You are on page 1of 7

65

BAB V
PENGUJIAN

Program yang telah di buat harus melalui tahap pengujian, baik kepada
hardware maupun software-nya. Tujuan dari pengujian itu sendiri adalah untuk
menemukan berbagai potensi atau penyebab kegagalan sistem. Pada dasarnya
pembuatan sistem kontrol menggunakan PLC, persentase terbesar kegagalan
sistem berasal dari sensor, aktuator dan sambungan kabel, dibanding kegagalan
yang disebabkan oleh kesalahan internal dari PLC itu sendiri. Oleh karena itu
pada pengujian ini tidak hanya terfokus pada pengujian program tetapi juga
pengujian terhadap perangkat input maupun output dan faktor eksternal lainnya.
Pengujian pada program PLC untuk proses kerja mesin jig UUA Tack ini
meliputi pengujian input dan output, pengujian cycle proses serta pengujian
penggunaan timer.

5.1

Pengujian Input dan Output


Cara pengujian perangkat masukan adalah dengan cara manual, yaitu

menghubungkan PLC dengan personal computer (PC) dan melakukan manipulasi


secara manual dan melihat pada program PLC yang ada pada PC apakah
menunjukkan warna hijau pada setiap kontak-kontak yang terhubung.
Sedangkan pengujian output dilakukan dengan mengaktifkannya secara
aman dengan menekan push button yang spesifik dan syarat-ayarat tertentu seperti
sensor atau limit switch sehingga sehingga setiap output dapat diuji.

66

Berikut tabel 5.1. adalah tabel yang dapat digunakan untuk melakukan
pengujian pada input mesin jig UUA Tack untuk memeriksa fungsi dari masingmasing perangkat tersebut apakah telah terhubung pada PLC dan mampu
melaksakan program dengan baik.

Tabel 5.1. Pengujian Perangkat Masukan Program PLC Mesin Jig UUA Tack

Setelah memastikan semua perangkat masukan telah terhubung dengan baik


pada input modul PLC, maka berikutnya dalah memastikan perangkat keluaran
dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan kondisi yang telah diprogram
sebelumnya. Pada tabel 5.2. adalah tabel pengujian perangkat keluaran modifikasi
sistem kontrol mesin jig UUA Tack dengan PLC.

67

Tabel 5.2. Pengujian Perangkat Keluaran Program PLC Mesin Jig UUA Tack

Dari hasil pengujian tersebut, Tabel 5.1. menunjukkan bahwa perangkat


masukan seperti push button, limit switch dan proximity sensor sudah terhubung
dengan modul input dan berfungsi dengan baik sesuai dengan alamatnya masingmasing. Pada Tabel 5.2. menunjukkan bahwa perangkat keluaran seperti lampu
indikator dan solenoid sudah berfungsi dengan benar dan mampu menggerakkan
silinder untuk mengerjakan prosesnya sesuai dengan kondisi pada program yang
telah dibuat.

5.2

Pengujian Cycle Proses


Pada pengujian cycle proses ini menguji kesesuaian program yang telah

dibuat terhadap siklus proses dan spesifikasi program yang diinginkan, semuanya
diuji menggunakan Tabel 5.3. sebagai alat pemeriksanya.

68

Tabel 5.3. Pengujian Cycle Proses Mesin Jig UUA Tack

Dari hasil pengujian pada Tabel 5.3. terlihat bahwa, siklus proses kerja
mesin jig UUA Tack setelah modifikasi sistem kontrol menjadi PLC sudah
berjalan sesuai dengan diagram perpindahan langkah, spesifikasi program dan
juga sesuai pada flow chart proses dan flow chart program yang telah dibuat
sebelumnya.
Fungsi-fungsi seperti lampu indikator, jalannya silinder karena aktifnya
solenoid valve sesuai dengan kondisi pada program telah berjalan sesuai dengan
keinginan.

69

5.3

Pengujian Timer pada Program


Timer pada program ini digunakan untuk menunda proses kerja lifter up

dimana proses tersebut akan aktif setelah pemenuhan fungsi Timer selama 2 detik.
Timer ini diaktifkan oleh limit switch unshift dengan artian lifter up akan aktif
setelah proses unshift dengan tunda sekitar 2 detik.

Gambar 5.1. Fungsi Timer dalam program

Gambar 5.2. Pengaktifan proses lifter up dengan timer

70

5.4

Hasil Modifikasi Sistem Kontrol PLC terhadap Permasalahan Line


Stop
Permasalahan line stop yang terjadi pada mesin jig UUA Tack dengan sistem

kontrol lama yaitu berupa sistem konrol module sangatlah tinggi dengan frekuensi
error module sangat tinggi.
Presentase line stop mesin jig UUA Tack dibanding mesin jig lainnya sangat
tinggi, terlihat pada semester pertama angka line stop mesin ini sekitar enam belas
persen dan dengan rata-rata line stop tiap bulannya sekitar dua puluh empat menit.
Modifikasi ini dilakukan pada awal bulan September 2008 dan dicoba
mengaktifkan proses produksi pada mesin ini dengan sistem kontrol PLC pada
bulan yang sama, didapat hasil nol menit untuk line stop bulan September 2008
yang artinya modifikasi mesin jig UUA Tack dengan PLC berhasil menurunkan
line stop mesin akibat error pada sistem kontrol.

Gambar 5.3. Grafik line stop mesin jig UUA Tack berkurang pada bulan September

Selain berkurangnya angka line stop, modifikasi ini juga mempermudah


pihak maintenance dalam melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan karena
sistem kontrol dengan PLC lebih mudah dipahami. Selain itu safety juga terjaga

71

terbukti tidak adanya kecelakaan pada proses produksi underbody setelah


modifikasi sistem kontrol ini.