You are on page 1of 21

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Liabilitas merupakan perubahan istilah yang mengacu karena adanya
konvergensi PSAK yang dulunya mengacu kepada GAAP, sekarang sudah
mengacu kepada IFRS, karena GAAP malah membawa krisis besar-besaran di
Amerika, karena penggunaan historical cost-nya.
Kedua akun tersebut, merupakan komponen dari laporan posisi keuangan, yang
dulu disebut neraca. Uang kas perusahaan tentu tidak selalu ada, atau bahkan
tidak mencukupi jika harus terus menerus keluar melakukan aktivitas
operasional. Liabilitas menunujukan adanya kewajiban yang harus dibayar oleh
perusahaan, karena adanya manfaat yang diterima, baik sekarang ataupun baru
diterima di masa depan. Namun bagi kreditor, jika liabilitas tersebut tidak
tertagih, tentunya akan menimbulkan kredit macet, dan akan menghambat arus
kas.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Macam macam liabilitas jangka panjang
2. Penjabaran tentang obligasi
1.3 Tujuan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dituliskan tujuan dari makalah ini
sebagai berikut:
a.

Untuk macam macam laibilitas jangka panjang,

b. Untuk mengetahui obligasi,

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi dan macam liabilitas jangka panjang
Kewajiban jangka panjang adalah semua kewajiban perusahaan yang jatuh
temponya lebih dari suatu periode. Hutang jangka panjang terdiri dari
pengorbanan manfaat ekonomi di masa depan akibat kewajiban sekarang yang
tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaan, mana yang
lebih lama. Contoh kewajiban jangka panjang:
-

Hutang obligasi
Wesel bayar jangka panjang
Hutang hipotik
Kewajiban pensiun
Kewajiban lease

Hutang jangka panjang memiliki berbagai ketentuan untuk melindungi baik


peminjam maupun pemberi pinjaman yang dinyatakan dalam indenture
obligasI(perjanjian wesel). Item-item dalam indenture harus dijelaskan dalam
laporan keuangan atau catatan yang menyertainya, item-item ini meliputi:
1
2
3
4
5
6
7

Jumlah yang diotorisasi untuk diterbitkan


Suku bunga
Tanggal jatuh tempo
Provisi penarikan
Property yang digadaikan
Persyaratan dana pelunasan
Modal kerja dan pembatasan dividen

2.2 Bonds Payable


Emisi obligasi
Sebuah obligasi muncul dari sebuah kontrak yang dikenal sebagai perjanjian
obligasi. Sebuah obligasi merepresentasikan sebuah permintaan untuk membayar
: (1) sejumlah uang pada tanggal jatuh tempo yang ditunjuk, ditambah (2) bunga
periodik pada suku yang spesifik pada jumlah jatuh tempo (nilai muka).
Tipe-tipe dan dari Suku Obligasi
1
2
3
4
5

Obligasi Terjamin dan Tak Terjamin.


Obligasi Masa, Obligasi Berseri, dan Obligasi yang dapat Ditarik.
Obligasi Konvertibel, Obligasi Komoditi yang Didukung, dan Obligasi
Dalam-Diskonto.
Obligasi Terdaftar dan Obligasi Kupon.
Obligasi Pendapatan dan Obligasi Laba.

Pengukuran Hutang Obligasi


1

Obligasi Diterbitkan pada Nilai Nominal


Jika suku yang ditentukan oleh komunitas investor (pembeli) adalah
sama seperti suku yang ditetapkan, obligasi dijual pada nilai nominal.
Berarti, nilai nominal sama dengan nilai saat ini dari obligasi yang
diperhitungkan oleh pembeli.

Obligasi Diterbitkan saat Diskonto atau Premi

Jika suku yang ditentukan oleh komunitas investor (pembeli) berbeda


dengan suku yang ditetapkan, nilai saat ini dari obligasi dihitung oleh
pembeli akan berbeda dari nilai muka obligasi. Perbedaan antara nilai
muka dan nilai saat ini dari obligasi menentukan harga sesungguhnya
yang pembeli bayar untuk obligasi. Perbedaan ini adalah baik diskonto
atau premi.

