Sie sind auf Seite 1von 10

Pembahasan praktikum jamur makroskopis

1) Jamur Tiram(Pleurotus ostreatus)


Status konservasi: Aman
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Fungi
Filum : Basidiomycota
Kelas : Homobasidiomycetes
Ordo : Agaricales
Famili : Tricholomataceae
Genus : Pleurotus
Spesies : Pleurotus ostreatus Nama binomialPleurotus ostreatus
Champ. Jura. Vosg. 1: 112, 1872
Jamur tiram di permukaan batang kayu.
Jamur tiram ( Pleurotus ostreatus ) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan
termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih
hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan
bagian tengah agak cekung.Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan
sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom
Karakteristik
Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping ( bahasa Latin :
pleurotus ) dan bentuknya seperti tiram ( ostreatus ) sehingga jamur tiram mempunyai nama
binomial Pleurotus ostreatus .Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam,
abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang
bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk
batang berukuran 8-113-4m serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan
daerah yang sejuk.Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang
sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamurtiram adalah salah
satu jenis jamur kayu.Untuk itu, saatingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat
harus memperhatikan habitat alaminya.Media yang umumdipakai untuk membiakkan jamut
tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.
Siklus hidup
Pada umumnya jamur tiram, Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe perkembangbiakan
dalam siklus hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual.Seperti halnya reproduksi
aseksual jamur, reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur
spora yang terbentuk secara endogen pada kantung sporaatau sporangiumnya, spora
aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalamkonidium. Sedangkan secara seksual ,
reproduksinya terjadi melaluipenyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan
dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa.Spora seksual
pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.Mulamula basidiospora bergerminasi membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu
miselium dengan inti haploid.Miselium terus bertumbuh hingga hifa pada miselium tersebut
berfusi dengan hifa lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa

dikaryotik.Setelah itu apabila kondisi lingkungan memungkinkan ( suhu antara 10-20 C,


kelembapan 85-90%, cahaya mencukupi, dan CO2 < 1000 ppm) maka tubuh buah akan
terbentuk.Terbentuknya tubuh buah diiringi terjadinya kariogami dan meiosis pada
basidium.Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju tetrad basidiospora
pada basidium.Basidium ini terletak pada bilah atau sekat pada tudungjamur dewasa yang
jumlahnya banyak (lamela).Dari spora yang terlepas ini akan berkembang menjadi hifa
monokarion.Hifa ini akan memanjangkan filamennya dengan membentuk cabang hasil
pembentukan dari dua nukleus yang dibatasi oleh septum (satu septum satu
nukleus).Kemudian hifa monokarion akan mengumpul membentuk jaringan
sambungmenyambung berwarna putih yang disebut miselium awal dan akhirnya tumbuh
menjadimiselium dewasa (kumpulan hifa dikarion).Dalam tingkatan ini, hifa-hifa mengalami
tahapan plasmogami , kariogami , dan meiosis hingga membentuk bakal jamur.Nantinya,
jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau dipersiapkan kembali menjadibibit induk.
Habitat alami jamur tiram
Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebaratau di
bawah tanaman berkayu.Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di
tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang
dengan cahaya matahari berlimpah.Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam
keadaan gelap/tanpa sinar.Pada masa pertumbuhan misellium , jamur tiram sebaiknya
ditempatkan dalamruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah
memerlukan adanya rangsangan sinar.Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan
buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu padamasa terbentuknya badan buah pada
permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran60 70 %.
Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan
pertumbuhan badan buah yang optimal.Pada umumnya suhu yang optimal untuk
pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalamdua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan
suhu udaraberkisar antara 22 28 O C dengan kelembaban 60 70 % dan fase pembentukan
tubuh buah memerlukan suhuudara antara 16 22 O C.Tingkat keasaman media jugasangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram.Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi
maka pertumbuhan jamur akan terhambat.bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang
akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri.Keasaman pH media perlu diatur
antara pH 6 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).Kondisi di atas lebih mudah
dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. [1] Kemungkinan budidaya jamur di
dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan
disesuaikandengan keperluan jamur.
Kandungan gizi
Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical
Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein , air , kalori , karbohidrat , dan
sisanya berupa serat zat besi, kalsium , vitamin B1 , vitamin B2 , dan vitamin C.
Jamur tiram ( Pleurotus ostreatus ) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan
protein tinggi, kaya vitamin dan mineral , rendah karbohidrat , lemak dan kalori.Jamur ini
memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan
protein.Untuk kandunganproteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%.
Komposisi dan kandungan nutrisi setiap100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4

