You are on page 1of 10

Struktur Darah dan Hemoglobin

Disusun oleh :

1. Thya Fitriani

102012398

2. Sigit Deswanto

102013258

3. Tresy Kalawa

102013276

4. Herlin Indah Bangalino

102014022

5. Aldesy Yustika Indriani

102014076

6. Louis Hendri

102014097

7. Hersi Khansa Alifah

102014164

8. Alexander Yosua Santoso

102014179

9. Nur Amira Amalina Mohammad Zulkifli 102014228

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana


Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510
Alamat korespondensi email: kelompok_pbla2@yahoo.com
1

Pendahuluan
Tubuh manusia memiliki banyak sistem untuk menjaga kelangsungan ketahanan tubuh. Semua
sistem ini mempunyai fungsi masing-masing yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Salah satu sistem tersebut adalah sistem kardiovaskuler. Sistem kardiovaskuler
merupakan bagian dari sistem sirkulasi yang berfungsi untuk menyalurkan nutrien dan gas ke
semua sel, jaringan, organ dan sistem organ, serta membawa sisa metabolik keluar darinya.1
Salah satu bagian dari sistem kardiovaskuler adalah darah yang akan menjadi bahasan dalam
makalah ini.
Darah merupakan suatu jaringan yang terdiri atas eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah
putih), dan trombosit (keping darah) yang terendam dalam plasma darah cair. Darah beredar
dalam system vaskular, mengangkut oksigen dari paru-paru dan nutrient, dari saluran cerna ke
jaringan lain di seluruh tubuh. Selain itu darah juga berperan dalam transportasi hormone yang
berasal dari kelenjar endokrin.
Pembahasan
Darah beredar dalam sistem pembuluh darah yang tertutup dan menyusun sekitar 6-8% berat
badan. Secara keseluruhan, darah mempunyai berat jenis sekitar 1,060; viskositas 3,6-5-6
(air=1); titik beku sekitar 0,55oc; dan pH sekitar 7,4. Darah tersusun atas dua komponen, yaitu (a)
substansia padat, volumenya sekitar 45% yang terdiri atas sel-sel darah merah (eritrosit), sel-sel
darah putih (leukosit), dan sel-sel pembeku (trombosit) dan (b) substansia cair, volumenya sekitar
55% dan dikenal sebagai plasma darah sehingga sebagian besar plasma darah (90-92%) tersusun
atas caian dan di dalamnya terlarut banyak senyawa-senyawa kimia.
Berbagai senyawa kimia yang ada didalam darah antara lain;3
1.
2.
3.
4.

Karbohidrat (glukosa, glikogen);


Lipida (lemak bebas, kolesterol, asam-asam lemak, lesitin, sefalin, sfingomealin);
Protein (protein plasma, protein serum, albumin, globulin, fibrinogen, hemoglobin);
Senyawa-senyawa nitrogen nonprotein (asam-asam alfa amino, glutation, ureum,
glutamine, keratin, asam urat, kreatinin, sitrulin, bilirubin, kuanidin, indikan, urobilin,

amonia, adrenalin);
5. Vitamin-vitamin (vitamin A. vitamin E, asam karbonat, biotin, karoten, asam pantotenat,
riboflavin, niasin);
2

6.
7.
8.
9.

Enzim-enzim (amylase serum, lipase serum, fosfatase asam, alkali fosfatase);


Gas-gas napas (oksigen, karbon dioksida);
Zat-at lain (aseton, asam sitrat, asam -ketoglutarat, asam laktat, asam piruvat) dan
Elektrolit, baik dalam bentuk kation, (K+, Na+, Ca+, dan Mg+2) atau dalam bentuk anion (Cl-,
HCO3-, PO4-3,HPO4-2, H2PO4-)

