Sie sind auf Seite 1von 34

perpustakaan.uns.ac.

id

digilib.uns.ac.id

GAMBARAN ANTARA BERAT BAYI LAHIR APGAR SCORE PADA


PERSALINAN PRETERM

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Lintang Jatu Parameswari


G0007205

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Surakarta
2011

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

PRAKATA
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
Perbedaan Antara Berat Bayi Lahir dengan Apgar Score pada Persalinan
Preterm..
Dalam proses penyelesaian skripsi ini tentunya tak lepas dari bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. H. A.A. Subijanto, dr., MS, selaku Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Muthmainah, dr., M.Kes, selaku Ketua Tim Skripsi yang telah memberikan
saran, nasehat dan melengkapi kekurangan dalam penulisan skripsi ini.
3. Tribudi Wiryanto, dr.,Sp.OG (K), selaku Pembimbing Utama yang telah
berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, nasehat, saran
dan motivasi bagi penulis.
4. Eriana Melinawati ,dr., Sp.OG (K) selaku Pembimbing Pendamping yang
telah memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan skripsi ini.
5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
memberikan bantuan tenaga, waktu, dorongan dan semangat dalam
penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan masukan
dan saran dari pembaca. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua. Amin.

Surakarta, ..............2011

Lintang Jatu Parameswari

commit to user
vi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

PERSETUJUAN

Skripsi dengan Judul : Hubungan Antara Berat Bayi Lahir dengan Apgar
Score pada Persalinan Preterm..
Lintang Jatu Parameswari G0007205, Tahun 2010

Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Ujian Skripsi


Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pada Hari , Tanggal 2011

Pembimbing Utama

Penguji Utama

Tribudi Wiryanto, dr.,Sp.OG(K)

Wuryatno ,dr., Sp.OG (K)

NIP : 19510421 198011 1 002

NIP : 19510724 197805 1 001

Pembimbing Pendamping

Anggota Penguji

Eriana Melinawati, dr., Sp.OG (K)

Made Setiamika, dr., Sp.THTKL (K)

NIP : 19700121 200003 2 005

NIP : 19550727 198312 1 002

Tim Skripsi

Vicky Eko Nur Cahyo, dr., Sp.THT KL,MSc


NIP : 19770091 42005001 1 001
commit to user
i

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

PENGESAHAN SKRIPSI
Skripsi dengan Judul : Gambaran Antara Berat Bayi Lahir Apgar Score
pada Persalinan Preterm..

Lintang Jatu Parameswari G0007205, Tahun 2010


Telah diuji dan sudah disahkan di hadapan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
Pada Hari Sabtu, 22 Januari 2011
Pembimbing Utama
Nama :Tribudi Wiryanto, dr.,Sp.OG(K)
NIP

: 19480125 197903 2 004

(.)

Pembimbing Pendamping
Nama : Wuryatno ,dr., Sp.OG
NIP : 19510724 197805 1 001

(.)

Penguji Utama
Nama : Eriana Melinawati, dr., Sp.OG (K)
NIP

(.)

: 19700121 200003 2 005

Anggota Penguji
Nama : Made Setiamika, dr., Sp.THTKL (K)
NIP : 19550727 198312 1 002

(.)

Surakarta, ................................... ..........

Ketua Tim Skripsi

Dekan FK UNS

Muthmainah, dr., MKes


Prof. Dr. H. AA Subijanto, dr., MS.
NIP. 19660702 199802 2 001 commit to userNIP. 19481107 197310 1 003
ii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

PERNYATAAN

Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk
memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan penulis
juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain,
kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Surakarta,

