You are on page 1of 3

How and Where Alcohol Goes in the Body: Ethyl alcohol (ethanol, CH3CH2OH) is a low molecular weight aliphatic

(open chain) compound, which is completely miscible with water. This characteristic is due to its hydroxyl (-OH) group, which forms intermolecular hydrogen bonds to water. Thus, the hydroxyl group is referred to as being hydrophilic (water-attracting), whereas the ethyl (C 2H5-) group is hydrophobic (waterrepelling). Terjemahan Bagaimana dan dimana Alkohol bekerja di dalam tubuh : Etil alcohol ( ethanol, CH3CH2OH ) adalah senyawa dengan berat molekul rendah ( mata rantai terbuka ), yang mana dapat larut dengan air. Karakteristik dikarenakan kelompok hidroksilnya ( -OH ), dimana membentuk hydrogen antar molekul untuk mengikat air. Jadi, kelompok hidroksil berkaitan erat sekali dengan hidropolik ( air yang disedot ), sementara itu kelompok etil ( C2H5- ) adalah hidropolik ( air yang dikembalikan lagi ).

Because of the complete miscibility with water, ethyl alcohol is readily distributed throughout the body in the aqueous blood stream after consumption. Also and because of this water solubility, it is readily crosses important biological membranes, such as the blood brain barrier, to affect a large number of organs and biological processes in the body. Terjemahan Dikarenakan daya larut air yang sempurna, maka etil alcohol mudah sekali didistribusikan melalui tubuh di dalam aliran darah setelah pemakaian. Dan juga dikarenakan daya larut air tersebut, maka ini sangat penting sekali untuk dapat melalui membrane biologi, seperti penghambat darah di otak, untuk mempengaruhi sejumlah besar organ organ dan proses proses biologis di dalam tubuh.

Ethyl alcohol taken in via ingestion passes from the mouth down the esophagus and into the stomach and on into the small intestine. At each point along the way ethyl alcohol can be absorbed into the blood stream. However, the majority of the ethyl alcohol is absorbed from the stomach (approx. 20%) and the small intestine (approx. 80%). In general drinking more alcohol within a certain period of time will result in increased blood alcohol concentrations (BAC) due to more ethyl alcohol being available to be absorbed into the blood. However there are a number of factors that can influence ethyl alcohol absorption from the gastrointestinal tract. Terjemahan Etil alcohol dapat dilakukan melalui pencernaan dari mulut dan masuk kedalam perut dan kemudian dicerna. Pada permasalahan tersebut sepanjang etil alcohol dapat diserap kedalam aliran darah. Akan tetapi, mayoritas dari etil alcohol diserap dari perut ( kira kira 20% ) dan intestine kecil ( kira kira 80% ). Minuman pada umumnya mengandung banyak alcohol didalam waktu tertentu ajan mengakibatkan Blood Alcohol Concentration ( BAC ) / konsentrasi alcohol dalam darah, dikarenakan etil alcohol jumlahnya berlebihan yang ada diserap kedalam darah. Akan tetapi ada sejumlah factor factor yang mana dapat mempengaruhi penyerapan etil alcohol dari gastrointestinal tract.

