Sie sind auf Seite 1von 20

david’s Blog

Just another Friendster Blogs weblog

← MAKALAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARTAWAN DALAM


MENJALANKAN PROFESINYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40
TAHUN 1999 TENTANG PERS
hukum waris catatan →

TUGAS MAKALAH HUKUM WARIS ADAT


KEWENANGAN ANAK ANGKAT DALAM MEWARIS
TUGAS MAKALAH HUKUM WARIS ADAT

KEWENANGAN ANAK ANGKAT DALAM MEWARIS

NAMA DOSEN PENGASUH MATA KULIAH

1.OKTARIANUS KURNIAWAN,SH.MH.

2.LOUISE THERESIA,SH.

FAKULTAS HUKUM

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

2008

TUGAS MAKALAH HUKUM WARIS ADAT

KEWENANGAN ANAK ANGKAT DALAM MEWARIS

KELOMPOK 1

FAKULTAS HUKUM

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA


2008

NAMA NAMA ANGGOTA NIM TANDA TANGAN


DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………………………………..1

1.1LATAR BELAKANG ……………………………………………………………. 1

1.2RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH ……………………………………… 2

BAB 2 PEMBAHASAN………………………………………………………………. 3

2.1.ANAK ANGKAT DALAM HUKUM WARIS ADAT …………………………3


2.2 KEWENANGAN YANG DIMILIKI ANAK ANGKAT DALAM MEWARIS .5

2.2ANAK ANGKAT MEWARIS …………………………………………………… 7


2.4ANAK ANGKAT TIDAK MEWARISI ………………………………………… 10

BAB 3 PENUTUP ……………………………………………………………………15

3.1KESIMPULAN …………………………………………………………………… 15

3.2 SARAN …………………………………………………………………………. 16

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Hukum waris adat merupakan salah satu hukum yang memiliki karakteristik

tersendiri,selain dari 2 sistem hukum waris lainnya yang dianut oleh Negara kita.yaitu sistem

hukum waris bw dan sistem hukum waris islam. Hukum waris adat memiliki aturan sendiri

dalam membagi warisan apalagi terhadap sesorang yang bukan anak kandung atau disebutjuga

anak angkat. Anak angkat sering dipermasalahkan keabsahannya dalam menerima warisan

dengan berbagai alas an Alasan yang sering dikemukakan seperti masalah besarnya harta waris

yang diberikan atau tidak pantasnya seorang anak angkat menerima harta waris karena bukan

anak kandung atau keturunan sah.

Ada dua pernyataan yang menarik oleh supomoe dan ter haar mereka mengatakan bahwa

anak angkat tidak mewaris/bukan ahli waris,tapi ketika keluar keputusan landrad dan raad van

justitie .mereka mengatakan bahwa hal itu adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu
pembahasan mengenai anak angkat ini kami angkat dalam makalah ini agar kejelasan dan

kesadaran hukum waris dalam masyarakat dapat dipenuhi.

Karena itulah makalah ini dibuat.Makalah dengan judul KEWENANGAN ANAK

ANGKATDALAM MEWARIS .ini akan mengupas secara tuntas apa saja hal –hal yang

berhubungan dengan masalah anak angkat dalam pewarisan berdasarkan ketentuan yang ada dan

berlaku dalam hukum waris adat.

1.2 RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH

Permasalahan yang dapat kami angkat yaitu

1.apa yang dimaksud dengan anak angkat dalam hukum waris adat ?

2. kewenangan yang dimiliki anak angkat dalam mewaris

Penulis akan membatasi Permasalahan yang akan dibahas yaituyang berhubungan dengan

kewenagan anak angkat dalam mewaris sesuai ketentuan hukum waris adat dan aspek hukum

lain yang mengatur tentang substansi pokok bahasan tersebut.

