Sie sind auf Seite 1von 3

Hubungan ASEAN dan EU

Hubungan informal antara ASEAN dan UE berawal pada tahun 1972, tahun dibentuknya
komite koordinasi ASEAN-EEC (SCCAN), disusul terbentuknya Kelompok Studi Bersama
(JSG) pada bulan May 1975. Pertemuan menteri luar negeri ASEAN di Manila mengusulkan
dijalinnya hubungan formal dengan EEC waktu itu. Pertemuan tingkat menteri diusulkan
menteri luar negeri Jerman yang berbuah pertemuan tingkat menteri pertama (AEEM) yang
diadakan di Brussel tahun 1978. Kerjasama antara ASEAN dan EEC akhirnya ditandatangani
pada tahun 1980, tepatnya pada pertemuan tingkat menteri kedua di Kuala Lumpur.
Kerjasama ini meliputi bidang perdagangan, ekonomi dan kerjasama teknis di bawah
koordinasi Komite Gabungan Kerjasama (JCC).
Dialog antara UE dan ASEAN selama ini diwujudkan dalam kerangka AEEM. Pertemuan
AEEM ke 11 di Karlsruhe Jerman merupakan titik meningkatnya intensitas kerjasama kedua
organisasi dengan dibentuknya Eminent Person Group (EPG). Berikut adalah rentetan
pertemuan yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Karlsruhe:
Tahun 1995 :
1. Pertemuan pertama Senior Officials Meeting (SOM) di Singapura
2. Pertemuan khusus menteri ekonomi EC dan ASEAN di Bangkok
3. Pertemuan JJC di Brussel pada bulan Oktober
Tahun 1996 :
1. Pertemuan kedua SOM di Dublin, Irlandia
2. Pertemuan ASEM pertama pada bulan Maret
Februari 1997 :
1. AEEM ke-12 dan dilanjutkan dengan pertemuan mentri luar negri ASEM Pertama di
Singapura (berdirinya ASEF)
2. JCC ke-13 di Bangkok (pelaksanaan joint declaration Kalrsruhe) pada bulan November
Tahun 1998 :
Pertemuan ASEM kedua (Asia-EU vision)
Tahun 2003 :
Proyek APRIS ditandatangani (proyek bantuan UE senilai 4,5 juta)
Pertemuan-pertemuan antara ASEAN dan UE lebih bersifat konsultasi, penjajakan kerjasama,
bertukar informasi dan ilmu di bidang politik, keamanan dan kerjasama ekonomi dan
pembangunan. Banyaknya kelompok pertemuan yang dibentuk termasuk ARF, AEEM,

ASEM, SOM, JCC, Komite ASEAN-Brussel, Komite ASEAN-Bonn, Komite ASEANLondon dan Komite ASEAN-Paris memperlihatkan intensitas dialog. Hal ini merupakan
pengejawantahan kebijakan luar negeri UE yang mendukung secara materi dan moral
terhadap semakin terintegrasinya ASEAN.
Dari segi hubungan perdagangan, ASEAN lebih mempunya kepentingan untuk menjalin
kerjasama yang lebih erat dengan UE terutama akses pasar. Jika UE merupakan salah satu
tujuan ekspor utama ASEAN selain Jepang dan Paman Sam, ASEAN hanya merupakan pasar
kecil bagi ekspor UE.
Karena perbedaan yang mendasar antara kedua organisasi internasional ini, kerjasama yang
bersifat mengikat seperti perjanjian pasar bebas misalnya sangatlah sulit dan hanya
memungkinkan hingga kedua organisasi berdiri pada fondasi dan fase integrasi yang sama.
3. Hubungan Perdagangan dan Investasi UE-ASEAN
1. ASEAN mengalami surplus dalam perdagangan dengan UE terutama untuk produk
peralatan kantor dan telekomunikasi, produk pertanian dan pakaian. Sementara di
sektor jasa lebih seimbang dimana UE kuat di bidang jasa yang padat keahlian
khusus.
2. Kalau dahulu sektor pertanian menjadi andalan ASEAN ke UE, sekarang hanya 10 %
dari perdagangan ASEAN ke UE.
3. UE merupakan tujuan export yang sangat penting bagi ASEAN, sementara ASEAN
berada tidak lebih penting dari Paman Sam, China, Swiss dan Rusia bagi UE. Bagi
UE, ASEAN kurang lebih sama pentingnya dengan Jepang. EU merupakan salah satu
tiga besar negara tujuan ekspor ASEAN selain Paman Sam dan Jepang, sedangkan
untuk impor ASEAN, UE dan Paman Sam adalah dua terbesar.
4. Di ASEAN negara Singapore, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia
mempunyai arti lebih penting bagi UE ketimbang negara anggota lainya.
5. Produk kimia dan kendaraan bermotor merupakan produk penting UE ke ASEAN,
sementara tekstil adalah produk penting ASEAN.
6. Dari pola perdagangan, UE lebih unggul di bidang teknologi mutakhir dibandingkan
ASEAN yang lebih unggul di industri padat karya.
7. Perhitungan RCA 2 dan 4 digit menunjukan bahwa ASEAN kuat di pasar UE untuk
produk tekstil, mesin, lemak dan minyak nabati. Sedangkan kekuatan UE ada di
produk kimia, kendaraan bermotor dan baja.
8. Dari segi investasi, UE adalah sumber investasi langsung terbesar di ASEAN.
Singapura adalah negara penerima investasi terbesar dari UE (efek rute perdagangan)
yang disusul Brunei dan Thailand.
9. Investasi UE di ASEAN ditujukan untuk sektor industri, pertambangan dan keuangan.
Sementara investasi ASEAN di UE boleh dikatakan tidak ada (Singapura dan
Malaysia dikabarkan telah berinvestasi di UE). Hubungan yang asimetris ini

kemungkinan tidak akan dapat diseimbangkan dengan perjanjian bilateral ataupun


inter-regional dikarenakan ketimpangan dari kepemilikan modal, struktur upah dan
perbedaan budaya termasuk bahasa.
4. Perkembangan Terakhir
UE mulai merubah strategi pendekatan kerjasama dengan ASEAN dari pendekatan Blok
menjadi pendekatan bilateral dengan negara anggota. Baca perjanjian bilateral pertama
Indonesia-UE.