You are on page 1of 9

ALAM DIRI

DIRI ADALAH ROHANI YANG BERSENYAWA DENGAN JASMANI DALAM UJUD MAKHLUK
NYATA DIMANA ROHANI BERKEADAAN GHAIB DAN JASMANI BERKEADAAN KASAR.
DIRI ROHANI BERKEADAAN KEKAL DAN DIRI JASMANI BERKEADAAN BAHARU MAKA
YANG DIMAKSUD DENGAN DIRI ADALAH DIRI ROHANI.
DIRI ROHANI ADALAH KENYATAAN ROH ALLAH, CAHAYA ALLAH YANG MEMBAWA
KEBENARAN (NUR MUHAMMAD) YANG DITIUPKAN KEPADA LEMBAGA ADAM.
TIADA SEORANGPUN YANG DIRINYA TERTAKLUK KEPADA NAMANYA (NAMA PRIBADI)
MELAINKAN SETIAP ORANG ADALAH ROH ALLAH YANG MEMBAWA KESUCIAN DAN
KEBENARAN ALLAH, AGAR MANUSIA DAPAT MENJADI SAKSI DAN MENYAKSIKAN
ALLAH, AGAR MANUSIA DAPAT MENJADI UTUSAN YANG DAPAT DIPERCAYA (RASUL)
UNTUK MEMBAWA KEBENARAN (MUHAMMAD).
DIRI ROHANI TIADA LAIN ADALAH ZAT DIRI YANG PADANYA TERHIMPUN SIFAT YANG
MEMBAWA GELAR KEMAMPUAN (ASMA) UNTUK MAMPU BERBUAT (AF'AL)
ZAT DIRI ITU BERASAL DARI DZAT ALLAH YANG MAHA SEMPURNA DENGAN SEGALA
SIFAT, ASMA DAN AF'AL.
ZAT DIRI YANG ADA PADA MANUSIA MENJADIKAN MANUSIA ITU MEMILIKI PELUANG
UNTUK MAMPU MENGENAL ALLAH-NYA, MAMPU UNTUK MENJADI UTUSAN-NYA
(RASUL), WALI-NYA, KALIFAH-NYA, HAMBA-NYA DAN LAIN LAIN KEPANGKATAN ILMU
ALLAH.
UNTUK MENCAPAI KEPANGKATAN ILMU ALLAH DIPERLUKAN USAHA (KERJA/IBADAH)
YANG DIPERBUAT (AMAL) DENGAN MENENPUH SUATU PROSES PERJALANAN DIRI.
SEJAK DIRI TERLAHIR DARI KANDUNGAN ALAM RAHIM, DIRI ITU SESUNGGUHNYA
MASUK KEKANDUNGAN ALAM MENEMPUH LAGI PERJALANAN PANJANG UNTUK
MENYEMPURNAKAN DIRI.
ALAM ALAM YANG DILINTASI AKAM MEMBERI WARNA BAGI DIRI MENJADIKAN DIRI
SEGAMBAR DENGAN ALAM YANG DILINTASINYA MAKA SIFAT ATAU KARAKTER DIRI
SANGAT DIPENGARUHI OLEH ALAM YANG DIADAPTASINYA.
ALAM ALAM YANG MENJADI LINTASAN BATHIN :
1. ALAM RUHIYAH (ALAM RUH) ...... aura bercahaya tanpa warna
2. ALAM SIRIYAH (ALAM RASA/ALAM ILMU) ADA 4 TINGKAT (LAPIS)
2.1. ALAM LAUAMAH ...... pasangannya alam hewan dan hewan melata. aura hitam
2.2. ALAM AMARAH ...... pasangannya alam seruni dan hantu. aura merah
2.3. ALAM SUFIYAH ...... pasangannya alam burung dan hewan terbang. aura kuning

