You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi. Air memberikan
manfaat yang sangat luar biasa bagi manusia, hewan maupun tanaman. Bagi
tanaman air membantu proses untuk menyusun persenyawaan (hara) baru.
Selain itu air digunakan untuk membantu reaksi fotosintesis tanaman, juga
untuk mempertahankan turgor yang dapat mempengaruhi proses transpirasi.
Bicara pada bidang teknik pertanian dan biosistem, pemberian air pada
tanaman guna memenuhi kebutuhannya bisa disebut irigasi. Irigasi secara
umum didefinisikan sebagai penggunaan air pada tanah untuk keperluan
penyediaan cairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman-tanaman.
Ketersediaan air irigasi di lahan pertanian sangat berpengaruh sekali terhadap
hasil produksi dari tanaman yang dibudidayakan. Ketersediaan air untuk
keperluan irigasi sering menjadi kendala di daerah beriklim basah dimana air
hujan yang berlebihan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, karena
sebagian besar air mengalir sebagai aliran permukaan serta sering terjadi
cekaman air, terutama pada periode kritis pertumbuhan tanaman.
Kebutuhan air irigasi setiap tanaman tidak sama setiap saat, hal ini
dipengaruhi oleh umur tanaman, suhu udara, cuaca maupun proses yang
terjadi pada tanaman itu sendiri. Transpirasi adalah proses pengeluaran air dari
tanaman dengan bantuan stomata. Sedangkan evaporasi adalah penguapan air
yang terjadi dari permukaan tanah. Gabungan dari proses transpirasi dan
evaporasi doinamakan evapotransporasi. Apabila tanaman mengalami
transpirasi berlebihan, tanpa adanya proses penguapan air tanah melalui akar,
maka tanaman akan kekurangan air. Begitu juga jika tanah tidak mengalami
proses evaporasi air tanah menjadi jenuh dan tergenamg. Sehingga perlu
dilakukan kontrol penggunaan air. Melalui praktikum azas teknik irigasi acara
satu ini, akan dapat diketahui jumlah air yang dibutuhkan serta efisiensi
penggunaan air bagi tanaman.
1.2 Tujuan

Praktikum azas teknik irigasi acara penentuan kebutuhan air tanaman


dilakukan dengan tujuan berikut ini.
a. Menentukan besarnya nilai kebutuhan air tanaman (crop water
requirement)
b. Membuat neraca air (water balance)
c. Mengenalkan perangkat lunak (software) untuk menghitung kebutuhan
air tanaman dan kebutuhan air irigasi.
1.3 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari praktikum azas teknik irigasi acara
penentuan kebutuhan air tanaman ini adalah mahasiswa dapat menentukan dan
menghitung kebutuhan air tanaman dengan menggunakan perhitungan manual
maupun menggunakan perangkat lunak yang telah ada. Selain itu dengan
melakukan praktikum ini mahasiswa juga dapat mengaplikasikan ilmu pada
penyelesain masalah yang akan muncul pada kehidupan sehari-hari ataupun di
dunia kerja nanti.

BAB II
DASAR TEORI
Neraca air (water balance) merupakan neraca masukan dan keluaran air
disuatu tempat pada periode tertentu, sehingga dapat untuk mengetahui jumlah air
tersebut kelebihan (surplus) ataupun kekurangan (defisit). Kegunaan mengetahui
kondisi air pada surplus dan defisit dapat mengantisipasi bencana yang

