You are on page 1of 26

PROPOSAL TUGAS AKHIR

PERANCANGAN MODIFIKASI SISTEM


PENGEBORAN PCB OTOMATIS BERBASIS
ARDUINO

Diajukan Oleh :
Fajar Julianto
NIM. 021100297

PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI


JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
2015

HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL TUGAS AKHIR

PERANCANGAN MODIFIKASI SISTEM PENGEBORAN PCB


OTOMATIS BERBASIS ARDUINO

Yang diajukan oleh:


Nama

: Fajar Julianto

NIM

: 021100297

Program Studi : Elektronika-Instrumentasi


Jurusan

: Teknofisika Nuklir
Telah disetujui oleh:

Pembimbing I

Pembimbing II

Joko Sunardi, S.ST


S.ST
NIP. 19610710198202.1001

Nugroho Tri Sanyoto,


NIP.195810151977121001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknofisika Nuklir

Ir. Zaenal Abidin, M.Kes


NIP. 19620703 198703 1 005

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Batasan Masalah

1.4 Keaslian Penelitian

1.5 Tujuan Rancang Bangun

1.6 Manfaat Penelitian

1.7 Tinjauan Pustaka

1.8 Landasan Teori

11

1.8.1 Arduino Mega

11

1.8.2 Arduino IDE

17

1.8.3 Pengolahan Citra

18

1.8.4 Software Dhelpi

19

1.8.5 Driver motor Stepper

20

1.9 Hipotesis

22

BAB II RENCANA TUGAS AKHIR


2.1 Tempat dan Waktu

23

2.2 Alat dan Bahan

23

2.3 Rencana Kerja

24

2.4 Jadwal Pelaksanaan

26

DAFTAR PUSTAKA

27
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Arduino Mega 2560

14

Gambar 1.2 Software Arduino IDE

15

Gambar 1.3 IC l293D

19

Gambar 1.4 Blok diagram IC L293D

19

Gambar 2.1 Blok diagram sistem pengeboran PCB otomatis

22

Gambar 2.2 Blok diagram sistem pengeboran PCB berbasis Arduino

23

Gambar 2.3 Bagan hubungan sistem

23

Gambar 2.4 Bagan Hubungan Sistem yang telah di modifikasi

24

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Software yang digunakan

20

Tabel 2.2 bahan dan komponen

20

Tabel 2.3 Komponen Pendukung

21

Tabel 2.4 Jadwal Pelaksanaan

24

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini komputer tidak hanya digunakan sebagai pengolah data saja
namun juga bisa digunakan untuk melakukan pengontrolan suatu peralatan. Setiap
orang mengharapkan segala sesuatunya berhasil dengan mudah dan efisien, serta
sedikit campur tangan manusia dalam pelaksanaan prosesnya untuk melaksanakan
kegiatan pengontrolan peralatan yang sulit dikerjakan secara rutin setiap saat
secara manual, perlu adanya suatu pengontrolan otomatis.
Dalam bidang industri khususnya dituntut adanya peningkatan hasil
produksi. Hal ini dikarenakan salah satu indikator keberhasilan usaha dalam
bidang industri adalah banyaknya jumlah barang yang diproduksi semakin banyak
barang yang diproduksi semakin banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan
tersebut. Namun jumlah produksi yang banyak harus didukung pula dengan
peralatan produksi yang memadai. Untuk membantu kelancaran proses produksi
tersebut biasanya perusahaan menggunakan alat yang mampu bekerja secara
otomatis.
Bidang industri elektronika, biasanya komponen elektronika tersebut
dipasang pada papan rangkaian cetak atau lebih dikenal dengan nama Printed
Circuit Board (PCB). PCB