persenprotein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin , 4.7-4.9 mg
riboflavin , 77,2 mg niacin , dan 314.0 mg kalsium.Kalori yang dikandung jamur ini adalah
100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh.Serat jamur sangat baik untuk
pencernaan.Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para
pelaku diet.Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura
Departemen Pertanian.Protein rata-rata 3.5 4 % dari berat basah.Berarti dua kali lipat lebih
tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering.Kandungan proteinnya
10,5-30,4%.Sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi
25.2%.Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin , metionin , triptofan ,
threonin , valin , leusin , isoleusin , histidin , dan fenilalanin.72% lemak dalam jamur tiram
adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita
kelebihan kolesterol ( hiperkolesterol ) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya.28%
asam lemak jenuh serta adanya semacampolisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga
menimbulkan rasa enak.Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B,
C dan D. vitamin B1( tiamin ), vitamin B2 ( riboflavin ), niasin dan provitamin D2
( ergosterol ), dalam jamur tiram cukup tinggi.Mineralutama tertinggi adalah Kalium ,
Fosfor , Natrium , Kalsium , dan Magnesium.Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn,
Mo, Co, Pb.Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar
K mencapai 45%.Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram
kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.
Manfaat
Jamur tiram sebagai bahan makanan
Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol ,
sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim
oksidasi.Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda Jamur tiram
ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah
serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat
untukberbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes , anemia.Selain itu jamur tiram juga
dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.Di
sampingitu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena
berserat tinggi dan membantu pencernaan.Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran
yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai
antioksidan.Adanya polisakarida , khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai
efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS ), melawan kolesterol,
antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun.Pada jamur tiram, produk ini
disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol
(komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam
tubuh manusia).Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini
termasuk aman untuk dikonsumsi.Adanya seratyaitu lignoselulosa baik untukpencernaan.
USDA ( United States Drugs and Administration ) yang melakukan penelitian pada tikus
menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan
menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang
tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram.Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur
tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. [14] [15] Di Jepang

saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makananyang dapat mencegah
timbulnya tumor.
Budidaya
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan
daerah yang sejuk.Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang
sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamurtiram adalah salah
satu jenis jamur kayu.Untuk itu, saatingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat
harus memperhatikan habitat alaminya.Dalam budidaya jamur tiram dapat digunakan
substrat, seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu atau sekam.Hal yang perlu
diperhatikan dalam budidaya jamur tiram adalah faktor ketinggian dan persyarataan
lingkungan, sumber bahan baku untuk substrat tanam dan sumber bibit.Miselium dan tubuh
buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 26-30 C.Jamur tiram ( Pleurotus
ostreatus ) mulai dibudidayakan pada tahun 1900. Budidaya jamur ini tergolong
sederhana.Jamur tiram biasanya dipeliharan dengan media tanam serbuk gergaji steril yang
dikemas dalam kantung plastik.
2) Jamur kuping(Auricularia politrika)
Kingdom : Fungi
Divisio : Basidiomycota
Classis : Heterobasidiomycetes
Ordo : Auricularales
Familia : Auricuraliales
Genus : auricularia
Spesies : Auricularia politrika
Jamur kuping memiliki tubuh buah mirip daun telinga manusia.Sebutan jamur kuping
melekat pada jenis jamur yang memiliki tubuh buah (basadio-carp) mirip kuping (daun
telinga).Jamur merupakan Kingdom Fungi,dengan karakter Heterotrop karena tidak memiliki
khlorofil.Jamur memiliki inti,berspora, dan merupakan sel-sel lepas atau bersambungan
membentuk benang (Hifa).Hifa jamur kuping ini bersekat dan membentuk kelompok yang
disebut miselium(kumpulan hifa).Miselium jamur ini bercabang-cabang dan pada titik-titik
pertemuannya membentuk bintik kecil yang disebut sporangium yang akan tumbuh menjadi
pin head (tunas atau calon tubuh buah jamur).Pin head akhirnya berkembang (tumbuh)
menjadi jamur (tubuh buah).Tubuh jamur kuping bertangkai pendek dan tumbuh menempel
pada substrat dengan membuat lubang pada permukaannya.Bentuk tubuh buah berupa
lembaran bergelombang tidak beraturan dan agak rumit, besar seperti mangkok (cawan),dan
lunak seperti selai,atau kenyal mirip belulang.Permukaan atas seperti beludru dan bagian
bawah licin mengkilat.Kulitnya berlendir selama musim hujan dan tampak mengkerut pada
musim kemarau.Bentuk tubuh buah(basidiocarp).Tubuh buah jamur kuping dalam keadaan
basah bersifat gelatinous(kenyal),licin,lentur(elastis),berubah melengkung agak kaku dalam
keadaan kering.Lebar tubuh buah jamur kuping sekitar 3cm 8cm dan tebalnya sekitar 0,1cm
0,2cm.Jamur kuping mencapai dewasa bila panjang (diameter) basidocarp mencapai 10 cm.
Karakteristik keluarga Aucularia adalah memiliki basidium berupa hypobasidium atau
epibasidium yang masing-masing terdiri dari atas 4 sel.Semula inti diploid dari calon
basidium membelah secara meiosis menjadi dua bagian.Setiap pembelahan inti selalu diikuti

oleh penyekatan basidium menjadi dua sel.Selanjutnya, inti setiap sel membelah dan diikuti
penyekatan sel yang bersangkutan sehingga terbentuk hypobasidium bersel 4 (empat).Dari
setiap sel hypobasidium, tumbuh epibasidium ynag panjang, searah dengan pertumbuhan
hypobasidium, tumbuh sterigmata penghasih basidiospora.Selanjutnya, basidiospora tumbuh
menjadi myselium yang akan berkembang menjadi dewasa yang dilengkapi basidiocarp.Pada
awal degradasi miselium, jamur kuping melakukan penetrasi (pemboran) dengan melubangi
dinding sel kayu secara langsung dan tegak lurus pada sumbu sel.Proses penetrasi dinding sel
kayu dibantu oleh enzim-enzim pemecah sellulose, hemi sellulose, dan lignin yang disekresi
oleh jamur melalui ujung lateral benang-benang miselium.Sehingga jamur sistem
pencernaannya tergolong dalam pencernaan Ekstra selluler karena zat makanan / sari
makanan yang masuk ke sel sudah sederhana setelah di cerna di luar sel.Enzim mencerna
senyawa kayu yang dilubangi sekaligus menjadi zat makanan bagi jamur
Jamur kuping ( Auricularia polytricha) ini digolongkan dalam kelompok Basidiomycotina ,
jamur yang makroskopis yang spora sexualnya sesuai nama jamurnya yaitu Basidiospora ,
sedang spora sexualnya berupa Konidiospora
MANFAAT
Dari segi gastronomic ataupun organoleptik, rasa, aroma dan penampilan jamur kuping
memang kurang menarik.Jika disajikan dalam bentuk makananpun, rupanya kurang
menggugah selera.Jamur Kuping ini dapat berfungsi sebagai obat dan penawar racun.Lendir
yang dihasilkan jamur kuping selama dimasak dapat menjadi pengental.Bahkan lendir jamur
kuping dapat menetralkan dan menonaktifkan kolestrol. baik dalam bentuk racun nabati,
racun residu pestisida, bahkan sampai racun dalam bentuk logam berat.Hampir semua
ramuan masakan china, jamur kuping selalu ditambahkan untuk tujuan menonaktifkan
racun.Kandungan senyawa dalam lendir jamur kuping efektif untuk menghambat
pertumbuhan carcinoma dan sareoma (kanker) sampai 80-90%. Ia juga berfungsi untuk
menghambat penggumpalan darah.
Manfaat jamur kuping untuk pengobatan penyakit salah satunya adalah
1. Darah tinggi atau pembuluh darah mengeras akibat penggumpalan darah.
2. mengurangi panas dalam dan mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar
3. Penyembuh sakit jantung
4. Penurun kolesterol dan trigliserid
5. Antiplatelet dan antipengentalan darah
6. Sebagai antipendarahan.
Apabila seseorang mau mengonsumsi jamur kuping hitam setiap hari, aliran darah akan
lancar, terhindar dari stroke, jantung, atau otak, karena adanya sumbatan di pembuluh
darah.Akhir-akhir ini banyak orang terserang stroke, terjadi kelumpuhan atau terkena
serangan jantung. pembuluh darah yang pecah akibat tekanan darah tinggi, terjadinya
penyumbatan pembuluh darah karena lemak menempel di dinding yang bisa menyebabkan
sumbatan dan aliran darah tidak lancar , makanan dan oksigen darah tidak dapat mencapai
daerah yang membutuhkan, berakibat sel-sel otak atau otot jantung akan mati, akhirnya
terjadi kelumpuhan anggota tubuh, sel otak terganggu sehingga orang sulit bicara bahkan
tidak sadarkan diri.Di China, jamur kuping digunakan sebagai obat mengencerkan darah atau
antikoagulasi yaitu mencegah penjendalan darah, namun di sisi lain dapat berfungsi sebagai
antihaemorhagi (menghentikan perdarahan).Tidak seperti halnya obat kimia tunggal, yang