2.4. ALAM MUTMAINAH ..... pasangannya alam alam ikan dan hewan air. aura putih
3. ALAM NURIYAH (ALAM NUR/CAHAYA) ADA 2 TINGKAT (LAPIS)
3.1. ALAM HIDAYAH (PETUNJUK) .... pasangannya alam khayangan/jin. aura panca warna
3.2. ALAM IKHWAT (BIRAHI) ....... pasangannya alam jin aura delapan warna
4. ALAM HULULIYAH (ALAM TUHAN/DZAT) ADA 3 TINGKAT (LAPIS)
4.1. ALAM MALAIKAT ....... pasangannya alam iblis
4.2. ALAM BIDADARI ....... pasangannya alam iblis
4.3. ALAM DZAT TUHAN
KESELURUHAN ADA 10 ALAM YANG DILINTASI OLEH BATHIN DAN SETIAP ALAM YANG
DILINTASI AKAN MEMBERI WARNA KARAKTER BAGI BATHIN. PADA SETIAP ALAM
BATHIN AKAN BERADAPTASI YANG MENJADIKAN BATHIN SEBAGAI DIRI AKAN
BERUBAH UBAH SESUAI DENGAN ALAM YANG MENJADI LINTASANNYA.
YANG MANAKAH BATHIN YANG MENJADI DIRI SEJATI ????????
Diposkan oleh purwanto di 21.53 0 komentar

Link ke posting ini

Rabu, 24 Juni 2009

Menjemput diri
Untuk para pembaca yang ingin lebih mendalami tentang menjemput diri baca
selengkapnya
Diposkan oleh purwanto di 13.01 0 komentar

Link ke posting ini

SIFAT kajian

Senin, 15 Juni 2009

DIRI MAKHLUK
KAJIAN
SEGALA CIPTA TUHAN DISEBUT SEBAGAI MAKHLUK YANG MEMILIKI PREDIKAT
SEBAGAI SAKSI DARI ADANYA TUHAN ITU SENDIRI. BAHWA KEBERADAAN TUHAN
DIYAKINI ADANYA OLEH AKAL FIKIR SELALU MELALUI CIPTAAN TUHAN ITU SENDIRI
YANG KITA KENAL SEBAGAI AYAT AYAT (TANDA TANDA) AKAN ADANYA DENGAN
SEGALA KEBESARANNYA.
MAKHLUK NYATA DI ALAM DUNIA :
1. BENDANI (MATERI)
2. NABATI (TUMBUHAN)
3. HEWANI (BINATANG)
4. INSANI (MANUSIA)
TUHAN MENCIPTAKAN SESUATU TIADA DENGAN ALAT DAN BAHAN, MELAINKAN DARI
DIRINYA SENDIRI DAN OLEH KARENA ITU SETIAP MAKHLUK MEMBAWA SIFAT SIFAT
TUHAN. SECARA ANALOGI MAKHLUK DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI CAHAYA YANG

TERPANCAR DARI SUMBERNYA DIMANA BERKAS BERKAS CAHAYA ITU MEMBAWA


ENERGI DENGAN FREKUENSI BERBEDA BEDA. CAHAYA MENJADI SAKSI ATAS
SUMBERNYA. ENERGI PADA CAHAYA PASTI KAN BERBEDA TERHADAP SUMBERNYA.
SECARA SYARIAT, CAHAYA MEMILIKI ATURANNYA (HUKUMNYA) SENDIRI DENGAN
TIDAK MENINJAU SUMBER. IA BERUPA MODUL MODUL YANG MEMBAWA PAKET PAKET
ENERGI.
SECARA HAKIKAT, CAHAYA MERUPAKAN PENERUSAN DARI SANG SUMBER DENGAN
HUBUNGAN PROYEKSI SEHINGGA MENAMPAKKAN GAMBARAN SUMBER.
SECARA MAKHRIFAH, CAHAYA DALAM KESATUAN YANG TAK PERNAH TERPISAHKAN
DARI SANG SUMBER, DIMANA SUMBER CAHAYA SEBAGAI PUSAT YANG MELIPUTU
SEGENAP BERKAS CAHAYA.
Diposkan oleh purwanto di 17.54 0 komentar