Gastric emptying seems to be the most important determinant of the rate of absorption of ethyl alcohol taken in orally. In general the faster the gastric emptying, the more rapid absorption. Therefore, factors, which influence gastric emptying, influence absorption. One of the most important factors is the presence of food. Food delays gastric emptying and therefore delays absorption of ethyl alcohol . Interestingly, the type of food, whether fat, carbohydrate, or protein, does not seem to be a factor in the absorption of ethyl alcohol. Physiological factors such as strenuous physical exercise also delay gastric emptying, thus decrease ethyl alcohol absorption. Additional factors such as drugs (e.g. nicotine, marijuana, and ginseng), that modify physiological factors regulating gastric emptying also modify ethyl alcohol absorption in a predicted manner. Terjemahan Gastric emptying tampaknya menjadi penentu yang sangat dominan sekali dari tingkat penyerapan etil alcohol yang digunakan secara oral. Pada umumnya Gastric emptying lebih cepat, penyerapan lebih cepat. Oleh karena itu factor factor yang mana dapat mempengaruhi keberadaan makanan. Makanan dapat menghambat Gastric emptying dan oleh karena itu juga dapat menghambat penyerapan etil alcohol. Secara terus menerus jenis makanan, apakah itu lemak, karbohidrat, ataupun protein tampaknya menjadi salah satu factor di dalam penyerapan etil alcohol. Factor factor psikologis seperti strenuous physical exercise juga daoat menghambat Gastric emptying, jadi dengan mengakibatkan penyerapan etil alcohol menjadi berkurang. Factor factor lainnya seperti seperti obat obatan ( misalnya ganja dan gingseng ) yang dapat membentuk factor factor psikologis dan mengatur Gastric emptying juga membentuk penyerapan etil alcohol di dalam suatu cara yang mudah diprediksikan. Absorption of ethyl alcohol into the blood can occur through the skin and via the lungs, though the major route of taking ethyl alcohol into the body is by drinking alcoholic beverages. Terjemahan Penyerapan etil alcohol ke dalam darah dapat terjadi melalui kulit dan paru paru, meskipun rute utama etil alcohol kedalam tubuh adalah minuman minuman yang mengandung kadae alcohol.

Ethyl alcohol distributes in the body in proportion to the water content in the particular tissue. Ethyl alcohol crosses with water into the blood stream, therefore the process of distribution of alcohol is rapid. The more one drinks, the more alcohol would be in the blood. Terjemahan Etil alcohol menyebarluas di dalam tubuh untuk melakukan penyerapan air pada jaringan tertentu. Etil alcohol masuk kedalam aliran darah oleh karena itu proses penyebaran alcohol menjadi cepat. Banyaknya minuman, maka alcohol didalam darah juga akan lebih banyak. Since ethyl alcohol mixes freely with water it would be expected that within the blood, alcohol distribution would parallel the distribution of water in the blood. Since plasma and serum have approximately the same water content (92%), whereas whole blood has about 80% water, it would be expected that the ratio of ethyl alcohol content in the plasma or serum to alcohol content in whole blood would be equal to the ratio of water in plasma to the water in whole blood. This is what was found, in that the ratio was approximately 1.12 for both (92%/80% = 1.15). Since water diffuses easily across cell membranes through aqueous channels, including vascular endothelium it is expected that ethyl alcohol would do the same. Further it is expected that the ethyl alcohol concentration in the tissues would rapidly reach equilibrium with the ethyl alcohol in the blood. This is certainly been found to be the case.

Terjemahan Apabila etil alcohol secara bebas bercampur dengan air maka ini diharapkan sekali bahwa di dalam darah, penyebarluasan alcohol akan sejajar penyebarluasan air di dalam darah. Apabila plasma dan serum kira kira jumlah kandungan airnya sama ( 92% ), sementara itu darah secara keseluruhan kira kira ( 80% ), maka ini diharapkan bahwa perbandingan etil alcohol di dalam plasma atau serum terhadap kandungan alcohol secara keseluruhan di dalam darah akan menjadi sama dengan perbandingan air di dalam darah secara keseluruhan. Ini telah ditemukan bahwa perbandingan tersebut kira kira 1.12 untuk keduanya ( 92% / 80% = 1.15 ). Apabila dengan mudah air berdifusi melalui membrane sel aliran air, termasuk vascular endothelium diharapkan bahwa etil alcohol akan bekerja seperti sebelumnya. Selanjutnya, ini diharapkan bahwa konsentrasi etil alcohol di dalam jaringan akan secara cepat mencapai keseimbangan dengan etil alcohol di dalam darah. Ini sudah barang tentu kasusnya dapat ditemukan.