bekerja sesuai sifat pengobatannya saja, sedang obat alami dari tanaman, berisi lebih dari satu
zat berkhasiat dapat saling menyeimbangkan.
Kandungan nutrisi jamur kuping terdiriatas:
kadar air 89.1
Protein 4.2
Lemak 8.3
karbohidrat total 82.8
Serat 19.8
Abu 4.7
nilai energi 351 l
3) Jamur Merang(Volvariella volvaceae)
Klasifikasi
Super Kingdom: Eukaryota
Kingdom : Myceteae (fungi)
Divisio : Basidiomycotae
Kelas : Basidiomycetes
Ordo : Agaricales
Familia : Plutaceae
Genus : Volvariella
Spesies : Volvariella volvacea
Lingkungan tumbuh
Jamur merang tumbuh di lokasi yang mempunyai suhu 32-38C dan kelembapan 80-90%
dengan oksigen yang cukup. Jamur ini tidak tahan terhadap cahaya matahari langsung, tetapi
tetap membutuhkannya dalam bentuk pancaran tidak langsung. Derajat keasaman (pH) yang
cocok untuk jamur merang adalah 6,8-7. Jamur merang kaya akan protein kasar dan
karbohidrat bebas N (N-face carbohydrate). Tingkat kandungan serat kasar dan abu adalah
moderat, sedangkan kandungan lemaknya rendah. Nilai energi jamur merang rendah, namun
merupakan sumber protein dan mineral yang baik dengan kandungan kalium dan fosfor yang
tinggi. Kandungan Na, Ca, Mg dan Cu, Zn , Fe cukup. Kandungan logam berat Pb dan Cd
tidak ada, sehingga jamur merang sangat baik digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari.
Kandungan protein jamur merang mencapai 1, 8 persen, lemak 0.3 persen, dan karbohidrat 12
48 persen.Jamur merang kaya akan protein, sebagai makanan anti kolesterol, eritadenin
dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun, dan banyak mengandung antibiotik yang
berguna untuk pencegahan anemia. Menurut penelitian jamur juga dapat digunakan untuk
mengobati kanker.
Pertumbuhan Jamur Merang (Volvariella volvace) Pertumbuhan Jamur Merang berarti
banyaknya Meselium jamur yang tumbuh membentuk tubuh buah (primodia)yang muncul di
atas permukaan media tumbuh (Trubus, 2001).
Jamur Merang termasuk jamur sejati yang memiliki tingkatan hidup yang lebih tinggi dari
pada tumbuhan Talus lainya. Jamur sejati umumnya memiliki tubuh buah yang merupakan
tonjolan atau pertumbuhan dari Myselium.Tubuh buah pada Jamur Merang (Volvariella
volvacea) sudah memiliki Akar, batang (tangkai) di mana pada tudung terbentuk spora. Spora
yang sudah masak biasanya di terbangkan oleh angin yang kemudian tumbuh membentuk