Link ke posting ini

SIFAT kajia

Kamis, 12 Maret 2009

STRUKTUR LAMBANG NAMA TUHAN

Pengetahuan dasar yang harus dimiliki dalam meninjau pengertian dasar tentang Diri
adalah dengan memahami konsep nama Tuhan " ALLAH" yang mengandung pemahaman
akan Dzat, Sifat, Asma dan Af'al sebagai asal-nya Diri. Pengambilan "Sifat" sebagai
penghubung untuk memahami keadaan Diri secara hakiki telah umum dipakai oleh para
pelaku Thariqat, Kebathinan Islam, dan kelompok aliran lain yang gemar mengkaji Diri.
Kini saatnya bagi sitiap diri sebagai pelaku agama yang awam sekalipun harus
memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam mengenal diri sebagai dasar

membangun Agama dalam diri setiap diri.


Menyebut nama "ALLAH" dalam kalam (perkataan), pastilah fikiran akan mencari tahu
gambaran yang akan menjadi sandaran kalam. Sejauh mana fikiran mengembara mencari
sandarannya, sejauh itu gambaran akan didapat yang kemudian menjadi pengetahuan
dan Pengetahuan yang didapat akan melahirkan Keyakinan dan Keyakinan tidak memiliki
standar (patokan) mutlak. Maka tanpa standar mutlak kita tidak dapat perdebatkan apa
yang menjadi Keyakinan. Dan ini adalah suatu keyakinan berdasarkan Pengetahuan dari
pengembaraan fikiran dengan pelakuan analisa terhadap nilai nilai simbolis agama yang
ada tersyariat nyatanya.
Struktur atau susunan nama Tuhan "ALLAH" yang dalam abjad arab terdiri dari Alif, Lam
pertama, Lam kedua, dan Ha, ,memiliki kemampuan mengarahkan fikiran dalam
membangun struktur pengetahuan yang membangun keyakinan dalam menangkap gejala
keghaiban adanya Dzat, Sifat, Asma dan Af'al. Alif melambangkan adanya Dzat, maka
pengetahuan di alam fikir harus mampu mencari persaksian akan adanya Dzat. Lam
pertama melambangkan Sifat, maka pengetahuan di alam fikir harus mampu mendapatkan
persaksian adanya Sifat. Lam kedua melambangkan Asma, maka pengetahuan di alam
fikir harus juga mampu mendapatkan persaksian adanya Asma dan Ha, melambangkan
Af'al (perbuatan), maka pengetahuan di alam fikiran harus mampu mendapatkan
persaksian Af'al.
Nilai nilai persaksian Ketuhanan ada terbentang dalam Diri sebagai ayat ayat (tanda
tanda) keadaan dan kebesaran
Diharapkan Struktur pengetahuan nama Tuhan yang tersyariat dalam nilai simbolis
(lambang) di kenyataan haruslah membentuk struktur pengetahuan di fikiran dalam
wilayah Hakikat sehingga memberikan keyakinan di wilayah pengetahuan Makhrifah.
Diposkan oleh purwanto di 16.41 0 komentar
SIFAT kajian

Rabu, 11 Maret 2009

DIRI SECARA SIFAT


SESUNGGUHNYA DIRI YANG MENJADI DIRI DALAM KE-AKU-AN SETIAP PRIBADI
BERADA DALAM KEJUJURAN RASA PERCAYA BAHWA DIA BERASAL DARI ALLAH DZAT
YANG MAHA SEMPURNA DENGAN SEGALA SIFAT, ASMA DAN AF'AL YANG
BERPANGKAT TUHAN. SUATU HUBUNGAN YANG PALING HAKIKI ANTARA DIRI PRIBADI
DENGAN TUHANNYA TELAH ADA SEJAK BERMULA ADANYA DIRI DAN HUBUNGAN ITU
BERADA DALAM WILAYAH SIFAT TUHAN ITU SENDIRI. KARENA DIRI BERASAL DARI
ASAL NYA DIRI MAKA DIRI TELAH MEMBAWA SIFAT DARI ASALNYA DIRI YAITU
KANDUNGAN SIFAT ALLAH ITU SENDIRI.
JIKA KATA " DIRI " HANYA SEBUAH KATA SEBUTAN MAKA YANG DISEBUT " DIRI "
TIADA LAIN ADALAH "SIFAT "