merupakan salah satu komponen utama yang

diperlukan dalam pembuatan sebuah rangkaian elektronik. Cetakan PCB tersebut


5

terdiri atas jalur dan lubang. Jalur dalam PCB tersebut berfungsi sebagai tempat
aliran arus listrik. Lebar jalur disesuaikan dengan besarnya arus yang mengalir
pada komponen rangkaian tersebut. Sedangkan lubang berupa pad pada PCB
berfungsi untuk menempatkan komponen elektronika yang akan digunakan dalam
pembuatan rangkaian.
Pembuatan lubang letak komponen dilakukan secara manual dengan
menggunakan bor sesuai dengan skema gambar yang tercetak pada PCB. Besar
diameter dan jumlah lubang disesuaikan dengan jenis dan jumlah komponen yang
akan dipasangkan dalam rangkaian tersebut. Pengeboran PCB secara manual
dibutuhkan ketelitian untuk menghindari kesalahan dalam pengeboran, sehingga
kelemahan dari pengeboran secara manual semakin semakin banyak lubang yang
akan di bor kemungkinan kesalahan pengeboran semakin besar.
Maka dari itu untuk menghindari kesalahan dimana ada pad atau via yang
tidak dibor, maka dalam proyek ini dirancang sebuah mesin bor otomatis untuk
melakukan pengeboran PCB. Di samping itu, mesin bor otomatis ini diharapkan
memiliki keuntungan dalam melakukan pengeboran PCB yang sama dengan
jumlah yang banyak, tingkat kesalahan (error) dalam proses pengeboran dapat
dikurangi, hemat waktu karena proses pengeboran secara otomatis relatif lebih
cepat dibandingkan dengan cara manual, serta hemat penggunaan tenaga manusia
karena proses pengeboran dilakukan dengan menggunakan tenaga mesin.
Di STTN dalam penelitian sebelumnya telah dirancang suatu alat Pengendali
Motor Untuk Pengeboran Papan PPC Secara Otomatis oleh Ghati Kharisma
pada tahun 2011. Namun karena berbagai hal terjadi kerusakan dan hilangnya

beberapa komponen dan software untuk pengendalian alat tersebut. Berdasarkan


kenyataan tersebut maka akan dirancang suatu modifikasi alat untuk memperbaiki
kerusakan alat dan memperbaiki beberapa kelemahan alat pengeboran PCB
otomatis yang telah dibuat oleh Ghati Karisma pada tahun 2011 yang dituangkan
dalam tugas akhir dengan judul PERANCANGAN MODIFIKASI SISTEM
PENGEBORAN PCB OTOMATIS BERBASIS ARDUINO.

1.2 Rumusan Masalah


Dari uraian latar belakang tersebut diatas maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1) Memodifikasi perangkat keras atau hardware motor Stepper dan driver
sehingga dapat dihubungkan dengan arduino.
2) Merancang perangkat lunak/ program Arduino untuk mengedalikan
posisi x,y,z motor stepper, menggunakan Arduino IDE.
3) Memodifikasi perangkat lunak/program yang mampu meng-scan
gambar dan mengolahnya pada komputer dan dapat dikomunikasikan
dengan Arduino sebagai pengendali driver motor stepper.
4) Melakukan pengujian alat.
1.3 Batasan Masalah
Mengingat keterbatasan kemampuan serta untuk menghindari adanya
pembahasan di luar materi dalam mengerjakan penelitian ini meliputi perangkat
keras dan perangkat lunak. Dari uraian latar belakang tersebut diatas maka dapat
dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1) Modifikasi Perangkat lunak/program dibuat dengan software delphi 7.


Program yang dibuat meliputi:
a) Program sebagai perancang letak lubang PCB.
b) Program peng-scan gambar PCB (bertipe file *Bmp), disain
otomatis, luasan area sama, sensitivitas warna yang terdeteksi
sebagai lubang adalah warna hitam.
c) Program pengolah data, baca data, dan kirim data.
d) Dapat dikomunikasikan dengan perangkat Arduino.
2) Antarmuka perangkat lunak/program dengan rangkaian driver motor
stepper menggunakan Arduino dengan komunikasi serial USB.
3) Pemrograman IC mikrokontrol Arduino dengan bahasa C menggunakan
Arduino IDE.
1.4 Keaslian Penelitian
Perancangan bor dengan kendali mesin sudah banyak dilakukan dan
bahkan sudah banyak diinstal pada pabrik-pabrik elektronika. Seperti salah
satunya Danang Widyawarman didalam tugas akhirnya Rancang Bangun
Otomasi Sistem Pengeboran PCB Berbasis Personal Computer pada tahun 2008
membuat alat ini dalam bentuk simulasi.
Selain itu juga telah dirancang oleh Thiang Handy Wicaksono di dalam
makalahnya Kontrol Mesin bor PCB otomatis dengan Menggunakan
Programmable Logic Controller pada tahun 2010. Pada penelitian ini dirancang
suatu mesin bor otomatis dengan kontrol menggunakan PLC.