Banyak fungsi darah dalam tubuh yang telah diketahui, diantara sebagai;3
1. Alat transport sebagai jenis bahan kimia, seperti transpor (a) zat makan yang telah
diserap dalam usus ke jaringan-jaringan yang mebutuhkannya; (b) zat sampah atau zat
buangan produk metabolisme dari seluruh jaringan ke alat-alat ekskretori; (c) oksigen
dari paru-paru ke jaringan; (d) karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru; (e) zat
pengatur atau hormone dari sumbernya (kelenjar endokrin) ke bagian tubuh tertent;
2. Benteng pertahan tubuh terhadap infeksi kuman dan benda asing oleh sel darah putih dan
antibody yang beredar;
3. Pengatur, misalnya mengatur (a) stabilitas suhu tubuh, yaitu dengan penyebaran panas
badan; (b) keseimbangan antar cairan darah dan cairan jaringan; dan (c) pemeliharaan
kesetimbangan asam-basa dalam tubuh.
Komponen Darah
Darah terdiri dari dua bagian yakni bagian padat dan bagian cair. Bagian padat yang merupakan
40-50% dari total volume darah terdiri dari eritrosit ( sel darah merah ), leukosit ( sel darah
putih ), dan trombosit ( keeping darah ) . Sedangkan bagian cairnya adalah plasma darah yang
terdiri dari air, elektrolit, metabolit, nutrient, protein dan hormone.2
Sel Darah Merah ( Eritrosit )
Eritrosit atau yang biasa kita kenal sebagai sel darah merah ini merupakan sel darah yang
mendominasi dalam darah. Sel yang berbentuk datar/gepeng seperti piringan yang mencekung di
bagian tengah membuatnya terlihat seperti donat merupakan sel darah yang berfungsi untuk
mengangkut O2 dan CO2 untuk dialirkan ke seluruh tubuh demi kelangsungan hidup dari
manusia. Yang memungkinkan eritrosit dapat melakukan fungsinya ini karena strukturnya yang
bikonkaf, tipis, dan lentur.

Gambar 1: Eritrosit
Sumber: rihandicha.blogdetik.com

Dengan bentuknya yang bikonkaf dapat menghasilkan luas permukaan yang lebih besar untuk
difusi O2 menembus membrane dibandingkan dengan bentuk sel lainnya. Tipisnya sel eritrosit
memungkinkan O2 cepat berdifusi antara bagian paling dalam dengan bagian luar dari sel. Dan
kelenturannya sehinggal sel eritrosit ini mampu mengalir melalui kapier yang bentuknya
berkelok-kelok tanpa pecah selama proses tersebut berlangsung. Secara anatomi eritrosit dapat
mengangkut O2 sebagai fungsi utamanya tidak terlepas dari karena adanya kandungan
hemoglobin di dalamnya. Bentuk eritrosit juga dipengaruhi osmolaritas media sekitarnya.
Apabila tekanan di sekitarnya dalam keadaan yang rendah atau hipotonis,akan menyebabkan
eritrosit mengalami hemolisis atau pecah. Sebaliknya, jika tekanannya tinggi atau hipertonis
akan menyebabkan krenasi atau mengecil.2,4
Sel Darah Putih (Leukosit)

Gambar 2: Leukosit
Sumber: aianpramadhan.blogspot.com

Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum tulang merah dan
kelenjar limpa. Leukosit mempunyai fungsi utama untuk melawan kuman yang masuk kedalam
tubuh, yaitu dengan cara memakannya yang disebut fagositosis. Jumlah leukosit dapat naik turun
tergantung dari ada tidaknya infeksi kuman-kuman tertentu. Leukosit dapat dibedakan menjadi
dua kelompok, yaitu granulosit bila plasmanya bergranuler dan agranulosit bila plasmanya tidak
bergranuler.