2011

Lintang Jatu Parameswari


NIM. G0007205

commit to user
iii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

ABSTRAK

Lintang Jatu Parameswari ., G0007205 , 2011. Perbedaan antara berat bayi lahir dengan apgar
score pada persalinan preterm. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara berat bayi lahir dengan
apgar score pada persalinan preterm
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini dilakukan secara Non Random Sampling yaitu
suatu teknik pemilihan sample yang dipilih berdasarkan pemilihan sampel dengan cara ini tidak
menghiraukan prinsip-prinsip probability. Data dianalisis dengan SPSS 17 for Windows
Hasil: Berdasarkan uji chi square penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara
berat bayi lahir dengan apgar score didapatkan p<0,08 sehingga dapat disimpulkan adanya
hubungan yang bermakna
Simpulan: Terdapat perbedaan antara berat bayi lahir dengan apgar score pada persalinan
preterm

Kata kunci : apgar score., berat bayi lahir., persalinan preterm

commit to user
iv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

ABSTRACK

Lintang Jatu Parameswari., G0007205, 2011, The Diffrent Between Birth Infants with Apgar
Score in Preterm Labor . Faculty of Medicine , University Sebelas Maret
Objective: This study aims to determine the different between birth weight infants with apgar
score in preterm birth
Methods: this study is an observasional research with cross sectional approach. The sample
taken sampling technique in this study conducted in Non Random Sampling . And that used 30
samples of patients who experienced preterm pregnancy. Data were analyzed with SPSS 17 for
windows

Results:From the research Based on chi square tests found significant differences between
weight infants with apgar score , there can be gathered that P < 0,08 so that it can be conluded
there is significant relation
Conclusion: There is a diffrent between birth weight infants with Apgar score preterm birth

Keywords: apgar score, preterm birth

commit to user
v

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI
ABSTRAK ............................................................................................................ iv
PRAKATA ............................................................................................................ vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................ .. x
BAB I.

PENDAHULUAN .................................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1
B. Perumusan Masalah.......................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 3
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 3

BAB II. LANDASAN TEORI...............................................................................4


A. Tinjauan Pustaka ..............................................................................4
1.

Persalinan Preterm..................................... 5

2.

Apgar Score............................................................................. 7

3.

Hubungan antara berat bayi lahir dengan apgar score pada


persalinan preterm................................... 10

B. Kerangka Pemikiran ...................................................................... 11


C. Hipotesis ........................................................................................ 12
BAB III. METODE PENELITIAN ...........................................................

13

A. Jenis Penelitian .............................................................................. 13


B. Lokasi Penelitian ........................................................................... 13
C. Subjek Penelitian ........................................................................... 13
commit to user
vii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

D. Teknik Sampling ........................................................................... 13


E. Identifikasi Variabel Penelitian ................................................ 14
F. Instrumen Penelitian .................................................................... ..15
G. Pengumpulan Data ....................................................................... 15
H. Desain Penelitian ........................................................................... 16
I.

Teknik Analisis Data ..................................................................... 17

BAB IV. HASIL PENELITIAN ........................................................................ . 18


A. Data Hasil Penelitian ..................................................................... 18
BAB V. PEMBAHASAN................................................................................... 20
BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN.................................................................. 23
A. Simpulan ....................................................................................... 23
B. Saran .............................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 24
LAMPIRAN

commit to user
viii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Cara Penilaian Apgar Score 8


Tabel 2.Distribusi Frekuensi Berat Badan Sample18
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Apgar Score Sample..18
Tabel 4. Distribusi Berat Bayi Lahir dengan Apgar score...................................19

commit to user
ix

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Analisis Data Menggunakan SPSS for Window Release 17.0