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1.ANAK ANGKAT DALAM HUKUM WARIS ADAT


Dalam bahasa Inggris anak angkat disebut godson ataupun goddaughter,godson untuk

anak angkat laki – laki dan goddaughter untuk anak angkat perempuan. Angkat dalam kamus

bahasa Indonesia berarti mengambil atau menjadikan (anak,saudara,dsb) dalam hal ini anak

angkat berarti seorang yang lain keturunan, yang diambil dan dijadikan sebagai anak. Menurut

Hukum islam anak angkat tidak diakui untuk dijadikan sebagai dasar dan sebab mewaris,karena

prinsip pokok dalam kewarisan adalah hubungan darah atau arhaam. Namun di beberapa daerah

yang masyarakat adatnya menganut islam masih ada berlaku dimana anak angkat dapat mewaris

harta orang tua angkatnya.bahkan karena sayangnya pada anak angkat telah pewarisan bagi anak

angkat telah berjalan sejak pewaris masih hidup.

Dalam Hukum Waris adat pada hukum adat yang mewarisi system hukum kekeluargaan

yang bersifat patrilineal,(adat batak toba)anak angkat memiliki kedudukan yang sama dengan

anak kandung,anak angkat masuk dalam hubungan kekerabatan genealogis marga ayah

angkatnya.

Pada masyarakat yang mempunyai system hukum yang bersifat matrilineal(hukum adat

minangkabau)kedudukan anak angkat tidak sama dengan anak kandung,dan pada hukum adat

yang yang mempunyai sistem hukum kekeluargaan yang bersifat parental atau bilateral(adat

jawa,melayu,)yaitu pada adat jawa anak angkat disebut (ngangsu sumur loro) yaitu mempunyai

dua sumber warisan yang berasal dari warisan/sebagian peninggalan harta orang tua
angkat(hibah atau wasiat) dan sebagian dari harta orang tua kandung.Pada hukum adat

melayu,anak angkat tidak sama kedudukannya dengan anak kandung,sehingga anak angkat tidak

mewaris daripada harta peninggalan orang tua angkatnya

4
2.2 KEWENANGAN YANG DIMILIKI ANAK ANGKAT DALAM MEWARIS

Sejauh mana anak angkat dapat mewarisi orang tua angkatnya dapat dilihat dari latar

belakang sebab terjadinya anak angkat itu.Pada umumnya pengangkatan anak dilakukan karena

alas an – alas an seperti berikut :

1.tidak memiliki keturunan

2.tidak ada penerus keturunan

3.menurut adat perkawinan setempat

4.hubungan baik dan talipersaudaraan

5.rasa kekeluargaan dan peri kemanusiaan

6.kebutuhan tenaga kerja

Dikarenakan tidak memiliki keturunan anak dan tidak ada anak lelaki sebagai penerus

keturunan dilingkungan masyarakat patrilineal atau tidak ada anak perempuan penerus keturunan

di lingkungan masyarakat matrilineal,maka diangkatlah kemenakan bertali darah.

5
Dikarenakan adat perkawinan setempat seperti berlaku di daerah lampung antar wanita

lampung dengan orang luar daerah,didalam perkawinan memasukkan menantu(nguruken

mengiyan),maka diangkatlah si menantu menjadi anak angkat dari salah satu kepala keluarga

anggota kerabat,sehingga si suami menjadi anak adat dalam hubungan bertali adat.

Kemudian dikarenakan rasa kekeluargaan dan peri kemanusiaan pada anak

kemenakan,ahli family atau orang lain yang hidup susah,maka si anak diurus dipelihara

disekolahkan dan sebagainya,maka terjadilah anak angkat yang berlaku diluar upacara adat

resmi.,sehingga merupakan hubungan yang bertali budi.

Selanjutnya dikarenakan hubunganbaik dan rasa persaudaraan didalam pergaulan sehari

hari antara orang yang satu dengan yang lain,atau juga dikarenakan kebutuhan tenaga kerja

dalam usaha pertanian rumah tangga dan lain sebagainya,maka terjadilah anak angkat bertali

emas.Di berbagai daerah ada pengangkatan anak yang dilaksanakan dengan upacara adat besar

yang disaksikan oleh tua – tua adat dan ada hanya diresmikan terbatas dalam keluarga atau

tetangga saja,dan ada pula yang hnya cukup dengan adanya pengakuan dari orang tua angkat dan

nampak dalam kenyataan pergaulan rumah tangga sehari – hari.