kemungkinan terjadi, serta dapat pula untuk mendayagunakan air sebaik-baiknya


(Anonim1, 2010).
Pada tanah, air berada di dalam ruang pori di antara padatan tanah. Tanah
berhubungan erat dengan kemampuan tanaman untuk mengabsorbsi air. Berkaitan
dengan hal itu terdapat tiga jenis kondisi tanah saat menyerap air yaitu kondisi
jenuh atau kapasitas penyimpanan air maksimal dimana semua ruang pori tanah
terisi oleh air lalu kapasitas lapangan (field capacity) dimana jumlah air tanah
dalam kondisi seimbang dan terakhir titik layu (wilting point) dimana tanah
mengalami pengeringan, sebagian ruang pori akan terisi udara dan sebagian lainya
terisi air yang ditandai dengan layunya tanaman terus menerus (Islami & Utomo,
1995).
Kebutuhan air tanaman (crop water requirement) sering diistilahkan
sebagai konsumsi air oleh tanaman (water use) didefinisikan sebagai banyaknya
air yang hilang dari areal bervegetasi per satuan waktu yang digunakan untuk
proses evapotranspirasi. Kebutuhan air untuk tanaman dipengaruhi oleh faktor
iklim dan tanah. Faktor iklim seperti radiasi surya, suhu, kecepatan angin, dan
kelembaban udara mempengaruhi proses evaporasi, sedangkan faktor tanah
seperti tekstur, kedalaman air tanah, dan struktur topografi menentukan besarnya
infiltrasi, perkolasi, dan limpasan air. Selain itu karakteristik tanaman seperti
jenis, pertumbuhan dan fase perkembangan tanaman juga berpengaruh terhadap
jumlah air yang dibutuhkan tanaman (Djufry, 2006).
Air mengalir dalam aliran yang terus menerus melalui tanaman. Akar dari
tanaman menyerap air dan mineral dari tanah. Air ini kemudian mengalir ke atas
melalui akar dan melalui pembuluh xylem dari batang menuju ke daun. Sebagian
kecil air ini digunakan tanaman untuk berfotosintesis dan aktifitas lainnya.
Sisanya menguap dari permukaan mesofil daun dan berdifusi keluar melalui poripori daun yang disebut stomata. Hilangnya air karena air tersebut menguap dari
bagian udara tanaman disebut transpirasi (Rao & Kaur, 2006).
Evapotranspirasi merupakan gabungan dua istilah yang menggambarkan
proses fisika transfer air ke dalam atmosfer, yakni evaporasi air dari permukaan
tanah dan traspirasi melalui tumbuhan. Evapotranspirasi merupakan komponen

penting dalam keseimbangan hidrologi. Di lingkungan terrestrial, evapotranspirasi


merupakan komponen tunggal terbesar siklus air. Oleh karena itu, pengetahuan
tentangnya penting dalam manejemen sumber daya air, pendugaan hasil tanaman,
dan dalam mempelajari hubungan antara perubahan penggunaan lahan dan iklim
(Usman, 2004).
CROPWAT 8.0 adalah program berbasis windows di versi DOS
sebelumnya. Selain itu user interface sepenuhnya didesain ulang, CROPWAT 8.0
untuk windows termasuk dalam fitur baru dan diperbaharui, dikembangkan
dengan menggunakan Visual Delphi 4.0 dan berjalan dengan flatform Windows.
Program yang dipakai melalui perintah DOS untuk menghitung evapotranspirasi
Penman Monteith, kebutuhan air untuk tanaman dan kebutuhan air irigasi
berdasarkan data iklim, tanah dan tanaman. CROPWAT 8.0 juga digunakan untuk
menghitung jadwal pemberian air irigasi untuk macam-macam kondisi
pengelolaan dan suplai air untuk seluruh air untuk seluruh daerah irigasi dengan
bermacam-macam pola tanam tertentu. Program CROPWAT 8.0 memungkinkan
pengembangan jadwal irigasi untuk kondisi manajemen yang berbeda dan
perhitungan pasokan air untuk berbagai skema pola tanam. CROPWAT 8.0 juga
dapat digunakan untuk mengevaluasi praktek-praktek irigasi petani dan
memprakirakan kinerja tanaman di bawah kedua kondisi tadah hujan dan hujan.
Untuk perhitungan tersebut, dibutuhkan data-data iklim dan data-data lainnya,
misalnya data tanaman, data pola tanam dan data tanah (Anonim2, 2010).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim1. 2010. Teori Dan Praktik Analisis Neraca Air Untuk Menunjang Tugas
Penyuluh Pertanian Di Kalimantan Tengah. Diakses dalam
http://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/images/data/neraca-airbakorluh.pdf pada hari Senin, 26 September 2016 pukul 14.06 WIB.

Anonim2. 2010. Example of The Use Of Cropwat 8.0. Diakses dalam


http://www.fao.org/nr/water/docs/cropwat8.0example.pdf pada hari Senin,
26 September 2016 pukul 14.20 WIB.
Djufry, F. 2006. Respons tanaman jarak (Richinus communis L.) pada kondisi
cekaman air. Jurnal Agrivigor 5 : 98-107.
Islami, T dan W.H Utomo. 1995. Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. IKIP
Semarang Press. Semarang.
Rao, D. K. and J. J. Kaur. 2006. Biology. Ratna Sagar. Delhi.
Usman. 2004. Analisis kepekaan beberapa metode pendugaan evapotranspirasi
potensial terhadap perubahan iklim. Jurnal Natur Indonesia 6 : 91-98.

BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini antara lain seperangkat
komputer, printer dan perangkat lunak CROPWAT8.0 for WINDOWS.
Sedangkan bahan yang dibutuhkan antara lain data klimatologi (hujan, suhu,

kelembaban, sinar matahari dll) pada stasiun BMKG tahun 2013 dan data
tanaman.
3.2 Cara Kerja
Praktikum kali ini dilakukan dengan 2 cara, Penman-Montheith dan
CROPWAT8.0.
3.2.1
a

Metode Penman-Montheith
Besar nilai evapotranspirasi dihitung dengan menggunakan metode

Penman-Montheith berdasarkan data klimatologi yang tersedia.


Besar kebutuhan air tanaman untuk tanaman jagung dengan variasi

umur dihitung dengan nilai Kc yang diketahui.


3.2.2 Metode CROPWAT :
a. Software CROPWAT diinstal terlebih dahulu, kemudian dibuka.
b. Data klimatologi dimasukkan tahun 2013 yang meliputi curah hujan,
temperatur,

kelembaban,

intensitas

penyinaran

matahari,

dan

kecepatan angin.
c. Kemudian dihitung nilai ETo dengan meng-klik button bertuliskan
ETo.
d. Setelah diperoleh nilai ETo untuk tiap bulan, data kemudian disimpan
dalam bentuk .pem dan .txt.
3.3 Cara Analisis
1
2

Mencari nilai temperatur rata-rata tiap data (Tmean)


Menentukan kecepatan angin (U) dalam satuan m/s

Menentukan nilai tekanan uap jenuh

Menentukan tekanan uap harian (ed) dalam satuan kPa

Menentukan nilai slop kurva tekanan uap () dalam satuan kPa C-1

Menentukan nilai tekanan atmosfer (P) dalam satuan kPa

dimana z : ketinggian tempat (m)


7

Menentukan nilai panas laten penguapan () dalam satuan MJ/kg

Menentukan konstanta psycrometrik () dalam satuan kPa C-1

Menentukan nilai kanopi resistance (rc) dalam satuan sm-1

10 Menentukan nilai aerodynamic resistance (ra) dalam satuan sm-1

11 Menentukan nilai modifikasi konstanta psycrometrik (*) (kPa C-1)

12 Menentukan nilai ETaerodynamic dalam satuan mm/day

13 Menentukan nomor hari (J)


14 Menentukan nilai deklinasi matahari () dalam satuan rad
15 Menentukan nilai sudut matahari (s) dalam satuan rad

16 Menentukan nilai jarak relatif matahari (dr)


17 Menentukan nilai radiasi permukaan atmosfer (Ra) dalam satuan MJ/m2d
18 Menentukan nilai panjang hari
19 Menentukan nilai angka angstrom (Rs) dalam satuan MJ/m2d

20 Menentukan nilai radiasi gelombang pendek (Rns) dalam satuan MJ/m2d


21 Menentukan nilai faktor per-awanan (f)
22 Menentukan emisivitas ()
23 Menentukan nilai radiasi thermal bersih (RnL) dalam satuan MJ/m2d
dimana Tkx : max day temperature (Kelvin)
Tkn : min day temperature (Kelvin)
24 Menentukan nilai radiasi yang diterima atmosfer (R n) dalam satuan
MJ/m2d
25 Menentukan nilai soil heat flux (G) dalam satuan MJ/m2d
26 Menentukan nilai energi yang ditinggal di atmosfer (E) (MJ/m2d)
27 Menentukan nilai ET tang terjadi karena radiasi (mm/day)

28 Menentukan nilai ETo dalam satuan mm/day

3.4 Contoh Perhitungan (Januari 2013)


1. Mencari nilai temperatur rata-rata tiap data, Tmean = 25,2 oC
2. Menentukan kecepatan angin (U) dalam satuan m/s
U = 0,7789 m/s
3. Menentukan nilai tekanan uap jenuh

