You are on page 1of 3

Endah ayu artanti 10130232 Amenorroe sekunder : seorang wanita tidak mendapatkan haid, tetapi sebelumnya pernah mengalami

haid
dengan siklus yang teratur. Disebabkan oleh gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, dan penyakit infeksi.

AMENORROE SEKUNDER 1. Kasus Nn. V berusia 18 th, datang ke poliklinik obsgin. Klien mengeluh siklus haid tidak teratur. Nn. V mengatakan sudah 3 bulan tidak menstruasi. Klien tampak cemas dan takut dengan siklus haidnya yang tidak teratur. Klien mengatakan menarke pada usia 15 th dan siklusnya selalu teratur. Klien mengatakan 4 bulan terakhir pola makan terganggu karena terlalu sibuk dengan aktivitasnya sehingga waktu beristirahat juga sedikit. Pada pemeriksaan TTV di dapatkan TD 90/70 mmhg, suhu 37Oc, RR 16x/menit, nadi 70x/menit. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan ciri-ciri sekunder telah muncul. 2. Analisa data No. 1 Data Etiologi Masalah

Tidak familier dengan Defisiensi sumber informasi pengetahuan Gangguan citra tubuh status Ansietas

2 3

Perceptual Perubahan kesehatan

3. Diagnosa a. Defisiensi perubahan b.d tidak familier dengan sumber informasi b. Gangguan citra tubuh b.d perceptual c. Ansietas b.d perubahan status kesehatan.

4. Intervensi 3 Ansietas berhubungan dengan perubahan Setelah tindakan dilakukan Kaji keperawatan respon Penemuan awal

kecemasan dan reaksi psikologis kecemasan dari

terhadap terjadinya kecemasan mencegah dapat

selama 2 x 24 jam klien akan mampu

status kesehatan mengkontrol cemas dan Tunjukan menciptakan/ mengem perawat

bahwa siap

terjadinya kecemasan lebih berat Kesiapan perawat klien yang

bangkan koping yang lebih efektif dengan

membantu klien untuk mengurangi kecemasan dengan

kriteria hasil : Klien mampu

membantu yang

pendekatan, sentuhan, pengungkapan secara

ditunjunkan

mengidentifikasi penyebab mengungkapkan tanda cemas Klien dan gejala dan

dengan sikap yang terapeutik mampu

verbal Terima argumentasi

meningkatkan kepercayaan klien kepada perawat

klien jangan di tentang atau berdebat

mampu Terima dan dampingi klien mengungkapkan dan reaksi, dalam

sehingga eksplorasi perasaan lebih adekuat mungkin dapat

mengidentifikasi, mengungkapkan keinginan

ekspresinya Klien

mendemonstrasikan teknik kontrol nyeri Klien mengungkapkan penurunan cemas Vital sign dalam batas nornal Klien sikap, aktifitas menunjukan ekpresi dan yang

terhadap nyeri, ketidak nyamanan Bantu mengidentifikasi penyebab atau klien

membutuhkan bantuan mengidentifi penyebab terjadinya kecemasan dalam kasi

pencetus kecemasan

Dorong klien untuk Terhindarnya klien mengembangkan koping adaptif yang lebih dari sumber-

sumber kecemasan dapat mencegah

terhadap

terbebas dari cemas

sumber-sumber kecemasan Berikan reinforcemen

timbulnya kecemasan lebih parah vital normal klien yang

terhadap usaha klien Tanda-tanda untuk pengembangan koping adaptif Berikan empati untuk menunjukan perawat yang lebih yang menunjukan mampu

terhindar

dari kecemasan

dapat merasakan hal

yang dirasakan oleh klien Hindarkan klien dari sumber-sumber kecemasan respon adaptif Pantau vital tanda-tanda klien sampai lebih