Kemudian pernah dilakukan penelitian di STTN-BATAN oleh Ghati


kharisma pada tahun 2011 dalam tugas akhir yang berjudul Rancang Bangun
Perangkat Lunak sebagai Pengendali Motor pada Pengebor PPC Otomatis pada
penelitian ini dirancang suatu software menggunakan Dhelpi 7.0 untuk mengolah
data gambar dan dikomunikasikan ke mikrokontroler untuk mengendalikan motor
Stepper [1].
Pada tugas akhir yang akan di rancang oleh penulis adalah memodifikasi
alat pengeboran PCB otomatis yang telah dirancang oleh Ghati karisma, dalam
perancangan modifikasi ini, penulis akan menggunakan mikrokontroler kit
Arduino Mega 2560 dan di program menggunakan Arduino IDE dengan bahasa
C, kemudian dikomunikasikan secara serial menggunakan USB dan terhubung
dengan software Dhelpi. Modifikasi ini dilakukan untuk mengganti kerusakan
pada hardware terutama pada mikrokontroler yang telah digunakan. Maka dari itu
penggunaan Arduino cukup tepat karena lebih mudah dan lebih praktis dari sisi
penggunaan, selain itu dalam segi pemrograman menggunakan bahasa C sehingga
dapat mempermudah penulis dalam pembuatan program. Dari modul Arduino itu
sendiri telah terdapat konektor USB untuk komunikasi (download atau upload)
program sehingga tidak perlu tambahan modul untuk komunikasi.

1.5 Tujuan Rancang Bangun


Tujuan rancang bangun ini adalah sebagai berikut:
1) Modifikasi sebuah sistem kontrol baik perangkat lunak maupun rangkaian
elektronika pengebor PCB otomatis

2) Modifikasi sebuah perangkat lunak yang mampu mengidentifikasi gambar


PCB untuk kemudian dipindahkan ke- PCB asli melalui pengebor PCB
otomatis.

1.6 Manfaat Rancang Bangun


Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat

dan berguna bagi

pengembangan ilmu dan teknologi Indonesia khususnya kalangan mahasiswa,


lembaga terkait dan industri-industri yang bergerak dibidang perangkat lunak dan
elektronika. Sebagai salah satu alat penunjang dalam perakitan komponen
elektronika yaitu kemudahan dalam pembuatan lubang PCB. Tidak lagi harus
mengandalkan tenaga manual manusia tetapi menggunakan perangkat komputer
sebagai antarmuka. Tingkat ketelitian yang lebih tinggi dapat mengurangi resiko
kesalahan cetak PCB, waktu produksi yang lebih efisien memungkinkan
peningkatan hasil produksi yang tinggi.

1.7 Tinjauan Pustaka


Otomasi sangat dibutuhkan khususnya untuk menigkatkan produksi dari
suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan salah satu indikator keberhasilan usaha
dalam bidang industri adalah banyaknya jumlah barang yang diSoproduksi
semakin banyak barang yang diproduksi semakin banyak keuntungan yang
diperoleh perusahaan tersebut.( Doddy Erlando.2008). untuk memenuhi suatu
kebutuhan dalam industri elektronika khususnya dalam pembuatan papan PCB,

10

maka dari itu dalam tugas akhir ini akan di rancang suatu alat otomasi untuk
pengeboran PCB secara otomastis.
Penelitian ini mengacu pada penelitian terdahulu yang berjudul Rancang
Bangun Otomasi Sistem Pengeboran PCB Berbasis Personal Computer oleh
Danang Widyawarman (2008) membuat alat ini dalam bentuk simulasi. Selain itu
juga telah dirancang Kontrol Mesin bor PCB otomatis dengan Menggunakan
Programmable Logic Controller oleh Thiang HBndy Wicaksono,dkk (2010) di
dalam makalahnya. Pada penelitian ini dirancang suatu mesin bor otomatis dengan
kontrol menggunakan PLC.
Dan yang menjadi acuan pustaka utama dalam penelitian tugas akhir ini
adalah penelitian yang pernah dilakukan di STTN-BATAN oleh Ghati kharisma
pada tahun 2011 dalam tugas akhir yang berjudul Rancang Bangun Perangkat
Lunak sebagai Pengendali Motor pada Pengebor PPC Otomatis adalah
pemrogramanan pada software yang dibuat lebih kompleks untuk memberikan
kemudahan dalam penggunaan alat, salah satunya adalah input dapat berupa
sampel gambar PPC yang sudah jadi, berbentuk file dengan format *.bmp, driver
motor dirancang dengan IC mikrokontrol AT89S52, serta dapat di uji secara
langsung menggunakan PPC. [1].
Perbedaan dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah menitik
beratkan dari segi Hardware untuk modifikasi alat pengeboran. Dalam penelitian
yang telah dilakukan Ghati karisma menggunakan mikrokontroler AT89S52 yang
saat ini sudah jarang digunakan. Sedangkan di dalam penelitian yang akan penulis
kerjakan untuk pengontrolan motor stepper menggunakan Arduino ADK yang