commit to user
x

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Diseluruh dunia, sebanyak 10% dari kematian bayi disebabkan karena
kehamilan preterm, atau sekitar 500.000 kematian per tahun ( WHO,1999). Di
negara berkembang, insidennya sekitar tujuh persen dari seluruh persalinan.
Persalinan preterm merupakan hal yang berbahaya karena hal ini berpotensi
meningkatkan kematian perinatal berkaitan dengan berat bayi lahir rendah
(BBLR). Berat bayi lahir rendah dapat disebabkan oleh persalinan preterm dan
juga pertumbuhan janin yang terhambat . Keduanya sebaiknya dicegah karena
dampaknya yang negatif yaitu tidak hanya kematian perinatal, kelainan mental
dan beban ekonomi bagi keluarga dan bangsa secara keseluruhan ( Cuningham
FG et al, 1997; Iams JD.1994; Quilligan EJ., 1981; Stubblefield PG, 1993;
Moeloek FA, dkk 1995).
Bayi dari hasil persalinan prematur (bayi prematur) selain memiliki
berat yang rendah kemungkinan juga terjadi kelainan pada organ. Hal ini
disebabkan karena bayi yang lahirnya lebih cepat dari waktu normal akan
menyebabkan organ organ dalam tubuh bayi belum matur.
Kematangan organ dalam tubuh bayi sangat mempengaruhi adaptasi
di lingkungan ekstrauterin, sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap nilai
Apgar setelah dilahirkan. Pada bayi prematur dikarenakan organ-organ yang
belum matur nilai apgar maka umumnya rendah. Hal ini akan berakibat
commit to user
terjadinya asfiksia neonatarum.

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Nilai apgar merupakan suatu penilaian terhadap bayi pada satu menit
pertama, lima menit dan sepuluh menit untuk mengetahui keadaan umum
bayi. Yang dinilai ialah warna kulit ( appeareance), frekuensi jantung (pulse),
reaksi rangsangan ( grimace ) , tonus otot (activity), pernafasan (respiratory) (
Abdoerahman MH, 2007)
Prematur mempunyai organ yang belum matang, sehingga sangat
mungkin akan mempunyai nilai apgar yang rendah. Meskipun tidak selalu
demikian. Sehingga peneliti tertarik meneliti untuk mencari hubungan antara
berat bayi lahir dengan nilai Apgar pada persalinan preterm

B.

Perumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan
yaitu Bagaimana antara berat bayi lahir dan apgar score pada persalinan
preterm?

C.

Tujuan Penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deskriptif
antara berat bayi lahir dan apgar score pada persalinan preterm

D.

Manfaat Penelitian.
Dengan mengetahui gambaran deskriptif berat bayi lahir dengan apgar
score pada persalinan preterm, maka penelitian ini diharapkan bermanfaat
secara:
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

A. Teoritis
Memberikan informasi ilmiah mengenai luaran dan berat bayi lahir
persalinan preterm .
B. Aplikatif
1.

Sebagai informasi kepada peneliti dan pembaca mengenai kejadian


antara persalinan preterm guna mengabil langkah antisipasi yang
memungkinkan

2.

Sebagai informasi kepada pembaca khususnya ibu , tenaga medis,


tenanga para medis tentang kelahiran prematur.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
1. Persalinan Preterm
a. Pengertian
Persalinan preterm ialah persalinan yang berlangsung pada umur
kehamilan 28- 36 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir.
(Sarwono 2008). Persalinan preterm merupakan penyebab utama dari
potensial kelainan dan kematian pada bayi baru lahir dengan berat bayi
lahir rendah (BBLR). Pengertian dari berat bayi lahir rendah yaitu bayi
baru lahir berat lahirnya kurang dari 2500 gram. Morbidiitas dan
mortalitas bayi tidak hanya tergantung berat badannya, tetapi juga
berdasarkan kematangan organnya(Abdoellah M H, 2007).

Tidak

semua persalinan preterm ditandai dengan berat badan yang rendah.