2.3 ANAK ANGKAT MEWARIS

Di daerah lampung anak angkat yang mewarisi bapak angkat ialah anak angkat tegak tegi

penerus keturunan bapak angkatnya,ia bertanggung jawab penuh atas kedudukan dan harta
kekayaan bapak ngkatnya itu.Apakah si anak angkat tadi itu tadinya hanya merupakan anak

angkat adat atau hanya anak pengakuan seperti disebut anak panutan,anak pupon,anak

pungut,anak titip dan sebagainya.apabila ia telah diangkat dengan resmi dalam upacara adat

sebagai anak tegak tegi,maka ia berhak sebagai waris dari bapak angkatnya.

Pada dasarnya anak angkat tegak tegi,atau sebagaimana disebut anak angkat mutlak di

kalangan masyarakat Madura dan masyarakat using di Banyuwangi,maka mereka ini tidak lagi

sebagai waris dari bapak atau orang tua kandungnya ia hanya mewaris dari orang tua angkatnya

saja.

Di jawa anak angkat itu “ngansu sumur loro” artinya meiliki dua sumber warisan karena

ia mendapat warisan dari orang tua angkat dan mendapat juga warisan dari orang tua kandung.

Hal ini sesuai dengan hasil keputusan pengadilan Purworejo tanggal 6 januari 1937

bahwa anak angkatmasih mewarisi orang tua kandungnya dan kerabat sendiri.Hanya di dalam

pewarisan jika anak kandung masih ada maka anak angkat mendapat warisan yang tidak sama

atau tidak sebanyak dengan anak kandung ,dan jika orang tua angkat takut anak angkat tidak

mendapat bagian yang wajar atau mungkin tersisih sama sekali oleh anak kandung dengan

menggunakan dasar hukum islam maka sudah menjadi kebiasaan orang tua angkat itu memberi

bagian harta warisan kepada anak angkat sebelum ia wafat dengan hibah atau wasiat.Betapapun

anak angkat itu berhak mewaris dari orang tua angkatnya,namun ia tidak boleh melebihi anak
kandung sebagaimana keputusan MA tanggal 18 maret 1959 no 37k/sip/1959 yang menyatakan

bahwa anak angkat hanya diperbolehkan mewaris harta gono gini(harta pencaharian) dari orang

tua angkatnya,sedang terhadap barang asal tidak berhak mewaris.Kecuali jika harta gono gini

tidak mencukupi sebagaimana dinyatakan dalam keputusan kamar ke III Raad van Justitie

tanggal 25 mei 1939 bahwa anak angkat dapat meminta bagian dari barang asal orang tua

angkatnya hingga jumlahnya yang menurut keadaan dianggap adil.

Di kalangan masyarakat adat dayak kendayan atau dayak benawas di kalbar apabila

seseorang anak telah diangkat menjadi anak angkat maka kedudukannya sebagai waris tidak

berbeda dari anak kandung bapak angkatnya,kecuali ia tidak memenuhi kewajiban sebagai anak

terhadap orang tua,misal tidak menjaga nama baik orang tua angkatnya.

Di daerah Minahasa orang yang tidak punya anak tetapi ada anak angkat,maka yang

,mewarisi harta peninggalan ayah angkat adalah anak angkat.Begitu pula walaupun ada anak

tetapi juga ada anak angkat,maka si anak angkat sama hak mewarisinya dengan anak kandung

terhadap harta warisan ayah angkatnya,kecuali terhadap harta kelakeran,oleh karena

itu,memerlukan persetujuan para anggota kerabat yang bersangkutan.

Jadi di Minahasa,pada dasarnya anak angkat berhak atas harta pencaharian orang tua

angkatnya,bahkan berhak pula atas harta bawaan walaupun disana sini masih terdapat juga yang

tidak mengizinkan.Disamping itu dalam hal pewarisan walaupun anak angkat telah dipecat
karena tidak baik perilakunya jika sebelumnya penuh pengabdian kepada orang tua

angkatnya,berkemungkinan bagian warisannya tidak dicabut.

