You are on page 1of 8

ASUHAN KEPERAWATAN

Pada Pasien dengan Gangguan Gagal Ginjal Akut (intraRenal)

Kasus
Klien bernama Ny Z berusia 44 tahun, datang kerumah sakit dengan keluhan
penurunan produksi miksi (pengurangan urine) ny z mengalami riwayat trauma
langsung pada ginjal, pada masa sebelumnya Ny Z pernah mengalami infeksi system
perkemihan yang berulang.setelah dilakukan oleh perawat di dapatkan data riwayat
pasien menderita atau mempunyai riwayat Hipertensi dan DM , Suhu
tubuh : 37oC Denyut nadi: 90 x permenit Tensi TD : 160/ 100 mmHg,
Respirasi : 22 x permenit
dari keterangan keluarga penyakit ini tidak pernah terjadi pada
keluarga, diagnose medis mengatakan gagal ginjal renal

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. z

Umur

: 44thn

Alamat
Agama
Suku

: ujung pangkah , gresik


: islam
: jawa

No.RM
Tgl masuk MRS

: 888866
: 17 april 2016

Penanggung jawab
Nama

: Tn. p

Pendidikan

: SLTA

Agama

: islam

Pekerjaan

: petani

Alamat

: ujung pangkah, gresik

Hub dgn klien

: suami

RIWAYAT SAKIT DAN KESEHATAN


1. Keluhan Utama
Keluhan utama yang sering adalah terjadi penurunan produksi miksi.
2.Riwayat penyakit Sekarang
-penurunan jumlah urine output
-riwayat trauma langsung pada ginjal
3.Riwayat penyakit Dahulu
-Infeksi system perkemihan yang berulang
-Pasien pernah menderita atau mempunyai riwayat Hipertensi dan DM

OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan umum : klien lemah, terlihat sakit berat, dan letargi.
TTV

Suhu tubuh
: 37oC
Denyut nadi
: 90 x permenit
Tensi TD
: 160/ 100 mmHg
Respirasi : 22 x permenit

Review OF System
B1(Breathing).
Padaperiodeoliguriseringdidapatkanadanyagangguanpolanapasdanjalannapasyang
merupakanresponsterhadapazotemiadansindromakuturemia.Klienbernapasdenganbau
urine(fetoruremik)seringdidapatkanpadafaseini.Padabeberapakeadaanresponsuremia
akanmenjadikanasidosismetaboliksehinggadidapatkanpernapasankussmaul.
B2(Blood).
Padakondisiazotemiaberat,saatperawatmelakukanauskultasiakanmenemukanadanya
frictionrubyangmerupakantandakhasefusiperikardialsekunderdarisindromuremik.Pada
sistemhematologiseringdidapatkanadanyaanemia.Anemiayangmenyertaigagalginjal
akutmerupakankondisiyangtidakdapatdielakkansebagaiakibatdaripenurunanproduksi
eritropoetin,lesigastrointestinaluremik,penurunanusiaseldarahmerah,dankehilangan
darah,biasanyadarisaluranG1.Adanyapenurunancurahjantungsekunderdarigangguan
fungsi jantung akan memberat kondisi GGA. Pada pemeriksaan tekanan darah sering
didapatkanadanyapeningkatan.

B3(Brain).
Gangguan status mental, penurunan lapang perhatian, ketidakmampuan berkonsentrasi,
kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran (azotemia, ketidakseimbangan
elektrolit/asam/basa).Klienberisikokejang,efeksekunderakibatgangguanelektrolit,sakit
kepala,penglihatankabur,kramotot/kejangbiasanyaakandidapatkanterutamapadafase
oliguriyangberlanjutpadasindromuremia.
B4(Bladder).
Perubahanpolakemihpadaperiodeoliguriakanterjadipenurunanfrekuensidanpenurunan
urine output <400 ml/hari, sedangkan pada periode diuresis terjadi peningkatan yang
menunjukkan peningkatan jumlah urine secara bertahap, disertai tanda perbaikan filtrasi
glomerulus.Padapemeriksaandidapatkanperubahanwarnaurinemenjadilebihpekat/gelap.
B5(Bowel).
Didapatkanadanyamualdanmuntah,sertaanoreksiasehinggaseringdidapatkanpenurunan
intakenutrisidarikebutuhan.
B6(Bone).
Didapatkanadnayakelemahanfisiksecaraumumefeksekunderdarianemiadanpenurunan
perfusiperiferdarihipetensi.
Pemeriksaan penunjang
test darah
Parameter

