. Dilakukan penyesuaian ke nilai pasar
d. Tidak akan didepresiasikan lagi selama dalam klasifikasi dimiliki untuk dijual
41.Menurut SAK 58 par 30, entitas tidak boleh mendepresiasikan (atau
mengamortisasi) aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual selama menjadi bagian dari kelompok lepasan yang diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual.
42.Pada akhir tahun jika terjadi penurunan nilai dari tercatat ke nilai wajar dikurangi
biaya menjual, maka
a. Penurunan tersebut diabaikan
b. Penurunan tersebut diakui sebagai kerugian penurunan nilai
c. Penurunan tersebut ditunda pengakuannya sampai aset tersebut terjual
d. Penurunan tersebut hanya akan diakui untuk ditandingkan dengan kenaikkan
harga pasarnya
43.Jika terjadi penurunan nilai dari nilai tercatat, maka penurunan nilai tersebut
akan diakui sebagai laba/rugi dalam laporan laba komprehensif dan diakui
sebagai akumulasi rugi penurunan nilai.
44.Jurnal penyesuaian penurunan nilai
45.

Loss on Impairment
46.XXX
47.
48. Accumulated Loss on
49.
50.XXX
Impairment
51.Rugi penurunan nilai dihitung dari selisih antara nilai tercatat dengan nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual.
52.Jika aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dibatalkan rencana penjualannya
maka
a. Aset tidak akan dinilai kembali sebesar harga perolehan sebelum reklasifikasi
dan diakui penyusutan selama periode menjadi dimiliki untuk dijual
b. Aset akan disesuaikan ke nilai wajar pada saat terjadi rencana pembatalan
c. Aset akan dinilai sebesar harga wajar dikurangi biaya menjual
d. Aset akan dinilai kembali sebesar harga perolehan
53.Jika entitas membatalkan rencana penjualan aset tidak lancar yang telah
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, aset diukur mana yang lebih rendah
antara:

Nilai tercatat aset sebelum aset diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan depresiasi, amortisasi, atau penilaian kembali yang telah
diakui jika aset tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
dan
Jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak dijual

54.Selisih antara nilai tercatat di atas dengan jumlah terpulihkan pada tanggal
keputusan untuk tidak menjual akan disajikan sebagai laba/rugi dari operasi
yang dilanjutkan pada laporan laba/rugi komprehensif.
55.Jika entitas memiliki compact disc yang berisi piranti lunak maka akan
diklasifikasikan sebagai
a. Aset tetap
b. Aset tidak berwujud
c. Bisa keduanya, tergantung elemen mana yang lebih signifikan
d. Bukan aset tetap maupun tidak berwujud
56.Beberapa aset tidak berwujud dapat berupa bentuk fisik, seperti compact
disc (yang memuat piranti lunak komputer), dokumentasi legal (yang memuat
lisensi atau paten), atau film. Dalam menentukan apakah suatu aset yang
memiliki elemen berwujud dan tidak berwujud diperlukan sebagai aset tetap
berwujud atau sebagai aset tetap tidak berwujud, entitas menggunakan
pertimbangan untuk menilai elemen mana yang lebih signifikan.
57.Aset adalah sumber daya yang
a. Dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan manfaat
ekonomi masa depan dari aset tersebut diharapkan diperoleh oleh entitas
b. Dikendalikan oleh perusahaan karena berada dalam lokasi perusahaan dan
bernilai ekonomis
c. Mempunyai nilai guna, ada bukti kepemilikkannya, dan dapat didepresiasikan
sesuai dengan penggunaannya untuk mendapatkan pendapatan
d. Memenuhi kebutuhan perusahaan
58.Aset moneter adalah
a. Kas yang dimiliki dan aset yang akan diterima dalam bentuk kas yang
jumlahnya pasti atau sudah dapat ditentukan
b. Aset yang berupa surat berharga dengan kuotasi harga pasar aktif
c. Aset berupa saham dan surat obligasi
d. Piutang dagang, surat patent, dan surat hak intelektual dalam berusaha
59.Aset tak berwujud adalah
a. Aset nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud fisik
b. Aset nonmoneter maupun moneter yang tidak mempunyai wujud fisik
c. Aset yang tidak dapat dilihat oleh mata karena tidak ada buktinya
d. Aset yang tergolong sebagai selain aset lancar dan aset tidak lancar
60.Menurut SAK 19, aset tak berwujud adalah aset nonmoneter teridentifikasi

tanpa wujud fisik.