Jika obligasi dijual kurang dari nilai muka, mereka dijual pada

saat Diskonto
Jika obligasi dijual lebih dari nilai muka, mereka dijual pada
saat Premi.

BungaObligasi
Suku Bunga
Suku nominal/kupon/tercatat =

Suku bunga yang tertulis di dalam

kontrak/perjanjian obligasi.
Emiten menetapkan suku nominal.
Dinyatakan sebagai persentase nilai nominal obligasi (par).
Suku bunga pasar atau effective yield = suku bunga yang memberikan tingkat
pengembalian sepadan dengan risiko.
Merupakan nilai sesungguhnya yang diterima pemegang obligasi
Jumlah bunga yang dibayarkan kepada pemegang obligasi setiap periode =
Tingkat Bungatertulis X Nilai Nominal Obligasi

Jumlah bunga yang dicatat sebagai beban oleh emiten =

Tingkat Bungatertulis X Nilai Nominal Obligasi

Penilaian obligasi
Bond valuation adalah sebuah proses untuk menentukan harga yang pasti dan
sesuatu dari sebuah obligasi.
Ada beberapa karakteristik Bond :
Par Value
Coupon Rate
Maturity
Trustee

Struktur sederhana bond valuation:

Bond valuation dinyatakan sebagai nilai sekarang ditambah dengan nilai


tambahan dari arus kas yang terjadi dari masa sekarang hingga jatuh tempo
sehingga dapat diperoleh keuntungan sebesar dari selisih nilai sekarang dengan
nilai masa depan.pada bond valuation, bunga yang terjadi memiliki istilah bond
yield.
Beberapa cara mengukur yield yang digunakan investor obligasi untuk
mengetahui besarnya interest , antara lain :
6

Current Yield

Yield to Maturity

Yield to Call

Asumsi kupon obligasi sebesar 8%

Suku
6%

Obligasi Dijual
pada
Premiu
m

8%

Nilai
Par

10%

Diskon

Obligasi Dijual dengan Diskon

Obligasi dijual lebih murah daripada nilai nominal obligasi ketika:


Investor bisa mendapatkan bunga lebih tinggi jika berinvestasi di
tempat lain dengan tingkat resiko sepadan (suku bunga pasar/yield>
kupon obligasi).
Investor tidak mau membeli pada harga nominal obligasi, mengingat
jumlah kupon yang diterima tidak dapat diganti.
Karena investor membeli obligasi lebih murah daripada nilai
nominalnya, maka investor tetap mendapatkan tingkat pengembalian
efektif (suku bunga pasar/yield).
Metode Suku Bunga Efektif
Dengan menggunakan metode suku bunga efektif, beban bunga periodik dicatat
pada persentase konstan atas nilai buku obligasi.

Contoh Soal Obligasi

PT AAA menerbitkan obligasi senilai Rp 5 juta tertanggal 1 Januari 2012, jatuh


tempo dalam waktu 4 tahun dengan kupon 8 persen yang dibayarkan setiap
tanggal 1 Januari.
Kasus 1) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 8 persen (at par).
Kasus 2) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 6 persen (premium).
Kasus 3) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 10 persen (diskon), kupon
dibayar 1 Juli dan 1 Januari (semiannually).

Contoh Soal Obligasi (at Par)


1) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 8 persen.

1) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 8 persen.

+
PV (harga jual) obligasi

Contoh Soal Obligasi (Premium)


2) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 6 persen.

10

Contoh

Soal

Obligasi (Diskon)
3) Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 10 persen, kupon semiannually

PV nilai nominal=

PV pembayaran kupon

Jurnal akuntansi jika suku bunga pasar 10 persen, kupon semiannually.


+
PV (harga jual) obligasi

Metode Suku Bunga Efektif


Bunga Akrual

11

Pada kasus ketiga, jika PT AAA menyiapkan laporan keuangan pada akhir
bulan Februari 2012, maka PT AAA melakukan pro-rata atas beban bunga
sesuai dengan jumlah bulan yang dibebankan.

