Sie sind auf Seite 1von 8

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA VISKOSITAS

Oleh : Kelompok VIII Kelas A

Desdi Arta Rahmad Dian Agustin Intan Oktaviani M. Yusro Annur

(0907136461) (0907121198) (0907135847) (0907136138)

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

BAB I TEORI DASAR

1.1

Tujuan Percobaan a. b. Menerangkan arti viskositas suatu cairan. Menggunakan alat penentu viskositas dan berat jenis untuk menentukan viskositas berbagai macam cairan. c. Mempelajari pengaruh temperatur terhadap viskositas cairan.

1.2

Pengertian Viskositas Viskositas diartikan sebagai resistensi atau ketidakmauan suatu bahan untuk

mengalir yang disebabkan karena adanya gesekan atau perlawanan suatu bahan terhadap deformasi atau perubahan bentuk apabila bahan tersebut dikenai gaya tertentu (Kramer, 1996). Viskositas secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tendensi untuk melawan aliran cairan karena internal friction atau resistensi suatu bahan untuk mengalami deformasi bila bahan tersebut dikenai suatu gaya. Semakin besar resistansi zat cair untuk mengalir, maka semakin besar pula viskositasnya. Viskositas pertama kali diselidiki oleh Newton, yaitu dengan mensimulasikan zat cair dalam bentuk tumpukan kartu, seperti Gambar 1 berikut ;

Gambar 1 Teori Newton

Zat cair diasumsikan terdiri dari lapisan-lapisan molekul yang sejajar satu sama lain. Lapisan terbawah tetap diam, sedangkan lapisan atasnya bergerak

dengan kecepatan konstan sehingga setiap lapisan memiliki kecepatan gerak yang berbanding langsung dengan jaraknya terhadap lapisan terbawah. Perbedaan kecepatan dv antara dua lapisan yang dipisahkan denganjarak sebesar dx adalah dv/dx atau kecepatan geser (rate of shear). Gaya per satuan luas yang diperlukan untuk mengalirkan zat cair tersebut F/A atau tekanan geser (shearing stress).

 
dimana

 

 

.......................... ( 1 )

= Koefisien viskositas F = Gaya yang diberikan A = Luas Penampang dv= perubahan kecepatan antar lapisan dx= jarak antar lapisan 1.2.1 Hukum Stokes Viskositas dalam aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada gerak benda padat. Untuk fluida ideal, viskositas sama dengan nol sehingga dianggap bahwa benda yang bergerak pada fluida ideal tidak mengalami gesekan yang disebabkan fluida. Akan tetapi, bila benda tersebut bergerak dengan kelajuan tertentu dalam fluida kental, maka benda tersebut akan dihambat geraknya oleh gaya gesekan fluida benda tersebut. Besar gaya gesekan terdapat pada persamaan 2;
       ................................ ( 2 )

Koefisien K tergantung pada bentuk geometris benda. Untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola dengan jari-jari (r), maka dari perhitungan laboratorium ditunjukan bahwa K = 6Tr .................................................. ( 3 ) Maka, F = 6TLrV ................................................ ( 4 ) dimana F = gaya gesekan fluida r = jari-jari

V = kecepatan alir 1.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Viskositas Viskositas suatu bahan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu (Kartika, 1990): 1. Suhu Viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Jika suhu naik maka viskositas akan turun, dan begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan karena adanya gerakan partikel-partikel cairan yang semakin cepat apabila suhu ditingkatkan dan menurun kekentalannya. Hubungan antara viskositas dan suhu tampak pada persamaan Arrhenius ;
 

.............................................. ( 5 )

dimana = Koefisien viskositas A = Konstanta yang tergantung pada berat molekul dan volume molar zat cair Ea = Energi aktivasi R = Konstanta gas T = Suhu mutlak 2. Konsentrasi larutan Viskositas berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan memiliki viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi larutan menyatakan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak partikel yang terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi pula. 3. Berat molekul solute Viskositas berbanding lurus dengan berat molekul solute, karena dengan adanya solute yang berat akan menghambat atau memberi beban yang berat pada cairan sehingga akan menaikkan viskositasnya.

