Sie sind auf Seite 1von 4

Karakteristik neonatus dan perawat

Selama 2 tahun periode, terdapat 2829 neonatus dengan 2939 di rumah


sakit. Lebih dari 24 jam meliputi : 1692 (57,7%) dan 1240 (42,3%)
masing-masing dari NICU1 dan NICU2.
Terdapat 76,8% perawat yang mengikuti atau sebagai partisipan yang
dengan baik mengikuti semua prosedur studi ini. Sisanya memiliki alasan
utama, yaitu berkeberatan untuk melengkapi prosedur, contohnya
melengkapi kartu catatan atau diari
Frekuensi total hand hygiene episodes (episode pembersihan tangan)
lebih besar dari fase ALC . (2,73 x pada ALC dan 1,93 x pada CHG).
Selama fase ALC, rencana penggunaan sabun sekali perjam dalam satu
hari. Selama fase ALC juga, perawat-perawat dilaporkan lebih sedikit
memakai sarug tangan dan lebih besar frekuensi kontak dengan pasien.

Efek regimen pada jumlah HAI


Tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara penggunaan ALC
dan CHG pada jumlah pada HAI.
Comment
ini adalah studi pertama untuk menilai dampak CHG atau ALC HAI dalam
resiko tinggi pengaturan neonatal.

Konsistensi pada hasil studi dengan penelitian lainya


Sejumlah penelitian telah mengkomfirmasi kemanjuran produk-produk
berbasis alkohol. Pelaporan efek microbicidal dari ALC lebih baik atau
unggul daripada produk antiseptik lainya.
Berdasarkan beberapa studi atau penelitian lainya menunjukan bahwa
produk berbasis alkohol lebih mengurangi resiko pada iritasi & kekeringan

pada kulit serta kualitas kebersihan tangan dapat meningkat


dibandingkan dengan mencuci tangan tradisional.
Faktor lain yang berhubungan dengan tingkat infeksi

Ada beberpa faktor yang terkait dengan HAI, sehingga sulit untuk
memilah-milah pengaruh independen variabel tertentu, termasuk
kebersihan tangan. Dalam studinya, meskipun upaya kita untuk
mengontrol atau mengukur variabel yang dapat mempengaruhi tingkat
infeksi, kemungkinan ada faktor yg tidak dapat diperhitungkan.
Selama studi, ada 7 cluster infeksi bakteri terdeteksi. Wabah ini bisa saja
efek dari produk kebersihan tangan. Alternatif , wabah mungkin telah
berhubungan dengan perilaku kebersihan tangan. Karena ketidakpastian
tersebut, kami tidak bisa mengendalikan kelompok ini dalam analisis.
pengganggu terkait dengan perubahan perilaku juga mungkin. Rendahnya
keseluruhan kebersihan tangan mungkin membatasi dampak klinis.

Ada beberapa keterbatasan dengan persidangan ini ada perbedaan antara


2 lokasi studi dalam hal demografi pasien dan desain unit.

Kami berusaha untuk meminimalkan ini dengan penggunaan instrumen


divalidasi untuk mendiagnosis infeksi dan menilai kondisi kulit dan
tindakan pengendalian kualitas
Tujuan kami hanya unutk menilai produk yang diuji dalam konteks praktek
biasa.
Kesimpulannya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam HAI antara
neonatus selama periode 2 tahun ketika staf menggunakan handwash
antiseptik tradisional dan pembersih tangan alkohol. Namun, Alkohol
dikaitkan dengan kondisi kulit membaik dan kualitas kebersihan tangan,
kurang memakan waktu dan mahal.