Metode Suku Bunga Efektif


Obligasi dijual di antara tanggal pembayaran bunga
Pembeli obligasi akan membayar kepada penjual obligasi bunga akrual sejak
tanggal terakhir pembayaran kupon sampai tanggal obligasi dijual.
Pada tanggal pembayaran kupon selanjutnya, pembeli obligasi akan
mendapatkan pembayaran kupon secara penuh.
Obligasi dijual di antara tanggal pembayaran bunga
Pada kasus ketiga, jika PT AAA menjual obligasinya pada tanggal 1 April
2012 dengan harga Rp 4.693.348, maka PT AAA mencatat jurnal sebagai
berikut:

Beban bunga yang dicatat saat pembayaran kupon 1 Juli dihitung


sejak tanggal 1 April (3 bulan).

12

Beban bunga yang dicatat saat pembayaran kupon 1 Juli dihitung


sejak tanggal 1 April (3 bulan).
Beban bunga =

Rp 4.693.348 10

3
12

= 117.334

Amortisasi diskon parsial adalah sebagai berikut:

2.3 WESEL BAYAR JANGKA PANJANG


Perbedaan antara wesel bayar lancar dan wesel bayar jangka panjang terletak
pada tanggal jatuh temponya. Wesel jangka panjang mempunyai tanggal jatuh
tempo yang tetap dan suku bunga ditetapkan atau implicit. Wesel dinilai pada
nilai sekarang dari arus kas dan poko masa depan dimana setiap premi dan
diskonto diamortisasi dengan cara yang sama selama umur wesel tersebut. Jika
nilai sekarang wesel sama dengan nilai nominalnya maka tidak ada premi atau
diskonto yang diakui.

WESEL BAYAR DALAM SITUASI KHUSUS


1) Wesel diterbitkan untuk kas dan hak-hak lainnya.

13

Adakalanya ketika suatu wesel diterbitkan, hak atau keistimewaan tambahan


diberikan kepda penerima wesel. Perbedaan antara nilai sekarang hutang dan
jumlah kas yang diterima harus dicatat oleh penerbit wesel secara simultan
sebagai diskonto atas wesel dan pendapatan yang belum dihasilkan atas
penjualan masa depan, diskonto harus diamortisasiselama umur wesel.
2) Wesel diterbitkan untuk property, barang dan jasa
Dalam situasi seperti ini nilai sekarang diukur menurut nilai wajar property,
barang, jasa atau menurut jumlah yang secara layak mendekati nilai wajar
wesel itu.
3) WESEL BAYAR HIPOTIK
Wesel bayar hipotik adalah wesel promes yang dijamin dengan suatu
dokumen yang disebut hipotik yang menggadaikan hak atas property sebagai
jaminan pinjaman. Di neraca, kewajiban ini harus dilaporkan dengan
pengungkapan singkat dalam catatan atas laporan keuangan. Jumlah nominal
wesel merupakan kewajiban dan tidak ada diskonto atau premi yang terlibat.
Namun apabila dikenakan penilaian point maka kewajiban satu poin adalah
1% dari nilai nominal wesel.

2.4 Fair value option


Perusahaan punya pilihan untuk mengukur berdasar nilai fair value atasakun aset
keuangan dan kewajibankeuangan, termasuk obligasi dan wesel bayar.

14

IASB menganggap bahwa pengukuran nilai wajar (fair value) untuk instrumen
keuangan, termasuk kewajiban keuangan, menyediakan informasi yang lebih
relevan dan dapat dipahami dari pada biaya perolehan diamortisasi (Amortized
Costs).
Kewajiban

tidak

lancar

dicatat

sebesar

nilai

wajarnya,

dengan

keuntungan/kerugian yang belum direalisasi dilaporkan sebagai bagian dari laba


bersih.
Contoh: PT IJK menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp 500 juta dan
kupon 6 persen pada tanggal 1 Mei 2012. PT IJK menggunakan opsi nilai wajar
di dalam pencatatan obligasi. Pada tanggal 31 Desember 2012, nilai obligasi
menjadi Rp 480 juta akibat peningkatan suku bunga pasar menjadi 8 persen.
Utang obligasi 20 juta Unrealized Holding Gain or Losspendapatan
20 juta

