You are on page 1of 4

AL HADITS / AS SUNNAH

PENGERTIAN
Al-Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi
Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan
sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini,
kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Quran sebagaimana
disebutkan dalam sabda Rasulullah :
Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur`an dan (sesuatu) yang serupa dengannya.
-yakni As-Sunnah-, (H.R. Abu Dawud no.4604 dan yang lainnya dengan sanad yang shahih,
juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Musnad IV/130)
Yang dimaksud As-Sunnah adalah Sunnah Nabi, yaitu segala sesuatu yang bersumber dari
Nabi Muhammad berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuannya (terhadap perkataan atau
perbuatan para sahabatnya) yang ditujukan sebagai syariat bagi umat ini.
Sudah menjadi kesepakatan seluruh kaum muslimin pada generasi awal, bahwa As-Sunnah
merupakan sumber kedua dalam syariat Islam di semua sisi kehidupan manusia, baik dalam
perkara ghaib yang berupa aqidah dan keyakinan, maupun dalam urusan hukum, politik,
pendidikan dan lainnya. Tidak boleh seorang pun melawan As-Sunnah dengan pendapat, ijtihad
maupun qiyas. Imam Syafii rahimahullah di akhir kitabnya, Ar-Risalah berkata, Tidak halal
menggunakan qiyas tatkala ada hadits (shahih). Kaidah Ushul menyatakan,Apabila ada
hadits (shahih) maka gugurlah pendapat, dan juga kaidah Tidak ada ijtihad apabila ada nash
yang (shahih). Dan perkataan-perkataan di atas jelas bersandar kepada Al-Quran dan AsSunnah.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberikan wasiat sekaligus jalan keluarnya.
Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


Sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup sepeninggalku nanti niscaya akan
melihat perselisihan yang begitu banyak (dalam memahami agama ini). Oleh karena itu, wajib
bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku (jalanku) dan sunnah Khulafa` Ar Rasyidin
yang terbimbing. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham
kalian. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah, dan lainnya. Dari shahabat
Al Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu. Shohih, lihat Irwa`ul Ghalil, hadits no. 2455)

HADITS QUDSI
Qudsi menurut bahasa dinisbatkan pada Qudus yang artinya suci.Yaitu sebuah penisbatan
yang menunjukkan adanya pengagungan dan pemuliaan, atau penyandaran kepada Dzat Allah
Yang Maha Suci.
Sedangkan Hadits Qudsi menurut istilah adalah apa yang disandarkan oleh Nabi shallallaahu
alaihi wasallam dari perkataan-perkataan beliau kepada Allah taala.
Ada dua bentuk periwayatan hadits qudsi :
Pertama, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda,Seperti yang diriwayatkannya dari
Allah azza wa jalla.
Contohnya : Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Abu Dzar radliyallaahu
anhu dari Nabi shallallaahu alaihi wasallam seperti yang diriwayatkan dari Allah, bahwasannya
Allah berfirman : Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan dhalim
pada diri-Ku dan Aku haramkan pula untuk kalian. Maka janganlah kamu saling menganiaya di
antara kalian.
Kedua, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda,Allah berfirman..
Contohnya : Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah radliyallaahu anhu bahwa
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda,Allah taala berfirman : Aku selalu dalam
persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersama-Nya bila dia mengingat-Ku. Maka jika
dia mengingat-Ku niscaya Aku mengingatnya.
Perbedaan Antara Hadits Qudsi dengan Al-Quran

Al-Quran itu lafadh dan maknanya dari Allah, sedangkan hadits qudsi maknanya dari
Allah dan lafadhnya dari Nabi shallallaahu alaihi wasallam.
Membaca Al-Quran termasuk ibadah dan mendapatkan pahala, sedangkan membaca
hadits qudsi bukanlah termasuk ibadah dan tidak mendapat pahala.
Disyaratkan mutawatir dalam periwayatan Al-Quran, sedangkan dalam hadits qudsi
tidak disyaratkan mutawatir.
HADITS SHAHIH
Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia
diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz
(tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi
hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagaiberikut :
1.
Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an.
2.

Harus bersambung sanadnya

3.

Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.

4.

Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)

5.

Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)

6.

Tidak cacat walaupun tersembunyi.

FUNGSI
Ada tiga fungsi atau peranan al-Hadis disamping al-Quran sebagai sumber agama dan
ajaran Islam, yakni sebagai berikut :
1.

Menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam al-Quran. Misalnya dalam
Al-Quran terdapat ayat tentang sholat tetapi mengenai tata cara pelaksanaannya
dijelaskan oleh Nabi.
2. Sebagai penjelasan isi Al-Quran. Di dalam Al-Quran Allah memerintahkan manusia
mendirikan shalat. Namun di dalam kitab suci tidak dijelaskan banyaknya rakaat,
cara rukun dan syarat mendirikan shalat. Nabilah yang menyebut sambil
mencontohkan jumlah rakaat setiap shalat, cara, rukun dan syarat mendirikan shalat.
3. Menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samar-samar
ketentuannya di dalam Al-Quran. Sebagai contoh larangan Nabi mengawini seorang
perempuan dengan bibinya. Larangan ini tidak terdapat dalam larangan-larangan
perkawinan di surat An-Nisa (4) : 23.
Hadis Nabi SAW dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Hadis/sunah Qauliyah, yaitu hadis yang didasarkan atas segala perkataan dan ucapan
Nabi SAW.
2. Hadis/sunnah Fi`liyah, yaitu hadis/sunah yang didasarkan atas segenap perilaku dan
perbuatan Nabi SAW.
3. Hadis/sunah Takririyah, yaitu hadis yang disandarkan pada persetujuan Nabi SAW atas
apa yang dilakukan para sahabatnya. Nabi SAW membiarkan penafsiaran dan perbuatan
sahabatnya atas suatu hukum Allah dan Rasul Nya.

AL HADITS / AS SUNNAH

Nama : Galih Janur Safitri


NIM

: 2015001084

Kelas : 1C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2015/2016