11

saat ini sedang banyak di kembangkan untuk berbagai aplikasi. Selain itu arduino
memliki beberapa kelebihan di banding dengan mikrokontroler yaitu Tidak perlu
perangkat chip programmer karena di dalamnya sudah ada bootloader yang akan
menangani upload program dari komputer. Sudah memiliki sarana komunikasi
USB, sehingga pengguna Laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa
menggunakan nya. Bahasa pemrograman relatif mudah karena software Arduino
dilengkapi dengan kumpulan library yang cukup lengkap. Memiliki modul siap
pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino. Misalnya shield GPS,
Ethernet, SD Card, dll.
Kemudian disisi software Dhelpi yang telah dibuat oleh Ghati karisma
akan dilakukan modifikasi, sehingga software yang telah dibuat dapat
dikomunikasikan ke Arduino ADK. Untuk program pengendalian moto stepper
tidak menggunakan bahasa Assembly karena sudah jarang digunakan, tetapi dalam
penelitian yang akan dilaksanakan menggunakan bahasa C yang telah tersedia
khusus untuk processing

program arduino menggunakan Arduino IDE.

Pembahasan lebih lengkap mengenai rencana modifikasi dibahas pada rencana


tugas akhir.
1.8 Landasan Teori
1.8.1 Arduino Mega
Arduino Mega2560 adalah papan mikrokontroler berbasiskan
ATmega2560 Arduino Mega2560 memiliki 54 pin digital input/output,
dimana 15 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 16 pin sebagai input
analog, dan 4 pin sebagai UART (port serial hardware), 16 MHz kristal

12

osilator, koneksi USB, jack power, header ICSP, dan tombol reset. Ini
semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup dengan
menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB atau power
dihubungkan dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai
mengaktifkannya. Arduino Mega2560 kompatibel dengan sebagian besar
shield yang dirancang untuk Arduino Duemilanove atau Arduino
Diecimila. Arduino Mega2560 adalah versi terbaru yang menggantikan
versi Arduino Mega.

Gambar 1.1 Arduino Mega 2560


Arduino ATmega2560 memiliki 256 KB flash memory untuk
menyimpan kode (yang 8 KB digunakan untuk bootloader), 8 KB SRAM
dan 4 KB EEPROM (yang dapat dibaca dan ditulis dengan perpustakaan
EEPROM).
Papan Arduino ATmega2560 dapat beroperasi dengan pasokan
daya eksternal 6 Volt sampai 20 volt. Jika diberi tegangan kurang dari 7
Volt, maka, pin 5 Volt mungkin akan menghasilkan tegangan kurang dari
5 Volt dan ini akan membuat papan menjadi tidak stabil. Jika sumber
13

tegangan menggunakan lebih dari 12 Volt, regulator tegangan akan


mengalami panas berlebihan dan bisa merusak papan. Rentang sumber
tegangan yang dianjurkan adalah 7 Volt sampai 12 Volt.

1.8.2. Arduino IDE

software Arduino yang akan digunakan adalah driver dan IDE,


walaupun masih ada beberapa software lain yang sangat berguna selama
pengembangan Arduino.

IDE Arduino adalah software yang sangat

canggih ditulis dengan menggunakan Java. IDE Arduino terdiri dari:


Editor program, sebuah window yang memungkinkan pengguna
menulis dan mengedit program dalam bahasa Processing.
Compiler, sebuah modul yang mengubah kode program (bahasa
Processing) menjadi kode biner. Bagaimanapun sebuah microcontroller
tidak akan bisa memahami bahasa Processing. Yang bisa dipahami oleh
microcontroller adalah kode biner. Itulah sebabnya compiler diperlukan
dalam hal ini.
Uploader, sebuah modul yang memuat kode biner dari Jomputer ke
dalam memory di dalam papan Arduino.