Ada beberapa yang lahir dengan berat badan cukup. Bayi dengan berat
badan cukup tingkat morbiditas dan mortilitasnya rendah.
b. Etiologi
Persalinan Preterm merupakan kelainan proses multifaktorial antara
obstetric, sosiodemografi dan faktor medik. Kadang juga hanya faktor
tunggal seperti distensi berlebih uterus, ketuban pecah dini, atau
trauma

dan juga ada proses patogenik yang merupakan mediator


commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

bahan kimia yang merupakan dampak terjadi perubahan pada servik


dan kontraksi rahim yaitu:
1). Aktivasi aksis kelenjar hipotalamus hipofisis adrenal baik pada ibu
maupun janin, akibat stress pada ibu atau janin.
2). Inflamasi desidua koriamnion atau sistemik akibat infeksi asenden
sistem sistemik
3). Perdarahan desidua
4). Peregangan uterus patologik
5). Kelainan uterus atau serviks (Sarwono 2008).
c. Faktor penyebab persalinan preterm
Kondisi kehamilan yang berisiko terjadinya persalinan preterm:
1). Faktor Ibu:
a). Penyakit
Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilam
misalnya pre-eklamsia, trauma, fisis, dan psikologis. Penyakit
lainnya ialah nefritis akut, diabetes mellitus,infeksi akut,
tindakan operatif
b). Usia
Angka kejadian prematuritas tertinggi pada usia dibawah
20 tahun, dan pada multigravida yang jarak kelahirannya terlalu
dekat ( Maskey, 1991)
c). Keadaan sosial ekonomi
Kurang gizi dan pengawasan antenatal yang kurang
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

d). Gaya hidup


Kebiasaan merokok (Van Der Velde WJ, 1985), kenaikan
berat badan ibu selama hamil yang kurang serta penyalahgunaan
obat terlarang dan alkohol merupakan gaya hidup seseorang yang
berhubungan dengan persalinan preterm. Dan meningkatkan risiko
prematuritas meningkatkan kerusakan pada otak bayi
2). Faktor janin
Hidroamnion, kehamilan kembar, cacat bawaan bisa menyebabkan
BBLR. Selain itu ada

infeksi pada jaringan korioamniotik yang

disebabkan berbagai etnis mikroorganisme pada alat reproduksi


wanita
3). Faktor plasenta
Perdarahan trisemester awal, perdarahan antepartum (plasenta previa,
solusio plasenta).
4). Faktor uterus
Serviks inkompeten, kelainan bentuk uterus, over distended uterus,
infeksi uterus ,myoma, uterin septum (Weismiller,1999 )
d. Komplikasi
Adapun komplikasi pada bayi yang lahir pada persalinan preterm
(Damanik dkk ,2004) :
1). Sindroma gawat pernafasan (penyakit membran hialin).
Respiratory Distress Syndrome (RDS) disebut juga Hyaline
Membrane Disease (HMD), merupakan sindrom gawat napas yang
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

disebabkan defisiensi surfaktan terutama pada bayi yang lahir dengan


masa gestasi kurang.. Manifestasi dari RDS disebabkan adanya
atelektasis alveoli, edema, dan kerusakan sel dan selanjutnnya
menyebabkan bocornya serum protein ke dalam alveoli sehingga
menghambat fungsi surfaktan
2). Saluran pencernaan
Volume perut yang kecil dan reflek menghisap dan menelan yang
masih imatur pada bayi prematur. Pemberian makanan melalui
nasogastrik tube dapat terjadi resiko aspirasi.
3). Hiperbilirubinemia
Pada bayi prematur bisa berkembang hiperbilirubinemia lebih
sering daripada pada bayi aterm, dan kernicterus bisa terjadi pada
level bilirubin serum paling sedikit 10mg/dl (170 umol/L) pada bayi
kecil, bayi prematur yang sakit.
.