Gambar 3: Jenis-jenis leukosit


Sumber: www.gkisuryautama.org

Leukosit granulosit dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:


1. Netrofil: bersifat fagosit, plasmanya bersifat netral, bentuk intinya
bermacam-macam seperti batang, berinti banyak, berinti bengkok, dan
lain-lain.
2. Basofil: plasmanya bersifat basah, berbintik-bintik kebiruan, dan bersifat
fagosit.
3. Eusinofil: bersifat fagosit, plasmanya bersifat asam, berbintikbintik
kemerahan yang jumlahnya akan meningkat bila terjadi infeksi.
Leukosit agranulosit dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Monosit: selnya berinti satu, besar berbentuk bulat panjang, bisa bergerak
cepat, dan bersifat fagosit

2. Limfosit: berinti satu, selnya tidak dapat bergerak bebas, ukurannya ada
yang sebesar eritrosit. Sel ini berperan besar dalam pembentukan zat kebal
(antibodi).5
Keping Darah (Trombosit)

Gambar 4: Trombosit
Sumber: m.kidnesia.com

Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannnya bermacammacam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000300.000/mm3. Fungsinya memegang peranan pentig dalam pembekuan darah. Jika banyaknya
kurang dari normal, maka kalu ada luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul pendarahan
yang terus-menerus. Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis dan yang kurang dari
200.000 disebut trombositopenia. Didalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu
terjadinya peristiwa pembekuan darah, yaitu Ca2+dan fibrinogen. Fibrinogen mulai bekerja
apabila tubuh mendapat luka. Ketika kita luka maka darah akan keluar , trombosit pecah dan
mengeluarkan zat yang dinamakan trombokinase. Trombokinase ini akan bertemu dengan
protombin dengan pertolongan Ca2+akan menjadi thrombin. Trombin akan bertemu dengan fibrin
yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya, yang akan
menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protombin dibuat didalam hati dan
untuk membuatnya diperlukan vitamin K , dengan demikian vitamin K penting untuk
pembekuan darah.

Trombosit dibentuk dalam sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakarosit, yaitu sel
besar dengan banyak nucleus. Trombosit terus dibentuk dan dilepaskan ke dalam darah dimana
trombosit bertahan hidup 9-10hari.2,4
Plasma Darah
Plasma darah adalah matriks cair yang menampung sel-sel darah dan mengandung sejumlah
protein penting secara fisiologis. Bila darah membeku dan bekuan itu mengkerut, beberpa
protein plasma besar terperangkap dalam bekuan darah. Cairan yang tertinggal disebut serum
darah. Kategori utama dalam protein plasma adalah albumin, globulin, fibrinogen dan
komplemen.2
Hemoglobin dan Besi
Hemoglobin merupakan suatu pigmen yang dapat menghasilkan warna kemerahan. Pigmen ini
bersifat alami di dalam hemegloblin. Hemoglobin juga adalah salah satu kandungan khusus yang
hanya terdapat dalam eritrosit sebagai pendukung fungsi utamanya. Hememoglobin memiliki 2
bagian yaitu ; (1) gugus hem merupakan bentuk dari empat gugus nonprotein yang mengansung
besi (Fe2+) dengan setiap gugus ini mengikat suatu polipeptida pada ujung gugus histidin. (2)
bagian globin merupakan protein dari empat rantai polipeptida yang bentuknya berlipat-lipat.
Kedua bagian ini akan menyatu membentuk hemoglobin dengan cara saling mengikat satu sama
lain. Gugus hem akan terikat pada protein globin pada rantai polipeptida di ujian dari gugus
histidin dimana gugus ini akan mengikat besi (Fe2+) dari gugus heme. Masing-masing dari empat
rantai polipeptida ini akan mengikat empat Fe2+ dari gugus heme, sehingga dapat kita simpulkan
bahwa 1 molekul hemoglobin mengikat empat O2 Selain mengikat O2, hemoglobin juga dapat
berikatan dengan gas-gas lainnya: Karbon dioksida (CO2). Dengan mengikatnya karbon dioksida
pakda hemoglobin dapat membantu mengeluarkan gas ini melalui respirasi. Bagian hydrogen
asam (H+) dari asam karbonat teroksidasi.Hydrogen ini dihasilkan dari oksidasi CO2 pada tingkat
jaringan. Hemoglobin menyangga asam ini sehingga tidak banyak kandungannya di dalam tubuh
yang dapat menyebabkan perubahan pH darah. Karbon monoksida (CO).gas ini mempunyai daya
ikat yang kuat dengan hemoglobin. Pada dsarnya ga ini tidak terdapat dalam darah tapi banyak
terdapat di udara bebas. Pada saat gas in terhirup maka dengan mudah ga ini akan menggantikan
posisi O2 yang telah diikat oleh hemoglobin sehingga terjadinya keracunan CO. Nitrat oksida
7

