You are on page 1of 8

BAB III

METODE EVALUASI

3.1 Tolok ukur penilaian


Evaluasi dilakukan pada program KIA - KB dan laporan analisis derajat
kesehatan di Puskesmas Gedong Gedong Tataan Tahun 2014.

3.2 Bahan Kerja


1. Pengumpulan Data
a. Jenis data
Data yang digunakan merupakan data primer yang berasal dari wawancara
dengan petugas pelaksana program dan data sekunder dari laporan
pelaksanaan program KIA - KB Puskesmas Gedong Gedong Tataan Tahun
2014.
Data dasar Puskesmas Gedong Tataan terutama data geografis,
kependudukan, dan kesehatan terutama mengenai angka penggunaan
kontrasepsi.
b. Sumber data
Data primer diambil dari hasil wawancara dengan kepala Puskesmas
Gedong Tataan dan koordinator pelaksana program KIA - KB Puskesmas
Gedong Tataan Tahun 2014.

Data sekunder diambil dari laporan evaluasi tahunan program KIA - KB


Puskesmas Gedong Tataan Tahun 2014
c. Cara pengambilan data
Dilakukan dengan wawancara dengan kepala Puskesmas Gedong Tataan
dan koordinator pelaksana program KIA - KB Puskesmas Gedong Tataan
Tahun 2014
2. Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan secara manual dengan tabel-tabel yang sudah
dipersiapkan, kemudian dilanjutkan dengan mekanik untuk penghitungan.
3. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk tekstular, tabular dan grafikal.
Interpretasi data dilakukan dengan bantuan kepustakaan.
4. Lokasi
Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas Gedong Tataan Lampung.
5. Waktu
Pengambilan data, pengumpulan, sampai evaluasi dilakukan pada tanggal 5
Maret 28 Maret 2014

3.3 Metode Evaluasi


1. Menetapkan Indikator dan Tolok Ukur
Tolak ukur ditetapkan berdasarkan studi pustaka dari pedoman kerja Puskesmas
:Laporan tahunan program KIA - KB Puskesmas Gedong Tataan Tahun 2014

Buku pedoman kerja Puskesmas


2. Menetapkan Masalah
Masalah ditetapkan bila ditemukan adanya kesenjangan antara keluaran pada
pencapaian program dengan tolok ukur.
3. Menetapkan Prioritas Masalah
Penetapan prioritas masalah dilakukan apabila terdapat lebih dari satu masalah
pada suatu evaluasi program. Dalam menentukan prioritas masalah dibuat
sistem skor menggunakan teknik kriteria matrik sebagai berikut :

Priority = Importancy Technical Feasibility Resources Avibility


P=ITR
Keterangan :
a. Pentingnya Masalah (Importancy)
Makin penting suatu masalah, maka makin diprioritaskan masalah tersebut
untuk diselesaikan. Untuk dapat menentukkan seberapa penting suatu
masalah, dapat digunakan patokan-patokan sebagai berikut :
1) Besarnya masalah (Prevalence)
2) Kenaikan besarnya masalah (Rate of Increase)
3) Derajat keingintahuan masyarakat yang tidak terpenuhi (Unmet Need)
4) Keuntungan sosial karena terselesainya masalah (Social Benefit)
5) Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah (Public Concern)
6) Suasana Politik (Political Climate)

b. Kelayakan Teknologi (Technical Feasibility)


Pemilihan prioritas masalah harus mempertimbangkan penguasaan ilmu
dan

ketersediaan

teknologi

yang

sekiranya

dapat

membantu

menyelesaikan masalah.
Masalah yang memiliki teknologi layak dan mampu membantu
menyelesaikan masalah tersebut akan menjadi prioritas utama. Makin
layak teknologi yang tersedia dan dapat dipakai untuk mengatasi
masalah, makin diprioritaskan masalah tersebut.
c. Sumber Daya yang Tersedia (Resources Avaibility)
Pemilihan

prioritas

masalah

juga

harus

mempertimbangkan

ketersediaan dan kemampuan sumber daya yang dimiliki untuk dapat


membantu menyelesaikan masalah. Sumber daya tersebut mencakup
tenaga (man), dana (money) dan saran (material). Makin tersedia
sumber daya yang dapat menyelesaikan masalah, makin diprioritaskan
masalah tersebut.

Untuk setiap masalah diberikan skor antara 1 dan 5. Skor tersebut kemudian
dimasukkan dalam tabel pemilihan prioritas masalah dengan teknik kriteria
matriks. Masalah yang menjadi prioritas utama ialah masalah dengan nilai
tertinggi.

