You are on page 1of 9

GENERAL ELECTRIC

STEAM TURBINE GENERATOR UNIT TURBINE


NO. 270T331 3000 RPM RATING : 670.000 KM 0 STEAM CONDITIONS : PRESSURE 2400 PSIG AT TEMPERATURE 1000 F REHEAT TEMPERATURE : 10000 F EXHAUST PRESSURE : 2.18 IN HGA TANDEM COMPOUND 4 FLOW : LAST STAGE BUCKET LENGTH : 33,5 IN

GENERATOR
NO. 280T331 ATB 2 POLES 50 HERTZ Y CONNECTED FOR 23,000 VOLTS EXCITATION 700 VOLTS TEMPERATURE RIDE AT RATED LOAD GUARANTRED NOT TO EXCEED 54 0 C ON STATOR WINDING BY DETECTOR 64 0 C ON FIELD BY RESISTANCE HYDROGEN & WATER COOLED RATING GAS PRESSURE (PSIG) 75 KVA : 846,231 STATOR AMPERES: 21,242 FIELD AMPERES: 4,670 POWER FACTOR: 0,85

CAUTION BEFORE INSTALLING, OPERATION OR DIAMANTLING READ INSTRUCTIONS GEK=96807

3.1 b. Gambar 3.1 Spesifikasi Generator turbin uap a) tampak foto b) diperjelas Sumber : PLTU Unit 7 & 8 PT IPMOMI Paiton Probolinggo Manufacturer Equipment number : GE : 7(8)TG-GEN-100 2 kutub, 3 fasa, hubungan wye, 50 Hz, 3000 rpm Temperatur total : 90oC pada armature by detector 115o C pada field by resistance

Rating KVA . 846.231 Armature Amperes 21.242 Armature Volts . 23.000 Field Amperes .. 4670 Exciter Volts . 683

Power Factor . 0,85

Data Desain Voltage range at 50 Hz . 5%

Collector and Brush Data Collector Brushes 120 per set Recommended Grade,

National Carbon 634 Collector safe minimum operation diameter ........ 14,125 inches Shaft Grounding Brushes, 2 per set Copper Braid 297A2331P0001(supplied by turbine)

Gas Cooler Data Inlet Water Temperature ......46o C Water flow at Rated Load 2500 gr Head Loss Through Cooler 32 ft Gas Space in Generator 2684 ft2 No Load Field Current 1506 Amperes 4.1.5 Mode Operasi Genertor Turbin Uap PT IPMOMI

4.1.5.1 Shutdown Mode shutdown mengacu terhadap waktu saat generator dalam keaadan sirkuit terbuka dan tidak terhubung dengan sistem. Keadaan ini juga menandakan bahwa generator memiliki

kecepatan nol. Oleh karena itu tidak ada energi yang mengalir menuju generator ataupun keluar dari generator.

4.1.5.2 Turning Gear Turning gear adalah sebuah mode operasi generator saat rotor mulai digerakkan dengan kecepatang rendah. Turning gear ini digunakan dalam dua keadaan : (1) saat generator dimasukkan kembali kepada keadaan berbeban dan (2) saat generator memulai keadaan tidak berbeban dan sirkuit terbuka. Ketika generator turbin uap telah mengalami keadaan diam dan kemudian akan memulai operasi, turning gear akan memulai putaran awal dari rotor. Awal putar ini dibantu oleh starter motor. Dimulai dengan kecepatan turning gear sesuai spesifikasi starter motor hingga run-up menuju kecepatan rating generator. Begitu pula saat generator akan mengalami proses shut down, di putaran yang rendah, generator akan ada dalam keadaan panas dan membutuhkan proses pendinginan. Proses pendinginan sangat dibutuhkan sebelum generator diperbolehkan benar benar berhenti untuk waktu yang lama. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya lengkungan membusur bersifat permanen yang bisa terjadi pada tempaan rotor.Turning gear di sini digunakan untuk mencapai dan menangani putaran yang rendah ini selama periode pendinginan. Berikut adalah spesifikasi dari motor turning gear pada generator turbin uap unit 7 dan 8 PT IPMOMI Paiton, AC drive Type Connect conditiion Turning speed Motor output : AC motor-driven, automatic : Disengage and engage : 2,0 rpm : 7,5 KW

DC drive Type Turning speed Motor output : DC motor-driven : 1,86 rpm : 15 KW

4.1.5.3 Run Up dan Run-Down Run-up generator turbin uap mengacu pada proses pertambahan kecepatan dari kecepatan turning gear menuju kecepatan rating yang berdasar pada uap yang masuk di turbin. Sebagai alternatf lain, unit akan dipercepat oleh variable-speed drive, untuk sementara menjadikan generator sebuah motor. Run-down mengacu kepada proses berkurangnya kecepatan saat generator akan shut down. Run-down adalah saat diperbolehkannya kecepatan rating generator berubah menjadi kecepatan turning gear generator.

4.1.5.4 Open Circuit (Off Line) Kondisi dari generator saat medan listrik terbangkitkan tetapi mesin tidak terhubung dengan beban disebut kondisi open circuit. Pada open circuit, jika generator berputar dengan kecepatan rating dan besarnya arus medan sama dengan besar arus medan tidak berbeban (AFNL (amper field-no load)), tegangan yang ada pada terminal generator akan mencapai nilai nominal.

