You are on page 1of 4

Lahirnya Hak Persekutuan,

Hak atas tanah yang ada lebih dahulu adalah hak persekutuan,
karena awalnya manusia hidup nomaden dengan berkelompok secara
melingkar dalam suatu wilayah pengembaraan, maka pada saat itu:
1.

Semua anggota kelompok merasa berhak terhadap semua bidang


tanah dalam wilayah pengembaraan

2.

Semua anggota merasa berhak untuk memungut hasil dari semua


bidang tanah dalam wilayah pengembaraan

3.

Hak persorangan belum ada, baru muncul setelah masyarakat


mulai menetap, sehingga hak perseorangan tetumpang di atas hak
persekutuan, seperti hak sewa yang tetumpang di atas hak milik

Dengan dikuasainya tanah oleh persekutuan dan warganya, terjadi


hubungan

hukum

kemudian

diikuti

(hak)

antara

dengan

persekutuan

munculnya

hak

dengan

tanah

perseorangan.

yang

Pola-pola

hubungan antara persekutuan/idividu dengan tanah yang dikuasainya


disebut hukum tanah adat.
Hubungan

hukum

adalah

hubungan

yang

bersifat

abstrak

antara

subyek hukum dengan obyek hukum atau antar subyek hukum yang
dapat

dipertahankan

melalui

prosedur

hukum,

karena

masyarakat disediakan wadah dan prosedur mempertahankannya.


Isi Hubungan Hukum itu adalah hak dan atau kewajiban

Kedudukan Hukum Tanah Adat dalam Hukum Positif


-Sebelum Kolonial

oleh

-Zaman Kolonial
-Setelah Merdeka
Wilayah Hukum Adat (Adatrecht kringen)
Adalah

suatu wilayah

yang garis-garis

besar, corak

dan sifat

hukum adat yang berlaku seragam


Ciri

Bahasa

Daerah;

Sistem

Kekerabatan;

Sistem

Perkawinan;

Sistem Pemerintahan.
Kukuban Hukum :
Tiap Wilayah Hukum Adat dibagi atas kukuban hukum, yakni wilayah
yang corak dan sifat hukum adatnya seragam. Contoh : Jawa Barat
terdiri dari Betawi, Banten, Priangan, dan Cirebon. Minangkabau :
Darek (Luhak Nan Tigo) dan Rantau
Masyarakat

Hukum

Adat

(Adat

Recht

Gemeenschap)

Sebagai Subyek

Tanah Ulayat.
Sekelompok orang yang merasa sebagai suatu kesatuan, baik karena
keturunan
organisasi

maupun
yang

tempat
jelas

tinggal

dengan

dan

kepentingan,

pimpinannya;

dan

harta

mempunyai
kekayaan

sendiri baik tanah maupun bukan tanah, berujud dan tak berujud
serta berwenang mengurus kepentingan sendiri.
Ciri Masyarakat Hukum Adat :
1.

Himpunan orang

2.

Merasa bersatu karena : keturunan, wilayah, atau kepentingan

3.

Mempunyai organisasi yang jelas

4.

Mempunyai pimpinan

5.

Mempunyai kekayaan sendiri, tanah, bukan tanah, berwujud dan


tak berujud

6.

Wenang mengurus kepentingan sendiri (otonom)

7.

Merupakan subyek hukum, dapat berbuat di luar maupun di


depan sidang pengadilan .

Hak Atas Tanah Dalam Hukum Adat


Hak Persekutuan Atas Tanah Adat (Hak Ulayat)adalah kewenangan
persekutuan hukum adat atas setiap jengkal tanah yang ada dalam
wilayah persekutuan :
1.

Kewenangan
tertentu

persekutuan

untuk

keperluan

untuk

memanfaatkan

persekutuan,

kantor

bidang

tanah

lembaga

adat,

tempat ibadah, jalan, saluran irigasi, dsb.


2.

Kewenangan

persekutuan

untuk

mengatur

pencadangan

dan

pemanfaatan semua bidang tanah dalam wilyah persekutuan


3.

Kewenangan persekutuan untuk mengizinkan warga persekutuan


membuka/mengolah/memanfaatkan bidang tanah tertentu, sehingga
warga itu memperoleh hak perorangan

4.

Kewenangan persekutuan untuk mengurus dan mengatur peralihan


bidang

tanah

dalam

wilayah

persekutuan,

baik

antar

warga

persekutuan, maupun dengan pihak luar.


Istilah Hak Persekutuan:
Ambon

Patuanan;

Jawa:

Wewengkon;

panyampeto/pawatasan;

Bolaang

Limpo;

Minangkabau:

Buru:

nuru;

Mongondow:

Kalimantan

totabuan;

wilayat;

Bali:

Sulsel

Prabumian;

Indonesia (UUPA): Ulayat, Van Collenhoven : Beschickingsrecht


Hak Persorangan Atas Tanah
Adalah

kewenangan

dari

anggota

persekutuan

atas

bidang

tanah

tertentu dari wilayah persekutuan :


1.

Memungut hasil: mengambil kayu, rotan, damar, gaharu, ikan,


binatang liar, dalam wilayah persektuannya

2.

Dengan
menerus

izin
bidang

perekutuan,
tanah

membuka

tertentu

dan

dalam

mengusahakan

wilayah

terus

persekutuan:

pemukiman, sawah, tambak, toko, dsb.


3.

Dengan

izin

persekutuan

melakukan

transaksi

tanah

dan

transaksi yang berhubungan dengan tanah dengan berbagai pihak


Hubungan Hak Persekutuan dengan hak perseorangan:
Teori Balon (mengembang dan mengempis)

Pada

waktu

seorang

warga

persekutuan

atas

izin

persekutuan

membuka dan mengurus terus menerus bidang tanah tertentu, hak


ulayat

persekutuan

menonjol.

Bila

menipis

tanah

(tapi

tetap

diterlantarkan,

ada)

hak

hak

perorangan

persekutuan

penuh

kembali.
Transaksi Atas Tanah
1.Transaksi Tanah:
a. Jual Beli Tanah
b. Hibah Tanah
c. Tukar Menukar Tanah
d. Wakaf Tanah
2. Transaksi Yang berhubungan dengan tanah :
a. pinjam meminjam tanah
b. gadai tanah (Jual Gadai)
c. sewa menyewa tanah (jual tahunan dan sewa)
d. bagi hasil tanah
Pengaruh Luar Terhadap Hukum Tanah Adat
1.

Pengaruh hukum Islam

2.

Pengaruh hukum kolonial Belanda

3.

Pengaruh Perundangan RI

Dasar Hukum Berlakunya Hukum Tanah Adat


A.

Landasan Sosiologis;

B.

Landasan Yuridis Formal;

C.

Landalasan Filosofis