= 4,0533 KPa

= 2,5185 KPa
ea = 3,286 KPa

4. Menentukan tekanan uap harian (ed) dalam satuan kPa

= 2,6283 KPa
5. Menentukan nilai slop kurva tekanan uap () dalam satuan kPa C-1

= 0,1563 KPa oC-1


6. Menentukan nilai tekanan atmosfer (P) dalam satuan kPa, dimana z :
ketinggian tempat (m)

= 101,2326 KPa
7. Menentukan nilai panas laten penguapan () dalam satuan MJ/kg
= 2,4415 MJ/kg
8. Menentukan konstanta psycrometrik () dalam satuan kPa C-1

= 0,0676 KPaoC-1
9. Menentukan nilai kanopi resistance (rc) dalam satuan sm-1

10. Menentukan nilai aerodynamic resistance (ra) dalam satuan sm-1

= 267,0433 sm-1
11. Menentukan nilai modifikasi konstanta psycrometrik (*) (kPa C-1)

= 0,0853 KPaoC-1
12. Menentukan nilai ETaerodynamic dalam satuan mm/day

= 0,4322 mmd-1
13. Menentukan nomor hari (J)
Januari = 15
14. Menentukan nilai deklinasi matahari () dalam satuan rad

= 0,3073 rad
15. Menentukan nilai sudut matahari (s) dalam satuan rad
= 1,6235 rad
16. Menentukan nilai jarak relatif matahari (dr)
= 1,0319
17. Menentukan nilai radiasi permukaan atmosfer (Ra) dalam satuan MJ/m2d
= 38,8565
18. Menentukan nilai panjang hari
= 12,4089 jam
19. Menentukan nilai angka angstrom (Rs) dalam satuan MJ/m2d

= 17,0153 MJ/m2d
20. Menentukan nilai radiasi gelombang pendek (Rns) dalam satuan MJ/m2d
= 13,1018 MJ/m2d
21. Menentukan nilai faktor per-awanan (f)
= 0,4382
22. Menentukan emisivitas ()
= 0,1130
23. Menentukan nilai radiasi thermal bersih (RnL) dalam satuan MJ/m2d
= 1,0118 MJ/m2d
dimana Tkx : max day temperature (Kelvin)
Tkn : min day temperature (Kelvin)
24. Menentukan nilai radiasi yang diterima atmosfer (R n) dalam satuan
MJ/m2d
= 12,09
25. Menentukan nilai soil heat flux (G) dalam satuan MJ/m2d

= 0,028 MJ/m2d
26. Menentukan nilai energi yang ditinggal di atmosfer (E) (MJ/m2d)
= 12,062 MJ/m2d
27. Menentukan nilai ET tang terjadi karena radiasi (mm/day)

= 3,2036 mm/day
28. Menentukan nilai ETo dalam satuan mm/day
= 3,6358 mm/day
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum acara I ini, praktikan mempelajari bagaimana cara
menghitung kebutuhan air tanaman. Kebutuhan air suatu tanaman dapat
didefinisikan sebagai jumlah air yang diperlukan untuk memenuhi kehilangan air
melalui evapotranspirasi (ET-tanaman) tanaman yang sehat, tumbuh pada
sebidang lahan yang luas dengan kondisi tanah yang tidak mempunyai kendala
(kendala lengas tanah dan kesuburan tanah) dan mencapai potensi produksi penuh
pada kondisi lingkungan tumbuh tertentu. Perhitungan kebutuhan air pada
tanaman dapat dihitung dengan menggunakan metode empiris berdasar analisis
cuaca ataupun pengukuran langsung di lapangan. Adapun beberapa formula yang
telah banyak digunakan untuk perhitungan kebutuhan air tanaman adalah metode
Blaney-Criddle, metode radiasi, metode Penman yang dimofikasi, dan metode
panci evaporasi.
Praktikum kali ini menggunakan metode Penman-Montheith secara
manual. Perhitungan dengan metode Penman-Monteith, diperlukan data iklim
seperti curah hujan, lama penyinaran, temperatur udara rata-rata, maksimal, dan
minimal, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Selain itu, digunakan pula data
topografi yaitu letak lintang dan elevasi atau ketinggian tempat. Pada metode ini,
banyak nilai yang perlu dihitung, di antaranya tekanan uap jenuh, tekanan uap