4)..Mata
Retrolental fibroplasia, kelainan ini timbul sebagai akibat pemberian
oksigen

yang berlebihan

pada bayi

prematur

yang

umur

kehamilannya kurang dari 34 minggu. Tekanan oksigen yang tinggi


dalam arteri akan merusak pembuluh darah retina yang masih belum
matang (immatur).
2. Apgar Score
a. Pengertian
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Apgar Score merupakan suatu penilaian terhadap bayi pada satu menit
pertama untuk mengetahui keadaan umum bayi. Yang dinilai ialah
warna kulit ( appeareance), frekuensi jantung (pulse), reaksi
rangsangan ( grimace ), tonus otot (activity), pernafasan (respiratory)
(Abdoerahman M H ,2007).
Tabel 1 CaraPenilaian Apgar Score
Tanda Vital
Denyut jantung
Pernapasan

Tidak terdengar

< 100 /menit

Hilang

Lambat

tak Normal / bayi

teratur / lemah
Tonus otot

Lemah/

tidak Lengan

ada gerakan

>100 /menit

menangis

dan Bergerak

kaki

dalam dan spontan

posisi

fleksi

dengan

sedikit

aktif

gerak
Respon reflex

Tidak

ada Wajah meringis Meringis , batuk,

respon terhadap saat distimulasi

menangis

atau

stimulasi

bersin

saat

stimulasi
Warna kulit

Biru

seluruh Badan

tubuh

merah Seluruhnya

muda

merah muda

ekstremitas biru

Setiap penilaian diberi angka 0, 1, 2 . Dari hasil penilaian tersebut


commit to user
dapat diketahui apakah bayi tersebut bayi normal ( virgorus baby = nilai

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

apgar 7- 10 ), afiksia sedang ringan (nilai apgar 4- 6 ) atau bayi


menderita asfiksia berat (nilai apgar 0- 3). Jumlah skor rendah pada tes
menit pertama dapat menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir ini
membutuhkan perhatian medis lebih lanjut

tetapi belum tentu

mengindikasikan akan terjadi masalah jangka panjang, khususnya (BM


Casey et all,2001) jika terdapat peningkatan skor pada tes menit kelima
(jika skor Apgar tetap dibawah 3 dalam tes berikutnya (10, 15, atau 30
menit), maka ada risiko bahwa bayi tersebut dapat mengalami
kerusakan syaraf jangka panjang. Juga ada risiko kecil tapi signifikan
akan kerusakan otak. Namun demikian, tujuan tes Apgar adalah untuk
menentukan dengan cepat apakah bayi yang baru lahir tersebut
membutuhkan penanganan medis segera.
b. Klasifikasi klinik nilai apgar score
1). Asfiksia berat (nilai apgar 0 3)
Memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian oksigen yang
terkendali. Karena selalu asidosis maka perlu diberikan natrikus
bikarbonas 7,5 % dengan dosis 2,4 ml per kg berat badan dan cairan
glukosa 40 % 1 2 ml per kg badan diberikan via vena umbilicus
2). Asfiksia ringan sedang ( nilai apgar 4 6 )
Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai bayi bernafas
normal kembali
3). Bayi normal atau sedikit asfiksia ( nilai apgar 7 9 )
4). Bayi normal dengan apgar score 10
commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

3.

digilib.uns.ac.id

Hubungan berat bayi dengan apgar score dalam kehamilan


preterm

Kehamilan preterm dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor


penyakit, janin, umur, plasenta, gaya hidup dan uterus. Salah satunya pada
faktor penyakit yaitu preeklamsia. Dimana pada kondisi preeklamsia terdapat
penurunan perfusi darah ke janin sehingga bayi harus cepat dikeluarkan. Faktor
umur karena perempuan < 20 tahun organnya (uterus) belum sempurna untuk
mengandung. Faktor uterus yaitu serviks inkompeten dimana lemahnya
kemampuan serviks sehingga serviks akan membuka tanpa adanya kontraksi.
Faktor gaya hidup yaitu merokok dapat menyebabkan vasokontriksi pada
pembuluh darah termasuk pembuluh darah di plasenta sehingga menyebabkan
hipoksia janin
Selain itu juga kehamilan preterm umumnya ditandai dengan bayi yang
dilahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR). Karena kehamilan preterm akan
menghasilkan bayi yang kematangan organ dan kelainan yang lain dalam tubuh
bayi belum sempurna( prematuritas ) sehingga dapat mengakibatkan nilai apgar
rendah.

