You are on page 1of 3

ATM

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sudah akrab dengan ATM. Dengan perkembangan teknologi
yang pesat saat ini, fasilitas yang disediakan ATM cukup memadai mulai dari transfer, penarikan
tunai, bahkan pembayaran tagihan.
Dalam bahasa Indonesia kata ATM berarti Anjungan Tunai Mandiri, sedangkan dalam bahasa
Inggris berarti Automatic Teller Machine. ATM adalah alat elektronik yang memudahkan
nasabah untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani
oleh teller manusia.
Mesin ATM sering ditempatkan di beberapa lokasi strategis, seperti restoran, bandar udara, pusat
perbelanjaan, pasar, dan kantor bank itu sendiri.
Di masa globalisasai seperti saat ini, kartu ATM bukanlah suatu barang langka, tapi sebuah
kebutuhan yang harus dimiliki setiap orang. Terkadang, setiap orang tidak hanya menggunakan
satu buah kartu ATM, tapi dua, tiga atau bahkan bisa lebih dari lima kartu setiap orangnya, dan
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Namun, kali ini kita tidak akan membahas mengenai kartu ATM melainkan mesin ATM itu
sendiri. Tahukah kamu bagaimana cara kerja mesin ATM? Yuk kita simak penjelasan berikut ini.
Cara Kerja Mesin ATM
Komponen ATM terdiri dari kotak ATM, layar monitor, tombol angka dan kamera (optional)
yang biasa terlihat dari luar. Sedangkan di dalamnya terdiri dari satu unit computer CPU,
keyboard, kotak uang, printer kecil, modem, dan card reader.
Cara kerja mesin ATM mudah dan sederhana. Yang pertama kamu lakukan ialah memasukkan
kartu ATM ke dalam mesin. Setelah kartu dimasukkan, maka kartu akan dibaca oleh magnetic
card reader yang berfungsi sebagai pembaca dan penerima data. Setelah dibaca, data dikirim ke
sistem komputerisasi bank.

ATM adalah merupakan sebuah terminal data yang mempunyai dua perangkat input dan empat
perangkat output. Seperti halnya sebuah terminal data, ATM harus memiliki koneksi ,terhubung,
dan berkomunikasi melalui sebuah host processor (pusat proses).
Pusat proses yang disertai oleh Internet service provider (ISP) yg berfungsi sebagai jalur gateway
untuk menuju keberbagai macam jaringan ATM dan menjadikan berfungsi bagi si pemegang
kartu ATM (orang yang menginginkan uang).
Pada umumnya, pusat proses yang mendukung dapat melalui Leased-line atau jalur kontrak
(sewa) maupun mesin dial-up (telepon). Mesin Leased-line terhubung langsung pada pusat
proses melalui empat kabel (four-wire), point-to-point, dedicated telephone line (pilihan jalur
telepon).
Dial-up ATMs terhubung ke pusat proses melalui sambungan telepon normal menggunakan
modem dan sambungan nomor bebas pulsa, atau melalui penyedia layanan internet yang
menggunakan akses nomor local.
Leased-line ATMs disarankan untuk digunakan pada lokasi yang padat karena kemampuan kerja
thru-put yg cukup berat, dan dial-up ATMs disarankan untuk digunakan pada toko atau lokasi
yang tidak ramai dimana penggunaan hanya sekedar mengambil uang. Biaya yang diperlukan
untuk sebuah mesin ATM dial-up kurang dari setengahnya mesin ATM leased-line. Biaya operasi
#mesin ATM dial-up juga hanya sebagian kecil dari biaya operasi mesin ATM leased-line.
Pusat proses mungkin dapat dimiliki oleh sebuah bank atau instansi keuangan, atau mungkin
juga dimiliki oleh penyedia layanan internet yg berdiri sendiri. Jika dimiliki bank, biasanya

hanya mendukung mesin ATM bank itu sendiri, dimana hanya proses tunggal yang tersedia bagi
pemilik toko atau tempat usaha.
Mesin ATM

Sebenarnya komponen ATM itu terdiri dari :

Kotak ATM
Tombol Angka
Layar Monitor
Kamera

Sementara bagian dalamnya terdiri atas:

unit Komputer
keyboard
modem
kotak uang
printer kecil
card reader / pembaca kartu