JIKA PENGERTIAN "DIRI" DIARTIKAN SAMA DENGAN PENGERTIAN "JIWA" ATAU


"SUKMA" YANG MENDEKATI PENGERTIAN "ROH" MAKA SELURUH PENGERTIAN ITU
AKAN MENGARAH PADA PENUNJUKAN AKAN KEBERADAAN "SIFAT" SEMATA.
PERHATIKAN SIFAT DASAR YANG MENJADI DIRI YAITU SIFAT ALLAH YANG
DIAMANAHKAN KEPADA SETIAP MANUSIA APA DAN SIAPA SAJA DIMANA SIFAT ITU
NYATA ADANYA DALAM RASA MAUPUN DALAN LOIGIKA ADALAH :
1. SIFAT HIDUP .................(HAYAT)
2. SIFAT KUASA .................(QODRAT)
3. SIFAT KEHENDAK/KETENTUAN ....(IRADAT)
4. SIFAT PENDENGARAN ...........(SAMAK)
5. SIFAT PENGLIHATAN ...........(BASAR)
6. SIFAT PENGETAHUAN ...........(ILMU)
7. SIFAT PERKATAAN .............(KALAM)
INGAT DAN INGAT ! BAHWA KETUJUH SIFAT DASAR ITU BERKEADAAN GHAIB ADANYA.
SETIAP MANUSIA DAPAT MERASAKANNYA NAMUN TERKADANG SULIT UNTUK
MENGAKUINYA !
SIFAT DASAR YANG GHAIB ITU BERSEMBUNYI DIBALIK JASAD KASAR (JASMANI)
YANG KEMUDIAN MENJADI BATHIN-NYA DIRI YANG MENJADIKAN JASAD (RAGA)
MELAKSANAKAN KEGIATAN SEBAGAI KEHIDUPAN BAGI BATHIN ITU DENDIRI.
8. KETUJUH SIFAT ITU DIJELASAKAN DENGAN SIFAT KEADAAN TENTANG "ADA"
NYA ....(WUJUD)
9. KETUJUH SIFAT ITU DIJELASKAN DENGAN SIFAT KEADAAN TENTANG "SEDIA"
NYA ...(QIDAM)
10. KETUJUH SIFAT ITU DIJELASKAN DENGAN SIFAT KEADAAN TENTANG " KEKAL"
NYA ..(BAQO)
MAKA GENAP DAN SEMPURNALAH MANUSIA SECARA SIFAT DASAR YANG DENGAN
ITU MANUSIA DIPERCAYA OLEH ALLAH UNTUK MENJADI KHALIFAH DI MUKA BUMI
SEBAGAI MEWAKILI DIRI ALLAH SENDIRI SEBAGAI PENCIPTA YANG MEMILIKI SIFAT
"MAHA" YAITU :
1. SIFAT MAHA HIDUP .......................(HAYYUN)
2. SIFAT MAHA KUASA .......................(QODIRUN)
3. SIFAT MAHA BERKEHENDAK/MENENTUKAN ......(MURIDUN)
4. SIFAT MAHA PENDENGARAN/MENDENGAR .......(SAMI'UN)
5. SIFAT MAHA PENGLIHATAN/MELIHAT .........(BASYIRUN)
6. SIFAT MAHA PENGETAHUAN/MENGETAHUI ......(ALIMUN)
7. SIFAT MAHA PERKATAAN/BERKATA ...........(QALAMUN)