61.Jumlah tercatat aset adalah
a. Jumlah aset yang diakui dalam laporan posisi keuangan setelah dikurangi
dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai
b. Jumlah aset yang diakui dalam laporan posisi keuangan setelah dikurangi
dengan akumulasi amortisasi
c. Jumlah aset yang diakui dalam laporan posisi keuangan setelah dikurangi
dengan akumulasi amortisasi, akumulasi rugi penurunan nilai, dan akumulasi
laba komprehensif
d. Jumlah harga perolehan aset yang diakui dalam laporan posisi keuangan

62.Pasar aktif adalah pasar yang memenuhi semua kondisi berikut, kecuali
a. Aset yang diperdagangkan di pasar bersifat heterogen
b. Aset yang diperdagangkan di pasar bersifat homogen
c. Pembeli dan penjual yang berkeinginan untuk bertransaksi biasanya dapat
ditemui setiap saat, dan
d. Harga tersedia untuk publik
63.Unsur yang harus dipenuhi dalam pengakuan aset tak berwujud adalah
a. Keteridentifikasian, pengendalian atas sumber daya, dan adanya manfaat
ekonomi masa depan
b. Keteridentifikasian, legalitas, pengendalian atas sumber daya, dan adanya
manfaat ekonomi masa depan
c. Keteridentifikasian, legalitas, keinginan manajemen untuk memakainya,
pengendalian atas sumber daya, dan adanya manfaat ekonomi masa depan
d. Keteridentifikasian, keinginan manajemen untuk memakainya, pengendalian
atas sumber daya, dan adanya manfaat ekonomi masa depan
64.Suatu aset dikatakan teridentifikasi jika
a. Dapat dipisahkan, yaitu dapat dipisahkan atau dibedakan dari entitas dan
dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan, secara bersama
dengan kontrak terkait, aset teridentifikasi, atau liabilitas teridentifikasi,
terlepas apakah entitas bermaksud untuk melakukan hal tersebut; atau
b. Timbul dari hak kontraktual atau hak legal lain terlepas apakah hak tersebut
dapat dialihakn atau dipisahkan dari entitas atau dari hak dan kewajiban lain
c. Tidak menimbulkan salah persepsi tentang jumlah aset perusahaan
d. Dapat dilihat atau tidak tetapi bisa dipergunakan dalam kegiatan reguler
perusahaan dalam rangka mendapatkan penjualan
65.Suatu aset dikatakan teridentifikasi jika:
Dapat dipisahkan atau dibedakan dari entitas dan dijual, dialihkan,
dilisensikan, disewakan atau ditukarkan, baik individual atau bersama dengan
kontrak terkait, aset teridentifikasi atau liabilitas teridentifikasi, terlepas
apakah entitas bermaksud untuk melakukan hal tersebut; atau
Timbul hak kontraktual atau hak legal lain terlepas apakah hak tersebut
dapat dialihkan atau dipisahkan dari entitas atau dari hak dan kewajiban lain
66.Entitas tidak memiliki hak legal untuk melindungi hubungan pelanggan, namun
jika ada transaksi pertukaran hubungan pelanggan nonkontraktual yang sama
atau serupa (selain bagian dari kombinasi bisnis), maka hal ini memberikan bukti
bahwa entitas mampu memiliki pengendalian atas manfaat ekonomi masa
depan dari hubungan pelanggan tersebut sehingga hubungan dengan pelanggan

a. Dapat dikapitalisasi
b. Tidak dapat dikapitalisasi
c. Dikapitalisasi senilai aset yang berwujud saja
d. Boleh dikapitalisasi boleh tidak, tergantung kondisi bisnis
67.Manfaat ekonomi masa depan yang timbul dari aset tidak berwujud dapat
mencakup, kecuali
a. Pendapatan dari penjualan barang atau jasa
b. Penghematan biaya
c. Peningkatan aset perusahaan
d. Atau manfaat lain yang berasal dari penggunaan aset oleh entitas

68.Manfaat ekonomi masa depan yang timbul dari aset tidak berwujud dapat
mencakup pendapatan dari penjualan barang atau jasa, penghematan biaya,
atau manfaat lain yang berasal dari penggunaan aset oleh entitas. Misalnya
penggunaan hak kekayaan intelektual dalam suatu proses produksi tidak
meningkatkan pendapatan masa depan, tetapi dapat mengurangi biaya produksi
masa depan.
69.