2.5 Pengukuran setelah pengakuan awal


Pengukuran awal
Dua kategori liabilitas keuangan

15

1) Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporanlaba rugi
2)Kewajiban lain

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Liabilitas keuangan yang diukur padanilai wajar melalui laba rugi


adalahliabilitas keuangan yang memenuhi salah satu kondisiberikut ini:
Diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan. Asetkeuangan atau
liabilitas keuangan yang diklasifikasikandalam kelompok diperdagangkan,
yaitu jika:
i.diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijualatau dibeli kembali dalam waktu
dekat;
ii.pada pengakuan awal merupakan bagian dariportofolio instrumen keuangan tertentu
yangdikelola bersama dan terdapat bukti mengenai polaambil untung dalam jangka
pendek (short termprofit taking) yang terkini; atau
iii.merupakan derivatif (kecuali derivatif yangmerupakan kontrak jaminan keuangan
atau sebagaiinstrumen lindung nilai yang ditetapkan danefektif).
Liabilitas Lain
Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas
mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan
tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah
biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
a. Pengukuran Liabilitas Keuangan setelah Pengakuan Awal
Setelah pengakuan awal, entitas mengukur seluruhliabilitas keuangan pada
biaya perolehan diamortisasidengan menggunakan metode suku bunga efektif,
kecualiuntuk:
i.

liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melaluilaba rugi.


Liabilitastersebut, termasuk derivatif yangdiakui sebagai liabilitas, diukur
pada nilai wajarnya,kecuali untuk derivatif liabilitas yang terkait dengandan

16

diselesaikan melalui penyerahan instrumen ekuitasyang tidak memiliki


kuotasi harga di pasar aktif seperti diatas dan nilai wajarnya tidak dapat
ii.

diukur secara andal,diukur pada biaya perolehan.


liabilitas keuangan yang timbul ketika sebuah transferaset keuangan tidak
memenuhi syarat penghentianpengakuan atau transfer yang dicatat
menggunakanpendekatan keterlibatan berkelanjutan. paragraf 29 dan31

diterapkan dalam pengukuran liabilitas keuangantersebut.


iii.kontrak jaminan keuangan seperti didefinisikan padaparagraf 08. Setelah pengakuan
awal,

penerbit

kontraktersebut

harus

(kecuali

paragraf

47(a)

atau

(b)

berlaku)mengukur pada mana yang lebih tinggi antara:


a. jumlah yang ditentukan sesuai dengan PSAK 57(revisi 2009): Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, danAset Kontinjensi; dan
b. jumlah pada saat pengakuan awal (lihat paragraf 43)dikurangi, apabila
sesuai, amortisasi kumulatif yangdiakui sesuai PSAK 23 (revisi 2010):
Pendapatan
iv.komitmen untuk menyediakan pinjaman dibawahsuku bunga pasar. Setelah
pengakuan awal, penerbitkomitmen tersebut harus (kecuali paragraf 47(a)
berlaku)mengukur pada mana yang lebih tinggi antara:
1. jumlah yang ditentukan sesuai dengan PSAK 57(revisi 2009): Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, danAset Kontinjensi; dan
2. jumlah pada saat pengakuan awal (lihat paragraf 43)dikurangi, apabila
sesuai, amortisasi kumulatif yangdiakui sesuai PSAK 23 (revisi 2010):
Pendapatan.
2.6 Pelaporan dan analisis hutang jangka panjang
Pelaporan hutang jangka panjang merupakan salah satu bidang yang paling
kontraversial dalam pelaporan keuangan. Karena hutang jangka panjang
mempunyai dampak yang signifikan terhadap arus kas peruahaan, maka
persyaratan pelaporan harus substantif dan informatif.