myselium. Myselium umurnya lebih dari satu tahun, selama keadaan buruk myselium berada
dalam tanah, kadang kadang juga kayu, dan pada musim-miusim tertentu (di indonesia
musim hujan) membentuk tubuh buah yang menyerupai payung (Tjirosoepomo, 1981)
Menurut Suriawiria (1982), kehidupan jamur dapat menjadi jasad yang saprofit ataupun jasad
yang parasit, kalau kemudian jamur ditelaah dari segi sifat mikroba secara umum, ternyata
jamur termasuk jasad yang heterotrofik artinya untuk keperluan hidupnya ketergantungan
sumber nutrien (sumber makanan) dari sumber yang lain yang sudah ada. Jamur Merang
(Volvariella volvacea) sendiri memiliki bentuk tubuh yang lengkap yang menyerupai tanaman
yang sudah memiliki akar (rhizoid), tangkai, dan tudung. Sebagai organisme yang tidak
berklorofil Jamur Merang (Volvariella volvacea) memiliki warna agak ke coklatan yang
umumnya terdiri dari zat aromatik yang tidak mengandung N. Jamur secara umum tidak
dapat melakukan fotosintesis dengan demikian jamur tidak dapat menggunakan secara
langsung sinar matahari. Jamur memperoleh makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa,
glukosa, lignin, dan protein. Berbeda dengan jenis jasad yang memiliki klorofil mempunyai
kemampuan untuk melakukan fotosintesis yaitu pengubahan senyawa anorganik (CO2, H2O)
menjadi senyawa organik (C6 H12 O6 ) ini di sebabkan klorofil merupakan bejana alami
yang mengubah energi fisik ( cahaya) menjadi energi kimia.
Pada umumnya bangsa jamur dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu secara seksual
dan aseksual.
Perkembangbiakan Secara Seksual
Perkembangbiakan secara seksual bukan bearti sama kejadianya pada hewan. Di dalam
kenyataanya ada dua hifa yang kemudian bertindak seperti gamet (alat perkembangbiakan ),
tetapi belum dapat di bedakan antara yang jantan dan betina, hanya di beri tanda (+) dan (-),
yang kemudian bersatu (kawin) membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi jamur
dewasa. (Suriawiria, 1982).
Perkembangbiakan Secara Aseksual
Perkembangbiakan secara aseksual yaitu melalui jalur spora yang terbentuk endogen di
dalam askus atau eksogen pada basilium. Askus merupakan alat perkembangbiakan yang
spesifik dan tidak lain merupakan sporangium. Askus dan basidium berkumpul dalam satu
tubuh buah yang terjadi dari plektenkim dalam tubuh buah askus atau basidium tersusun
tegak dan sejajar seperti jaringan tiang (Tjitrosoepomo, 1981). Jamur Merang khususnya
jamurjamur yang memiliki tubuh buah pada umumnya berkembangbiak dengan membentuk
spora.Sinaga (1990)
Morfologi Jamur Merang
Tubuh buah sering pula disebut dengan primodia yaitu sesuatu yang keluar di atas permukaan
tanah yang bentuknya seperti payung terbuka bila mana sudah tua, dan berbentuk telur kecil
bila mana baru timbul. Selain jamur yang tumbuh membentuk tubuh buah juga terdapat jamur
yang tetap dalam bentuk myselium yang biasanya tumbuh di dalam tanah dan senantiasa
menghindari sinar matahari (Rismunandar, 1982).
Struktur Tubuh Buah Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Menurut Suriawiria (1986), jamur secara umum mempunyai struktur tubuh yang sederhana
mulai dari jamur bersel satu, bentuk serat sampai bentuk lengkap, artinya sudah menyerupai
tanaman tingkat tinggi yang sudah memiliki akar dan batang.
Pada jamur yang memiliki tingkat kehidupan lebih tiggi (Jamur Sejati) memiliki dua macam