harian, panas laten penguapan, konstanta psycrometrik, aerodynamic resistance,


ETaero, ETrad, dan masih banyak lagi seperti yang telah ada pada bab III.
Sedangkan software CROPWAT sendiri merupakan alat pendukung
keputusan yang dikembangkan oleh Divisi Pengembangan Tanah dan Air FAO.
CROPWAT ini merupakan sebuah program komputer untuk perhitungan
kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan data tanah, iklim dan
tanaman. Selain itu, program ini memungkinkan pengembangan jadwal irigasi
untuk kondisi manajemen yang berbeda dan perhitungan penyediaan air untuk
berbagai skema pola tanaman. CROPWAT juga dapat digunakan untuk
mengevaluasi praktek-praktek irigasi petani dan untuk menilai kinerja tanaman di
bawah kedua kondisi tadah hujan dan irigasi.
CROPWAT 8.0 adalah program berbasis Windows pada versi DOS
sebelumnya. Terlepas dari antarmuka pengguna sepenuhnya didesain ulang,
CROPWAT 8.0 untuk Windows mencakup sejumlah fitur baru dan diperbarui,
termasuk:
1. Bulanan, dan harian dekade input data iklim untuk perhitungan
evapotranspirasi acuan (ETo)
2. Kompatibilitas untuk memungkinkan penggunaan data dari database
CLIMWAT
3. Kemungkinan untuk memperkirakan data iklim dalam ketiadaan nilai yang
terukur
4. Dekade dan perhitungan harian kebutuhan air tanaman berdasarkan
algoritma perhitungan diperbarui termasuk penyesuaian nilai tanamankoefisien
5. Perhitungan kebutuhan air tanaman dan penjadwalan irigasi untuk padi &
padi gogo, menggunakan prosedur baru dikembangkan untuk menghitung
kebutuhan air termasuk periode penyiapan lahan
6. Jadwal irigasi disesuaikan pengguna interaktif
7. Air tabel keluaran keseimbangan tanah harian
8. Tabungan mudah dan pengambilan sesi dan jadwal irigasi ditetapkan
pengguna
9. Presentasi grafis dari input data, kebutuhan air tanaman dan jadwal irigasi
10. Mudah impor / ekspor data dan grafik melalui clipboard atau file teks
ASCII

11. Rutinitas pencetakan yang luas, mendukung semua printer-berbasis


windows
12. Konteks-sensitif sistem bantuan
13. Antarmuka multibahasa dan sistem bantuan: Inggris, Spanyol, Prancis dan
Rusia
Data klimatologi yang digunakan pada acara ini berasal dari pengukuran di
stasiun BMKG Kradenan pada tahun 2013. Setelah data dianalisis dengan
menggunakan cara manual maupun CROPWAT maka dapat dipaparkan hasil
keduanya pada tabel dan grafik berikut.
Tabel 4.1 Perbandingan ETo cara Penman-Montheith dan cara CROPWAT
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
Septembe

ETo Penman-Montheith

ETo CROPWAT

(mm/hari)
3.6356
3.6205
3.7155
3.3978
3.0977
2.7863
2.8485
3.1547

(mm/hari)
3.55
3.66
3.80
3.53
3.15
2.68
3.01
3.74

r
3.4702
3.84
Oktober
3.7561
4.23
November
3.7273
3.58
Desember
3.4192
3.06
Grafik Perbandingan Hasil Cara Manual Dan Software

4.5
4
3.5
3
2.5
2

Penman-Montheith

1.5

Column1

1
0.5
0

Gambar 4.1 Perbandingan Hasil Cara Manual Dan Software


Hasil metode manual berbeda dengan hasil perhitungan menggunakan
metode Penman-Monteith pada software CROPWAT, namun pada grafik antara
nilai ETo vs bulan, dapat dilihat bahwa bentuk grafik hampir sama. Perbedaan
dapat terjadi karena perbedaan input data yang dilakukan pada CROPWAT,
misalnya pada data kelembaban dan cahaya matahari harus dibulatkan supaya
masuk pada software CROPWAT. Sedangkan pada perhitungan dengan metode
Penman-Monteith manual menuntut ketelitian dalam penghitungan karena
terdapat 28 nilai yang harus dihitung untuk kemudian mendapatkan nilai ETo.
Metode Penman-Monteith paling dianjurkan untuk digunakan karena dinilai hasil
perhitungan dengan metode ini lebih mendekati hasil pengukuran langsung
walaupun dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Gambar 4.2 Printscreen Cara Penggunaan CROPWAT