14

Gambar 1.2 Software Arduino IDE


1.8.3 Pengolahan citra
Pengolahan citra merupakan proses pengolahan dan analisis citra
yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyai ciri data
masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Istilah pengolahan
citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua
dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan
citra digital juga mencakup semua data dua dimensi. Citra digital adalah
barisan bilangan nyata maupun kompleks yang diwakili oleh bit-bit
tertentu. Umumnya citra digital berbentuk persegi panjang atau bujur
sangkar (pada beberapa sistem pencitraan ada pula yang berbentuk
segienam) yang memiliki lebar dan tinggi tertentu. Ukuran ini biasanya
dinyatakan dalam banyaknya titik atau piksel sehingga ukuran citra selalu
bernilai bulat. Setiap titik memiliki koordinat sesuai posisinya dalam citra.
Koordinat ini biasanya dinyatakan dalam bilangan bulat positif, yang dapat

15

dimulai dari 0 atau 1 tergantung pada sistem yang digunakan. Setiap titik
juga memiliki nilai berupa angka digital yang merepresentasikan informasi
yang diwakili oleh titik tersebut.
Format data citra digital berhubungan erat dengan warna. Pada
kebanyakan kasus, terutama untuk keperluan penampilan secara visual,
nilai data digital merepresentasikan warna dari citra yang diolah. Format
citra digital yang banyak dipakai adalah Citra Biner (monokrom), Citra
Skala Keabuan (gray scale), Citra Warna (true color), dan Citra Warna
Berindeks.

1.8.4

Software delphi 7
Delphi adalah compiler/penterjemah bahasa Delphi (awalnya dari

Pascal) yang merupakan bahasa tingkat tinggi sekelas dengan Basic dan
C. Bahasa Pemrograman di Delphi disebut bahasa procedural artinya
bahasa/sintaknya

mengikuti

urutan

tertentu/prosedur.

Ada

jenis

pemrograman non-prosedural seperti pemrograman untuk kecerdasan


buatan seperti bahasa Prolog. Delphi termasuk keluarga Visual sekelas
Visual Basic, Visual C, artinya perintah-perintah untuk membuat objek
dapat dilakukan secara visual. Pemrogram tinggal memilih objek apa yang
ingin dimasukan kedalam Form/Window, lalu tingkah laku objek tersebut
saat menerima event/aksi hanya tinggal dibuat programnya. Delphi
merupakan bahasa berorentasi objek, artinya nama objek, property dan
methode/ prosedur dikemas menjadi satu kemasan (encapsulate).

16

Keunggulan Delphi adalah:


1) IDE (Intregated Development Environment) atau lingkungan
perkembangan aplikasi sendiri adalah satu dari keunggulan
Delphi, didalamnya terdapat menu-menu yang memudahkan
untuk membuat suatu proyek program
2) Proses kompilasi cepat, pada saat aplikasi yang dibuat
dijalankan pada Delphi, maka secara otomatis akan dibaca
sebagai sebuah program
3) Mudah digunakan, source kode Delphi yang merupakan
turunan dari Pascal, sehingga tidak diperlukan suatu
penyesuaian lagi
4) Bersifat multi purphase, artinya bahasa pemrograman Delphi
dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai keperluan
pengembagan aplikasi.
1.8.5 Driver motor stepper[ART10]
Rangkaian driver motor stepper dirancang untuk mengaktifkan dan
mengontrol gerak motor stepper, yaitu untuk mengatur pulsa-pulsa listrik
dengan nilai tertentu sehingga dapat menggerakkan motor stepper. SPC
(Smart Peripheral Controller) motor stepper merupakan pengontrol motor
stepper yang menggunakan I2C-bus sebagai jalur penyampaian data
sehingga dapat lebih menghemat dan mempermudah pengkabelan, selain
itu SPC motor stepper dapat digunakan secara paralel. Spesifikasi
eksternal SPC motor stepper sebagai berikut:

17

Hanya

perlu

jalur

kabel

untuk

interface

dengan

mikroprosesor/mikrokontroler lain.

Dapat digunakan untuk unipolar atau bipolar stepper motor.

Dapat digunakan pada I2C-bus maupun paralel.