8. KETUJUH SIFAT ITU DIJELASAKAN DENGAN SIFAT KEADAAN TENTANG "ADA"


NYA .....(WUJUD)
9. KETUJUH SIFAT ITU DIJELASKAN DENGAN SIFAT KEADAAN TENTANG "SEDIA"
NYA ....(QIDAM)
10. KETUJUH SIFAT ITU DIJELASKAN DENGAN SIFAT KEADAAN TENTANG " KEKAL"
NYA ...(BAQO)
11. Ke 7 (tujuh) sifat maha itu dijelaskan dengan Sifat keadaan " Berdiri dengan sendirinya
"
12. Ke 7 (tujuh) sifat maha itu dijelaskan dengan sifat keadaan " Berlainan dengan segala
yang Baharu "
13. Ke 7 (tujuh) sifat maha itu dijelaskan dengan sifat keadaan " ESA "
MAKA GENAPLAH BILANGAN SIFAT WAJIB BAGI ALLAH YANG DENGAN ITU TERBITLAH
"ASMA" YANG MENJADI GELAR KEMAMPUAN BAGI ALLAH UNTUK
MENYELENGGARAKAN SEGALA HUKUMNYA YANG TERBENTAG DALAM "AF'AL" NYA.
"SIFAT" MELAHIRKAN "ASMA" DAN ASMA MELAHIRKAN "AF'AL"
LALU DARIMANAKAH TERBITNYA SIFAT, ASMA DAN AF'AL ???
TIADA DISANGKAL BAHWA "DZAT" YANG MENJADI DIRI ALLAH ITULAH SEBAGAI ASAL
TERBITNYA SIFAT, ASMA DAN AF'AL !!!
DZAT-----SIFAT-----ASMA------AF'AL
DI DALAM DZAT ADA SIFAT, DI DALAM SIFAT ADA ASMA (GELAR KEMAMPUAN) DAN DI
DALAM ASMA ADA AF'AL (PERBUATAN/SUNNATULLAH)
JIKA SIFAT BISA DIKENAL LEWAT RASA YANG TERLOGIKA, APAKAH "DZAT" JUGA
DAPAT DIRASA DAN MEMILIKI LOGIKA ???
" JANGAN MENCARI TUHAN MELAINKAN DALAM PERSAKSIAN " SEBAGAIMANA TELAH
TERKONSEP DALAM DUA KALIMAH YANG SYAH (DUA KALIMAH SYHADAH) BAHWA
MANUSIA DENGAN TUHAN-NYA TERHUBUNG DALAM NILAI "SAKSI" MAKA DEMIKAN
JUGA KEADAAN BAGI DZAT DIMANA SERING KITA MENDENGAR PERNYATAAA
"TENTANG DZAT TUHAN JANGANLAH DICARI". OLEH KARENA ITU JABARAN INI
TIDAKLAH MENGARAH KEPADA PENCARIAN DZAT MELAINKAN DALAM " PERSAKSIAN
" SEMATA.
Diposkan oleh purwanto di 19.27 0 komentar
SIFAT kajian