4.1.5.5 Sinkronisasi dan Keadaan Berbeban (On line)

Ketika generator turbin uap dalam keadaan kecepatan rating 3000 rpm dan keadaan tegangan rating 23 kV, gelombang sinusoida dari output generator harus sesuai dengan gelombang sinusoida dari frekuensi, tegangan, dan beda fasa yang ada pada permintaan beban. Frekuensi dan tegangan mampu dicapai di keadaan open ciccuit saat generator berkecepatan rating dan arus medan timbul di keadaan tidak berbeban. Sedangkan beda fasa atau vektor fasa mampu dicapai secara otomatis oleh synchronouscope yang mengatur teganagn keluaran generator menjadi fasa yang sesuai dengan permintaan beban. Saat generator turbin uap disinkronisasi terhadap beban, pengaman inti generator 52G menutup dan generator terhubung dengan beban. Pada poin ini, pembebanan turbin akan menambah keluaran mega watt generator. Faktor daya dan daya reaktiv diatur atas perubahan arus medan rotor.

4.1.6 Pararel Generator Untuk suplai sumber listrik seluruh Jawa dan Bali, PT. PLN menerapkan sistem pembangkitan interkoneksi, yaitu sistem paralel pada semua unit pembangkitan di Jawa dan Bali. Selain berguna untuk meningkatkan kapasitas daya, kerja paralel juga baik untuk meningkatkan keandalan sistem pembangkit. Sistem interkoneksi mengharuskan 3 syarat paralel generator diantaranya : 1. Tegangan Sama 2. Frekuensi Sama 3. Urutan Fasa Sama Dalam hal tanggung jawab menstabilkan tegangan dan frekuensi, sistem Eksitasi EX2000 bertugas untuk mengontrol medan magnnet pada medan generator. Saat generator terhubung dengan jarinagn beban akan menyebabkan tegangan keluaran generator turun, karena

medan magnet yang dihasilkan arus penguat relatif konstan. Agar tegangan generator menjadi konstan, maka harus ada peningkatan arus penguatan yang sebanding dengan kenaikan beban. Sistem eksitasi EX 2000 yang mengontrol besar arus penguatan medan generator.

4.6.3 Kondisi Over Eksitasi sistem Eksitasi EX-2000 Generator turbin uap unit 7 dan 8 PT IPMOMI sering beroperasi dalam kondisi over eksitasi. Over eksitasi adalah kondisi dimana generator bersifat induktif untuk power faktor laging. Dalam kondisi ini generator menyuplai MVAR menuju sistem beban sesuai permintaan P3B. Berdasarkan pada kurva kapabiliti (Gambar 4.16), suplai daya keluaran generator juga memiliki pengaruh fital pada tekanan gas hidrogen generator dan power faktornya. Batas maksimal over eksitasi pada kondisi power faktor rating 0,85 adalah +450 MVAR, 714 MW ,dengan tekanan hidrogen maksimum 75 psig. Untuk membatasi keadaan maksimal over eksitasi, control core membatasi keadaan over eksitasi melalui over excitation limiter. Jika melebihi keadaan OEL, protection module EX-2000 akan segera merespon dan terjadi terjadi trip unit. 4.6.4 Kondisi Under Eksitasi Sistem Eksitasi EX-2000 Under eksitasi adalah kondisi dimana generator bersifat kapasitif dengan power faktor leading. Generator turbin uap unit 7 dan 8 PT IPMOMI sanagt jarang beroperasi dalam kondisi under eksitasi. Dalam kondisi ini, generator menyerap MVAR dari sistem beban. Suplai daya keluaran generator juga dipengaruhi oleh tekanan gas hidrogen dan power faktor generator. Sesuai dengan kurva capability (Gambar 4.17), keadaan batas under eksitasi adalah -250 MVAR, 800 MW dengan power faktor 0.95 dengan tekanan maksimum gas hidrogen adalah 75 psig. Control core membatasai keadaan ini dengan under excitation limiter untuk menghindari terjadinya kehilangan eksitasi atau loss of excitation. Loss of excitation adalah keadaan dimana

generator gagal menyuplai eksitasi (eksitasi hilang) yang menyebabkan generator trip, breaker generator membuka dan menjadikan generator menjadi motor.

4.6.5 Pengaturan Over dan Under Eksitasi Sistem Eksitasi EX-2000 Ketika P3B memerintahkan PT IPMOMI untuk menyuplai daya reaktif, respon yang dilakukan pembangkit adalah dengan merubah tap changer dan mengatur besar arus eksitasi generator. Untuk mengatur daya reaktif yang menuju jaringan beban, pembangkit mengoporasikan tap trafo saat kondisi terhubung dengan beban atau disebul on load tap channger (OLTC). Saat pembangkit menyuplai MVAR menuju jaringan beban, tetap terjadi koordinasi antara besar arus eksitasi dengan suplai daya reaktif OLTC. Generator membatasi kondisi over eksitasi berdasarkan atas tekanan gas hidroge, power faktor dan nilai MVAR itu sendiri sesuai dengan kurva kapabiltas Gambar 4.17. Keadaan power faktor lagging atau leading akan berpengaruh terhadap sistem tegangan generator. Ketika generator beroperasi pada mode lagging, maka tegangan generator cenderung naik. Sedangkan ketika beroperasi pada mode leading, maka tegangan termnal generator akan cenderung turun.

AFFL : 4670 A AFNL : 1508 A

Gambar 4.17 Kurva kapability