Semua pinpin paralel diakses dengan taraf logik TTL

Dilengkapi dengan jumper untuk setting alamat, sehingga dapat


di-ekspan sampai 8 board tanpa tambahan perangkat keras.

Gambar 1.3. IC L293D

1.9

Gambar 1.4. Diagram blok IC L293D

Hipotesis
dapat dibangun suatu modifikasi sistem kontrol yang mana komputer

digunakan sebagai alat kendali dan mikrokontroler Arduino

sebagai

antarmuka ke alat yang akan dikendalikan, berupa motor stepper yang dapat
beban dapat digerakan sebanyak 3 aksis sesuai dengan arah sumbu masingmasing motor. Hal ini memungkinkan, jika beban yang dipasangkan berupa
sebuah bor listrik, maka bor akan berjalan secara otomatis sesuai perintah
yang dikirim dari komputer.

18

BAB II
RENCANA TUGAS AKHIR
2.1. Tempat dan Waktu
Penulisan tugas Akhir ini akan dilaksanakan di Laboratorium Kendali
STTN-BATAN dalam waktu 5 (lima) bulan dimulai pada awal Februari
sampai dengan Juni 2015.

2.2. Alat dan Bahan yang Digunakan


Tabel 2.1 Software yang digunakan
No.

Keterangan

Nama Bahan &


Komponen

Komputer

1 buah (sistem minimal setara dengan


DUAL-CORE atau AMD E2 dan dilengkapi
usb port)

Software Delphi 7

Instal OS

Komponen Comport Delphi

Instal software Delphi 7

Komponen ABS Database

Instal software Delphi 7

Arduino IDE

Instal OS, pemrograman bahsa C

ISIS Proteus

Install OS, Simulasi Program

Tabel 2.2 Bahan dan komponen


No.

Nama Bahan & Komponen

Keterangan

Motor Stepper

3 buah

Arduino ADK

1 buah

SPC motor stepper

3 buah

19

Kabel ISP usb

1buah

Kabel tembaga tunggal.

5 meter

Power supply

Input AC 220 / Output DC +12v, +9v,


+5v

PCB

1buah

Solder

1 buah

Kabel (tunggal + pita)

5 meter

10

Pin header

50 buah

Tabel 2.3. Daftar bahan dan komponen pendukung


No.

Nama Bahan & Komponen

Keterangan

Multimeter

Input AC 220 V / Output DC +5 V, +9V,


+12 V

Project board

2 buah

2.3. Rencana Kerja


2.3.1 Studi Literatur
Penulis akan menggunakan beberapa sumber tertulis berupa bukubuku pustaka, buku manual dan tulisan ilmiah dalam jurnal ilmiah. Selain
itu menggunakan media lain seperti pencarian bahan tulisan melalui situs
internet sebagai bahan dasar pengimplementasian sistem ini.
2.3.2 Studi Lapangan
Penulis akan menggunakan informasi yang ada dilapangan sebagai
bahan tambahan dalam mengimplementasikan sistem ini.

20

2.3.3 Perancangan Sistem


a) Perancangan Hardware
Untuk perancangan desain hardware. Penulis tidak akan
memodifikasi desain, kemungkinan perubahan hanya mengganti bor
dengan spsifikasi yang lebih baik, sehingga tidak mudah rusak.
Kemudian mengganti saklar pada bor, dengan saklar otomatis, sehingga
untuk menghidupkan dan mematikan bor dapat dikendalikan dari
komputer.
Pelaksanaan pembuatan alat pengebor otomatis seperti pada
yang telah di rancang oleh Gati Kharisma pada

Gambar 2.2.

Menunjukkan hubungan masing masing bagian dan fungsinya

Gambar 2.1. Blok diagram sistem Pengebor otomatis PPC

21

Maka dalam perancangan modifikasi yang akan dilakukan


penulis dari diagram blok

diatas. Rangkaian blok diagram

mikrokontroler, di ganti menggunakan Arduino. Dapat dilihat pada


gambar 2.3 di bawah ini.

Gambar 2.2 Blok diagram sistem pengebor PCB otomatis


berbasis Arduino
Perancangan

sistem yang merupakan hubungan antara

komputer, mikrokontroler AT89S52 dengan driver motor stepper yang


telah dibuat oleh Gati Kharisma dapat dilihat pada Gambar 2.2

Gambar 2.3 Bagan hubungan system

22

Dari hubungan sistem diatas maka penulis akan memodifikasi


pada bagian mikrokontroler yaitu mengganti AT89S52 dengan kit
Arduino Mega ADK.hubungan system dapat diliha pada gambar 2.3.