Keadaan yang demikian itu disebabkan di Minahasa sering terjadi sengketa waris antara

anak angkat dan anak kandung.Untuk tidak menimbulkan sengketa seperti itu maka masyarakat

keluarga di Minahasa berpandangan sebaiknya mengangkat anak sejak masih kecil dan diambil

dari anggota keluarga sendiri.

Harapan agar pengangkatan anak itu dilakukan sejak masa kecil anak bahkan sejak bayi

juga merupakan alam pikiran orang jawa,sebagimana berlaku di kecamatan Salatiga ,Jateng,

anak yang diangkat sejak kecil atau masih bayi itu sama halnya dengan anak kandung sebagai

waris penuh dari orang tua angkatnya.

B.2 ANAK ANGKAT TIDAK MEWARISI

Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa di daerah Lampung dalam perkawinan

ambil lelaki(ngakuk ragah),maka si suami walaupun diangkat sebagai anak angkat tidak

mewarisi orang tua angkatnya.Keadaan yang sama terdapat pula di Nusak,rote,NTT,dalam

bentuk perkawinan masuk yang disebut sao uma lain,yang dilakukan tanpa pembayaran

jujur(belis)dalam hal ini si isteri berkedudukan sebagai jembatan(rote,lalete) dan berfungsi tidak

saja sebagai perempuan tapi juga sebagai laki – laki,sebagaimana dikatakan orang rote nene inak

boe ma nene tou boe.


10

.Jadi di sini walaupun si suami diambil mirip sebagai anak angkat ia tidak mewarisi orang

tua angkatnya atau mertuanya,oleh karena itu yang mewaris kelak dalah cucu laki laki keturunan

dari suami isteri itu.

Di daerah lain pengangktan anak mungkin tidak bisa dilakukan dalam upacara adat besar

dengan mengadakan pesta penyembelihan kerbau seperti di lampung.Tetapi walaupun

bagaimana seorang dari luar adat pepadun atau dari luar lampung telah diangkat mejadi anak

angkat adat ia tetap bukan waris dari orang tua angkat atau mertuanya jika ia tidak ditetapkan

sebagai anak tegak- tegi yang berkedudukan sebagai penerus keturunan menurut garis

patrilineal.Anak – anak angkat lainnya yang di daerah lain mungkin dapat menjadi waris dari

orang tua angkat dikarenakan orang tua angkat tidak memilki anak sama sekali,maka di daerah

lampung beradat padun tidak dapat menjadi waris disebabkan bukan nak tegak tegi bukan anak

angkat dari anggota kerabat sendiri,karena si anak dari perkawinan tidak sejajar,karena asal usul

si anak tidak jelas keturunannya,misalnya anak – anak angkat sebagai berikut

11

-Anak akkenan(anak akuan),yaitu seseorang yang diaku anak karena belas kasihan dan atau

karena baik hati


-Anak pancingan(jawa,anak panutan)yaitu anak orang lain yang diangkat sebagai pancingan

agar mendapt anak karena suami istri sudah lama kawin belum memiliki anak disebut

anak pupon

-Anak isikan(anak piara) yaitu anak yang dipelihara hidupnya karena susah dan adanya

kebutuhan tenaga kerja bagi si pengangkat anak disebut juga anak pungut.

-Anak titip,yaitu anak yang dititipkan karena orang tuannya(ibunya) tidak dapat mengurus

anak dengan baik,sehingga diserahkan kepada kakek nenek atau kerabat tetangga lain.

Kesemua anak – anak tersebut menurut hukum adat lampung pepadun tidak dapat

menjadi waris dari orang tua angkat tanpa melalui proses penyelesaian yang panjang dan sukar

dilaksanakan.Namun selama mereka berada di bawah asuhan orang tua angkatnya ia mendapat

perawatan dan pemeliharaan yang baik,bahkan diantaranya berkesempatan mendapat pendidikan

tinggi oleh orang tua angkatnya.