(N2). Gas ini menjamin dan membantu kelancaran pengangkutan O 2 oleh darah karena sifatnya
yang vasodilator diamana gas ini dapat memperlebar arteriol sehingga memudahkan darah
mengalir dan juga dapat membantu menstabilkan tekanan darah.6
Pembentukan Sel Darah

Hemopoiesis
Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah.
Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis
tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang
kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas
membelah menjadi sel blas. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah

dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.


Eritropoiesis.
Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses
ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah
3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (penggandaan ribosom) dan
sintesis hemoglobin. Akhirnya, inti sel dikeluarkan, membuat depresi pada bagian pusat
sel. Eritrosit muda, yang biasa dikenal dengan retikulosit, yang masih mengandung
beberapa ribosom dan retikulum endoplasmik, memasuki aliran darah dan kemudian

berkembang menjadi eritrosit dewasa setelah 1-2 hari.


Leukopoiesis
Leukopoiesis adalah proses pembentukan leukosit, yang dirangsang oleh adanya colony
stimulating factors atau faktor perangsang koloni. Penstimulasi (perangsang) koloni ini
dihasilkan oleh sel darah putih (leukosit) dewasa. Perkembangan dari setiap sel darah
putih dimulai dengan terjadinya pembelahan sel batang temopoitik menjadi sel blas
seperti berikut ini : Mieloblas yang akhirnya berkembang menjadi leukosit granular
(granulosit) yaitu eosinofil, neutrofil, dan basofil ,Monoblas berkembang menjadi

monosit ,Limfoblas akan berkembang menjadi limfosit.


Trombopoiesis
Jika di atas kita sudah belajar mengenai pembentukan sel darah merah dan putih, maka
yang terakhir dari komponen darah yang akan kita ketahui lebih lanjut yaitu pembentukan
trombosit (keping darah). Pembentukan keping darahdimulai dengan pembentukan
megakarioblas dari sel batang hemopoitik. Megakarioblas membelah tanpa sitokinesis
8

menjadi megakariosit, sel raksasa dengan inti besar dan multilobus (banyak ruang).
Megakariosit kemudian terpecah-pecah menjadi segmen-segmen ketika membran plasma
tertekuk ke dalam sitoplasma.4,7,8
Kesimpulan
Darah merupakan suatu jaringan yang terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukoit (sel darah
putih), dan trombosit (keping darah) yang terendam dalam plasma cair . Darah adalah salah satu
factor terpenting dalam tubuh manusia karena mempunyai fungsi penting dalam tubuh, maka
dari itu harus diperhatikan dan selalu dijaga kondisi kandungan-kandungan zat yang terdapat di
dalamnya sehingga dapat memperkecil kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Daftar Pustaka
1. Slonane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2004.h.218
2. Bloom, Fawcett. Buku ajar histologi. Ed.12. Jakarta: EGC; 2003. h.97-117.
3. Sumardjo D. Pengantar kimia. Buku panduan kuliah mahasiswa kedokteran dan
program strata I fakultas bioeksakta. Jakarta:EGC,2006.h.18
4. Sadikin M. Biokimia darah. Jakarta: Widya Medika; 2003. h.336-351
5. Watson R. Anatomi dan fisiologi untuk perawat. Ed:10.Jakarta: Buku Kedokteran
EGC. 2002.
6. Sheerwood L. Fisiologi manusia. Ed:6. Jakarta: Penerbit EGC; 2009.h.421-34

7. Cambrige Limited. Anatomi fisiologi sistem pernafasan dan kardivaskuler. Ed.(2).


Jakarta: Penerbit EGC; 2002.h.52
8. Handayani W. Sulistio SA. Asupan keperawatan pada klien dengan gangguan
sistem hematologi. Jakarta: Salemba Medik;. 2008.h.135

10