commit to user

10

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

B. Kerangka Pemikiran
Faktor penyakit:
Pre eklamsia, DM

Faktor umur
< 20 tahun dan >
35 tahun

Faktor gaya
hidup:
Merokok , alkohol

Populasi ibu
hamil

Persalinan
preterm

Fungsi organ
belum sempurna

Berat bayi
1000 2000gram

Faktor janin:
Kehamilan
kembar,
hidroamnion

Faktor
plasenta:
Perdarahan
antepartum

Faktor uterus:
Myomata,
serviks
inkompenten

Berat bayi
>2000 2500 gram

Apgar score

Keterangan:
: faktor tidak langsung
: faktor langsung

commit to user

11

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

C. Hipotesis.
Ada perbedaan antara berat bayi lahir dengan apgar score pada persalinan
preterm

commit to user

12

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian
Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross
sectional
B.

Lokasi penelitian
Penelitian dilakukan di Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUD Dr.
Moewardi Surakarta .

C.

Subjek penelitian
Subjek pada penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan
persalinan di RSUD Dr Moewardi Surakarta mulai dari bulan Januari
2010 sampai Juli 2010
Kriteria Inklusi:
1. Pasien yang kehamilannya prematur ( 28 36 minggu)
2. Berat badan bayi 1000 2500 gram
3. Janin hidup
4. Ibu berumur 18 40 Kriteria Ekslusi:
1. Bayi kembar
2. Kelainan kongenital
D. Teknik Sampling
Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini dilakukan secara
Non Random Sampling yaitu suatu teknik pemilihan sample yang
commit to user

13

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dipilih berdasarkan pemilihan sampel dengan cara ini tidak


menghiraukan prinsip-prinsip probability. Semua subjek memenuhi
data kriteria retriksi diambil sebagai subjek penelitian
E. Identifikasi Variabel
Variabel bebas : Berat lahir bayi
Variabel terikat: Nilai Apgar
Definisi operasional Variabel
1. Berat bayi lahir
Berat bayi lahir ialah berat badan bayi yang diukur dalam 1 jam
setelah lahir dan dibersihkan. Dalam penelitian ini dibagi menjadi
dua kelompok yaitu berat bayi lahir sangat rendah ( 1000 2000
gram) dan berat bayi lahir
Skala : nominal
2. Nilai Apgar
Nilai apgar merupakan suatu penilaian terhadap bayi pada satu
menit pertama untuk mengetahui keadaan umum bayi. Yang dinilai
ialah warna kulit (appeareance), frekuensi jantung (pulse), reaksi
rangsangan

(grimace),

tonus

otot

(activity),

pernafasan

(respiratory) (lihat table 1 ). Pada penelitian ini apgar score dibagi


menjadi dua kelompok yaitu nilai apgar rendah ( 0- 6 ) dan nilai
apgar tinggi ( 7 10)
Skala: nominal
commit to user

14

perpustakaan.uns.ac.id

F.

digilib.uns.ac.id

Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan cara mengisi:
a. Rekam Medis
Rekam medis yang dipakai yaitu dari pasien yang memenuhi
kriteria retriksi
b. Formulir Penelitian
c. Alat Tulis

G. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat berat badan bayi
yang lahir prematur di Rumah Sakit Dr Moewardi pada bulan Januari
Juli 2010 yang memenuhi criteria retriksi, kemudian dicatat pada
formulir penelitian

commit to user

15

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

H. Desain Penelitian
Populasi ibu
hamil

Persalinan
preterm

Kriteria
retriksi

Berat bayi
1000 - 2000gram

Apgar score
0- 6 :rendah

Berat bayi
>2000 2500 gr

Apgar score
0 6 :rendah

Apgar score
7- 10:tinggi

Uji normalitas

commit to user

16

Apgar score
7- 10:tinggi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

I. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data untuk penelitian ini adalah dengan uji Chi square:
Data yang dibuat membuat tabel 2 x 2 kemudian diuji dengan chi
Square menggunakan SPSS 17

commit to user

17

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB IV
HASIL PENELITIAN
Dari pengumpulan data didapatkan 30 subjek didapatkan karakteristik
sampel sebagai berikut:
Table 2 . Distribusi subjek menurut Berat Badan Bayi Lahir
No

Berat badan

Frekuensi

1000 - 2000 gram

15

50%

>2000 2500 gram

15

50%

Jumlah

30

100%

Dari table diatas dapat diketahui bahwa jumlah sample yang kelompok berat
badan yang terbesar yaitu kelompok 1 yaitu berat bayi lahir (1000 - <2000
)terdapat 15 orang sedangkan yang kelompok berat bayi lahir (> 2000 2500)
terdapat 15 pasien

Tabel 3 Distribusi subjek menurut Nilai Apgar


Apgar Score

Frekuensi

06

11

50%

7 10

19

50%

Jumlah

30

100%

Dari table diatas dapat diketahui bahwa jumlah sample yang kelompok apgar
score yang kelompok 1 ( 0- 6) sebanyak 11. Sedangkan yang kelompok 2 ( 7
10) sebanyak 19.

commit to user

18

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 4 Distribusi berat bayi lahir dengan apgar score


Berat Badan Bayi

Nilai Apgar

(gram)

0-6

7 - 10

1000 - 2000

>2000 - 2500

13

Total = 30

11

19

Nilai p = 0,08 dengan RP 4,50


Dari Table 4 diatas dapat dilihat bahwa bayi dengan berat badan lahir 1000
- 2000 gram yang mempunyai nilai Apgar rendah sebanyak 9 bayi, sedangkan
yang mempunyai nilai apgar tinggi sebanyak 6 bayi. Sedangkan bayi dengan berat
badan > 2000 - 2500 gram 3 bayi yang mempunyai nilai Apgar rendah dan 13
bayi yang mempunyai nilai Apgar tinggi
Jika dianalisis hubungan kemaknaan antara berat bayi lahir dengan nilai
Apgar dengan uji Chi Square maka didapatkan nilai p sebesar 0,08. Hal ini terjadi
secara statistik ( ada / tidak ada) perbedaan bermakna antara berat badan bayi lahir
preterm dengan nilai Apgarnya.

commit to user

19

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB V
PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan di Bagian kebidanan dan Kandungan RSUD


Dokter Moewardi Surakarta subyek pada penelitian ini yaitu ibu yang melakukan
persalinandengan 30 sample pasien yang kehamilannya prematur ( 28 36
minggu), berat bayi lahir 1000 - 2500gram , umur ibu 18 40 tahun . Penelitian
dianalisis maka hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (Pvalue 0<05).
Pada tabel 4 , hasil analisis dengan chi square test untuk mengetahui
adanay perbedaan antara berat bayi lahir dengan apgar score pada peralinan
preterm , didapatkan p = 0,008. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna
secara statistik antara berat bayi lahir dengan apgar score dengan (p < 0<005).
Dari hasil analisis tersebut diperoleh nialai X2 htiung yang lebih besar dari nilai X2
hitung yang lebih besar dari tabel (9,750 > 3,841), berarti Ho ditolak. Nilai RP =
4,500 yang menunjukan adanya hubungan klinis antara berat bayi lahir dengan
apgar score
Menurut (Abdoerahman, 2007) apgar score merupakan suatu penilaian
terhadap bayi pada satu menit pertama untuk mengetahui keadaan bayi. Yang
dinilai ialah warna kulit (appeareance), frekuensi jantung (pulse), reaksi
rangsangan (grimance), tonus otot (activity), dan pernafasan (respiratory).
Persalinan preterm merupakan penyebab utama dari potensial kelainan dan
commit
to user
kematian pada bayi baru lahir dengan
berat
bayi lahir rendah (BBLR). Pengertian