perkembangan tubuh buah atau Primodia, yaitu : tipe perkembangan tubuh buah Angiocarpic
dan Gymnocarpic.
Tipe Angiocarpic
Pada saat perkembangan sampai terbentuknya primodia. Ada stadio kancing (Button Stage)
selubung universal yang membungkus keseluruhan tubuh buah akan tercabik, tudung akan
terangkat ke atas sedangkan selubung universal yang sobek tertinggal di bawah yang
kemudian membentuk wadah yang di sebut dengan cawan.
Tipe Gymnocarpic
Pada tipe perkembangan gymnocarpic lapisan universal tidak terbentuk, sisi dari pembesaran
tudung di hubungkan dengan batang oleh selubung dalam, pada waktu membesar selubung
dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cin-cin (anulus). Jadi Jamur
Merang memiliki tipe perkembangan tubuh buah Angiocarpic karena pada Jamur Merang
terdapat volva, sedangkan jamur-jamur yang memiliki perkembangan tubuh buah tipe
Gymnocarpic salah satunya yaitu campingnon yang memiliki lingkaran pada tangkainya
(Sinaga, 1990).
4) Jamur Kayu(Ganoderma applanatum)
Klasifikasi :
Divisi : Basidiomycetes
Kelas : Homobasidiomycetes
Ordo : Hymenomycetales
Familia : Polyporaceae
Genus : Ganoderma
Spesies : Ganoderma applanatum
Merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar,batang,daun sehingga
disebut dengan tumbuhan tallus.Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluller) dan bersel banyak
(multiseluller).Sel berbentuk benang (hifa).Hifa akan bercabang-cabang membentuk
bangunan seperti anyaman yang disebut miselium.Tubuh multiseluller terdiri atas hifa yang
bersekat.Hidup terestrial saprofit, parasit atau membentuk mikorhiza.Tubuh buah disebut
basidiokarp yaitu tempat terbentuknya basidium dan basidium terbentuk spora basidium.
Basidiokarp tersusun atas basidiun-basidium yang di dalamnya berisi spora (basidiospora).
Basidium ada yang terdiri atas satu sel dan ada yang bersekat-sekat terbagi menjadi 4 bagian
sel.Sel bersifat eukaryotik, tidak mempunyai klorofil, sebagai parasit atau saprofit. Menyukai
hidup pada tempat yang lembab dan tidak menyukai akan adanya cahaya.Fase dikaryotik
lebih panjang di cirikan oleh adanya basidium dan basidiospora,basidiospora dibentuk di liau
basidium,basidiospore yang dibentuk selalu 4,hasil fruktifikasi disebut basidiocarp.
Mempunyai tingkat perkembangan sederhana, Belum membentuk tubuh buah, basidium
bebas. Hifa pendukung membentuk tubuh buah dan basidium terkumpul membentuk
himenium yang didukung himenofor. Himenium terletak di atas tubuh buah. Spora sangat
banyak dan secara aktif dilontarkan oleh basidium. Tubuh buah tanpa Himenofor yang
menonjol, himenium terletak di atas tubuh buah dan sudah terbentuk Sejas tubuh buah masih
muda,lamella atau papan,sehingga permukaan menjadi lebih luas.
Basidiolarp seperti kertas / kulit / belulang / kayu.Himenium terdapat pada satu sisi atau
seluruhnya, banyak tumbuh pada pohon atau sebagai saprofit dan bisa merusak kayu
bangunan.Ganoderma applanatum tubuh buahnya berbentuk setengah lingkaran, banyak