4. Menentukan Penyebab Masalah


a. Membuat kerangka konsep masalah dengan bagan tulang ikan atau diagram
sebab akibat menurut unsur sistem yang lain yaitu unsur masukan, proses,
lingkungan dan sampak. Tujuan membuat kerangka konsep adalah agar semua
penyebab dapat teridentifikasi dan tidak ada yang tertinggal.

b. Estimasi penyebab masalah. Dari kerangka konsep yang telah dibuat,


melalui proses Brain Storming dalam kelompok , maka diestimasi penyebabpenyebab mana yang mungkin menyebabkan terjadinya masalah dalam
pelaksanaan program KIA - KB di Puskesmas Gedong Tataan tersebut.
c. Konfirmasi penyebab masalah. Penyebab-penyebab masalah yang sudah
diestimasi sebagai penyebab masalah pada pelaksanaan program KIA - KB di
Puskesmas Gedong Tataan dikonfirmasi kebenarannya. Konfirmasi dilakukan
secara langsung maupun tidak langsung. Konfirmasi langsung dilakukan
dengan mewawancara Kepala Puskesmas Gedong Tataan, penanggung jawab
program dan pelaksana program serta melakukan observasi pelaksanaan
program. Dari penyebab-penyebab yang berhasil dikonfirmasi dibuat daftar
penyebab masalah.

5. Menetapkan Prioritas Penyebab Masalah


Komponen yang dinilai dengan penetapan prioritas masalah meliputi kontribusi
dalam terjadinya masalah (Contribution, C), kelayakan teknologi (Technical
Feasibility, T) dan ketersediaan sumber daya (Resources Avaibility, R).
Komponen C terdiri dari C diperoleh melalui rumus P + S + RI + DU + SB +
PB + PC.
Masing-masing komponen diberi nilai antara 1 (tidak penting) hingga 5
(penting). Penetapan prioritas masalah dilakukan dengan cara mengalikan C, T
dan R.
Sebagimana rumus berikut :

P=CTR

Keterangan:
P = Prevalence = besarnya masalah
S = Severity = akibat yg ditimbulkan
RI = Rate of Increase = kenaikan besarnya masalah
DU = Degree of unmetneed = derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi
SB = Social Benefit = keuntungan sosial karena selesainya masalah
PB = Public Concern = rasa prihatin masyarakat terhadap masalah
PC = Political Climate = suasana politik

6. Menetapkan Alternatif Penyelesaian Masalah


Untuk menetapkan alternatif penyelesaian masalah digunakan teknik kriteria
matriks. Kriteria yang digunakan pada teknik ini ialah:
a. Efektifitas Jalan Keluar
Hal pertama yang dipertimbangkan dalam teknik kriteria matriks untuk
memilih prioritas penyelesaian masalah/jalan keluar ialah efektifitas.
Dalam kriteria ini, diberikan nilai 1 (paling tidak efektif) hingga 5 (paking
efektif). Dalam hal ini efektifitas, terdapat beberapa hal yang dijadikan
patokan, yaitu :
1) Besarnya masalah yang dapat diselesaikan (Magnitude, M)
Makin besar masalah yang dapat diatasi oleh suatu jalan keluar, makin
penting prioritas jalan keluar tersebut.
2) Pentingnya jalan keluar (Importancy, I)
Makin langgeng suatu masalah dapat diselesaikan oleh suatu jalan keluar,
makin penting prioritas jalan keluar tersebut.

3) Sensitivitas jalan keluar (Vunerability, V)


Makin cepat suatu jalan keluar dapat mengatasi suatu masalah, makin
sensitive dan makin penting prioritas jalan keluar tersebut.
b. Efisiensi Jalan Keluar
Hal kedua yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan prioritas
penyelesaian masalah ialah efisiensi jalan keluar yang diajukan. Pada
kriteria ini diberikan nilai 1(paling efisien) hingga 5 (paling tidak efisien).
Nilai efisiensi dikaitkan dengan biaya (Cost, C) yang diperlukan untuk
melaksanakan suatu jalan keluar. Makin besar biaya yang harus
dilkeluarkan untuk melaksanakan suatu jaln keluar, makin tidak efisien
jalan keluar tersebut. Parameter-parmeter tersebut diatas kemudian
ditempatkan dalam tabel dan dihitung nilai prioritasnya berdasarkan
rumus.
P=MIV
C
Keterangan :
P : Priority

V : Vulnerability

C : Cost

M : Magnitude

I : Importancy

3.4 Kerangka Konsep


Untuk mempermudah identifikasi faktor penyebab masalah Program Kesehatan
Ibu dan Anak subprogram Pelayanan Keluarga Berencana diperlukan kerangka
konsep dengan menggunakan pendekatan sistem.

Gambar 3.1 Kerangka Konsep