17

Pembiayaan diluar neraca


Pembiayaan diluar neraca adalah suatu upaya untuk meminjam uang dengann
cara sedemikian rupa sehingga kewajban tidak tercatat. Ini merupakan asalah
yang penting bagi akuntan (termasuk manajemen pada umumnya).
Perjanjian through-put
Mirip dengan konsep kontrak ambil-atau-bayar, kecuali yang diberikan tetapi
produk dari aktivitas yang sedang dibangun. Metod yang tidak konsisten
digunakan dalam praktek untuk memperhitungkan dan mengungkapkan
kewajiban tanpa syarat dalam kontrak ambil-atau-bayar atau through put yang
terlibat dalam suatu perjanjian pembiayaan proyek. Secara umum, kebanyakan
perusahaan telah berusaha mengambangkan jenisjenis kontrak ini untuk
mengeluarkan hutang dari neraca.
Dasar pemikiran
Terdapat beberapa alasan mengapa perusahaan mengadakan pembiaan di luar
neraca:
1. Banyak yang berpendapatan bahwa peniadaan hutang akan mempertinggi
mutu neraca dan memungkinkan kredit diperoleh dengan lebih cepat serta
biaya yang lebih ringan.
2. Ketentuan pinjaman seringkali menetapkan pembatasan atas jumlah hutang
yang dapat dimiliki.

18

3. Dikemukakan dalam beberapa pihakbahwa sisi aktiva dari neraca dinyatakan


terlalu rendah.
Penyajian dan analisis hutang jangka panjang
Penyajian hutang jangka panjang
Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah
besar seringkali hanya melaporka satu akun dalam neraca dan mendukung dengan
komentar serta skedul dalam catatan yang menyertainya. Hutang jangapanjang
yang jatuh tempo dalam satu tahun harus dilaporkan sebagai kewajiban lancer,
kecuali kalau kenaikan itu dipenuhi dengan aktiva selain aktiva lancar. Jika hutang
itu didanai kembali, dikonversi menjadi saham, atau ditarik dari dana pelunasan
obligasi, maka hal itu harus terus dilaporkan sebagai pos tidak lancar dan
dilengkapi dengan catatan penjelasan mengenai metode yang digunakan dalam
likuidasinya.
Analisis hutang jangka panjang
Pemegang saham dan kreditor jangka panjang berkepentingan dengan solvensi
jangka panjang perusahaan, terutama kamampuannya membayar bunga yang akan
jatuh tempo dan melunasi nilai nominal hutangnya pada saat jatuh tempo. Hutang
terhadap total aktiva dan beberapa kali bunga dihasilkan adalah dua rasio yang
memberikan informasi tentang kemampuan membayar hutang dan solvensi jangka
panjang.

19

Rasio hutang terhadap total aktiva


Mengukur persetase total aktiva yang disediakan oleh kreditor. Perhitungan ini
ditunjukkan pada rumus berikut dengan membagi total hutang (baik kewajiban
jangka panjang maupun jangka pendek) dengan total aktiva:
HUTANG TERHADAP TOTAL AKTIVA =
Semakin tinggi persentase hutang terhadap total aktiva, semakin tinggi resiko
bahwa perusahaan mungkin tidak dapat memenuhi kewajibannya yang jatuh
tempo.

BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Kewajiban jangka panjang adalah semua kewajiban perusahaan yang
jatuh temponya lebih dari suatu periode. Hutang jangka panjang terdiri dari
pengorbanan manfaat ekonomi di masa depan akibat kewajiban sekarang yang
tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaan, mana yang
lebih lama
3.2 Saran

20

Jika suku yang ditentukan oleh komunitas investor (pembeli) berbeda


dengan suku yang ditetapkan, nilai saat ini dari obligasi dihitung oleh pembeli
akan berbeda dari nilai muka obligasi. Perbedaan antara nilai muka dan nilai
saat ini dari obligasi menentukan harga sesungguhnya yang pembeli bayar
untuk obligasi. Perbedaan ini adalah baik diskonto atau premi.

Daftar Pustaka
Kieso, E Donald and Weygand, jerry J and Warfierld, D Terry, Akuntansi
Intermediate Edisi Kesepuluh, penerbit Erlangga, Jakarta, 2002

21