20

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dari berat bayi lahir rendah yaitu bayi baru lahir berat badannya kurang dari 2500
gr. Jumlah skor rendah pada tes menit pertama dapat menunjukkan bahwa bayi
yang baru lahir ini membutuhkan perhatian medis lebih lanjut
Secara

etiologi

persalinan

preterm

merupakan

kelainan

proses

multifaktoril antara obstetric, sosiodemografi dan faktor medis. Kehamilan


preterm akan menghasilkan bayi yang kematangan organ dan kelainan dalam
tubuh bayi belum sempurna (prematuritas) sehingga dapat mengakibatkan nilai
apgar score rendah. Karena apgar score rendah dikhawatirkan dapat
menyebabkan asfiksia neonatrum atau kegagalan bernafas secara spontan dan
teratur pada saat lahir atau saat setelah bayi lahir yang ditandai dengan keadaan
PaO2 di dalam darah rendah (hipoksemia), hiperkabia (Pa CO2 meningkat) dan
asidosis. Afiksia berat mempunyai nilai apgar 0-3 hal ini memerlukan resusitasi
segera secara aktif dan pemberian oksigen yang terkendali. Karena selalu asidosis
maka perlu diberikan natrikus bikarbonas 7,5% dengan dosis 2,4 ml per kg berat
badan dan cairan glukosa 40% 1-2 ml per kg berat badan diberikan melalui vena
umbilicus, asfiksia ringan sedang nilai apgar 4-6 hal ini memerlukan resusitasi
dan pemberian oksigen sampai bayi bernafas normal kembali, bayi normal atau
sedikit asfiksia nilai apgar 7-9 dan bayi normal dengan nilai apgar 10.
Kondisi kehamilan yang berisiko terjadinya persalinan preterm adalah faktor
ibu yaitu penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan misalnya
preeklamasia, trauma, fisis dan psiikologis. Penyakit lainnya ialah nefritis akut,
diabetes mellitus, infeksi akut, dan tindakan operatif selain penyakit juga faktor
usia. Kejadian prematuritas tertinggi juga terdapat pada usia dibawah 20 tahun,
commit to user

21

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

sedangkan kejadian terendah pada umur 26-35 tahun. Faktor keadaan ekonomi
yaitu kurang gizi dan pengawan antenatal yang kurang, gaya hidup juga akan akan
mempengaruhi persalinan preterm yaitu kebiasaan merokok, kurangnya berat
badan ibu selama kehamilan, serta penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol.
Menurut Knox dan Haemes (1950) faktor janin akan mempengaruhi persalinan
preterm yaitu hidroamnion, kehamilan kembar, cacat bawaan, yang biasa
menyebabkan BBLR, selain itu ada infeksi pada jaringan korioamniotik yang
disebabkan berbagai mikroorganisme pada alat reproduksi wanita.
Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa keterbatasan diantaranya
keterbatasan sampel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan
dikarenakan keterangan pada medical records isinya tidak tertulis secara lengkap.
Namun sudah memenuhi syarat minimal jumlah data yang bisa dijadikan
penelitian

commit to user

22

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan

Hasil Penelitian yang dianalisis dan dibahas pada bab-bab


sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Terdapat perbedaan berat badan bayi lahir dengan apgar score
pada persalinan preterm

B. Saran
1. Penelitian lebih lanjut diharapkan lebih banyak menambahkan
variabel yang diteliti terutama faktor-faktor yang berhubungan dengan
persalinan preterm agar bisa diketahui hasil nya lebih jelas
2.

Penelitian selanjutnya mengamati ciri ciri subjek penelitian.

commit to user

23