Jumat, 27 Februari 2009

DIRI
KAJIAN SEMESTA DIRI

DIRI ADALAH PELAKU HIDUP DAN KEHIDUPAN YANG MENJADI SAKSI ADANYA YANG
MAHA HIDUP YAITU DZAT YANG MAHA SEMPURNA DENGAN SEGALA SIFAT, ASMA DAN
AF'AL.
DIRI MANUSIA DI KENYATAAN MERUPAKAN HIMPUNAN SEMESTA DIRI MEMILIKI
HIMPUNAN BAGIAN YANG BERANGGOTAKAN DIRI BENDANI, DIRI NABATI, DIRI HEWANI
DAN DIRI INSANI. DIRI MANUSIA DIKATAKAN SEBAGAI DIRI YANG PALING SEMPURNA
DARI DIRI MAKHLUK LAINNYA DAPAT DIPAHAMI MELALUI TINJAUAN ATAS SIFAT SIFAT
HAKIKI YANG TELAH DIAMANAHKAN ALLAH KEPADA DIRI SETIAP DIRI YANG MENJADI
MAKHLUKNYA.
SEBAGAI MAKHLUK YANG PALING SEMPURNA MANUSIA BERKADAAN UNIK,
KOMPLEKS DAN RUMIT BAGAIKAN SEBUAH RAHASIA YANG BANYAK MENYIMPAN
HIPOTESA DAN MENARIK UNTUK ANALISA. MANUSIA ADALAH OBJEK YANG MAMPU
BERTINDAK SEBAGAI SUBJEK KARENA WUJUD MANUSIA MERUPAKAN SARANA BAGI
ALLAH DALAM MENYAMPAIKAN PESAN PESANNYA SEHINGGA DALAM DIRI MANUSIA
BANYAK TERUKIR KESAN KESAN YANG MENJADI AYAT AYAT NYA.
DALAM DIRI MANUSIA TERSIMPAN RAHASIA TUHANNYA SEHINGGA PADA SETIAP DIRI
MEMILIKI PELUANG UNTUK MENCAPAI TUHANNYA YANG MENJADIKAN DIRI MAMPU
NAIK MENJADI SAKSINYA DAN BERPELUANG MENJADI UTUSANNYA DALAM KONSEP
PERSAKSIAN ADANYA.
KONSEPLAH DIRI SELAMA JIWA MASIH DI DUNIA ! UNTUK MENGGAPAI WUJUD DIRI DI
KEHIDUPAN AKHIRATNYA DENGAN BERPEGANG TEGUH PADA HUKUM UTAMA SEBAB
MUSABAB YANG MENJADI SUNNAHNYA.HAL DIRI HARUSLAH MENJADI MASALAH
YANG UTAMA UNTUK DIPAHAMI, DIMENGERTI DAN DIKAJI KARENA DIRILAH PERAN
UTAMA DARI HIDUP YANG MEWARNAI KEHIDUPAN DARI DUNIA SAMPAI AKHIRATNYA.
DIRI SETIAP DIRI MANUSIA TELAH MENJADI SEBUAH KE-AKU-AN PRIBADI, PRIBADI
YANG MEMILIKI TANGGUNG JAWAB PENUH SEBAGAI PEMIMPIN DIRI. DALAM DIRI
BANYAK DIRI DIRI YANG HARUS DIPAHAMI DAN DIMENGERTI.
DIRI MANA YANG HARUS DI AKUI SEBAGAI DIRI YANG MENJADI SEBUAH KE-AKU-AN
SEJATI DIRI YANG DEKAT DISISI ILAHI RABBI.
MARILAH KITA BANGUN DIRI SEJATINYA DIRI DALAM SETIAP DIRI AGAR BERDIRILAH
DIRI INSANI YANG KAMIL. DIRI YANG MENGARAH KEPADA ILAHI RABBI YANG
MENYENTUH RUH RABBANI DI WILAYAH MAKHRIFAH AGAR DAPATLAH BERMULA
AGAMA DALAM DIRI.
KINI SAATNYA KITA MENDEWASAKAN DIRI DALAM BER-TUHAN AGAR TERBANGUN
AGAMA DALAM DIRI YANG CAHAYANYA MAMPU MENERANGI ALAM KEHIDUPAN MAKA
BERJALANLAH.