Gambar 4.2 merupakan cara menggunakan software CROPWAT lebih
mudah dan praktis karena hanya perlu memasukkan data iklim yang dibutuhkan,
kemudian pengguna dapat langsung mengetahui nilai ET o dengan meng-klik
button bertuliskan ETo. Selain itu, program CROPWAT ini dapat membantu para
ahli melakukan perhitungan dalam perencanaan dan pengelolaan suatu daerah
irigasi. Lebih lanjut, program ini diharapkan dapat membantu memberikan
rekomendasi untuk memperbaiki irigasi yang telah ada, dan merencanakan jadwal
irigasi yang sesuai dengan kondisi suplai air yang beraneka ragam.
Hasil dari kedua perhitungan mempunyai kesamaan pada nilai maksimal
dan minimal kebutuhan air tanaman. Pada nilai maksimal kebutuhan air tanaman
berada pada bulan Oktober yaitu pada cara manual sebesar 3,7561 mm/hari
sedangkan dengan cara penggunaan software sebesar 4,23 mm/hari. Nilai minimal
kebutuhan air tanaman berada pada bulan Juni yaitu pada cara manual sebesar
2,7863 mm/hari dan pada cara penggunaan software sebesar 2,68 mm/hari.
Berdasarkan hasil kebutuhan minimal dan maksimal air tanaman maka hasil
praktikum sesuai dengan teori dan keadaan alam yang ada. Pada teori kebutuhan
air tanaman dipengaruhi komponen iklim seperti cahaya matahari, hujan dan lainlain. Stasiun BMKG Kradenan, Jawa Tengah, Indonesia mempunyai iklim tropis
dimana selalu mendapatkan cahaya matahari setiap tahunnya. Hal ini
menunjukkan bahwa proses evapotranspirasi yang sangat berpengaruh pada

kebutuhan air tanaman akan berjalan terus menerus. Hanya saja ketersediaan
lengas tanah yang menentukan besar tidaknya proses tersebut. Pada nilai
kebutuhan minimal air tanaman berada pada bulan Juni, hal ini sesuai karena pada
bulan Juni terjadi musim kemarau di wilayah Indonesia. Musim kemarau
membuat kandungan lengas tanah berkurang sehingga proses evapotranspirasi
juga berkurang. Begitupun sebaliknya pada kebutuhan air tanaman maksimal
berada pada bulan Oktober, dimana bulan tersebut terjadi musim hujan.
Kandungan lengas tanah yang meningkat akan meningkatkan pula proses
evapotranspirasi.

BAB V
PENUTUPAN
5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum azas teknik irigasi acara perhitungan
kebutuhan air tanaman maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
a. Kebutuhan air tanaman adalah jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman
untuk proses pertumbuhannya sehingga diperoleh produksi yang baik.
Kebutuhan air tanaman ditentukan oleh besar evapotranspirasi.
b. Evapotranspirasi merupakan proses kehilangan air akibat adanya
penguapan kandungan air dalam tanah (evaporasi) dan dari dalam tubuh
tanaman (transpirasi) itu sendiri.

c. Untuk menghitung evapotranspirasi dapat menggunakan salah satu


metode, yaitu metode Penman-Monteith baik secara manual maupun
menggunakan software CROPWAT dimana metode yang digunakan sama.
d. Pada grafik antara nilai ETo hasil perhitungan kedua cara dapat dilihat
bahwa bentuk grafik hampir sama, hal tersebut menunjukkan hasil yang
tidak berbeda jauh antara kedua metode.
e. Hasil praktikum sesuai dengan teori dan keadaan factor yang
mempengaruhi kebutuhan air tanaman. Nilai minimal kedua cara pada
bulan Juni sedangkan nilai maksimal kedua cara pada bulan Oktober.
5.2 Saran
Praktikum berjalan cukup baik, namun praktikum selesai terlalu sore
karena terlalu lama menghitung dan sebaiknya praktikan lebih memahami
penggunaan kalkulator dengan baik dan benar sehingga dapat menghitung
dengan cepat.

LAMPIRAN