12

Sebaliknya mereka mengabdi dan memberikan jasa –jasa baiknya melebihi anak

kandung.Latar belakang dari sebab anak angkat tidak boleh menjadi waris dari orang tua angkat

di kalangan masyarakat antara lain juga karena pengaruh ajaran agama islam.Menurut Hukum

waris Islam anak angkat bukan waris dari orang tua angkatnya,oleh karena hubungan antara anak

angkat dengan orang tua angkat,bukan hubungan anak sulbi yaitu bukan anak kandung yang

berasal dari tulang sulbi atau tulang punggung kamu.


Soepomo dan terhaar mengemukakan hal yang menarik mengenai kedudukan anak

angkat dalam mewaris.Suepomoe dan ter haar memandang bahwa di JA-BAR,pengangkatan

anak tidak memutuskan pertalian keluarga antara anak angkat dengan keluarga sendiri.

Tentang kedudukan anak angkat terhadap harta peninggalan orang tua angkatnya

soepomoe maupun terhaar sepakat mengatakan sebagai bukan ahli waris namun soepomo

menyebutkan bahwa menurut hukum adat Jabar,anak angkat sepatutnya mendapat bagian dari

harta peninggalan orang tuanya bahkan ada anak kandung sekalipun.

13

Sehubungan dengan itu soepomo menilai putusan landraad Purworejo 25 agustus 1937

dan kamar III Raad Van Justitie 24 mei 1940 yang memutuskan bahwa harta gono gini jatuh

pada janda dan anak angkat,jikatidak terdapat anak kandung adalah keputusan yang tepat. Dalam

hal ini penulis menilai soepomo kurang konsisten terhadap pengertian harta peninggalan yaitu

disatu kesemapatn dia memandang harta peninggalan sebagai keseluruhan harta perkawinan tapi

di lain pihak ia memandang harta peninggalan terbatas pada harta asal.

14

BAB 3 PENUTUP

3.1KESIMPULAN

-Berbagai perubahan dalam peraturan adat masyarakat Indonesia merupakan bukti bahwa

adanya keragaman dalam hukum adat dan perkembangan aturan dalam hukum
adat.kejelasan status anak angkat dalam waris adat harus segera disikapi dengan adanya

peraturan hukum yang dikeluarkan oleh lembaga hukum tertinggi dengan menyikapi

aspirasi dan gejolak yang ada di masyarakat

-Kewenangan yang dimiliki anak angkat berbeda – beda dalam setiap suku dengan berbagai

macam sistem pewarisan,tapi itu merupakan salah satu ciri budaya yang meperkaya

pluralisme kebudayaan di Indonesia yang juga turut serta membangun Hukum Indonesia.

15

3.2 SARAN

-Harus ada payung hukum jelas yang mewakili keterlibatan anak angkat dalam pewarisan

agar tidak ada kekosongan hukum dan menghindari ketidak adilan baik itu bagi anak

angkat mau pun orang – orang yang menerima harta warisan

-MA harus selalu mengawasi gejolak masyarakat yang melibatkan pewarisan berdasarkan

hukum waris adat sebab, kesalahan hukum dalam pemutusan perkara waris adat bisa saja

terjadi apabila tidak dibarengi rasa keadilan

-Dengan adanya aturan hukum yang jelas maka masalah perselisihan dan pertengakaran yang

biasanya terjadi dapat dihindari dengan keputusan hukum yang jelas dan tepat sasaran

dan mewakili aspirasi masyarakat adat setempat.

16

DAFTAR PUSTAKA
SUMBER PERUNDANG – UNDANGAN

Landraad Purworejo 25 agustus 1937

Kamar III Raad Van Justitie 24 mei 1940

LITERATUR

Prof.Hilman Hadikusuma,SH.Hukum Waris Adat.PT CITRA ADITYA BAKTI.Bandung,. 2003.

Dr.R.Otje Salman,SH.Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap

Waris.ALUMNI.BANDUNG.2003

Kamus Umum Bahasa Indonesia.W.J.S.POERWADARMINTA.PN BALAI PUSTAKA 1976.

Kamus Inggris Indonesia.An English – Indonesian Dictionary.JOHN M.ECHOLS DAN

HASSAN SHADILY.PT.GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA.JAKARTA.2005.

