Sie sind auf Seite 1von 3

BADAN PUSAT STATISTIK PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 57 TAHUN 2009 TENTANG KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN

USAHA INDONESIA

KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK, Menimbang : a. bahwa pengelompokan kegiatan ekonomi ke dalam klasifikasi lapangan usaha sangat penting untuk keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha; b. bahwa klasifikasi lapangan usaha yang ada pada saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan pergeseran lapangan usaha; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik;

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3683); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3854);
1

3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik; 4. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik; Memperhatikan : 1. Preamble International Family of Economic and Social Classifications; 2. International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) United Nations, Revisi 4 Tahun 2008; 3. ASEAN Common Industrial Classification (ACIC), 2006; 4. East Asia Manufacturing Statistics (EAMS), 2007; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK TENTANG KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA. Pasal 1 Untuk keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha, setiap kegiatan ekonomi dikelompokkan dalam klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia. Pasal 2 Pengelompokan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia sebagaimana tersebut dalam Lampiran Peraturan ini. Pasal 3 Dengan berlakunya Peraturan ini, maka klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia yang ada sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.
2

Pasal 4 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.