4.

Tekanan Viskositas berbanding lurus dengan tekanan, karena semakin besar

tekanannya, cairan akan semakin sulit mengalir akibat dari beban y ang dikenakannya. 1.2.3 Jenis-jenis Viskositas Macam-macam viskositas menurut Lewis (1987): 1. Viskositas dinamik, yaitu rasio antara shear, stress, dan shear rate. Viskositas dinamik disebut juga koefisien viskositas. 2. Viskositas kinematik, yaitu viskositas dinamik dibagi dengan densitasnya. Viskositas ini dinyatakan dalam satuan stoke (St) pada cgs dan m/s pada SI. 3. Viskositas relatif dan spesifik, pada pengukuran viskositas suatu emulsi atau suspensi biasanya dilakukan dengan membandingkannya dengan larutan murni. 1.2.4 Alat Ukur Viskositas Untuk mengukur besarnya viskositas menggunakan alat viskometer. Berbagai tipe viskometer dikelompokkan menurut prinsip kerjanya: 1. Tipe kapiler Pengukuran ini berdasarkan atas waktu yang diperlukan oleh cairan untuk melewati sepanjang pipa kapiler pada voleme tertentu. Oswald viskometer adalah salah satu tipe viskometer kapiler yang sederhana. 2. Office Type Tipe viskometer ini menggunakan kapiler yang pendek. Prinsip pengukuran juga sama dengan tipe kapiler (berdasarkan waktu). Alat ini sangat simpel, murah, dan dapat digunakan secara cepat, dan digunakan untuk cairan Newtonian maupun non Newtonian. Alat yang dipakai disebut zhan viskometer. 3. Viskometer Rotasi Pengukuran viskometer berdasarkan rotasi (putaran) dalam silinder. Alat yang digunakan stormer viskometer dan Mac Michael tipe. Alat stormer viskometer banyak digunakan untuk mengukur viskositas susu kental manis, produk tomat dan lainnya. Prinsip alat ini berdasarkan atas waktu yang diperlukan.

4.

Viskometer Ostwald

Gambar 2 Viskometer Ostwald

Cara penggunaannya : Jika air dipakai sebagai pembanding, mula-mula air dimasukkan melaui tabung A kemudian dihisap agar masuk ke tabung B tepat sampai batas a kemudian dilepaskan dan siapkan stopwatch sebagai pengukur waktu.

Umpamanya waktu yang diperlukan air untuk bergerak dari permukaan a sampai b sama dengan t1. Pada Ostwald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri, jadi waktu yang dibutuhkan oleh cairan untuk melalui batas a dan b dapat diukur menggunakan stopwatch. 5. Viskometer Lehman Nilai viscositas Lehman didasarkan pada waktu kecepatan alir cairan yang akan diuji atau dihitung nilai viscositasnya berbanding terbalik dengan waktu kecepatan alir cairan pembanding, dimana cairan pembanding yang digunakan adalah air. 6. Viskometer bola jatuh Terhadap sebuah benda yang bergerak jatuh didalam fluida bekerja tiga macam gaya, yaitu : 1) Gaya gravitasi atau gaya berat (W). gaya inilah yang menyebabkan benda bergerak ke bawah dengan suatu percepatan.Z

2)

Gaya apung (buoyant force) atau gaya Archimedes (B). Arah gaya ini keatas dan besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu.

3)

Gaya gesek (Frictional force) Fg, arahnya keatas dan besarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar. 2003. Penentuan Kekentalan terhadap Viskositas. http://end-akfar.blog spot.com/. Diakses pada 11 Mei 2011. Bambang, Kartika. 2006. Analisi Propagasi Ketidakpastian pada Penentuan Viskositas Menggunakan Bola Jatuh. Penerbit ITB. Kramer, Dulson. 1996. The Viscosity Determination of Waste-Glass for Characterization of Vitrification Process. New York. Yelmida. 2011. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Pekanbaru. Universitas Riau.