SUMBER INTERNET

KEDUDUKAN ANAK ANGKAT MENURUT HUKUM ADAT HUKUM PERDATA(STB

NO 1917 TNO 129) DAN HUKUM ISLAM.THESIS.M.RIZAL ILMU HUKUM.PROGRAM

PASCA SARJANA USU MEDAN 2002.USU DIGITAL LIBRARY.PERPUSTAKAAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.WWW.USUDIGITALLIBRARY.NET

October 20th, 2008 in Uncategorized Tagged Add new tag, makalah hukum |
Trackback URI | Comments RSS
5 Responses to “ TUGAS MAKALAH HUKUM WARIS ADAT
KEWENANGAN ANAK ANGKAT DALAM MEWARIS ”
1. # 1 lcd tvs for sale Says:
February 3rd, 2011 at 2:15 pm

It agree, it is the amusing information Yes, logically correctly Infinite discussion


Samsung P2570HD 24.6-Inch Full 1080p HDTV LCD Monitor - Black Rose
2. # 2 laptop backpack Says:
February 6th, 2011 at 11:19 am
Excuse please, that I interrupt you. It can be discussed infinitely.. Matchless theme, it is
very interesting to me SwissGear Computer Backpack (Gray/Red)
3. # 3 swiss gear laptop backpack Says:
February 6th, 2011 at 11:19 am
You are not right. I am assured. Write to me in PM. I think, that you are not right. I am
assured. I can defend the position. Write to me in PM, we will discuss. Completely I
share your opinion. It seems to me it is excellent idea. I agree with you. Cool Backpacks
For Laptops images
4. # 4 pink ribbon Says:
February 8th, 2011 at 3:07 am
I — the same opinion. I apologise, but, in my opinion, you commit an error. I suggest it
to discuss. Write to me in PM. I apologise, but, in my opinion, you are not right. I am
assured. I suggest it to discuss. Write to me in PM. Quite right! Idea good, it agree with
you. The matchless theme, is pleasant to me
Change Your Life Now Happiness Health and Wealth
5. # 5 32 inch tv Says:
February 9th, 2011 at 10:17 pm
You commit an error. Write to me in PM, we will talk. I confirm. It was and with me. We
can communicate on this theme. Here or in PM. Logically As it is curious.. On your
place I would not do it.
Sony BRAVIA KDL32EX710 32-Inch 1080p 120 Hz LED HDTV, Black
Leave a Reply
Top of Form

Name __('(required)')

Mail (will not be published) __('(required)')

Website

43
Type the two words:Type what you hear:Incorrect. Try again.
03AHJ_VusmRRe

manual_challenge

Submit Comment

Submit Comment

Bottom of Form

• Pages
○ About


October 2008
M T W T F S S

1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

• Archives
○ October 2008

• Blogroll
○ black metal
○ comic favorite
○ crazy site
○ emma watson
○ emma watson again!
○ everyone said is the best
○ exploreyourbrain
○ Friendster Blogs
○ majalah gitar indonesia
○ metal blade audio
○ metalkult
○ moviewallpapers
○ music site
○ my favorite music site b media
○ my favorite woman
○ myincesthentai
○ onepieceheadquarters
○ opium of the people
○ playboy
○ prediksi togel
○ radio kalaweit.fm
○ revolvermag
○ the best search engine
○ the best shared site
○ the largest indonesian community
○ videopimp

Top of Form

GO

Bottom of Form

• Recent Posts
○ TUGAS hpk
○ TUGAS PRAKTEK HUKUM
○ SUMPAH PEMUDA
○ tugas hpp
○ SUN TZU
• Categories
○ makalah hukum
○ Uncategorized

• Meta
○ Log in
○ Entries RSS
○ Comments RSS
○ WordPress.org

• Search on This Blog


Top of Form

GO

Bottom of Form

• Meta:
○ Log in
○ Friendster
○ RSS
○ Comments RSS

david’s Blog © 2007 All Rights Reserved.


Entries and comments.
Made by: Nurudin Jauhari.