Nilai normal

HB

8,5 mg/dl

12-16

NORMA

UREA
CREATININ
K

197 mg/dl
8,46 mg/dl
4,8 mmol/dl

10-50
0,5-1,2
3,4-5,4

L
HIGH
HIGH
NORMA

NA

149 mmol/dl

135-155

L
NORMA

95-108

L
NORMA

3,4-7

L
HIGH

Cl
URIC ACID

97 mmol/dl
7,8 mg/dl

Analisa Data
NO
1

Data penunjang
Etiologi
DS:klien mengatakan gelisah,mual Kationintraseluler
mual,muntah
Hiperkalemi
DO:kliengelisah,Terdapat
papiledema,deficitneurologis,kadar Perubahan konduksi
kaliumserummeningkat.
elektrikal implus
o
Suhu tubuh
: 37 C jantung
Denyut nadi
: 90 x
permenit
Tensi TD
: 160/ 100
mmHg
Respirasi : 22 x
permenit

Problem
Aktual/risikotinggi
aritmia.

Diagnosa Keperawatan
1. Defisitvolumecairanb.d.fasediuresisdarigagalginjalakut
2. Aktual/risikotinggipolanapastidakefektifb.dpenurunanpHpadaciaranserebrospinal,
perembesancairan,kongestiparuefeksekunderperubahanmembrankapileralveolidan
retensicairaninterstisialdariedemaparupadaresponsasidosismetabolik
3. Aktual/risikotinggimenurunnyacurahjantungb.dpenurunankontraktilitasventrikelkiri,
perubahanfrekuensi,irama,konduksielektrikalefeksekunderpenurunanpH,hiperkalemi,
danuremia
4. Aktual/risikopenurunanperfusiserebralb.d.penurunanpHpadacairanserebrospinalefek
sekunderdariasidosismetabolik
5. Aktual/risikotinggiaritmiab.dgangguankonduksielektrikalefeksekunderdarihiperkalemi
6. Aktual/risikotinggikejangb.dkerusakanhantaransarafsekunderdariabnormalitaselektrolit
danuremia.
7. Aktual/risikotinggidefisitneurologisb.dgangguantransmisiselselsarafsekunderdari
hiperkalsemi
8. Ketidakseimbangannutrisikurangdarikebutuhantubuhb.dintakenutrisiyangtidakadekuat
sekunderdarianoreksi,mual,muntah
9. GangguanADL(ActivityDailyLiving)b.dedemaekstremitas,kelemahanfisiksecaraumum
10. Kecemasanb.dprognosispenyakit,ancaman,kondisisakit,danperubahankesehatan

Intervensi

no dx.keperawatan
intervensi
1. Aktual/risiko tinggi aritmia b.d 1. Kaji faktor

gangguankonduksielektrikalefek penyebab dari


situasi/keadaan
sekunderdarihiperkalemi
individu dan faktorfaktor hiperkalemi.
Tujuan:tidakterjadiaritmia
2. Manajemen
Kriteria hasil :
pencegahan
Kl klien tidak gelisah, tidak mengeluh hipokalemia
2. 3. Beri diet rendah
mual-mual dan muntah
GCS 4, 5, 6 tidak terdapat kalium
3. 4. Memonitor tandapapiledema, TTV dalam batas tanda vital tiap 4 jam.
4. 5.Monitoring ketat
normal.
kadar kalium darah
- Klien tidak mengalami defisit dan EKG.
5. 6.Monitoring klien
neurologis, kadar kalium serum
yang berisiko terjadi
dalam batas normal
hipokalemi.
6.7. Monitoring klien
yang mendapat infus
cepat yang
mengandung kalium
8.8.Manajemen
kolaborasif koreksi
hiperkalemi:
7. 9.Pemberian kalsium
glukonat.
8. Pemberian glukosa
10%.
9.10. Pemberian natrium
bikarbonat 10.