terdapat pada kayu lapuk.Cendawan yang baru bertumbuh berwarna kuning muda kecoklatan,
setelah itu Ganoderma applanatum akan berubah warna menjadi coklat.
Cara reproduksi :vegetatif : spora vegetatif fragmentasi (pemisahan) Reproduksi aseksual
dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk spora pada basidium.
5) Jamur Paku(Lentinula edodes)
Klasifikasi
Kingdom :Fungi
Divisi :Basidiomycota
Kelas :Homobasidiomycetes
Ordo :Agaricales
Famili :Marasmiaceae
Genus :Lentinula
Spesies :Lentinula edodes
1. Habitat
Jamur shiitake tumbuh di permukaan batang kayu yang melapuk dari pohon Castanopsis
cuspidata, Castanea crenata (kastanye), dan sejenis pohon ek Quercus acutissima.
2. Ciri Khas
Batang dari tubuh buah sering melengkung
Payung terbuka lebar.
Payung terbuka lebar,berwarna coklat tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas.
Sedangkan bagian bawah payung berwarna putih.
3. Morfologi
Tudung merupakan tubuh buah dari jamur.
Lamella merupakan helaian-helaian yang terletak dibawah tudung.
Kumpulan Lamella disebut hamenium.
Tangkai merupakan badan yang mendukung tudung.
Vulva merupakan bagian yang menghubungkan antara tangkai dan substrat.
4. Anatomi
Spora merupakan alat perlembangbiakan secara vegetatif.Pada bagian dalam tudung terdapat
bilah yang di dalamnya terdapat nasidiospora.Basidiospora adalah spora yang terdapat di
dalam basidium.basidium adalah suatu badan yang terdiri atas satu selyang mengembang
berbentuk ganda.
5. Reproduksi
Vegetatif, dengan pembentukn tunas oleh konidium dan fragmentasi miselium.
Generatif, dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang
disebut basidiokarp yang selanjutnya menghasilkan spora.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
a. Fungi merupakan organisme eukariotik berdinding sel dari kitin ,tidak berklorofil bersifat

heterotrof.Anggota fungi ada yang uniselluler(berukuran miroskopis) dan adajuga yang multi
selluler(berukuran mikroskopis dan makroskopis)
b. jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
c. Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara
aseksual, jamur menghasilkan spora
d. Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi.
e. Jamur berhabitat pada macam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak
organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan
berasosiasi dengan organisme air
f. Berdasarkan cara spora dihasilkan, fungi dapat di klasifikasikan menjadi 4 kelompok
yaitu :
1. Zygomicotina
2. Ascomycotina
3. Basidiomycotina
4. Deuteromycotina
3.2. Saran
Bagi peneliti sebelum melakukan praktikum sebaiknya peneliti harus mengetahui hal apa
saja yanh akan di teliti
Peneliti sebaiknya di lakukan dengan hati hati karena jika rusak tidak akan menghasilkan
preparat yang kurang jelas gambarnya
Daftar Pustaka
Sumarsih, Sri. 2003. Diktat Kuliah Mikrobiologi Dasar. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas
Pertanian Universitas UPN Veteran. Yogyakarta.
Nurfajarwati, Wita. Produksi -Glukan dari Saccharomyces Cerevisiae Dengan Variasi
Sumber Nitrogen ( Skripsi ). Institut Pertanian Bogor; 2006.
Ahmad, Riza Zainuddin. Pemanfaatan Khamir Saccharomyces CerevisiaeUntuk Ternak.
WARTAZOA Vol 15 No 1 Tahun 2005:50-51.
http://www.allergy-details.com/
http://media.wiley.com
Campbell, Reece, Mitchell. 2003. Biologi Edisi 5 Jilid 2. Jakarta. Erlangga
http://www.himatansi.org/news119-all-about-jamur-merang.html