Gambar 2.4 Bagan hubungan sistem yang telah dimodifikasi


Alasan mengapa Arduino yang di pilih karena arduino memiliki
beberapa kelebihan seperti yang telah dijelaskan pada dasar teori.
Dengan beberapa kelebihan tersebut maka memudahkan penulis untuk
perancangan memodifikasi alat ini.
b) Perancangan perangkat lunak
Perancangan Perangkat lunak tidak bisa lepas dari perancangan
driver, sebab komunikasi yang terjalin antara perangkat lunak dengan
driver haruslah sesuai (sinkron) agar dapat membentuk suatu sistem.
Maka, tipe data masing-masing I/O-nya pun harus ditentukan.
Alur program didalam perangkat lunak dibagi menjadi tiga
bagian. Yang pertama ialah program scanner, program inilah yang
nantinya digunakan sebagai identifikasi warna pada file gambar (*.Bmp)
dari sebuah sampel PCB. Yang ke-dua program drawing, merupakan
program untuk meng-input letak sebuah atau lebih titik lubang pada PCB
nantinya, dan yang ke-tiga adalah program proses. Dimana setelah semua

23

input dari manusia pengguna (user) telah selesai, barulah program ini
mengirim sederet atau lebih perintah ke-Arduino untuk diterjemahkan
sebagai alamat, arah, dan banyak putaran pada motor stepper.

c) Pengujian Sistem dan Penerapan


Pengujian akan dilakukan secara keseluruhan, artinya dengan
hubungan lengkap antara software, Arduino, SPC motor driver dan motor
stepper. Selanjutnya software diberikan input dan melihat apakah
keseluruhan sistem sudah bekerja dengan baik atau belum dengan
memperhatikan kesesuaian putaran dan arah gerak motor. Aplikasi
software juga perlu diperhatikan untuk kesesuaian dengan sistem operasi.
Pengujian dilakuan berulang-kali dengan input yang berbeda.
Error (kesalahan) dapat terjadi pada banyak bagian, termasuk
didalamnya:
1) Kesalahan pemrograman didalam software.
2) Kesalahan pemrograman didalam Arduino.
3) Kesalahan pengkabelan/hubungan.
Tidak ada tahap mudah mengidentifikasi bagian error mana yang
memiliki kesalahan. Satu-satunya cara ialah memeriksa semua bagian
dengan urutan poin 3, 2, 1 diatas.
Pengujian dilanjutkan setelah tidak ada error ditemukan, dengan
memperhatikan kecepatan putaran motor. Kecepatan putaran motor

24

disinkronisasi antara kemampuan motor dengan kecepatan clock pada


program Arduino.
2.3.4 Pembuatan Laporan
Laporan tugas akhir akan dibuat berdasarkan sumber literatur
yang digunakan sebagai acuan dasar dan berdasarkan langkah-langkah
percobaan dilapangan.

2.4. Jadwal Pelaksanaan


Tabel 2.4 Jadwal Rencana Pelaksanaan

Kegiatan

Desembe
r

Januari Februari

Maret

April

Mei

Juni

Studi
Literatur
Perancanga
n Sistem
Pengujian
dan
Penerapan
Sistem
Pembuatan
Laporan
Tugas Akhir

25

DAFTAR PUSTAKA
1. www.Hendriono.com/blog/post/mengenal-arduino-mega2560

diakses

tanggal 17 desember 2014.


2. www.arduino.cc diakses tanggal 17 desember 2014
3. Karisma, Ghati. 2011. Rancang Bangun Perangkat Lunak Sebagai
Pengendali Motor Pada Pengebor Ppc Otomatis. Elektromekanik. STTNBATAN.
4. Erlando ,Doddy. 2008. Perancangan Sistem Pengeboran PCB otomatis
menggunakan Komputer. Program studi Teknik Listrik. Jurusan Teknik
Elektro. Politeknik Universitas Andalas.
5. Thiang, dkk. 2010. Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan
Menggunakan Programmable Logic Controller. Jurusan Teknik Elektro,
Universitas Kristen Petra.

26