rasional
Bbanyak faktor yang
menyebabkan
hiperkalemia dan
penanganan disesuaikan
dengan faktor penyebab
2. Makanan yang
mengandung kalium
tinggi yang harus
dihindari termausk kopi,
cocoa, buah yang
dikeringkan, kacang
yang dikeringkan, dan
roti gandum utuh. Susu
dan telur juga
mengandung kalium
yang cukup besar.
Sebaliknya, makanan
dengan kandungan
kalium minimal
termasuk mentega,
margarin, sari buah, atau
saus cranbeery, bir jahe,
permen karet, atau gulagula (permen), root beer,
gula dan madu.
3. Adanya perubahan TTV
secara cepat dapat
menjadi pencetus aritmia
pada klien hipokalemi.
4. Upaya deteksi berencana
untuk mencegah
hiperkalemi.

5.

Asidosis dan
kerusakan jaringan
seperti pada luka bakar
atau cedera remuk, dapat
menyebabkan
perpindahan kalium dari
ICF ke ECF, dan masih
ada hal-hal lain yang
dapat menyebabkan
hiperkalemia. Akhirnya,
larutan IV yang
mengandung kalium
harus diberikan
perlahan-lahan untuk
mencegah terjadinya
beban kalium berlebihan
latrogenik.
6. Aspek yang paling
penting dari pencegahan
hiperkalemia adalah
mengenali keadaan klinis
yang dapat menimbulkan
hiperkalemia karena
hiperkalemia adalah
akibat yang bisa
diperkirakan pada
banyak penyakit dan
pemberian obat-obatan.
Selain itu, juga harus
diperhatikan agar tidak
terjadi pemberian infus
larutan IV yang
mengandung kalium
dengan kecepatan tinggi.
7. Dilakukan
penghambatan terhadap
efek jantung dengan
kalsium, disertai
redistribusi K+ dari ECF
ke ICF. Tiga metode
yang digunakan dalam
penangan kegawatan dari
hiperkalemia berat (>8
mEq/L atau perubahan

EKG yang lanjut)


8. Kalsium glukonat 10%
sebanyak 10 ml diinfus
IV perlahan-lahan
selama 2-3 menit dengan
pantauan EKG, efeknya
terlihat dalam waktu 5
menit, tetapi hanya
bertahan sekitar 30
menit.
9. Glukosa 10% dalam 500
ml dengan 10 U insulin
regular akan
memindahkan K+ ke
dalam sel; efeknya
terlihat dalam waktu 30
menit dan dapat bertahan
beberapa jam.
10.
Natrium
bikarbonat 44-88
mEq IV akan
memperbaiki
asidosis
dan
perpindahan K+
ke dalam sel;
efeknya terlihat
dalam waktu 30
menit dan dapat
bertahan
beberapa jam.

Implementasi
No.d
implementasi
x
1. mengkaji faktor penyebab dari
1.
situasi/keadaan individu dan faktor-faktor
hiperkalemi.
2. memanajemen pencegahan hipokalemia
Beri diet rendah kalium.

paraf

8.
9.

3. Memonitor tanda-tanda vital tiap 4 jam.


4. Memonitoring ketat kadar kalium darah dan
EKG.
5. Memonitoring klien yang berisiko terjadi
hipokalemi.
6. Memonitoring klien yang mendapat infus
cepat yang mengandung kalium
7. Memanajemen kolaborasif koreksi
hiperkalemi:
8. memberi kalsium glukonat.
Pemberian glukosa 10%.
Pemberian natrum bikarbonat10.

Evaluasi
No.D
x
1.

evaluas
S :pasien sudah tidak gelisah
lagi.tidak mengeluh mual-mual dan
muntah
O:Klien tidak mengalami defisit neurologis,
kadar kalium serum dalam batas normal.
TD : 120/90 mmHg
N : 60-100x/menit
RR :16-20x/menit
A:masalah teratasi
P: intervensi di hentikan.

paraf