SEJAUH MANA DIRI BERJALAN, SEJAUH ITULAH AGAMA DALAM DIRI DAN JIKA DIRI
TAK BERJALAN MAKA JANGANLAH BERANI MENGAKU DIRI TELAH BER-AGAMA.DAN
JIKA DIRI BERHENTI DIPERJALANAN JANGANLAH KATAKAN ITU TUJUAN AKHIR
PERJALANAN AGAR TIDAK MENJADI SEBUAH AJARAN BAGI ORANG LAIN DAN
MENJADI SEBUAH ALIRAN.
ALIRAN HANYALAH SEBUAH BENTUK PERHENTIAN DARI SEBUAH PERJALANAN
ORANG YANG TAK SABAR MENANTI GANJARAN.
MARILAH JADIKAN DIRI SEBAGAI PROYEKSI DARI SEGALA BACAAN YANG
TERBENTANG.
TETAPLAH BELAJAR MEMANDANG YANG BHINEKA DALAM TUNGGAL DAN
MAMANDANG TUNGGAL DALAM BHINEKA.
MARILAH KITA SIKAPI SABDA RASUL : " BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA, NISCAYA
MENGENAL IA AKAN TUHAN-NYA"
MARILAH JUGA KITA SIKAPI : " BERMULA AGAMA ITU MENGENAL AKAN ALLAH "
SIKAPILAH SABDA RASUL ITU DENGAN PENGETAHUAN TIGA SERANGKAI (SYARI'AH,
HAKIKAH DAN MAKHRIFAH.
JANGANLAH SALAH SATU DIKUATKAN DAN YANG LAIN MENJADI LEMAH DARI
PENGETAHUAN TIGA SERANGKAI ITU KARENA KETIGA PENGETAHUAN ITU SALING
BERPROYEKSI ADANYA DAN JIKA ITU TERJADI MAKA DIRI AKAN MENGALAMI RASA
PALING BENAR SENDIRI DAN BERPELUANG MENYALAHKAN ORANG LAIN TANPA
MAMPU MEMBERI KEBENARAN.

KINI, MENGKAJI DIRI ADALAH SUATU KEWAJIBAN BAGI JIWA YANG TELAH DEWASA
DAN BER-AKAL KARENA DIRI MERUPAKAN SARANA UNTUK MENGENAL TUHANNYA
AGAR DIRI MEMILIKI AGAMA !
BARANG SIAPA MENGENAL AKAN DIRINYA NISCAYA MENGENAL IA AKAN TUHANNYA
(SABDA RASUL)
UNTUK APA DIRI DIKENAL ?
MENGENAL DIRI UNTUK DAPAT MENGENAL TUHAN !
UNTUK APA MENGENAL TUHAN ?
MENGENAL TUHAN UNTUK DAPAT NAIK MENJADI SAKSI-NYA
JANGAN MENCARI CARI TUHAN !!!
CARILAH SAKSINYA DALAM PERSAKSIAN

MENGAPA DIRI HARUS DIJEMPUT ..............


SEJATINYA DIRI MANUSIA ADALAH TATKALA IA TELAH MENCAPAI KONDISI INSAN
KAMIL, YAITU INSAN YANG TELAH TERHIMPUN PADANYA SEGENAP MAKOM DIRI, TELAH
TERHIMPUN PADANNYA SEGENAP ALAM DIRI, TERHIMPUN PADANYA SEGENAP SIFAT
DASAR DIRI. INSAN YANG TELAH MENCAPAI KEPADA ZAT DIRI NYA SENDIRI SEHINGGA
TERSAKSI PADANYA DZAT YANG MAHA MENGIDUPKAN DI ALAM DZAT KETUHANAN.
ISTILAH

MENJEMPUT

MENGANDUNG

ARTI

SEBAGAI

USAHA

MENJEMPUT DIRI
DIRI MANUSIA TIADA LAIN ADALAH ROH YANG TERSEMAT PADA JASMANI. ROH YANG
BERSEMBUNYI DIDALAM JASMANI DIKENAL DENGAN ISTILAH BATHIN ATAU JIWA ATAU
JUGA SUKMA. APAPUN NAMANYA IA TETAP SAJA ROH YANG BERASAL DARI TUHAN
ALLAH.
ROH

SEBAGAI

DIRI

ADALAH

ZAT

YANG

PADANYA

TERHIMPUN

SIFAT

SIFAT SEBAGAI PEMBAWA KARAKTER DARI ZAT MEMILIKI GELAR KEMAMPUAN (ASMA)
DAN ASMA YANG PADANYA TERKANDUNG GELAR KEMAMPUAN MENJADIKAN ZAT DAPAT
BERBUAT
(AF'AL)

ZAT, SIFAT, ASMA DAN AF''AL ADALAH CITRA TUHAN PADA MANUSIA YANG MENJADIKAN
MANUSIA SEBAGAI KITAB SEMPURNA AKAN KETERANGAN TENTANG TUHAN ALLAH.